Loving You – Part 3

Tittle                : Loving You

Author             : Dewi_MVP

Main cast        : Lee Jinki, Seohyun, Kibum (Key)

Support cast    : Han Seung Yeon, Park Gyuri, Lee Taemin

Length             : 2. 931

Genre              : Romance

Rating              : PG-14

 “leukimianya sudah hampir mencapai stadium 3 , hanya kemoterapi dan obat-obatan yang setidaknya bisa mengundur waktu. .waktu kematiannya” Ucap Kibum sedih.

Dengan geram Jinki menarik Kibum keluar dari restoran Jepang. Dibawanya Kibum ke belakang restoran itu. Ditinjunya Kibum, lalu menarik kerah bajunya.

“kau. .apa yang kau lakukan ? hah ? Seohyun kondisinya seperti itu kenapa kau malah ingin meninggalkannya dan menikah dengan orang lain ?” teriak Jinki dengan nada marah. Dia benar-benar kecewa pada Kibum.

Kibum hanya bisa menunduk “pukul aku Jinki-sshi, pukul aku hingga mati”

BUK ! Jinki meninju pipi Kibum lagi hingga dia terjatuh ke tanah. Kibum menyeka bibirnya yang mengeluarkan darah. Dia menunduk dan menghela nafas.

“kartu kreditku di blokir, aku juga dikeluarkan dari perusahaan milik appaku, aku mencoba melamar ke perusahaan lain tapi mereka tidak mau menerimaku. aku yakin itu semua adalah ulah ummaku. Tabungan Seohyun dan ummanya tidak cukup untuk membeli obat-obatan, biaya rumah sakit dan kemoterapi. Sedangkan uangku semakin menipis tidak cukup untuk itu Jadi ummaku berjanji akan membayar semua biaya pengobatan Seohyun dengan jaminan aku harus mau dijodohkan dengan Seung Yeon, anak dari rekan kerja perusahaan appaku”

Jinki terkejut dengan penjelasan Kibum. Lalu dia mendekati Kibum dan duduk di sebelah Kibum yang masih menunduk.

“hanya itu yang bisa aku lakukan, aku ingin Seohyun bisa hidup lebih lama dengan bantuan rumah sakit” suara Kibum bergetar menahan tangis. Tapi akhirnya dia menangis juga. Jinki jadi tidak tega, di tepuk-tepuknya punggung Kibum untuk menenangkannya.

“aku berjanji, aku akan menjaga Seohyun dengan baik. Aku berjanji padamu Kibum-sshi”.

***

Seohyun baru saja bangun dari tidurnya, bagian persendiannya nya terasa nyeri. Dia ingin duduk, tapi ummanya sedang keluar. Dia pun mencoba duduk dengan susah payah, akhir-akhir ini dia merasa kondisinya sedang tidak baik. Tubuhnya lemah. Yang dia lakukan hanya tiduran di ranjang pasien. Kalaupun keluar, itupun hanya untuk duduk-duduk di taman rumah sakit.

Dari dulu, dia sudah tahu penyakit yang dideritanya. LEUKIMIA. .penyakit yang membunuh ayahnya. Dan sekarang penyakit itu sudah menurun ke tubuhnya. Seohyun sering pingsan dan mengeluarkan darah di hidungnya saat bekerja, dan mulai saat itulah dokter memberitahunya penyakit itu. Pantas saja dia sering sakit, mungkin itu salah satu efek penyakit ini, pikirnya. Tidak ada yang tahu kecuali Gyuri, sahabatnya yang juga bekerja di cafe. Ummanya pun tidak diberitahukannya, karena dia takut umma akan khawatir.

“kenapa persendianku nyeri sekali ?”

Dreet. . .

Pintu kamar terbuka, kepala Kibum melongok ke dalam. Walaupun sempat terkejut, Seohyun lalu tersenyum setelah melihat siapa yang datang.

“Seohyun” kata Kibum dan membalas senyum Seohyun. Diberikannya sebuket mawar putih pada Seohyun. Mawar putih, bunga kesukaan Seohyun.

“Gomawo” Seohyun menerimanya dengan senang.

“bagaimana keadaanmu ?”

“seperti yang kau lihat”

Lalu Seohyun melirik namja yang berdiri di belakang Kibum.

“temanmu?” tanya Seohyun sambil mengerutkan kening.

“oh, eh ini Jinki-sshi. Dia yang membawamu ke rumah sakit saat kau pingsan”

Kibum menarik tangan Jinki agar berdiri di sampingnya. Jinki membungkukkan badan dan tersenyum ramah pada Seohyun. Jinki sangat senang bisa melihat Seohyun lagi, tersenyum sama seperti saat pertama kali dia melihatnya di depan toko gaun.

“Gomawo Jinki-sshi”

“Cheonma” Jinki mengangguk.

Tiba-tiba daerah punggung terasa nyeri lagi.

“aww” Seohyun rifleks berteriak menahan sakit. Kali ini nyerinya lebih parah daripada tadi. Kibum dan Jinki sontak kaget.

“kenapa ?” Kibum panik.

“ti. .tidak apa-apa, hanya saja bagian tulang punggung dan persendianku terasa sakit” jawab Seohyun.

Kibum jadi teringat appa Seohyun, dulu dia juga sering merasa nyeri di bagian tulang dan persendian. Belum lagi appa Seohyun sering pingsan dan terlihat lemah. Kibum tidak tau lagi apa yang terjadi saat ada kabar kalau ajusshi yang sering dipanggilnya ajusshi Jay itu dibawa ke rumah sakit. Tidak lama setelah itu orangtuanya pergi melayat ke rumah ajusshi Jay.

Dan sekarang sakit itu menimpa anaknya, Seohyun yeojachingu nya. Kibum hampir saja menangis melihat penderitaan Seohyun kalau saja Jinki tidak menepuk punggungnya untuk menenangkan.

Kibum duduk di dekat Seohyun, dipegangnya erat tangan kanan Seohyun.

“akhir-akhir ini aku akan selalu bersamamu, aku janji padamu”

“teruslah bersamaku di saat apapun sampai aku mati” kata Seohyun sambil tersenyum dan mengangguk.

Kibum hanya menatapnya dengan mata berkaca. Sedangkan Jinki tidak bisa menyembunyikan perasaan ibanya, dia menunduk. Tidak lama kemudian handphone Kibum berdering. Dia terlihat terkejut saat tahu siapa yang menelpon. Dia permisi keluar kamar.

“Yeoboseyo”

“Kibum. . .”terdengar suara Ny Kim di telepon.

“umma. .” katanya memotong pembicaraan ummanya.

“berikan aku waktu 3 minggu, jika waktuku sudah habis aku berjanji akan melupakan Seohyun”

Diam.

“aku berjanji, berikan waktu aku 3 minggu untuk menemani Seohyun disini”

Setidaknya aku ingin bersamanya dulu. Jika hidup Seohyun tidak akan lama lagi, aku berharap nanti aku tidak akan menyesali ini. Ini sudah keputusanku, pikirnya.

Terdengar helaan nafas berat dari Ny. Kim di telepon.

“baiklah kalau itu maumu”

“tolong jangan pedulikan aku untuk sementara ini, aku akan menepati janji” Kibum bersungguh-sungguh.

Telepon mati.

Kibum menhela nafas panjang. Dia teringat lagi harapan Seohyun di hari ulang tahunnya “Aku berharap bisa terus seperti ini denganmu, bersamamu, selamanya !”

 “kita akan selalu bersama, selamanya Seohyun”

Lalu dengan langkah lesu dia kembali ke kamar inap Seohyun. Dibukanya pintu kamar itu perlahan. Dia melihat Jinki dan Seohyun sedang bercanda. Mereka cepat sekali akrab, pikirnya. Tidak mau mengganggu mereka, Kibum tidak jadi masuk dan menutup pintu. Dia berjalan ke luar rumah sakit.

Sedangkan Jinki, dia sangat merasa senang bisa berbincang dengan Seohyun. Awalnya setelah ditinggal Kibum dia memang agak sedikit kaku berbicara dengan Seohyun. Hanya berkata “hai” “bagaimana kedaanmu sekarang ?”persendianmu masih terasa nyeri?”. Dan tidak bisa berhenti senyum.
“kau lebih tua dariku ?” Seohyun tidak percaya.

“ya, aku lebih tua darimu. Seharusnya kau panggil aku oppa”

“oppa ? wajahmu lebih muda dari usiamu” Seohyun tertawa.

“ya, semua orang juga bilang seperti itu. Hehehe. .hey ! kau tidak sopan, panggil aku oppa !”

“iya oppa ! Jinki oppa”

Jinki tersenyum senang. Dia benar-benar suka Seohyun, sangat suka. Jinki merogoh saku jeansnya, dan mengeluarkan gantungan HP berbentuk ayam kecil berwarna kuning emas.

“mana handphonemu ?”

Seohyun mengambil handphonenya dari laci di sebelah tempat tidurnya, dan diserahkannya pada Jinki.

“kau tau apa maksudnya ini ?” tanya Jinki.

Seohyun menggeleng.

“aku sangat suka makan ayam, ayam goreng, ayam asap, ayam panggang. Untuk saat ini, aku menyukaimu seperti aku menyukai ayam. Maka aku akan selalu menjagamu”

“kau. . .kata-katamu aneh, hahahahaah” Seohyun tertawa lepas.

“dari dulu aku memang tidak bisa membuat kata-kata yang indah” Jinki garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Gomawo, aku suka hadiahmu”

Seohyun POV’s

Aku lelah terus-terusan berada disini. Hanya berbaring di kamar, dan sesekali berjalan ke taman rumah sakit. Sudah sangat parah kah leukemia ku ini ?. umma bilang hari ini aku akan di kemoterapi. Buat apa kemoterapi ? penyakitku tidak akan sembuh, aku tahu tidak lama lagi aku akan pergi. Ku dengar seseorang membuka pintu kamar inapku. Kibum melongokkan kepalanya ke dalam dan tersenyum, itu memang sudah menjadi kebiasaannya jika dia menjengukku. Dia sangat lucu, sangat menghiburku. Aku membalas senyumannya.

“Ny. Kibum apakah rasa kantukmu sudah hilang ?” kata Kibum sambil berjalan ke arahku.

Aku tertawa malu.

“apa aku sempat menjadi Ny. Kibum ?”

Mendengar kata-kataku tadi wajah ceria Kibum langsung berubah. Dia mengalihkan pandangannya ke penjuru ruangan kamar.

Apa yang telah aku lakukan ? aish aku bodoh !.

“emm . .ma. .maksudku siapa tahu kan aku nanti jadi Ny. Jinki ?”

“kau semakin akrab dengan Jinki hyung sekarang, itu bagus” Key tersenyum.

“dia orang yang baik, dan sikapnya yang bersahabat membuatku nyaman”

“syukurlah kalau begitu, hari ini kau akan dikemoterapi kan ?” kata Key dan duduk di pinggiran kasurku.

“aku lelah”

“Mwo ?”

“aku lelah terus-terusan berada disini, kemoterapi, obat-obatan yang ku minum. Aku lelah dengan semua itu”

Kulihat mata Kibum menatapku iba. Sepertinya dia mengerti perasaanku sekarang. Kibum mendekat dan memelukku.

“sabarlah. .ini hanya sebentar. Aku akan selalu disini, bersamamu”

Ucapan Key membuatku merasa nyaman. Dia mengusap pelan rambutku dan mencium punggung kepalaku.

“Gamsahamnida. .gamsahamnida Kibum oppa”

Tanpa ku sadari butiran bening mengalir di pipiku.

Tok. .Tok. .Kreeet.

Pintu kamar terbuka, Kibum segara melepaskan pelukannya. Seorang suster bertubuh tinggi masuk ke kamar inapku.

“Seohyun-sshi, saatnya untuk kemoterapi”

***

Aku tidak percaya ini. Apakah semua ini benar ?. tidak ! semua ini pasti bohong, tapi pesan yang baru masuk di handphone Kibum adalah pesan dari ummanya. Ya, handphone Kibum sekarang berada di tanganku. Kibum tidak sengaja meninggalkan handphonenya di kursi taman rumah sakit tempat aku duduk sekarang. Dia mengajakku keluar karena hawa musim semi sangat hangat membuat salju-salju yang menutupi daun-daun pohon mulai mencair. Dan sekarang dia sedang pergi untuk membeli beberapa cemilan sehat di kantin rumah sakit.

Kutatap lagi benda mati itu, ku baca lagi isi pesan yang sudah berulang-ulang ku baca.

bayarlah tagihan rumah sakit seohyun, uangnya sudah umma transfer ke kartu ATM mu. Sisa tagihan akan dibayar setelah dia keluar. Dan jangan lupakan Han Seung Yeon, umma sudah mengatur pertemuanmu lagi dengannya. Ingat ! umma bayar tagihan rumah sakit wanita itu dan kau harus menikah dengan Seung Yeon. Arra ?”

Tanganku bergetar. Tidak ! tidak ! ini pasti bohong. Kibum. . .

“Chagya ! ini ada beberapa cemilan. Makanlah” kata Kibum sambil duduk di sebelahku.

Aku menatapnya nanar, aku sungguh tidak mengerti kenapa dia bisa melakukan hal ini padaku.

“wae ?” Kibum menatap balik mataku dengan ekspresi bingung.

“bisa kau jelaskan apa maksud dari semua ini ?” kataku datar sambil menyodorkan handphonenya. Kulihat Kibum terkejut. Dia menatapku, lalu mengedarkan pandangannya ke berbagai arah seperti orang linglung yang tidak tahu harus berbicara apa lalu menatapku lagi. Aku masih menunggu penjelasannya.

“ini semua bohongkan ? kau tidak mungkin akan meninggalkan ku kan” kataku sambil tersenyum.

Jantungku berdegup kencang menunggu kata-kata yang akan keluar dari mulutnya. Bilang ini hanya suatu kebohongan, bilang ini hanya gurauan yang sering kau lakukan. Bilang itu hanya sebuah kekonyolan.

Kibum menghela nafas semakin membuatku merasa tidak enak hati.

“itu benar Seohyun” katanya lesu.

DEG ! seperti ada seribu panah menyerbu jantungku. Aku mematung tanpa tahu harus berbuat apa.

“tolong jelaskan ! jelaskan apa yang sudah terjadi !” aku membentaknya.

“aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi. Aku benar-benar ingin melihatmu lebih lama. Melihat senyummu, mendengar tawamu. Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi hingga aku harus menyetujui perjodohan ini. Maafkan aku Seohyun, maafkan aku” kata Kibum sambil menunduk.

“kau orang terjahat yang pernah ku temui !” aku tidak bisa memendam kekecewaanku.

Kibum memelukku erat. Aku mencoba melepaskan diri tapi dia tetap menahanku, aku sendiri juga tidak bisa menahan airmataku. Aku sungguh kecewa ! aku benci ! aku marah !.

“aku hanya mencintaimu Seohyun, percayalah padaku”

Aku berhenti berontak dan mulai menangis. Menangisi diri yang menyedihkan ini. Kibum melepaskan pelukkannya dan menatapku. Tapi pandanganku mulai mengabur.

“Seohyun. .Seohyun. .gwenchana ?” Kibum memanggilku dan menggerak-gerakan badanku. Tapi pandanganku semakin kabur. GELAP.

***

“memang seperti ini. Dalam stadium ini keadaannya akan semakin melemah. Daya tahan tubuhnya juga akan berangsur-angsur menghilang sehingga dia akan sering terserang penyakit. Obat-obatan dan kemoterapi sangat penting untuk keadaan seperti ini”

Sayup-sayup aku mendengar suara seorang namja. Mungkin suara itu adalah suara dokter yang sudah merawatku selama 2 minggu ini karena dia bisa menjelaskan keadaanku sekarang secara mendetail. Kucoba perlahan untuk membuka mata. Terlihat sosok Jinki, umma dan dokter Yesung di samping tempat tidurku.  Dengan wajah polos Jinki menatap dan mendekatiku.

“Seohyun, gwenchana ?”

Aku tersenyum dan menggeleng mengisyaratkan kalau aku baik-baik saja. Selama beberapa hari ini Jinki selalu di dekatku. Setiap hari dia selalu menyempatkan diri untuk datang menjengukku. Tapi Kibum hanya sesekali kesini, padahal aku merindukkannya. Tapi saat dia datang, dia hanya membuat luka di hatiku. Benarkah ? dia akan menikah dengan orang lain dan melupakanku ?. dimana dia sekarang ? aku ingin memastikan sekali lagi bahwa apa yang dikatakannya hanya suatu kebohongan.

Aku memandang ke sekitar, hanya dokter yesung, Jinki dan umma, tidak ada Kibum. Tidak ada. Kemana dia ?.

“Kibum pamit pulang, ada hal yang harus dia lakukan.” Jinki menatapku, seolah tahu apa yang sedang ku pikirkan.

“baguslah kalau kau sudah sadar, jaga kondisimu, teratur minum obat, dan jalani kemoterapi dengan baik” kata dokter Yesung lalu pergi ke luar kamar inapku.

Aku menghela nafas, dan menatap ruangan ini. Ruang inapku. Aku menatap ibuku.

“umma. . .”

“emm ?”

“bisa aku bicara dengan Jinki sebentar ?”

Umma menatap Jinki dengan tatapan heran, lalu tersenyum padaku

“baiklah”. Kulihat punggung ummaku yang membuka pintu kamar dan keluar. Dan hanya ada aku dan Jinki sekarang disini.

“apa yang ingin kau bicarakan ?” tanya Jinki.

Aku menatap selimutku dengan pandangan kosong.

“apakah kau tahu sesuatu mengenai Kibum ?” tanyaku.

Aku tidak tau ekspresi Jinki saat ini, karna aku takut menatap matanya. Jinki benar-benar orang yang baik dan pengertian, mungkin dia akan tahu kepedihan di dalam hatiku jika aku menatap matanya.

“Benarkah ? pembayaran rumah sakit benar-benar Ny. Kim yang menanggung dan Kibum melunasinya dengan menikahi gadis pilihan orangtuanya ?” lanjutku.

DIAM. Jinki tidak menjawab pertanyaanku.

“itu kebohongan kan ? Kibum tidak mungkin melakukan hal itu kan ?”

Lagi lagi namja itu hanya diam, semakin membuatku tidak bisa menutupi kegalauan hatiku. Dapat kurasakan mata ku mulai mengabur di tutupi buliran bening yang mungkin sebentar lagi akan membasahi pipiku.

“tatap aku” ucap Jinki datar.

Aku menunduk. Tidak. Aku tidak akan menatap dia. Tapi aku merasa dia sedang menatapku sekarang.

“bagaimana jika semua benar ?”

Kata-kata Jinki tadi benar-benar membuatku seperti orang linglung. Benarkah ?

“Kibum akan menikah dengan orang lain”

Buliran bening satu persatu jatuh dari pelupuk mata dan membasahi pipiku. Aku menelan ludah dan menghapus airmata di pipiku lalu menatap Jinki.

“kau bohong !”

“jika perkataanku tadi membuatmu tidak percaya padaku, maka akan ku tarik kembali. Anggap saja aku hanya bercanda” tidak ada ekspresi sama sekali di nada suara Jinki, wajahnya juga serius. Tidak seperti biasanya.

“maafkan aku, maafkan aku yang merahasiakan semua ini padamu” katanya sambil menunduk.

Aku menggigiti bibir bagian bawahku, itu adalah kebiasaanku jika aku merasa sakit hati.

“kemarin aku secara tidak sengaja membaca pesan dari Ny. Kim, umma Kibum. Dia bilang akan melunasi semua biaya rumah sakit sampai aku keluar dari sini. Dan Kibum harus menepati janjinya untuk menikahi Han Seung yeon”

Jinki hanya diam sambil menatapku. Aku menunduk, dan menatap lantai dengan tatapan kosong.

“Kibum tidak mungkin melakukan hal itu padaku kan ? ini pasti hanya candaan. Kibum tidak akan pernah menikah dengan alasan untuk bisnis, karena pernikahan bukanlah suatu permainan. Dia juga bilang padaku, dia hanya ingin menikah dengan wanita yang benar-benar dia sayangi. Ini pasti hanya kesalahan ! ini hanya mimpi benar kan ? aku hanya bermimpi”

Dengan panik ku acak-acak rambutku, pikiranku kacau.

“aku hanya bermimimpi, benar ! aku hanya bermimpi !”

Suarakku semakin meninggi, aku benci ! ku acak-acak lagi rambutku.

“tenanglah Seohyun !”

Tangan Jinki memelukku. Erat namun menenangkan. Aku mengatur nafasku yang tidak stabil.

“tenanglah atur emosimu” suara Jinki benar-benar bisa menenangkanku. Kulihat tanganku, penuh rambut disana. Rambutku !.sesuatu yang hangat mengalir dari hidungku. Cairan kental merah itu pasti keluar lagi. Buliran-buliran bening mulai membasahi pipiku. Aku menangis sesenggukan di pelukan Jinki. Apa yang harus aku lakukan ? apa ?

Kibum POV’s

Aku berjalan dengan gontai menuju restoran terkenal di Seoul. Meninggalkan Seohyun saat dia tidak sadar membuat hatiku tidak karuan. Tapi aku tidak akan mungkin tetap bertahan disana dan meninggalkan Han Seung Yeon sendirian menungguku disini. Dia terlalu baik untuk diperlakukan buruk seperti itu. Ya, aku sudah bertemu dengannya beberapa kali ini. Ku pikir dia hanyalah seorang gadis metropolitan yang angkuh dan sombong, tapi semua tidak seperti yang kubayangkan. Pertemuan kami pertama kali adalah di taman, dia yang menginginkan itu. Dia lembut, ceria, dan baik sangat jauh sekali dari yang ada dipikiranku tentangnya. Dan tentu saja dia cantik. Setiap kali bertemu dengannya dia selalu cantik.
“Mianhae nunna aku terlambat”

Dia hanya tersenyum dan mempersilakan aku untuk duduk di kursi yang berhadapan dengannya. Di depanku, makanan-makanan mewah sudah tertata.

“Gwenchana, mungkin kau sibuk aku bisa mengerti” ucapnya, lalu tersenyum lagi.

Seung Yeon sangat ramah persis seperti Jinki hyung, pikirku.

“emm. .apa yang terjadi hari ini” Seung Yeon menatapku bingung.

“Oh. .hah ?” aku kaget, aku jadi merasa bersalah dihadapannya aku malah melamun.

“kenapa denganmu ? kau terlihat sedang tidak baik ” tanyanya khawatir.

“ah, Gwenchana Nuuna. Aku baik-baik saja”

“emm. .baiklah kalau begitu. Ayo makan” katanya sambil tersenyum padaku. Senyuman yang membuatku nyaman didekatnya.

“bagaimana menurutmu ?”

“hah ? apa ?” aku tampak linglung.

“rencana kedua orangtua kita, pertunangan. Apakah kau setuju  pertunangannya diadakan minggu depan ?”

Aku tersenyum “terserah padamu Nuuna”

“bagaimana bisa terserah padaku ? ini menyangkut kehidupan kita berdua”

“aku menurut apa katamu nuuna” aku tersenyum lalu menggigit steakku.

“apa kau suka padaku ?” ucap Seung Yeon sambil menyuap spaghetti ke mulut, saos nya sedikit menempel di bibirnya.

Aku tidak menjawab pertanyaannya tadi ku putuskan untuk mengambil tisu dan membersihkan mulutnya. Aku tahu dia memandangiku, tapi. . .entahlah apa yang harus aku lakukan.

“aku menyukaimu Kibum sshi” ucapnya lagi.

Aku hanya sok sibuk membersihkan bajuku dengan tisu, ada perasaan tidak nyaman saat dia berkata seperti itu. Mungkin karena dia merasa aku terlihat konyol dengan ulahku Seung Yeon lalu tersenyum.

“jika kamu sama sekali tidak menyukaiku, bisakah kau mencobanya ? yah setidaknya ada beberapa poin untukku. Mungkin kau akan merasa heran kenapa bisa seorang wanita berkata dan bersikap seperti ini, tapi aku memang harus mengungkapkan hatiku. Kau. .orang pertama yang membuatku jatuh cinta. Percayalah”

“sejak kapan ?”

“maksudmu ?” tanyanya bingung.

“sejak kapan kau menyukaiku, nuuna ?”

“sejak melihatmu, banyak beredar gossip kau adalah seorang namja yang sombong dan angkuh. Tapi aku bisa membuktikan pada dunia kalau kau tidak seperti itu. Itu hanyalah sebuah opini yang tidak masuk akal” katanya sambil lagi lagi tersenyum.

“tapi ada gossip tentangmu yang kupikir itu benar” Seung Yeon menaikkan alis kanannya.
“apa ?”

“kau tidak terlalu mempunyai banyak teman bukan ? teman-temanmu mungkin hanya dari kalangan atas tapi mereka tidak membuatmu nyaman”

“kau benar, darimana kau tahu itu ?” kataku sambil menyipitkan mata.

“Because I love you, you know that !”

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

9 thoughts on “Loving You – Part 3”

  1. author~~~ nyesek… huaaaaaa 😥

    ini kyknya cinta segi4 ya…

    hem ada Seung Yeon… klo misalnya endingnya key jd ma seohyun… pasti Seung Yeon ma jinki… huhuhuhu andwaeeeeeeee *reader sotoy*

  2. huwaaa… kasian seo…
    jinki jaga seo yayayaa
    kibum … aduhhh … berharap tuh cwe baik ya .. ^^
    emak lampirr !!!! dodol ah !!
    ayooo geregetan sama emaknya !!

  3. HUAAAAAAA!!! apa ini?!?!?!
    udah leukimia.. ditinggal pulaaaa… :'(((
    author.. huhuhu.. hiks.. gi… ma.. na.. *susah ngomong*
    gimana seohyun ini? kibum nekat lagi.. demi seohyun.. huhuhu..
    jinki… ayo hibur seohyun lagi..
    lanjut thor.. ayo.. ga sabar.. huhuhu.. hahahaha (?)

  4. key peran na double ya dsni…key sbg key oppanya seo…and key sbg kibum namjachingu seo…

    Nasib seo kasian bngt ya…takut sad ending nih…jngan ya author…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s