The Green Field Near The River

Title: The Green Field Near The River

Author: HeartLess Veronica

Main Cast: Lee Taemin, Choi Minho

Other Cast: Taemin’s mom, Taemin’s yeojachingu

Genre: Bromance, Tragedy

Length: One Shot

Rating: General

Author’s Note: Nekad send FF ke page ini..hoho… Ini bukan FF pertamaku.. aku sebenarnya udah sering nulis FF di facebook notes. Tapi tetap aja masih berasa kalo FF ku amatiran (T-T) Semoga aja readers sekalian mau baca FF ini dan mau RCL.. (maksa abis)

At the end, happy reading aja buat semuanya.. comment mu adalah nafas hidupku xD…. Gomawo ^^

================

[Choi Minho’s POV]

Hari ini aku melihatnya lagi. Namja itu, usianya sepertinya lebih muda dariku. Aku mengetahuinya dari pakaian seragam yang selalu dikenakannya setiap kali aku melihatnya disini. Di tempat yang sama dan pada jam yang sama pula. Sudah sejak sebulan yang lalu aku menemukan tempat ini, tempat yang cukup tenang dan indah untuk mencari ide, untuk novel yang sebentar lagi akan di tagih oleh pihak penerbit karena deadline. Dan setiap hari dalam sebulan aku selalu menemukan namja muda itu menghabiskan waktunya sampai petang sambil berbaring atau duduk-duduk di hamparan rumput yang terletak dekat dengan sungai,yang juga tak jauh dari bangku di bawah pohon besar yang selalu aku tempati setiap kali aku datang untuk mencari ide cerita.

Terkadang namja itu hanya sekedar berbaring dan mendengarkan musik menggunakan headset, terkadang dia menulis sesuatu ke dalam buku nya, atau hanya duduk memandangi langit saja. Banyak aktivitas berbeda yang dilakukannya setiap hari di tempat itu: ‘padang rumput dekat sungai’. Tapi yang bisa ku tangkap dari semua aktivitasnya yang berganti-ganti selama ini,ada satu hal yang sama. Yaitu tatapan mata yang menyiratkan kesedihan dan kesepian dan mungkin juga putus asa?

Ya,memang benar, aku sangat yakin bahwa di dalam mata jernih namja itu,tersirat banyak sekali kepedihan mendalam dan juga keputus-asaan yang sangat besar. Aku tau,karena sebagai seorang penulis,perasaan dan instingku cukup peka dalam membaca perasaan yang dialami orang lain.

Hari ini pun, seperti biasanya dia selalu datang tepat pukul 15.00, yang ku duga adalah jam pulang sekolah. Seperti biasa ia hanya tersenyum lirih saat melihatku telah terlebih dahulu duduk di bangku panjang di bawah pohon, tempat duduk favoritku. Dan seperti biasanya pula ia akan membiarkan langkah kakinya membawanya ke padang rumput, kemudian merebahkan tubuhnya ke atas benda-benda hijau tersebut. Tapi tidak seperti biasanya, hari ini sedikit senyum kebahagiaan terpancar dari wajahnya. Senyum bahagia yang sangat tulus, tidak seperti hari-hari sebelumnya, dimana ia hanya menatap ke langit dengan tatapan sedih yang kosong.

Aku memperhatikan senyumnya semakin mengembang ketika ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah kotak bekal berisi sandwich di dalamnya. Ia masih menatap sandwich-sandwiich tersebut, menenggelamkan dirinya dalam senyum dan perasaan bahagia, sebelum akhirnya ia memakan roti-roti lapis tersebut,dengan senyum yang seolah tak mampu menahan luapan kebahagiaan.  Ia menikmati satu persatu makanan tersebut masih dengan ekspresi seolah ada sebuah perasaan bahagia yang sedang sangat ia nikmati sekarang.

[…………..]

Hari ini dia membawa sebuah harmonika bersamanya. Memainkan beberapa lagu yang indah sambil sekali-sekali memejamkan mata dan tersenyum. Aku baru tau bahwa dia bisa memainkan harmonika dengan seindah ini. Benar-benar melengkapi kesejukan angin sore hari ini. Dan dari lagu yang dia mainkan aku bisa merasakan emosi bahagia yang begitu menggebu-gebu. Dan aku bisa merasakan nya melalui lagu yang dimainkannya, yaitu emosi kelembutan yang biasanya akan dialami oleh orang yang sedang jatuh cinta. Apakah dia sedang jatuh cinta?

[…………..]

Setelah kemarin aku menemukan ekspresinya yang bahagia,kenapa hari ini  sorot matanya kembali terlihat diliputi oleh kesedihan? Aku melihatnya menerawang jauh dengan pandangan kosong. Baru beberapa hari aku merasa ikut senang karena ku pikir akhirnya dia kembali menemukan keceriaannya, mengapa hari ini dia kembali terlihat sedih ya? Aku merasa sangat khawatir dengan namja muda ini. Tunggu, tapi bukan berarti aku menyukai sesama jenis. Aku hanya merasa cemas, karena aku adalah orang yang tidak bisa mengacuhkan orang-orang di lingkungan sekitarku. Dan namja ini, aku mengkhawatirkannya karena usia nya yang masih muda. Karena di usia mudanya entah kenapa aku melihat begitu banyak beban yang ia bawa setiap harinya. Ketika aku mengingat masa mudaku saat seusia dia, aku hanya menghabiskan waktu berkelahi dan bersenang-senang saja. Jangankan beban, malahan hampir tidak ada hal yang membuat aku cemas atau khawatir dulu. Bagaimana bisa namja muda ini, malah kelihatan sangat tertekan dikala usianya sama seperti usiaku waktu itu? Waktu aku masih hidup tanpa mengenal yang namanya ‘beban hidup’.

[………..]

Hari ini dia kembali tersenyum. Kebahagiaan terpancar dari sorot matanya. Tidak sama seperti kemarin, hari ini aku bisa melihat dengan baik, cahaya dari matanya, menunjukkan bahwa hari ini banyak terjadi hal yang menyenangkan padanya. Dia berbaring menghadapkan wajahnya kearah langit biru yang cerah, dengan cuaca yang hangat. Dia tersenyum kemudian mengambil sesuatu keluar dari saku celananya. Sebuah dompet berwarna coklat.. dia membuka dompet tersebut,kemudian mendekapnya erat di dadanya. Setelah beberapa detik,dia melepaskan dekapan nya pada dompet tersebut, menatapi dalam-dalam sesuatu yang kulihat adalah foto seorang yeoja. Dia menatap foto tersebut dengan penuh arti,dengan senyum penuh luapan emosi kebahagiaan, kemudian menempelkan foto tersebut ke bibirnya dan akhirnya mendekapnya kembali ke dadanya dengan erat sambil memejamkan mata dan menarik nafas dalam,lalu tersenyum.

[……….]

Hari ini ada yang berbeda dengan namja muda itu. Model rambut dan warna rambutnya tidak sama dengan yang kemarin. Hari ini aku bisa meliha t sedikit perubahan. Kini rambutnya berwarna coklat kemerahan, membuat wajahnya yang selama ini terlihat cantik –hingga aku sempat mengira dia adalah seorang yeoja saat pertama kali melihatnya- kini berubah menjadi lebih ‘manly’. Dengan potongan rambut yang baru, garis rahang nya terlihat lebih tegas sekarang. Jika dulu aku bisa dengan percaya dirinya menganggap aku lebih tampan dari dia –karena dia lebih tepat dikatakan cantik daripada tampan- maka hari ini aku sedikit merasa dia jauh lebih tampan daripada aku. Mungkin jika noona ku melihat namja ini, dia akan langsung berteriak histeris dan memeluknya. Mengingat noona ku adalah pencinta kkot-mi-nam.

[……….]

Seperti biasanya, dan seperti yang sudah kukatakan sebelumnya. Dia akan selalu datang ke tempat ini setiap hari. Dia juga masih datang hari ini. Tapi,kali ini tidak sendirian. Dia bersama dengan seorang yeoja yang kurasa seumuran dengannya. Yeoja itu memang sangat manis. Wajahnya dan semuanya darinya membuat laki-laki yang berada di dekat nya merasa harus melindunginya. Aku bisa melihat bahwa yeoja itu adalah gadis yang baik. Dari tutur katanya, sikapnya,semuanya. Dan namja muda itu, selalu menatap yeoja itu dengan lembut dan penuh rasa kasih. Sebuah tatapan mata yang belum pernah ku lihat dari nya selama ini. Kecuali saat dia menatap foto di dompetnya beberapa hari yang lalu.

[………]

Akhir-akhir ini namja kkot-mi-nam itu sering bersama dengan yeoja tempo hari. Aku rasa dia adalah yeojachingu nya. Aku ikut senang melihat ekspresi nya yang memancarkan kebahagiaan belakangan ini. Terutama sejak yeoja ini selalu menemaninya. Aku melihat kesedihan dan kesepian yang terpancar dari matanya perlahan mulai sirna. Tergantikan dengan sinar mata yang penuh kebahagiaan dan cinta. Aku bisa melihat juga ketulusan mendalam dari yeojachingu nya itu. Aku merasa sangat lega, melihat dia akhirnya bisa melepaskan beban –yang selama ini aku tidak tau entah apa itu- dari pikirannya. Setidaknya untuk saat ini,dia sudah punya seseorang yang bisa membantunya dan menopangnya dalam kesedihan.

[………]

Beberapa jam yang lalu, dia dan yeojachingu nya kelihatan saling bertengkar. Aku juga tak tau apa yang membuat mereka bertengkar hebat seperti itu. Bahkan sampai mereka berdua harus menangis. Aku sempat khawatir, tapi aku tidak bisa ikut campur. Dia kan tidak mengenalku. Aku hanya seorang ‘namja yang selalu menulis di bangku bawah pohon.’ Tapi  untunglah, segalanya bisa selesai dengan baik. Meskipun awalnya mereka berteriak satu sama lain, dan menangis dengan keras satu sama lain. Tapi akhirnya pertengkaran berakhir dengan damai. Kini aku bisa melihat kembali senyum penuh cinta dari pasangan tersebut. Dan tau tidak, pertengkaran mereka berhasil diakhiri dengan sebuah ciuman lembut yang di berikan namja  itu kepada yeojanya. Ah, aku jadi teringat dengan mantan kekasih yang sangat kucintai “Lee Aram” yang sukses membuatku masih tidak bisa membuka hati kepada yeoja lain sampai saat ini. Lee Aram yang meninggalkanku saat kecelakaan tragis hari itu.Kecelakaan yang juga telah merenggut suara ku dari ku untuk selama-lamanya.

Dalam hatiku, aku hanya berdoa semoga yeoja ini bisa selalu menjaga namja berwajah cantik itu.

[………]

Wajahnya hari ini terlihat sangat frustasi. Entah kenapa aku merasa emosinya seolah siap untuk meledak setiap saat. Wajah terlukanya yang sudah lama tidak kulihat sejak kehadiran yeoja itu dalam hari-harinya entah kenapa terlihat lagi hari ini. Aku sangat khawatir dengannya. Apa yang telah terjadi dengannya?? Aku ingin menghampirinya,tapi aku tak mungkin bisa. Apalagi dengan situasi seperti ini,seolah dia akan meledak setiap saat jika ada yang berani mengganggunya. Tunggu,ada satu lagi keanehan lain yang kutemukan dari dirinya. Mengapa ia terlihat begitu pucat? Tidak, dia memang sudah terlihat sedikit pucat dari beberapa hari yang lalu. Tapi aku melihat ini semakin parah. Kemarin aku tidak begitu menyadarinya karena bibirnya tidak pucat seperti ini. Dan kemarin aku pikir mungkin dia hanya kecapekan karena sekolah atau kegiatan lainnya. Tapi hari ini, matanya terlihat berbeda,seperti tidak ada energi di dalam sorot matanya. Aku melihat bibirnya begitu pucat dan kering.

Dia berulang kali meninju permukaan tanah sambil sesekali air matanya terjatuh. Kini dia berhenti meninju,tetapi air matanya kini telah mengalir dengan sangat deras.

“Jagiya” sesaat aku memandang ke arah suara itu berasal.begitu pula dengannya

Aku mendapati yeojachingu nya kini berdiri tak jauh dari kami, dengan mata yang sembab. Dia tak berkata apa-apa. Malahan air matanya mengalir dengan sangat deras. Dia lalu berlari pergi tanpa menghiraukan kekasihnya itu. Ya, dia pergi,berlari dengan tatapan mata penuh luka.

[……..]

Sudah beberapa hari berlalu tapi aku tak pernah lagi melihatnya disini. Hanya ada yeojachingu nya yang manis itu. Ya,hanya yeoja itu sendirian. Sepertinya yeoja nya selalu menunggu nya disini, dan jika hari sudah mulai petang, yeoja itu akan pulang dengan wajah penuh kesedihan. Begitu pula hari ini, dia duduk di tempat dimana biasa namja itu duduk. Matanya menatap kosong, menerawang jauh ke arah sebrang sungai yang lebar ini.

Tiba-tiba kini butir-butir air mata sudah terlihat mengalir dari mata indahnya. Perlahan-lahan turun dan menjadi semakin deras. Ia menelengkupkan wajahnya ke tangannya. Mencoba menahan suaranya saat menangis. Dia terus menangis dengan isakan yang terdengar memilukan,hingga akhirnya dia memutuskan untuk berjalan pergi dari tempat ini dengan tetesan-tetesan air mata yang masih mengalir dari matanya. Aku menemukan sesuatu terjatuh dari tasnya saat dia pergi,tetapi sepertinya dia tidak menyadarinya. Aku mencoba memanggilnya tapi aku mana bisa. Aku bahkan tak   bisa berbicara.

Aku memungut benda yang ternyata adalah sebuah amplop putih berukuran sedang yang didalam nya terisi dokumen entah apa. Aku mencoba membuka dan melihat isinya. Bukan karena aku lancang ingin mengetahui urusan orang, tapi aku hanya berharap menemukan setidaknya sebuah alamat agar aku bisa mengembalikan ini kepada nya.

Tapi betapa terkejutnya aku saat membuka dokumen itu. Melihat sesuatu yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Ini benar-benar sungguh menyakitkan sekali. Sangat menyakitkan sekali

[…………]

== 3 months later==

====Lee Taemin’s POV====

“eomma… aku ingin tau siapa yang telah mendonorkan jantungnya padaku” kataku kepada eomma

Tentu saja aku ingin tau. Setelah 3 bulan yang lalu aku  didiagnosa menderita penyakit batista dan di diagnosa harus melakukan pencangkokan jantung sebelum waktu 1bulan, aku merasa ingin mati saja. Aku seperti tidak punya semangat hidup dan semuanya seperti tidak ada artinya lagi.

Padahal setelah selama ini, aku hidup dalam penderitaan, di tindas di sekolah, aku dan eomma yang menerima perlakuan kasar dari appa, teman baikku yang mengkhianatiku. Dan akhirnya aku bisa melalui dengan baik semua, dan saat semua ada tanda pencerahan,aku malah menerima kabar bahwa aku akan mati jika dalam 1bulan aku tidak menemukan pendonor untuk jantungku. Bayangkan betapa hancurnya aku saat itu. Apalagi saat aku baru menemukan belahan jiwaku yang sejati, seseorang yang menerimaku apa adanya dan mampu menjadi penopangku. Seperti seolah Tuhan sangat tidak adil kepadaku. Mengapa aku harus kehilangan semuanya saat aku bahkan baru mulai mendapatkannya?

Tapi tiba-tiba seperti sebuah lilin dalam kegelapan, aku mendapat kabar bahwa seseorang bersedia mendonorkan jantungnya padaku. Tanpa syarat dan tanpa persetujuan apapun. Gratis,semuanya gratis dan orang itu bersedia menukar nyawanya demi kesembuhanku. Dia menyelamatkanku dan memberiku harapan. Sudah sewajarnya aku sangat ingin tau siapa orang itu. Meskipun dia sudah tidak ada di dunia, karena telah memberikan jantungnya padaku, tapi aku tetap akan memberikan rasa terima kasih ku kepadanya. Aku ingin tau siapa orang itu.

 “Taemin-ah. Kebetulan orang itu menitipkan sesuatu kepada eomma sebelum operasi itu dilakukan” kata eomma sambil mengeluarkan sesuatu dari laci meja

Sebuah buku berwarna hijau. Aku menatap buku tersebut dengan bingung sehingga akhirnya aku membukanya. Di halaman depan tertulis sebuah nama yang sepertinya tidak asing bagiku “Choi Minho”

Kemudian aku menelusuri setiap halaman demi halaman.

“aku bertemu lagi dengannya di tempat yang sama ‘padang rumput dekat sungai………”

“aku duduk di bangku di bawah pohon besar dan bertemu lagi dengan namja berwajah cantik itu.. Entah mengapa aku merasa wajahnya tidak asing. Seperti wajah yang selalu kurindukan setiap hari……….”

“dia terlihat sedih hari ini… tapi aku tidak tau mengapa, aku merasa harus melindunginya seperti dongsaengku sendiri… tapi apakah aku mengenalnya? Ia seperti tidak asing bagiku…………….”

Aku tidak mengerti,aku terus membuka hingga sampai pada halaman dimana mungkin merupakan halaman terakhir yang telah ditulisi. Aku membaca dengan seksama

“Dear Lee Taemin..

Pertama kali aku bertemu denganmu di taman itu, aku selalu berpikir bahwa kita pasti saling mengenal. Aku merasa tiidak asing dengan wajahmu yang entah mirip dengan siapa. Mirip dengan seseorang yang sangat aku rindukan. Seseorang yang sangat aku cintai dan telah meninggalkanku. Pertama aku pikir aku sudah gila telah menaruh perhatian pada sesama namja. Tapi entah kenapa ada rasa di dalam hatiku yang selalu merasa cemas saat kau bersedih dan merasa senang saat kau tersenyum. Aku selalu memperhatikanmu di taman itu. Kau tau,taman biasanya kau menghabiskan waktu sampai petang.

Pertama aku pikir aku tidak normal, apakah aku tertarik pada seorang pria?

Tetapi sampai akhirnya aku menemukan kenyataan yang sesungguhnya. Kenyataan yang membuatku sangat shock. Bahwa kau adalah adik kandung dari orang yang sangat kucintai. Orang yang telah meninggalkanku untuk selamanya. Lee Aram.

 

Ya,saat aku mengetahui kenyataan itu, dan mengetahui tentang penyakit mu,hatiku terasa sangat sakit. Aku tau,aku adalah penyebab kematian Aram secara tidak langsung 2 tahun yang lalu. Aku lah yang membuat dia meninggal. Aku adalah lelaki yang tidak patut diampuni. Aku merenggut nyawanya hanya karena aku cemburu denganmu. Aku cemburu dengan adik kandungnya sendiri yang lebih dia utamakan saat aku berencana ingin melamarnya malam itu. Aku merasa sangat kesal bagaimana bisa dia mengatakan ingin pulang melihatmu saat kau baru pulang dari Jepang setelah mengalami satu tahun masa pertukaran pelajar. Aku marah karena hal sepele itu. Marah karena kejutan yang telah ku buat untuk melamarnya harus batal karena seorang namdongsaeng yang baru pulang dari Jepang. Sungguh kekanak-kanakan,kecemburuanku membuatku mengemudikan mobil asal-asalan dan sukses membuat kami terjebak dalam kecelakaan maut.

 

Saat itu aku begitu frustasi. Mengapa Tuhan hanya mengambil nyawanya. Dan aku dibiarkan tetap hidup? Mengapa harus dia yang dikorbankan? Sementara aku hanya kehilangan pita suara ku akibat kecelakaan itu. Mengapa harus Aram yang meninggal, sementara aku hanya kehilangan sesuatu yang tidak terlalu besar. Aku hanya kehilangan suara ku untuk selama-lamanya. Aku hanya tidak akan bisa lagi berbicara untuk selama-lamanya, sementara Aram harus kehilangan nyawanya.Mengapa?

Padahal akulah yang telah mengemudikan mobil ugal-ugalan hanya gara-gara hal sepele. Cemburu padamu. Sungguh hal yang bodoh.

 

Kau pasti akan sangat membenciku. Tapi tidak apa-apa itu adalah hal yang sangat wajar. Aku telah merenggut nyawa kakak yang sangat kau sayangi hanya karena hal bodoh dan kekanak-kanakan seperti itu. Mungkin itulah alasan mengapa batinku selalu mengatakan aku harus menjagamu. Karena kau adalah adik Aram dan Aram sangat menyayangimu.

Kini aku tau mengapa Tuhan membiarkan aku tetap hidup dalam kecelakaan itu. Yaitu untuk membayar apa yang telah aku renggut darimu. Ya, sebuah nyawa. Dan aku tau,meskipun aku mengorbankan diriku, takkan mampu mengembalikan Aram ke sisi keluargamu dan kau. Tapi, hutang nyawa harus di bayar dengan nyawa. Nyawa Aram yang telah kurenggut aku kembalikan dengan nyawaku sendiri sebagai gantinya.

 

Aku masih ingat kata-kata terakhir Aram di mobil saat kepergiannya. “Tolong jaga Taemin, aku sangat menyayanginya”

Dan kali ini aku sudah merasa lega karena telah melaksanakan janjiku pada Aram

Maaf atas semua hal yang telah ku lakukan. Dan maaf kepada ibumu, yang tetap bersikeras berkata bahwa aku bukan lah penyebab kematian Aram. Padahal kenyataannya memang aku lah yang telah menyebabkan semua ini terjadi.

Maaf untuk segala sesuatu. Dan jangan bersedih lagi. Yeojachingu mu tulus mencintaii mu. Jagalah dia,dan jangan melakukan kesalahan seperti yang telah ku lakukan. Hiduplah dengan bahagia dan ingatlah bahwa Aram mencintai mu,dan ibumu begitu dalam

Terimakasih untuk maaf yang telah diberikan padaku.

Choi Minho”

Seketika air mataku mengalir begitu saja dari mataku. Entahlah,tapi aku berjanji akan menjaga baik-baik jantung ini. Dan aku akan menjalani dengan baik kehidupanku, kesempatan kedua yang diberikan Tuhan padaku. Dan aku berjanji akan menjaga baik-baik semua orang yang aku kasihi.

Minho hyung dan Aram noona,aku yakin kalian sudah bertemu di alam sana dan berbahagia bersama.  Aku berjanji akan melalui hari-hari dengan baik dan Minho hyung,aku tidak pernah membencimu atas kematian noona. Dan aku berterimakasiih karena ternyata kau begitu mencintai noona sehingga rela mengorbankan hidupmu.

Aku menghapus air mataku. Aku menyimpan buku diary hijau itu dan berjanji akan menjaganya baik-baik agar aku selalu ingat untuk tidak menyakiti orang-orang yang ku sayangi dan juga menjalani hari-hariku dengan lebih baiik lagi.

====END====

P.S:  in the end, mungkin judulnya agak membingungkan.. tapi judulnya di kasih seperti itu karena ceritanya semua berawal dari “padang rumput di dekat sungai” jadi dikasih saja judul seperti itu.. hehe…

Jangan lupa tinggalin jejak chingudeul ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

72 thoughts on “The Green Field Near The River”

  1. tadinya aku sempet mikir bromance itu menjurus ke yaoi, ternyata tidak…
    Kalo menyangkut yaoi gak bakalan jadi aku baca soalnya, hehehe.

    Ujung-ujungnya bikin terharu, minho sebegitu cintanya sama lee aram 😦

    Bagus, aku suka sama penggunaan kata-katanya…. Gak terlihat seperti penulis amatiran 😀

  2. Gomawo admin udah bantu publish FF ku^^
    kenalin all, HeartLess.. author FF ini juga FF “noona neomu yeppeo” dan “SHINee’s Romance -Flamming Charisma Minho-”
    gomawo yang baca dan udah ninggalin jejak^^
    Love u all 😀

  3. seddiiiih huaaaa T-T
    daebak thor. oh iya buat after storynya dooong soalnya masih penasaran apa yang akan taemin lakukan
    itu aja deh bingung mau komen apa… yang penting tetap semangat untuk membuat FF baruuu

    1. ah gomawo dukungannya^^
      after story?? kalau dapat ide boleh deh bikin tapi ga janji ya :p
      soalnya aku author amatiran sih :p ehehehehe

    1. D; D: D: <— mangap
      *buru2 ngambilin tissue*
      maaf memebuatmu menangis… huweeee~~
      gomawo chingu udah ninggalin jejak 😀

  4. jalan cerita na keren , ending na bagus …
    hehhee

    mskipun awal na rada gmn gt … hehehe

    tp akhir na feel sad na dapet bgt dengan alur yg bgus …

    jia yooo….

  5. daebak author, suka banget sama ff yang ini XD
    sad-nya kerasa banget, pengen nangis tapi ga bisa (?)
    ditunggu karya selanjutnya yaaaa 😉

  6. baguuuus ,,,

    tapi bener deh masih kebingungan..
    maksud yah gini yah ,, taemin yang lagi baca buku itu terus aaaahkk…
    bingung… coba author yang cantik dan baik .. gga ngerti nih otak ya pentium 3 jadul punya … pliiiiiisss….
    hheeee…
    tapi emang bagus banget !!!!!!!!

    1. umm jd gini…. benda yang dipungut minho itu data kesehatan taemin..
      minho donorin jantungnya buat taemin tanpa syarat.. trus ninggalin buku diarynya ke taemin…
      isi diarynya ya itu.. dan terakhirnya ada surat dari minho buat taemin….
      umm maaf ya membingungkan….
      *bow*

  7. ini satu kata yg menggambar ff ini thor
    Daebak~~
    aku terkejut bacanya, awalnya aku kira ini yaoi
    eh, ternyata…
    tapi sumpah daebak thor
    gak ada kata kata selain itu utk menggambarkan ff ini
    ff pertama thor? tapi kayak udah pengalaman loh
    good job thor~~

    1. ahaha sebenarnya bukan FF pertama…. aku dah pernah post 2 FF di page ini.. cuma dulu ngantrinya lama banget jadi sempat putus asa dan coba ngirim FF lain..eh taunya di post FF pertamanya^^ hehehehe~~
      gomawo chingu…^^

  8. Aigo thor!! Sedih banget pas baca FF ini. Minho rela ngorbanin jantungya buat Taemin 😥
    Kerasa banget kesedihannya. Buat pembaca terhanyut….

    Keren thor… Aku suka sama FF ini 😦 🙂

    Thumbs up for you ^o^b

  9. huweee ~
    sampe nangis-nangis aku bacanya, huhuhu
    ternyata yeobo ku baik banget (nunjuk minhoppa) -kabuurr-
    dan ternyata dia yang nyebabin kakaknya Taem meninggal, dan dia juga nggak bisa ngomong 😥

    daebak thor! lanjut di FanFic lainnya yaaa ^^

  10. Àaaaa gak boong gak boong sedih bangetttttt
    Aaa minho baik bangettt :(:(:(
    Minhonya pake bisu segala lagi
    Yaampun
    Ini seddih……banget

  11. daebakkkk thor!!
    suka bgt sama kata kata nya , kayak bukan amatiran hehe walaupun smpet agak bingung wktu minho nemuin surat dokmen nya taemin. tapi skrg udh ngrti kok kekeke

    nice fanfict ^^b

  12. Annyeong Haseyo…

    Hiks…hiks…hiks… FF nya daebak. Sukses ngebuat aku malu di warnet gara2 nangis.*ngelap ingus yang meler.
    Oh iya… kayaknya keren nich di jadiin Film pendek ato video clip…

    Gamsahamnida…*Bow

  13. komenku tenggelam sekaleeee. fans yang ketinggalankereta –”
    ini FF jadul ya eon? oke, saya tau nggak bakal dijawab.
    keren abeeeezzzzz *ngalay
    keren keren keren!!!

  14. Barusan nemuin FF ini.
    Kasihan pas baca apa yang ditulis MinHo.
    Kehilangan pita suara termasuk hal berharga, karena suara untuk komunikasi.
    Malangnya nasib MinHo dan TaeMin.
    Keep writting author

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s