BLEEDING LOVE [1.2]

title                  : bleeding love
author             : nina_shawol
main cast        : choi minho, park hye jin, kim jonghyn
lenght              : two shot
genre               : sad  (bingung milih genre nya),,
summary         : sakit hati yang teramat sangat karena di tinggalkan oleh yeoja yang di cintai membuatnya kehilangan akal dan berbuat sesuatu yang sangat disesalinya.
A/N                  : FF twoshot author,,,akhirnya,,^^..ini udah pernah share di FB jadi kalau merasa pernah baca, itu emang FF author yaa..
Mianhe buat flamers,,karakter minho di sini agak psyco..tpi tetap baca yaa reader..
Gomawo..*deepbow*
BLEEDING LOVE
PART 1
Sudah genap satu bulan berlalu sejak yeoja itu meninggalkanku. Pernahkah dia tau betapa tersiksa diriku. Aku hampir mati karena memikirkannya.
“oppa ..mianhe,,aku tidak mecintai oppa lagi,kita berakhir saja yaa,,” aku masih ingat betul kata terakhir itu. Kata terakhir yang dia ucapkan saat dia meninggalkanku. Kebencianku semakin menjadi saat melihat dia bersama namja lain.
Cihhh.. !!!
Hanya maaf..!!dia pikir kata maaf cukup untuk mengobati luka dihatiku. Untuk mengingat wajahnya yang memelas saat meminta maaf saja aku merasa jijik.
Aku mulai menggila saat dia pergi. Aku mengorbankan segalanya demi dia, bahkan keluarga ku pun tak kuhiraukan lagi. Tapi akhirnya  dia malah pergi dengan alasan yang menyakitkan. Karena namja lain ada di hatinya.
“nappeun yeoja,,” aku menyeringai seakan taring keluar dari sela gigi rapiku dan siap mengisap darahnya sampai habis tak tersisa. Tapi..aku bukan vampire atau dracula yang bisa melakukan itu. Betapa menyenangkan seandainya aku bisa membunuhnya dengan cara seperti itu.
“wajah yang cantik..” kataku lembut penuh arti saat menatap fotonya.
Aku cukup gila untuk tetap menyimpan foto dan kenangan tentangnya dalam otakku.
“aku sungguh mencintaimu..” ku belai halus fotonya. Dari rambut hitam yang tergerai, pipinya, sampai bibir merah ranumnya.
Tapi kembali aku tersenyum penuh kepedihan.
Pranggg..!!!
Kulempar fotonya hingga kaca yang melindunginya pecah berkepin-keping.
“jangan harap aku mengatakan kata menjijikkan itu lagi setelah apa yang kau lakukan padaku,,”
AUTHOR POV
Namja yang bernama minho itu masih memandang sinis kearah foto yang sudah di hiasi pecahan kaca di setiap sudutnya.
“merasa sakitkah kau sekarang!!!” hardiknya dengan tatapan tajam .
Cihh…!!
Minho melangkah gontaii dan merebahkan tubuhnya di kasur. Tubuhnya yang dulu berisi kini terlihat kurus seakan tinggal tulang yang dibalut kulit. Rambutnya yang dulu rapi kini terlihat seakan tak pernah disisir oleh si empunya.
“oppa…”suara yeoja itu masih menggema di telinga minho seakan dia benar-benar ada di sana. minho menatap lekat ke arah bayangan yeoja itu.
“benarkah itu kau,,”kata minho lirih.
“oppa,,gwencana..” yeoja yang hanya bayangan itu menyentuh pelan pipi minho. Seketika itu juga air mata menetes dari mata minho dan mengalir deras di pipinya.
“gwenchana,,,seandainya kau ada di sini..”kata minho dengan suara sedikit serak dan tertahan akibat tangisannya. Yeoja itu hanya tersenyum manis dan sedikit demi sedikit bayangannya memudar dan akhirnya menghilang. Hanya ada minho. Sunyi.
“ARRGGGGHH,,,!!!” minho berteriak sebisanya. Air matanya terus mengalir. Di benamkannya wajahnya di kedua belah tangannya dan menangis sejadi-jadinya.
“aku benar- benar gila karena kau…” teriaknya lagi seakan meminta orang lain untuk mendengarnya. Sangat ingin orang lain untuk merasakan juga kepedihan yang tersisa di setiap sudut hatinya.
“apakah aku harus membunuhmu..”minho tersenyum sinis diantara tangisannya.
“kau tau sendiri bagaimana mengerikan saat aku marah. Kau pasti masih ingat aku adalah anak mafia yang di musuhi oleh kedua orangtuamu..”minho menyeringai lagi dan tertawa dengan wajah yang  mengerikan. Entah apakah dia sendiri sadar betapa mengerikan dia sekarang.
“apakah aku harus benar-benar membunuhmu,,PARK HYE JIN…!!”
MINHO POV
Aku masih terkurung dalam ruangan pengap ini. Kamar yang luas tapi aku merasa seakan tak mampu bernapas.
“benar-benar harus membunuhnya…”hardikku.
Aku berjalan ke sudut ruangan kamarku, kubuka lemari yang ada disana dan kuambil kotak berwarna hitam lalu duduk dikursi dekat balkon jendelaku. Aku rasakan sinar matahari sore menyerang tubuh pucatku. Rasanya sudah lama tak merasaknnya. Kubuka kotak hitam itu dan senyum tersungging dari bibirku. Pistol…yaa,,benda itulah yang tersimpan di sana. pistol yang kuambil dari ruangan appa sebelum aku pergi meninggalkan rumah dan memilih bersama yeoja yang malah mengkhianatiku.
Aku pandangi pistol itu. Kau adalah senjataku yang aku perlukan untuk memusnahkan semua penderitaanku.
“aku ingin kau mati berlumuran darahh,,,”
AUTHOR POV
Kini minho sudah berada di luar apartemennya. Dia mengenakan jaket hitam dan topi untuk sedikit menutupi wajahnya. Dia memegang sesuatu yang dia sembunyikan di balik jaketnya. Sebuah pistol.
Minho berjalan misterius seperti seorang buronan yang paling dicari. Tepatnya buronan appanya sendiri. Seorang mafia seperti appanya takkan mengampuni pengkhianat tak terkecuali anaknya sendiri. Seandainya keberadaannya saat ini di ketahui oleh salah satu anak buah appanya mungkin dia akan langsung di habisi.
“semua gara-gara hye jin,,”gumamnya.
Yaa…dia selalu berpikir hye jin adalah penyebab keadaannya menjadi menyedihkan seperti ini, karena hye jin adalah alasan utamanya kenapa sampai mengkhianati appanya sendiri.
Minho berjalan dengan kepala tertunduk sambil sesekali melihat orang yang berlalu lalang dengan tatapan sinis.
Sekarang minho sudah berdiri tepat di depan sebuah taman. Tempat favorit hye jin. Minho masih ingat betul kebiasaan hye jin untuk sekedar duduk santai saat sore hari di taman ini.
“oppa,,ayo duduk di sini,,” bayangan hye jin kembali muncul dihadapan minho. Kali ini dia duduk manis di bangku taman dengan memakai gaun putih dengan rambut yang tergerai. Hye jin memperlihatkan senyum manisnya kepada minho, tapi lama kelamaan senyum itu berubah menjadi tawa yang mengerikan seakan mentertawakan keadaan minho sekarang yang begitu menyedihkan.
“mati saja kau,,!!”hardik minho dan bayangan hye jin langsung hilang seketika.
Minho kembali berjalan ke setiap sudut taman dan berusaha mencari keberadaan yeoja yang sangat dia benci itu.
Deggg!!
Jantung minho seakan berhenti saat melihat apa yang dia lihat sekarang. Hye jin duduk dengan seorang namja. KIM JONGHYUN. Dengan langkah gemetar minho menghampiri mereka. Hye jin dan jonghyun terlihat heran dengan kehadiran minho. Minho membuka topi dan memperlihatkan wajahnya kepada kedua orang di depannya.
“oppa..” panggil hye jin
‘aku sangat membenci suara itu,,’gumam minho
“minho…”kata jonghyun.
Minho menatap mereka bergantian..
“cihh,,menjijikkan,,pengkhianat,,”hardik minho memecah keheningan sore. Taman itu cukup sunyi. Hanya ada mereka bertiga.
“bahagiakah kalian sekarang,,!!”kata minho sinis. Tak ada kata keluar dari mulut hye jin dan jonghyun.
“kenapa tidak menjawab!!”bentak minho.
“oppa,,mianhe,,”kata hye jin lirih. Air mata mengalir di pipinya.
“untuk apa kau menangis,,??sungguh menyedihkan”
“kenapa oppa jadi seperti ini??”tanya hye jin sambil berjalan mendekati minho. Saat sudah tepat berada di depannya, minho malah mendorong hye jin hingga terjatuh. Minho tertawa penuh kemenangan.
“yiaa,,!! Choi minho,,!!kau sudah gila” jonghyun langsung menolong hye jin yang terjatuh dan menatap minho dengan tajam.
“jonghyun,,hye jin,,kalian sungguh pasangan yang serasi ..”
“yiaa!! Sebenarnya kau kenapa.??sejak kapan kau tidak memanggilku hyung..”
“untuk apa memanggil pengkhianat sepertimu dengan sebutan hyung,,,takkan pernah lagi”
Minho mengambil pistol yang ada di balik jaketnya. Lalu dia todongkan kearah hye jin. Hye jin terlihat syok dengan apa yang di lakukan minho sekarang.
“minho..!!apa yang kau lakukan!!”
“aku ingin kau merasakan sakit yang kurasakan selama ini,,” minho menatap tajam  ke arah hye jin.
“tembaklah oppa,,”hye jin menarik pistol itu dan meletakkan tepat di jantungnya. Minho terkejut dengan tindakan hye jin.
“baiklah..kalau itu keinginamu,,” kata minho sambil menarik pelatuk.
Dan…..
TBC
Nanggung yaa…heee
Gomawo-yo yang udah baca,,comment ya reader..^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

21 thoughts on “BLEEDING LOVE [1.2]”

  1. nanggung ya ??? banget author…
    itu akhirnya hyejin ditembak ga ya sma minho…
    mudah-mudahan engga…
    aku ga suka sad ending…

  2. yaelah si author …. lagi baca udah di tbc ajah …
    hmmm pendek ya ?? n kekurangannya, sama tulisan dan terkesan buru-buru, feelnya minho ngak bisa aku rasain …

    tapi….

    ceritanya cukup menarik, soalnya yg sakit hati sekarang cwo bukan cwe … n cwonya sendiri ingin membunuh cwenya … ckckck keren …
    ayooo lanjutannya di tunggu …

  3. uwaaaa!!! dan apa?? dan apa??? ayo lanjuuuutt!!! ga’ sabar!!!! tunggu, hyunnie aja apa memang alurnya cepet banget pas bagian ketemu Hye Jin ma Jjongppa nya? kalo salah mianhae ya? hehe. soalnya minho langsung ngomel aja terus Hye jinnya juga
    tapi bener, keren! hehe
    ditunggu ya? ^^

  4. KENAPA NGEGANTUNG BANGEETTT CERITANYA…!!!!!!!!! PAS LAGI SERU SERUNYA KOK TEBECE….????!!!!!!!! DAN APA…???!!! DAN APA…????!!!!

    Author, lanjutannya cepetan….
    Penasaran tingkat dewa dewi(?)

    Kerena banget loohhh… ^^b

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s