A Year Love Story Part 11: In The Middle of Spring

A Year Love Story

{NC-17} Part 11 — In The Middle of Spring

Author             : HanaKimchi a.k.a Hana Eonni (하나 언니)

Main Cast        : Lee Jinki (Onew), Lee Chaerin (Chaerin)

Support Cast   : Key, Jonghyun, Minho, Taemin, Ahra and so many others ………

Genre              : Romance, Humor, Family, Parental Guidance

Length             : Sequel

Rating             : {NC-17} NO CHILDREN!! WARNING!!

Summary         : CINTA? hwaaaaaaaaaa, apakah mereka akan tidur ber***? Bagaimana kehebohan SHINee member pagi harinya? Akankah ada honeymoon? Akankah Ahra muncul? Bagaimana kelanjutannya?

Note                : [INFO] jika ada kalimat dalam Korean atau Japanese yang tidak dimengerti, bisa dilihat di Note FB eonni. Lagian, ada beberapa Japanese yang sekalian diartikan kok?     Trus yang belum nyampek 17 tahun … tolong mundur dengan teratur ya?? Yang sudah 17 tahun atau lebih, tetaplah dalam keadaan sadar sesadar sadarnya saat mulai membaca, sedang membaca dan bahkan selesai membaca part ini!! Happy reading!!!

WARNING!! READERS UNDER 17, PLEASE HOLD BACK!! YOU CAN’T KEEP ON!!

~ ~ ~

*J* Quotes:

©      ‘Spend your life with someone who makes you happy, not someone who you have to amaze’

©      ‘Sometimes, no matter painful it’s gonna be, all you can do is hold on. Because you know it’s more painful when you lose it’

©      Hana eonni said ‘Dengan bangga aku berkata bahwa aku memiliki seorang ‘pria’, ‘pria’ yang akan menghargaiku, membiarkanku belajar dan memberikanku pilihan hidup. Dia juga mengoreksi kesalahanku, membantuku menentukan pilihan dan mengambil keputusan tanpa harus memaksaku. Dan jujur kukatakan, dialah ‘pria’ yang tepat yang selama ini kuinginkan’

 

~ ~ ~

Author’s Note:

Masih ingat kejadian yang part sebelumnya gak??

Eon kasih lagi ya?? biar bisa meneruskan ceritanya …

 

Dari dalam kamar

Key      : “Jangan coba coba melakukan sesuatu padaku!”

Jjong   : “Ani, but I can’t promise”

Key      : “AWAS YA!”

Jjong   : “Ya! Yeobo, illiwa!”

Key      : “Ya! Si ‘Baby’ kok tidur seranjang sama Minho sih?”

Jjong   : “Yeobo, biarin aja deh. Uri katchi …”

Key      : “Andwe! Taemin-na … ‘Umma’ katchi chayo? Palli irona!”

Jjong   : “YEOBO! NO SIKKURO!”

Key      : “Aku tak mau si ‘Baby’ ternoda malam ini dan 2Min couple itu jadi kenyataan”

Jjong   : “Biarin aja dech, your ‘nampyon’ sudah menikah jadi … I’m totally yours”

Key      : “ANDWEEEEEEEEE!!!!!”

Sedangkan di kamar sebelahnya …

*J* Chaerin POV

Aku hanya bisa menelan ludahnya pelan, jantungnya berdetak kencang, keringatnya jatuh pelan. Mungkin aku sebaiknya mandi dulu saja, badanku terasa lengket. Aku mencoba membuka almari Jinki oppa dan hanya menemukan training hitam selutut dan kaus putih yang kurasa lumayan cocok.

“Emmmppphhhh …” erang Jinki yang seketika membuatku menoleh padanya.

DEG …

Ya tuhan, bagaimana bisa dia semabuk ini? Sebenarnya aku tahu kalo dia tidak bisa minum terlalu banyak, tapi ini karena aku tak bisa membuatnya berhenti minum tadi.

Baiklah, aku akan mandi dulu. Jinki oppa … akan kuurus nanti.

Fifteen minutes later …

Ah, segarnya.

Sekarang tinggal mengurus ‘pemabuk’ itu (*kyaaaaaaaaaaa, … Chaerin sebel tuh).

Aaiiiissshhhh, haruskah aku mengganti bajunya? Baiklah, … ya tuhan mudahkanlah usahaku dalam urusan ini! (*heh, emang kayak mau nglamar kerja aja? #PLAK ©)

Badannya kini terlentang diatas bed, jas dan sepatunya belum dilepas. Kudekati Jinki oppa dan mulai melepas ikatan tali sepatunya satu-persatu dan melepasnya. Lalu aku beralih pada jas yang dipakainya, mungkin aku harus membuatnya duduk dulu sebelum melepasnya. Kupegang kedua tangannya dan menariknya sekuat tenagaku agar oppa bisa duduk. Hana, dul, set …

HUP!

Ya tuhan, kini kepala Jinki oppa sudah ada di pundakku. Berat, sungguh berat mengurus orang mabuk ternyata. Kucoba melepaskan lengan jas-nya satu persatu, dan akhirnya … berhasil!

Lalu, kulonggarkan ikatan pinggangnya dan melepasnya. Haruskah aku mengganti celananya juga?

Aaiiiiisssshhhhh, …… bisa gila aku jadinya nanti! Ah, biarkan saja celananya. Tapi kemejanya? Ternyata, kemejanya penuh noda wine dan basah oleh keringat. Ya tuhan, aku benar benar sudah gila!

Kulepaskan kancing kemejanya satu persatu, dengan sangat pelan sambil terus memejamkan mataku. AKU TAK MAU MELIHATNYA TELANJANG!

Dan akhirnya, kemejanya terlepas juga. Sekarang, … tinggal menariknya keatas agar posisi tidurnya lebih nyaman. Kubaringkan Jinki oppa keatas bed lagi dan … kuberanikan membuka mataku. Perlahan …

OMO OMO OMO …

Bayangkan readers!

Terlentang diatas bed, tanpa baju hanya memakai celana panjang, dalam keadaan tak sadar (mabuk). Bahu yang kekar, dada yang bidang, kulit yang bersih, wajah yang polos, rambut yang koceklatan, bibir yang kemerahan, abs (*bayangin aja kayak punya Minho #PLAK!!) yang terbentuk dengan sempurna. Bakal membuat semua wanita terpesona, mungkin pingsan dan tak akan lelah memandangnya terus.

Hana eonni:

Hwaaaaaaaaaaaaa, … nangis meraung dipojok gang buntu. Merenungi nasib yang malang! Hiks hiks hiks … andaikan Chaerin itu aku’’’’’’ J #doeng …

Aku harus bisa menahan perasaanku, menahan hatiku dan mengkontrol jalan otakku kali ini. Jinki oppa adalah suamiku sekarang, apapun yang terjadi nanti … let it be! (*kyaaaaaaaaaaaaaaa …)

Aku beringsut naik keatas bed dan berusaha menarik tangan Jinki oppa keatas. Dengan dua kali tarikan, Jinki oppa sudah pada posisi nyaman untuk tidur dan tinggal membenahi bantal yang dipakainya kini. Aku mencoba mengangkat kepalanya dan menggeser sedikit naik letak bantalnya, tapi saat aku melepaskan tanganku …

Jinki oppa memegangnya, menaruh tanganku didadanya dan berguman pelan.

“Jangan tinggalkan aku, aku kesepian” guman-nya dalam tidur dan malahan kini memiringkan tubuhnya menghadapku.

“Oppa, ironasoyo?” aku berusaha mengguncang tubuhnya, tapi tetap seperti semula. Ya tuhan, mana bisa tahan kalo seperti ini. Mataku sudah tak bisa berkompromi, mengantuk dan lelah karena resepsi seharian. Baiklah, aku akan membaringkan tubuhku disampingnya, dengan sangat pelan karena tak mau membangunkannya. Bagaimana dengan tanganku satunya? Akankah tetap dipegangnya seperti ini? Sampai kapan?

Aiiiisssshhhh, nan chongmal michine! Umma, help me! What I have to do now? ~~~

Kutarik nafas pelan, menenangkan fikiranku dan mengembalikan kesadaranku ke alam nyata. Lima menit, lima belas menit, tiga puluh menit, satu jam … aku tetap tidak bisa memejamkan mataku!

Kuberanikan diri untuk menatap wajahnya, yang masih tertidur pulas. Kuarahkan jari telunjukku, untuk menyentuh wajahnya pelan. Sangat lembut selembut susu, sangat polos sepolos bayi, sangat nyaman senyaman hatiku kini. Bagaimana bisa aku menikah dengan pria yang sesempurna ini?

“Emmmppphhh, kenapa kau belum tidur?” geliatnya pelan lalu melepas pegangan tangannya, tapi ternyata …  oppa mengganti posisinya kini.

Tangan kirinya menelungsup kebawah leherku sedangkan tangan kanannya memeluk tubuhku kini.

Jujur, aku tak bisa bergerak sama sekali! (*eonni: MAUUUUUUUUUUU …. #abaikan)

“Heh?” sahutku pelan, heran. Apa dia belum tidur? Lalu aku berusaha melepaskan tangannya yang memelukku.

“Biarkan seperti ini, sebentar saja” sahutnya tanpa membuka mata, tanpa melepas pelukannya tapi malah mendekatkan wajahnya padaku. Dan …

CUP

“Sweet dreams, yeobo ~” Jinki oppa mencium puncak kepalaku hangat dan kembali tidur, masih tanpa melepaskan pelukannya!

*J* Jinki POV (yang ternyata belum tidur dan tidak mabuk #PLAK!)

Ya tuhan, bagaimana aku bisa sedekat ini dengan seorang yeoja?

Bagaimana aku bisa seberani dan setenang ini? Hingga berani mempertontonkan tubuhku ke orang lain yang sebenarnya tak pernah kulakukan (maksudnya bertelanjang dada).

Dia bersedia melepas sepatu dan kemejaku bahkan sempat membenahi posisi tidurku. Akankah dia menjadi istri yang kuinginkan? Bisakah aku mencintainya?

Kurasakan sangatlah nyaman, posisi tidurku saat ini.

Memeluknya, mencium keningnya dan menghirup wangi badannya.

Kurasa, aku ingin mengulangnya besok, besoknya lagi dan lagi.

Karena segala lelah dan penatnya hariku terbayar sudah.

Didalam dadaku seperti ada gelembung yang bermunculan, tak tahu itu apa dan tak bisa kutahan.

Inikah yang namanya cinta?

~ ~ ~

The next morning …

*J* Author POV

Ada seorang namja berjalan perlahan, mengintip dari celah pintu kamar yang tak tertutup sempurna dan terkonsentrasi sejenak dengan apa yang dilihatnya. Disudut bibirnya kini menyungging sebuah senyuman (agak) aneh, takjub dan heran. Bagaimana mereka bisa seperti itu?

“Kwaenchana?” tiba tiba ada seorang namja lain menepuk punggungnya pelan dan bertanya padanya.

“It’s OK, hyung. Ironasoyo?” jawab namja itu pelan sambil terus memperhatikan ke dalam kamar tanpa menoleh sedikitpun.

“I know you, hold yourself and we’ll try to find out later” kata namja itu tanpa melepas tangannya dan kini malah mengelus punggung namja satunya pelan.

“Molla, … can I? I don’t know what to do, that feeling … suddenly comes” jawab namja itu sembari menutup pintu, pelan dan tak ingin membangunkan mereka.

“Soon, … you’ll find the answer. I’ll help you” sahutnya sambil berjalan ke dapur.

Di dalam kamar …

“Emmmppphhh, …” Onew mengerang pelan. Mencoba membuka mata, mengembalikan dirinya ke alam nyata dan …

Ah, seluruh tubuhnya terasa remuk dan sakit.

Onew menyungging senyum, kala melihat Chaerin masih tertidur lelap. Memandang wajahnya, kucoba sibakkan pelan poni yang menutupi keningnya, jari telunjukknya menelusuri seluruh lekuk wajah Chaerin sembari terus menyunggingkan senyum.

Lalu, ……

“Eh, …” tiba tiba mata Chaerin terbuka dan saat menoleh, mendapati dirinya masih menindih tangan Onew. Sedangkan Onew … kembali beringsut menutup matanya sebelum ketahuan kalo sebenarnya dia sudah bangun sejak tadi.

Chaerin melihat wajah Onew tepat berada dihadapannya, dengan mata yang terkatup rapat dan tak bergerak sedikitpun dari posisi tidurnya semalam. Chaerin masih bisa merasakan tangan kokoh Onew dibawah lehernya dan melingkar memeluknya. Apakah dia sama sekali tidak bergerak dalam tidurnya?

“Oppa?” Chaerin mencoba membangunkan Onew dengan menusukkan jari telunjuknya ke pipi namja itu pelan, tapi no reaction.

Chaerin mencoba terus menusuk pipi Onew pelan, berharap namja itu akan terbangun. Tapi, yang didengarnya hanya gerutuan yang tidak jelas, dan malah menampik tangan Chaerin agar berhenti menusuk pipinya dengan memegangnya erat.

“Aku masih ingin tidur” gerutu Onew.

Chaerin bingung, shock dan mengatupkan kedua bibirnya dengan erat seperti menahan perasaannya. Onew terlihat sangat polos saat menggerutu dan Chaerin tertawa pelan saat melihatnya seperti itu.

“Oppa, irona …” ucap Chaerin pelan sembari mengguncang guncangkan tubuh Onew agak keras, untuk memaksanya bangun. Onew membuka matanya satu persatu, mengerjapkan matanya berkali-kali dan menatap Chaerin. Lalu menarik nafasnya dalam dan menyungging senyum (*kyaaaaaaaa …! Eonni #PINGSAN).

Tapi, … Onew malah mengeratkan pelukannya.

Dan … beberapa detik kemudian, Onew sudah berpindah posisi ganti menindih Chaerin dibawahnya.

“Rasanya sangat nyaman saat bangun pagi lalu melihat wajahmu” ucap Onew sambil mendekatkan wajahnya ke Chaerin.

“HEH?” sahut Chaerin heran sambil memicingkan matanya.

— DEG DEG DEG —

(Eonni: nado …. DEG DEG DEG DEG!!!! #PLAK kembalilah ke alam sadarmu thor!!!)

Onew menelan ludahnya, mengontrol gerakannya perlahan untuk mendekatkan wajahnya ke Chaerin. Sorot mata Onew melunak, terasa hangat dan penuh cinta (?).

Disisi lain, wajah Chaerin terasa memanas dan mulai merona. Saat Onew mulai mendekatkan wajahnya, Chaerin memejamkan matanya perlahan. Onew menyungging senyum saat melihat Chaerin dan semakin tak bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuhnya. Deru nafas mereka mulai terasa, sesak dan memanas saat akhirnya jarak wajah mereka hanya tinggal 5 senti lagi.

Mata Chaerin terkatup rapat, serapat katupan bibirnya. Detak jantung Onew terasa lebih cepat seakan akan dunia berputar lebih cepat 2 kalinya. Suara keributan pagi hari terasa hening seketika dan waktu seolah olah berhenti, tertahan sejenak olehnya.

— CUP —

Kecupan pertama mendarat sempurna di kening Chaerin yang halus.

— CUP —

Kecupan kedua mendarat di kedua mata Chaerin yang erat terpejam.

— CUP —

Kecupan ketiga mendarat dihidung Chaerin yang mancung.

— CUP —

Kecupan keempat mendarat di bibir lembutnya yang ranum.

— CUP —

Kecupan kelima ternyata turun ke leher jenjang Chaerin yang mulus dan harum.

— CUP —

Kecupan selanjutnya … turun ke bawah leher Chaerin yang memakai kaos V-neck Onew yang dipakainya tadi malam.

Kedua tangan Chaerin yang telah sempurna dipegang oleh Onew, kini tidak bisa bergerak sama sekali. Sesekali, Chaerin menggigit bibirnya, merasakan cumbuan Onew semakin berani dan … liar.

Onew pun merasa semakin bebas mengeksplorasi belahan itu, tanpa ragu dan … sungkan.

“O.. o.. oppa …” desah Chaerin pelan yang tak berani membuka matanya.

Tapi desahan Chaerin ternyata tidak dianggap Onew sama sekali dan malah semakin asyik terhanyut dengan kesibukannya pada Chaerin. Lalu tanpa sadar, tangan Onew melepaskan pegangan tangannya dan mulai meraih kaos yang dipakai Chaerin. Sedangkan tangan Chaerin langsung mencengkeram kedua bahu Onew.

Tiba-tiba Onew menelungsupkan kedua tangannya kedalam kaos itu, mulai membelai lembut perut Chaerin. Tangan Onew mulai berani naik, samakin keatas mendekati buah dada Chaerin dan meraba bra yang dipakainya dan membelainya lembut.

Lalu Onew mulai mengarahkan kecupannya naik, ganti mengarahkannya ke bibir Chaerin yang menganggur sejak tadi. Onew mengecupnya hangat, lalu menyunggingkan senyum manisnya.

“Shall we?” tanya Onew saat Chaerin membuka matanya perlahan. Tatapan Chaeri terlihat pasrah, seperti menerima apapun yang akan terjadi setelah ini.

Chaerin tetap terdiam, membisu, membeku pada posisinya sejak tadi tapi kini posisi kedua tangannya memblokade dada (bidang) Onew yang sudah topless (*J) menempel diatas dadanya(?).

Onew tidak melepaskan kesempatan sedetikpun dan langsung melumat lembut bibir Chaerin yang kemerahan, lagi. Disaat yang sama, kedua tangan Onew meraih kerah kaos Chaerin dan berusaha … merobeknya pelan (*karena tak sabar … kekekekeke).

“Emmppphh …” desahan yang keluar dari bibir Chaerin yang tertutup manis oleh lumatan bibir Onew. Sebelah tangan Onew meraih leher Chaerin perlahan, untuk menahan posisinya agar nyaman. Sebelah tangan satunya, ternyata sudah sukses melepaskan (*merobek dan membuang) kaos Chaerin sehingga kini terlihat jelas bra berwarna keunguan yang dipakainya.

Tak berapa lama, tangan Onew itu berpindah kebawah tubuh Chaerin, meraba punggungnya (mungkin) mencari pengait bra yang dikenakannya. Dan seketika …

— KLIK —

Bunyi pengaitnya terlepas, dan bersamaan …

— KREK —

Tiba tiba pintu kamarnya terbuka lebar dan menyembul dua kepala namja dengan wajah bengong, mata melotot dan terpaku disana seketika.

Ciuman panas mereka langsung terhenti seketika lalu Chaerin menoleh ke pintu dan …

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!” pekik Chaerin. Jeritannya menggelegar, terdengar sepenjuru apartemen yang berlantai 10 itu.

“YA!! APA KALIAN TIDAK BISA MENGETUK PINTU DULU!!” teriak Onew pada kedua namja itu.

“YA!! CEPAT KELUAR!!” teriak Onew sekarang, dan lebih keras dari yang pertama.

Sedangkan, kedua namja tadi tetap diam terpaku ditempat, seolah telah menjadi mumi. Dengan sigap, Onew bangun dari atas tubuh Chaerin dan melompat. Tangan Onew langsung menyambar selimut tebal yang telah jatuh dan langsung menyelimuti tubuh Chaerin yang (hampir) telanjang.

“KALIAN BERDUA!! HARUS MENUNTASKAN URUSAN DENGANKU, SEKARANG!!” teriak Onew sambil berjalan keluar kamar dan menggandeng tangan kedua namja itu.

“TUTUP PINTUNYA!!” perintah Onew pada namja bercelemek pink disebelah kirinya.

Ketika sampai di ruang tengah yang berhadapan dengan balkon, Onew melipat kedua tangannya dan memandang tajam pada kedua namja dihadapannya. Tanpa senyum, serius dan terlihat sadis.

“No, odigaso?” tanya Onew pada namja yang memakai hoodie hitam, bertraining panjang dan mengalungkan headphone dilehernya.

“Jogging” jawab namja itu pelan, sembari menahan senyum, sangat amat pelan! (*tahu apa yang terjadi tadi …. #GOTCHA!!)

“Non, otte?” tanya Onew kini pada namja yang tadi disuruhnya menutup pintu. Seorang namja yang berambut coklat pirang, bercelemek pink (?) dan membawa spatula.

“Dapur” sahut namja itu pelan, sambil memanyunkan bibirnya tanda resah (*#PLAK!!)

“Aiiiisssshhhh, lain kali ketuk pintu dulu!” jelas Onew yang mengacak acak rambutnya dan menghempaskan tubuhnya di sofa.

“Sorry” sahut kedua namja itu santai.

“Ah, sudahlah” jawab Onew yang kini merebahkan tubuhnya terlentang disofa.

“Aku tadi cuman penasaran, kayak ada suara aneh dan mencurigakan” kata Jjong yang melepas hoodienya dan kini hanya memakai kaos dalam saja.

“Aku juga. Lihat Jjong hyung berjalan mendekati kamar dan berjinjit sangat pelan, trus aku ikut saja dibelakangnya” sahut Key sambil menghela nafasnya dalam dan mengelus dadanya (*cari alasan biar aman dari amukan Onew … kekekeke)

“Huffttt, … untung saja bukan Taemin-nie” desah Onew sambil menutup matanya.

“HEH!” timpal Jjong dan Key secara bersamaan dengan melotot (*emang kalo Taemin yang ngintip bisa berabe jadinya. Bakalan ada pembunuhan sadis antara ‘Umma’ dan ‘Appa’ kekekeke …)

Tiba tiba …

“Berisik amat sih? Emang ada apaan hyung?” suara Taemin terdengar malas tiba tiba sudah ada dibelakang Jjong dan Key.

“Aku masih ingin tidur. Emang siapa tadi yang teriak” kata Minho pelan. Taemin masih mengucek matanya perlahan, belum terbuka secara sempurna. Sedangkan Minho yang bangun setengah sadar dari tidurnya, berjalan perlahan duduk di sofa depan Onew sambil gantian melempar pandangan ke Onew, Jjong dan Key.

“HYUNG!” teriak Minho kini, dengan sadar. Dan Taemin pun mulai memfokuskan pandangannya pada sang Leader itu mulai terbuka mulutnya, kaget.

“MWO?” Onew balik teriak.

“Kenapa hyung tak memakai baju? Barusan mandi ya?” ucap Taemin pelan, tapi membuat keempat hyung-nya tersadar pada apa yang terjadi sebelumnya.

Onew seketika bangun dan melihat pada dirinya sendiri, lalu berdiri dengan wajah yang merah terus berjalan ke kamarnya tanpa suara, tanpa menoleh.

“Taemin-na, sana tidur lagi. Itu tadi hanya mimpi honey” sahut Key yang langsung menyeret Taemin kembali kekamarnya takut si ‘Baby’ curiga.

“Jjong hyung, … apa … Onew hyung … itu …?” tanya Minho terbata-bata ke Jjong yang masih berdiri terdiam, menyilangkan kedua tangan didadanya dan mengulas senyum lalu mengangguk pelan.

“Hah? … chongmal?” timpal Minho yang seketika menutup wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya dan menggeleng geleng tak beraturan (*Minho shock berat J kekekekeke …)

“Normal khan? Ingat, Onew hyung sudah beristri” jelas Jjong sambil pergi kedapur.

“Andwe andwe andwe … ~ ~” desah Minho yang masih menggeleng tak jelas.

~ ~ ~

*J* Author POV, … still

Saat sarapan tiba …

Kelima namja dan seorang yeoja duduk terdiam, hanya berusaha setenang mungkin dan menahan sesuatu. Onew dengan nyaman, tenang dan tanpa rasa bersalah sangat menikmati sarapan yang dibuat oleh Key yang dibantu Chaerin. Dia terus terfokus pada sarapannya (*dasar si Dubu).

Jjong dan Key yang duduk bersebelahan juga tetap tenang menikmati sarapan mereka. Tapi sesekali Jjong menyunggingkan senyum nakalnya dan menyenggol lengan Key pelan. Sedangkan Key yang disenggolnya, tetap berusaha tenang dan mengulas sedikit senyum.

Minho, yang memang paling banyak makan malahan terlihat ogah dan tak bernafsu pagi ini. Nasi di mangkoknya masih tersisa separo, dia hanya menyumpit kimchinya perlahan lalu mengunyahnya malas malasan. Mungkin masih shock dan bingung.

Sedangkan si ‘Baby’ Taem terlihat seperti biasanya, ceria, makan dengan lahap dan seperti tidak merasa situasi kikuk yang tercipta pagi ini (*ya iyalah, khan masih polos … J*)

“Minho hyung, nanti ajari aku PS ya? Kan mumpung libur?” pinta Taemin pada Minho tiba tiba.

“Heh, … ne” jawab Minho yang agak kebingungan.

“Jjong oppa, apa tak ada jadwal hari ini?” tanya Chaerin tiba tiba, berusaha mencairkan suasana.

“Opso, wae?” tanya Jjong balik.

“Bantu aku membersihkan ruangan depan ya?” pintanya pada Jjong.

“Ruangan Apartemen depan yang akan kau tempati itu?” tanya Jjong memastikan.

“Ne, otte?” tanya Chaerin balik.

“OK! Dengan senang hati. Kau juga kan Key?” sahut Jjong lalu menyikut lengan Key pelan untuk menyadarkannya dari kebengongan barusan.

“Heh? Ne …” jawab Key sambil tersenyum.

“Aku bantu juga ya nuna?” sahut Taemin seketika.

“Ya … karena aku tak ada musuh main PS, aku … juga ikut deh” timpal Minho dengan pelan.

“Minho-ya, weniriseyo?” tanya Chaerin pada Minho.

“Ani, opso opso opso” jawab Minho sambil tersenyum dan menggoyang goyangkan tangannya.

“Keundae, hyung … otte?” tanya keempat namja itu sambil mengarahkan pandangan ke Onew yang masih asyik mengunyah makanannya.

“Na? Aku dan Chaerin akan memilih perabotan. Kalian yang bersih bersih” sahutnya saat tahu dipandang tajam oleh keempat dongsaeng kesayangannya.

“Seenaknya saja” sahut Key sewot.

“Cari yang ringan” sahut Jjong sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

“Dasar pemalas” sahut Minho dengan suara yang nge-bass (menakutkan).

“Nuna, aku ikut ya?” sahut Taemin.

#PLETAK!

Sahutan Taemin langsung disambut pukulan sumpit Key, Jjong dan Minho secara bersamaan.

“NO, UMMA-NUN CHIBESO!” teriak Key pada Taemin.

“Umma gak seru?” seloroh Taemin sambil memonyongkan bibirnya.

“Taemin-na, uri chibeso. Hyung ajarin main PS ya?” rayu Minho sekarang.

“’Baby’ main piano sama aku ya?” rayu Jjong kini.

“Waeyo? Kalian juga gak seru!” sahut Taemin sewot yang seketika meninggalkan meja makan dan berlari kekamarnya.

Dan Key, Jjong juga Minho langsung menyusulnya bersamaan.

“Yuhuuuuu, ‘Baby’?” panggil Key bingung meredakan ke’sewot’an si ‘Baby’.

Kini tinggal Onew dan Chaerin yang ada dimeja makan kebingungan. Mereka berdua bengong, tak tahu apa yang terjadi sebenarnya dengan para namja tadi.

“Mereka kenapa sih? Aneh!” kata Onew heran.

#PLETAK!

“AW!” teriak Onew karena sebuah pukulan sumpit sukses mendarat dikepalanya.

“No ttaemune! (because of you)” sahut Chaeri yang langsung berdiri membersihkan piring dan mangkok yang ada diatas meja makan.

“Na ttaemune? (because of me)” kata Onew yang ikut berdiri dan membawa sebagian piring tadi kedapur, berniat membantu Chaerin.

Lalu Chaerin mengambil celemek yang dipakai Key memasak tadi dan memakaikannya ke Onew.

“Oppa harus mencuci semua piring itu, aku akan membersihkan meja makan. Aku akan membantumu mengeringkannya nanti” perintah Chaerin pada Onew dan langsung ke meja makan.

“Hey? Aku …” elak Onew sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Tak usah berdebat … lakukan saja” pinta Chaerin sambil memandang Onew tajam sambil melotot dan menggigit sudut bibir bawahnya tanda mengancam.

“Ara” sahut Onew lemah, tanda kalah.

Beberapa menit kemudian, pengantin baru itu asyik berkutat dengan piring kotor didapur.

Dari kejauhan, ketiga dongsaengnya melihat mereka dengan senyuman penuh arti.

“Aku masih tak percaya pada apa yang kulihat sekarang” guman Minho pelan sambil menyilangkan kedua tangannya dan tersenyum.

“He is happy …” sela Jjong menyungging senyum disudut bibirnya.

“Finally, he falls in love …” ucap Key pelan yang disusul anggukan Jjong dan Minho secara bersamaan.

~ ~ ~

The next day, ……

*J* SHINee POV

“Hwaaaaa, … choata!” teriak Jjong, Minho dan Taemin bersamaan.

“Kau benar Key, villa-mu ini sangat indah. Dekat pantai dan lumayan tenang” kata Onew

“Jjong hyung dan Minho, kalian menempati kamar sebelah kanan tangga. Si ‘Baby’ tidur denganku dikamarku, sebelah kiri. Chaerin-ah, kau di kamar tamu atas ya?” jelas Key membagi kamar masing masing.

“Nan otte?” tanya Onew sambil menunjuk dirinya sendiri, bingung karena tak kebagian kamar.

“Terserah kau saja hyung, mau tidur di sofa, di teras depan atau mendirikan tenda juga boleh kok” sahut Key yang sudah lelah dengan ke’sangtae’an hyungnya itu.

“Key-a! Kau tega amat sama hyung mu ini” ujar Onew yang sewot.

“Hwahahahahaha …” tawa Jjong dan Minho pecah seketika.

“Kalian!” Onew lalu memelototi mereka.

“Onew babo! … kau kan harus sekamar dengan istrimu” jawab Jjong sambil tersenyum kearah Chaerin yang wajahnya bersemu merah.

“Nuna denganku saja, biar Onew hyung sama ‘Umma’” jelas Taemin yang tiba tiba masuk dari balkon dan mendekati Chaerin.

“ANDWE!” teriak Onew sambil melotot pada Taemin-nie.

“TEAMIN-NA! UMMA KATCHI, ARA!” teriak Key pada Teamin dan langsung menariknya untuk masuk kamar.

“Minho-ya, ayo kita kekamar juga?” ucap Jjong yang dibuat-buat pada Minho, bermaksud menggoda Onew.

“Baiklah, Jjong yeobo” sahut Minho dengan manja.

“Ehem, hahahahaha …” tiba tiba Chaerin tak bisa menahan tawanya.

“Heh? No, mwohae?” tanya Onew kebingungan.

“Mereka lucu dan sangat menyenangkan. Kau seharusnya bersyukur” ucap Chaerin yang menghempaskan tubuhnya yang lelah karena perjalanan ke Daegu.

Ya, Onew menyetir sendiri dengan BMW-nya bersama Chaerin. Sedangkan Key juga menyetir sendiri dengan Jaguarnya dengan Jjong, Minho dan Taemin sebagai penumpangnya.

“Maksudmu?” tanya Onew heran lalu duduk disebelah Chaerin dan menyandarkan kepalanya kepundak Chaerin. Sedangkan Chaerin yang menyadari hal itu, hanya diam dan membiarkannya.

“Mereka sangat sayang dan perduli padamu, tak terlihat sesuatu yang mengecewakan diantara mereka. Kurasa, kau telah memiliki keluarga lain selain Appa dan Umma” jelas Chaerin sembari menoleh pada Onew.

Tapi ternyata, Onew sudah tertidur, matanya terpejam dan terlihat sangat lelah. Perlahan, Chaerin memindahkan kepala Onew kepangkuannya dan membenahi posisi tidur Onew. Memberikan bantalan sofa panjang ke dekapan Onew dan menaruh bantalan kecil di belakang kepalanya sendiri.

Onew menggeliat pelan dan mengubah arah tidurnya. Wajah Onew kini menghadap Chaerin, rambut coklatnya berantakan dan masih mendekap bantalan sofa tadi. Chaerin menatap Onew lembut, menyibakkan rambut yang menutupi keningnya dan menghapus keringatnya pelan.

‘Bagaimana dia bisa tidur secepat itu? Apakah dia terlalu lelah menyetir tadi?’ batin Chaerin.

“Jangan menatapku seperti itu” guman Onew dalam tidurnya dan membuat Chaerin sedikit terlonjak kaget.

“Heh?” ucap Chaerin pelan.

“Biarkan aku tidur sebentar saja” sahut Onew yang masih dalam keadaan mata tertutup rapat. Chaerin hanya diam dan tak bergerak sama sekali.

Dari kejauhan ….

“Mereka mesra ya?” celutuk Taemin.

“Pasangan yang serasi” sela Jjong.

“Tapi sangat keras kepala” sahut Minho.

“Berisik dan tak tahu malu” imbuh Key yang membuat ketiga namja lainnya melotot heran …!

Tak terasa hari sudah hampir sore …

“Emmmppphhh” Onew menggeliat pelan dan … kala membuka mata, ternyata Chaerin tertidur pulas dalam keadaan memangku kepalanya.

“Ssstttt, hyung?” bisik Key dari kejauhan. Seketika Onew langsung bangun dan menoleh ke sumber suara. Ternyata, disana ada keempat dongsaengnya yang membawa peralatan berenang dan …

“Bawa kekamar sana, … kasihan” suruh Jjong pada Onew yang kebingungan.

“Odiga?” tanya Onew yang masih berusaha mengembalikan kesadarannya.

“Mau main ke pantai, … bye” sahut Key sambil melambaikan tangan.

“Heh? Otte?” tanyanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Onew menoleh pada Chaerin yang masih didapatinya tidur terlelap dalam posisi miring.

Akhirnya, Onew meraih tengkuknya dan mencoba mengangkatnya perlahan.

‘Yeoja ini ringan juga, badannya yang bagus tapi tidak terlalu berat’ batin Onew.

Setelah membaringkannya di bed, Onew hanya memandangi wajah istrinya yang sedang tertidur lelap dihadapannya.

Dengan pelan, Onew berbaring berhadapan dengan Chaerin dan menyangga kepalanya dengan satu tangannya. Sedang tangan kanannya mengelus pelan dan menelusuri setiap lekuk wajah Chaerin.

Di pikiran Onew sekarang: ‘Sangat nyaman. Bagaimana dengan hatinya? Bagaimana hatiku kini? Aku tak tahu mengarah kemana sekarang, hatiku dan pikiranku berjalan tak searah. Biarlah waktu yang menjawabnya’

Back song cut: My Heart Is Cursing (by Kim Dong Wook)

Jogeum deo useoyo, haengbokhan miseoreo

Jagguman geudaereul chatneun, naemam dallaedorok
Jogeum deo useoyo, sesangi geudael jiltuhadorok

Jagguman geudael bureuneun naemami
Yoksimdo naeji motalteni

 

Smile a little more, with a happy smile

So that you can comfort my heart, that keeps looking for you
Smile a little more, so that the world would be jealous

So that my heart that keeps calling for you
Would not be able to become greedy

 

Gaseumi yokae saranghandan maljocha motanigga

Nunmuli teojyeo geuriumi heureugo heureunigga

Gasicheoreom moke geollyeobeorin seulpeun geu malman

Harujongil gwitgae maemdolgoman itjyo

 

My heart curses at me because I can’t even say I love you

My tears burst because my longing for you flows and flows
Only that sad phrase has been struck to my throat like a thorn

And remain in my ears the whole day

 

Wae hapil geudaejyo, geudaereul saranghage dwaetneunji
Gogael jeoeodo, anirago haedo, Imi geudael notji motaneyo

Why does it have to be you, Why did I have to love you
Even if I shake my head, deny it, I can’t let you go

J To Be Continued J

Don’t be passive reader, your critics and suggestions could make anyone or anything better.

98 thoughts on “A Year Love Story Part 11: In The Middle of Spring”

  1. itu si key ama jonghyun jail banget sih….
    ganggu aja.

    eonnie aku minta pw’nya dong.
    penasaran bgt nih…
    ya ya ya???

  2. woowoo~
    jinki oppa daebak.. feelnya dpet bgt ^^
    tp klo dibandingin sm yg asli keliatan lucunya uri dubu oppa ^^p
    khkhk..mian #mvp

  3. huuwaahh… mmber yg laen pada ganggu aja sih
    pdhal dah deg2an bacanya ternyata ga jadi
    laen kali musti hati2 nie pa lg klo ada mmber yg laen
    eh, part slanjutnya d protect ya?
    boleh minta passwordny ga??
    aku udah legal, (udah tua malahan) keke~
    email : seunghyo_sshi@yahoo.co.id

  4. huaaaaaaaaaaaaa lucu lucu…
    Key key speechless gitu nengok yang begituan!!

    Haha onew sangtaenya kumat disaat yang gak bener!!

  5. Does your site have a contact page? I’m having a tough time locating it but, I’d like to send you an email.
    I’ve got some creative ideas for your blog you might
    be interested in hearing. Either way, great site and I look
    forward to seeing it improve over time.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s