We Have To Married – Part 4 [END]

Title                : We Have To Married part 4

Author             : Nita si Chicken

Main Cast        : Lee Jinki, Song Hyo Soo

Support Cast   : Choi Soo Ae, Shin Hyun Kyung, Cho An Ra, Kim Ki Bum a.k.a Key, Cho Kyuhyun, Seo Joo Hyun a.k.a Seo Hyun SNSD, Lee Taemin

Length             : Sequel (4/4)

Genre              : Romance

Rating             : PG 16-17

Summary         : “Hyo.. kau…”

“Syukurlah kau sudah sadar, aku akan memanggil dokter untuk mengecek keadaanmu” Hyo Soo menggerakkan tangannya untuk memencet tombol yang ada di sebelah ranjang Jinki, tapi gerakan tangannya itu tertahan karena Jinki sudah terlebih dulu memegang tangannya.

“Kau tidak akan menceraikanku kan?” tanya Jinki dengan suara yang nyaris tidak terdengar oleh Hyo Soo

Desclaimer      : Ini ff punya aku, plotnya punya aku. Onew punya Tuhan, keluarganya, Shinee, SM yang terakhir punya aku juga. Wkwkwkwk *digampar MVP*

Awali dengan basmalah dan akhiri dengan istigfar, otte reader?!

*Author POV*

“Hyo Soo-ah oppaku ingin bertemu denganmu sekarang!” An Ra membisiki Hyo Soo sesuatu ketika yeoja itu sedang sibuk menemani salah satu pelanggan boutique mereka. Hyo Soo memandang sebal ke arah An Ra, mencoba memberi tahu yeoja itu bahwa dia sedang sibuk saat ini. yeoja itu tidak ingin dianggap tidak profesional dalam bekerja karena dia meninggalkan pelanggannya begitu saja.

“Biar aku yang menangani ini” kata An Ra lalu mendorong Hyo Soo paksa agar segera menemui oppanya sebelum oppanya itu berteriak marah pada An Ra. Hyo Soo mendecakkan lidahnya sebal, dengan terpaksa yeoja itu meninggalkan pelanggan boutique mereka setelah sebelumnya meminta maaf terlebih dahulu.

Di boutique ini siapa yang tidak kenal dengan oppa An Ra, Cho Kyuhyun seorang namja arogan yang sangat over protective pada dongsaengnya. Namja yang akan berteriak marah pada semua orang yang ditemuinya apabila keinginannya tidak segera dipenuhi.

“Ada apa oppa?” Kyuhyun terlonjak kaget mendengar suara Hyo Soo yang tanpa permisi masuk ke dalam ruangannya. Tentu saja, untuk apa mengetuk pintu jika ingin masuk ke ruang kerja sendiri.

“Hyo Soo-ah, kau bisa membantuku kan?” tanya Kyuhyun tanpa basa-basi sambil menggandeng seorang yeoja cantik di sebelahnya yang Hyo Soo yakini yeoja itu adalah calon istri Kyuhyun.

*Hyo Soo POV*

“Oppa aku ini designer bukan bridesmite” kataku penuh penekanan pada Kyuhyun oppa.

Namja ini menyebalkan. Saat aku sibuk bekerja dengan seenaknya dia memintaku untuk meninggalkan pekerjaanku hanya untuk menemuinya, sekarang dia malah memintaku untuk membantunya tapi diluar profesiku. Kalau dia minta tolong padaku hanya untuk mendesainkan gaun pengantin pasti aku akan membantunya. Tapi kali ini dia memintaku untuk menjadi bridesmite. Ini konyol!

“Jebal Hyo Soo-ah, bantulah aku” Kyuhyun oppa masih saja mengeluarkan puppy eyesnya.

“Apa kau benar-benar tidak bisa membantu kami Hyo Soo-ssi?” tanya yeoja yang Kyuhyun oppa kenalkan bernama Seo Joo Hyun ini padaku juga dengan puppy eyesnya.

Aissh.. ini menyebalkan, dua orang yang memandangku dengan pandangan puppy eyes seperti itu, membuatku tidak tega pada mereka.

“Ara.. ara aku akan membantu kalian, tapi harus ada imbalannya?”

“Apapun yang kau inginkan dongsaengku sayang” Kyuhyun oppa mengacak rambutku kasar lalu menarik tangan calon istrinya untuk segera pergi meninggalkan ruanganku tanpa pamit. Dasar tidak punya sopan santun.

Saat aku akan menutup pintu ruanganku, tiba-tiba saja calon istri Kyuhyun oppa datang kembali lalu membungkuk dalam ke arahku “Gumawo Hyo Soo-ssi”. Yeoja ini lembut sekali, malang sekali nasibnya jika harus mendapat suami evil seperti Kyuhyun oppa.

********************

“Kau jadi membantu Kyuhyun oppa?” tanya An Ra antusias ketika kami berempat sedang makan siang di restaurant favorit kami. Aku hanya menganggukkan kepalaku karena mulutku terisi penuh oleh makanan.

“Memang Kyuhyun oppa tadi datang ke boutique?” tanya Hyun Kyung polos. Hyun Kyung akhir-akhir ini memang jarang berada di boutique karena dia sedang sibuk mengurus persiapan pernikahannya dengan Minho oppa. Jika yeoja itu datang ke boutique paling hanya untuk setor muka dengan Soo Ae.

“Memangnya Kyuhyun oppa minta tolong apa padamu?” tanya Soo Ae tanpa menggubris pertanyaan Hyun Kyung barusan. Kuletakkan sendok dan garpu yang sedari tadi kupegang di atas piring. Kusedot jus jeruk yang masih penuh hingga tersisa setengahnya, bersiap untuk memulai cerita panjangku. Mulai dari Kyuhyun oppa yang datang ke boutique, memaksaku untuk menjadi bridesmitenya dan bagaimana bisa aku menyanggupi permintaannya.

“Jadi?” tanya An Ra yang sudah memandangku penuh minat.

“Kyuhyun oppa datang ke boutique bersama seorang yeoja cantik yang dia kenalkan sebagai calon istrinya, namanya Seo Joo Hyun. Yeoja itu adalah seorang model sehingga dia sangat sibuk sekali dan tidak memiliki waktu untuk menyiapkan pernikahan mereka. Awalnya Kyuhyun oppa hanya memintaku untuk mendesainkan gaun pengantin, tapi setelah itu dia memintaku untuk memilihkan cincin, kartu undangan, gereja, gedung pernikahan, katering dan semuanya”

Belum sempat aku menyelesaikan ceritaku pada mereka bertiga. Handphone di sakuku bergetar hebat. Dengan cepat kuangkat telfon dari eomma yang sepertinya sangat penting.

“Yeoboseo eomma, wae?”

“…………”

“Mwo? Aku akan segera pulang”

Aku langsung mengambil tas dan mengeluarkan uang untuk membayar makan siang ku. Tanpa pamit pada mereka bertiga yang menatapku kebingungan, aku segera melangkahkan kakiku keluar dan segera menyetop taksi agar aku bisa cepat pulang dan sampai di rumah.

*Author POV*

Hyo Soo bergegas berlari masuk ke dalam rumah megah keluarga Song, yeoja itu menjadi sangat panik begitu eommanya memberi tau bahwa Hyo Jin sedang sakit. Sebenarnya Hyo Jin hanya demam biasa, tapi Hyo Soo menanggapinya sangat berlebihan. Yeoja itu begitu khawatir dengan segala sesuatu yang menyangkut tentang Hyo Jin.

“Eomma!!” teriak Hyo Soo panik karena dia tidak bisa menemukan eommanya dimanapun.

“Jangan berteriak seperti itu, kau bisa membangunkan Hyo Jin” kata nyonya Song pelan karena tidak ingin membangunkan Hyo Jin yang sedang tertidur di gendongannya. Dengan hati-hati Hyo Soo mengambil Hyo Jin yang sedang tertidur di gendongan eommanya, memeluk anak itu sayang dan mengecek suhu tubuhnya. Syukurlah suhu tubuhnya sudah tidak begitu tinggi sekarang.

********************

Hyo Soo memandang Hyo Jin yang sedang tertidur karena pengaruh obat, tidurnya terlihat tidak tenang karena memang anak itu sedang tidak enak badan. Melihat Hyo Jin yang sedang tertidur pulas mengingatkannya pada Jinki, Hyo Soo baru sadar bahwa dia belum memberi tau Jinki sama sekali.

Dengan cepat Hyo Soo meraih handphone yang diletakkan di sampingya semenjak menjaga Hyo Jin tadi. “Yeoboseo, Jinki-ah, kau tidak perlu menjemputku. Aku sudah berada di apartemen. Hyo Jin sedang tidak enak badan”

*Jinki POV*

Baru saja aku akan melangkahkan kakiku keluar dari kantor Hyo Soo sudah menelfonku. Apa yeoja itu sudah tidak sabar menunggu jemputanku. Merepotkan sekali. Baru saja aku memencet tombol hijau di handphoneku tanpa sempat mengucapkan yeoboseo Hyo Soo sudah mengoceh terlebih dahulu.

“Yeoboseo, Jinki-ah, kau tidak perlu menjemputku. Aku sudah berada di apartemen. Hyo Jin sedang tidak enak badan” cerocosnya panjang lebar. Apa? Hyo Jin sedang tidak enak badan? Tiba-tiba saja rasa khawatir menyelimutiku. Aku harus segera pulang dan melihat keadaan Hyo Jin. Semenjak peristiwa namja nyentrik peminta gula itu datang ke apartemenku dan aku menggendong Hyo Jin yang ketakutan, hubunganku dan Hyo Jin menjadi sangat dekat. Bahkan sekarang aku sudah mengajari Hyo Jin untuk memanggilku appa. Mengingat kebersamaanku dengan Hyo Jin akhir-akhir ini membuatku ingin terus tersenyum.

Begitu aku tiba di apartemen, kulihat Hyo Soo sedang tertidur sambil memeluk Hyo Jin, yeoja itu terlihat lelah sekali aku jadi kasian padanya. Sebaiknya aku membantu Hyo Soo untuk menyiapkan makan malam kami.

Baru saja aku akan memotong sayur-sayuran untuk membuat sup, bel apartemen kami sudah berbunyi nyaring, siapa sih yang bertamu di saat-saat seperti ini. Kubuka pintu apartemen dengan sedikit kesal, aku sudah bersiap untuk mengomeli tamu yang menganggu konsentrasi memasakku ini, tapi kuurungkan niatku begitu melihat siapa tamu yang datang. Namja nyentrik itu lagi.

“Jinki-ssi, boleh aku masuk?” tanpa menunggu persetujuanku namja yang kukenal sebagai Kim Ki Bum alias Key itu sudah masuk ke dalam apartemenku dan mengganti sepatunya dengan sandal rumah, namja ini minim sekali sopan santunnya.

“Kau mau apa kesini? Apa gulamu habis lagi?” tanyaku supaya namja ini segera menuntaskan urusannya di apartemenku.

“Omo.. kau sedang memasak? Kau mau membuat sup? Seharusnya kau jangan memotong wortelnya seperti ini tapi seperti ini” komentar Kibum terhadap hasil potongan wortelku. Cerewet sekali namja ini, tapi membantu juga. Jadilah malam itu aku memasak bersama Kibum, ternyata Kibum berbakat dalam urusan masak-memasak.

“Kau sudah pulang?” tanya Hyo Soo yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya.

“Hyo Soo-ssi.. Annyeong..” sapa Kibum begitu ceria pada Hyo Soo

“Mwo?? Key-ssi apa yang kau lakukan di apartemen kami?” Hyo Soo terlihat begitu terkejut dengan kehadiran Kibum di apartemen kami. Mau tidak mau atas rasa terimakasihku karena Kibum sudah membantuku memasak aku mengajaknya untuk makan malam bersama kami.

*Author POV*

“Seharusnya kau membangunkanku tadi” kata Hyo Soo pada Jinki. Yeoja itu baru saja selesai mencuci piring bekas makan malam mereka. Hyo Soo kini duduk di sebelah Jinki menemani namja itu menonton tv.

“Aku tidak tega, kau terlihat lelah sekali” jawab Jinki tanpa mengalihkan pandangannya dari tv yang sedang menyiarkan berita malam itu.

Hyo Soo bangkit dari duduknya dan meninggalkan Jinki sendirian, tidak lama kemudian yeoja itu sudah kembali dengan membawa kotak P3K. Dengan hati-hati Hyo Soo memegang tangan Jinki dan mengobati luka gores yang ada di jari-jari tangannya akibat memasak tadi.

“Jika tidak diobati bisa menimbulkan infeksi”

*Jinki POV*

Saat aku sedang menonton tv Hyo Soo datang sambil membawa kotak P3K di tangannya. Apa yang akan dilakukannya? Dengan hati-hati yeoja itu memegang tanganku dan mulai mengobati luka gores yang kudapatkan saat memasak tadi.

“Jika tidak diobati bisa menimbulkan infeksi” apa Hyo Soo masih takut akan dimarahi eomma jika aku terluka? Tidak mungkin, yeoja ini bukan tipikal orang yang perduli dengan orang lain di sekitarnya. Akan kutanyakan langsung padanya apa alasannya sangat baik padaku seperti ini.

“Hyo…” Hyo Soo mendongakkan kepalanya, menatapku serius untuk menunggu kata-kata selanjutnya yang akan keluar dari mulutku. Tapi kenapa tiba-tiba jantungku berebar kencang dan tenggorokanku tercekat seperti ini. rasanya suaraku menghilang entah kemana. Ya! Song Hyo Soo jika nanti aku mati karena serangan jantung kau adalah orang pertama yang akan kuhantui.

Entah setan dari mana yang membisikkanku untuk semakin memperkecil jarakku dengan Hyo Soo, kurasakan wajahku mulai memanas dan segera kupejamkan mataku ketika wajah kami sudah berjarak kurang dari satu sentimeter, tapi suara tangisan Hyo Jin menggagalkan moment romantis kami. Aissh.. Hyo Jin-ah, kau menyebalkan!

*Hyo Soo POV*

“Aku akan pulang lebih awal hari ini” kata Jinki sambil membenarkan dasinya. Hari ini aku memutuskan untuk ijin bekerja karena keadaan Hyo Jin belum pulih seutuhnya. Meskipun demamnya sudah turun, tetap saja Hyo Jin membutuhkan perhatian ekstra dariku supaya keadaannya pulih seperti semula.

Aku dan Hyo Jin mengantarkan Jinki hingga ke depan apartemen kami. Sebelum masuk ke dalam mobil Jinki sempat berbalik dan mengucapkan hal yang sama yang entah sudah berapa kali dalam pagi ini dia ucapkan “Aku akan pulang lebih awal, aku janji” ulangnya lagi. Aku hanya menganggukkan kepalaku tanda bahwa aku mengerti. Akhirnya Jinki masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan apartemen kami. Baru saja aku akan melangkahkan kakiku untuk masuk ke dalam apartemen kami, Jinki sudah kembali lagi dan berteriak memanggilku.

“Hyo Soo-ah..” dengan sebal kubalikkan badanku menatap namja keras kepala ini.

“Jaga dirimu baik-baik” Jinki mencium kening Hyo Jin sayang dan mengacak rambutku kasar, setelah itu dia benar-benar melajukan mobilnya untuk berangkat ke kantor. Dasar namja aneh, tapi.. kenapa jantungku jadi berdebar kencang begini.

“Appa…” kata Hyo Jin sambil melambaikan tangannya pada mobil Jinki yang sudah terlihat lagi. Omo… Hyo Jin sudah bisa bicara sekarang. Tapi kenapa appa bukan eomma. (-.-“)

********************

Kyuhyun oppa seharian ini berada di apartemenku, sarapan di apartemenku, makan siang di apartemenku dan sepertinya dia juga akan makan malam disini. Sebenarnya dia ini menganggapku bridesmitenya atau menganggapku pengasuhnya sih? Dasar oppa dan dongsaeng tidak ada bedanya.

“Apa kau sudah menyelesaikan desain gaun pengantinnya?” tanya Kyuhyun oppa sambil memakan apel yang dengan seenaknya dia ambil dari lemari es.

Aku memutar bola mataku sebal, mana mungkin aku sudah menyelesaikan desain gaun pengantinnya sedangkan dia baru meminta tolong padaku kemarin.

“Besok kita cari cincin yang bagus untuk pernikahanku” perintah Kyuhyun oppa.

*Jinki POV*

Lelah sekali baru pulang dari kantor, aku sampai tidak istirahat makan siang agar aku bisa pulang lebih awal dan bermain bersama Hyo Jin. Ketika aku masuk ke dalam apartemen ada sepatu laki-laki, sepatu siapa ini? apa Kibum main ke sini lagi?

“Besok kita cari cincin yang bagus untuk pernikahanku” itu bukan suara Kibum. Suara siapa itu? Aku melihat sesosok namja sedang duduk di sebelah Hyo Soo sambil memakan apel, memperhatikan Hyo Soo yang sepertinya sedang sibuk untuk mendesain sebuah gaun.

Tapi.. kenapa mereka membicarakan cincin pernikahan? Jangan-jangan Hyo Soo akan menceraikanku dan menikah dengan namja itu? ANDWE!!

“Aku pulang!” teriakku agak keras supaya Hyo Soo dan namja yang entah siapa namanya itu menyadari keberadaanku di sekitar mereka.

“Selamat datang..” jawab Hyo Soo tanpa menghentikan pekerjaannya untuk mendesain sebuah gaun. Cih.. ternyata desain itu lebih penting sampai-sampai dia tidak menyambut kedatanganku, padahal aku ini kan suaminya!

“Appa…” Hyo Jin merangkak mendekatiku dan menarik-narik celanaku minta digendong. Aku baru menyadari sesuatu.. Hyo Jin memanggilku appa. Aigoo.. senangnya, setidaknya masih ada orang yang perduli dengan keberadaanku disini.

“Oppa.. bagaimana menurutmu? Otte?” tanya Hyo Soo semangat sambil menunjukkan desain gaun yang ternyata adalah gaun pengantin pada namja yang entah siapa namanya itu.

“Omo.. Yeoppo.. Gumawo Hyo Soo-ah” setelah memeluk Hyo Soo untuk mengucapkan terima kasih namja yang entah siapa namanya itu pergi meninggalkan apartemen kami. Bahkan dia tidak pamit padaku? apa dia tidak tau kalau aku adalah kepala keluarga disini.

*Hyo Soo POV*

Sedari tadi Jinki tidak mengajakku bicara. Sejak dia pulang dari kantor tadi dia hanya bermain bersama Hyo Jin saja tanpa mengajakku bicara. Jangankan mengajakku bicara menyapaku saja tidak. Apa aku melakukan kesalahan? Seingatku hubungan kami baik-baik saja tadi pagi dan seingatku aku tidak melakukan kesalahan apapun.

“Jinki-ya..” panggilku pada Jinki yang sedang bermain bersama Hyo Jin, bukannya menjawab panggilanku, Jinki malah menggendong Hyo Jin untuk pergi menjauh. Aisshh.. apa-apaan ini bahkan dia sepertinya melarang Hyo Jin untuk dekat denganku.

********************

Akhir-akhir ini aku sangat sibuk menemani Kyuhyun oppa kesana-kemari untuk persiapan pernikahannya, inilah tidak enaknya menjadi bridesmite. Orang lain yang akan menikah tapi justru kita yang kerepotan. Waktuku untuk bermain bersama Hyo Jin benar-benar tersita. Tidak jarang aku pulang malam dan diantar dengan Kyuhyun oppa, membuat waktuku bersama Jinki juga banyak tersita.

Dan namja itu betah sekali dia mendiamkanku, berkali-kali aku menanyakan alsannya mendiamkanku tapi Jinki selalu menjawab tidak apa-apa. Ini menyebalkan, aku merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupku. Aku rindu bertengkar dengan Jinki dan bermain bersama Hyo Jin.

*Author POV*

Hyo Soo mengusap peluh yang membasahi dahinya, hari ini yeoja itu sudah bertekad untuk menyelesaikan segala keperluan pernikahan Kyuhyun. Dengan segera yeoja itu kembali ke boutique tempatnya bekerja dan bersiap untuk melakukan tugasnya yang lain.

Saat Hyo Soo kembali ke boutique dia melihat Soo Ae sedang bercakap-cakap dengan seorang wartawan sebuah majalah, sepertinya majalah fashion. Tapi ada sesuatu yang aneh. Biasanya Soo Ae tidak pernah bersikap ramah dengan wartawan majalah fashion manapun, dia hanya akan bersikap seperlunya saja. Tapi kali ini sepertinya ada yang berbeda dengan sikapnya pada wartawan tersebut.

An Ra dan Hyun Kyung sedang sibuk mengamati Soo Ae dari ruang kerja mereka, sampai-sampai mereka tidak sadar dengan kehadiran Hyo Soo di ruangan itu. Tanpa diperintahkan oleh siapapun Hyo Soo ikut-ikutan mendekat ke arah dua sahabatnya itu, ikut mengawasi setiap gerak-gerik Soo Ae yang sedang berbincang akrab dengan wartawan yang sempat Hyo Soo lihat tadi.

“Siapa namja itu?” tanya Hyun Kyung pada ke dua sahabatnya yang sama-sama tidak tau siapa sebenarnya namja itu, yang mereka tau hanyalah namja itu seorang wartawan dari salah satu majalah fashion.

“Dia adalah calon pacar Soo Ae noona” seketika ketiga orang tersebut melirik penasaran ke arah Yong Ah yang entah sejak kapan sudah berada di ruangan itu.

“Kau tau dari mana Yongie-ah?” tanya An Ra penasaran, yeoja itu benar-benar tidak mau ketinggalan urusan gosip.

“Aku yang mengenalkan mereka,namanya Lee Taemin. Jika kalian juga ingin mencari jodoh kalian bisa menghubungiku. Terutama kau An Ra noona. Kyuhyun hyung tidak akan mengijinkanmu untuk mencari namjachinggu seorang diri” ceramah Yong Ah panjang lebar. An Ra menatap Yong Ah tajam, membuat satu-satunya namdongsaeng Hyo Soo itu mau tidak mau pergi meninggalkan singgasana noona-noonanya. An Ra memang akan selalu bersikap sensitif jika menyangkut soal jodoh.

*Jinki POV*

Tumben sekali hari ini Hyo Soo pulang lebih awal. Tidak seperti biasanya, biasanya dia akan pulang malam dan akan diantar oleh namja yang entah siapa namanya itu. Sepertinya tidak lama lagi Hyo Soo benar-benar akan menceraikanku dan menikahi namja yang entah siapa namanya itu. Dia hanya perlu meminta restu dari eomonim. Malang sekali nasibku, ketika aku sudah mulai mencintainya, yeoja itu malah pergi meninggalkanku. Tanpa terasa air mataku jatuh mengalir membasahi pipiku.

“Kenapa menangis?” tanya Hyo Soo sambil menghapus air mataku dengan tangannya. Kumohon jangan bersikap baik padaku seperti ini. kau membuatku semakin sulit untuk melepasmu Hyo Soo-ah. Tanpa menjawab pertanyaan Hyo Soo aku langsung meninggalkan Hyo Soo dan Hyo Jin yamg menatapku heran, aku tidak ingin berbicara dengan mereka.

********************

“Aku akan keluar kota besok” kataku pada Hyo Soo saat kami berdua sedang makan malam.

“Kemana?”

“Daegu. Urusan bisnis. Aku akan pulang hari itu juga.” Jawabku selengkap mungkin sebelum Hyo Soo bertanya macam-macam padaku. aku langsung meninggalkan meja makan tanpa menyelesaikan makan malamku. Haahh rasanya sakit sekali harus selalu berhadapan dengan Hyo Soo.

*Hyo Soo POV*

Aku sedang mengajak Hyo Jin bermain di ruang TV, hari ini aku memutuskan untuk libur dan menemani Hyo Jin bermain seharian. Lagipula hari ini aku berencana untuk memasakkan semua makanan kesukkan Jinki, sudah kuputuskan aku akan meminta maaf padanya meskipun aku tidak tau apa salahku, aku benar-benar tidak tahan didiamkan seperti ini.

Suara telfon rumah membuatku mau tidak mau harus menghentikan kegiatan bermainku bersama Hyo Jin, dengan malas kuangkat telfon yang sedari tadi berteriak minta diangkat.

“Yeoboseo”

“Yeoboseo, maaf apa benar ini kediaman Lee Jinki”

“Ne.. aku istrinya. Ada yang bis kubantu?”

“Suami anda mengalami kecelakaan, keadaannya kritis. Kami harap anda segera datang ke Seoul International Hospital”

Telfon yang sedari tadi kupegang jatuh begitu saja. Rasanya ragaku baru saja dipisahkan dengan jiwanya. Rasanya sakit sekali. Tanpa pikir panjang aku segera membawa Hyo Jin ke rumah eomma dan menitipkannya disana. Kuhubungi eomonim dan memberitahukannya bahwa Jinki mengalami kecelakaan.

*Author POV*

Sudah dua hari ini Hyo Soo terus menemani Jinki di rumah sakit. Keadaan Jinki cukup parah sehingga namja itu belum sadar hingga saat ini, keadaannnya masih koma. Wajah Hyo Soo terlihat sangat lelah dan pucat, yeoja itu sama sekali belum memejamkan matanya semenjak Jinki dikabarkan mengalami kecelakaan.

“Istirahatlah dulu Hyo, biar eomonim yang menjaga Jinki” kata Nyonya Lee sambil memegang bahu Hyo Soo, sudah berkali-kali Nyonya Lee membujuk Hyo Soo untuk beristirahat tapi selalu ditolak oleh Hyo Soo, yeoja itu tidak mau melewatkan setiap perubahan yang terjadi pada Jinki.

“Shireoh eomonim, aku akn tidur nanti jika Jinki sudah sadar” jawab Hyo Soo tanpa mengalihkan pandangannya dari Jinki. Nyonya Lee memandang menantu kesayangannya dengan prihatin, yeoja itu begitu menyayangi Jinki.

Penantian Hyo Soo selama ini ternyata tidak sia-sia, Jinki mulai menggerakkan bola matanya. Hyo Soo yang menyadari gerakan bola mata Jinki langsung bangun dari duduknya dan lebih mendekatkan tubuhnya dengan Jinki.

“Hyo.. kau…”

“Syukurlah kau sudah sadar, aku akan memanggil dokter untuk mengecek keadaanmu” Hyo Soo menggerakkan tangannya untuk memencet tombol yang ada di sebelah ranjang Jinki, tapi gerakan tangannya itu tertahan karena Jinki sudah terlebih dulu memegang tangannya.

“Kau tidak akan menceraikanku kan?” tanya Jinki dengan suara yang nyaris tidak terdengar oleh Hyo Soo

“Menceraikanmu? Kenapa aku harus menceraikanmu?” tanya Hyo Soo bingung dengan pertanyaan Jinki

“Namja yang tempo hari mengantarmu pulang, kau tidak jadi menikahinya?” Seketika Hyo Soo tertawa mendengar pertanyaan Jinki akhirnya yeoja itu mengetahui alasan Jinki selama ini mendiamkannya.

*Hyo Soo POV*

Sudah lewat dua minggu semenjak Jinki dirawat di rumah sakit. Dokter Kim bilang keadaan Jinki sudah membaik dan dia sudah boleh pulang hari ini. senangnya akhirnya Jinki sudah bsa kembali ke rumah. Dokter Kim bilang proses kesembuhan Jinki berlangsung sangat cepat, aku jadi ingat pertama kali saat dia membuka matanya, yang dia tanyakan adalah apakah aku akan menceraikannya atau tidak. Rasanya aku ingin tertawa terbahak-bahak jika mengingat hal itu, tapi niatku itu terpaksa kuurungkan mengingat keadaan Jinki yang sedang tidak sehat saat itu.

Aku baru sadar kalau selama ini dia mendiamkanku karena Kyuhyun oppa, dia kira aku akan menceraikannya dan menikah dengan Kyuhyun oppa, padahal aku hanya membantu Kyuhyun oppa untuk mempersiapkan pernikahannya saja.

“Hyo Jin eodiga?” tanya Jinki ketika aku sedang memberesi pakaiannya.

“Hyo Jin ada di rumah eomma, kita akan bertemu dengannya saat pulang nanti” kataku pada Jinki yang hanya ditanggapinya dengan aggukan kepala.

********************

Begitu kami sampai di rumah eomma, orang yang pertama kucari adalah Hyo Jin, aku sangat-sangat merindukannya. Akhir-akhir ini aku jarang bermain dengan Hyo Jin karena sibuk menemani Jinki di rumah sakit.

Aku mulai panik ketika tidak menemukan Hyo Jin dimanapun “Eomma!!” teriakku memenuhi segala penjuru rumah. Dengan tergopoh-gopoh semua orang datang menghampiriku. Hari ini di rumah memang banyak sekali orang untuk menyambut kepulangan Jinki dari rumah sakit. Ada Eomonim dan aebonim, Eomma dan Appa, Yong Ah dengan yeojachinggunya bahkan Soo Ae, Hyun Kyung dan An Ra juga ada disini.

“Ada apa Hyo Soo-ah? Kenapa berteriak-teriak seperti itu?” tanya eomma khawatir karena melihat mataku sudah berkaca-kaca.

“Hyo Jin hilang eomma!” teriakku panik dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipiku.

“Hyo Jin sudah dibawa pulang oleh Han ahjumma noona, kau tidak perlu menangis seperti itu” jawab Yong Ah santai. Anak ini tidak pernah merasa kehilangan ya? Bisa-bisanya dia menanggapi hilangnya keponakannya dengan wajah setenang itu.

“Hyo Jin itu adalah cucu Han ahjumma, jadi Han ahjumma sudah membawanya pulang. Dengan kata lain tugasmu sebagai orangtua angkat Hyo Jin sudah selesai. Kami yang mengirim Hyo Jin ke apartemenmu waktu itu.” Hyun Kyung ikut-ikutan menjelaskan semuanya padaku. Seketika tangisku berhenti, jadi selama ini Hyo Jin adalah cucu Han ahjumma yang mereka kirim ke apartemen kami demi tercapainya misi mereka. Ini menyebalkan!

********************

Sudah dua bulan semenjak Hyo Jin pulang apartemen ini menjadi sangat sepi. Aku memandang bintang dari balkon kamar kami sambil menyesap coklat hangat yang tadi kubuat. Hyo Jin, sedang apa ya dia sekarang? Tiba-tiba kurasakan sebuah tangan memeluk tubuhku erat dari belakang.

“Kau merindukan Hyo Jin?” tanya Jinki tepat di telingaku, membuat bulu kudukku sedikit meremang.

“Apartemen ini terasa sangat sepi tanpa Hyo Jin” jawabku sambil membayangkan bagaimana saat kami pertama kali bertemu dengan Hyo Jin.

“Bagaimana jika kita membuatnya?” kata-kata Jinki membuat badanku menegang dan jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Astaga Lee Jinki jangan bilang kau akan melakukan ‘itu’ padaku.

“Membuat apa huh?” tanyaku memandang Jinki tajam.

Tiba-tiba saja Jinki sudah mendaratkan ciumannya dibibirku, tanpa persetujuanku Jinki sudah menggendongku masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu balkon rapat.

“Jangan memukulku lagi seperti waktu itu. Arraseo?!” Aku rasa kami memang bisa membuat yang seperti Hyo Jin, bahkan mungkin lebih lucu dari Hyo Jin.

-END-

Bwakakakaka ending yang geje. Mian ya reader, aku bener-bener buntu pas ngebuat endingnya. Semoga nggak terlalu mengecewakan. Kata-kata diawal yang ‘Awali dengan basmalah dan akhiri dengan istigfar’ itu adalah kata-kata salah satu author favorit aku yaitu Shipoh eonni ama elftodie21 eonni. Kata-kata itu bener-bener aku terapin pas aku baca ff yang agak pervert *malah curhat*. Yasudahlah, maksih buat yang udah mau baca ff geje ini dan seperti biasa ya reader JANGAN LUPA KOMEN, DON’T BE SAIDER otte??!

O iya sekedar info buat yang nggak tau bridesmite itu adalah orang yang kerjaannya kayak sebagai konsultan pernikahan. Jadi kalo misalnya si pengantin wanitanya itu orang sibuk, mereka bisa minta jasa bridesmite buat mbantuin mereka nyiapin perlengkapan pernikahannya. Tapi aku juga agak ragu ama tulisannya, bener nggak sih tulisannya ‘bridesmite’? kalau salah mohon dikoreksi ya reader.. *poppo reader*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

88 thoughts on “We Have To Married – Part 4 [END]”

  1. hahahhaaaa……. Mau buat yang lebih lucu dari Hyo Jin…
    Percaya, deh…. kalo appanya setampan lee jinki….. pasti bisa…
    Aku mau kalo jadi eommanya….. hahahhaaa…. #ditabok author….

    Thor, ni ff bagus banget, aku sukaaa…..
    ceritanya ringan, lucu, fresh, gak berlete2…
    pas banget buat ngilangin stress…..

    #stress kenapa???
    #stress mikirin Jinki…. hahahaaaa……

    akhirnya mereka (hyo soo jinki) mengakui perasaan masing2
    walaupun tanpa kalimat langsung spt “saranghae” atau apalah….
    pokoke mereka udah paham dgn perasaan masing2…..

    jempol, deh, buat Hyo soo-Jinki….
    #author tunjuk tangan….

    Iyaaaa…. buat authornya juga…..
    kasih jempol…… Jempol kaki….. hahahhaaa…..
    gak, dong, dua jempol tangan….. sip sip…..

    ada after storynya…..
    lanjut lg ah…..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s