Boys and Girls – Part 1

 Boys and Girls

Author : Han Sangra

Cast Namja :
-Lee Donghae
-Kim Jongwoon (Yesung)
-Cho Kyuhyun
-Lee Jinki (Onew)
-Kim Jonghyun
-Kim Kibum (Key)
-Choi Minho
-Lee Taemin

Cast Yeoja :
-Kim Taeyeon
-Kwon Yuri
-Jung Sooyeon (Jessica)
-Hwang Minyoung (Tiffany)
-Choi Sooyoung
-Im Yonah
-Jung Soojung (Krystal)
-Choi Jinri (Sulli)

Genre : (?)

Rate    : General to
be PG

Summary : Earth boys boys boys and girls girls girls we
are so different. Half of the world ia boys, and the other half girls. We blame
the Earth like aliens…

Note :
Donghae, Jongwoon (3SMA)
Kyuhyun, Taeyeon, Onew, Yuri,
Jessica, Tiffany (2SMA)
Sooyoung, Yoona, Jonghyun (1SMA)
Kibum, Minho (3SMP)
Taemin (2SMP)
Krystal, Sulli (1SMP)


###

Seorang namja dengan tatapan dingin nan cool itu berjalan
dengan tas ranselnya menuju kelas XII-IPA-4 yang tak jauh dari tangga lantai 4
gedung sekolahnya itu, ia berjalan dengan santai yang menambah aura coolnya
itu. sesekali para yeoja memandangnya dan berbisik-bisik,

“jinjjayo?” samar sama terdengar suara yeoja yang tak jauh
dari tempat namja itu berjalan, ia tidak menghiraukannya dan segera masuk
kelas.

“uh, yang benar saja dia itu Kim Jongwoon,” pembicaraan di
luar masih terdengar. Sayup sayup lama lama menghilang,

Kim Jongwoon, yeha itulah nama lengkap namja yang cool satu
ini. ia mengambil tempat duduk kosong ke dua dari belakang yang berad di sisi
kanan dekat jendela yang mengarah ke halaman belakang sekolah. Ia mengerucut
bibirnya menatap halaman sekolah yang masih kosong itu,

“Jongwoon!” seru seseorang, Jongwoon membalik dengan tatapan
malas. Ia kenal betul dengan suara itu, ia bahkan sudha mengenalnya dekat
setelah lima tahun turut turut bersama dalam satu kelas terus, dan akhinya
menjadi enam tahunkah?

“Hei!” sapa namja yang berada di depan Jongwoon. Jongeonn
hanya mengguk mangguk tidak membalas,

“Wae? Kau tidak senang melihat sahabatmu disini,” seru namja
itu merasa tersinggung. Jongwoon menggeleng.

“Tidak. kau sekelas denganku lagi?” tanya Jongwoon pada
namja di depannya, dulu ia selalu bertanya itu pada orang ini setiap mereka
bertemu di kelas. Dan Jongwoon sumringah senang saat beberapa tahun yang lalu,
tapi karena mungkin ia sudah terlalu lama sekelas dengannya dan selalu duduk
bersama, mungkin bosan.

“Uh, sayang sekali sahabatku. Aku di kelas XII-IPA-2,” ucap
namja itu seperti yakin sebenarnya Jongwoon ingin sekelas dengannya, tapi di
pikiran Jongwoon kebalikannya.

“Yeah benar sayang sekali,” lirih Jongwoon memasng wajah
memelas walau hatinya bergejolak senang. Sahabatnya itu menatap Jongwoon lalu
menyeringai nakal,

“Mengapa penampilanmu berubah sederastis ini, apa yang di
lakukan musuh bebuyutanmu itu?” tanya namja itu. Jongwoon menatap dirinya dari
sepatu hingga pakaiannya, sekilas memegangi rambutnya yang sedikit berantakan
di sengaja.

“Dia tidak melakukan apapun, aku juga tak tahu mengapa aku
jadi seperti ini,” ucap Jongwoon sedikit berbohong. Yeah memang ia sendiri
tidak tahu mengapa ia mengubah penampilannya yang terkesan sangat culun menjadi
‘wah’ seperti ini.

“Aku yakin kau akan jadi trending topic di sekolah ini,”
seru namja itu memperhatikan gaya cool yang di ilhami entah dari mana itu.

“Kau berkhayal terlalu tinggi Donghae, aku yakin image
culunku tidak mungkin berubah,” Jongwoon meyakinkan dirinya sendiri, Donghae
mengendus sejenak.

“Lalu bagaimana kau dengan si marga Im itu?” tanya Jongwoon
membuka topik baru yang mungkin lebih menyenangkan baginya, Donghae memandang
Jongwoon sambil mengerucut bibirnya.

“Ugh! Seperti biasa, adu mulut saja aku dengannya, padahal
sudah jelas ia aduk kelasku, dan masih saja.. err,” Donghae mnggeram kesal.
Jongwoon terkekeh sejenak,

“Mwo?” tanya Donghae tidak terima di kekehi sama sahabatnya
itu,

“Ani ani, kita memang senasib,” seru Jongwoon mengingat
musuh bebuyutanya yang hanya satu tahun perbedaan umur mereka.

“Huu… lagian dirimu enak, Taeyeon itu sekarang menjabat jadi
wakil ketos aku yakin sifat ababilnya pada dirimu akan hilang, sedangkan Yoona…
ugh, dia baru saja masuk SMA aku yakin ia masih labil,” jelas Donghae. Ia
merinding mengingat-ngingat bagaimana ia bisa bisanya menjadi musuh bebuyutan
yeoja hobaenya itu,

“Well, kita ambil hikmahnya saja, aku yakin… mereka akan
merindukan kita jika kita lulus,” ucap Jongwoon so bijak, Donghae menjitak
puncak kepala Jongwoon keras.

“Arrss… kau ini, masih saja,” Jongwoon meringis dan mengelus
ngelus puncak kepalanya.

“So bijak lo! Ya sudah, aku sebentar lagi masuk kelas, aku
kekelas duluan… jangan rindukan aku yo!” seru Donghae berlari keluar, hampir
saja ia menabrak seorang yeoja yang baru masuk kekelas itu.

Jongwon masih di tempat dengan geleng geleng kepala, ia lalu
duduk di bangkunya dan memandang keluar kembali. Tampak ia menangkap sosok
musuh bebuyutannya itu tengah berkacamata dan sibuk membicaraka sesuatu dengan
sekertaris OSIS nya itu.

“Kau bisa mengerjakannya kan Tiff?” tanya Taeng melihat
Tiffany sibuk dengan notebook kecilnya mencatat perintah dari Wakil Ketos ini.

“Ne, aku akan berusaha… dead-linenya lusakan?” tanya Tiffany
kembali memastikan, Taeng menjawab sambil mengangguk. Tiffany ikut ikutan
mengangguk ngangguk tanda mengerti, ia pamit dengan Taeng dan berlalu masuk ke
dalam gedung sekolah.

Sedangkan Taeng maih saja berputar putar seperti mencari
sesuatu, ia merasa di perhatikan orang. Tapi dimana, well anak ini memang
berani.

“Ya!” pekik Taeng menatap keatas, mendapati wajah musuh
bebuyutan yang ternyata sunbaenya itu tengah memperhatikannya di balik jendela
bening penghalang dirinya dari dunia luar.

Jongwoon tersentak melihat Taeng yang menunjuk dirinya dan
memekik keras, yah walau tidak begitu jelas dari atas sini. Tapi tetasp saja
membuat Jongwoon hempiar terjengkang kebelakang.

“Dasar Sunbae babo!!!!!” teriak Taeng membuat micropone
dengan tangannya itu. Jongwoon melihat kembali ke jendela, dan Taeng sudah
berlalu untuk masuk ke gedung sekolah.

“Huh! Apanya yang sudah mulai normal, ia masuk saja tetap
seperti itu, anak aneh.” Batin Jongwoon,

###

Namja dengan pipi gembul ini baru saja turun dari atap
sekolah yang berlantai 5 ini dengan rasa kesal. Bagaimana bisa ia sedang enak
enak di ganggu, si Black Pearl itu datang dan merusak suasana. Itulah nama
inisial yang di buat Jinki bila ingin membicarakan sosok tersebut,

Jinki, yeah nama namja itu. Jinki mengendus dna berjalan
sambil menggerutu tanpa memperhatikan jalan. Bugh! Tak sengaja ia menabrak bahu
orang itu,

“Mianhe,” ucap Jinki tidak terbawa emosi,

“Huh! Sunbae…” ucap namja itu, sayup sayup Jinki menengadah
kepalanya dan menatap sosok yang memanggilnya dengan embel embel ‘sunbae’ itu.

“Err… Jonghyun, aku kira siapa, sedang apa kau disini?”
tanya Jinki basa-basi, padahal sudah jelas tak jauh dari tempatnya adalah kelas
Jonghyun, kelas X-1.

“Aku rasa sunbae sengan bermasalah, ehm… maksudku punya
masalah, lebih baik kau izin pulang saja sunbae. Sebelum bel masuk berbunyi,”
ucap Jonghyun. Jinki menyenggol lengan Jonghyun sesaat,

“I’m Okay hobaeku tersayang,” jawab Jinki di lebih lebihkan
sambil menggengam tangan kanan Jonghyun, Bruk. Suara suatu benda besar
terjatuh, Jinki dan Jonghyun mencari suara dan mendapati sosok yeoja dengan
rambut panjang sebahu hitam legam mengkilatnya sedang merapihkan buku,

“Argh, Yuri,” geram Jinki. Yeah… this is a Blaeck Pearl.

“Ternyata aku salah ingin buru-buru meminta maaf padamu,
waktuku tidak tepat, sungguh memalukan melihat adegan boyxboy disini,” ucap
Yuri sambil menggeleng gelengkan kepalanya menatap Jinki, Jonghyun dan tangan
mereka yang sedari tadi belum lepas.

“Uh,” Jonghyun segera menarik tangannya dari Jinki,

“Aku normal,” serunya lanjut. Lalu pamit meninggalkan
namja-yeoja itu masih dengan tatap tatapan, lama kelamaan tatapan tatapan
mereka berubah menjadi tatapan kesal satu sama lain.

“Kau selalu menggangu hidupku!” umpat Jinki kesal, Yuri
membuat mulutnya berbentuk ‘O’ dan menatap Jinki tidak percaya,

“Bukankah dulu kau duluan yang mengangguku, jadi jangan
salahkan aku sampai saat ini masih saja balas dendam,” ucap Yuri tidak terima
dengan pernyataan teman sekelasnya itu.

“Kau selalu saja menggunakan alasan itu, tidak ada kata kata
lain,” Jinki meninggikan suaranya, tapi tak membuat Yuri gemetar ataupun
bergidik takut.

“Huh! Mengalihkan pembicaraan,” Yuri turun dari tangganya
dan mendekat kan dirinya kearah Jinki. Jinki hanya diam saja, sampai sampai
wajah Yuri mendekat kearah Jinki. Dan membuat Jinki sedikit gelagapan,

“Dasar TAHU!” seru Yuri tepat saat ia beberapa centi lagi
dari wajah Jinki, Jinki tersentak kaget. Yuri tersenyum kemenangan dna berlalu
bersama buku buku beratnya itu, Jinki mengelus dadanya.

“Uhg! Dasar Black Pearl!” serunya, tapi Yuri sudah jauh.

“Jinki!” panggil seseorang, Jinki berbalik dan mendapati
sosok gamers teman saat ia di kelas X itu tengah beribrit ibrit kearahnya.

“Wew, ada apa denganmu Cho Kyuhyun?” tanya Jinki lengkap
dengan nama namja itu, Kyu segera bersembunyi di balik tubuh Jinki yang lebih
kurang sedikit tinggi darinya. Ia menyumput dan wajahnya sedikit ketakutan,

“Ada apa denganmu?” tanya Jinki lagi,

“Ya! Kyu sunbae dimana kamu!!!! Katanya dirimu mau baikan
denganku!!! Kyu sunbae!!!” teriak keras seorang yeoja dengan tubuhnya yang
tinggi, kakinya yang panjang, rambut coklatnya yang seleher diatas sedikit itu
terus berteriak dan sesekali mengintip kekelas kelas.

“Come on Jinki, help me… Sooyoung membabi buta,” ucap
Kyuhyun masih saja mengumpet di balik tubuh temannya itu.

“Aissh… dia itu yeojacingumu, masa aku harus ikut
menanggung,” desis Jinki sedikit kesal, kepalanya masih berdenyut karena ia
bertemu dengan Yuri tadi.

“Yuhuuuu!!! Kyu sunbae!!!!” teriak Sooyoung sudah mulai
mendekat kearah Kyu dan Jinki. Jinki mengisyaratkan agar bersenyembunyi di
tangga yang mengarah ke atas sekolah itu. Sambil mencari-cari waktu yang tepat,
Kyuhyun langsung berlari sekuat tenaga keatas. Dia sudah kehilangan tenaga di
kejar Sooyoung dari lantai dua itu,

“Yuuuh… ugh, Jinki sunbae,” ucap Sooyoung melunak melihat
Jinki tak jauh di depannya, Jinki masih terpaku di tempat dan mengisyaratkan
Kyu untuk diam dengan tangan di belakangnya.

“Sunbae melihat Kyu sunbae?” tanya Sooyoung. Jinki menatap
kearah lorong sekolah yang berada di belakangnya.

“Tadi aku melihatnya berlari sekuat tenaga kesana, memangnya
kalian ada masalah apa?” tanay Jinki penuh selidik. Kyu menepuk jidatnya dan
berkomat kamit, mengapa Jinki malash berbasa basi dulu. Arghh… geram Kyu.

“Kemarin ia membiarkanku menunggu tiga jam di Lotteworld,
aku sudah menghabiskan uangku untuk membeli tiket itu, dan ia datang dengan
santai, dengan santai pula ia kelupaan karena sibuk menyelesaikan games baru di
PSPnya itu, well… now I know, PSP lebih berharga baginya, mungkin setelah ini
aku akan meminta berhenti berhubungan, rasanya lelah berhubungan dengan’nya’,
uhm… jadi curhat begini. Kalau begitu Gomawo Jinki sunbaenim, annyeong,” ucap
Sooyoung setelah selesai bercerita ia langsung melesat berlari kecil kembali
mencari namjacingu yang baru setengah bulan berjalan dengannya itu.

“Ya! Kyu keluarlah,” seru Jinki. Kyu keluar dengan wajah
yang sangat sedih,

“Wae? Aku sudah mengbohongi Sooyoung demi dirimu, dan kau
memasang wajah seperti ini,” Jinki kembali kesal.

“Ugh… Jinki!!” Kyu segera memeluk Jinki erat. Membuat Jinki
kaget. Ia ingin melepas pelakan Kyu yang tiba tiba itu,

“Aku merasa menjadi namjacingu yang bodoh… saat aku bertanya
padanya, ia bilang ia baru sampai dan tak kurasanya kemarahannya pagi ini
karean PSPku… huwaa!!” rengek Kyu di pelukan Jinki.

“Ya! kau boleh merengek, tapi jangan memelukku seperti ini,”
Jinki merasa risih.

“Ouh! Aku salah tempat kembali kemari, tak menyangka
Jonghyun dan sekarang Kyu. Aku tahu siapa yang bermasalah sekarang,” suara khas
Yuri menimbulkan Jinki melirik dan mendapati yeoja itu menatapnya –bukan lebih
tepatnya menatap Kyu yang dengan senangnya memeluk Jinki.

“Huh! Kyu lepaskan,” ucap Jinki. Kyu melepaskan pelukannya
dan menatap Jinki dengan wajah cemberut,

“Dan kau Kwon Yuri, jangan berpikir macam-macam, aku tidak
ada hubungan apa-apa denganya, lagian masih banyak yeoja di dunia ini. dan aku
tidak akan mencintai sesama jenis!” umpat Jinki. Yuri menatap Jinki dengan
tatapan ‘masa?-kau-janji?’

“Ugh! Akan kubuktikan, di ulang tahun sekolah kita enam
bulan lagi, aku sudah memiliki yeojacingu! Yang tidak sepertimu pastinya!” ejek
Jinki dengan nada kesal, membuat Yuri mendelik.

“Siapa juga yang mau punya namjacingu kayak TAHU sepertimu,
lagian aku sudah memiliki target tersendiri,” balas Yuri dengan tatapn
membunuh, lalu wajahnya berpaling kepada kYU dan tersenyum manis, yang tak
pernah di lihat Jinki sekalipun padanya bahkan orang di sekitarnya,

“Kau di cari Sooyoung, ia sepertinya lelah sekali. Hampir
saja masuk UKS,” ucap Yuri. Kyu melongo dan langsung berlari ke lorong di mana
Sooyoung tadi berlari mencarinya,

“Huh! Senyumana apa itu,” keluh Jinki. Entah apa ia merasa
mengapa hanya dia yang tidak pernah mendapat senyum hangat itu dari seorang
Black Pearl.

“Kenapa? Dari pada aku tidak pernah tersenyum! Blee!!” Yuri
merong dan membalikan tubuhnya untuk kembali.

“Huh! Balck Pearl!” seru Jinki, selalu sama setiap Yuri
meninggalkanya setelah bertengkar.

###

Taemin menyeka keringatnya, ia duduk di sebelah sunbaenya
dan meneguk sebotol air mineral.

“Sepertinya dirimu siap lomba,” ucap namja di sebelahnya.
Taemin menatap namja itu ragu.

“Kau sangat cepat menguasai teknik yang aku ajarkan, well…
sepertinya kau memang harus bersiap siap jika aku memasukan namamu dalam sebuah
lomba mendadak,” lanjut namja itu.

“Tapi sunbae, uhm… yeah,” Taemin memotong motong ucapanya.

“Tenang saja, aku yakin kau bisa!” seru namja itu lagi,
namja berwajah teduh dengan mata besar yang menghiasi wajah tampanya menatap
lurus kedepan, sedangkan Taemin masih berkelut dengan pikirannya. Ia masih
belum yakin dengan kemampuannya, ia pikir ia hanya meniru gerakan sunbaenya ini
bukan berarti ia menguasainya,

“Ugh!” tiba tiba namja yang memiliki nama lengkat Choi Minho
itu mendengus. Taemin menatap sesaat namja di sebelahnya ini, lalu mengarahkan
padanganya kearah mata buat sunbaenya itu.

Terlihat disana, yeoja dengan rambut coklatnya tengah
berjalan berdampingan dengan seorang lelaki yang gaya fashionya tinggi. Yeoja
itu tersenyum dan tertawa senang bersama namja di sebelahnya yang selalu memuat
aksi aksi lucu.

“Sunbae masih menyukai Krystal?” tanya Taemin hati hati, ia
yakin di dalam hati Minho. Minho berteriak sekuat tenaga,

“Ha? euhm… apa katamu tadi?” Minho malah balik bertanya.
Taemin jadi mengurungkan pertanyaanya dan menggeleng pelan, seolah tadi ia
tidak berbicara apa apa.

“Sunbae… kalau begitu ajaklah Sulli juga, aku tidak mau ke
rumah sunbae seorang diri,” samar samar terdengar sauar Krystal yang sekarng
berjalan tak jauh dari mereka.

“Ah, kenapa kau tidak sendirian saja, aku ingin melakukan
sesuatu yang hanya dirimu dan kau yang tahu,” sahut namja di sebelah Krystal
itu, Krystal terkekeh.

Disisi lain Minho geram dan meremas botol kaleng minuman
yang barusan ia teguk habis, ia ingin sekali kesana dan menghajar namja yang
memiliki nama Kim Kibum itu,

“Huh! Sunbae ini, bisa bisanya memuat lelucon seperti itu,
aku tidak akan berpikir macam macam,” balas Krystal. Kibum terkekeh, dan
sekilas menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal,

“Kalau begitu aku tungguh kau di rumahku jam 7 malam, ajak
Sulli juga kalau itu memang maumu, dan ajak yang lain juga jika dirimu mau,”
ucap Kibum sudah berada di depan kelas Krystal.

“Ne! arraseo sunbae, ok! Annyeong,” pami Krystal melambai
kearah Kibum dan masuk kedalam kelasnya, Kibum tersenyum da berjalan kembali.

Minho menggertakkan giginya, apa maksudnya menyruh yeoja
datang malam malam. Argh!!! Minho mulai frustasi, belum saja ada seminggu ia
memutuskan Krystal karena alasan yang benar benar aneh. Hanya karena seorang
Kibum, Minho memutuskan tali percintaanya yang sudha di rajut dua bulan ini.

Yeah Krystal mengajak Kibum berkunjung kerumahnya, bukan
gara-gara apa apa. ada maksud Kibum yang meminta bantuan untuk sesuatu yang
penting dalam hidupnya, yang tentu saja hal mudah yang di minta Kibum tidak
dapat ia tolak.

Tapi hanay gara gara itu, Minho malah memutuskannya, selama
tiga hari berturut turut Krystal menjadi pendiam dan dan sehari tidak masuk
sekolah. Minho sama sekali tidak merasa iba waktu itu, karena nafsu hatinya
yang sakit menutupi semua perasaan hangatnya.

Dan sekarang Krystal senyum, dan tertawa lepas dengan
hadirnya Kibum di sisinya. Apa mereka sekarang jadian? Minho mengacak-ngacak
rambutnya kesal. Sedangkan sosok namja imut di sebelahnya hanya terdiam dan
berusaha mengerti perasaan sunbaenya yang plin plan itu,

TBC

Huuu… part pertama
kena bom nuklir jadi hancur lebur begini, errr… maaf kalau ada hal aneh dalam
FF ini,

Kalau merasa ada yang
gimana gitu, Komment yah, insya Allah aku bales secepatnya. Gamsahamnida to
readers yang udah mau baca FF aneh ini, apa lagi yang mau Comment dan Like uh…
aku sungguh sayang kalian, hehehe…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

13 thoughts on “Boys and Girls – Part 1”

  1. hahaha kyu ngumpet dari soo takut di hajar ya sama soo…asik disini kyuyoung pacaran tp sayang kaya’a berantem mulu kyu’a sih beratin psp’a ntar di putusin sooyoung baru rasa deh….sorry chingu aku cuma coment kyuyoung doang coz mereka bias kesayanganku hehehe…lanjutkan chingu jangan lama2 ya…..

  2. lucu tau peperangan antara boys and girls .. wakakakak
    si jongwoon sama si taeng
    si donghae sama si yoona
    si jinki sama si yuri
    si kyuhyun sama sooyoung
    si minho sama krystal
    ayoo yg belom ketauan nih konfliknya .. di tunggu ya part selanjutnya .. ahahah ^^

  3. Nice ff chingu,hehe 😀

    Aku seneng baca ff yg cerita’a msh anak2 sekolah..huh jd mau sekolah lg *curhat dikit

    ehm tp knp Minho d’pasangin sm Krystal? T.T
    tp gpp deh,aku tetep baca,karna cerita’a aku suka..hehe

  4. ini satu judul py nyeritain konflik bbrpa orng sekaligus ya…
    aga pusing sih…takutnya tar malah ceritanya ga fokus…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s