Juliette – Part 1

Juliette

Title                 : Juliette

Author                        : Nindirau

Main Cast       : Onew SHINee, Shim Eunji (OC)

Support Cast  : Jang Hwangmi (OC)

Length            : Chapter

Genre              : Romance

Rating             : General

A/N                 : FF ini sudah pernah dipublish di http://fanfictionschools.wordpress.com dan http://hellosillo.wordpress.com

 마스크 파티in Myungsan High School

Bring Your Mask and You’re Ready to Party! J

Saturday, 24 April 2010

21.00 KST

“Eunji-ah. Kau sedang melihat apa?”

Shim Eunji tersadar dari lamunannya, dia menolah ke arah yeoja yang menegurnya.

“Aniya, Hwangmi-ssi. Aku hanya melihat mading sekolah saja kok.” Eunji tersenyum, mencoba untuk membuat yeoja di hadapannya ini tidak bertanya lebih jauh tentang apa yang dia lihat dan pikirkan barusan.

Tetapi tentu saja sulit untuk Eunji lakukan, mengingat Jang Hwangmi adalah sahabatnya—setidaknya itu kata Hwangmi.

Shim Eunji. Anak yang bisa dibilang sangat underrated di Myungsan High School. Dengan penampilan yang sangat sederhana, tidak pernah mengenakan kosmetika—jangankan memakai, membeli saja tidak mau! Eunji hampir menyandang gelar sebagai the most underrated and unexposed jika pada prom nite—yang sudah bisa dihitung dengan jari—Eunji tidak mempunyai pasangan. Setiap tahun, anak yang tidak mempunyai pasangan akan mendapat gelar seperti itu. Maka jangan heran bahwa hampir seluruh siswa Myungsan High School sudah mempunyai pacar. Hanya agar terhindar dari gelar memalukan itu.

“Jangan mencoba berpura-pura denganku, Eunji-ah. Kau tahu aku tahu, ingat?” Hwangmi tersenyum kepada Eunji.

Yah, memang sia-sia saja berusaha membohongi seorang Hwangmi.

Eunji merasa sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti Hwangmi, karena selama ini tidak ada yang mau berteman dengannya sama sekali. Sekali lagi penyebabnya adalah gelar underrated yang hampir disandangnya.

Eunji terdiam sejenak, berusaha menyusun kalimat yang tepat untuk dilontarkan kepada Hwangmi—meski sebenarnya itu tidak perlu—tetapi untuk masalah kali ini Eunji tidak mau salah bicara yang hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.

“Mmm sebenarnya…” Eunji berfikir sebentar, “Aku melihat mading.”

“Aku tahu!” timpal Hwangmi. “Maksudku, kamu melihat apa di mading?” tanyanya lagi

Eunji melirik poster yang barusan dia baca, “Itu..” dengan hati-hati telunjuknya menunjuk ke arah poster tersebut.

Mata Hwangmi mengikuti arah telunjuk Eunji. Setelah melihat sebuah poster yang dimaksud Eunji, kening Hwangmi sedikit berkerut. “Kau mengkhawatirkan Mask Party yang akan diadakan 5 hari lagi?” Hwangmi bertanya to the point.

“Err sebenarnya bukan dibilang mengkhawatirkan sih..” Eunji meralat perkataan Hwangmi. “Entah, jika seandainya aku mendapat gelar itu di pesta, berarti memang hidupku ini sangat menyedihkan.”

“Dengan kata lain kamu betul-betul mengkhawatirkan Mask Party ini, Eunji-ah.”

Eunji mendesah, “Baiklah, aku memang mengkhawatirkan Mask Party ini… ottokhaeyo?”

Hwangmi nampak berfikir sejenak, “Kau segera cari saja seorang namja untuk menjadi pasanganmu.”

Eunji mengerang. Justru itu masalah terbesarnya. “Kau tahu kalau aku tidak menyukai hal-hal seperti itu kan?”

“Hal-hal seperti itu apa? Selama ini kau suka mengeluh duluan sih, makanya tidak pernah mendapat pasangan. Kalau sikapmu sama terus, aku jamin 100% nasibmu akan sangat menyedihkan—seperti yang kamu bilang tadi.”

Perkataan Hwangmi terkadang memang membuat sakit hati, tetapi Eunji memang mengakui kebenaran yang dikatakannya. Jika tidak mau disebut menyedihkan, maka jalan satu-satunya mencari pasangan untuk Mask Party

Tapi bagaimana caranya? Apalagi ini adalah Shim Eunji

Eunji merapikan buku-bukunya dan segera memasukannya ke dalam tas. Dia tidak bisa berkonsentrasi pada setiap pelajaran hari ini. Karena yah memikirkan Mask Party. Eunji cukup malu mengetahui kenyataan bahwa dirinya pada akhirnya ikut terpengaruh dengan hal-hal berbau pesta. Selama ini hidup Eunji hanya ditemani oleh Buku dan Internet saja. tidak pernah mau membuka diri pada kehidupan yang nyata. Maka kadang dirinya heran mengapa Hwangmi bisa tahan bersahabat dengannya yang super autis ini.

 .:You have 1 new message:.

From : Jang Hwangmi

Eunji-ah. Nanti bisa tolong tunggu aku? Hari ini aku ada rapat panitia untuk persiapan Mask Party. Yah, kamu tidak salah dengar. Aku menjadi panitia. Tentu saja paksaan karena tidak ada teman seklas yang mau menjadi panitia (.__.)

Tunggu aku. Hanya 1 jam saja kok J

“Ciss~ 1 jam itu ‘hanya’?” Eunji menutup flap handphonenya dan terdiam sejenak.

1 jam. Bukan waktu yang sebentar. Sebaiknya Eunji menghabiskan waktu di mana?

Eunji bangkit dari tempat duduknya, “Aku akan memikirkannya sambil berjalan-jalan sebentar.”

Eunji berjalan di lorong sekolah tanpa tujuan. Dan lagi-lagi dia memikirkan Mask Party.

“Hah~ lama-lama aku bisa gila memikirkan Pesta itu terus..”

BRAK!

Suara sebuah benda yang jatuh

Eunji terlonjak, dan menoleh ke kanan kiri. Berusaha mencari tahu di mana sumber suara itu. pandangannya tertuju di sebuah daun pintu yang terbuka sedikit.

‘Ruang itu bukannya ruangan tua yang sudah lama tidak digunakan ya?’ Eunji bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

Sebenarnya Eunji tidak ingin menuju ke ruangan tua itu, tetapi karena dikalahkan oleh rasa penasarannya, akhirnya dia melangkahkan kedua kakiknya menuju ruangan itu.

Kree~ek! Eunji membuka pintu itu sedikit. Matanya mencoba melihat apa yang berada di dalam ruangan itu.

Ternyata ruangan tua itu tidak se’tua’ yang Eunji kira.

Di dalamnya banyak peralatan menggambar, mulai dari kuas, cat dan tentu saja kanvas. Sepertinya kanvas itu terdapat gambarnya.

Kree~ek! Tanpa sadar Eunji mendorong pintu itu lagi sehingga pintu terbuka lebar.

Mata Eunji membulat begitu melihat ruangan itu dengan lebih detail

Kanvas berjejer rapi di ruangan itu, dengan gambar bermacam-macam.

Eunji melangkah masuk ke dalam ruangan itu dan melihat ada satu ruangan lagi. Dengab pintu sedikit terbuka juga. Eunji membuka pintu itu perlahan

Terlihat sesosok namja berambut cokelat tua. Wajahnya tidak terlihat karena namja itu membelakanginya

Tetapi seolah mengerti kehadrian Eunji, namja itu membalikan badannya.

Namja itu tidak bisa menyembunyikan perasaan terkejutnya begitu melihat Eunji

“Nuguseyo?” Tanya namja itu—anehnya dengan nada tetap santai.

Eunji terkesiap. Dia menjawab pertanyaan namja itu sambil menundukkan kepalanya, “Ah.. mianhae aku masuk dengan sembarangan..”

“Gwaenchana, aku hanya bertanya kamu siapa?” namja itu mengulangi pertanyaannya

“Mmm.. Shim Eunji imnida..”

“Joneun Onew imnida. Bangapsumnida.” Namja bernama Onew itu mengulurkan tangan kanannya ke arah Eunji. Eunji sedikit heran pada namja ini–tetapi dia tetap menerima uluran tangan Onew.

“Ne.. bangapsumnida.”

Hening sejenak

“Kau yang melukis lukisan di ruangan ini semua?” Tanya Eunji. Teringat pada banyaknya lukisan yang berjejer di sekeliling ruangan ini.

Onew mengangguk, “Tetapi masih amatir. Aku perlu lebih banyak latihan lagi.”

Eunji menatap Onew tidak percaya, “Kau bercanda? Lukisanmu sangat bagus. Aku saja tidak mungkin bisa melukis seperti itu.”

“Kau memujiku?” Onew terkekeh

“Tentu saja.”

Eunji melihat-lihat lagi lukisan yang berjejer. Tanpa sadar bayangannya terpantul di cermin besar. Kuciran kuda yang berantakan, kacamata besar, wajah berminyak, dan masih banyak lagi hal yang tidak ingin Eunji lihat.

Itu sebabnya Eunji benci bercermin.

Buru-buru Eunji mengalihkan pandangannya dari cermin besar itu lalu melihat sebuah kanvas di balik badan Onew

“Mmm.. apa itu lukisan yang sedang kamu kerjakan, Onew-ssi?” Eunji mendekati kanvas itu. Tetapi begitu Eunji melihat kanvas itu secara lebih dekat lagi dia terkejut.

Lukisan itu sangat indah, lukisan seorang yeoja berambut hitam bergelombang. Ekspresinya sedang tersenyum hangat.

Hanya saja, sebagian lukisan di wajahnya tertimpa cat hitam. Jadinya Eunji tidak bisa melihat wajah yeoja itu dengan jelas

 “Mengapa lukisan ini tertimpa cat? Sayang sekali. Padahal aku menyukai ekspresi yeoja di dalam lukisan ini..”

Onew terdiam sesaat. Tangannya menggerak-gerakan kuas. “Kau menyukai ekspresinya?” tanyanya tiba-tiba

Eunji menatap Onew heran. Sepertinya namja ini memang sedikit aneh. “Ne. memangnya kenapa?” Eunji bertanya balik

Onew tersenyum masam. “Ini adalah lukisan yang paling berharga bagiku. Aku membuatnya dengan penuh perasaan.. untuknya.” Eunji menaikan alisnya, tanda tidak mengerti.

“Kau ingin mendengar ceritaku?” tawar Onew . Masih dengan senyumannya yang menyedihkan

Eunji mengangguk.

“Jadi.. sudah lama aku menyukai melukis. Setiap saat jika aku mempunyai waktu luang, pasti akan kugunakan untuk melukis. Tahun lalu aku bertemu dengan yeoja ini..” Onew menunjuk lukisan yeoja itu.

“Yeoja ini mungkin bukan yeoja tercantik, tetapi entah bagaimana aku tertarik padanya.” Onew memandang lukisan yeoja itu dengan tatapan yang belum pernah dilihan Eunji sebelumnya

Entah mengapa hati Eunji sedikit tercekat

“Selama setahun aku hanya bisa memandangnya dari jauh. Dan selama itu juga aku berusaha untuk melukisnya. Setelah lukisanku selesai, aku berniat untuk menyerahkannya kepadanya. Tetapi dia sudah terlanjur pindah.” Onew sekali lagi memandang lukisan yeoja itu.

“Lalu tadi barusan lukisan ini tertimpa oleh cat. Aku benar-benar ceroboh ya?”

Eunji memandang lukisan yeoja itu. sepertinya dia pernah melihat yeoja itu, tetapi tidak tahu di mana.

“Eunji-ssi. Kalau kau berkenan, mau menjadi model lukisanku?”

Eunji menoleh ke arah Onew yang memandangnya lekat. Tatapan matanya entah mengapa membuat badannya panas dingin.

“Kenapa tiba-tiba?” Tanya Eunji. Dia sedikit tidak percaya ada seseorang yang menawarkan untuk melukisnya. Dengan penampilannya yang seperti ini..

“Aku merasa kau sangat cocok dengan image yang aku butuhkan saat ini.” Onew semakin memandang Eunji penuh arti. Sepertinya ada sesuatu yang Onew sembunyikan. Dan hal itu membuat Eunji penasaran

“Baiklah, aku setuju menjadi modelmu, Onew-ssi.”

Thursday, 22 April 2010

After school

“Kau lebih cantik jika rambutmu terurai, Eunji-ah.”

“Eh?”

Saat ini Eunji sedang duduk di kursi—menunggu Onew yang sedang mempersiapkan alat lukisnya. Penampilannya masih sama seperti kemarin. Serba sederhana. Dan di tengah persiapannya Onew, dia berkata seperti itu.

Onew menghentikan aktifitasnya sebentar lalu menatap Eunji. “Sesekali, urailah rambutmu. Aku yakin kau akan terlihat jauh lebih manis.”

Pipi Eunji bersemu merah, dia menunduk untuk menutupi wajahnya yang memerah.

Dalam hati, Eunji bertanya-tanya : ‘Benarkah?’

Lalu Eunji melepas ikatan rambutnya perlahan, dia melirik ke arah Onew yang memandangnya seraya tersenyum geli.

“Sudah kuduga kau cocok sekali dengan rambut terurai. Kau semakin mirip.”

Eunji menautkan sebelah alisnya, “Kau tadi berbicara apa?”

Onew menggelengkan kepalanya cepat. “Aniya, aku tidak berbicara apapun.”

Beberapa menit kemudian, Onew mulai melukis Eunji. Eunji yang salah tingkah karena merasa diawasi oleh Onew hanya bisa terduduk kaku.

To Be Continued

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

17 thoughts on “Juliette – Part 1”

  1. siapa sih cewe d lukisan itu? aku ya? /plakkkkk *reader narsis
    eh ad after school nongol.. lol *tmbh ngaco

    lanjut thor… seru ff nya 🙂

  2. kyaaaaaaaaaaaa mau diukis onew..apa lagi ditatap onew…pst tatapannya bikin orng meleleh deh…
    jngan2 yg dilukisan onew itu mang eunji lagi…curigation nih…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s