Nappeun Namja : Banana Milk [2]

Title : Nappeun Namja part 2 – Banana Milk

Author : Unlockeylucifer aka Anggi

Main Cast     : Yoon Soori

                        Key (Kim kibum)

Support Cast :  Lee Taemin

                        Choi Minho

                        Park Shinmi aka Desca Daming

                        Lee Chaerin

                       Kim Jonghyun

                       Lee Jinki

Length : Sekuel

Rate : PG-16

Genre : Romance

A/N : Pengen bilang buat para reader, kalau judul ff yang pertama itu kayaknya agak salah deh. Harusnya judulnya Nappeun Namja part 1 – Cold Eyes. Nah bagi yang udah baca, mohon dimaafkan yah. Saya kembali lagi dengan ff kedua yaitu banana milk. Semoga para reader ga kecewa dengan ff saya yang nista ini T_T

Kalo ada yang lupa sama part 1 nya, baca aja lagi 😛 kalo ada yang belum baca, dipersilahkan sekali dibaca dulu ( ngareep banget). Once again I mention for all the readers, please leave your comment >_< saya ngerjain ff ini dengan seluruh jiwa raga, perasaan dan perjuangan panjang #plaak, lebai banget sih lo thor

Jadi walaupun jelek atau ff-nya menjurus ga jelas, tapi sedikiiit aja dihargai dengan ninggalin komen udah bikin saya sujud syukur (lebainya kumat mulu) tapi beneran loh. Yasudah buat para readernya silahkan membacaaaa,. Enjoy reading ^0^

 

Key POV

Suara langkah itu kian mendekat, tapi kupertahankan kedua kelopak mataku untuk tetap tertutup. Dapat kurasakan kehadirannya disampingku. Cih, sampai kapan dia mau disini. Tiba-tiba angin berhembus kencang disekitarku, perlahan kucoba mengintip dari sela-sela mataku yang terpejam. Rasa ingin tahuku seolah memuncak untuk melihat sosok yang ada disampingku sekarang. Ternyata seorang yeoja. Tapi wajahnya tidak tampak jelas akibat terhalang rambutnya yang bertebangan. Lalu angin mulai berhenti berhembus, dia tampak sibuk merapikan rambutnya dengan jari-jari tangannya. Mataku langsung terbuka lebar saat berhasil melihat wajahnya, ternyata dia yeoja tadi.

Tanpa aba-aba dia menoleh kearahku, dengan cepat kupejamkan mataku kembali. Tampaknya dia tidak menyadarinya. Dia bangkit dari posisinya dan hendak berbalik, tapi langkahnya tertahan saat aku langsung menarik pergelangan tangannya. Dia menoleh, tergambar jelas keterkejutan di wajahnya.Kami terdiam beberapa saat, hingga dia membuka suara

” Jeosonghamnida ” Ucapnya pada akhirnya

Entah setan apa yang merasukiku, dengan sekali hentakan kutarik tangannya hingga ia terjatuh menimpa tubuhku. Aku mulai mengamati wajahnya dari dekat, mulai dari matanya, beralih ke hidung, terakhir mataku berhenti di bibirnya. Tanpa sadar aku menggerakkan tanganku beralih ke kepalanya, kutarik wajahnya mendekat.Tidak membutuhkan waktu lama bagiku untuk mendaratkan bibirku tepat di bibirnya.

Dia terkesiap pelan, dapat kurasakan detak jantungnya yang berdegup cepat. Kupejamkan mataku dan mulai menikmati sensasi ciuman ini. Aku mulai melumat bibirnya, tubuhnya menegang atas perlakuanku. Tanganku turun ke tengkuknya membuat wajahnya tak bisa beralih dariku. Tanganku yang satunya bergerak memeluk pinggangnya agar dia tidak meronta. Ciumanku semakin liar, seolah ada yang mendorongku agar melakukan lebih pada yeoja ini. Perlahan kurasakan tubuhnya tidak melakukan perlawanan, membuatku semakin leluasa bermain di bibirnya.

Akhirnya kujauhkan wajahku darinya kemudian menarik napas panjang. Kudorong tubuhnya hingga terduduk kemudian berdiri. Kembali kulayangkan tatapan kearahnya, dan tampak jelas bahwa dia masih shock atas kejadian tadi. Tubuhnya seolah membeku dalam posisinya sekarang. Perlahan kuhampiri dia kemudian berjongkok tepat dihadapannya, tapi dia tetap tidak bergeming. Kuangkat sebelah alisku, Dia mulai mengerjapkan matanya. Seakan kesadaran kembali merasuki dirinya. Dia mengangkat wajahnya seraya menatapku dalam, mulutnya membuka kemudian menutup lagi seperti ingin berbicara tapi tak ada suara yang keluar darinya.

Aku bangkit kemudian berbalik berniat meninggalkan yeoja itu, tapi kuurungkan saat ia memanggilku

” Key.. ” Kuhentikan langkahku dan kembali memandangnya. Ia mulai berdiri kemudian menghampiriku dengan langkah pelan. Kutunggu reaksi selanjutnya, tapi ternyata yeoja itu langsung mendaratkan kakinya tepat diatas kakiku. Aku yang tak sempat menghindar langsung mendapat injakan telak darinya.

” Yaaa! Micheo yeoja ” teriakku sambil memegangi kakiku yang menjadi korban

” Apa yang sudah kau lakukan ? ” Tanyanya pelan

” Aku cuma menciummu, Wae? kau tidak suka? “

Dia mengangkat wajahnya, bibirku langsung terkunci rapat. Matanya berkaca-kaca, genangan airmata tampak sudah penuh di pelupuk matanya siap untuk tumpah keluar. Entah kenapa, melihatnya yang seperti sekarang membuatku merasa sedikit bersalah. Kami terdiam beberapa saat, hingga akhirnya aku menghentakkan kaki kemudian berdecak pelan lalu berlalu meninggalkannya.

******

Author POV

Soori masih terpaku di posisi awalnya. Walaupun Key sudah pergi, tapi dia masih enggan beranjak dari tempat itu. Soori menghapus air mata yang meleleh di pipinya dengan punggung tangannya. Yeoja itu menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Dia mulai melangkahkan kakinya beranjak dari situ menuju ke kelasnya.

Di sepanjang koridor, Soori tetap membisu. Matanya terus memandang lantai, dan melangkah gontai. Tanpa ia sadari dari arah berlawanan ada orang yang berjalan ke arahnya. Orang itu masih sibuk menatap layar ponselnya sehingga tidak memperhatikan apa yang ada di hadapannya. Dua orang itu pun bertabrakan

” Ayaaa…. ” orang itu meringis pelan saat menyadari dirinya dudah terjerembap di lantai

Soori meringis kemudian menatap kearah orang itu yang ternyata seorang namja. Hal yang sama dilakukan oleh namja tadi, ia menatap Soori bingung kemudian tersenyum. Namja itu langsung bangkit dari posisinya kemudian mengulurkan tangannya kearah Soori seraya menawarkan bantuan. Soori berpikir sebentar lalu menyambut uluran tangannnya.

” Mianhamnida ” namja itu membungkukkan tubuhnya kearah Soori

” Gwenchaseumnida ” Ujar Soori. Dia menatap namja di hadapannya, dia merasa pernah melihat orang ini sebelumnya tapi dia tidak ingat dimana. Soori berusaha berpikir, tetapi otaknya sedang tidak bisa mencerna dengan baik sekarang. Akhirnya dia menyerah

” Aah! Lee taemin imnida! nama noona siapa? ” Ucap namja itu yang tak lain dan tak bukan adalah Taemin. Soori cukup terkejut mendengar perkataan Taemin yang tiba-tiba. Ia melihat dasi yang dikenakan Taemin, rupanya dia hoobaenya

” Yoon Soori imnida ” Soori balas memperkenalkan diri. Taemin mendekatkan wajahnya kearah Soori, membuat yeoja itu mengernyit bingung

” Noona, habis menangis ya? ” tanya taemin polos yang membuat Soori langsung tersenyum pahit

” Terlihat jelas ya? “

” Heem, sedikit ” ujar Taemin. Soori lalu menghela napas panjang. Taemin menatap bingung kearah Soori yang wajahnya berubah murung mendadak. Tiba-tiba terlintas ide di kepala Taemin, dia langsung menarik tangan Soori. Soori terbelalak tapi tak kuasa untuk menolak.

Mereka terus berjalan, tapi Soori langsung melayangkan tatapan bingung kearah Taemin saat didapatinya mereka sudah berada di dalam kantin.

” Noona tunggu disini ya “

” Tapi, Taemin-ssi…. “

” Aku segera kembali, dan ……. ” Taemin menggantungkan kata-katanya

” Panggil aku Taemin saja. Tanpa embel-embel ssi, karena aku juga akan memanggilmu Soori-noona “

Soori mengangguk, Taemin langsung melangkahkan kakinya menuju tempat memesan makanan. Soori mengedarkan pandangannya ke sekeliling kantin, tempat itu tampak sepi. Hanya ada dia dan Taemin. Perhatiannya teralih saat mendapati Taemin sudah berada disampingnya dan menyodorkan sesuatu di depan wajahnya

” Igeo ” Taemin tersenyum lebar. Soori menatap minuman yang disodorkan oleh Taemin, kemudian kembali  menatap namja itu.

” Susu pisang? ” tanya Soori

” Nee, sudah noona minum saja “ ujar Taemin agak memaksa. Soori tersenyum kemudian mengambil minuman itu dari tangan Taemin.

Taemin menatap lekat Soori yang sedang menyedot minumannya. Soori kembali melayangkan tatapan kearah Taemin kemudian tersenyum. Taemin balas tersenyum kemudian menundukkan kepalanya. Soori memandangi Taemin, dia merasa aneh dengan keadaan ini. Mengapa saat bersama Taemin ia bisa merasa senyaman ini. Padahal belum lama ia bertemu dengan namja dihadapannya. Seolah-olah Taemin memiliki aura yang membuat orang lain tenang saat bersamanya.

” Gomawo Taemin-ah ” ucap Soori. Taemin mengangkat wajahnya dan menatap Soori

” Untuk susu pisangnya. Dan karena bisa membuatku kembali tersenyum ” Soori menyunggingkan senyum tulus kearah Taemin. Taemin mengangguk pelan kemudian menundukkan wajahnya lagi. Tanpa disadari yeoja itu, wajah Taemin sudah memerah. Taemin menggoyang-goyangkan kakinya dibawah meja dengan gugup.

” Dulu, waktu aku kecil. eomma sering memberikanku susu pisang saat aku sedih. Memang terdengar aneh, tapi dengan meminumnya bisa membuatku tenang dan ceria kembali. Maka dari itu aku memberikan noona susu pisang. Aku harap bisa menenangkan noona sama sepertiku “

Mata Soori menerawang, kemudia ia kembali menyeruput minumannya.

” Oh iya, ngomomg-ngomong noona kelas 2 berapa? ” tanya Taemin tiba-tiba

” 2A ” Jawab Soori disela kegiatannya

” Jinja?! sekelas dengan Key-hyung dong! ” ujar Taemin bersemangat. Soori yang mendengar itu langsung tersedak, baru sebentar ia berhasil melupakan namja itu, dan sekarang Taemin sudah mengungkitnya kembali.

” Noona, gwenchanayo? ” Tanya Taemin khawatir

” Aniyo, gwenchana ” Soori langsung bangun dari kursinya, Taemin menatapnya bingung.

” Kurasa kita harus kembali ke kelas sekarang ” ujar Soori

Taemin mengangguk kemudian menarik tangan Soori agar berjalan disampingnya.

” Kurasa, sepulang sekolah nanti aku harus membeli persediaan beberapa botol susu pisang ” gumam Soori pelan

” Mwo? ” tanya Taemin

” Epseo ” Taemin hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar jawaban Soori

******

Minho POV

Terik matahari semakin menusuk pori-pori kulitku yang sudah dibasahi oleh keringat. Napasku terengah-engah sementara otakku masih beputar keras berusaha mencari cara agar bisa lepas dari hadangannya. Mataku bergerak cepat, mencoba mencari celah agar bisa lolos. Kucondongkan tubuhku kesisi kanan tubuhnya, dengan sigap ia menahan arah gerakanku. Dalam satu gerakan cepat kuputar tubuhku melewati sisi kirinya, dan ia tidak berhasil mencegahku. Aku berlari menuju tengah lapangan, temanku masih tampak berusaha lepas dari perhatian lawannya.

” Disini ” aku berteriak seraya melambaikan tangan keudara. Ia merespon, dengan cepat a melempar bola ditangannya kearahku melewati lawan. Passing berhasil kuterima dengan baik, aku berlari sambil terus mendribble bola. Kulewati satu persatu anggota tim lawan dengan mudah. Dalam satu gerakan cepat, kulempar bola menuju ring. Bola itu terus berputar di bibir ring kemudian masuk ke tengahnya. Aku tersenyum puas, satu lagi kemenangan untuk Choi Minho.

” Nice play. Padahal ini hanya latihan, tapi kau selalu mengerahkan semua kemampuanmu untuk menang ya ” aku menoleh saat Gikwang -hyung menepuk bahuku

” Tentu saja hyung, kau tahu aku. Choi Minho tidak mengenal kata kalah dalam hidupnya ” ujarku lalu tertawa

” Nee, apa katamu sajalah. Hei, tidak mau memberi salam pada fansmu-fansmu disana? ” ujar Gikwang-hyung sambil melirik penuh arti kearah yeoja-yeoja yang sedang berkerumun di pinggir lapangan

Aku hanya menggelengkan kepala, lalu berlalu meninggalkan Gikwang-hyung yang sudah dikerubuti para yeoja tadi. Para yeoja lain kemudian menghampiriku, mereka menyodorkan minuman, handuk, dan segala jenisnya kearahku. Tapi aku hanya memasang senyum manis kearah mereka, dan berjalan menuju bangku pemain. Kurogoh tas dalam-dalam dan meraih handuk didalamnya kemudian menenggak air mineral yang disediakan disana. Aku menarik napas panjang, kuhempaskan tubuhku dikursi dan memandang kearah lapangan.

Kadang aku bingung, apa para yeoja itu tidak bosan selalu menunggui kami sepanjang latihan lalu berteriak -berteriak ditengah panas terik matahari yang menyengat kulit. Aku tidak mengerti jalan pikiran mereka, yah walaupun harus kuhargai itu. Mereka rela melakukan semua itu untuk mendukung kami, tapi tetap saja. Aku bosan melihat tingkah mereka yang terkadang bisa dibilang berlebihan.

Kembali kutenggak minuman ditanganku, rasanya sekarang aku butuh ketenangan. Aku bangkit dari tempat dudukku lalu berjalan menjauhi lapangan. Setelah berpikir sebentar akhirnya kuputuskan untuk beristirahat di taman sekolah, disana sepi jarang murid yang datang.

Kulangkahkan kaki menuju tempat itu, akhirnya sampai juga. Kurenggangkan seluruh otot-otot tubuh yang terasa pegal sambil menghirup udara segar sebanyak-banyaknya. Kuraih botol minuman yang tadi kugeletakkan di tanah, tapi ternyata airnya sudah habis. Kugoyang-goyangkan botol itu, menimbang-nimbang dimana letak tempat sampah. Tapi nihil. Yah, kulempar saja sembarangan, nanti juga petugas kebersihan akan memungutnya.

Tanpa melihat, kulempar botol itu asal. Tapi tepat saat itu kudengar suara seseorang meringis. Kusapukan pandangan ke sekeliling mencari sumber suara itu. Ternyata ada seorang yeoja yang sedang duduk tak terlalu jauh dari tempatku sekarang, dan tampaknya dia menjadi korban dari lemparan botolku.

Aku menghampiri yeoja tersebut yang sekarang sedang mengelus-elus kepalanya. Dia menoleh saat menyadari aku sudah disampingnya sekarang

” Jeosonghamnida ” ucapku. Yeoja itu mengadahkan kepalanya memandangku

” Kau yang melempar ? ” tanyanya datar

” Ne, aku tidak sengaja. Aku tidak melihat ada kau disini ” ujarku sambil menyunggingkan senyum ke arahnya

” Lain kali hati-hati, lagipula kau tidak boleh membuang sampah sembarangan ”  Aku tersenyum kikuk menanggapi ucapannya

Tak lama setelah pembicaraan singkat itu, dia beralih menatap buku yang ditangannya. Ia membuka lembar demi lembar buku itu dan mulai membaca. Raut wajahnya sangat serius, seluruh perhatiannya terfokus pada bacaan didepannya. Tanpa sadar aku jadi mengamati yeoja dihadapanku ini. Ia seolah tidak mengindahkan kehadiranku didekatnya,seperti menganggapku tak ada.

” Untuk apa masih disini ? ” tanya yeoja itu tiba-tiba tanpa mengalihkan tatapan dari bukunya

” Hanya ingin beristirahat, tidak boleh memang? ” dia hanya mengendikkan bahu lalu suasana kembali hening. Kami berdua terdiam beberapa saat, tidak ada yang mengeluarkan suara

” Choneun Minho, Choi Minho imnida. Neon nuguseyo? ” suaraku memecahkan keheningan diantara kami berdua. Kulihat dia mengangkat wajahnya lalu menatapku

” Park Shinmi imnida ” jawabnya singkat

” Kau Choi Minho  kapten tim basket itu kan? ” tanya Shinmi tiba-tiba membuatku menoleh kearahnya

” Nee, kau mengenalku rupanya ” aku tertawa kecil

” Aku hanya tahu namamu. Bagaimana tidak jika setiap aku lewat lapangan basket para yeoja selalu menyerukan namamu. Mereka seperti kurang kerjaan saja “

Aku memandang yeoja disampingku dalam-dalam, lalu tawaku pun meledak. Dia mengerutkan kening seraya menatapku heran.

” Kenapa tertawa? “

” Aniyo, hanya saja jalan pikiranmu sama denganku. Padahal tadinya aku sudah menyangka kau salah satu fans-ku juga ” aku menunjukkan senyum menggoda kearahnya

” Dalam mimpimu Minho-ssi ” Shinmi memutar bola matanya menanggapi perkataanku

Tak lama Shinmi tampak melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, kemudian ia berdiri dari posisinya.

” Minho-ssi aku harus ke kelas sekarang, permisi ” ia membungkukkan tubuh singkat lalu pergi meninggalkanku sendirian. Aku menatap punggung yeoja itu yang semakin menjauh. Park Shinmi, yeoja yang menarik.

******

Author POV

Sekolah telah usai, semua murid telah meninggalkan gedung tempat belajar mereka dan pulang kerumah masing-masing. Tapi tidak dengan Soori, ia memang sudah meninggalkan gedung sekolah tapi dia melangkahkan kakinya menuju tempat lain. Yeoja itu sudah berencana untuk ke supermarket, ada beberapa keperluan yang perlu dibeli.

Soori memasuki supermarket yang tidak terlalu ramai oleh pengunjung lalu mengambil barang-barang yang dibutuhkan. Dia membawa keranjang belanjaannya ke meja kasir lalu membayar semua belanjaannya. Soori menenteng kantong plastik yang tidak terlalu berat itu lalu berjalan keluar.

Langit mulai gelap, matahari sudah mulai menenggelamkan dirinya. Soori bergegas mempercepat langkahnya untuk sampai dirumah. Jalanan sekarang cukup lenggang, hanya langkah kaki Soori yang terdengar sepanjang perjalanan itu. Yeoja itu mulai bergidik, suasana ditempat itu cukup menyeramkan. Akhirnya dia memutuskan untuk mengambil jalan pintas menuju rumahnya.

Soori menggerakkan matanya waspada, dia mencoba melewati gang sempit demi mencapai tempat tujuannya dengan lebih cepat. Tapi rupanya keputusan yang diambil Soori kurang tepat. Dari jarak beberapa meter dari tempatnya, ada beberapa pasang mata yang mengikuti gerak-gerik yeoja itu.

Soori merasa ada yang mengikutinya dirinya, diapun memberanikan diri membalikkan tubuh. Benar saja, tak berapa jauh dari posisinya sekarang, ada beberapa sosok orang yang nampaknya namja sedang mengikuti langkahnya. Soori seolah membeku, tubuhnya bergetar tapi dia berusaha tetap tenang. Dia sudah bersiap mengambil ancang-ancang untuk berlari.

Dengan cepat Soori berbalik hendak meninggalkan tempat itu, tapi niatnya digagalkan oleh kehadiran orang lain dihadapannya sekarang. Nafas Soori tercekat, dia bahkan tidak bahkan tidak berani mengadahkan wajahnya untuk melihat sosok yang sudah berdiri dihadapannya ini.

Sosok tadi langsung menarik lengan Soori dan menyembunyikan tubuh yeoja itu dibalik punggungnya. Soori sempat kebingungan dengan reaksi yang didapatkannya. Sosok tadi yang ternyata adalah seorang namja itu beringsut mendekat ke orang-orang tadi yang mengikuti Soori. Meski tidak terlihat jelas karena gelapnya gang itu, tapi Soori yakin terjadi perkelahian disana.

Soori menutup mata dan telinganya rapat-rapat. Dia merasa sangat ketakutan sekarang, bisa saja ia berlari saat ini tapi tubuhnya seolah tidak bisa beranjak dari tempat itu. Tiba-tiba dia merasa ada tangan yang menarik lengannya membuat Soori tersentak.

Namja itu menarik Soori keluar dari gang sempit tadi, Soori menutup matanya yang terkena cahaya lampu jalanan. Ia mengerjapkan mata beberapa kali hingga akhirnya ia bisa melihat sosok yang berjalan didepannya ini walaupun dengan posisi dia masih meunggungi Soori.

Namja itu terus berjalan sembari menarik tangan Soori. Dia memakai hoodie yang menutupi kepalanya, sehingga menyulitkan Soori untuk melihat wajahnya

” Kamsahamnida ”  Soori membuka suara

Ia menghentikan langkahnya lalu melepas genggaman tangannya dari Soori. Soori menatapnya heran, tak lama namja itu berbalik sehingga Soori dapat melihat wajahnya dengan jelas. Soori membelalakkan matanya saat melihat siapa sosok yang berdiri tepat dihadapannya sekarang ini. Key?

Dia menatap Soori tajam ” Ya! kenapa diam disitu?! cepat jalan! ” perintah Key langsung meninggalkan Soori yang masih terpaku dengan mulut menganga

Soori tersadar dari lamunannya lalu mulai mengejar Key, menjajarkan langkahnya. Rasanya  banyak hal yang ingin dia tanyakan saat ini. Soori mencoba mengejar langkah Key tapi namja itu terus berjalan dengan cepat membuat Soori semakin sulit menyamakan langkahnya.

” Chankaman! ” dengan cekatan Soori menarik lengan kiri Key, menahan langkahnya

” Aaaaa! ” Key meringis, Soori mengerutkan kening bingung. Ia melihat kearah tangannya yang sedang menggenggam lengan Key, ternyata ada luka disana.

” Omo! tanganmu berdarah! ” Soori terkesiap. Dengan sigap, ditariknya tangan kanan Key. Soori tak mempedulikan pandangan Key yang menatapnya dengan aneh. Dia membawa namja itu ke bangku yang terletak tak jauh dari situ. Soori mengobrak-abrik isi tasnya mencoba mencari kotak p3k kecil yang biasa dia bawa kemana-mana. Nihil. Akhirnya Soori mengambil dompetnya lalu mengambil beberapa lembar uang didalamnya.

” Tunggu disini ” ujar Soori sambil berlari meninggalkan Key

” Ya! mau kemana kau?! “

******

Soori POV

” Kesinikan tanganmu ” ia mengernyitkan alisnya lalu menatapku dingin

” Shireo ” dia memutar kepalanya kearah berlawanan

Tanpa basa-basi aku menarik tangannya yang terluka itu, lalu meletakkannya ke pangkuanku. Key membelalakkan matanya kearahku. Tanpa sempat ia membuka suara aku langsung mengompres lukanya dengan kapas yang sudah kulumuri alkohol. Ia meringis pelan, setelah selesai aku memasang perban ditangannya.

” Kamsahamnida ” ucapku. Ia tidak bergeming. Aku menoleh kearahnya, matanya sedang menatap lurus kedepan. Aku mendekatkan mulutku ke telinganya

” Kamsahamnida! ” ucapku agak keras. Ia terlonjak lalu menatapku kesal

” Aku dengar pabo! ” bentaknya

Aku hanya bergumam kesal karena ucapannya. Dia mendengus lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada

” Kenapa kau tadi menolongku? ” akhirnya pertanyaan itu berhasil terlontar dari bibirku

Ia hanya menunjukkan seringaian kecil ” menolongmu? jangan harap. Aku memang berurusan dengan orang-orang itu, tapi sialnya kau ada disana “

Aku mengerucutkan bibir mendengar jawabannya. Kami kembali terdiam beberapa saat

” Mengenai yang disekolah tadi….. kau, tidak usah memikirkannya. Itu bukan apa-apa “

Aku menengok kearah Key, tatapannya tetap lurus kedepan. Apa aku salah dengar? apa key bermaksud meminta maaf padaku. Tapi rasanya aku menangkap rasa gugup didalam suaranya tadi.

Aku kembali menatap langit malam. Aneh rasanya jika mengingat kejadian tadi siang.  Bagaimana bisa perasaanku seperti ini. Belum lama aku rasanya ingin mengutuk orang bernama Key karena sudah merebut ciuman pertamaku. Tapi nyatanya disinilah aku sekarang. Bersama Key dan bersikap normal seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Jujur aku bingung, apa karena dia sudah menolongku sehingga aku seolah bisa melupakan perbuatannya.Jinjaa molasseo!!

” Kau dengar tidak?! ” ucapnya agak keras

” Nee… “

Kami berdua terdiam cukup lama setelah pembicaraan tadi. Aku menggoyang-goyangkan kakiku dan akhirnya menyentuh plastik belanjaanku tadi. Kuangkat plastik itu lalu merogoh isinya. Kumbil satu botol susu pisang dan langsung meminumnya. Ah, masshita!

Aku melirik kesamping, tampaknya Key sedang melamun. Kuambil satu pack lagi susu pisang dari plastik dan menyodorkan minuman itu kearahnya. Ia menatapku heran, lalu beralih ke susu pisang ditanganku.

” Aah, apa akhir-akhir ini sedang ada promo susu pisang? aku sampai bosan melihat minuman itu “

Aku terdiam sebentar lalu terkekeh mendengar ucapannya. Tiba-tiba ia mengambil susu pisang dari tanganku dan langsung meminumnya. Aku memandangnya heran. Namja ini, ucapan dan tindakannya bertolak belakang. Aku memandangnya lekat. Rasanya hari ini seperti keanehan bagiku.

Tadi Taemin seperti malaikat yang memerikan susu pisangnya padaku untuk membuatku kembali tersenyum. Sekarang, aku yang memberikan susu pisang pada Key yang sudah membuatku menangis. Hidup memang aneh, siapa yang tahu kedepannya akan seperti apa. Semoga saja sesuatu yang lebih baik akan menungguku.

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

48 thoughts on “Nappeun Namja : Banana Milk [2]”

  1. FF nya keren!

    Aku pngen ktwa (?) wktu key bilang: ” Aah, apa akhir-akhir ini sedang ada promo susu pisang? aku sampai bosan melihat minuman itu “
    hahahhaha.
    Tapi akhir-akhirnya diminum juga.

    Kalau aku jdi key, aku pasti bkal malu.
    Udah nolak tpi diambil jga, hahha.

    Ceritanya bgus!!!
    Excellent author ^_^

  2. Key nappeun namja, ahaha…..suka ma crtanya #plakkk# Next partnya d tnggu chingu, yg cpet y. Aku bingung ni crta yg mana #dgamparauth0r# nyari part 1ny dlu~

  3. ahhh key bener2 spechlees sama dy !!! kerennn key kereennnn makin cinta saya .. ahahahha
    huwaa part selanjutnya jgn lama2 … huhuhu .. jinki jjong belom keliatan …

  4. Haha taem kenapa tuh malu-malu? Suka ya ama soori?hihi..
    wah key gaje banget, awalnya kayak yang napsu tiba-tiba nyium soori, tapi pas nolongin soori sikap.a agak judes xD
    sukaaaa kisah.a minho-shinmi : D
    lanjut thor!

  5. apa alasan key yea mencium soori and ketemu diman yea kok bisa langsung kiss gitu
    bingung ‘-_-
    #hehehe :v 😀

  6. apa alasan key yea mencium soori and ketemu dimana yea kok bisa langsung kiss gitu
    bingung ‘-_-
    #hehehe :v 😀

  7. Aih,, Key Yoebo,, kok Main Kissue-kisue Aja gitu,,

    Si Taem Nyebarin Virus-Virus Pencandu Banana Milk,,, Mau dong Nyobain,, hehehe

  8. jngan sampe emak sama anak berebutan cwe….
    ini lanjutan part 2 nya lama bngt..mpe luoa aku sama part 1 nya…

    itu part 4 udh dipublish ya…?py part 3 na mana ya ?kelewat ya admin…

  9. I still love you, key!!! XDD

    nggak nyangka di Indonesia ketemu kembaran key yang seumuran aku!! ckckck gila… satu sekolah lagi… XDDD

  10. kyaaaaaa, aku udah nunggu FF ini lama -___-
    setiap hari semenjak part 1 launching (ceileh), aku selalu buka blog ini dan cari part 2. eh, setelah sekian lamanyaaaaaaaa, akhirnya udah keluar juga, malah telat nih jadinya. sampe udah ada yang ketiganya segala.

    wuahhhh, neomu joha part ini. ^^
    tapi sayang, penjabarannya kurang mantap pas key nolongin soori-nya. kurang heboh gimanaaa gitu. hehe.

    okey, to the next page!

  11. wkwkwkwk ngakak dehh klo ngebayangin c key klo sikap na judes” … wkkwkwkwk
    aduhhh key oppa lucuu ….

    hahaha taemin bagi” susu pisang ??? aku mau jg donkkk ahhahaha

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s