My Millionare Girl – Part 1

My Millionare Girl Part 1

 

 

Tittle: My Millionare Girl Part 1

Author: Puppysaurs

Main Cast:

Park So Hyeon

Choi Minho

Kim Jonghyun

Support Cast:

Im Yoora

Choi Sulli

All SHINee member

Length: Series

Rating: PG-15

Genre: Romance, comedy. Family, School Life

Summary: ‘Jangan pernah bisa hidup tanpa uang! Uang adalah kebahagian!’

****

 

‘Semuanya akan berubah menjadi sesuatu yang takkan pernah kita duga, semua orang yang berada di sekitarmu, kecuali uang. Jangan pernah bisa hidup tanpa uang! Uang adalah kebahagian!’ kata eomma sambil mendudukanku di meja yang menghadap ke jendela.

 

‘Apa benar eomma?’

 

‘Tentu! Kau tahu? Es krimmu itu dibeli dengan uang, nak. Kalau kau miskin kau takkan bisa makan es krim lagi sayang…’ kata eommaku sambil mengelap es krim yang menghiasi mulutku.

 

‘Oh. Kalau begitu aku takkan menyia-nyiakan uang eomma!’

***

Author pov

BRAKKK\\

“Hei! Namja pabbo! Kau harus melunasi hutangmu! Sekarang sudah tengat waktu!”teriak seorang yeoja yang baru masuk kelas sambil menggebrak pintu ruangan itu dengan keras. Seisi kelas itu dibuat kaget dengan aksi yeoja tomboy yang tak bersopan-santun itu dan hiruk-pikuk pada pagi hari itupun mulai terpecah dengan kehadiran yeoja itu.

Yeoja dengan perawakan tinggi, kuning itu masuk ke kelas dengan bringas. Harum parfumnya masih tersisa di setiap sudut jejak langkahnya. Ia mulai mendekati mangsanya diikuti seorang  yeoja yang lebih kecil dari yeoja tadi. Setiap orang yang menghalangi jalannya ia tabrak dengan keras hingga terhempas. Ia pun kembali menggebrak meja ketika ia sampai tepat di depan seorang namja.

“Hei! Kau tau tidak? Ini tanggal berapa? Ini sudah lewat seminggu dari perjanjian perlunasan hutangmu! Atau setidaknya kau lunasi dulu bunganya bagaimana?” kata yeoja manis dengan rambutnya yang dikucir kuda itu sambil menarik kursi yang berada persis di depan namja yang berwajah memelas itu dan ia pun duduk di depan namja malang itu.

“Tapi bagaimana dengan hari esoknya? Apa aku bisa tinggal melunasi hutangnya tanpa bunganya?” tanya namja itu dengan sedikit gemetar.

“Oh itu lain ceritanya kawan, bunganya kan terus akan ada kalau kau tidak membayar-membayar.” katanya sambil menatap lekat namja itu dan memegangi pundaknya.

Otthoke? Mau melunasinya atau tidak? Kau tau uang dipasar sedang mengalami penurunan. Semua barang kan sekarang sedang mahal. Akupun butuh uang.”katanya lagi dengan santai sambil mengangkat kaki kirinya.

“Iya,.. tapi…bukan..kah kau sudah menagih… uang pada anak… kelas sebelah? Apa aku boleh..”

PLLUKKKK

“Apa katamu? Aku memang sudah menagih anak kelas 3 dan anak kelas 1. Tapi janji tetap janji! Kau kan janji akan melunasi hutangmu, kawan..”

Bentak yeoja itu sambil menaikkan kakinya ke meja tanpa mempedulikan roknya yang tercincing tinggi.

Ia lalu menunduk membersihkan sepatu kets putih bergaris hitamnya.

“Walau kau teman sekelasku, aku tetap harus adil bukan? Yoora, berapa hutang si Song Ji?”

Gadis yang bernama Yoora pun membuka  dan mulai menulusuri buku catatan itu.

“100 won, dengan bunga 200 % jadi kira-kira 200 won hanya bunganya. Kalau digabung sekitar 300 won.” Kata yeoja dengan rambut pendek agak bergelombang itu.

“Hah? Banyak sekali?”

Ne, betul! Kau mau meremehkan temanku hah?” kata yeoja berambut panjang yang dikucir kuda itu sambil menarik krah baju namja malang itu.

Ne..tapi aku…”

“Kau mau melunasi hutangmu atau mau ini?” katanya dengan menaikkan suaranya dan sambil menarik tangan satunya yang sedang bebas bergerak. Suara riuh dan siswa-siswa mulai mengerumuni ketiga orang itu dengan hati yang penasaran. Tangan gadis itu mulai mengepal dan siap mendarat mulus di muka namja itu. Ada anak yang berteriak, menutup mukanya, dan ada pula yang tersenyum licik. Dan kelas makin ricuh.

“Park So Hyeon! Hentikan! Sampai kapan kau akan begitu terus?” kata seorang namja yang sedang berjalan mendekati kerumunan itu. Dan semua orang pun terperanjat atas kedatangannya itu.

“Huh! Kau lagi-kau lagi! Aku muak melihatmu dasar namja jelek!” kata gadis itu sambil menurunkan tangannya dan melepaskan genggamannya.

“Berhentilah menyiksa orang dengan cara seperti itu!” kata namja berambut hitam itu.

“Ya Choi Minho~ Kau kan sudah 2 tahun denganku apa kau tak muak jika jadi aku yang setiap hari terkena ocehanmu yang basi itu?” kata gadis yang menjadi pusat perhatian itu sambil menutup kupingnya tanda ia sudah muak mendengar ocehan namja itu. Anak-anak tertawa atas tingkah gadis itu sedang adapula yang cemberut karena namja pujaan hatinya diremehkan. Bukan membuat tenang kelas hal ini malah membuat kelas semakin riuh.

“So Hyeon… Kau dipanggil Lee seonsaeng, katanya kita harus segera ke ruang guru.” kata Im Yoora sambil berlari ke dalam kelas. Entah kapan ia keluar kelas, hanya ia yang tau.

Ne. Bersyukurlah karna kau selamat kali ini.”kata gadis yang bernama Park So Hyeon itu sambil mengacungkan jarinya ke hadapan namja tampan tadi seraya berlalu.

 

Di ruang guru

“Apa kalian tak kasian pada teman kalian?” kata Lee seonsaeng kepada kedua yeoja manis yang sedang duduk di hadapanya itu. Yeoja yang berambut pendek bergelombang duduk diam, sedang gadis yang berambut panjang yang semula terkucir rapi kini tergerai dengan indahnya sedang memainkan rambutnya.

“Untuk apa saya mengasihani mereka seonsaeng? Toh mereka yang meminjam uang padaku.”kata So Hyeon santai.

“Ya setidaknya kau kan bisa meminjamkan uang tanpa harus memberi bunga..”

kata Lee dengan bijak.

“Kalau meminjamkan tanpa bunga, takkan ada bank pak. Enak sekali mereka, mereka akan membayar dengan seenaknya.”katanya tak kalah santai sambil memainkan poni lurus hitamnya.

“Huh. Kalian ini! Kalian mau jadi apa nanti kalau begini terus? Semua guru melaporkan tindakan kalian yang diluar kontrol itu!” bentak Lee seonsaeng yang kini emosinya terpantik akibat penuturan gadis cantik itu.

“Saya mau menjadi direktur perusahan kreditor terbesar didunia pak, saya akan memajukan ekonomi asia, khususnya korea selatan pak..”kata Se Hyeon berapi-api.

“Hah? Lalu bagaimana denganmu Yoora?”

“Saya akan menjadi asisten Park So Hyeon pak..”kata Yoora santai

Lee seonsaeng hanya bisa terkesiap mendengar siswa nakalnya memiliki cita-cita yang amatlah tinggi dan mereka sekarang amatlah santai.

“Permisi pak,  hari sudah mulai siang alangkah amat berharganya pelajaran untuk kami calon orang ter-berpengaruh di dunia bukan? Permisi pak.”kata Park So Hyeon dengan santai sambil manarik Im Yoora keluar ruangan.

Lagi-lagi Lee seonsaeng hanya bisa diam melihat mereka berlalu dan kini telah tergantikan oleh punggung pintu.

“Oh, dunia jaman sekarang makin gila saja!”kata Lee seonsaeng sambil memegangi kepalanya.

###

Jam tanda berakhirnya sekolah berdentang dan mulai menggema, disambut dengan teriakan bahagia para siswa. Siswa-siswapun berhambur pulang ke rumah. Tak seperti yang lainnya seorang namja tampan sedang membereskan buku-bukunya dan tak terlalu menyukai pulang tergesa-gesa.

“Ketua~Aku pulang duluan..”kata seorang namja sambil tersenyum renyah kepadanya.

Ia pun membalasnya dengan sebuah senyum yang sangat menawan.

Ia melangkah keluar kelas setelah ia selesai membereskan buku-bukunya.

Pandangan kagum para yeoja selalu lekat padanya, siapa yeoja yang tidak terpesona dengannya? Ia tinggi, tampan, pintar dan sangat cool dan pasti bisa dipastikan idamaan para yeoja. Namja itu terus berjalan hingga ia sampai di sebuah halte untuk menaikki bis tujuan permukiman padat penduduk itu. Tak lama ia menunggu iapun mendapatkan bis yang ia tunggu. Ya tak seperti siswa lain yang mulai membawa kendaraan pribadi namja itu masih saja setia dengan bis kesayangannya itu.

Ia turun dari bis dan kembali lagi berjalan jauh menuju gang sempit yang mungkin mobil saja takkan bisa masuk. Ia terhenti di sebuah rumah kecil amat sederhana. Ia melepas sepatu tuanya dan memasukannya ke dalam rak sepatu yang sudah berkarat dimakan usia, dan kini ia membuka pintu itu dan masuk dengan hati-hati.

“Minho pulang eomma..”katanya.

Oppa!” teriak seorang yeoja berambut sebahu dan berlari ke arah Minho.

Waeyo? Sulli? Ada apa?”tanya Minho penasaran melihat raut wajah yeodongsaengnya yang pucat pasi.

Eomma! Eomma oppa! Ia demam tinggi!” kata sulli sambil menunjuk ke arah kamar, yang mungkin kamar eomma mereka.

Nde?” kata Minho dan bergegas menuju kamar itu disusul Sulli.

Eomma? Gwencanayo eomma?” tanya Minho yang langsung berlutut di lantai melihat eommanya tergeletak di kasur yang tergelar dilantai.

Ne, eomma gwencana..”

Jinca?  Suhu tubuh eomma tinggi sekali eomma..” katanya sambil menempelkan punggung tangannya ke dahi sang ibunda.

“Hanya obat ibu habis, ibu tidak apa-apa….”

“Obatnya habis eomma? Kenapa tak bilang padaku? Aku kan bisa mengusahakan membelinya eomma..”kata Minho santun sambil memegang pundak ibunya itu.

“Ibu tak mau menyusahkanmu, setelah appamu meninggal kau juga harus bekerja sambil sekolah, ibu tak tega padamu nak.. Uhukk..Uhuk.. Lagi pula obatnya kan sangat mahal sama seperti uang bulanan kita sebulan..”kata seorang wanita setengah baya itu sambil mencoba duduk.

Eomma, tiduran saja…”kata Sulli sambil berusaha menahan air matanya.

“Maafkan ibu ya Sulli kau harus ikut menderita…”katanya sambil mengusap puncak kepala si bungsu kesayangannya itu, agar ia berhenti menangis.

Eomma ini bukan salah eomma..”kata Sulli sambil menggenggam tangan eommanya dan memeluknya erat –erat. Suasana di kamar itu amat mengharukan. Melihat adiknya menangis dan ibunya bersedih, hati Minho teriris. Ia hanya bisa merenungi nasibnya dan hanya bisa pasrah.

“Ah..Seharusnya aku bisa mendapatkan uang secepatnya..Tapi bagaimana caranya?”batin Minho sambil berusaha menahan dada sesaknya..

***

Siang itu begitu terik, bahkan kini jalanan yang biasanya ramai tak menunjukan kebiasanya. Jalan-jalan amat lengang. Namun kini jalanan itu terhiasi oleh desah seorang  yeoja yang sedang berlari. Yeoja itu terhenti di sebuah rumah besar, ia membuka gerbang itu dan terus berlari. Kini ia terhenti kembali sambil tersenyum sumringah dan memandangi sebuah bingkisan berwarna biru muda yang kini ia bawa.

Halmeoni aku pulang~”teriak seorang  yeoja dengan balutan kaus kasual dengan sebuah celana tiga perempat yang amat dapat menonjolkan indah tubuhnya. Ia menutup pintu rumahnya yang amat besar. Tak ada jawaban.

Halmeoni?”

Masih tak ada jawaban.

“Nek? Nenek?”

Nihil sama seperti yang tadi.

“Nek coba lihat aku bawa sesuatu untuk nenek..” katanya dengan nada meledek.

Tapi sama saja hasilnya nihil.

Ia berjalan menyelusuri ruang-ruang dirumahnya yang amat megah itu. Mencari keberadaan neneknya tercinta yang baru sekitar 4 tahun yang lalu mereka tinggal bersama.

“Kok tumben sepi begini.”katanya sambil mengerutkan kening tanda ia sedang berpikir keras.

“Apa jangan-jangan…Ah  jangan sembarangan masak  ada hantu masuk sih? Parno ah!” katanya menjawab tanya dalam benaknya itu. Tanya makin menjadi karna ia samasekali tidak mendapatkan sesosok orang penting baginya itu.

Halmeoni~ Iddeoya?” katanya sambil menengak-nengokkan kepala mencari setiap celah kemungkinan yang ada.

Ia kembali berjalan dengan seksama sama seperti yang ia lakukan jika ia kehilangan uang barang 1 won pun. Sampailah ia di ruang tengah yang tepat ditengahnya ada tangga besar berdiam. Ia mendengar suara isakan tangis. Ia kembali berjalan lebih sangat hati-hati, walau sebenarnya hatinya amat penasaran.  Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Tanya makin lebih menjadi, firasat buruk menggelayuti akal nuraninya.  Semoga aku hanya ketakutanku saja!

 

“Bi? Ada apa?”tanya sambil memegangi pundak pembantunya yang sedang duduk membelakangi gadis cantik nan manis itu.

“Nyonya, noona…” kata pembantu itu sambil terisak tanpa menghadapkan wajahnya.

“Iya? Ada apa?”kata yeoja itu sambil mempererat genggemannya pada pundak wanita setengah baya yang sedang terisak itu.

Halmeoni, halmeoni meninggal noona!” tangisnya meledak seketika.

Dan yeoja itu hanya merosot dan bersimpuh setelah mengetahui orang yang tengah terkapar dengan pendarahan di dahi itu adalah neneknya tercinta. Bingkisan yang ia bawapun terjun bebas dari cengkramannya. Ia menunduk dan hanya bisa menatap lesu jasad nenek kesayangan dan keluarga satu-satunya itu.

 

“Aku bawa ini untuk hadiah ulang tahun nenek…”

 

***

Annyeong chingudeul ^^

Ini ff abalku yang saya coba kirimkan, apabila berhasil diterbitkan saya ucapkan banyak terima kasih atas kesempatan yang diberikan, saya jadi bisa menunjukan hasil kreasi saya yang mungkin idenya terlalu picisan. Ff ini terinspirasi dari sebuah komik yang saya sendiri lupa judulnya hehehe ^^

Seperti biasa saya mohon komentar dan saran chingu supaya ff saya dapat memuaskan chingudeul . GOMAWO

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

42 thoughts on “My Millionare Girl – Part 1”

  1. bagus kq chingu,unik karakter yeojanya…bahasany jg enak dbaca.
    Tp itu ada yg ga konsisten.ada yg pake eomma,ada yg pake ibu.
    Dtunggu y part2 nya

  2. Omigooosshh….. Nyesek banget terakhirnyaaa T_T
    Buat ulang tahun pula….
    Itu si sohyeon kan? Ckck
    Terus minho nyari uang….. Jangan bilang ntar minjem sohyeon… Waduuu-_-
    Lanjuuuuutt!!

    1. iya…mari menangis bersama chingu…
      Iya,,walaupun keras, tapi So Hyeon masih cinta keluarga kok,,,
      hhehehehe.. tunggu ya chingu ^^
      Gomawo chingu sudah baca ff abal saya…

  3. Kkya kkya kkya kkya..minhoo..cakep” miskin,xDD..
    Unik..aq suka :D..
    Member shinee yang laen blum muncul yah??munculnya kapan nih??wkwkwk

    Aq tgu next part.a,, 🙂
    jangan lama” yah..

  4. Leader yg di pamitin minho pasti yayang ku wehehehe…seru ni kyk nya minho minjem duit ma tu cewe mata duitan?? Sotoy *di cekek author*

    1. hehhee… salah chingu.. shinee member yang lain belum keluar dari peraduannya *ceiliee
      heheh onew keluar kok… tapi di part 2 kayaknya belum chingu…
      ditunggu ya…
      gomawo ^^

    1. hehhe iya nih..
      kasian minho..sebelum si So Hyeon yang minjemin…

      hehhe, saya belum dapat karakter untuk suzy..
      hehhe..tapi nanti kalau punya bakal saya kirim..
      gomawo

  5. huwaaa ampun tuh bocah .. kecil2 dah jadi rentenir.. ckckckck
    kasian minhoo…
    itu nyesek bgt .. udah di beliin hadiah .. tapi hadiahnya ngak sampai ke neneknya .. huwaaa ayo lanjutannya di tunggu ….

  6. Wahh si Hyoen ternyata rentenir,,, ckckckc!
    Itu si Yoora gx add cita-cita yg lebih baik apa,, pengen jadi asisten Hyoen… hehehe
    Kayaknya bakalan seru,, ditunggu lanjutanya,,

  7. Baguss kok cerita na .. Hehee

    Minho bakalan minjem uang so hyeon ?? Bgaimana jadii na yahh ?? Hahaha
    Penasarann ..

    Tp part ini kyk na kurang panjang yahh .. Hehehe

  8. minho jdi orng susah…aduh ga ada tampang sma sx buat jd orng susah…minho tar pst pinjem duit sma so hyeon…and dr situlah ksh cnta mrka dimulai…*reader sok tau bngt

  9. Iihh..
    Poor minho, minho oppa jadi model aja, kan ganteng tuh, ntar aq jadi managernya, uangnya kita bagi 30-70 juga mw kok..*plaaakk..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s