A Year Love Story Part 10 : In The Beginning of Spring

A Year Love Story

{PG-15} Part 10 — In the Beginning of Spring

Author             : HanaKimchi a.k.a Hana Eonni (하나 언니)

Main Cast        : Lee Jinki (Onew), Lee Chaerin (Chaerin)

Support Cast   : Key, Jonghyun, Minho, Taemin, Raena, Super Junior dan f(x).

Genre              : Romance, Humor, Family, Parental Guidance

Length             : Sequel/ ??? (More than 10 maybe)

Rating             : {PG-15}

Summary         : Bagaimana bisa Onew berkata seperti itu? Sekeras itukah reaksi Chaerin? Sampai menampar Onew? Apa makna dibalik tamparan itu? Apakah pernikahan mereka akan berlanjut?

Note                : A real man will treat you well not only at the beginning but always until the end. When you’re in love, your eyes speak better than your mouth. So, be careful saying something to someone that fall in love. In this chapter, there were so many Korean and Japanese language but don’t worry, it has been translated. Happy reading???!!!

~ ~ ~

*:)* Quotes:

©      ‘No man or woman is worth your tears, and the one who is, won’t make you cry’.

©      ‘The worst way to miss someone is to be sitting right beside them knowing you can’t have them’

©      Hana eonni said ‘Terimalah sesuatu yang tak bisa diubah. Kompromi dengan diri sendiri terasa sulit tapi melegakan. Ternyata penghargaan pada diri sendiri membuat kita lebih percaya diri’

~ ~ ~

The next morning, in SHINee dorm …

*:)* Jinki POV

Tamparan itu masih terasa sakit, bukan dipipiku tapi dihatiku. Bagaimana mungkin dia berani menamparku karena kata-kata itu? Apakah aku yang salah ucap atau memang dia tersinggung?

Aaiiisshhhh, … aku makin jadi gila saja memikirkan hal ini. Apalagi aku merasa berubah, aneh dan tak terduga akhir akhir ini.

Bukan Chaerin yang tak pantas untukku tapi sebenarnya akulah yang tak pantas untuknya.

~ ~ Flashback ~ ~

“Jinki-ya, apa akan kah kau membantu Appa nanti?” tanya Tuan Lee sambil menyeruput kopi hangatnya di teras depan.

“Ehm, mollayo” jawab Jinki ringan sambil menyuapkan cheesecake kedalam mulutnya.

“Appa harap kau bisa. Umma-mu ingin Appa menemaninya” sahut Tuan Lee kemudian.

“Maksud Appa?” tanya Jinki heran.

“Umma-mu ingin pulang ke Incheon jika tua nanti” jawab Tuan Lee singkat.

“Ehm, bagaimana Appa bisa bertemu dengan Umma?” Jinki semakin bertanya serius.

“Tak ada cinta diantara kami, hanya 3 bulan perkenalan dan langsung menikah” Tuan Lee menjawab pelan.

“Ottohke?” Jinki penasaran.

“Dia yeoja yang sangat sabar, pengertian dan tak pernah menuntut apapun dari Appa. Memang awalnya Appa tak memperdulikannya, tapi semakin lama timbul perasaan bersalah karena tak menghiraukannya” jelas Tuan Lee kemudian.

“Cuek maksudnya?” sahut Jinki tiba-tiba.

“Ne, maja. Kesabarannya yang mengikis sifat sombong dan arogan Appa. Saat Umma-mu mengatakan dia hamil, Appa sadar akan pengorbanannya. Setelah kau lahir, Appa merasa seolah-olah dunia berbalik menyerang hingga Appa harus menelan kata-kata sendiri” sahut Tuan Lee sembari menghela nafasnya.

“Kata-kata sendiri? Mwohae?” imbuh Jinki sembari terus memperhatikan Appa-nya

“Appa pernah berkata tak akan pernah ada cinta diantara kami. Hajiman, … I’ve to give up on her” jelas Tuan Lee tersenyum.

“Give up?” timpal Jinki sembari tersenyum pula.

“Cinta dan kasih sayang adalah hal yang tak bisa ditebak. Segalanya berjalan tanpa terencana, tanpa perkiraan dan tumbuh dengan sendirinya. Melihatnya tersenyum saat bangun pagi, memasak sarapan, berdiri di depan pintu saat mengantar Appa berangkat dan menyambut saat pulang dari kantor. Bahkan melihatnya berusaha menenangkanmu saat kau menangis. Appa melihat sesosok wanita yang tegar” jelas Tuan Lee.

“Appa …” sahut Jinki, tersenyum bangga.

“Akankah Umma-mu tetap seperti itu? Appa ingin terus bisa membahagiakannya” tanya Tuan Lee pada dirinya sendiri.

“Keundae, Jinki juga ingin punya istri seperti Umma. Tapi tidak sekarang karena Jinki ingin meraih mimpi dan menyiapkan segalanya” timpal Jinki pada Appa-nya.

“Ehm, berusahalah. Sebelum kau menyesali sesuatu yang tak bisa kau lakukan dan ingat … Appa selalu mendukungmu”kata Tuan Lee sambil menepuk lembut pundak putra kesayangannya itu.

“Ne, gamsahamnida Appa” jawab Jinki dengan senyumannya.

~ ~ ~

At SHINee Dorm ……

*:)* SHINee POV

“Umma?” si ‘Baby’ menyenggol lengan si ‘Umma’ yang asyik melihat komentar di akun me2day mereka (*si ‘Umma’ kan emang paling rajin update kekekekeke ~)

“Wae?” jawab si ‘Umma’ yang seketika menoleh padanya.

“Nuna …” Taemin menggantung kata-katanya barusan, ragu untuk melanjutkannya.

“Nuna? Chaerin nuna? Mwohae?” Key yang merasa telah terjadi sesuatu langsung melemparkan pandangan penasaran ke Taemin.

“Achime (this morning), … nuna isanghae (nuna looks so strange)” Taemin sambil memandang kosong ke layar komputer.

“Heh? Isanghae? Malhaebwa (tell me)?” tanya Key kembali dan memandangnya serius.

“Nan molla (I don’t know)” jawab Taemin sembari menelungkupkan kepalanya di meja komputer depannya.

“Taemin-na … palli” pinta Key yang seketika memegang lengan taemin dan terus menggoyang-goyangkannya.

“Ehm, … nuna tanya padaku Onew hyung seperti apa? Trus apa pernah membicarakan tentang nuna sama kita? Umma, busowo (I’m scare)” jelas Taemin lalu ganti memandang Key dengan memelas.

“Heh? Chongmallyo?” sahut Key heran.

“Umma, ottohke?” tanya Taemin memastikan kemudian.

“Sudah, gak usah dipikir. Mungkin nuna merasa penasaran dan ingin tahu bagaimana sifat ‘Appa’ mu itu” jelas Key yang hanya ingin menenangkan perasaan si ‘Baby’.

“Oooooo, maja (that’s right)” angguk Taemin tanda paham.

Key lalu beringsut merebahkan tubuhnya diatas bed sebelah Taemin, menerawang jauh. Bayangan pertanyaan itu kembali muncul mengusiknya, rasa penasarannya lebih besar daripada sebelumnya.

Apa yang membuat Chaerin penasaran? Adakah sesuatu yang tidak diketahuinya?

Hajiman, …… What happened to them?

Tak lama kemudian, …… Key keluar kamar dan mulai berjalan ke balkon dan mengeluarkan hp-nya.

“Yoboseyo”

“Nuna, Key-imnida”

“Ah, weniriseyo (what happened)?”

“Sigani issoyo (do you have a time)?”

“Issoyo (yes), mwohae (what do you want)?”

“Shopping, DDM. I’ll pick you up”

“Ara. At 5 otte?”

“Thank you”

“See you”

~ ~ ~

At Seoul International School

*:)* Jinki POV

Tak pernah kusangka, siang ini aku masih harus menjemputnya ke sekolah, lagi. Di depan terlihat Pak Gu dan pengawal lainnya. Ketika aku sampai dan keluar dari mobil, Pak Gu segera menghampiriku dan membungkukkan badannya memberi salam.

“Kalian bisa pergi, biar Chaerin aku yang mengantar” perintahku padanya.

“Baiklah Tuan Muda, kami permisi dulu” pamit Pak Gu kemudian.

“Ne” sahutku singkat.

Tak berapa lama kemudian, ……

Aku melihat Chaerin berjalan dengan Raena sambil bersenda gurau. Dia sangat terlihat berbeda dalam waktu satu malam. Mungkinkah? Ketika Raena melihat keberadaanku dan langsung melambaikan tangannya, raut muka Chaerin langsung berubah seketika.

Berubah serius dan menyimpan kekesalan. Bagiamana bisa? Pikiranku masih diselimuti suasana tadi malam.

Aku …

Bingung.

Speechless.

Tak tahu harus bagaimana bersikap.

“Onew-ssi, annyeong” sapa Raena padaku.

“Annyeong Raena-ya. Terima kasih sudah menemani Chaerin” jawabku berbasa-basi.

“Kwaenchana, tolong antar pulang dengan selamat ya?” pinta Raena padaku sambil mendorong tubuh Chaerin mendekat padaku.

“Ne. Bye” pamitku padanya sambil melambaikan tangan lalu meraih tangan Chaerin dan menggandengnya ke dekat mobilku.

Ketika kami sudah di dalam mobil, Chaerin segera melepaskan pandangan tajamnya padaku.

“What?” tanyaku padanya.

“Odiganungoya (where did we go)?” tanyanya balik.

“Umma ask us to try some clothes, again” jawabku singkat, tak ingin berdebat dengannya.

“Ara, then chibe palli kayo (let’s go home quickly). Onulpame (this night), neomu pappasoyo (I’m really busy)” jawabnya ringan sambil menyandarkan tubuhnya ke jok dan mencoba memejamkan matanya.

“Mwohanun jisiya (is there something happen)?” tanyaku sembari konsentrasi pada kegiatan mengemudiku.

“Nanimo (nothing), Jinki-san” gerutunya pelan, hampir terdengar seperti desahan.

“Doshita no (what happened)?” sahutku pendek.

Kulihat dia bangun dan mendongak lalu melihatku dengan wajah terheran-heran.

“Ah, … nihongo-ga (Japanese)? Wakatta (all right)” timpalku pelan.

“Nihongo o hanashimasuka (do you speak Japanese)?” tanya Chaerin padaku tiba-tiba.

“Hai, doshite (yes, why)?” jawabku pendek.

“Ouw, … so ka (I see)” Chaerin mengangguk pelan.

“Genki da na (are you fine)?” kataku padanya.

“Ii yo (it’s OK)” sahutnya singkat sembari mengambil selembar tisu basah lalu mengelap keningnya.

“Shirasete kudasai (plese let me know)” pintaku padanya.

“Mo ii yo (forget it). Damette yo (shut up)!” jawabnya tajam.

“Omae ~ (you)?” timpalku kaget.

“Focus on your drive” katanya sambil melempar pandangan tajam itu lagi padaku.

“Hwahahahaha, are you still angry with me?” tawaku pecah karena kata-katanya yang tersirat kemarahan. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk meminggirkan mobilku di taman kota dan keluar untuk menghirup udara. Chaerin ikut turun lalu duduk dibangku sebelah kiri sembari mengeluarkan hp-nya.

“What are you doing?” tanyaku heran.

“No, chibe kayo (you, go home). Raena will pick me up. Don’t worry” jawabnya pedas.

“Totto totto (whoa! whoa!). Don’t be so sensitive Chaerin-ah, I’ve told you that” aku melihatnya sembari tertawa.

“Ara, don’t try to push yourself and care about me” sahutnya dengan pedas pula.

“I just try my best” kataku padanya.

“Don’t! You make me so pity!” pintanya sambil memandangku tajam. Ah, yeoja ini bisa marah juga ternyata.

“Sorry, is it hurt?” kataku padanya, lalu duduk disebelahnya.

“Mwo? Hurt? You knew it” jawabnya pelan sambil menunduk.

“I don’t want to hurt anyone, with this marriage. You, omonim, abonim, nae dongsaeng, fans and company” jelasku sembari menyandarkan punggungku di bangku taman yang kini ku duduki.

“I know, at least set yourself free from those feelings. That you have to be kind to others and don’t care about yourself” pintanya padaku.

“Don’t!”cegahku.

“Wae?” tanyanya heran. Raut mukanya berubah sangat serius, bahkan aku tak pernah melihatnya seperti itu sebelumnya.

“That’s my responsibility” sahutku pendek. Lalu Chaerin menoleh padaku dan memandangku tegas, sungguh menakutkan saat dia menatapku seperti itu.

“Keuge anira (that’s not it), chigeum chal deuroso (listen to me now). I don’t mind you have another girl but think about your parents feeling. Let this marriage happen for their happiness. Being a ‘sweet liar’, is it too difficult for you?” pintanya padaku.

“I can’t Chaerin-ah. It’s not very easy to control ourself, not now. We’ll see later, but I can’t promise you that” jelasku sembari mendorong tubuhnya masuk ke dalam mobil.

“I can’t promise that to you too, at least … for now. I just want to make my self comfort” timpalnya padaku yang terus terang membuatku kaget.

Di otakku sekarang …

Make herself comfort? Dari apa? Apakah Chaerin merasa tak nyaman denganku? Mengapa Chaerin merasa tak nyaman? Adakah sesuatu dariku yang membuatnya tak nyaman? Seharusnya akulah yang merasa tak nyaman dengannya. Tapi mengapa perasaanku sebaliknya? Semakin rasa penasaranku padanya semakin besar. Molla, … nan chongmal michoso!

“Kajja, umma kidariseyo (let’s go, umma is waiting)” kataku padanya, hanya untuk mengembalikan kesadaranku kembali.

In author’s head:

Jinki babo (stupid)! Chaerin do babo (stupid too)! Why don’t you reveal your both feelings? Unfaithfulness makes your heart worried and has a restless sleep. Shinpai shita n desuyo (I was so worried). Yare yare! (my goodness!) Nande sonna-koto shita-no? (Why did you do such a thing?)

~ ~ ~

That afternoon …

*:)* Chaerin POV

“Nuna, palli nawa (go out quickly)?” pinta Key diseberang telefon.

“HEH! No, … ne ne ne” jawabku sambil berlari dan membawa sepatu kets-ku keluar.

Ketika sampai didepan dan membuka gerbang, kulihat Key sudah berkacak pinggang sembari menggeleng gelengkan kepalanya. Lalu berjalan mendekatiku.

“Keu yeojanun otte (how about that girl)?” tanyanya heran sambil membukakan pintu mobil dan mendorongku masuk  ke Jaguar-nya.

“No mari manta (you talk to much), ara?” timpalku padanya dengan sewot. Bagaimana aku bisa akrab dengannya secepat ini?

“Onew hyung saranghanun goya (are you falling in love with Onew hyung)?” sahutnya heran sambil konsentrasi pada mengemudinya.

“Nan molla (I don’t know)” jawabku pendek yang membuatnya menoleh padaku dengan pandangan aneh.

“Mwo? Onew hyung choatago (don’t you like Onew hyung)?” tanyanya kemudian. Penasaran.

“Ajik … molla …” jawabku singkat.

“Keurom, …” lanjutnya.

“Parents wish, just that” sahutku yang langsung memotong kalimatnya.

“No, mal mido (you, trust me)?” tanyanya padaku.

“Midosoyo, wae (I trust you, why)?” jawabku enteng.

“Ani, keunyang … can I call you just Chaerin. Without nuna?” tanyanya meyakinkannya.

“Kwaenchana, you are older than me just 6 months” sahutku mantap.

“Ara” timpalnya pendek. Lalu entah kemana laju mobilnya, dan tanpa kusadari kami telah tiba di sebuah restoran kecil pinggir sungai Han dan duduk berhadapan.

*:)* Author POV

(*Hwaaaa, eonni ngeksis lagi … chukkae! J)

“Ii desu ne (everything is OK, right)?” Key bertanya pada Chaerin karena sangat penasaran.

“Hanasu koto wa dekimasen (I can’t talk)” jawab Chaerin malas.

“Gomene (sorry)” sahut Key dan beringsut menyilangkan kedua tangannya didada. Tanda tak ingin bertanya lebih jauh lagi.

“Baka-ja nai (stupid)!” tiba tiba Chaerin berteriak dan menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi.

“Atashi (me)?” sahut Key penasaran sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Jinki-san” jawab Chaerin singkat.

“Hyung? Dooshite (why)?” lalu Key meneruskan pertanyaannya.

“Dia terlalu baik dan selalu mengorbankan dirinya demi orang lain. Aku ingin menolak perjodohan ini tapi tak bisa. Tuan Lee terlalu baik padaku dan Umma. Key, ottohke?” jelas Chaerin sembari melipat kedua tangannya di meja.

“Nan mothae (I don’t know either). Just follow your heart” jawab Key singkat.

“Did you know something?” tanya Chaerin kemudian.

“Mwo?” balas Key yang sebenarnya penasaran apa yang ingin disampaikannya.

“Jinki oppa … yeoja-ga issoyo (there’s a girl)?” kata Chaerin yang kembali menghempaskan tubuhnya kebelakang.

“HEH! No, ara?” timpal Key kaget dan melotot pada Chaerin.

“Ehm, he told me that” sahut Chaerin ringan, seperti tanpa beban.

“So, …” lanjut Key.

“No problem” timpal Chaerin santai.

“No michoso (are you crazy)?” sahut Key yang semakin bingung. Bagaimana bisa yeoja ini? Semenarik ini, membuat Key semakin penasaran dengannya saja.

“Ani” jawabnya pendek.

“Explain it clearly to me” pinta Key pada Chaerin.

“Hanya untuk membahagiakan Tuan dan Nyonya Lee, jika Jinki oppa ingin tetap bersamanya pun. Aku akan mengalah selama aku bisa menjaga rahasia ini. Aku hanya tak ingin mengecewakan mereka. Biarlah Jinki oppa melakukan apa yang diinginkannya, mungkin itu buah dari pengorbanannya selama ini untuk impiannya, kalian dan keluarganya” jelas Chaerin.

“Bagaimana ada seorang yeoja sepertimu Chaerin-ah” kata Key setelah mendengar semua penjelasan Chaerin itu.

“Nan?” Charin balik bertanya heran.

“Kau bersedia berkorban menikah dengan Onew hyung untuk membahagiakannya, menutupi kelakuan buruknya dan merahasiakan apa yang sebenarnya terjadi. Nanti” sahut Key atas pertanyaan Chaerin tadi.

“Sudahlah Key, selama aku mampu menahan semuanya. Kurasa aku akan baik-baik saja” jawab Chaerin enteng.

“Kau! Ternyata keras kepala juga. Trus, study-mu bagaimana?” sahut Key sembari mengulas senyum di sudut bibirnya. Senyuman yang terasa aneh.

“Mungkin aku akan mencoba di Konkuk bersama Minho” jawab Chaerin kemudian.

 

Love’s way! Love’s way! You’re my true Love~!

Hp Key berbunyi …

“Yoboseyo”

“No, odiga?”

“Di tempat biasa, ada Chaerin juga disini”

“Chaerin? Chaerin nuna?”

“Ne, palli”

“Ara”

“Nugu?” tanya Chaerin.

“Minho” jawab Key sembari mengambil daftar menu didepannya.

“Chibe kayo?” pinta Chaerin kemudian.

“Ani. Kidariseyo. Let’s eat first” tolak Key sembari menyodorkan daftar menu tadi ke Chaerin.

“Sure. Aku ingin Kimchi Friedrice dan chocolate cream” angguknya sambil menunjuk menu yang diinginkannya.

“Nado. Chamkkamanyo” sahut Key tanpa melihat daftar menu itu dan berdiri meninggalkan Chaerin sendirian.

Tak berapa lama, ……

“Nuna issoyo?” tanya Minho yang tiba-tiba datang dan duduk dihadapan Charin.

“Ne, mwohanun goya?” tanya Chaerin heran.

“Shopping. Key handenun. Nuna?” jawab Minho dan langsung disusul pertanyaan pada Chaerin.

“Nado” jawab Chaerin.

“Minho-ya wasso?” tiba-tiba Key datang dan sudah diikuti oleh pelayan yang membawa nampan makanan pesanan mereka.

“Ne. Palli anjoso (sit here)” pinta Minho yang langsung menyeret Key duduk.

“Mwohae?” tanya Key keheranan.

“Bagaimana kau tidak memanggilnya nuna?” tanya Minho dengan setengah berbisik.

“Minho-ya, Charin lebih muda dariku dan darimu juga. Jangan terlalu formal” terang Key santai.

“Minho-ya. Kwaenchana. Jinki oppa hande karucho julkoya (I will tell Jinki oppa later)” sahut Chaerin.

“Chongmal. Hwaaaa, … akhirnya” timpal Minho sembari mengelus dadanya.

“Mwo?” tanya Chaerin heran.

“Kata ‘nuna’ membuat tak tenang” jawab Minho.

“HEH!” sahut Charin sambil melotot kearah Minho.

“Nuna killer, hehehehehe …” sahut Key sembari mengulas senyum nakal pada Minho.

“Aaaa, ‘nuna’-ga choa? Ara” timpal Chaerin ringan sambil mengangguk tanda paham.

“Anirago!” elak Minho sambil mengibaskan tangannya untuk mengelak.

“Chalmokessumnida” potong Key yang langsung melahap makanannya.

~ ~ ~

Few days later …

*:)* Author POV

Tak terasa hari pun berlalu cepat.

Hari ini adalah pernikahan Jinki dan Chaerin. Dengan undangan sekitar 1500 orang yang penuh dengan orang penting dan berpengaruh di SMEnt. Juga tak lupa beberapa artisnya, terasa sesak memenuhi tempat resepsi.

Pemberhentian pertama, Super Junior sunbae.

“Onew-a, … chukkae” ucapan selamat dan pelukan secara bertubi-tubi datang dari sunbae Super Junior.

“Gamsahamnida hyung” jawab Onew dengan senyuman mengembang. Onew pun tak melepaskan pegangan tangannya pada Chaerin saat menyalami para sunbae-nya.

“Bagaimana kau bisa menikah dulu daripada aku, hiks hiks hiks …” isak si ‘raja yadong’ Eunhyuk.

“Hyung, … kau denganku saja ya?” peluk Donghae berusaha menenangkan hyung-nya itu.

“Kalian? Makanya, jangan cuma berani goda kiri goda kanan aja” timpal Onew sambil mengelus punggung kedua hyung-nya dari belakang.

“Keundae, aku jadi kalah taruhan nih” celutuk Leeteuk dari belakang mereka.

“HEH! Taruhan?” sahut Onew kaget.

“Maja. Taruhan siapa yang menikah lebih dulu dari aku. Ternyata, hwuuuaaaaaaaaaaa ….” jawab Leeteuk yang disusul teriakannya yang menyayat hati saat memeluk Onew.

“Cihuy … makan gratis makan gratis … azik” girang Ryeowook, Kyuhyun dan Sungmin bersamaan.

Pemberhentian kedua, f(x) hoobae (*mian, anggap aja SNSD lagi di Jepang jadi gak datang).

“Ya! Oppa! Kami akan kehilanganmu” teriak para member f(x) sambil berdiri lalu tersenyum manis.

“HEH! Kalian masih kecil, jangan bicara macam-macam” jawab Onew sambil mengacak rambut Sulli dan Krystal.

“Whatever, … chukkae. Chaerin-ah, cepat beri kami keponakan ya?” sahut Victoria sambil memeluk Charin hangat.

“Ne, eonni. Gamsahamnida” jawab Chaerin sembari tersenyum manis.

“Nuna!” teriak Onew pada Victoria yang disusul tawa mereka karena tersipu.

Pemberhentian terakhir, SHINee member.

“Hwaaaaaaaaaaaa, … puropta (so jealous)” tiba-tiba Jjong sudah berdiri dibelakang mereka dengan ketiga dongsaeng kesayangannya, 2MinKey (Minho, Taemin dan Key).

“Oppa?” sapa Chaerin sambil tersenyum.

“Nuna?” kata Taemin pelan dibelakang punggung Minho.

“Ara. Uri magnae. Illiwa, baby” timpal Chaerin yang secara bersamaan menyeret tangan Taemin yang sembunyi.

“He he he he, … chukkae. Nuna choata (I love you). Haengbokhada (so happy)” sahut si ‘Baby’ sembari memeluk Chaerin.

“TAEMIN-NA!” teriak Onew tiba-tiba saat melihat Taemin memeluk istrinya.

“WAEYO? NAE NUNA-GA” jawab Taemin sambil teriak pula dipelukan Chaerin.

“Aiiiissshhh, ‘Baby’ illiwa. Appa-mu sudah beristri lagi, sekarang dengan ‘Umma’ saja ya?” sahut Key sambil melepaskan pelukan Taemin dan ganti memelukChaerin. Hangat.

“Chukkae, Chaerin-ah” kata Key pelan.

“Thank you” sahut Chaerin senang.

“Totto totto, … KIM KI BUM! NAWA!” teriak Onew sambil berusaha melepaskan pelukannya.

“Hwahahahahaha, kau bisa cemburu juga ya hyung?” tiba tiba Taemin menyelutuk.

#PLETAK!!

Dan berhasil membuatkan jitakan dikepalanya.

“Auw, … aphu!” timpal Taemin sembari meringis mengelus kepalanya.

“Hwahahahahahahahaha” terdengar tawa riuh dari para artis SMEnt yang sedang berkerumun itu. Mereka mengerumuni si ‘pengantin baru’ sambil bercengkerama.

Ya, pernikahan Onew memang bersamaan dengan kelulusan Chaerin dari Seoul International High School.

A couple hours later …

Ternyata setelah resepsi tadi, mereka pergi ke private bar langganan Key dan menghabiskan malam bersama. Jinki dan Chaerin, Jjong, Key, Minho, Taemin dan Raena. Tak lupa Pak Gu yang spesial mengawal pengantin baru itu.

Taemin terlihat sudah tidak bisa menahan kantuknya, maklum sudah pukul 1 lebih. Untungnya, besok adalah hari minggu jadi Taemin tak ada tugas untuk pergi kesekolah.

“Nuna, hyung sudah mabuk berat tuh?” senggol Taemin pada Chaerin yang sedang ngobrol dengan Raena dan seketika mengalihkan pandangannya pada Onew sembari menggeleng gelengkan kepalanya.

“Chaerin-ah, sebaiknya kau pulang saja. Akan kupanggilkan Pak Gu ya?” saran Raena kemudian.

“Baiklah” sahut Chaerin kemudian.

Lalu, Chaerin berjalan mendekati Key yang sedang duduk dengan Minho menikmati alunan lagu yang terdengar (ngawur) berantakan yang sedang dinyanyikan Jjong dan Onew (*mungkin karena mabuk).

“Key-ah, towajo?” pinta Chaerin saat berada di depan Key dan Minho.

“Mwohae?” sahut Key yang membenahi letak duduknya karena hampir ambruk (?) ditimpa badan besar Minho yang kelihatannya (juga) agak mabuk.

“Aku tak enak pulang kerumah Jinki oppa dalam keadaan mabuk seperti itu. Aku tadi sudah mengirim sms kalo aku tidur di hotel. Tapi, kunci hotelnya dibawa Umma pulang? Otte?” kata Chaerin bingung.

“Ara. Bawa Onew hyung pulang ke dorm saja” jelas Key ringan.

 

Author’s side:

Seingat eonni, setelah pindah ke apartemen baru di Apgujeong-dong, Gangnam district, Seoul City Onew memiliki kamar sendiri, Jjong sekamar dengan Minho dan si ‘Baby’ sekamar dengan ‘Umma’nya.

“Mian, jadi merepotkan kalian” sahut Chaerin pelan.

“Kwanchana. Onew hyung gimana? Aku harus menyetir soalnya” kata Key yang sekarang ganti bingung.

“Biar aku yang memapah Minho, Pak Gu?” sela Jjong yang ternyata sudah duduk disebelah Key.

“Ne, Jonghyun-ssi. Biar saya yang menyetir, nona temani Tuan Muda saja” jelas Pak Gu yang langsung meraih tubuh Onew yang terlentang di bar sofa.

“Taemin-nie, irona. Uri kajja” pinta Key yang seketika membangunkan Taemin yang hampir terlelap.

“Raena-ssi, otte?” tanya Jjong yang sedang memapah Minho keluar.

“Aku antar kalian ke dorm dulu, habis itu aku antar Raena pulang” jelas Key sambil menggandeng tangan Taemin-nie yang sekarang kepalanya bersandar di bahu Key.

Author’s side:

Ya tuhan, sedalam itukah kasih sayang si ‘Umma’ pada si ‘Baby’? Semanja itukah si ‘Baby’ pada ‘Umma’ nya? Sebesar itukah perhatiannya Jjong pada Minho? Apakah seromantis itu hubungan SHINee sebenarnya?Eonni sangat penasaran!

Ketika sampai di SHINee’s dorm …

“Pak Gu, tolong bawa Onew hyung ke kamarnya … itu yang sebelah kiri” jelas Jjong yang sedang membuka pintu kamar sebelah kanan.

“Baik, Jonghyun-ssi” jawab Pak Gu.

“Nuna, chayo. Aku sudah ngantuk nih” kata Taemin yang beranjak dari sofa dan langsung tidur disebelah Minho tanpa mengganti bajunya.

“Ne, chayo Taemin-nie” sahut Chaerin yang masih duduk di sofa, bingung.

“Nona, saya taruh kunci mobil Tuan Muda di meja. Saya pamit dulu, selamat malam” pamit Pak Gu sambil membungkuk.

“Ne, gamsahamnida” sahut Charin sembari berdiri.

“Mwohanungoya?” tanya Jjong sambil memberinya Orange juice.

“Jinki oppa otte?” tanya Chaerin sambil melempar pandangan pada Onew yang terlentang di bed-nya yang berukuran king size.

“Hwahahahahaha … “ Jjong yang otomatis tertawa terbahak bahak mendengar pertanyaan Chaerin.

“Oppa, wae usso (why are you laughing)?” beringsut Chaerin sambil menghabiskan Orange juice-nya, tanda gugup.

“Itu tugasmu sekarang, ganti bajunya dan bajumu pula. Carilah pakaian yang kau rasa pantas di lemari Onew hyung” jelas Jjong sambil meraih remote televisi dan menyalakannya.

“Oppa, towajo (help me)? Please?” pinta Chaerin memelas.

“Sorry, I can’t. Ini khan malam pertama kalian? Tak usah gugup, aku akan mengeraskan volumenya biar si ‘Baby’ tak terbangun nanti” kata Jjong sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Chaerin.

“OPPA!” Chaerin tiba tiba berteriak dan berlalu masuk kamar dan membanting pintunya.

“CHAERIN-AH! FIGHTING!” teriak Jjong sambil mengeraskan volume televisinya karena tak bisa menahan tawanya saat tahu kegugupan Chaerin.

“Hyung, mwohae?” tanya Key penasaran yang ternyata baru saja datang dari mengantar Raena.

“Aiiissshhh, molla. Tuh, pengantin wanitanya gugup. Hehehehehe” jawab Jjong yang disambut senyuman oleh Key.

“Aaaa, ara. Matikan TV-nya, aku mau tidur” pinta Key yang masuk ke kamar setelah melemparkan kunci mobilnya ke meja makan.

“Yeobo, … uri katchi chayo (let’s sleep together)” rayu Jjong sambil memamerkan deretan gigi putihnya dan tersenyum nakal ke Key dan memegang tangannya.

“HEH! Andwe!” sahut Key melotot.

“Yeobo? Jebal?” rayu Jjong lagi.

“Wae?” tanya Key heran.

“Onew hyung dan Chaerin katchi chayo … uri yoksi (we do too)?” sahut Jjong manis.

“Dasar otak mesum!” kata Key sambil menutup pintu.

Dari dalam kamar

Key      : “Jangan coba coba melakukan sesuatu padaku!”

Jjong   : “Ani, but I can’t promise”

Key      : “AWAS YA!”

Jjong   : “Ya! Yeobo, illiwa!”

Key      : “Ya! Si ‘Baby’ kok tidur seranjang sama Minho sih?”

Jjong   : “Yeobo, biarin aja deh. Uri katchi …”

Key      : “Andwe! Taemin-na … ‘Umma’ katchi chayo? Palli irona!”

Jjong   : “YEOBO! NO SIKKURO!”

Key      : “Aku tak mau si ‘Baby’ ternoda malam ini dan 2Min couple itu jadi kenyataan”

Jjong   : “Biarin aja dech, your ‘nampyon’ sudah menikah jadi … I’m totally yours”

Key      : “ANDWEEEEEEEEE!!!!!”

🙂 To Be Continued 🙂

Don’t be passive reader, your critics and suggestions could make anyone or anything better.

Author’s note:

Wah, … udah part 10 ternyata. Untuk menghindari kesalah pahaman mungkin lebih baik kenalan sama author dulu ya?? Hanakimchi-imnida and (trully) SHINee nuna, just call me ‘Hana eonni’ or ‘eon’ aja cukup . Jangan panggil ‘thor’, ‘author’, ‘chingu’ atau ‘saeng’ (*gak yakin deh kalo aq lebih muda dari para readers kekekeke … berasa tua nih jadinya … #plak)

Kalo mau lihat profile-ku, langsung cek di FB atau klik aja ID-ku aja yach … Thank you to everyone who gives the idea … tapi eonni juga punya storyline dan akhirnya dicampur deh …. Btw … GOMAPTA!!!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

105 thoughts on “A Year Love Story Part 10 : In The Beginning of Spring”

  1. aku jg penasaran eon sm khidupan asli mereka.. hehe

    aish, jjong nakal yaa.. haha
    akhirnya mereka menikah juga. chukkae.. smoga jd keluarga yg sakinah, mawadah warahmah (?)
    #loh 😀

  2. jjong oppa keliatan yadongnya dah #hayoo ???
    mm..penasaran kehidupan jinki-chaerin stlah married gmn ya?
    ok, next part

  3. huaaaaaaaaaaaaa_~ jjong pervert!!
    Key aku rasa kau benar ternodai malam ini…czi Hahahhaha

    chaerin ah fighting!! 😛

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s