My Longing For You Is Great 1 : “A Bad Impression”

My Longing For You Is Great 1 : “A bad impression”

Author                  : arsvio

Main cast             : Key Kim Kibum, Choi Minho, Bening Embun Pagi (Park Eun Bin)

Genre                   : Romance, family, friendship

Length                  : sequel

Rating                   : PG-13

Support cast       : member Shinee, Lee Joon MBLAQ, Ny. Park as Halmeoni

Summary             : Bening Embun Pagi adalah seorang gadis yang lahir dan besar di Indonesia, namun dia memiliki darah Korea dari Nenek pihak Ayah-nya. Kakek Embun adalah orang Indonesia asli sedangkan Nenek Embun adalah orang Korea. Ketika Ayah Embun berumur 9 tahun, Kakek dan Nenek bercerai. Kakek pulang ke Indonesia bersama ayah ,–yang merupakan putra tunggal – , sedangkan nenek tetap di Korea. Karena nenek merasa kesepian, dia meminta Embun untuk menemaninya di Korea sesaat setelah Embun menamatkan kuliah s1 nya.

Inspirasi               : Author terinspirasi membuat ff ini setelah membaca berita dari salah satu blog yang menyatakan bahwa beberapa warga Asia tenggara (bangsa kulit bewarna, termasuk Negroid) mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan ketika di Korea. Mereka ada yang mengalami penolakan, penipuan, ataupun pelecehan. Sumber tersebut mengatakan kemungkinan sebabnya adalah warga Korea yang homogen (satu keturunan), tidak menerima bangsa lain yang berbeda.

Prolog                   :

Manakah yang akan kau pilih:

Menghabiskan waktumu bermain di padang bunga saat mentari yang, terik sinarnya bersahabat ,menghangatkan hari?

Ataukah

Mengagumi senja dan menikmati sinar lembut sang surya kala masuk dalam buaian?

Padang bunga selalu memberikanmu senyum dan keceriaan karena keindahannya. Semilir sang bayu menerbangkan anganmu. Sinar mentari yang tidak menyengat, memberikan energy untuk melalui harimu.

Langit senja yang mengagumkan dengan semburat bewarna merah kekuningan serta violet selalu menenangkanmu. Indahnya sang surya menghanyutkan pikirmu. Membuaimu dalam peluk hangat.

Lets start…

Seorang gadis mendongakkan kepalanya menatap birunya langit. Dia mendesah pelan di depan pelataran gedung pusat SM Ent. “Di sinilah aku sekarang, jalani hidupmu Embun,” batinnya. Dia siap melangkahkan kakinya, tapi seketika berhenti ketika melihat lima namja akan melewatinya.

Embun mengarahkan pandangannya pada kelima namja tersebut, “Shinee,” batinnya. Pandangannya terus menatap, “Minho-Taemin, Onew-Jonghyun,” absennya dalam hati. Dan yang paling belakang, dengan kepala yang menunduk dan sibuk mengutak-atik ponselnya, “…Key…” batin Embun.

Key memasukkan HPnya dalam saku jasnya, menyusul berjalan di belakang member lain. Langkahnya melambat tatkala merasa ada yang memperhatikan. Dia menolehkan kepalanya dan mendapati seorang yeoja dengan map yang didekapnya di depan dada. Pandangan Key agak menatap kepada sang yeoja, “Bukan orang Korea sepertinya, tidak membawa banner, pasti bukan fans, jadi kemungkinan dia karyawan,” tebak Key dalam hati. Bibirnya membentuk senyum tipis ketika melewati yeoja itu.

Deg. Arteri kiri Embun seperti berhenti sejenak untuk memompa darahnya ke seluruh tubuh. Bukan karena mendapati seorang Key-Shinee yang tersenyum kepadanya, tapi dia seperti memperoleh refleksi dari senyum seseorang di homelandnya, yang sangat dirindukannya.

#####

“Hari ini adalah hari pertama presentasi design karyaku. “Semangat Embun.” ucap Embun menyemangati dirinya sendiri. Dia sudah berdiri di depan pintu sebuah ruang pertemuan. Embun membuka pintu ruangan dan masuk. Dia menyapa satu-satunya rekan yang dikenalnya, Cho Hae Rin.

Pintu ruangan terbuka lagi, kali ini beberapa namja masuk. Embun melongok dan mengenali lima namja tampan yang duduk bersebelahan di belakang meja pertemuan oval yang cukup besar. Embun menarik napas dalam dan mengeluarkannya, melakukannya membuat dirinya agak rileks.

Seseorang, atasan Embun, designer Shinee membuka pertemuan itu. “Annyeonghaseyo. Selamat Pagi. Aku tidak akan bertele-tele, pertemuan kali ini diadakan karena aku ingin mengenalkan kalian pada dua designer sekaligus stylist baruku untuk Shinee, dan presentasi masing-masing tentang design mereka. Mereka akan mengenalkan diri lebih lanjut pada kalian semua. Yang pertama silakan Cho Hae Rin-ssi,”

Cho Hae Rin memperkenalkan dirinya dan langsung menunjukkan rancangan baju yang disambut dengan antusias oleh member Shinee maupun managernya. Park Hae Rin melakukan presentasinya dengan sukses. Dia tersenyum dan duduk kembali di sebelahku.

“Your turn, Eun Bin.” ucapnya dengan tersenyum. Sebelum aku maju, Bossku memanggil namaku terlebih dahulu, “Itu tadi adalah designer pertama dengan rancangan yang menurutku bagus. Designer keduaku adalah Park Eun Bin-ssi, silakan.”

Aku maju di depan dan menaruh mini laptop kesayanganku di meja. Aku tersenyum ke arah audience yang memandangku intens. Ya, Embun memang bukan orang korea, wajah ayu miliknya asli Indonesia.

“Annyonghasimika. My name is Bening Embun Pagi, my Korean name is Park Eun Bin. You can call me Embun,”…”Umm, I come from Indonesia, so I can’t speak in Korean well. I’ll present my design to you all with English.”. Menit berikutnya Embun telah menampilkan karya-karyanya. Dapat dilihat kekaguman dari sang designer Shinee dan member Shinee, kecuali satu orang yang menatap tajam dengan rasa ketidaksukaannya pada Embun.

Embun menghela napas lega karena presentasinya berjalan lancar. Dia mendapat pujian dari Hang Saeng-ssi, atasannya, dan juga member Shinee.

#####

“Hyung, aku sangat suka dengan baju karya Eun Bin-ssi tadi. Sangat cool,” ucap Taemin. “Kurasa juga begitu, Taeminnie. Sangat cocok dengan tema comeback kita kali ini,” timpal Key.

“Designnya bagus, tapi tidak dengan designernya,” ucap Minho dingin. “Yaa, kau ini kenapa Minho-ya. Memang mata besarmu kurang besar untuk melihat betapa manisnya Eun Bin-ssi,” sanggah Jjong. Taemin dan Key hanya mengangguk setuju dengan Jjong.

“Tsk, kalian ini…” ujar Minho lagi. “Sudahlah, yang penting kita sudah mendapatkan kostum yang sesuai dengan comeback kita,” ucap sang leader menengahi.

#####

Penampilan pertama untuk comeback Shinee serta launching MV-nya tiba. Embun dan kordi Shinee yang lain sibuk di ruang make up.

Embun membantu Key memperbaiki kostum serta memasangkan asecoris yang dipakai Key. Key menatap Embun yang sedang memperbaiki kostumnya dengan intens. Seolah wajah asia Embun menghipnotis kesadarannya. Mata bulat sempurna dengan bulu mata lentik, hidung mungil bangirnya, dan bibir tipis merah mudanya. Yeoja yang dijumpainya di depan kantor SM kala itu.

“Key-ssi, please pointed upward your head, so I can fix your scraft,” ucap Embun yang agak mengagetkan Key. Key memandang Embun dengan tatapan tak mengerti. Embun mengulang kata-katanya sambil mendongakkan kepalanya untuk memperagakan perintahnya pada Key. “Aaahh…” ucap Key menuruti perintah Embun.

“Eun Bin-ssi please help me to wear this,” ucap Key sambil memegangi gelangnya. “Just call me Embun, Key-ssi,” ucapnya sambil membantu Key mengancingkan gelangnya. “OK. Embun-ssi, gomawoyo,” senyum Key.

Embun beralih pada Minho yang kostumnya masih agak berantakan. “Let me help you,” ucap Ebun langsung membenahi kostum Minho. Minho memandang tajam gadis di depannya sesaat kemudian menepis tangan Embun. “Don’t touch me with your dirty hands,” sahut Minho dingin.

Minho berlalu dan minta stylist yang lain membantunya. Embun masih kaget dan mengerutkan dahinya. “Did I do something wrong?” gumam Embun. Dia akhirnya memilih merapikan penampilan Jonghyun. Dan tentunya Jjong hanya senyum-senyum tak jelas sambil memandangi wajah Embun yang sibuk membenahi outfitnya.

#####

“Jadi nona Embun akan pulang larut lagi halmeoni?” ucap namja yang menengadahkan pandangannya dari laptop di depannya pada seorang nenek yang duduk tepat di kursi depannya. Nenek tersebut hanya tersenyum dan mengangguk. Tersirat kesepian dalam raut wajahnya.

“Joon, jika dia menelpon ke sini untuk dijemput, tolong jemputlah dia,” sang nenek menghela nafas berat untuk mengurangi bebannya. “Tentu halmeoni,” jawab sang namja antusias. “Oh ya, neraca pemasukkan barang hari ini taruh saja di mejaku, Joon. Aku pulang dahulu,” pamit halmeoni sambil berdiri.

Joon, sang namja segera berdiri juga, “Aku antarkan halmeoni,”. Nenek hanya memberikan senyum, “Tidak usah, selesaikan saja tugasmu. Lagipula aku masih sangat kuat hanya untuk berjalan ke rumahku,”.

“Ah, ye. Hati-hati, halmeoni,” ucap Joon sambil sedikit membungkukan badanya.

#####

“Yeah, kita sukses melaksanakan comeback hari ini,” kata sang manager di tengah-tengah ruang make up. Kru lainnya betepuk tangan. “Ayo kita rayakan dulu kesuksesan hari ini. Bereskan semuanya dan kita akan makan di restoran _____,” ucap manager lagi. Semua kru bergegas berkemas. Embun juga dengan buru-buru untuk membereskan kostum-kostum.

Embun berlari-lari kecil setelah pekerjaannya selesai. Namun, seseorang telah menahan lengannya, “Ya, Eun Bin kau mau kemana?” tanya Hae Rin. “Ah, I have to back home. If I’m not in rush, I’ll miss the last train,” sahut Embun menjelaskan. “Tidak bisa, NO!. You must come wit us.” Ujar Hae Rin sambil menyeret Embun ke restoran yang dipilih untuk mengadakan pesta kecil-kecilan. Embun hanya pasrah saja, setidaknya dia bisa meminta Kim Ahjussi atau Joon Oppa untuk menjemputnya nanti.

#####

Embun duduk di sudut restoran dan terlihat gelisah dengan sering mengecek arlojinya. “Huh,..” ucapnya. Tiba-tiba Key, Taemin, dan Minho datang bersamaan dan duduk di meja yang sama dengan Embun.

“Annyeong, Embun-ssi,” sapa Key sambil memperhatikan gerak-gerik Embun. “Ah, annyeong,” balas Embun. “You look worried for something, didn’t you, Embun-ssi?” tanya Key. “A..ani, Key-ssi,” jawab Embun sambil mengibaskan tangannya.

Minho menoleh sekilas ke arah Key dan Embun yang saling bercakap. Dia melihat dari ekor matanya, minuman yan dipesan oleh Embun. “Huh, orange juice. Dia seperti Taemin saja.” gumam Minho lirih. “Wae-yo hyung?” tanya Taemin yang merasa disebut namanya. Minho hanya menggeleng.

Key meneruskan percakapannya dengan Embun. “Just call me Embun, with no –ssi.” ucap Embun. “OK. I’m 22th,” jawab Key. “Ow, I’m 23th, but instead of noona, call me just Embun”. Key mengangguk tersenyum, “Then call me just Key. Do you want beer or soju?” tawar Key.”Ah, no. I’m not drinking such beverages.” terang Embun.

Minho sekilas mendengar percakapan antara Key dan Embun. Melihat Embun mengibaskan tangannya untuk  menolak tawaran minum dari Key. Minho lalu melambai kepada pelayan dan memesan sesuatu.

Beberapa saat setelahnya, pelayan membawa pesanan Minho. Minho hanya menyeringai. “Embun-ssi, Milk-shake in this restorant is so delicious. I have served for you. Try this.” ujar Minho sambil menyodorkan minuman pada Embun.

Embun agak kaget dengan tingkah Minho. “What’s up with this boy?” pikir Embun. Embun agak ragu menerima minuman dari Minho setelah sikap dinginya di ruang make up tadi. “It’s really fresh.” ucap Minho meyakinkan.

Key memiringkan kepalanya menyadari perubahan sikap Minho. Dari awal bertemu dengan Embun, Minho bersikap keras. Kejadian di ruang make up tadi tak luput dari penglihatan Key juga.

Rasanya tidak sopan jika Embun menolak pemberian Minho, jadi dia mulai menegak milk-shake pemberian Minho. Beberapa tegakan setelah itu, Embun merasakan pening di kepalanya, tubuhnya terasa melayang, pandangannya dipenuhi bintang, dan akhirnya gelap. Dia menelungkupkan kepalanya di meja. Minho tersenyum puas melihat Embun.

Key yang melihat tingkah Embun di sampingnya terlihat sedikit panik. “Embun, are you OK?” tanyanya sambil mengguncang tubuh Embun. Embun tetap bergeming. Key kemudian membau milk-shake yang telah diminum Embun. “Uh…” katanya.

“Yaaa, Choi Minho kenapa ada campuran soju di milk-shake yang kau pesan?dan sejak kapan milk-shake di sini menggunakan soju keras?” tanya Key setengah membentak. “Molla,” jawab Minho sambil mengangkat bahunya. “Yaa. KAU…” sahut Key geram.

“Wae-yo hyung?” tanya Taemin. “Oh, Embun noona mabukkah?” pekik Taemin sambil melihat ke arah Embun yang sudah tak sadarkan diri. Taemin terlalu asyik memperhatikan pertunjukan yang disajikan para kru untuk berpesta sehingga tidak menyadari apa yang terjadi.

“Tanya hyung-mu satu itu,” jawab Key jengkel. Key mengangkat tangan Embun dan melingkarkan di lehernya, kemudian melingkarkan tangannya yang lain di kaki Embun untuk membopongnya. “Taeminnie, tolong bawakan tas Embun dan antar aku ke parkiran,” ucap Key.

Taemin mengangguk dan menuruti perintah Key. “Yaa. Apa yang akan kau lakukan?” tanya Minho dengan nada sedikit meninggi. “Tentu saja mengantarnya pulang,” terang Key sambil berlalu. Dia sudah tidak memperdulikan Minho yang mengumpat tak jelas setelah itu.

##### Di mobil

Key mengaduk-aduk tas Embun untuk mencari dompet gadis itu. Dia memeriksa ID card pada dompet Embun. Dan sedikit ternganga, “Omo! dia mahasiswa jurusan magister di Seoul University.”. “Key pabo, bukan saatnya kagum!” umpat Key pada dirinya sendiri. Key melihat alamat yang tercantum di ID card, lalu menyuarakan alamat itu agar GPS di mobilnya bisa menunjukkan lokasi.

#####

Key tiba di depan sebuah rumah. “Ini rumahnya, baiklah kita sampai,” gumamnya sambil membuka pintu mobilnya. Key berjalan memutari mobilnya untuk membantu Embun keluar mobil. Baru akan dibuka pintu mobilnya, dia melihat seorang pemuda yang baru mengunci pintu sebuah toko, sepertinya. Key membungkukan badannya sedikit hanya untuk menghormati.

Joon mengernyitkan dahinya dan balas membungkuk. Key membuka pintu mobilnya sehingga tampak Embun yang masih tak sadarkan diri.

“Omo! Nona Embun?” pekik Joon. Key menoleh dan mendapati Joon telah berada di belakangnya. “Apa yang terjadi dengan nona Embun?” tanya Joon dengan nada khawatir. Key membatalkan niatnya untuk menggendong Embun, dia menghadap ke arah Joon.

“Jadi agashi mengenal Embun?” tanya Key. “Tentu saja. Dia cucu bossku,” jawab Joon dengan tidak sabar. “Um, dia tidak sengaja menegak soju, lalu mabuk, makanya aku antarkan dia,” terang Key. “Ah, gomawoyo agashi. Biarkan aku saja yang mengangkatnya masuk rumah,” tawar Joon.

#####

Brukk…

“Aww…” pekik Embun yang jatuh terhempas ke lantai karena menabrak seseorang.

“Embun?” seseorang yang ditabraknya mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. “Jeongmal mianheyo Agashi,” ucap Embun yang masih menunduk dan merasa bersalah. “Gwencanayo?” tanya orang tersebut.

“Mianhata Agashi,” ulang Embun yang masih merasa bersalah. “I’m OK. What’re you doing here Embun?” tanya seseorang itu lagi. Embun dengan masih menunduk dan mengelus pantatnya yang masih sakit agak tersentak karena seseorang yang ditabraknya mengetahui namanya. Embun mulai mendongakkan kepala, “Ahh, Key-ssi…umm I meant Key”.

Key hanya terkekeh pelan melihat Embun yang agak kaget. “So, what’re you doing here?” ulang Key. “I’m going to hand in my paper. My lecturer office is in this building,” Terang Embun. “O..oo” Key hanya ber’oh’ ria.

“So, what’re you doing here? You’re not a magister student, are you?” tanya Embun. Key terlihat agak kesulitan menjawab sebab alasannya ke kampus itu hanya rasa penasarannya terhadap Embun. “Umm…I’m just playing around,” jawab Key asal.

“Yaa, Key-ya ayo pergi dari sini. Sebenarnya mau apa kau ke sini sih. Ini kan fakultas magister, kau S1 saja belum tamat,” celoteh Minho yang berjalan mendekati Key. Embun terhalang oleh tembok di samping depan Key, sehingga Minho tidak melihatnya. Minho agak tersentak ketika dia telah berada di sisi Key dan melihat di depannya. “Apa dia stalker?” tanya Minho pada Key sambil menunjuk ke arah Embun.

Key menatap malas ke arah Minho, “Seharusnya aku tak mengajakmu.”. “Yaa, kau berhutang makan siang padaku, bagaimana bisa aku tak mengikutimu,” sahut Minho lagi. Key mendengus kesal.

Embun hanya bengong menatap dua namja tampan di depannya yang sedang cekcok. “Umm, Key, I wanna say thanks a lot for picked me home last night,” ucap Embun memecah perdebatan MinKey. Key menatap Embun lagi, “Cheonmaneyo. Your welcome, Embun”.

“Ah ne, I have to go so I’m going first. See you next. Annyeong,” pamit Embun. “Annyeong Embun,” jawab Key. Minho hanya menatap kesal pada gadis di depannya.

Setelah Embun berlalu, “Aku ke kamar kecil dulu, tunggu sebentar,” ucap Key sambil menepuk lengan Minho yang masih bergeming menatap Embun yang berjalan menjauh. Minho hanya ber’hmmm…’ untuk menjawab Key.

Tanpa Key ketahui, Minho berjalan mengikuti arah Embun dengan agak tergesa. Dia berhasil menyusul Embun dan menangkap lengan gadis itu. Embun dengan tersentak menoleh ke belakang. “Minho-ssi…” ucap Embun yang tidak dipedulikan Minho. Dia menyeret Embun ke tempat yang agak sepi. “Let me go…” Embun meronta tapi tak cukup kuat untuk melawan cengkraman Minho.

Setelah menemukan tempat yang agak tersudut, Minho menghempaskan Embun dengan kasar sampai Embun hampir terjungkal. “What do you want, Ms. Stalker?” nada mengintimidasi Minho keluar, walaupun dengan bahasa inggris yang pas-pasan*kyak authornya ;( .

Embun yang masih kesal karena ditarik paksa, menatap Minho tak percaya. Dia masih memegangi lengannya yang sakit akibat cengkraman Minho tadi. “Do you bring me here just to ask that unimportant question? Minho-ssi, I’m not a stalker and I don’t have any business with you. So could you let me go now?” bela Embun dengan nada lambat agar namja di depannya benar-benar mendengar dan mengerti setiap katanya.

“Cih, if you aren’t a stalker, then what did you do here?” Minho menatap gadis di depannya, kedua tangannya dilipat di depan dada menandakan kuasanya. “It’s not your business,” ucap Embun dengan penekanan di tiap katanya.

“Of course it’s my business. You followed me or maybe you followed Key, Ms. Stalker,” ujar Minho. Embun memutar bola matanya dan menatap jengkel namja di depannya. “I’ll repeat what I have said before, listen carefully, I’M NOT A STALKER!” teriak Embun yang kemudian berbalik akan meninggalkan Minho.

Minho menarik lengan Embun lagi. Dia menyudutkan Embun di tembok dengan memegang kedua pundak Embun. “I don’t believe it,” ucap Minho yang menatap mata Embun langsung. Sejenak mau tak mau Minho mengagumi juga mata indah milik Embun.

Embun mendengus kesal dan membalas tatapan Minho, “Up to you. I’m student in this campus so it’s commonly if I’m being here,” jelas Embun yang mulai tak sabar. “Huh, I still don’t believe it. Bagaimana bisa orang sepertimu menjadi mahasiswa di kampus bergengsi ini,” sergah Minho.

Embun memiringkan kepalanya dan berpikir tentang kata-kata akhir Minho yang tidak begitu di mengertinya. “Let me go,” ucap Embun dingin. “Cih,” ucap Minho. Dia merasa terhina dengan tatapan dan nada bicara Embun, sehingga tangannya beralih dari pundak keleher Embun, mencekiknya, hanya untuk menggertak saja.

Embun sudah merasa kesulitan bernapas dengan cengkraman tangan Minho. “Do you want to kill me?” ucap Embun dengan serak. “Huh, aku tak sebodoh itu,” bela Minho yang tak kunjung melepaskan cekikannnya.

“YAAA!!! MINHO-YA APA YANG KAU LAKUKAN,” pekik suara dari belakang yang sukses membuat Minho menengok dan melepaskan tangannya.

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

32 thoughts on “My Longing For You Is Great 1 : “A Bad Impression””

  1. itu si minho ama embun kenapa sih??
    pas pertama ketemu embun minho gak seneng bngt ya thor?? *colek author
    kayaknya minho pula pengalaman menyakitkan sama embun.. :3 #sok tau

    jarang2 ketemu ff beginian hehehhe
    lanjut ya thor

  2. astazim… >__<
    Minho~~ kejem amat sih… huweeeehhh

    lanjutt.. thooorrr ^___^v

    Nb : nama si aku nya mirip nick aku juga, muaahahaha

  3. Keren keren,haha
    qra” apa yah yg bqn minho gg suka ma embun??
    Oh yah thor,aq mo ngomen dikit,nnt bhs inggris.a diperbaikin lagi yah,hehe,trs agasshi tu bkn.a nona yah??hehe sorry kalo slh ^^
    walopun gitu aq ttp sukaa 😀
    aq tgu next part.a 😉

  4. wow, umur 23 udah s2? Belajar doang nih kerjaannya embun, hehehe :p
    Minhonya kenapa kejam?

    Kalo disuruh milih yg ada di prolognya diatas itu, milihnya yg kedua, mengagumi senja dan menikmati sinar lembut sang surya kala masuk dalam buaian. Lebih romantis :p

  5. wow._.
    ini kenapa yah minhonya tau-tau gaksuka sama embun? karna dia bukan orang korea gitu? padahal yang lainnya biasanya aja, minhonya aja kali yah yang sensian-__-
    aku baru tau lho kalo ada orang korea yang gasuka sama muka asia melayu kayak gini. yaahh, moga para biasku tidak yahh, huehehe:3 -_-
    eh iya, kalo aku sih lebih suka mengagumi senja:)
    btw, ditunggu lanjutannya:D

  6. itu minho knpa dah…kejem bnr sama embun..ga ada alasan yg jelas tiba2 ga suka…and minho geer bngt sih…siapa juga yg stalker’in dia….

    key welcome bngt ya sama embun….

  7. minhoooooo keterlaluan….rasisnya!!!

    hayooooooooooo key km suka embun yah

    crtanya bagus thor…FRESH!!

    AQ nunggu bgt next partnya thor

  8. Waaaaaaaaaah, FF ini keren banget!!!

    Bisa mencampurkan cast Indo dgn Korea. Keren banget deh.

    Aku salut banget sm authornya. Tapi aku juga iri sih baca FF ini *Sediiih*

    Semangat ya thor!! Di tunggu yg selanjutnya *readers gk sabaran* Semangat yaaaaa 😀 🙂 ~ ❤

  9. Mianhe,, baru sempet Koment,, aishhh,, selalu keren deh kalo yang jadi main cast-nya Key,,,

    dan Minho,, Kasar banget deh disini,, aihh,, Si kharisma Minho gx suka Bangsa diluar Korea,,

    ide-nya kerennn,,,,

    ditunggu lanjutannya,,, Fighting!!!

  10. minhonya kok gtu bgt sih ? -_-
    tp pnasaran sm lanjutannya, daebak thor!
    tp minhonya jgn d bqin jahat2 bgt yah *readerbawel ;p

  11. hyaaaa mian baru baca !!!
    huwaaa minho kau jadiin sadis thorr … hebat … aku suka jalan ceritannya… ampe segitunya ya ??? parah …
    aku beralih ke part 2nya okay .. heheheheh

  12. Minho benci sekali dengan Embun. Padahal baru saja kenal dan Embun tidak merasa melakukan sesuatu yang sekiranya membuat Minho sakit hati.
    Nice story. Lanjut!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s