Loving You – Part 2

Tittle                : Loving You

Author             : Dewi_MVP

Main cast        : Lee Jinki, Seohyun, Kibum (Key)

Support cast    : Han Seung Yeon, Park Gyuri, Lee Taemin

Length             : 2. 873

Genre              : Romance

Rating              : PG-14

A.N                  : akhirnya udah part 2 ! hehe ^^ . gamsahamnida buat reader yang masih setia baca FF saya yang aneh ini. Jangan lupa comment ya supaya FF saya bisa lebih maksimal 😀

 “aku mencintai Seohyun !” bentak Kibum.

“berani sekali kau membentak umma ! anak macam apa kamu hah ?” teriak wanita cantik itu.

Walaupun sepertinya dia sudah tidak bisa dikatakan muda lagi, tapi dia tetap terlihat menawan dengan gaun dan perhiasan-perhiasan mahalnya.

“aku mohon umma, izinkan aku bersama Seohyun. Aku mohon” Kibum berlutut dihadapan ummanya. Tapi wanita itu hanya mengangkat tinggi dagunya.

“keluarga kita tidak selevel dengan keluarga sesederhana itu. Dia hanya anak yatim, bekerja di sebuah cafe. Dan ibunya hanya punya usaha kecil-kecilan menerima pesanan masakan. Mau ditaruh dimana muka umma kalau kamu menikah dengan wanita seperti itu, hah ? keluarga kita keluarga terpandang kibum ! kau harus sadar itu !”

Kibum masih saja menunduk, tidak sanggup melawan kata-kata ummanya yang memang menginginkan menantu yang derajat keluarga sama dengan mereka.

“aku hanya mencintai Seohyun” ucapnya lirih.

“hahahaha”. Anak bodoh ! kau pikir kamu akan bahagia hanya dengan cinta ? gumam ummanya dalam hati.

Kibum yang masih berlutut memutuskan untuk berdiri saja. Tidak ada gunanya walaupun sudah seharian dia berlutut di hadapan ummanya. Dia pergi menuju kamarnya dan berbaring di kasurnya yang empuk. Kibum memang dari keluarga terpandang, keluarga kaya. Rumahnya besar seperti istana. Tapi buat apa semua harta ini ? kalau aku hanya seperti burung dalam sangkar emas ? aku mencintai Seohyun. Jika aku memilikinya tidak ada hal lain lagi yang ku inginkan, kata hati Kibum terus meronta menahan sakit. Kibum dan Seohyun sudah berteman sejak kecil.

 Dulu saat mereka masih kecil Seohyun sering berkunjung ke rumahnya karena appanya bekerja sebagai supir appa Kibum.

Kibum kecil bisa dibilang adalah anak yang sombong di sekolahnya. Dia keras kepala dan manja. Tidak heran temannya di sekolah sedikit. Walaupun dia sangat ingin memiliki teman seperti yang lain, tapi dia bersikap acuh.

Sampai suatu hari seorang gadis kecil yang manis datang ke rumahnya. Gadis kecil bernama Seohyun. Awalnya Kibum kecil masih sungkan untuk berteman, tapi karena sikap gadis kecil itu sangat ramah dan menyenangkan, Kibum kecil jadi sangat menyukainya. Tapi mereka tidak pernah bertemu lagi sejak appa Seohyun meninggal karena Leukimia.

 Akhirnya Kibum berhasil menemukan Seohyun lagi, dia sangat cantik walaupun dia memakai seragam pelayan. Seragam pelayan cafe. Dan sudah setahun ini mereka menjalani hubungan yang baik. Tapi umma Kibum hanya memandang Seohyun dengan sebelah mata, tidak mau mereka lebih akrab lagi dia pun melarang Kibum menemui Seohyun.

Bahkan dia berencana menjodohkan Kibum dengan Han Seung Yeon, anak rekan kerjanya. Seung Yeon sangat imut walaupun umurnya lebih tua dari Kibum. Kibum berkali-kali menolak tawaran perjodohan ummanya, tapi ambisi ummanya untuk menjodohkan Kibum dengan Seung Yeon sudah pada puncaknya saat dia melihat Kibum bertemu Seohyun lagi. Malam itu sesudah memohon restu ummanya, Kibum memang bertemu dan menjemput Seohyun di tempat kerjanya.

“kau terlihat pucat, kau sakit ?” tanya Kibum dan menyentuh dahi Seohyun. Tapi dahinya tidak panas, hanya saja wajahnya terlihat lelah dan pucat.

“oh, hah ? aku tidak apa-apa. Kau tenang saja” jawab Seohyun lalu tersenyum.

“kenapa malam ini kau pulang larut lagi ? bukan kau yang bertugas membuang sampah-sampah ini kan ?” tanya kibum lagi.

 “emm. .aku hanya ingin menggantikan Gyuri, tiba-tiba appanya memberitahu kalau ummanya sedang sakit. Tidak apa-apa menggantikkannya untuk malam ini saja”

Kibum tersenyum dan menatap wajah Seohyun. Dia benar-benar bahagia bisa bersama wanita yang dicintainya sekarang. Andaikan bisa ingin  sekali dia menghentikan waktu sekarang, agar keadaan tetap seperti ini.

Dipegangnya bahu Seohyun. “aku mencintaimu, sangat mencintaimu” ucap Kibum. Seohyun tersenyum “aku juga”.

Kibum mencium kening Seohyun. Seohyun menutup matanya. Sungguh bahagia perasaan mereka saat ini. Bahkan mereka tidak sadar mobil mewah berhenti mendadak di dekat mereka.

Seorang wanita sangat terkejut melihat Kibum yang masih berani menemui Seohyun. Lalu dengan wajah merah marah, dia membuka pintu mobil dengan kasar.

“Kibum !” teriak wanita itu, sambil keluar dari mobilnya.

“umma ??” .

Kibum dan Seohyun terlihat terkejut.

“bawa Kibum masuk mobil ! tahan dia jangan sampai dia keluar ! aku akan mengurus wanita tidak tau diri ini !” teriak umma Kibum kepada dua bodyguardnya.

Mereka mengangguk dan menarik tangan Kibum dengan paksa.

“apa-apaan kalian ? lepaskan aku !” Kibum meronta.

“maafkan kami tuan muda, ini perintah Nyonya Kim” kata bodyguard berambut cepak.

PLAK !

Ny. Kim atau ummanya Kibum itu menampar pipi Seohyun sebelah kanan dengan keras. Seohyun terkejut, dan memegang pipinya yang merah.

“berani sekali kau yah ! heh ? masih saja mengganggu Kibum. Padahal sudah kuperingatkan berkali-kali, JANGAN DEKATI KIBUM LAGI !” teriak Ny. Kim.

Untung saja malam itu sudah larut, salju pun tidak berhenti turun sehingga setidaknya tidak ada warga sekitar yang keluar rumah dan mendengar teriakan Ny. Kim. Wanita itu mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya dan menghamburkannya ke wajah Seohyun. Seohyun hanya tertunduk dan menggigiti bibir bagian bawahnya menahan tangis. Sedangkan di dalam mobil, Kibum tidak bisa berbuat apa-apa. Dia melihat kejadian itu dengan hati pedih. Wanita yang dicintainya diperlakukan buruk oleh Ibunya sendiri.

“silahkan pungut uang ini, jika kamu masih merasa kurang kau bisa meminta padaku lagi” kata Ny. Kim dengan nada angkuh.

Ny. Kim masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil dengan agak keras sehingga menimbulkan suara berdetam. Kemudian mobil yang membawa Kibum dan ummanya itu melaju kencang diantara desiran dingin butiran salju dan melesat di jalan raya.

Seohyun merasa hatinya sangat sakit, pedih, hancur. Tidak ada perasaan sepedih ini sebelumnya. Harga dirinya terinjak-injak.

 Dia dipandang layaknya sampah. Apalagi yang memandangnya seperti itu adalah ibu dari namja yang yang dicintainya.

Kibum. .dingin rasanya disini, pikirnya. Salju masih saja turun dengan lebatnya. Dipelukknya tubuhnya sendiri. Perlahan airmata yang ditahannya mengalir juga. Dia tidak bisa menahannya lagi.

Tiba-tiba seseorang memakaikan jaket dingin ke tubuhnya.  Dia terkejut dan menengok ke belakang, tapi pandangannya kabur. Yang dia ketahui seseorang itu adalah namja. Tapi wajahnya. . .dia tidak bisa melihat dengan jelas. Dia merasa sesuatu yang dingin keluar dari hidungnya. Kerongkongannya terasa tercekat, lalu dia mencoba batuk.

“Seo, kau tidak apa-apa ?” suara laki-laki itu agak khawatir.

Lalu. .Gelap. tidak ada yang bisa dilihat Seohyun lagi.

 

Jinki POV’s

Ada-ada saja Taeminie ! minta dibelikan susu pisang malam-malam seperti ini. Kenapa tidak beli sendiri saja !, aku terus mengumpat selama perjalanan menuju toserba tidak jauh dari cafe tempat Seo bekerja. Tiba-tiba aku melihat Seo, dia sedang bersama dengan seorang tante yang terlihat kaya. Aku mematikan mesin motorku dan mencoba mendekati mereka. Aku mengumpet di balik pohon.

PLAK !

Nyonya itu menampar pipi Seohyun sebelah kanan dengan keras. Seo terkejut, dan memegang pipinya yang merah.

Aku shock, siapa itu ? berani sekali menampar pipi Seo.

Nyonya itu kemudian berbicara dengan keras, tapi aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas karena aku masih memakai helm. Ku lepaskan helmku. Tapi Nyonya itu sudah selesai bicara. Dia mengambil beberapa lembar uang dari dompet bermerknya, lalu melemparkannya ke wajah Seo.

Ku perhatikan wajah Seo, dia hanya memejamkan matanya dan menunduk. Apa yang sebenarnya terjadi ??

“silahkan pungut uang ini, jika kamu masih merasa kurang kau bisa meminta padaku lagi” kata Nyonya itu dengan nada angkuh.

Lalu dia masuk ke dalam mobil mewahnya dan pergi tanpa menghiraukan betapa merahnya wajah Seo. Seo mengepalkan tangannya yang gemetar. Dia pasti sangat marah. Airmata mengalir di pipinya. Dipelukknya tubuhnya sendiri.

Dia merasa dingin ?

Aku mencoba mendekatinya. Ku lepaskan jaket dinginku dan ku selimutkan di tubuhnya. Seo tersentak, dan menoleh ke arahku. Aku tersenyum, tapi dia hanya mengerutkan keningnya. Tiba-tiba darah mengalir keluar dari hidungnya. Aku sungguh terkejut. Belum habis rasa kagetku, tiba-tiba Seo batuk, tapi batuknya mengeluarkan darah.

“Seo, kau tidak apa-apa ?”

Aku hampir jantungan melihat darah Seo terus mengalir dari hidungnya. Tapi Seo tidak menjawab, dia pingsan. Aku bingung harus berbuat apa.

Untung saja ada taksi yang lewat. Aku langsung mengantar Seo ke rumah sakit. Setelah Seo sudah mendapat perawatan ku coba mneghubungi nomor telepon di handphonenya. Ku kirim pesan singkat ke kontak bernama Kibum, karena banyak pesan kibum di inbox handphone Seo. Lalu aku mencoba menelpon ke nomor lain. Syukurlah nomor yang ku hubungi adalah nomor telepon rumahnya, dan umma Seo yang menjawab.

Sesampainya di rumah sakit, aku terus duduk di samping Seo, sampai seorang ahjumma datang.

“sa. .saya umma Seohyun” jawab wanita tua itu dengan nada gemetar.

“Oh, Annyeong ahjumma”aku langsung langsung bangkit dari posisi dudukku dan memberi salam.

“bagaimana keadaan anakku ?”

“sejak tadi dia masih belum sadarkan diri, tapi dokter sudah memeriksanya. Ahjumma, segera temui dokter ke ruangannya agar kita tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Seo” ucapku lembut.

Ahjumma itu mengangguk. “baiklah” katanya lalu pergi ke ruangan dokter.

Ku amati umma Seohyun, badannya masih tegak seperti berumur 30 tahunan. Tapi wajahnya menyiratkan bahwa umurnya sudah hampir 50 tahun. Sepertinya dia adalah pekerja keras.

Ku ambil handphoneku dan menelpon Taemin.

“yeoboseyo, hyung ? dimana kau sekarang” suara Taemin agak khawatir.

“aku ? emm . .di rumah sakit”

“di rumah sakit ? apa yang terjadi padamu hyung “

“tidak terjadi apa-apa, tenanglah. Aku menolong seseorang yang pingsan. Tolong beritahu umma yah. Ah ya Taem, kau bisa bawakan motorku pulang ? kunci cadangan ada di laci kamarku. Motorku ku parkir di dekat Cafe La-via, Jebal” aku memohon.

“baiklah hyung, cepatlah pulang. Umma pasti akan mengkhawatirkanmu”

“Gomawo Taem”

Telepon dimatikan. Aku memandang Seo lagi. Seo. .apa yang sebenarnya terjadi padamu ??

 

End flashback

Seseorang menyentuh bahuku, dan membuyarkan lamunanku. Aku menoleh ke samping, namja berambut blonde yang ku temui di kamar inap Seohyun itu tersenyum padaku. Aku membalas senyumannya.

 “maaf tadi aku melamun” ucapku tidak enak hati.

Namja yang terlihat lebih muda dariku itu menggeleng.

“Gwenchana, dan Gamsahamnida. Kau mengirimkan pesan padaku tentang keadaan Seohyun”

Lalu dia menyodorkan gelas kopi untukku “minumlah” ucapnya. Aku mengambil cangkir kopi itu, dan menghirup kopinya. Hangat rasanya, kerongkonganku yang kering juga terasa lega.

“maaf aku memakai handphone Seohyun, aku menghubungimu karena pesanmu hampir memenuhi inbox handphonenya. Apakah kau yang bernama Kibum ??”

Namja itu terkekeh.

“dia tidak menghapus smsku ? aku memang menyuruhnya. Supaya dia selalu ingat padaku. Ya, aku yang bernama Kibum. Siapa namamu ?”

Supaya dia selalu ingat padaku ? apa maksud dari ucapan namja ini ? sebenarnya dia punya hubungan apa dengan Seohyun ?

“namaku Jinki, berapa umurmu ?”

“aku ? 20 tahun”

“20 tahun ? tidak sopan kau memanggilku tanpa panggilan hyung. Hahaha aku lebih tua darimu. Umurku 22 tahun” kataku sambil tertawa.

“oh, benarkah ? kau terlihat lebih muda dari umurmu hyung. Hehe”

“kau seumuran dengan Seohyun ? atau kau adiknya ? kakaknya ?”

Kibum lalu diam sebentar.

“kami seumuran, dia bukan adikku dan aku juga bukan kakaknya. Aku. . .seseorang yang dekat dengannya”

Kerongkonganku langsung tercekat. Seseorang yang dekat dengannya ? apakah Kibum adalah namjachingu Seohyun ??

Aku tersenyum dan menunduk. Kami diam sebentar. Karena tidak ada topik yang ingin kami bahas.

“emm . .Kibum” ucapku, mencairkan suasana.

“waeyo ??”

“aku ingin pamit pulang” kataku sambil bangkit dari dudukku.

“oh, baiklah. Kapan-kapan datanglah kembali, Seohyun pasti ingin tahu siapa yang telah membawanya ke rumah sakit”

Aku tersenyum “baiklah”

Aku menundukkan badan dan berjalan keluar rumah sakit.

 

Author POV’s

Kibum masih memandangi punggung Jinki yang sudah mulai menjauh dari pandangannya. Dia orang yang baik dan ramah, pikirnya. Kemudian tiba-tiba handphonenya berdering, tertulis “umma” di layar handphonenya. Kibum tersentak kaget. “umma ?” desisnya.

Dia menekan tombol mati. Lalu berjalan masuk ke ruang inap Seohyun. Umma Seohyun tertidur di sofa tamu pasien. Dengan hati-hati, Kibum berjalan mendekati wanita yang terlihat lelah itu dan menyelimutinya dengan selimut yang telah disiapkan perawat di dekat sofa untuk tamu pasien.

Kibum berjalan dengan sangat pelan supaya tidak ada bunyi langkah yang akan menganggu istirahat mereka. Dia duduk di dekat ranjang Seohyun. Digenggamnya tangan Seohyun dengan lembut.

“apa yang sebenarnya terjadi padamu sayang ?” ucapnya lirih.

“Kalau kita terus-terusan seperti ini, aku ingin mati saja bersamamu”

Namun Seohyun masih saja diam. Tidak ada tanda-tanda Seohyun akan cepat sadar. Kibum menghela nafas. Dia bangkit dari duduknya dan beranjak pergi meninggalkan rumah sakit.

Aku harus pulang, umma pasti sudah tahu aku kabur lagi, gumamnya.

***

Sejak kejadian malam itu, hari-hari Jinki jadi tidak seindah biasanya. Walaupun dia kadang tersenyum tapi bukan senyum bahagia yang terpancar seperti saat dia masih menjadi detektif yang membuntuti Seohyun.

Brak ! dia menghempaskan tubuhnya ke kasur. Dan menerawang jauh ke langit-langit kamarnya. Hanya ada kehampaan disana. “sudah berapa lama aku tidak ke rumah sakit ? seminggu ? atau sudah sebulan ? ah sepertinya baru 4 hari. Apakah Seohyun sudah sadar ? sudah baikkan kah dia ? ah buat apa aku memikirkannya ? dia sudah punya Kibum, namjachingunya” gumamnya. Lalu dia mengibaskan-ngibaskan tangan ke wajahnya.

 “hapus ! hapus ! hapus semua bayangan Seohyun” Jinki bicara sendiri, dia sudah seperti orang tidak waras.

Tiba-tiba handphonenya berdering. Tapi Jinki tidak mengenal nomor itu. Dia menekan tombol jawab.

“yeoboseyo ??”

“Jinki-sshi ?? ini aku Kibum” ucap laki-laki dalam telepon.

“ki. .Kibum-sshi ? ada apa ?”. Jinki terkejut dan langsung bangun.

“kau ada waktu sekarang ?? ada yang ingin aku bicarakan”

Jinki melirik jam wekernya yang masih menunjukan jam 9 malam. Lalu dia menarik nafas.

“baiklah. Dimana ?”

“di restoran Jepang. Aku akan menunggumu di situ”

Lalu telepon mati. Jinki bingung sebenarnya apa yang ingin dibicarakan Kibum ?. dia cepat-cepat memasang jaketnya dan kunci motor lalu pergi.

Sementara itu di rumahnya Kibum masih mencari kunci mobilnya. Dia membuka laci-laci kecil di kamar dan di semua penjuru rumah. Tapi dia tidak juga menemukan kuncinya.

“apa yang kau cari “suara wanita dengan nada tinggi menyapa telinganya.

Kibum tersentak kaget dan menoleh pada wanita itu.

“umma, mana kunci mobil ? aku ingin pergi”

“kunci mobil ? kau mau kemana ? menemui Seohyun ?” kata Ny. Kim dan melipat tangannya di dada.

“are you crazy mom ? setelah ancaman mematikan yang umma berikan padaku, apa kau pikir aku berani menentangnya ? aku hanya ingin bertemu temanku”

Ny. Kim menaikkan alis mata sebelah kanannya, sepertinya dia tidak percaya dengan anaknya. Kibum tahu yang dipikirkan ummanya.

“kalau umma tidak percaya kata-kataku, kau bisa membuntutiku kalau kau mau. Atau menyuruh bodyguardmu mengawasi”

Ny. Kim mulai mencerna kata-kata Kibum di otaknya. Sepertinya dia jujur. Dia lalu tersenyum masam dan masuk ke kamarnya. Tidak lama kemudian dia keluar lagi dan melempar kunci mobil pada Kibum. Dengan sigap Kibum menangkap kunci itu dan langsung pergi.

Kibum baru datang saat Jinki sudah asyik makan. Melihat Kibum yang celingak-celinguk mencari dirinya, Jinki lalu melambaikan tangannya agar Kibum tahu sekarang dia duduk di meja dekat kaca di restoran Jepang. Setelah meminta maaf atas keterlambatannya, Kibum pun memulai pembicaraannya.

“aku ingin kau menjaganya, aku ingin kau menjaga Seohyun. Dia sudah sadar 3 hari yang lalu” kata Kibum serius.

Jinki yang sedari tadi asyik makan sushi langsung tersedak. Kibum memberikan air putih dan langsung diteguk habis Jinki.

“gomawo, tadi di rumah aku tidak selera makan. Tiba-tiba disini jadi lapar. He”

“Gwenchana Jinki-sshi. Aku akan membayar makananmu, tapi aku mohon tolong aku. Jebal !” Kibum memohon.

Jinki menatap Kibum dan mengerutkan keningnya. Kibum yang mengerti arti tatapan Jinki menarik nafas panjang dan menghembuskannya.

“aku. . .ummaku mengancam akan mengganggu Seohyun bahkan dia akan tega menyiksa Seohyun kalau aku masih menemuinya. Dia tidak pernah merestui hubungan kami karena latar belakang keluarga yang jauh berbeda. Aku minta kau menjaganya dengan baik. Ini.  .ini walaupun sangat berat bagiku, tapi aku harus melakukannya”

Kibum diam. Jinki tidak berani bicara karena sepertinya Kibum belum selesai berbicara padanya.

“aku percaya padamu, tolong jagakan Seohyun untukku. Aku sesekali akan mencuri waktu untuk bertemu dengannya. Demi kebahagiaan dan keselamatannya aku rela. .aku rela menyetujui perjodohan itu” kata Kibum terdengar sekali dari nada suaranya bahwa hatinya sekarang pedih, sakit, hancur.

“perjodohan ? dan kenapa kau menyuruhku menjaganya ? dia baik-baik saja kan ?” Jinki semakin penasaran apa sebenarnya inti dari pembicaraan Kibum.

“aku harus menyetujui perjodohan ini demi Seohyun. Seohyun. .dia. . .dia. . .menderita penyakit leukemia seperti ayahnya yang meninggal beberapa tahun yang lalu”

Jinki sontak kaget. Matanya melotot tidak percaya. Leukemia ? Seohyun menderita leukemia ? jadi. .jadi darah yang keluar dari mulut dan hidungnya saat itu adalah tanda penyakit leukimianya ?, pikiran Jinki campur aduk. Kibum hanya menunduk dan menggigiti bibir bawahnya.

“leukimianya sudah hampir mencapai stadium 3 , hanya kemoterapi dan obat-obatan yang setidaknya bisa mengundur waktu. .waktu kematiannya”

***

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

12 thoughts on “Loving You – Part 2”

  1. UWAAAAAAAAAAA!!!!! apaan itu? kenapa harus leukimia?? 😥 authorrrr….
    yang cepet yah lanjutannya..
    oh please pretty please.. don’t make it sad ending.. hahaha
    keren, thor 🙂

  2. huwaaa malang nasib kibum .. huhuhuhu …..
    cinta segitiga ,… tapi kibum rela … kenapa kibum bisa milih si jinki buat nge jaga ya ?? ayooo lanjutannya ….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s