Crescendo – Part 2

Crescendo – Part 2

Title                 : Crescendo – Part 2

Author             : Choi Eunri a.k.a Miki

Main Cast        : Pairing 2Min (Minho,Taemin)

Support Cast    : Lee Jinki,Kim Kibum,Kim Jonghyun,Jessica,and other cast.

Length             : Series

Genre              : Shounen Ai,Life,Romance

Rating              : PG – 16

Summary         : Apa yang akan terjadi jika seorang pianis muda berbakat yang tak tahu tujuanya bermain   musik bertemu dengan seorang pianis buta yang jenius dan memiliki kepekaan yang tajam terhadap nada – nada dengan pendengarannya.Akankah mereka bisa menemukan jati diri dan arti musik untuk mereka

Note                : Miann ini Flatt abizz..**sembunyi d balik punggung kak chiaki

#NP                  : Chopin Piano Concerto no 1 in E Minor..

                         1st Movement ~Allegro Maestoso~

                         2nd Movement ~ Romance Larghetto~

Keesokan harinya…

Minho POV

Di Sekolah aku hanya merasa ingin cepat – cepat pulang.Waktu yang kurasakan rasanya berjalan lambat sekali.Padahal aku sangat tak sabar bertemu dengannya,mendengar permainanya yang membuatku berdebar – debar.Ah gadis itu kenapa setiap saat aku selalu memikirkannya.Hei bicara apa aku ini,kenal dengannya belum berani memikirkan yang macam – macam.Tapi mungkinkah ini yang dinamakan rindu.Hhmm…entahlah memikirkannya saja aku tak sanggup.

“Plakkk!!!”,Aku merasa sesuatu yang keras menghantam kepalaku.

Seketika aku terkesiap kaget,mengangkat  dan mengusap kepalaku yang terkena pukulan tadi dan menengok ke arah pukulan itu berasal.Jinki Sonsaengnim sudah berdiri disitu memukul – mukulkan harisen**kipas lipat besar terbuat dari kertas yang biasa di pake orang jepang** ke tangannya dan memandangku tajam.

“Apa yang sedang kau lakukan Choi Minho,,seharian ini kau tak pernah memperhatikan pelajaranku!!!Cepat kerjakan tugasmu”,perintahnya galak.

“Eh…i..iya sonsaengnim”,Aku gelagapan mengambil pensilku dan mulai mengerjakan tugasku yang tadi sempat kuabaikan.

Dan aku melihat Jinki Sonsaengnim menjauh dari tempat dudukku.

….

Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi.Aku sudah menunggu waktu ini dari tadi.Aku segera melesat menuju gerbang sekolah.Sebenarnya tadi aku di minta untuk jadi pengiring oleh Jinki sonsaengnim namun aku berkilah akan berlatih dirumah untuk pertunjukan,dan beliau pun membolehkanku pulang.Di sepanjang jalan aku bernyanyi – nyanyi gak jelas,senyum – senyum sendiri,atau sebentar bersiul senang.sampai – sampai banyak orang mengira aku ini sinting.Hha biarlah orang mau berkata apa,lagian siapa peduli tentang itu.Aku merasa hari ini hari yang menyenangkan.Ya tentu saja karena ini kesempatanku untuk bertemu dengannya.Aku melewati sebuah taman di kecil di pinggir jalan,saat melihat kearah taman itu aku merasakan ada yang sepintas mengusik perhatianku.Tak jauh dari tempatku berdiri ada seorang gadis duduk sendirian di sebuah bangku di taman.Ia memegang sebuah tongkat dan di telinganya terpasang rapat sepasang earphone kecil.Karena ingin tahu lebih detail aku mendekatinya.Dan aku kaget karena gadis itu gadis piano yang akhir – akhir ini mengusik pikiranku.Gadis Tunanetra yang bisa memainkan piano dengan indah sekali.Apa yang dia lakukan disini?bukankah seharusnya dia ada di Toko alat musik itu.Aku pun memberanikan diri mendekatinya.

“Permisi..”,ucapku padanya yang kutahu dia tak melihatku.

Tapi dia menoleh padaku,melepas sebelah earphone di telinganya.Kurasa ia bisa mendengarku.

“Ya..”,jawabnya halus.

“Ah maaf,apa kau masih mengingatku?Aku yang kemarin menolongmu waktu kau terjatuh”, aku memberanikan diri mengungkapkan meskipun sebenarnya aku sangat malu.Tapi mau bagaimana lagi bukankah aku ingin dia membantuku.Melihatnya sendirian disini adalah suatu kesempatan yang langka.jadi takkan ku sia – siakan.

Dia tampak berpikir sebentar,mengernyitkan sebelah alisnya lalu menjawab”Ya..aku tahu,kau tuan yang kemarin membantuku membereskan belanjaanku kan??”,Dia tersenyum

“kau masih mengingatku??”,ucapku bahagia.ya aku bahagia karena dia masih mengingatku.

“Tentu saja..ada perlu apa denganku tuan?”,tanyanya halus masih menyunggingkan senyum manisnya.

“Kau jangan panggil aku tuan,,Namaku Choi Minho.Tapi cukup panggil Minho saja.Eumm kalau boleh tahu,siapa namamu?

“Aku?Aku Lee Taemin..”,ujarnya sambil tersenyum

“Lalu ada perlu apa denganku Minho??”,Dia bertanya padaku.

“Eumm…apa kau adalah orang yang suka memainkan piano di Toko musik di seberang jalan itu??”,tanyaku to the point.Aku duduk disampingnya.Memandang wajahnya yang jelita itu.

“Ya…kok kau tahu?pernah melihatku?”,tanyanya sambil mengangkat sebelah alisnya.

“Iya..aku sering melihatmu disana,permainanmu mengagumkan”,pujiku padanya.

“Terimakasih..”,ia tersenyum padaku.

Kami pun saling bercerita satu sama lain.Ternyata taemin bekerja sebagai penjaga toko di Toko alat musik itu dan ia boleh memainkan piano itu kapanpun dia mau.Dan aku juga menceritakan kalau aku adalah siswa sekolah musik tingkat tiga jurusan piano.Dan ia kelihatan senang mengetahui kalau aku adalah pemain piano seperti dirinya.kami pun mulai akrab.dan ya hal inilah yang paling aku harapkan.Bisa akrab dengan gadis ini seperti mimpi bagiku.

“Ah maaf minho sepertinya aku harus pergi,anak – anak itu pasti sudah menungguku..”,taemin tiba – tiba beranjak berdiri.

“Eh..mau kemana??”,Aku tahu pasti dia akan ketempat itu.

“Aku harus mengajar piano di suatu tempat..aku pulang dulu ya”,ucapnya berpamitan.

Saat ia mulai melangkah.Aku berteriak memanggilnya.

“Ada apa lagi??”,tanyanya sambil tersenyum.

“Taemin,,apa aku boleh ikut denganmu.Mungkin aku bisa sedikit membantumu”,ucapku sedikit memohon padanya berharap ia mengabulkan permintaanku.

Dia mengernyitkan dahinya,Sepertinya sedang berpikir.

“Silahkan saja kalau kau tak merasa repot”,ujarnya riang.

“wah benarkah?terimakasih ya..”,aku senang sekali dia membolehkanku ikut denganya.Ini kesempatan bagus.

Di sepanjang jalan aku bercerita padanya bahwa aku sedang mendapat tugas untuk memainkan komposisi milik Chopin dan aku memintanya untuk mengajariku.Eh ternyata dia mau,katanya kebetulan dia juga sedang belajar memainkannya dan sekarang sudah bisa.Setelah dia mengajari anak – anak dia bisa mengajariku memainkanya.Hmm mimpi apa aku semalam bisa mendapat keberuntungan seperti ini.haha aku tak berhenti bersyukur pada tuhan yang memberiku kesempatan selangka ini.

……

Kami pun sampai di tempat yang kemarin aku sempat mengikutinya.Rumah Besar itu.Dan disana banyak anak – anak yang menyambutnya.

“Hyung…akhirnya kau datang juga!!”,sambut seorang anak laki – laki pada taemin.

Tu..tunggu.tadi anak itu bilang apa?Hyung?hhah apa maksudnya,bukankah taemin ini perempuan.Ke..kenapa dia memanggilnya hyung?.Aku tak mengerti.

“Hyung..dia siapa?temanmu?”,tanya seorang anak.

“Ah iya dia kenalanku.Namanya Minho.Ayo ucapkan salam padanya”,Taemin berujar lembut.

“Salam kenal”,ucap anak – anak itu padaku.dan aku juga mengatakan hal yang sama.

“Temanmu tampan oppa”,celetuk anak perempuan.anak itu tersenyum padaku.

“benarkah??wah aku tak bisa melihatnya..”,ucap Taemin sambil terkekeh.

Seandainya kau bisa melihatku,aku yakin kau juga pasti akan mengatakan hal yang sama seperti anak gadis itu,batinku geer di dalam hati.

“Hyung..ayo kita mulai saja pelajaranya”,lagi – lagi anak itu memanggil taemin hyung.

Karena tak tahan dan sedikit bingung,aku menarik tangan taemin memintanya untuk ikut sebentar denganku dan dia meminta anak – anak itu masuk lebih dahulu.

“Ada apa minho??”taemin bertanya padaku saat anak itu sudah masuk.

“Kenapa anak laki – laki itu memanggilmu hyung,lalu anak perempuan itu juga memanggilmu oppa?”,tanyaku tanpa basa – basi.

Taemin menaikkan alisnya.”Memang kenapa kalau mereka memanggilku seperti itu?”,taemin balik bertanya dan semakin membuatku bingung.

“Ta..tapi kau kan perempuan.seharusnya mereka memanggilmu noona dan eonni,bukan hyung atau oppa”,ujarku watados.

Namun tiba – tiba taemin tertawa keras,yang sontak membuatku kaget dan bingung.

“Kok tertawa??”

“Minho..minho..dilihat darimanapun aku ini kan laki – laki kan?sama sepertimu.”,ucap taemin masih sambil tertawa.

Dan ucapannya ini membuatku kaget dan tak percaya.

“Ja..jadi selama ini kau itu laki – laki???”,tanyaku tak percaya.Aku menepuk pipiku berharap ini bukan mimpi.

“Menurutmu??”

“Entahlah,,,sepertinya aku tertipu oleh penampilan luarmu”,ungkapku jujur.

Dan taemin tertawa lagi.”Jadi benar selama ini kau menganggapku perempuan??”,ujarnya dengan nada tak percaya.

“Kurasa seperti itu..”

“Apa ini karena rambutku??”,dia bertanya lagi.

Mungkin taemin mengira kalau aku menganggapnya perempuan karena rambut panjangnya.Padahal lebih dari itu.

“Tak hanya itu.Aku masih tak percaya wajah sejelita itu adalah milik seorang laki – laki”

Dia tertawa lagi.

“Kau lucu sekali minho,maaf ya aku membuatmu salah paham,,he”,ujarnya sambil tersenyum.

“Tak apa lagian ini juga salahku..yang hanya memperhatikan penampilan luar saja”,aku tertawa miris.

“Jadi??apa kau masih mau belajar denganku??”,ia bertanya padaku.

“Te..tentu saja.Kenapa tidak??Aku harus bisa memainkan lagu itu besok”,ucapku gugup.

“Kukira kau akan mengurungkan niatmu setelah mengetahui aku ini laki – laki”,ucapnya terkekeh geli.

“Ah..sudahlah.Jangan bahas itu lagi.Lebih baik kau masuk.Anak – anak itu sudah menunggumu”,

“Ah..benar juga”,

…..

Taemin POV

Jadi selama ini dia mengira aku ini perempuan?Konyol sekali.Andai saja mata ini bisa melihat,pasti akan sangat lucu jika melihat ekspresinya saat tahu kalau aku ini laki – laki.Ini menggelikan sekali.Pantas saja dia memperlakukanku layaknya memperlakukan seorang perempuan.Yah aku tak bisa menyalahkan ibu yang melahirkanku sih.Minho…sepertinya ini sangat menyenangkan.Aku tak sabar ingin mendengar permainanmu.

End of Taemin POV

…..

Minho POV

Aku masih memperhatikannya yang sedang mengajari anak – anak itu.Tubuh yang ramping,Wajah yang jelita,rambut yang halus dan berkilau,dan senyum yang menawan.Aku masih tak percaya semua itu dimiliki oleh seorang laki – laki.Oh my God..Please tell me it is just a dream.Aku masih mengerjap – ngerjapkan mataku.Taemin kau ini laki – laki tulen atau seorang Cinderella yang terperangkap dalam tubuh laki – laki.Sungguh kau itu membuatku gila.Huffffhhh…apa sih yang aku pikirkan??Harusnya yang aku pikirkan adalah bagaimana caranya aku bisa memainkan komposisi Chopin.Bukannya berpikir hal – hal yang aku sendiri tak sanggup membayangkannya.

End of Minho POV

……

Setelah mengajari anak – anak itu Taemin membawaku ke sebuah tempat.Aku bertanya padanya tapi dia hanya menjawab ‘nanti kau juga akan tahu’ dan tersenyum seakan – akan memintaku untuk diam dan menurut saja.Akhirnya aku hanya diam dan menurutinya.Kami memasuki sebuah gedung yang aku tahu ini sebuah Gedung pertunjukan,kami menaiki sebuah tangga ke lantai dua.Taemin membuka pintu sebuah ruangan dan kami memasukinya.Ruangan itu tak begitu luas,ada banyak jendela disitu.Di dekatnya ada sebuah Grand Piano berwarna putih elegan yang ada ukiran – ukiran cantik berwarna emas.Mewah sekali.Dan ku rasa mungkin taemin sudah sering kemari.buktinya dia hapal sekali jalan ke ruangan ini.

“Piano ini..milik gedung pertunjukan,boleh di mainkan oleh siapa saja yang ingin memainkanya”,ujar Taemin menjelaskan seakan bisa membaca pikiranku.

Dan aku hanya ber-Ooh meresponnya.

“Kau bawa partiturmu kan?”tanyanya sambil duduk di depan piano.

“Iya..”,aku meletakkan partitur*tulisan musik dalam bentuk notasi** di atas piano itu.

“Maaf ya aku tak bisa membaca partiturmu,,yah karena tak ada partitur yang seperti huruf Braille di dunia ini”,ucapnya sambil terkekeh.

Meskipun dia tertawa  seperti itu tapi aku merasakan ada rasa getir dalam ucapannya.

“Aku mengerti..kau tak perlu seperti itu.Tapi taemin meski kau tak bisa membaca partitur kenapa kau bisa menghafal dan memainkan lagu dengan sangat indah?”,Akhirnya pertanyaan yang selama ini mengusik pikiranku terlepas juga.Aku hanya ingin tahu bagaimana orang tunanetra seperti itu bisa bermain musik dengan sebegitu indahnya.

Dan taemin pun tersenyum.

“Solfesgio..”,jawabnya singkat.

**solfesgio : kepekaan terhadap nada – nada melalui pendengaran**

“Solfesgio??jadi selama ini kau mengandalkan pendengaranmu untuk menghafal lagu??”,ujarku kagum.

“Iya..aku tak bisa mengandalkan penglihatanku untuk membaca partitur.Dan yang bisa ku andalkan hanya indra pendengaranku saja.Alhasil aku selalu berlatih untuk menajamkan solfesgio ku untuk menghafal sebuah lagu.Dan hasilnya hanya dengan sekali dengar aku bisa langsung memainkan lagu itu di atas tuts”,ungkapnya panjang lebar.

“Wah…mengagumkan”,pujiku tulus.

“Terimakasih..”,dan ia tersenyum.

Semakin aku dekat denganya,semakin aku mengetahui bakat istimewa miliknya.Dan bakat itu ada pada indra pendengaranya yang mengagumkan.

…..

“Kita mulai saja pelajarannya ya,Chopin piano concerto no 1 in E minor.Apa yang sudah kau pelajari dari lagu itu?”,Taemin bertanya padaku.

“Lagu itu memuat tiga movement**perpindahan** untuk saat ini aku baru bisa memainkan sedikit dari 1st movement : Allegro Maestoso”,jawabku.

“Kalau begitu..coba mainkan”,ucap taemin.

Anehnya aku hanya diam,tak merespon perintahnya.Entahlah..apa aku ini kesambet atau sekedar terpesona olehnya.Yang jelas mataku tak bisa beralih darinya.

“Hei minho,,kenapa memandangiku terus.Ayo mainkan pianomu..!!”,ujarnya membuatku terkesiap dari lamunanku.

“Ah..eh iya – iya,maafkan aku..”,ucapku gelagapan.Kenapa dia  tahu kalau aku terus memandanginya.

“Aku bisa merasakan kalau kau dari tadi memandangiku terus,,dan tak merespon perintahku.Jadi kau tak usah berpikir macam – macam”,sahutnya sambil terkekeh geli.

Ya Ampun bahkan dia bisa membaca pikiranku.Orang ini ternyata punya bakat segudang ya. Yang tadi pendengaran,sekarang bahkan mata batinnya juga punya kemampuan yang tak biasa.Seperti kata pepatah ‘dibalik satu kelemahan,pasti tersimpan banyak kelebihan’  dan buktinya ya Taemin ini.

…..

1st Movement : Allegro Maestoso

**Allegro : Tempo musik yang cepat,Maestoso : Agung.Mungkin maksudnya musik yang dimainkan secara cepat namun memberi kesan yang agung.Yah mungkin seperti itu maksudnya Pak Chopin.**itu pendapat saya sih,,hhe^^

Minho POV

Aku memainkan 1st movement itu seperti yang di perintahkan taemin.Dan dia diam mendengarkan permainanku.Meski aku tadi bilang padanya hanya bisa memainkan sedikit,tapi aku memainkanya hingga akhir.Aku berusaha semampuku memainkanya.

“Bagaimana menurutmu?”,tanyaku padanya setelah aku selesai memainkan bagian pertama lagu ini.

“Sudah lumayan bagus.Hanya saja tempo yang kau mainkan kurang cepat.Padahal movement ini membutuhkan tempo yang cepat.Kau hanya butuh melatih kecepatan jarimu di atas tuts”,ujarnya memberi komentar.

“Begitu rupanya…”,aku mengangguk mengerti.

“Minho..kalau kau ijinkan,bolehkah aku memberimu contoh untuk memainkanya?”,ucap taemin lembut.

“Tentu saja..aku akan sangat berterimakasih kalau kau mau mengajarkanya”,ujarku riang.

“Aku tak tahu apa kau bisa mengikutinya atau tidak.Tapi aku percaya kau bisa melakukan seperti apa yang akan ku ajarkan”,Dan taemin mulai mempertunjukan kelincahan jemarinya yang lentik menari diatas tuts.

Gerakan yang diajarkan Taemin sangat cepat namun tepat dan teratur.Melodi yang di hasilkan pun sesuai harmoni dan enak di dengar.Dan lagi – lagi membuatku berdebar – debar.Jemarinya yang lincah itu seolah – olah memiliki mata yang bisa melihat tuts mana yang harus di tekan.bahkan aku juga lupa kalau dia itu seorang tunanetra.Aku seperti melihat Chopin abad 21 sedang bermain di depan mataku.Mengagumkan.

“Coba kau praktekan??”,Taemin menyuruhku mempraktekkan apa yang tadi di ajarinya.

Dan aku mencoba memainkan seperti yang dia ajarkan padaku.

“Sudah ku duga,kau langsung bisa menangkap pelajaran yang baru saja aku ajarkan.Kau hebat,permainanmu lebih baik dan kecepatan jarimu juga bertambah.Kau hanya perlu banyak berlatih memainkan tempo allegro agar jarimu terbiasa.Dan kukira dalam waktu yang cepat kau akan lancar memainkan 1st movement ini”,Ia memberikan nasehatnya dan tersenyum manis sekali.

“Iya aku mengerti..aku akan banyak berlatih”,Entah mengapa,ada sesuatu yang bergemuruh dalam dadaku.

Aku tak tahu apa yang bergemuruh dalam dadaku itu tapi hanya hari ini aku bisa mengatakan bermain piano itu menyenangkan.

End of Minho POV

…..

Taemin POV

Minho…sesuai dugaanku kau ini orang yang menarik.Kau orang yang mudah menerima pelajaran hanya dengan sekali contoh.Ini mengagumkan,andai aku bisa melihat permainanmu.Tapi apa daya,melihat permainanku sendiri saja aku tak sanggup. Aku hanya bisa merasakan permainanmu melalui telingaku saja.Tapi taukah kau permainanmu ini baru pertama kali aku mendengarnya.Terkesan urakan tapi terdengar menyenangkan.Aku tak tahu kau gunakan teknik apa tapi aku tak bisa bilang kalau permainanmu ini tidak indah.

End of Taemin POV

Hari ini menyenangkan.Akhirnya setelah sekian lama ada yang memuji permainanku.Itu prestasi tersendiri buatku.Taemin bilang kalau mau belajar lagi aku di suruh datang lagi ke tempat ini besok jam empat sore dan aku menyetujuinya.1st movement sudah kukuasai.Sekarang tinggal 2nd  dan 3th  movement yang harus kupelajari.

Di sekolah…

“Tumben kau senyam – senyum sendiri Minho,,biasanya kau jutek sekali kalau di sekolah”, celetuk donghae hyung kakak kelasku dari jurusan terompet,

Saat ini kami sedang berkumpul di kantin sekolah.

“Hehehe…ada yang membuatku bahagia hyung”,ungkapku riang.

“ah…apa ada perempuan yang kau taksir??siapa dia ? cantik tidak??”,donghae hyung memberondongku dengan pertanyaanya yang tak berjeda.

Aku menggeleng masih dengan senyum yang sepertinya tak mau lepas dari wajahku.

“Lalu??”

“setelah sekian lama…akhirnya aku bisa memainkan komposisinya Chopin hyung..meski baru 1st movementnya saja,,hehe”,ucapku sambil tertawa riang.

“huuu…kukira sesuatu yang penting..ternyata”,ucapan donghae hyung terdengar sangat kecewa.

Maaf hyung meski tadi aku bilang begitu,tapi sebenarnya ada sesuatu yang lebih membahagiakanku.Yaitu orang yang membuatku bisa memainkan komposisi itu yang tak bisa ku ceritakan pada orang lain.Hoohoo,,aku tersenyum penuh arti.

Hari kedua…

Ini hari kedua kami datang ke gedung itu tapi lebih tepatnya datang ke piano itu.Taemin menyuruhku mengulang 1st movement yang kemarin diajarkannya padaku.Dan aku menurutinya.Dia bilang permainanku kali ini sudah bagus dan terdengar indah sesuai harmoninya.Aku senang dia bilang seperti itu.Tentu saja ini tak lepas dari kerja kerasku selama ini.Dirumah aku terus berlatih dan mencoba menghafalkannya.Agaknya aku mulai tertarik pada komposisi Chopin yang lembut.

Selanjutnya…

2nd Movement : Romance Larghetto

**movement kedua ini lebih menekankan pada melodi yang sangat romantik.Kebetulan aku juga pernah dengerin.bagian ini di mainkan lembut sekali.Musiknya,dan cocok lah jadi lullaby**lagu pengantar tidur

“Kita lanjut ke 2nd movement : Romance Larghetto.Bagian ini harus kau mainkan dengan lembut agar bisa memberikan kesan romantic yang merujuk pada kisah cinta yang indah.Seperti ini..”,taemin memberikan contoh padaku.

“Kau coba lakukan ya..”,dia menyuruhku.Dan aku menurutinya.

“Ah..bagian ini sulit”,ucapku menyerah.Kemarin aku mempelajari yang cepat dan kini aku harus mempelajari yang lembut.Sepertinya tanganku agak sulit beradaptasi pada tempo.

“Sepertinya tanganmu belum bisa beradaptasi pada perubahan tempo ya..coba kemarikan tanganmu”,taemin menyuruhku memegang tanganya.

“Buat apa??”,tanyaku terkesiap.

“Menurut sajalah..”,dan aku meletakan tanganku di atasnya.

Dia meletakkan tanganku di atas tuts.

“kau hanya perlu memberikan sedikit tekanan kuat pada ujung jarimu..ini akan menghasilkan melodi yang lembut dan menyenangkan”,jelasnya padaku.

“Aku mengerti,akan ku coba”,dan aku mencobanya.dan benar saja melodi yang ku hasilkan terdengar lembut dan menyenangkan.Agaknya teori taemin berhasil.

“Bravo minho!!!kau bisa melakukanya”,pekiknya senang.

“Ya kurasa teorimu berhasil..”,ucapku  tersenyum.

“Apa kau baru pertama kali memainkan komposisi Chopin??”,Tanya taemin saat kami akan pulang.

“Iya..kau bisa tahu ya??merasakannya??”,aku balik bertanya.

Aku tahu Taemin pasti bisa merasakannya di dalam permainanku kalau aku memang baru pertama kali memainkan komposisi yang agung seperti itu.

Dan taemin mengangguk.

“Mungkin ini bisa sedikit membantu..”,ia menyodorkan sebuah buku yang lumayan besar padaku.

“Untukku?”,dia mengangguk.

“Buku itu berisi karya – karya chopin dari awal hingga akhir.Mungkin akan sedikit membantumu kalau kau kesulitan dalam memainkannya.Dan disitu ada banyak komposisi yang di ciptakan oleh Chopin.Seperti beberapa simfoni,sonata,prelude,nocturne atau ballade.Kau bisa mempelajarinya di situ..”,ungkapnya puas.

**Simfoni : Komposisi music genre public/umum/biasanya untuk orkestra**Sonata : Komposisi jenis domestic/khusus hanya di mainkan untuk alat music tertentu**prelude : semacam music pembukaan**nocturne : music yang biasa di mainkan di malam hari**ballade : komposisi music dalam gaya bebas dan romantis.**kebanyakan komposisi Chopin itu dibuat untuk piano.

“Wah lengkap sekali..kau tak menyesal memberikan buku ini padaku??”,tanyaku padanya dan taemin hanya menggeleng pelan.

“Aku sudah baca dan menghafalkan semua komposisinya jauh sebelum aku buta seperti ini”,ucapnya lugas tanpa keraguan sedikitpun.

“Eh..sebelum kau buta??Berarti dulu kau bisa melihat?”,tanyaku sambil melongo.

Taemin hanya mengangguk lemah.Raut wajahnya terlihat memancarkan kesedihan. Tapi dia justru menceritakan apa yang menyebabkan dia buta seperti itu.Dia sudah mengidap kebutaan sejak  dua tahun yang lalu saat dia dan ayah ibunya terlibat kecelakaan parah yang menyebabkan ayah dan ibunya meninggal.Dan hanya taemin yang selamat saat itu dia baru berumur 15 tahun dan kepalanya terbentur keras  yang mengakibatkan kerusakan pada system saraf penglihatannya dan menyebabkan ia buta seperti ini.Aku merasa sangat kasihan padanya.Aku tak percaya di bahu yang mungil itu sendirian ia memikul kesedihan karena kehilangan orang tua dan juga indra penglihatannya.Tapi aku sedikit bangga melihatnya.Meskipun di terpa cobaan yang begitu berat tapi pancaran ketegaran dalam dirinya masih terlihat jelas meski sedikit tertutupi oleh kesedihan.

“Hei jangan menatap kasihan seperti itu padaku,aku tak suka di kasihani”,meski terdengar angkuh tapi aku merasakan getar dalam suaranya.

Dan lagi – lagi dia membaca pikiranku.

“Mata batinmu tajam sekali sih…bisa membaca pikiran orang lain.Kau ini penyihir ya?”,ucapku sedikit menggodanya.

“Jangan sembarangan ya,,aku ini hanya melihat dari instingku”,ucap taemin bangga.

“Instingmu tajam sekali..membuatku merinding”,ujarku sambil tertawa.

Dan taemin juga tertawa.Dia manis sekali kalau sedang tertawa>.^

“Minho,kau tak perlu kasihan padaku.Meskipun begini aku ini kuat lho.Dan lagi meskipun ayah dan ibuku tak ada lagi.Aku masih memiliki seorang kakak laki – laki yang siap melindungiku kapanpun..”,ucapnya sambil tersenyum.Ada nada semangat dalam kata – katanya.

“Jadi kau punya kakak laki – laki??”

“Ya..dan aku bersyukur dia tak ikut dalam kecelakaan itu.Tapi aku kasihan padanya sih.Bagaimanapun juga dia orang yang paling sedih karena kehilangan ayah dan ibu dan juga hampir kehilanganku..”,ucapnya pilu.

“Tapi sepertinya kakakmu orang yang baik..”

“Iya..dia sangat baik.seperti malaikat..”

Nada – nada yang mengalir indah ini..

Terasa bergelora dalam jiwa..

Ijinkan ia terus mengalir seperti ini…

 

****To Be Continued****

 

Gimana part 2 nya reader??Gaje yah??hohoho**ketawa miris** disini emang lebih banyak adegan yang menampilkan 2min main piano.Sengaja tak buat sih.Membosankan ya?? Klo getu aku minta maaf deh.Tapi emang jalan ceritanya seperti itu.hhe,Tapi menurutku itu adegan paling manis sih yang membuat mereka jauh lebih dekat dan saling memahami**aduh kata” ku terlalu berat __maaf__**enak sih ya maen piano berdua bersama orang yang di cintai,,saya juga pengend maend ama 2min..kekekekekey**plakkk!!!

Tapi reader…saya berharap komen” dari anda – anda sekalian…Merci**terimakasih 😀

**poppo reader

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “Crescendo – Part 2”

  1. Indah 🙂 alur nya indah banget maen piano bedua..saling ketawa..
    Cuman penasaran ni…Koq mino kirain tetem cewe?apa tetem pake baju cewe?koq mino bs sala kira geto..
    Key..key…hyung nya mgkn kah si key?hehehhe…

  2. Wuah…
    Akhirya keluar juga ff nya 😀
    Kirain aku di ff ini Taemin ny itu yeoja ternyata namja toh..
    Daebak thor! 🙂
    Next chap jgn lama2 yh 😉

  3. Waahh minho pasti shock taemin ternyata cowo -_- wkwkkw
    Cool deh ff nya. Tentang musik-musik, penjelasannya wiih (y) terus bayangannya Taemin main piano teruuuuus kk
    Hmm lanjut lanjuuuut!

  4. aku terkejut kalo tau si taemin namja kukira dia bakalan di jadiin yeoja. hahaha 😀
    sedih banget penjalanan hidup taemin btw penasaran ma kakaknya taemin siapa? taesun? jinki?
    ditunggu lanjutannya^^

  5. aku sangat tertarik!!
    huwaaa bener bgt aku kira si taemin bakall di jadiin yeoja .. taunya tetep namja .. huwaaa
    ngak bisa ngomong apa-apa… kakaknya siapa?? taesun apa jinki?? ahahah #plakk!!

  6. tambah ilmu lagiiiii. asyiik.

    wah, cerita part ini menarik banget, baca cerita ini tuh rasanya adeeem banget, atmosfernya jadi lembut gitu kalau lagi baca FF ini.

    part 3 jangan terlalu lama ya, hehe. lanjutkan!

  7. hahaha minho tertipu dgn pesonanya taemin xD
    sumpah cerita seri thor
    sekalian bisa belajar istilah musik klasik
    tapi thor mau koreksi, kalau setelah titik kasih spasi ya
    biar gak ribet bacanya
    itu aja
    good job thor
    laniutkan~~~

  8. aku pikir dsni taemin dijadiin yeoja tnyta setatusnya ttp namja toh…bearti tar minho itu (…) ?
    yasud lah..ceritanya menarik..and ff ini juga ada pengetahuannya…aku jadi tau2 dikit tntng musik gara2 ff ini…

  9. whhhuuuaaa 2min moment feelnya dpt bngt…. Sweet abis…. Suka yg sweet2 kaya gini

    Mau donk ikutan author main piano sm 2min….

    Hyungnya minnie kaya2nya jingki deh…

    Lanjut cepetan thor…. G.P.L!!

  10. #maafbarubaca..akubarubisabukainisetelahinternetkuwassalamselama2bulan-_-

    Ah, Akhirnya lanjutanya sudah keluar.. cukup lama aku menunggunya.. XD
    FF nya bagus deh.. lanjutin ya.. usahakan jangan lama2 karena aku sudah tak sabar lagi.. HWAITING! XD

  11. Huaaaaaaa!!! keren banget! author pasti yang bikin FF ini pinter banget ya^^. kan susah bikin FF yaang kayak gini…..keren banget! aku maklumin deh kalau authornya agak lama ngeluarin lanjutan FF ini…karena buatnya juga pasti susah-_-. 6 kata buat author D-A-E-B-A-K!!!!!!!!!!!!!!!!

  12. dear author..
    kapan nii lanjutannya keluar..??
    ga sabar nii..
    >o<
    telat bgt gue bacanya..
    tapi keren banget nii ff..
    salut buat authornya..

  13. Aku ga mau jadi silent reader. Jadi aku mau ngasih oksigen buat author..coment like oxygen, right?

    Spertinya aku bisa nebak hyung taemin siapa.. Heheh
    aku bingung.. Ni ga ada lovenya kann??

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s