Hard, But Still Funny – Part 4

Main Cast        : Lee Taemin, Seo Rachan
Author             : Seo
Genre              : Sequel, Romance
PG                    : 15 *ak gak pinter ngasih pg nih…kira2 aja..*
Summary         : ‘Aku mencoba dekat dengannya. Dia tersenyum dan hatiku terasa lega. Sangat senang melihat senyumnya yang pertama kali dia tunjukkan padaku. Aku akan mencoba mengerti keadaannya sekarang.’
Part 4
Rachan POV o———
Senang.
Hanya itulah yang kurasakan sekarang. Berkali-kali Taemin meneguk air karena katanya ramenku terlalu pedas. Tapi menurutku biasa saja. Ya.. memang pedas sih, tapi tidak sampai Taemin yang mukanya mulai memerah.
“Ya, Seo Rachan.” Panggil Taemin. Aku yang sibuk menyeruput ramen bergumam.
“Kau bilang aku sebaiknya kuliah?” tanyanya. Aku menengok ke arahnya lalu mengangguk. Mulutku penuh dengan ramen.
“Jurusan apa yang harus kuambil?” tanyanya lagi. Lho? Kenapa jadi bertanya padaku? Yang disuruh kuliah itu kan dia, bukan aku. Masa aku yang disuruh memilih. Apa-apaan. Kalau mau ikut menyekolahkanku ya bagus. Eonnie pasti sangat senang,
“Memangnya setelah kuliah kau mau kerja apa?” tanyaku balik. Dia terlihat berfikir sebentar. Wajahnya lucu sekali jika seperti itu… kyaaii!! Aish! Seo Rachan, sadarlah!
“Aku tidak tahu. Menurutmu?” tanyanya balik. Ini kok jadi tanya-balik sih? Authornya gimana?
“Kan kau yang kuliah, kau yang akan kerja nantinya. Masa aku yang ditanya pendapatnya?” belaku. Awas saja kalau dia tanya balik lagi. Aku lempar author ke dorm SHINee got!
“Kenapa harus kerja? Kenapa selesai kuliah karus kerja lagi?” tanyanya. Ugh.. walau malas menjawab, aku paksakan saja. Aku berikan authornya satu kesempatan lagi. Awas, thor! *auhtor: yei!! (jinkrak2)*
“Memangnya kau akan memikirkan masalahmu itu sampai akhir hidupmu setelah kuliah? Silahkan saja kalau itu maumu.” Taemin sedikit manyun. Tak sadar aku ikut tersenyum.
“Seo Rachan..” panggil Taemin.
“Mwo?”
“Cita-citamu dulu apa?” tanyanya. Aku berpikir sebentar. Aha!
“Dancer dan penyanyi.” Jawabku. Aku sangat ingin menjdai seorang dancer. Eonnie bahkan mendukungku. Tapi ya.. kau tahu sendiri lah, untuk latihan itukan membutuhkan benda yang disebut uang.. jd aku hanya berlatih lewat MV Boyband atau Girlband…
“Kenapa pekerjaan itu? Orang lain ingin menjadi dokter, guru, atau.. pengusaha. Kenapa kau memilih dancer dan penyanyi?” ah… dia ini senang sekali bertanya. Sudahlah, jawab saja.. siapa tahu gajiku akan naik karena ini.. kekeke~ makasih ya,thor! *author : gk jd d lempar ke dorm SHINee,neh? |Rachan&readers : (tatapan membunuh) |author: (kaburr)*
“Karena aku berbakat dibidang itu. Kelebihanku yang paling unggul adalah menghibur orang lain. Aku juga ingin banyak orang yang mencintaiku. Agar aku tak pernah merasa kesepian tinggal didunia ini. Tapi kau tahu sendiri kan, aku tak mungkin menjadi seorang pengasuh kalau aku tidak punya masalah ekonomi. Makanya aku tidak kuliah. Padahal kalau kuliah aku ingin sekolah di SNUA (Seoul University of Arts). Disana banyak para artis terkenal, jadi aku bisa minta bantuan mereka untuk mengajarkan ini dan itu. Aku ingin sekali..” tatapanku menerawang ke langit-langit ruangan. Taemin yang melihatku menerawang ikut melihat ke langit-langit. Mungkin dia kira aku melihat sesuatu ke langit-langit. Padahal kan aku menerawang saja…
“Oh. Begitu. Jadi kalau ingin jadi dancer atau penyanyi disana ya?”
“Tidak juga. Tapi kan SNUA itu Universitas yang sangat bergengsi. Masa ada yang menolak masuk kesana? Pasti banyak yang ingin..” ujarku sambil mengaduk-ngaduk ramen yang hanya tinggal kuahnya saja. Taemin mengangguk kecil. Sudah, jangan tanya-tanya lagi! Aku sudah mulai mengantuk!
“Taemin-ya, aku sudha mulai mengantuk. Aku akan kembali ke kamar. Selamat malam..” ujarku dan kemudian berlalu. Tak lama dia pun juga berlalu ke kamarnya. Uh.. jadi ngantuk banget~ baguslah.. ternyata ramen tadi berguna juga.. hoaam~ selamat tidur semuaaaa~ zzzz…ngoook….zzzz…ngoook….
==========
Author POVo———
3 months later
“Rachan-ah, bangun..” Rachan mengucek matanya dan mengerjapkan matanya. Lalu sedikit bergulet dikasurnya.
“Aih? Taemin? Ada apa?” tanya Rachan yang masih setengah sadar. Lalu melirik ke arah jam.
“Ikut aku, phalli..”
“Ya, Taemin-ah, ini masih jam 6 pagi! Aku kan mulai bekerja jam 9! Sudah sana tidur~ aku juga masih ingin tidur~ hooaaamm..” rachan mulai menjatuhkan dirinya ke kasur untuk melanjutkan tidurnya. Taemin mencibir kesal.
“Ikut aku cepat, kalau kau tidak mau ya sudah, ucapkan selamat tinggal pada pekerjaanmu itu. Ara?” ancam Taemin pura-pura dan mulai membuka kenok pintu.
“Ne, Arasseo!” seru Rachan yang langsung terbangun begitu mendengar pekerjaannya terancam. Taemin tersenyum penuh kemenangan.
“Ahaha.. dasar kau ini. Cepat, jangan lupa pakai jaketmu. Ganti bajumu dengan baju santai. Aku tunggu di luar.” Taemin kemudian keluar begitu saja.Uh.. anak itu kenapa sih? Menganggu tidurku saja ah,, batin Rachan.
Rachan menemui Taemin yang sudah menunggu diluar rumah. Matanya masih setengah watt. Padahal dia sudah mencuci mukanya. Biasa, insomnianya kambuh. Jadi bangun-bangun pasti kesiangan. Dan kadang dia malah mengomel pada dirinya sendiri karena selalu bangun kesiangan.
“Ada apa?” tanya Rachan. Taemin langsung menyuruhnya mengecilkan suaranya. Alis Rachan terangkat satu. Taemin menyuruhnya mengikutinya. Mengendap-ngendap.
”Kau ini kenapa sih?” tanya Rachan yang tidak mengerti.
“Ah, sudah. Diam saja. Aku ingin membawamu ke padang rumput belakang kebun bunga itu.. ada sesuatu yang ingin kusampaikan.” Jawab Taemin. Matanya tidak beralih pada Rachan sehingga Rachan bisa merutukkinya dari belakang. Kalau mau ada yang disampaikan kenapa gak langsung tadi aja?
Padang rumput yang dimaksud itu masih lingkungan rumah Taemin. Kebayang kan, besarnya kayak apa? Udah rumah kayak museum, ada kebun bunga, padang rumput, belum lagi lapangan golfnya. Tapi sayang, Taemin lebih suka menikmati harinya dengan mengurung diri di kamar. Tau sendiri kan kenapa?
Sekarang Taemin sudah mengambil bangku Kuliah dan baru 2 bulan semenjak dia memasuki bangunan bernama ‘Universitas’ itu. Tentu saja atas saran Rachan agar mudah menyingkirkan pikiran Taemin tentang ‘kelainan’nya yang membuatnya berbeda dari namja lain. *author kok jadi curhat?*
Sesampai di padang rumput..
“Kau ini sebenarnya kenapa sih?” tanya Rachan yang sudah sadar dari ngantuknya karena udara pagi yang masih dingin. Ini kan baru jam 6 pagi.. ho-ohlah..
“Hei, Seo Rachan. Kau tahu kan aku sudah mengambil kuliah sejak 2 bulan yang lalu?” tanya Taemin.
“Tentu saja. Memangnya aku bodoh?”
“Kau tahu dimana aku kuliah dan jurusan apa yang kuambil?” tanya Taemin lagi. Asalnya sih dia mau menjawab “Tentu saja kau bodoh.” Tapi semenjak kejadian Rachan menjambak rambutnya, Taemin kapok. Dan tentu saja pendapat Taemin pada Rachan adalah ‘Yeoja Lancang’. Habis, Rachan selalu memperlakukan Taemin seolah Taemin ini bukan majikannya. Malah seolah Rachan yang menjadi majikan Taemin karena dia yang harus mematuhi apa yang dikatakan Rachan.
“Memang apa hubungannya denganku?” tanya Rachan balik. Wajah Taemin malah berseri-seri tak jelas.
“Aku kuliah di SNUA dan aku belajar dan juga menyanyi lho..” pamer Taemin. Rachan kan ingin sekali belajar di SNUA. Sudah Rachan bilang kan, dia ingin menjadi Dancer dan Penyanyi andaikan ekonominya tidak mengalami kesulitan.
 Rachan langsung menajamkan pendengarannya, “Mwo? Jeongmalyeo?” Taemin mengangguk kecil. Rachan menatap Taemin dengan tatapan sinis.
“Cih, kau pamer ya? Kau kan kaya, jadi enak bisa masuk lewat jalur uang.” sindir Rachan.
“Justru kebalikkannya, aku masuk lewat jalur akademi kok, aku memang sudah bisa dance dari dulu tau. Kaunya saja yang tidak tahu.” Ujar Taemin. Rachan menatap tidak percaya.
“Kau bisa dance? Benarkah? Kenapa aku tak pernah melihatnya?” tanya Rachan yang membuat Taemin bersemangat menjawabnya.
“Kau ingin melihatnya? Tapi ada satu syarat.” Ujar Taemin sok-sokan rahasia. Rachan memutar bola matanya.
“Apa?”
“Kau harus jadi muridku ya? Aku akan mengajarimu  teknik dance dan menyanyi. Eotheoke?”
“Syarat macam apa itu? Dua-duanya menguntungkanku. Kau yakin mau mengajariku?” Taemin mengangguk.
“Shireo! Nanti aku harus membayar tagihannya dengan gajiku. Kalau gitu mending aku belajar di SNUAnya saja! Kan disana ada Sungmin ‘Super Junior’ yang imut itu… ahahai!” Rachan menerawang ke atas sambil memegang kedua tangannya. Lagi-lagi Taemin ikut melihat ke atas dan mencibir kesal.
“Wajah aegyonya itu lho, yang membuat banyak yeoja mengidamkannya. Dia juga pintar masak, pintar dengan kebersihan, juga perhatian. Dia juga tidak banyak omong. Suaranya bagus, dancenya juga. Dia kan termasuk 4 dancer utama di Super Junior~ belum lagi dongsaeng jahil yang dekat dengannya, Cho Kyuhyun. Wajahnya tampan dan suaranya bagaikan malaikat. Adalah yeoja beruntung yang bisa dekat dengan mereka.. aduh~ senangnya sekolah di SNUA…”
“Jadi kau tidak senang dekat denganku?” tanya Taemin ketus. Tentu saja. Dia kan menawarkan jasa pada Rachan. Eh.. dia malah menolak dan malah memuji namja lain. Kalau Taemin tidak malu, yang dirasakannya sekarang adalah ‘cenburu’.
“Kenapa? Kau cemburu?” Rachan berkacak pinggang. DEG!
“Apaan? Ya,sudah. Aku mengajarkanmu, GRATIS. Tanpa bayaran sedikitpun!” ujar Taemin agak marah.
“Jinjja? Kau serius? Gomawo.. Oh, ya. Kapan-kapan ajak aku menemui member Suju itu ya,ya,ya? Sungmin oppa itu sunbaemu kan?” rengek Rachan. Taemin agak tersinggung dengan panggilan ‘Sungmin Oppa’. Oppa? Memangnya punya hubungan dekat apa mereka sehingga Rachan memanggil Sungmin dengan sebutan ‘Oppa’?
“Aih.. terserah kau saja. Kau jadi melihat aku dance tidak?” tanya Taemin yang sudah kesal tapi ditahan. Rachan mengangguk sambil tersenyum.
Taemin mengambil ipod dari saku jaketnya. Lalu menyalakan lagu Replay – SHINee dan memulai dancenya. Mengingatkan Rachan pada member SHINee yang juga bernama Lee Taemin. Sang machine dance SHINee. Dunia ini sempit juga, bisa ada orang yang namanya sama persis. *ini kan author yang bikin, yaiyalah…*
Rachan mulai menikmati musik dan gerakan Taemin. Bibir Rachan menyunggingkan senyum bahagia. Membuat Taemin semakin bersemangat dengan gerakan dancenya.
Lagu berhenti. Taemin juga berhenti. Rachan menepuk tangannya.
“Daebak.. coba satu lagu lagi! Em.. Super Junior Sorry,Sorry! Phalli!” request Rachan. Taemin melirik kesal. Yeoja ini senang sekali ya dengan boyband sunbaenya? Apa-apa Super Junior, dikit-dikit Super Junior, menyebalkan sekali.
“Shireo! Lagu lain! Aku tidak punya lagu itu!” tolak Taemin alasan. Padahal tentu saja Taemin punya lagunya. Yang mengajarinya untuk mengasah kemampuan dancenya itukan Sungmin. Banyak dance Super Junior yang telah dia kuasai. Tapi Taemin tidak ingin melakukan gerakan dance dari boyband sunbaenya. Benar-benar menyebalkan!
“Ya sudah, pakai ponselku saja. Aku punya lagunya..” ujar Rachan sambil mengeluarkan pnsel dari saku jaketnya.
“Ah, tidak usah! Bagaimana kalau Ring Ding Dong dari SHINee?” usul Taemin.
“Hah? Waeyo? Kan bisa pakai ponselku.”
“Pakai ponsel itu kualitas suaranya jelek! Aku punya Ring Ding Dong. Mau tidak?” tanya Taemin. Rachan menggerutu kesal.
“Mmm… baiklah. Itu juga bagus.” Taemin tersenyum lega. Lebih baik dia melakukan gerakan SHINee daripada Super Junior. Wae? Hmm.. Taemm Ilfeel sama Sungmin gara-gara Rachan memuji-muji sunbaenya daritadi. Dasar Taemm…
Lagu Ring Ding Dong mulai diputar. Taemin memulai gerakannya. Rachan kembali menyunggingkan senyum. Kagum dengan gerakan dance Taemin yang sudah seperti dance profesional. Mungkin bukan kagum lagi, tetapi terpesona. Dan Rachan tidak membantahnya. Dia akui. Dia memang terpesona dengan gerakan Taemin. What a cool dance… pikir Rachan sambil terus memperhatikan Taemin yang menari dengan semangat.
TBC
-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

16 thoughts on “Hard, But Still Funny – Part 4”

      1. author udah ngomong ke adminnya~ nanya kemana part 3nya. walau belum dijawab, semoga part 3nya cepet di publish,ya~

  1. eh si admin ngelompat heheheh … ckckck
    keren nih ahahha taemin ada2 ajah cemburu ma sungmin .. ahahhaha
    kalau begitu di tunggu part sebelumnya ya .. ahahaha ^^

  2. Ngiri…di bangunin taem taem…
    Bgitu bangun tidur..buka mata…langsung liat mahluk indah..woaahh..

    Iyah ni..di tunggu part sbelum nya…klo nga(mata ngancem) author,mau di lempar ke dorm shinee?

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s