THE WEDDING DAY

THE WEDDING DAY

Author : Zee^^

Main Cast :

  • Kim Jonghyun
  • Han Hye Byeul (OC)

Support Cast :

  • Lee Taemin
  • Lee Jinki

Length : Oneshoot

Genre : Romance

Rate : PG-15

Jonghyun POV

Hari yang cerah, aku menatap pantulan diriku di cermin besar tepat di depanku. Dan terlihatlah seorang pria berumur 25 tahun dengan tuksedo putih lengkap. Kupandangi diriku lama, dan kupikir bukankah aku sangat tampan? Ck, bahkan dalam kegugupan aku masih sempat menyombongkan diri walau tetap saja tak kupungkiri memang tak ada wanita yang sanggup menahan pesonaku.

Ya, hari ini adalah hari yang akan menjadi sejarah bagiku karena ini adalah hari pernikahanku. Tepat pukul 1 nanti, aku, Kim Jonghyun akan mengucapkan ikrar pernikahan dengan seorang wanita yang kucintai dan telah menjadi kekasihku sejak 2 tahun terakhir. Sejujurnya, tidak ada yang mengetahui hubungan kami kecuali para member dan tentu saja menejer kami. Orang tuaku pun bahkan belum pernah bertemu dengannya. Namun semua tak jadi masalah bagiku, selama orangtuaku mempercayaiku.

Pernikahannya memang terkesan mendadak. Hal ini karena dia harus melanjutkan sekolah ke Perancis dan aku ingin mengikatnya sebelum dia berangakat. Walau nantinya kami tidak bersama, tetapi ini tidak jadi masalah, selama kami saling memegang kepercayaan.

KNOCK KNOCK KNOCK

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu, membuatku membuyarkan lamunanku.

“masuk”

Taemin yang mengetuk pintu pun masuk dan mendekatiku yang masih sibuk merapikan diri.

“hyung, kau sudah siap? Tapi noona belum datang juga. Kau tahu pemberkatanmu tinggal setengah jam lagi, bukan?”

“Mwo?  sinca?” kagetku. Bagaimana bisa dia belum datang juga padahal jam 1 itu 30 menit lagi. Bukankah dia juga harus berdandan yang kuyakin membutuhkan waktu tidak sedikit?

“Sebaiknya kau kembali ke hall, biar aku coba meneleponnya.”

“Ne, hyung” Taemin berbalik dan menutup pintunya kembali. Sementara itu, kuraih ponselku dan mendial pada angka satu. Kutunggu beberapa menit, tapi tak ada balasan. Kucoba dan kucoba lagi, tapi nihil.

Aku berlari keluar masih dengan ponsel diteligaku mencoba terus panggilannya. Ya Tuhan, apa yang terjadi dengannya? Aku panik dan kesal karena berkali-kali meneleponnya tak ada jawaban hingga untuk kesekian kalinya, dia akhirnya menjawabku.

“Yeoboseyo”

“Ne, yeoboseyo” suaranya terdengar lemah

“Yeobo, dimana kau sekarang? kenapa tak mengangkat panggilanku? kenapa jam segini kau belum juga datang? Ada apa sebenarnya, huh?”

“…”

“Yeobo, ada apa? Kenapa kau diam? Ada apa? Jangan membuatku khawatir! Jawab aku!” desakku.

“mianhae”

“mianhae? Untuk apa?”

“jeongmal mianhae” jawabnya, terdengar ingin menangis.

“Ada apa sebenarnya? Tolong jangan membuat aku bingung, yeobo!” aku mulai frustasi dengan keadaan ini.

“aku tidak bisa menikah denganmu, oppa. Mianhae..hiks..hiks” kini terdengar tangisan di seberang sana.

“mwo? apa maksudmu? kenapa bercanda di saat seperti ini? dan untuk apa menangis di hari bahagia ini? sudah cepat kau datang kesini! Semua orang sudah lama menunggumu, mereka ingin melihatmu yang cantik dengan gaun pengantinmu, terlebih orang tuaku, mereka kan belum melihat menantunya yang manis”

“oppa, aku tidak bercanda. Aku serius untuk membatalkan pernikahan ini dan aku benar-benar minta maaf”

“tapi kenapa? Kenapa tiba-tiba seperti ini?” tanyaku mencoba tenang menanggapinya.

“aku tahu kita akan menjalani hubungan jarak jauh dan kupikir aku tidak akan sanggup menjalaninya. Apalagi hubungan ini adalah hubungan suami istri. Aku benar-benar tidak bisa. Maafkan aku oppa.”

“Bukankah sebelumnya kita sudah berjanji?  Tapi kenapa tiba-tiba begini kau memutuskannya? Bahkan di hari pernikahan kita. Cih, tidak masuk akal, benar-benar tidak bisa aku percaya”

“kupikirkan semuanya semalam dan sudah kuputuskan untuk mengakhiri semuanya, oppa. Mianhae dan selamat tinggal”

“Ya, yeoboseo, yeoboseyo,” teriakku, dia menutup teleponnya begitu saja dan mengucapkan selamat tinggal. Arrgh.. kenapa begini jadinya? Sekarang apa yang harus kulakukan? Mengumumkan pernikahan batal? Yang benar saja, disini ada orang tuaku, bahkan banyak wartawan dan fansku. Selama ini kurahasiakan hubungan ini dan setelah sekaranglah saatnya mengumumkan, semua malah jadi begini. Dia wanita yang selama ini kupercaya dan kucintai, menkhianatiku hanya dalam sebuah panggilan yang bahkan kurang dari 10 menit. Bisa gila aku.

Di saat aku sedang kelimpungan, tiba-tiba kudengar suara tangis,

“hiks..hiks..hiks” kuedarkan pandanganku dan tepat di sudut kutangkap seorang yeoja dengan gaun pengantin putihnya tengah tersedu. Dan, sialnya rasa ingin tahuku muncul, membuat aku menghampirinya, kupikir sekedar menilik ada apa gerangan. Tak mungkin aku diam saja kan melihat yeoja menangis?

“Hei, kau kenapa? Hei?” kudorong bahunya pelan, tapi dia tak bergeming

“Heiii..” dia masih menangis.

“HEIII..” aku jadi berteriak.

“Yak, ada apa sebenarnya dengan dirimu, huh?” apa? Dia malah jadi berteriak di depan mukaku, tapi beberapa detik kemudian,

“eh? Neo?”

“Omoo, kau Kim Jonghyun? Jonghyun Shinee? Benar kan? Benar kau Kim Jonghyun?”

“Ne”

“Ahahaha benarkah aku berhadapan dengan  Bling-Bling Kim Jonghyun? Kim Jonghyun-ku?” aish, seenaknya saja mengatakan ‘Kim Jonghyun-ku’, siapa dia?

“Tentu saja, aku Jonghyun” yayaya siapa sih orang di negara ini yang tak mengenalku, Kim Jonghyun itu lah aku.

“Ya Tuhan, Annyeonghaseyo Jonghyun-sshi, joeneun Han Hye Byeul imnida, kau tahu? aku fansmu, fans beratmu, mungkin sangat-sangat berat..hahahaha” tawanya sambil menonjok bahuku pelan. Ya Tuhan fangirl yang aneh, tadi dia menangis tersedu, lalu kaget melihatku dan memperkenalkan diri lalu tiba-tiba tertawa sendiri, sok akrab lagi.

“umh, sinca? Senang bertemu denganmu. Tapi, ngomong-ngomong kenapa tadi kau jongkok dan menutup mukamu, sesenggukan sendiri di situ?”

“Ah benar, tadi aku kan menangis? Tapi sudahlah, dia memang tidak mencintaiku jadi aku tau ini akan terjadi.”

“Bwosunmariya?”

“Cerita yang menyedihkan. Dia, kekasih-6-bulanku membatalkan pernikahan kami hari ini. Alasan yang klise sebenarnya, dia bilang kita tidak cocok. Ya kuakui kami baru sebentar berhubungan dan belum lama mengenal tapi kupikir kami sudah saling cocok, setidaknya itu yang kupikirkan. Kau tahu aku fansmu, jadi aku ingin menikah di waktu dan tempat yang sama denganmu, jadi kubuat hari ini adalah hari pernikahanku juga. Lihat! Ini hall-ku, dan yang itu punyamu, milik kita bersebrangan. Menyenangkan bukan?” jelasnya panjang lebar. Huh, apa yang menyenangkan? Bahkan aku saja tidak mengenalmu.

“Tapi sekarang ya tinggal aku sendiri di sini” sambungnya dengan raut sedih lagi setelah tadi dengan semangatnya menceritakan tentang hall. Dia bahkan dengan mudah menceritakan ketidakberuntungannya, tak sedikitpun merasa malu. Ck, sinca.

“lalu bagaimana dengan undanganmu?”

“dengan menyesal aku mengumumkan pembatalannya, bahkan orangtuaku marah besar dan pergi meninggalkanku juga. Aku sungguh tak meyangka hal seperti ini akan terjadi di hidupku.” Hei, itu berarti yeoja aneh ini kehilangan pernikahannya karena aku? Ya Tuhan, apa pesonaku ini bencana? Aku memandanginya yang tengah merapikan penampilannya, ketika puluhan wartawan menyerbu tempatku berdiri.

“Kim Jonghyun-sshi, bagaimana dengan pernikahanmu? Bukankah sudah saatnya?”

“Lalu apakah ini calon pengantin wanitamu?”

“Dia cantik. Apa profesinya?” Berbagai pertanyaan terlontar. Dan tunggu! Mereka mengira yeoja bernama Han Hye Byeul ini calon pengantinku? Aha, benar juga, itu adalah ide cemerlang.
“Ah ne, perkenalkan dia adalah Han Hye Byeul” kataku sambil merangkul lengan yeoja tersebut.

“Dia adalah yeoja yang selama ini mengisi hatiku dan kini akan segera menjadi istriku”

“Mwo? Apa maksudmu? Tapi, aku bu mmphh..mmph”

“hahaha aduh ada apa dengan mulutmu yeobo? Kenapa bibirmu semakin seksi begini. Baiklah ayo langsung saja kita mulai pemberkatannya!” ajakku kepada semua. Kutarik lengannya sambil berbisik di telinganya yang merah, mungkin dia malu,

“menikahlah denganku!”

“Mwo?” matanya membulat kaget.

“Ayolah bukankah kau fansku? Lagipula kau gagal menikah karena aku bukan? Ya secara tak langsung sih. Jadi ijinkan aku mempertanggungjawabkannya.”

“Ta-tapi”

“Ayolah!” Namun, sebelum dia menjawabnya, orangtuaku menghampiri dan menyapa kami.

“Jonghyun-ah, apa dia wanita itu?”

“Ne Oemma, perkenalkan dia Han Hye Byeul”

“Hajiman, bukankah namanya…, siapa ya?”

“Han Hye Beul, oemma. Namanya adalah Han Hye Byeul”

“Ah, ya mungkin saja. Aku kan sudah tua jadi maklum kalau aku sering lupa. Byeul-ah, kau wanita yang cantik. Walau kita belum pernah bertemu sebelumnya, tetapi Jonghyun sudah sedikit bercerita tentangmu. Semoga nantinya kita akan menjadi mertua dan menantu yang dekat.  Ayo hari sudah semakin siang! Jinki akan mengantarmu menuju altar”

“Eh? Onew oppa?”

“tentu saja, bukankah aboejimu telah tiada? Lalu mana ibumu?”

“oh, omoenim, dia akan datang terlambat. Beliau mohon maaf, oemma” selaku berbohong. Sedangkan Onew hyung yang baru saja bergabung memandangku penuh selidik. Lalu kubalas dengan tatapan akan-aku-jelaskan-nanti-tapi-sekarang-ikuti-saja-perintahku. Jadi dia langsung menentengkan tangannya di samping yeoja aneh itu.

“ayo Byeul-ah rangkul lengan Jinki hyung!”

“Ne, kajja!” sembari mereka bersiap, aku menuju altar sendiri untuk menunggunya di depan pendeta.

Jinki hyung dan yeoja aneh tersebut tampak berjalan berdampingan menujuku. Dia terlihat anggun dan menurutku wajahnya yang tertutup kerudung pengantinnya itu, manis juga. Namun, masih terpikir bagaimana semua ini terjadi. Yeoja yang kucintai seharusnya berjalan di samping Jinki hyung sekarang, tetapi yang kulihat adalah fangirlku yang aneh yang mengalami nasib buruk sama denganku di waktu yang bersamaan pula, hari pernikahan kami.

Kulihat wajahnya yang tampak tolol kebingungan dan bercampur gugup. Aku tau ini salah, tapi ini semua demi tidak dibatalkannya pernikahan ini yang jika batal akan berdampak pada skandal, dan aku tidak mau semua itu terjadi, karena bukan hanya aku yang akan disorot, tetapi semua yang terlibat di pernikahan ini, termasuk semua member dan menejemen kami. Masalah dengan yeoja ini akan kuselesaikan nanti, toh kami bisa membuat sebuah perjanjian yang saling menguntungkan nantinya.

“Jonghyun-ah kuserahkan dia padamu, walau aku masih tidak mengerti apa maksudmu. Jadi sebaiknya selesaikan semuanya dengan cepat dan beritahu kami!” kata Jinki hyung sembari memindahkan tangan Hye Byeul ke genggamanku saat mereka sampai di altar. Kemudian kami-aku dan Hye Byeul- menghadap pendeta untuk saling mengucapkan janji.

“Saudara Kim Jonghyun, maukah saudara menerima wanita ini sebagai istri yang dijodohkan oleh Tuhan didalam pernikahan yang kudus? Maukah saudara mengasihi dia , menghibur dia, menghormati dan memelihara dia baik pada waktu sakit maupun pada waktu dia sehat, serta melupakan orang lain dan hanya mengasihi dia saja, selama saudara berdua hidup didunia ini?

“YA SAYA MAU!”

“Saudari ……”

“Han Hye Byeul” selaku denagn cepat sebelum pendeta mengucapkan nama calon sesungguhnya. Beliau tampak bingung, tetapi langsung mengulanginya,

“Saudari Han Hye Byeul, maukah saudari menerima pria ini sebagai suami yang dijodohkan oleh Tuhan didalam pernikahan yang kudus? Maukah saudari mengasihi dia, menghibur dia, menghormati dan memelihara dia baik pada waktu sakit maupun pada waktu dia sehat , serta melupakan orang lain dan hanya mengasihi dia saja, selama saudari berdua hidup didunia ini?”

“Sa-Saya” dia memandangku dengan tatapan bingung, tapi sedetik kemudian,

“YA SA-SAYA MAU” jawabnya masih dalam kegugupan. Lalu pemberkatan dilanjutkan dengan pertukaran cincin.

“Dengan cincin ini saya mengambil engkau sebagai istri saya , di dalam nama Tuhan, Amin“ janjiku,

“Dengan cincin ini saya menerima engkau sebagai suami saya, di dalam nama Tuhan, Amin” sambungnya, tetapi masih tergurat kebimbangan di wajah dan suaranya.

“Dihadapan Tuhan dan keluarga serta jemaat Tuhan, hari ini, saya meneguhkan pernikahan saudara berdua menjadi suami istri yang sah, dan tidak boleh diceraikan manusia, Amin. Dan silakan mempelai pria boleh mencium mempelai wanitanya” kami pun saling berhadapan, bisa kulihat air mukanya yang tampak aneh.

Haha lucu juga dia, pasti yeoja ini gugup bukan main, apalagi aku adalah idolnya. Pelan-pelan kubuka penutup wajahnya dan kudekati wajahku ke wajahnya yang sudah seperti tomat. Awalnya ingin kucium keningnya saja, tapi entah setan darimana yang akhirnya membuat bibirku mengecup pelan bibir mungil yeoja yang telah sah menjadi istriku itu.

Mukanya semakin aneh saja yang sekarang melotot saking kagetnya. Dia pasti tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Aish, jadi makin menggemaskan saja yeoja aneh bernama Han Hye Byeul ini. Ah Ani, sekarang namanya adalah Kim Hye Byeul, istri dari Kim Jonghyun SHINee.

End of Jonghyun POV

~ The Wedding Day ~

@ Keesokan paginya

Han Hye Byeul POV

“Ngghh..” yak, rasanya kenapa berat sekali, seperti ada beruang kutub yang menindihku. Aku mengulet dan mulai membuka mataku dan arrgh… ada namja tidur bersamaku dan tangannya melingkar sempurna di pinggangku.

“Huwaaaaaaaaa…..”

“Yak, neo. Apa yang kau lakukan pagi-pagi seperti ini? Apa kau tahu kalau aku masih mengantuk?” katanya sambil mengucek matanya.

“Cih, bagaimana kau bisa tenang? Lihat apa yang telah terjadi?”

“Memangnya ada apa?”

“Yak, aku ingin tahu bagaimana kita bisa tidur dalam satu ranjang, huh?”

“Lalu apa masalahnya? Toh kita tidak melakukan apa-apa dan tak ada yang terjadi bukan? Kau ini juga kan istriku” ah benar aku sekarang adalah istri dari Kim Jonghyun, haha benarkah ini?

“Yaak, Neo”

“Jangan berteriak! Kenapa kau suka sekali berteriak? Mau membuatku tuli? Dasar yeoja aneh” Mwo? Aneh? Apa dia bilang? Mengapa dia bisa setenang itu? Dan sekarang dia tidur lagi? Bagaimana kalau terjadi hal yang ‘iya-iya’? bagaimana kalau aku hamil?

“Yak Kim Jonghyun! Cepat jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kita bisa tidur seranjang dan apa yang kau lakukan padaku? Kenapa gaunku sudah berganti piyama seperti ini. Piyama siapa pula ini? Kenapa bau sekali? Yak Kim Joooonghyuuuuuun ireona!”

“Aish, kenapa berteriak sih? itu piyamaku yang satu bulan belum kucuci, puas? Lagipula kau harusnya bersyukur sudah kupakaikan baju”

“Mwo? Pantas saja, dan apa maksudmu dengan ‘kupakaikan baju’?”

“Aish, sudah jelas kan? Memang kau mau apa kedinginan?”

“Jadi kau? Hoho aku tidak percaya ini” kataku sambil menyilangkan tanganku di depan dadaku.

“Yak, maksudmu? Cih, aku tak sudi melihat tubuhmu yang rata itu. Tenang saja, aku menggantinya tanpa melihat. Dan, memangnya apa benar nih kau tidak ingat apa yang semalam kita lakukan?” tanyanya dengan ekspresi yang menurutku cih, menjijikan. Apa dia sekarang sedang menggodaku? Ternyata begini kelakuan idolaku? Walaupun Kim Jonghyun adalah idolaku yang sekarang menjadi suamiku, tapi tetap saja pernikahan ini tidak dilandasi rasa cinta antara laki-laki dan wanita. Jadi tak bisa untuku menerimanya secara utuh sebagai seseorang yang akan mendampingi hidupku.

“Memangnya apa yang terjadi? Tuh kan apa kataku? Lalu bagaimana? Aku ini sama sekali belum siap. Oettohke? Oettohke?” kataku pada diriku sendiri sambil merengek panik.

“Hei, ada apa denganmu?”

“Kenapa kau begitu tenang sih? Apa kau sudah siap? Kalau aku sama sekali belum siap menjadi ibu. Jadi apa yang harus kita lakukan? Cepat bantu aku berfikir!”

“Omoo, yeoja ini, aish sinca. Ya, yang tejadi semalam bukan seperti yang kau pikirkan, bodoh”

“Mwo? Bodoh?”

“Wae? Memang kau bodoh, kan?” ish, laki-laki ini benar-benar menyebalkan ternyata.

“Kau tahu? Semalam kau menangis setelah sampai di apartemen ini, keras sekali. Apa kau benar-benar ingin membuatku tuli? Kau menangis begitu keras, bagimana bisa aku hanya diam saja? Jadi aku sedikit menghiburmu, kau menangis tiba-tiba sih. Lalu kau bercerita panjang lebar tentang kekasihmu itu, aku hanya menjadi pendengar setiamu saja,

Aku juga minta maaf, karena ternyata kau juga menangis karena hari ini. Pernikahan kita yang begitu tiba-tiba. Setelah tangismu agak reda, kau malah mengambil bir dan tak membutuhkan waktu lama kaupun mabuk. Dasar sok sekali kau ini, tak bisa minum saja. Kaupun tak berhenti meracau terus dan terus sambil menari-nari di depanku.” Apa? Menari? Aish, bicara apa dia? pasti sangat memalukan. Apa sih isi otaku sebenarnya sampai ada hal yang begitu memalukan? Ya Tuhan maukah kau mengembalikan aku saat aku masih bocah, agar kejadian memalukan bin menjijikan itu tak terjadi? Tapi apa benar aku melakukannya?

“Dan yang paling mengejutkan adalah…” adalah apa? Kenapa namja tampan tapi menyebalkan ini senyum-senyum sendiri? Apa ada hal yang lebih memalukan? Apa aku menari erotis di depannya? Mambawa cambuk dan mengibaskannya di depan dia dengan ekspresi yang huweek, aish~ ani ani, lagipula darimana datangnya cambuk itu? Syuh syuh.. pergi kau imajinasi kurang ajar!

“apa? Kenapa kau tersenyum aneh seperti itu?” Ya Tuhan apa sih?

“Yang paling mengejutkan itu adalah tiba-tiba kau memegang kepalaku, memandangku tajam dan sejurus kemudian bibirmu menerkam bibirku, melumatnya”

“MWOOOOO…?”

~END~

Jiahahaha ff abal dengan ending yang begitu memalukan. Tipsku adalah sebaiknya Anda melempar ponsel, computer, atau laptop Anda!^^v

Terima Kasih untuk membaca^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

52 thoughts on “THE WEDDING DAY”

  1. Thor!!!! (teriak pakek toak…)
    Kebangetan!!!! Kok end sampe situ aja, sih?
    Dilanjut jd sequel dong,,,,,
    Ni cerita unik….. Bakal lucu, seru, romantis……
    ayo, dong…..
    Kami anggap ni prolog…..
    Ayo buat sequelnya….
    #towel…. author….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s