Take Me With You – Part 8

Author : Delfta

Main cast : Key, Arina (imaginary)

Other cast : Onew, Minho, Taemin, Jonghyun, Key grandma, Seonmi

Length : Sequel

Genre : Romance, life, friendship

Rating : PG 13          

 

Key berbalik sehingga tidak lagi menatap Arina dan Onew yang sedang berduaan. Dia menyandarkan tubuhnya pada tembok lalu duduk sambil memeluk kakinya. Terkadang terdengar gelak tawa Arina dan Onew dari belakang. Dengarlah Key, mereka bahagia. Dan yang terpenting, Arina juga bahagia. Kau sudah melakukan yang terbaik.  Key berusaha mengembangkan senyum diwajahnya. Dia ingin sama bahagianya seperti Arina dan Onew. Tapi sekuat apapun dia menyemangati dan menghibur dirinya sendiri, dia merasa ada yang melawan keinginan itu. Hatinya terasa sesak.

Dia berlari hingga berhenti disuatu tempat. Dan akhirnya duduk di suatu kursi taman. Key menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya. Mencoba meredam rasa sesak yang menghujam dirinya itu. tiba-tiba terputar sebuah memori yang sebenarnya tidak ingin Key ingat. Ini adalah kedua kalinya dia merasa seperti ini.

Flashback.

“Joisonghamnida, aku tidak bisa lagi bersamamu. Kau selalu tidak ada jika aku membutuhkanmu. Kau terlalu sibuk dengan masalahmu. Aku tidak bisa seperti ini terus.” Ucap Kim Seonmi sambil menunduk.

Kata-kata Seonmi itu membuat Key  seperti disambar petir. Walaupun Seonmi mengucapkan kalimat itu dengan pelan. Tapi kalimat itu telah meluluhlantakkan Key.

“Seonmi, jebal. Kau tau kan aku ini trainee SM. Mian kalau akhir-akhir ini aku sangat sibuk. Aku akan mengurang jadwalku latihan, aku akan bolos. Tidak apa-apa jika mereka akan terus menunda debutku, walaupun bertahun-tahun. Aku rela, asal selalu bisa bersamamu.” Key terus memohon

“Itu mimpimu Kibum. Jangan kau sia-siakan hanya karena hubungan kita yang tidak berharga apa-apanya dibanding mimpimu itu.” Seonmi meyakinkan

“ Mwo? Kau bilang hubungan kita tidak berharga? Aku tau kau ingin berpisah denganku itu karena Jungsoo kan? Aku tau kau menyukainya, karena dia lebih tampan daripada aku. Dan aku tau, kemarin Jungsoo menyatakan perasaannya padamu. Apakah kau tidak tau kalau aku dan Jungsoo itu bersahabat? Kalau kau menghargai persahabatan kami, seharusnya kau mengabaikannya. Bisakah kau lihat kesungguhanku? Bagiku hubungan ini lebih berharga dari debutku. Kalau kau mau, aku akan mengundurkan diri sebagai trainee SM.” Mata Key mulai berkaca-kaca

“Apa kau gila?! Aku tau jelas itu mimpimu dari dulu! Jangan sia-siakan itu. lebih baik kita berpisah, supaya kau bisa fokus dengan mimpimu itu. Dan soal Jungsoo itu.. benar. Jika aku berpisah denganmu, aku akan bersama dengan Jungsoo” bentak Seonmi

Bentakan Seonmi itu membuat Key terdiam sejenak. Hingga akhirnya dia membuat suatu keputusan yang cukup membuat hati Key sakit. Tapi mau bagaimana lagi, dia harus melakukan itu.

“Geurae, kalau kau memang ingin berpisah. Lebih baik kita berpisah.” Ucap Key tegas, lalu dia meninggalkan Seonmi sendiri.

Key terus berlari untuk menghancurkan rasa sakit itu. tapi rasa sakit dihatinya masih terus ada. Baiklah, ini keputusan terbaik. Suatu hari nanti kau akan menyesal telah mengucapkan kata berpisah itu padaku, Seonmi. Hingga akhirnya dia sampai dirumahnya. Dia langsung masuk ke kamarnya dan menangis dibalik selimut.

“Kibum” panggil neneknya dari balik pintu sambil mengetok

Tak ada jawaban dari Key. Dia tetap menangis. Dia tau ini merupakan perbuatan cengeng, padahal dia sudah kelas 3 SMP. Tapi dia tidak peduli. Dia hanya ingin menangis.

“Kibum” kali ini nenek membuka pintu kamar yang tidak dikunci itu. Dia segera duduk di tempat tidur Key begitu melihat Key menutupi dirinya dengan selimut. Neneknya sudah tau kalau Key menutupi dirinya dengan selimut pasti sedang menangis.

Nenek menepuk tubuh Key dengan lembut. Key masih belum mau keluar daari balik selimut.

“Ayo cerita pada halmeoni, apa yang terjadi?.”

“Aku tidak mau halmeoni ikut campur. Halmeoni selalu saja mencampuri urusanku, aku kan sudah besar.” Ujar Key samil membuka dirinya dari selimut.

“Lihatlah dirimu! Kalau kau sudah besar, kau tidak akan menangis. Ayo cerita supaya tidak ada air mata lagi. Supaya bebanmu hilang” halmeoni mengelus-elus kepala Key. Membuat Key lebih tenang. Key memang senang jika kepalanya dielus halmeoni.

 Key tiba-tiba menangis lagi dan tidur dipangkuan halmeoni. Halmeoni berusaha menenangkannya. Lama-kelamaan tangisan Key mulai mereda.

“Halmeoni, aku dan Seonmi putus” ucap Key lirih

“Wae?” tanya nenek sedikit terkejut

“Dia bilang kalau aku terlalu sibuk karena menjadi trainee SM. Tapi sebenarnya dia itu lebih menyukai Jungsoo. Dia hanya beralasan” suara Key bergetar begitu menceritakannya kembali.

“Kau harus tabah. Sebenarnya itu menandakan kalau Seonmi itu tidak sungguh-sungguh padamu. Dia tidak benar-benar mencintaimu. Oleh karena itu, Tuhan lebih memilihkan jalan agar Seonmi tidak bersamamu, karena dia tidak baik untukmu” nasihat nenek

“Tapi aku mencintainya. Aku akan bahagia jika bersamanya” sanggah Key

“Tuhan lebih tau apa yang baik untukmu. Dia lebih tau segalanya”

“Lalu, kapan aku bisa menemukan orang yang benar-benar mencintaiku?” tanya Key polos

“Suatu hari nanti, kau akan bahagia bersamanya.” Ucap nenek sambil tersenyum lembut

“Kapan???” tanya Key penasaran

“Suatu hari nanti. Perjalananmu masih panjang, Tuhan akan mengirimkan seseorang yang baik untukmu. Kau akan menemukannya. Oleh karena itu jangan menangis lagi, kau pasti akan menemukan seseorang itu.”

Key tersenyum mendengar ucapan nenek. Ucapan-ucapan nenek memang Memberikan semangat baru untuk dirinya.

Flashback end..


Halmeoni, kau tau? Aku merasakan itu lagi. Rasa sakit dan sesak itu menyerang diriku lagi. Andai kau ada disini, aku akan tidur dipangkuanmu lagi untuk mendengarkan ucapan-ucapan penyemangat dari mulutmu. Halmeoni, apakah dia juga bukan seseorang yang dikirim Tuhan untukku?

 

******

“Jonghyun oppa! Apa kau melihat Key?” tanya arina dengan panik pada Jonghyun yang sedang latihan mengangkat barbel supaya bisepnya terlihat lebih oke.

“Tidak lihat. Daritadi aku disini sendirian. Lihatlah ototku! Hehehe.” Jonghyun jadi bangga sendiri dengan ototnya padahal Arina tidak peduli, dia langsung melengos pergi.

Baiklah. Semua member sudah ditanya dimana keberadaan Key, tapi mereka semua tidak tau. Telepon ke ponselnya percuma, ponselnya teringgal di meja makan. Cari ke seluruh sudut dorm juga tidak ada. Sebenarnya dimana Key? Arina panik. Entah mengapa dia mulai panik. Padahal dia cuma ingin mengucapkan terima kasih pada Key karena telah mengganti cheesecakenya, sehingga dia bisa dekat dengan Onew.

Arina mencoba tenang. Dia mulai mengerjakan semua pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dengan sebaik-baiknya. Hingga pukul 10.00 pm saat Arina selesai pekerjaan, Key masih belum muncul. Atau sebenarnya Key pergi dan pulang tapi Arina tidak tau?

Setelah ditanya lagi pada semua member, ternyata mereka masih belum tau Key dimana. Dan akhirnya semuanya jadi sibuk mencari Key hingga keluar dorm.

“Arina, serahkan saja Key pada kami. Lebih baik kau pulang, ini sudah malam.” Ujar Onew

“Hmm.. yasudah, aku pulang. Nanti kalau sudah ketemu, hubungi aku ya..”

“Tentu”

Arina melangkah pergi untuk pulang. Tapi hatinya masih tak tenang karena Key masih belum ditemukan. Hembusan angin malam yang dingin membuat arina tambah tak tenang. Dia masih berusaha mencari sepanjang perjalanan pulang.

Hingga akhirnya saat melewati sebuah taman, dia melihat seorang pria yang sedang berjongkok di pinggir taman sambil mengelus-elus kucing liar. Langkah Arina seperti terseret mendekati pria itu begitu melihatnya. Dia mencoba memastikan kalau pria itu adalah orang yang membuat hatinya tak tenang. Hatinya terasa lega saat dugaannya itu benar.

“Arina?!” Pria itu kaget dan langsung berdiri begitu melihat Arina dihadapannya. Arina langsung memeluk pria didepannya dengan perasaan lega.

Pria itu terkejut lagi begitu Arina tiba-tiba memeluknya. Diapun menyambut pelukan Arina tersebut. Tapi tidak lama arina melepaskan pelukan tersebut.

“Ya!!! Kemana saja kau?! Aku mencarimu daritadi! Aku mencemaskanmu, hingga semuanya juga ikut mencemaskannmu! Tapi kau malah enak-enakkan bermain bersama kucing disini!” bentak Arina sambil menjitak kepala Key

“Aigo!!” Key kesakitan. Tapi tidak lama dia malah tersenyum sendiri.


Dia mencariku. Dia mencemaskan aku! Key terus tersenyum.

“WAE?! Kau senang melihatku kesusahan mencarimu? !” Arina kesal

“Mianhamnida, telah membuatmu dan semuanya repot” Key mencoba menahan senyumnya

“Sekarang cepat pulang! Mereka mencarimu kemana-mana” perintah Arina

“Sireo” key berbalik meninggalkan Arina. Membuatnya bertambah kesal.

“Mwo?! Cepat pulang! Kasihan mereka”

“Aku mau pulang kalau kau mau ikut aku minum kopi” ucap Key sambil menggenggam lengan Arina supaya menuruti langkah kakinya. Mau tidak mau Arina terus mengikuti langkahnya.

Key dan Arina duduk berhadapan di sebuah coffee shop yang sudah agak kosong. Dengan nikmatnya Key menyeruput minumannya. Sedangkan Arina memandang Key dengan pandangan kesal. Bisa-bisanya dia sesantai ini sedangkan teman-temannya mencarinya kemana-mana.

Arina mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi member SHINee lain. Mereka pasti masih mencaricari hingga sekarang. Dia menghubungi nomor Onew. Sebelum telepon diangkat Arina sempat berdeham suapaya suaranya nanti terlihat bagus dihadapan Onew. Itu membuat Key tersenyum mengejek.

“Yeoboseyo. Oppa, Key sudah ditemukan.” Ucap Arina dengan suara lembut

“Jinjjayo?! Baguslah! Semua disini sudah pegal-pegal karena mencarinya. Dia sudah pulang?” tanya Onew

“Dia..” kalimat Arina terpotong karena  ponselnya direbut oleh Key

“Hyung, aku baik-baik saja. Sekarang aku sedang di coffee shop bersama Arina. Tadi aku mau pulang, Cuma Arina sangat memohon padaku supaya menemaninya ke coffee shop. Jadi sekarang aku menemaninya. Tidak apa-apa kan hyung?” Key berusaha pamer pada Onew supaya Onew iri. Sementara itu Arina yang mendengar perkataan Key langsung membentuk ekspresi wajah aku-akan-membunuhmu. Bisa-bisanya Key memutarbalikkan fakta seperti itu. Bagaimana nanti nasib percintaannya dengan Onew, bisa-bisa Onew menyangka kalau dirinya menyukai Key. Oh tidak!!

“Oh..yasudah. Tidak masalah. Hahaha… asal pulang bawa oleh-oleh. Hehehe” ternyata respon Onew tidak seperti yang diharapkan. Onew jadi ketawa-ketawa sendiri.

Telepon ditutup.

“YA!!! Bisa-bisanya kau berkata seperti itu pada Onew oppa!! Bagaimana nanti nasib percintaanku dengannya?!” Arina kesal setengah mati

“Onew hyung saja tidak ribut. Kau ini ributnya setengah mati”

“Huaaaa…kau ini tidak mengerti orang yang sedang kasmaran” Arina menjitk Key lagi.

“Aigo!” Key mengelus kepalanya

“Aku mau pulang” Arina langsung berdiri.

 “Tunggu!” Key meraih lengan Arina lagi. “Kita pulang bersama” lanjutnya

Arina berusaha melepas lengannya. Tapi sulit. “Kalau kau tidak mau, aku tidak mau pulang”tegas Key

Ah baiklaaaahh… aku harus sabar. Arina berjalan bersama Key menyusuri jalanan yang sudah agak sepi. Hembusan angin yang menambah suhu menjadi dingin ini membuat Arina bersin-bersin. Musim gugur memang dingin.

Tiba-tiba Key melepaskan syalnya dan melilitkan syal itu di leher Arina. Arina kaget dan menatap Key dalam-dalam. Sementara itu ada sesuatu yang menggelitik hatinya saat melihat Key disampingnya.

“Gomaweo” ucap Arina pelan. Key mengangguk, dia merasa salah tingkah saat Arina memandanginya.

“Hmm..besok minggu tidak ada acara kan?” tanya Key

“Tidak ada. Tapi aku mau bermalas-malasan di rumah. Aku harap kau tidak mengganggu.” Jawab Arina sadis

Key cemberut. Melihat itu, Arina tertawa. Membuat Key bertanya-tanya.

“Bercanda! Hahaha. Lihat dirimu, sepertinya kau sangat mengharapkan aku ya? Hahaha.” Arina jadi merasa percaya diri. Key salah tingkah lagi.

“Enak saja. Tidak apa-apa kalau kau tidak mau ikut juga. Rencananya besok, aku dan member SHINee lain akan mengunjungi Yoogeun. Kalau kau mau ikut, datang ke dorm jam 7  pagi” kata Key sambil membuang muka.

“Yoogeun? Nugu?”

“Yoogeun itu anak kami”

“Mwo? Kau sudah punya anak? Semuda ini punya anak? Aku tidak menyangka. Artis sepertimu skandalnya rumit juga.” Arina merasa tidak percaya

“Ya! Jangan menuduh orang seenaknya begitu. Yoogeun itu anak kami di sebuah acara TV swasta dulu.  Walaupun acara itu sudah berakhir, tapi kami tetap menganggap kalau yoogeun itu anak kami” jelas Key

“Oh.. pasti menyenangkan ya? Seperti punya adik. Aku daridulu ingin sekali punya adik.”

“Makanya besok datang ke dorm” Key tersenyum

“Tuh kan… kau mengharapkanku.. hehehe” arina terus saja menggoda Key

“Whatever what you say, I don’t care~ “ Key membuang muka lagi. Sementara Arina senyam-senyum

telah membuat Key sedikit kesal. Impas!

“Annyeong!” dengan semangat Arina membuka pintu dorm SHINee. Senyumnya mengembang. Hari ini dia ikut member SHINee lain untuk berkunjung ke rumah Yoogeun.

“Annyeong, Arina? Kau ikut kami?” tanya Taemin dengan senyum tak kalah lebar. Arina mengangguk.

“Assa!” Taemin loncat-loncat kegirangan

“Sekarang kelihatan ya siapa yang BERHARAP” ucap Key sinis dengan penekanan nada pada kata

‘berharap’. Padahal dirinya senang sekali saat Arina datang.

“Ya! Aku kan cuma penasaran yang mana yang namanya Yoogeun. Aku ingin bertemu dengannya” Arina membela diri sambil menjulurkan lidah.

“Baiklah ayo kita berangkat. Arina, bantu aku bawa hadiah-hadiah untuk Yoogeun dan keluarga ya..” perintah Minho.

“OK”

Setelah memasukkan barang-barang ke mobil. Merekapun mulai meluncur menuju rumah Yoogeun. Perjalanan cukup lancar, sehingga mereka sampai dengan cepat.

“Akhirnya sampai juga!” Jonghyun terlihat begitu excited. Setelah turun dari mobil, dia langsung menari-nari ala balerina.

“Ya! Jangan menari-nari seperti itu. Malu tu sama otot” ejek Minho

“Ah..kau ini tidak tau ya kalau orang lagi senang. Sudah lama aku tidak bertemu anakku Yoogeun dan sekarang aku akan bertemu dengannya. Huaaa.. Yoogeunnie anakku!!!” Jonghyun membela diri

“Berlebihan” komentar Minho dengan singkat padat dan jelas

Taemin memencet tombol pada intercom.

“Ajumma. Ini kami” ujar Taemin

“Yoogeunnie! Diluar ada SHINee appa!” ibunya Yoogeun terlihat semangat sekali.

Tidak lama Yoogeun dan Ibunya menyambut kedatangan kami didepan rumah dan mempersilahkan kami masuk. Minho langsung mengambil kesempatan menggendong Yoogeun duluan. Lalu disusul dengan member lain. Mereka berebutan bermain bersama Yoogeun. Sedangkan Arina hanya diam melihat mereka.

“Annyeong haseyo! Aku asisten SHINee, namaku Arina” sapa Arina pada ibunya Yoogeun yang tampak memandangi Arina karena merasa asing. Ibunya tersenyum.

“Kamu orang Thailand?” tanya ibu Yoogeun

“Bukan ajumma, aku ini orang Indonesia” Arina meyakinkan

“Oh.. joisonghamnida, aku tidak bisa membedakan. Datang ke Seoul memang ingin menjadi asisten

SHINee?” tanya ibu Yoogeun lagi

“Anio.. ini hanya kerja part time. Aku kuliah disini.”

“Ah, beruntung sekali bisa menjadi asisten SHINee. Bisa dekat mereka setiap hari. “

“Haha..  tidak seperti itu juga. Biasa saja” Arina tersipu malu.

“Ajumma, Cuma tinggal berdua bersama Yoogeun?” tanya Arina

“Anio, kami tinggal berempat bersama ayah dan kakak Yoogeun. Tapi sekarang mereka sedang ke rumah

pamannya”

“Arina, ayo sini. Katanya ingin kenalan sama Yoogeun” Taemin memanggil Arina sambil memangku

Yoogeun.

Arina akhirnya menghampiri mereka. Dia merasa takut kalau Yoogeun tidak suka pada dirinya. Dia takut

kalau nanti Yoogeun tidak akan akrab dengan dirinya. Tapi rasa itu ditepisnya jauh-jauh. Dia akhirnya

menghampiri Yoogeun sambil tersenyum manis.

“Annyeong Yoogeun!” Arina berusaha memperlihatkan ekspresi yang seceria mungkin supaya anak kecil suka. Tapi Yoogeun hanya menatap Arina. Sesaat Taemin berbisik pada Yoogeun seperti menyuruh Yoogeun supaya membalas sapaan Arina. Tapi Yoogeun malah sibuk memainkan rambut Taemin. Membuat semangat Arina malah turun.

“Yoogeunie, perkenalkan ini Arina noona. Dia cantik kan? Dia pacar Taemin appa” ucap taemin penuh semangat.

“Pacar?!” Arina jadi kaget. Yoogeun juga seperti terkejut. Dia langsung memperhatikan apa yang Taemin katakan tadi dan juga memperhatikan wajah Arina lekat-lekat, seperti ingin menelaah kalau nilah wajah dari pacar Taemin. Sementara itu Taemin mengedipkan sebelah matanya pada Arina sebagai isyarat untuk bekerja sama memberikan kebohongan pada Yoogeun. Arina menundukkan kepalanya sejenak sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dia tidak mau melihat ekspresi Yoogeun yang dibohongi.

“Annyeong Yoogeunie!! Noona punya cokelat, kau mau?” Arina mengeluarkan cokelat yang sempat dibelinya tadi pagi. Cokelat berbentuk beruang itu kini menarik perhatian Yoogeun. Yooeun mengambil cokelat itu dari tangan Arina. Senyum Arina mengembang. Ada bagusnya juga Taemin berbohong, akhirnya dia bisa mendapat perhatian Yoogeun.

“Yoogeun bilang apa?” tanya Taemin dengan suara sok imut

“Gamsahamnida noona” ucap Yoogeun lalu membuka cokelat itu. dan Yoogeun memakan cokelat itu. Cokelatnya belepotan kemana-mana, membuat wajah Yoogeun jadi tambah lucu.

“Aigo! Neomu guiyeopdda!!!” Arina mencubit pipi Yoogeun. Lalu mengambilkan tissue basah dari dalam tasnya dan mengelap cokelat yang belepotan.

KLIK! Sebuah foto terambil saat mereka bertiga sedang berkumpul. Ternyata Ibunya Yoogeun yang mengabadkan moment Taemin-Arina-Yoogeun itu.

“Ajumma, bolehkah kami difoto lagi?” pinta Taemin

“Oh tentu saja. Kalian tampak seperti keluarga muda. Hahaha” ujar ibunnya Yoogeun sambil tertawa.

“Minggir..minggir. sekarang aku yang akan difoto. Ajumma tolong foto ya..” tiba-tiba Key memerintahkan Taemin untuk minggir.

“Apa sih hyung? Kalau mau foto, sini foto bersama-sama. Aku juga mau difoto.” Bantah Taemin

“Aku bosan foto bersamamu. Pergilah.” Perintah Key dengan sadis

“Ayo Arina, kita pergi. Ada orang aneh disini” Taemin meraih tangan Arina untuk mengajak pergi. Tapi Key langsung meraih tangan Arina yang satu lagi.

“Hyung, lepaskan tangan Arina! Kami mau foto-foto diluar.” Perintah Taemin

“Aku kan bilang kau saja yang pergi soalnya aku sudah bosan foto bersama denganmu. Jadi intinya kau saja yang pergi. Kan aku jarang foto bersama Arina dan Yoogeun.” Jelas key dengan wajah tanpa dosa.

“Hah? Menyebalkan sekali. Yasudah, Arina silakan berfoto ria dengan orang aneh itu. Nanti sesudahnya kita foto berdua yaa..” seru Taemin lalu meninggalkan mereka foto bertiga.


Lihat ini! Kami juga bisa terlihat seperti keluarga muda bahagia. Haha. Key tersenyum penuh kemenangan. Dan akhirnya fotonya terambil beberapakali.

Key duduk disebuah sofa sendirian. Bibirnya terlihat mengerucut sambil memandangi dari kejauhan sebuah pemandangan yang mebuat hatinya tak tenang. Sesuai perkataan Taemin tadi, sekarang dia sedang berfoto bersama Arina. Tentu saja membuat Key tak tenang. Antara ingin ikut foto berdua dengan Arina dan gengsi foto bersama lagi.

“Ya! Kenapa kau ini? Dari pagi cemberut.” Jonghyun tiba-tiba mendatangi Key dan duduk disampingnya. Key tidak menjawab karena dia tau pasti ujung-ujungnya Jonghyun mau ngegaring. Dia hanya terus menatap lurus kedepan, kearah Taemin dan Arina yang berfoto. Sebenarnya lelucon Jonghyun tidak segaring Onew, tapi key sudah merasa bosan dengan lelucon Jonghyun yang diulang-ulang.

Jonghyun yang mencoba menelaah apa yang terjadi pada Key, akhirnya menemukan apa sebab Key cemberut setelah melihat sorot mata key tertuju pada siapa. Diapun tersenyum.

“Sudahlah jangan terlalu dianggap serius. Biasa, abg labil. Kau pasti bisa mendapatkannya.” Ucap Jonghyun sambil cengar-cengir. Perktaan Jonghyun itu membuat Key terkesiap. Dia langsung menatap Jonghyun yang sedang cengar-cengir dengan tatapan keingintahuan.

“Maksudmu hyung?” tanya Key

“Kau pasti bisa mendapatkan Arina. Hehe” Jonghyun masih cegar-cengir. Tapi sesaat kemudian cengirannya itu berhenti dan wajahnya mendadak pucat, dia sadar kalau dia telah keceplosan. Jonghyun pun berdiri berusaha menghindar dari Key. Tapi dengan sigap, Key langsung menahan Jonghyun dan menarik lengannya supaya duduk kembali. Mau tidak mau Jonghyun duduk kembali walaupun dengan wajah ketakutan.

“Darimana kau tau itu?” Key mulai menginterogasi dengan nada galak

“A..aku..aku..baca” Jonghyun mulai tergagap-gagap

“Baca?” Key berusaha menulusuri kata terakhir itu. Baca? Baca darimana? Baca pikiran? Tidak mungkin dia punya kemampuan baca pikiran.

“EOMO! Kau baca diaryku?!!!” Key mulai menemukan sesuatu yang lebih pasti. Dia langsung menarik kerah Jonghyun. Dengan ketakutan Jonghyun menutup matanya dan mengangguk.

“Huaaaa..mana boleh seperti itu hyung!! Itu privasi orang. Sekarang rahasiaku terbongkar semuanya oleh lelaki aneh ini. Huaaaaa…” Key merengek sambil memeluk bantal

“Mian.. aku tidak sengaja. Tidak sengaja diarymu jatuh dan terbuka, akhirnya aku baca. Miaaannn” ucap Jonghyun sambil mencolak-colek Key dari belakang.

“Aku sudah curiga. Ternyata benar. HYUNG!!!!” Key semakin menjadi-jadi, dia mendorong Jonghyun hingga jatuh dari kursi.

“Jeongmal mianhae!!” Jonghyun meminta maaf dengan sungguh-sungguh. “Sebagai ganti kesalahanku, aku akan mendukungmu untuk mendekatinya. Aku akan berusaha sekuat tenagaku.” Lanjutnya

Akhirnya kemarahan Key sedikit mereda. Setelah menimbang-nimbang apa yang akan Jonghyun tebus, dia langsung senyum.

“Bagaimana? Kau memaafkanku?”tanya Jonghyun

“Ne! bantu aku ya..”

“Tentu!” Jonghyun semangat

“Tapi.. kau lihat kan? Taemin begitu menyukainya.” Key sedikit cemberut

“Jangan menyerah. Kau tau kan, Taemin itu baru punya teman sedekat itu dan seumuran, dia pasti hanya menganggapnya teman. Tenanglah. Yang penting kau harus berjuang mendapatkannya. FIGHTING!!” ucap Jonghyun berapi-api

“Gomaweoyo, hyung!”  Key memeluk Jonghyun

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

16 thoughts on “Take Me With You – Part 8”

  1. Aq mauu jadi arina biar bisa dikejar-kejar my yoebo gitu,, ahh,, serru,, tp kenapa nasib cinta Key tragis amat,, cup,, cup#usap-usap kepala Key,,

    suka,, suka,, apa lagi cast-nya Key,,
    ditunggu lanjutannya y,,

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s