Ramalan KEYdus Nampraxious Tarchleandrus – Part 1

Title : Ramalan KEYdus Nampraxious Tarchleandrus – Part 1

Author : Lazhi & Taemra

Main Cast : Choi Eun Suk, Onew, Jinki, Key a.k.a KEYdus halmeoni

Support Cast : Choi Jinli, Choi Kyuhyun, Choi Hyera, Minho, Taemin, Minah

Length : Sequel

Genre : Mystery, Romance

Rating : General

(Author POV)

Kriiiiiiiiiiiiiing…

“Ah berisik sekali! Jinli-ah matikan alarmmu! Aku masih ngantuk!” ujar Eun Suk seraya menutup mukanya dengan bantal.

“Andwe! Eonni kau harus bangun, sekarang sudah jam 6.30. Aku tidak mau dimarahin seongsangnim lagi gara-gara telat masuk sekolah bersamamu!” balas Jinli sambil menarik bantal di muka Eun Suk.

“huh! Ne, 5 menit lagi!” ujar Eun Suk yang masih tetap memejamkan matanya.

“ANDWEEEEE! Kau harus bangun!” kata Jinli sambil menarik Eun Suk bangun dari tempat tidur dan mendorong ke kamar mandi.

15 menit kemudian di meja makan.

(Eun Suk POV)

Seperti biasa meja makan selalu ramai di pagi hari dengan suara eomma yang selalu memarahi Hyera karena tidak mau menghabiskan sarapannya, suara tangisan Yoogeun yang tidak mau berhenti, suara Kyuhyun oppa yang berisik sekali ketika bermain game di notebook kesayangannya, dan suara Jinli dan Appa ku yang sedang berdebat tentang krisis ekonomi dunia yang menjadi headline di Koran. Dan seperti biasa, aku yang hanya duduk diam sambil menghabiskan sarapanku.

“Jinli-ah, Hyera-ah ayo cepat pergi sekolah. Jangan salahkan aku kalau kalian terlambat sekolah lagi.” Kataku sambil berdiri. Jinli dan Hyera langsung mengikutiku berdiri.

“Eomma, Appa kami pergi dulu ya!” pamit aku, Jinli dan Hyera berbarengan.

“Ne, hati-hati di jalan ya” kata eomma.

Aku, Jinli dan Hyera selalu berangkat sekolah bersama. Kebetulan sekolah kami sama di Seoul Internasional School. Yang membedakan, aku dan Jinli sama-sama sudah SMA, aku berada di tingkat akhir, Jinli di tingkat 2, Hyera berada di tingkat akhir SMP. Sedangkan Kyuhyun oppa kuliah di Konkuk University semester 5, dan adik terakhirku, Yoogeun baru berumur 2 tahun. Appaku bekerja sebagai pengacara, dan eomma hanya ibu rumah tangga biasa. Inilah keluargaku, keluarga Choi yang sangat ramai.

(Author POV)

Sesampainya di sekolah Eun Suk langsung menuju ke kelas XII D. terlihat kelas sudah ramai karena sebentar lagi bel akan berbunyi. Begitu Eun Suk duduk di tempat duduknya, Eun Suk langsung disapa  Minah, sahabatnya.

“Pagi Eun Suk-ah…” sapa Minah

“Oh, pagi Minah-ah…” balas Eun Suk.

“Kau sudah belajar matematika untuk ulangan nanti?” Tanya Minah

“Sudah tapi hanya sedikit, karena banyak materi yang tidak aku mengerti. Bagaimana denganmu?” kata eun Suk

“Hhhh… aku sama sepertimu Eun Suk-ah.” Balas Minah dengan wajah agak muram.

“Semoga saja nanti ada keajaiban hingga kita bisa mengerjakan soal ulangan uang diberikan Park Seongsangnim. Minah-ah HWAITING!”

“Neeeee, HWAITING!”

WOWOW….WOWOW…. bel sekolah pun berbunyi.

***

(Eun Suk POV)

Ah…akhirnya istirahat pun tiba, aku yang sudah tidak tahan di kelas dengan soal-soal ulangan yang diberikan Park seongsangnim langsung menuju kantin dengan Minah. Soal-soalnya sangat sulit, aku hanya bisa pasrah berharap hasil ulanganku tidak mendapat nilai 0.

“Kau mau makan apa Minah?” tanyaku sambil mengedarkan pandangan ke seluruh kantin, berharap ada meja kosong untukku dan Minah. Ah itu ada yang kosong. Langsung saja aku menarik tangan Minah untuk mengikutiku.

“Aku tidak mau makan ah, sudah tidak napsu makan lagi gara-gara ulangan tadi.” Jawab Minah sambil menarik kursi untuk duduk.

“Yasudah kalau begitu, aku ingin pesan makanan dulu.” Kataku sambil beranjak pergi.

Huh…seperti biasa aku harus berdesak-desakan agar bisa memesan makanan, kantin selalu ramai ketika istirahat seperti ini. Dengan kekuatanku aku berusaha mendekati ahjumma penjual bibimbap, agar bisa lebih mudah mendapatkan makanan yang aku inginkan.

“Ahjumma, aku pesan 1 bibimbap dan 1 es teh!” teriakku.

“Ne,ne,ne tunggu sebentar.” Balas ahjumma yang terlihat sangat kerepotan melayani semua murid yang ingin makan.

Aku menunggu pesanan ku datang, sambil memandang kearah meja-meja katin yang sudah penuh oleh murid-murid. Aku melihat Jinli yang sedang duduk bersama teman-temannya sambil makan dan mengobrol ria. Ah, terkadang aku sangat iri dengan Jinli. Bagaimana tidak, dia adalah murid kelas XI A yang dimana kelas itu adalah kelas dengan anak-anak terpintar, tetapi tidak cupu seperti anak-anak pintar pada umumnya. Jinli menjadi peringkat pertama di kelas itu. Selain pintar, dia juga supel dan pandai bergaul. Tak heran Jinli mempunyai banyak teman. Jinli juga sangat dikenal oleh para guru karena keaktifannya dikelas. Jinli juga memiliki banyak penggemar karena keimutan wajahnya. Sedangkan aku hanya murid kelas XII D yang berisi dengan anak berotak pas-pasan. Tidak terlalu dikenal guru. Dan aku hanya memiliki 1 sahabat saja -Minah- wajahku juga biasa-biasa saja (menurutku) tetapi Minah sering bilang bahwa aku memiliki wajah yang manis dan tidak pernah bosan untuk dilihat, tetapi aku tidak percaya dengan ucapan Minah tentang itu.

“Ini pesananmu, nak.” Kata ahjumma mengalihkan pandanganku.

“Gomawo ahjumma, ini uangnya.” Ujarku sambil mengulurkan uangku. Aku pun langsung pergi menuju tempatku. Kulihat Minah sedang melamun saja tanpa menyadari kehadiran ku.

“Ya! Kenapa kau melamun begitu!” teriakku pada Minah.

“Kau mengagetkanku saja. Hampir jantungku mau copot.” Kata Minah sambil mengelus dadanya.

“Memangnya apa yang sedang kau lamunkan sih?” tanyaku.

“Ah, aku masih memikirkan ulangan tadi, aku hanya bisa mengerjakan 3 soal dari 10 soal yang diberikan, dan aku juga tidak yakin dengan jawabanku sendiri.” Jawabnya agak murung.

“Sudahlah tenang saja Minah-ah.” Kataku sambil makan.

“Ya! Kenapa kau santai sekali? Apakah kau bisa mengerjakan soal-soal tadi?” Tanya Minah sambil melihatku heran.

“Anni, aku hanya mengerjakan 4 soal saja, kau pikir aku sepintar Jinli apa.” Jawabku santai.

“Lalu kenapa kau hanya tenang-tenang saja walaupun hanya mengerjakan 4 soal?” Tanya Minah.

“Mollayo, aku hanya ingin tidak terlalu dipikirkan saja, toh minggu depan masih ada ulangan lagi.” Jawabku tanpa berhenti makan.

“Tumben sekali kau. Biasanya kau selalu panik karena takut orangtuamu memarahimu dan membanding-bandingkanmu dengan Jinli.”

“Ah biar sajalah, aku capek panik terus.”

“Terserah kaulah. Cepatlah makannya, aku ingin ke kelas nih.”

“Kalau kau mau ke kelas duluan saja lah, nanti aku menyusul.”

“Benarkah? Kalau begitu aku duluan deh.” Kata  Minah sambil berdiri.

“Neeeeee.”

Aku melanjutkan makanku. Tanpa sengaja aku melihat ke lapangan basket dan melihat Minho anak kelas XII B. Ah, dia selalu saja main basket, apa dia tidak lapar ya? Pikirku. Ketika dia bermain basket, banyak yeoja-yeoja yang berdiri dipinggir lapangan untuk melihat Minho bermain basket. Bagaimana tidak, Minho memiliki wajah yang tampan dengan tubuh tinggi atletis. Dia juga memiliki senyuman maut yang bisa membuat yeoja-yeoja histeris karena senyumannya. Belum lagi kabarnya dia belum pernah mempunyai yeojachingu, sehingga banyak yeoja yang mendekatinya untuk menjadi yeojachingu Minho, tetapi belum ada seorangpun yang berhasil menjadi yeojachingunya termasuk Yuri, yeoja tercantik dan terpopuler di Seoul Internasional School. Padahal, kabarnya Yuri sudah pernah menyatakan perasaannya kepada Minho tetapi ditolak. Sampai sekarang belum ada yang tahu sebab mengapa Minho belum memiliki yeojachingu. Jujur saja, aku juga tertarik dengan Minho seperti yeoja lainnya. Meskipun tidak mungkin aku bisa menjadi yeojachingunya.

Karena asik melamun, aku hampir lupa dengan makanan ku. Segera ku habiskan makananku. Ketika aku sedang makan, tiba-tiba ada yang menepuk bahuku.

“Permisi, apakah aku boleh duduk disini? Meja yang lain sudah penuh soalnya dan aku lihat kau hanya sendiri saja disini.” Tanya seorang namja dengan membawa makanan dan minuman.

“Eh? N..ne..ne.. silahkan saja.” Balasku agak kaget dan sedikit gugup. Bagaimana tidak, namja itu adalah Minho, namja yang barusan aku lamunkan. Cepat sekali dia sudah sampai di kantin, perasaan tadi dia masih di lapangan.

“Kau Eun Suk kan? Choi Eun Suk anak kelas D?” Tanya minho santai.

“Ne.” Jawabku singkat karena heran mengapa dia tahu namaku.

“Ternyata kau lebih manis jika dilihat dari dekat.” Kata Minho sangat pelan, tetapi aku masih bisa mendengarnya dengan jelas.

“M..mworago?” tanyaku kaget.

“Ah anniyo, aku tidak bilang apa-apa.” Katanya berbohong.

“Hmm..bagaimana kau bisa tahu namaku?” tanyaku ragu-ragu.

“Aku tahu saat pertama kali kita mos kelas 1 dulu. Kita pernah dihukum bersama karena telat datang. Kau ingat?” tanyanya mengingatkanku.

Ah benar, aku pernah dihukum bareng dengannya dulu. Tetapi aku tidak menyadari namja yang dihukum bersamaku dulu adalah Minho, seingatku dulu namja yang dihukum bersamaku adalah namja bertubuh pendek. Tidak seperti Minho yang sekarang.

“Nggg..iya aku ingat.” Jawabku.

WOWOW….WOWOW…. tiba-tiba bel masuk berbunyi. Aku yang sudah menghabiskan makananku segera berdiri.

“Aku ke kelas duluan ya. Annyeong.” Ujarku sambil tersenyum kecil.

“Ne, gomawo sudah membiarkan aku duduk denganmu, senang bisa mengobrol denganmu walau hanya sebentar.” Katanya yang sukses membuat mukaku merah seperti kepiting rebus.

“Cheonmaneyo.” Kataku langsung pergi menuju kelas.

***

(Author POV)

Sesampainya Eun Suk di kelas, ia hanya senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Melihatnya seperti itu, Minah langsung menegurnya, “Ya! Choi Eun Suk! Mengapa kau senyum-senyum sendiri seperti orang gila?”

“Anniyo, tidak apa-apa kok. Memangnya kenapa kalau aku senyum-senyum sendiri? Tidak boleh? Ini kan mulutku sendiri bukan mulutmu.” Jawab Eun Suk dengan muka agak memerah.

“Tidak mungkin kau senyum-senyum sendiri kalau tidak ada sesuatu. Cepat katakan padaku, ada apa sebenarnya!”

“Hmm…tadi di kantin…….” Akhirnya Eun Suk menceritakan kejadian di kantin tadi kepada Minah.

“Waaaa kau beruntung sekali! Coba tadi aku tidak ke kelas duluan, pasti aku akan mengobrol dengannya juga.”

“Siapa suruh ke kelas duluan. Weeee!” kata Eun Suk seraya menjulurkan lidah. Belum sempat Minah membalas Eun Suk, Nam seongsangnim sudah masuk ke dalam kelas.

***

WOWOW….WOWOW…. Bel pulang pun berbunyi.

(Eun Suk POV)

Aaaaah akhirnya bel pulang pun berbunyi. Aku ingin cepat-cepat pulang dan tidur. Pelajaran sejarah tadi sangat membuatku mengantuk.

“Eun Suk-ah, temani aku membeli sepatu yuk. Sepatuku sudah rusak nih.” Ajak Minah sambil menunjukkan sepatunya yang sudah rusak.

“Malas ah, aku ingin cepat-cepat pulang, aku ngantuk sekali mau tidur. Kapan-kapan saja yah Minah sayang.” Jawabku dan langsung pergi ke luar kelas.

“Ya! Aiissh…. Aku harus pergi sendiri deh.” Samar-samar aku mendengar suara Minah dari dalam kelas. Aku pun tertawa mendengarnya.

“Kenapa kau tertawa sendiri?” Tanya seseorang di depanku dan aku dengan wajah kaget membalas pertanyaannya, “Hmm…tadi aku sedang memikirkan hal yang lucu.” Kataku kemudian tertawa kecil.

“Aku suka melihatmu tertawa seperti itu.” Katanya yang langsung bisa membuat wajahku memerah seperti kepiting rebus. “Kau pulang sendiri? Mau pulang bersamaku?” lanjutnya.

“Nggg… Anni, aku pulang bersama adikku, dia sudah menungguku di depan gerbang. Aku duluan ya. Annyeong Minho!” pamitku terburu-buru karena masih gugup dengan ucapannya tadi.

(Minho POV)

Akhirnya bel berbunyi juga, aku sudah tidak tahan dengan pelajaran matematika yang sangat membuatku pusing, langsung saja aku membereskan buku-bukuku dan pulang.

Aku berjalan menuju tangga dan kebetulan aku harus melewati kelas XII D, kelas Eun Suk. Yeoja yang sebenarnya aku sukai sejak pertemuan kami kelas 10 dulu, tetapi entah mengapa aku tidak berani mendekatinya, makanya entah mendapat keberanian darimana aku bisa menghampirinya di kantin waktu istirahat tadi. Ah, itu Eun Suk, mengapa ia tertawa sendiri? Ia sangat lucu ketika tertawa seperti itu.

“Kenapa kau tertawa sendiri?” kataku, wajahnya terlihat sangat kaget. Aku suka dengan ekspresinya seperti itu.

“Hmm…tadi aku sedang memikirkan hal yang lucu.” Katanya kemudian tertawa kecil.

“Aku suka melihatmu tertawa seperti itu.” Kataku yang sukses membuat wajahnya merah semerah kepiting rebus, aku tersenyum malihatnya seperti itu, “Kau pulang sendiri? Mau pulang bersamaku?” lanjutku.

“Nggg.. Anni, aku pulang bersama adikku, dia sudah menungguku di depan gerbang. Aku duluan ya. Annyeong Minho!” jawabnya. Yah aku sedikit kecewa sih, tetapi tidak apalah mengobrol dengan Eun Suk saja sudah membuatku senang.

(Eun Suk POV)

Huah aku sangat gugup tadi. Mengapa minho mau mengajakku pulang bersama ya? Sebenarnya sih aku mau pulang bersama Minho, tapi aku takut salah tingkah nanti. Aku kan tidak pernah pulang bersama namja, apalagi namja seperti Minho. Begitu sampai di gerbang aku melihat Hyera yang sudah menungguku. Aku memang sering pulang bersama Hyera jika kami pulang bersamaan. Kalau Jinli jangan ditanya, dia sering pulang bersama teman-temannya.

“Eonni kau lama sekali sih, hampir saja kau aku tinggal. Aku sudah lapar nih, tadi ga sempat ke kantin gara-gara disuruh Jang seongsangnim membantunya memberi nilai ulangan tadi.” Kata Hyera sedikit cemberut. Memang ya kalau anak pintar sering disuruh guru, padahal kan memberi nilai adalah tugas guru.

Yah memang adikku yang satu ini memang sangat pintar bahkan tergolong genius, karena dia seharusnya masih kelas 7 dan dia mengikuti kelas akselerasi sehingga dia bisa berada di kelas 9. Di keluargaku memang saudara-saudaraku sangat pintar, bahkan Kyuhyun oppa saja pernah menang dalam olimpiade matematika se-korea selatan waktu SMA dulu. Hanya aku saja yang memiliki otak pas-pasan. Malah aku sering berpikir bahwa aku bukan anak eomma dan appaku. Tapi segera aku tepis pemikiran itu. Karena aku memiliki wajah yang mirip perpaduan eomma dan appaku.

“Ayo Khajja!” kataku sambil menarik tangan Hyera.

Sesampainya di rumah aku melihat Jinli yang sudah berganti pakaian rumah dan sedang menonton tv. Tumben sekali dia sudah pulang duluan.

“Tumben kau sudah pulang Jinli-ah?” tanyaku

“Iya, aku ingin pulang cepat hari ini. Aku sedang menunggu seseorang yang akan datang.” Jawabnya sambil tersenyum.

“Siapa?”

“Ada deeeeeh. Sudah sana cepat ganti baju, kau sudah bau eonni!” Katanya sambil menutup hidung, langsung saja aku melemparnya dengan bantal kursi tetapi dia hanya nyengir saja. Langsung saja aku naik ke atas, ke kamarku dan Jinli tentunya. Aku memang sudah sekamar dengan Jinli sejak kecil, walaupun kami sering bertengkar, aku sangat nyaman sekamar dengan Jinli karena dia sangat rajin dan sering membersihkan kamar sehingga aku tidak usah repot-repot membersihkan kamar hehehe.

Begitu sampai di kamar aku segera merebahkan tubuhku di kasur. Ah nyaman sekali kasurku ini, ganti bajunya nanti saja ah. Aku mau bermalas-malasan dulu.

“EUN SUK-AH CEPAT TURUN! MAKAN SIANG SUDAH SIAP!” terdengar teriakkan eomma dari bawah.

“Aissshh…IYA SEBENTAR LAGI!” jawabku. Huh baru saja aku ingin bermalas-malasan. Apa boleh buat aku harus ganti baju dan turun, kalau tidak mau mendengar ocehan eomma lagi.

Begitu aku turun, aku melihat ada Kyuhyun oppa. “Oppa sudah pulang?”

“Ne, tadi cuma ada satu matakuliah, makanya aku cepat pulang.”

“Ooooh.” Kataku membulatkan mulutku. Di meja makan sudah berkumpul keluarga Choi, tetapi tanpa appa, karena appa pulang malam. Kami pun memulai makan siang.

***

(Author POV)

Selesai makan siang Eun Suk, Jinli, Hyera, Kyuhyun dan eomma bersantai sambil menonton tv. Sedangkan Yoogeun sedang tidur siang. Tiba-tiba ketika mereka sedang asik menonton tv, angin berhembus dengan sangat kencang, jendela-jendela dan pintu pun terbuka, rumah mereka seperti terkena angin topan. Mereka semua terdiam ketakutan. Tiba-tiba saja angin berhenti dan di depan pintu, mereka melihat seorang nenek-nenek bungkuk yang membawa tongkat, berpakaian gipsi, memakai banyak aksesoris di telinga dan lehernya, dan tatapan matanya sangat tajam sehingga orang yang melihatnya serasa ditusuk oleh pisau. Nenek itu menghampiri Eun Suk yang benar-benar ketakutan. Mereka semua hanya bisa diam menatap nenek itu seolah terkena sihir.

Tiba-tiba nenek itu mengacungkan tongkatnya ke depan muka Eun Suk dan berkata, “NAMPRAXIOUS TARCHLEANDRUS! KAU TIDAK AKAN PERNAH MENDAPATKAN PASANGAN DALAM HIDUPMU! KAU AKAN MENJADI PERAWAN TUA!”

To Be Continue……………

Huaaaaaaaaaaw FF pertama selesai juga. Sebenarnya FF ini sedikit terinspirasi sama novel sih. Tapi ceritanya dijamin bakal beda kok. Ohiya berhubung ini FF pertamaku maaf ya kalo banyak salah dalam penulisan kata, maklum lah namanya juga amatiran hehe. Untuk lanjut apa ngga nya FF ini tergantung sama kalian. Banyak yang komen apa ngga. Kalo yang komen dikit berarti ngga bakal dilajutin lagi soalnya menurut aku kalo yang komennin sedikit berarti ceritanya ngga bagus dan kalo ngga bagus ngapain dilanjutin *curcol dikit yaaah. Kalo komennya banyak berarti FF ini bakal dilanjutin. Okeee deh makasih banget udah mau baca dan JANGAN LUPA KOMEN! Kalo mau FF ini dilanjutin. Gomawooo J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

28 thoughts on “Ramalan KEYdus Nampraxious Tarchleandrus – Part 1”

  1. kok bisa? kok bisa? kyaaaa kyaaaaa kyaaa*-* jadi org gila sendiri*-*

    ayo eon cepet buat next partnya sumpah penasaran eon
    padahal si minho udah PDKT gitu malah ada ramalan gituan

    neneknya key yaa??
    hehehehe

    BTW FFnya daebak banget keren keren

  2. Waaa!! Asiknya disukain minhoo *O*

    Ya ampun serem amat kutukannya itu .__.

    Ayo thor lanjut cepetan ditunggu aaaa udah gasabar!! #lebay -___-v

  3. kok .. lah tuh nenek2 salah alamat kaga ??!!! pasti si key dah!!
    aishhhh apa coba maksudnya .. mentang2 dy sendiri perawan tua … :p
    ahahaha gimana sih nih tuh nenek2 .. *emosi*

    huwaaa ayo thor lanjutkan!!!!
    penasaran!!

  4. Itu kenap Key main ngutuk orng aja?
    Pnya dendam kesumat apa Key sama Eun Suk sampai kyk gitu -,-
    daebak thor! 😀
    next chap jgn laama2 yh 😉

  5. buakakakakak.. si nenek nenek itu si key?!?!?!? ga kebayang kalo beneran key yg kayak gitu XD lololol….
    hahahaha…
    itu si Minho rada SKSD juga yah.. goodjob deh… hahahaha
    eh eh..
    awal ceritanya mirip sama novel yg.. apa ya judulnya? semacam hudus oropus.. atau apa gitu… yg tokoh cowoknya kembar yah? ehehehe…
    pokoknya.. ayo lanjutin!!!!!!!!!
    eunsuk bakal sama minho ga yah? atau si minah? ahhh…
    yg cepet thor 😀

  6. Enak bgt eun suk di sukain mino huhu.
    Idih si Key dateng dateng rusuh langsung ngeramal kaya begitu hahaha
    Lanjuuuuuut dong Harus hehe 😀

  7. ommmoooooooo….poor eun suk

    aduhhhhhhhh kok nenek itu jhat bgt c ngutuk eun suk ga pn y jodoh
    emang eun suk pny slh apa sm nenek2 itu?

  8. ceritanya bagus, tapi judulnya buat aku inget sama novel teenlit fudus ororpus. Ramalannya hampir sama perawan tua, tapi berhubung ada kata Key disitu pasti jadinya kocak. Yang aku bayangin muka key jadi nenek tua pake pakaian gipsi gitu, hahaha 😀 #ditabokkey

  9. itu bunyi bel sekolahnya heboh bgt ya.. WOWOWOWOW…. wakakakakaakakakaa

    weeeiiii si key jadi penyihir… hahahahaha

    seru seru;;

  10. kekekekek …. hahahahah … gak kebayang aku kalo key jadi nenek2 trus keriputt dll nya
    kasian dehh si Eun suk jdi perawan tua .. udh gak pinter ,, udh kayak anak pingitan aja di keluargannya,, cantik jga palingan krn manis .. hehehe … terimalah nasib mu Eun suk …

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s