Hard, But Still Funny – Part 3

Main Cast        : Lee Taemin, Seo Rachan
Author             : Seo
Genre              : Sequel, Romance
PG                    : 15
Summary         : ‘Segala sesuatu punya alasan. Dan alasan itulah yang menjadikan kita seperti ini. Sebagian orang bisa memperbaikinya, tapi sebagian orang tidak bisa memperbaikinya karena alasannya adalah sebuah “ketetapan” yang tidak dapat dibohongi’
Part ini author tulis sambil denger lagu Mr. Simple Suju. jadi maaf kalo aneh ya..^^ Happy reading~~
Part 3
Taemin POV o———
Pukul 01.00 a.m.
Deg! Datang lagi, mimpi buruk itu datang lagi. Kenapa sih mimpi buruk itu harus terinspirasi dari kisah nyata? Lebih baik aku mimpi dikejar hantu daripada mimpi seperti itu. Mimpi yang selalu membawaku flashback 5 tahun lalu. Dimana aku menemukan yang sebenarnya.
“ARRGHHH!!” jangan pikirkan itu lagi, Lee Taemin! Yeoja itu, Seo Rachan, pasti sudah tahu keadaanku. Pasti. Semua orang yang tingal dan berkerja disini pasti tahu.Cuma aku tak mau membahasnya. Karena aku malu..
Ya Tuhan,, kenapa harus seperti ini? Seperti inikah harusnya jalan hidupku? Kenapa orang lain bisa bahagia bersama orang yang mereka cintai, sedangkan aku merajut ikatan cinta dengan yeoja yang kucintai, adalah sama pengertiannya dengan ‘sia-sia’. Ya, sebuah hal yang membuang-buang waktu karena itu semua adalah sebuah ‘Kesia-siaan’ dan ‘Kepercumaan’.
Aku memeluk lututku dan membenamkan kepalaku. Aku seorang namja, aku ukan anak kecil, tapi ada yang bisa membuatku mudah menangis. Ya, aku menangis. Aku tak bisa membendung air mata ini terlalu lama. Aku sudah tidak punya masa depan lagi.
Sebuah tangan yang lembut mengusap punggungku. Entah siapa itu, aku langsung memeluk orang yang mengusap punggungku sambil menangis. Mungkin dia agak kaget, tapi dia terus melanjutkan mengusap punggungku, berusaha menenangkan.
“Waeyo? Apa artinya aku didunia ini kalau seoerti ini? Aku bingung..” ‘curhatku’. Selama 5 tahun, aku menyimpan keluh kesahku sendiri. Saat SMP, tak ada yang mau berteman denganku sejak Sanyoung pergi dariku. Takut bahwa kelainanku akan menular pada mereka. Saat SMA, aku lebih suka menjadi orang yang penyendiri. Dingin. Tidak bersahabat. Sepulang sekolah aku langsung masuk ke kamar dan menyuruh semua orang membiarkanku sendiri.
“Saat masih sekolah, aku punya sesuatu yang bisa dipikirkan untuk menepis ingatanku tentang masa lalu. Tapi kini aku sudah lulus, apa yang harus kupikirkan? Tak ada lagi buku-buku pelajaran yang dapat menghalangi ingatanku tentang masa lalu. Kini yang di otakku hanyalah masa lalu dan masa depan yang tak bisa kudapatkan. Hidup ini terasa percuma..” jarku lagi sambil masih terisak. Tangisanku belum reda.
“Kenapa kau tidak masuk kuliah saja? Pelajaran bisa mengalihkan perhatianmu dari ingatan itu,kan?” tanya orang yang kupeluk.
“Percuma, orang belajar agar punya masa depan. Tapi aku tak punta masa depan, untuk apa aku belajar?” tanyaku balik.
“Lalu kenapa kau terus sekolah hingga SMA? Bukankah di SMA kau belajar untuk masa depan juga? Kau harus bersyukur, banyak orang yang ingin melanjutkan ke bangku kuliah. Mereka punya sesuatu yang tidak kau punya, dan kau punya sesuatu yang tidak mereka punya. Itu intinya. Kekayaan keluargamu tuhan berikan agar kau punya sesuatu yang belum tentu orang lain  punya. Ya,kan?” jelas lawan bicaraku. Aku tersentak. Benar juga. Aku masih diberi nikmat duniawi, dan aku harus sabar didunia ini agar nanti aku dapat nikmat akhirat. Yeoja—karena suaranya, suara yeoja—ini menginspirasiku. Aku melepas pelukanku dan berniat melihat siapa yang yeoja yang menginspirasiku ini. Kuharap adalah bidadari yang menginspirasiku, agar tak ada orang yang tahu kalau aku menangis seperti ini. Tapi….
DEG!! Eotheokke??
 
Yeoja itu tersenyum. Berbeda dari senyumnya yang mengejek tadi siang, ini adalah senyuman penyemangat. Aku turun dari kasurku. Tak percaya bahwa yeoja ini yang kulihat. Lalu senyu yeoja itu berganti dengan wajahnya yang heran.
“Kau ini kenapa, Lee Taemin?”tanyanya.
“Ya! Kau tidak memanggilku ‘Tuan Muda’!” tuduhku.
“Inikan bukan jam kerja..” ujarnya.
“Lalu kenapa kau disini?” tanyaku.
“Kau lupa,hah? Aku kan pekerja dirumah ini, tadi aku pulang lalu kembali kesini. Aku pengasuhmu. Jadi aku harus ada 24 jam untuk mengurusmu. Tadi aku berjalan sekitar sini karena aku puya insomnia. Dan aku mendengar isak tangis dari kamar ini.Ara?” jawabnya. Aku membalikkan tubuhku. Malu. Itulah yang kurasakan sekarang. Ugh.. Lee Taemin! Kau ini namja atau bukan sih?
“Kau pasti malu yaa?”godanya. membuatku semakin malu saja. Sebagai balasannya aku hanya diam.
“Asal kau berterima kasih padaku, aku akan pergi.” Ujarnya. Seo Rachan! Neon jinjja!
“Ya, Lee Taemin. Phalli..” aku membalikkan tubuhku.
“Arasseo. Gomawo. Sudah sana cepat tidur!” aku sengaja mengeraskan suaraku agar dia langsung pergi.
“Ah, kau berterima kasih, berarti kata-kataku tadi membuatmu semangat. Baiklah, aku akan keluar, tapi aku tidak janji akan tidur. Sama-sama ata terima kasihmu itu…” Rachan keluar dan menutup pintu. Akh… kenapa harus dia sih? Memalukan..
==========
Rachan POV o———
Aku menghela nafas. Kasihan Lee Taemin. Dia benar-benar butuh seseorang yang menyemangatinya. Hebat juga dia, tidak pernah kefikiran untuk bunuh diri. Eh? jangan pikirkan itu! Kau tidak boleh berpikir seperti itu, Seo Rachan!
Huh.. andai aku bisa tidur, aku ingin. Tapi insomniaku ini,nih… pasti nanti pagi aku susah bangun pagi. Lebih baik aku kelobi, aku lapar. Yah, rumah ini sangat besar. Sampai ada lobinya tempat berkumpul para pekerja untuk bercanda tawa dan melepas lelah.
Di lobi, aku melihatnya. Lee Taemin. Dia sedang melihat-lihat isi kulkas. Sepertinya tangisannya tadi membuatnya lapar ya?
“Kau lapar?” tanyaku. Dia menoleh kaget.
“Aku akan membuat ramen…^^” ujarku sambil mengisi panci dengan air.
Beberapa lama….
“Ini ramennya.” Taemin tetap diam sambil memandangku. Aku mengambil 2 pasang sumpit dan memberikannya satu pasang. Lalu aku siap dengan sumpitku untuk menyantap ramen pedas ini. Sini ramen, kau akan masuk kemulutku.. mulutku wangi kok!
“Eh.. kenapa diambil?” tanyaku saat Taemin langsung menyingkirkan panci dariku.
“Mana bisa kita makan satu alas? Bikin saja lagi untukmu!” seru Taemin. Dasar kampungan, dia belum pernah makan ramen ya?
“Kau belum pernah makan ramen ya? Coba kita lihat secara logika. Memang kau bisa menghabiskan ramen pedas yang banyak itu? Kalaupun bisa, aku tak mau melihatmu besok dengan perut yang sakit. Lagipula memang makannya begini. Arayeo?” ujarku. Taemin langsung menaruh pancinya kembali. Dasar anak orang kaya!
“Selamat makaan~” seruku dan mulai menyeruput ramen.
“Telepati..”
“Hm,,?”
“Aniyo.. ayo makan.” Telepati? Maksudnya? Ah.. sepertinyaaku tahu. Kita lapar bersama-sama. Kita makan bersama-sama. Bahkan tempat makannyapun sama *authormau!!!*. ya, telepati.
TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

13 thoughts on “Hard, But Still Funny – Part 3”

  1. Eh selesai?wuahh..lg enak2 nya bayangin ramen…
    panjangin dong thor part selanjut nya hehhehehe…
    Taeminie kesian amir…mang nga bias sembuh apa di part selanjut nya??di sembuhin dong thor…

  2. Part ini datar bgt cerita.a… gada konflik(emangada)..
    tp kok part.4 lbh dulu dpost drpd part.3 ??
    tp teserah lah yg pnting part.5 cepetan yah..

  3. author tinggi badan berapa?
    kok pendek amat sich?
    aku juga gk bisa tidur(telepati)
    aku juga lapar(telepati)
    kita makan bareng yuk hahahahaha………!!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s