Married??! – Part 3

Title                : Married??! (Part 3)

Author             : Chickendubunyunyu, Lia eonni

Main Cast        : Lee jinki, Onew, OC

Support Cast   : Han Seungyeon KARA, Lee Sungmin, Lee Seunkyu, Kim Jongwoon

Length             : Sequel

Genre              : Romance, Life

Rating             : NC 17

Summary         : “Cih.. Istri macam apa kau pergi dengan laki-laki lain hingga larut malam seperti ini. Membiarkan suamimu kelaparan sendirian di rumah” omelku pada Hyosoo begitu kami masuk kedalam rumah. Jujur emosiku sudah sampai puncaknya karena khawatir pada Hyosoo ditambah lagi dengan melihat laki-laki yang entah siapa namanya itu mengantar istriku pulang ke rumah dengan selamat sehingga aku tidak bisa mengontrol kata-kata yang keluar dari mulutku. Bukan berarti aku berharap istriku pulang dalam keadaan tidak selamat, tentu saja bukan begitu. Hanya saja kenapa harus laki-laki tidak tau diri itu yang mengantarnya pulang.

Desclaimer      : This ff is mine! *maksa amat*

 

*Jinki POV*

Kulihat Hyosoo yang sedari tadi tersenyum dan memandang layar ponselnya. Apa yang dia lakukan? Pasti dia sedang memandangi foto laki-laki tadi. Aissh Lee Jinki ingatlah ini bukan urusanmu! Ingatlah pernikahan ini hanya keterpaksaan!

“Ya! Kenapa sedari tadi kau senyum-senyum sendiri?” bentakku pada Hyosoo karena sudah tidak bisa menahan rasa penasaranku.

“Eng… aku.. Tidak apa-apa. Aku hanya sedang…”

“Merasa jatuh cinta?” potongku cepat sebelum yeoja itu menyelesaikan kalimatnya. Sudah kuduga pasti dia sedang jatuh cinta! Kenapa aku jadi marah-marah? Kalu dia jatuh cinta ya biarkan saja toh dia bukan siapa-siapaku. Lee Jinki kendalikan dirimu!! Sudahlah lebih baik aku tidur sekarang.

“Tidurlah di tempat tidur, kau kan sedang sakit. Biar aku yang tidur di sofa” kata Hyosoo yang tiba-tiba sudah berdiri di samping sofa sambil membawa bantal. Entah memang aku yang baru sadar atau memang aku yang terlalu bodoh? Entahlah tapi Hyosoo terlihat sangat cantik. Rambut lurusnya yang panjang dibiarkan tergerai begitu saja, kulitnya yang putih dan matanya yang sipit. Aigoo.. perpaduan yang sempurna. Kenapa jantungku jadi berdebar-debar seperti ini?

“Hyo.. aku… lapar” Ya! Lee Jinki pabo!!

“Mwo?? Kau lapar?? Bukannya tadi Seungyeon-ssi sudah memasakkanmu?? Astaga… perutmu itu muat berapa piring huh??” omel Hyosoo yang sedikit membuat telingaku berdengung. Meskipun dengan mengomel tapi Hyosoo tetap melangkah ke dapur dan aku hanya mengekornya saja.

“Kau ingin makan apa?” tanyanya setelah memakai celemek

“Aku ingin makan samgyetang”

*Author POV*

Pagi harinya seperti biasa Hyosoo akan lebih dulu bangun daripada Jinki untuk menyiapkan sarapan. Mata Jinki mulai terbuka ketika indera penciumannya mulai membau sesuatu yang membuat perutnya kembali merasa lapar.

Dengan langkah yang sedikit terhuyung-huyung karena masih mengumpulkan nyawa Jinki berjalan menuju dapur, menghampiri Hyosoo yang sedang berkutat dengan peralatan masak.

“Kau masak apa pagi ini?” tanya Jinki antusias.

“Omurice, sikat dulu gigimu baru sarapan” perintah Hyosoo pada Jinki sambil menata meja makan.

“Arraseo eomma..” jawab Jinki lalu segera berlari ke kamar mandi.

Hyosoo hanya bisa tersenyum mendengar jawaban dari mulut suaminya itu.

Tiin..Tiin.. Baru saja mereka berdua selesai merapikan diri masing-masing dan bersiap untuk pergi ke kantor, suara klakson mobil terdengar dari luar rumah mereka.

“Jinki-ssi.. aku berangkat kerja dulu. Jangan lupa mengunci pintunya. Arraseo!” tanpa mendengar jawaban dari Jinki yeoja itu langsung berlari keluar rumah. Menghampiri mobil yang memang datang untuk menjemputnya.

Tanpa Hyosoo sadari sedari tadi Jinki menatap kepergian Hyosoo dari jendela kamar dengan tatapan nanar. Namja itu mengepalkan tangannya kuat-kuat menahan marah yang dia sendiri tidak tau mengapa dia harus marah. Dengan gusar Jinki mengambil jasnya yang masih tergantung di lemari lalu segera pergi ke kantor.

*Hyunkyung POV*

“Pagi Hyunnie-ah” sapa sebuah suara yang sudah sangat kuhapal di luar kepala.

“Kau ceria sekali, kau diantar oleh suamimu?” tanyaku pada Hyosoo dengan tatapan menyelidik

“Aniyo, Yesung oppa yang mengantarkanku. Kemarin dia juga yang mengantarkanku pulang. Omo… aku..” bla..bla..bla.. entah apa lagi yang Hyosoo bicarakan tentang Yesung oppa, jujur saja aku kurang suka melihat Hyosoo yang terlalu dekat dengan Yesung oppa seperti ini. Bukannya aku cemburu karena oppaku lebih dekat dengan sahabatku daripada aku yang notabene adalah dongsaengya. Tapi mengingat status Hyosoo yang sekarang adalah istri dari seorang Lee Jinki dimana sebagian besar petinggi Korea Selatan mengenalnya, aku kira tidaklah pantas jika dia lebih dekat dengan lelaki lain ketimbang suaminya sendiri. Apa nanti yang akan dikatakan orang-orang tentang dirinya!

“Kembalilah ke ruanganmu. Ini sudah jam kerja” kataku memutus pembicaraannya. Tanpa membantah Hyosoo langsung menuruti perintahku. Mungkin dia juga merasa tidak enak hati karena sedari tadi aku sama sekali tidak menanggapi ocehannya.

*Hyosoo POV*

“Kau sedang ada masalah?” tanya Yesung oppa ketika kami berdua sedang makan siang bersama

“Aniyo oppa. Aku baik-baik saja” kataku dengan senyum terpaksa. Aku memang sedang memikirkan Hyunkyung yang entah kenapa sepertinya dia menghindariku. Apa dia cemburu karena aku dekat dengan Yesung oppa. Ingin sekali aku menceritakan hal ini pada Yesung oppa tapi aku tidak ingin membuatnya khawatir dan terbebani hanya karena masalahku dan Hyunkyung.

“Kau pulang jam berapa?” tanya Yesung oppa sambil menyeruput jus jeruknya. Kuangkat tanganku dan kugerakkan jari-jariku membentuk angka 4, Yesung oppa mengangguk mengerti lalu melanjutkan memakan jajangmyun yang masih sisa separuhnya.

“Aku akan menjemputmu nanti. Kau harus menemaniku ke suatu tempat”

“Kenapa bukan Hyunkyung saja oppa?”

“Mwo? Kau tidak mau menemaniku? Kau sudah ada janji dengan orang lain?”

“Ahniyo.. hanya saja aku..”

“Pokoknya kau harus menemaniku. Titik!”

********************

Akhirnya aku menunggu Yesung oppa di taman depan Rumah Sakit. Mau tidak mau aku menemaninya juga. Mau pergi kemana dia sebenarnya hingga aku harus ikut pergi dengannya.

Tiin..tiin.. suara klakson mobil menyadarkan pikiranku. Kulihat mobil BMW hitam yang sangat familiar di mataku, tanpa menunggu sang pemilik mobil itu mempersilahkanku masuk, aku sudah melangkahkan kakiku terlebih dahulu menuju mobil itu dan membuka pintunya. Kuhempaskan tubuhku disamping kursi pengemudi dan tersenyum sekilas pada Yesung oppa.

“Mwo..?? kau belanja apa saja oppa? Banyak sekali, untuk siapa?” tanyaku pada Yesung oppa ketika melihat beberapa bungkusan plastik besar yang ada di jok belakang yang memang tidak ditempati oleh siapapun.

“Nanti kau juga akan tahu” jawab Yesung oppa yang tetap fokus pada jalanan yang sedang kami lalui.

Tidak lama kemudian Yesung oppa memberhentikan mobilnya tepat disebuah yayasan pantiasuhan. Untuk apa dia mengajakku ke yayasan panti asuhan ini? Yesung oppa keluar terlebih dahulu lalu membukakan pintu untukku. Kemudian dia mengisyaratkan padaku agar membantunya membawa bungkusan plastik tadi.

Ketika kami berdua berjalan masuk ke dalam pekarangan panti asuhan yang sangat luas ini seorang wanita paruh baya datang menghampiri kami dengan langkah tergopoh-gopoh.

“Jong woon-ah…” teriak wanita paruh baya tadi lalu memeluk Yesung oppa erat. Terlihat dari raut wajahnya sepertinya wanita ini sangat menyayangi Yesung oppa. Setelah selesai melepas rindu besama Yesung oppa wanita tadi menatapku sekilas lalu kembali menatap Yesung oppa, menuntut Yesung oppa untuk mengenalkanku padanya.

“Song Hyosoo imnida..” kataku sambil membungkuk sopan pada wanita paruh baya tadi sambil tersenyum.

“Apakah kalian memiliki hubungan khusus? Aigoo Jongwoon–ah sudah saatnya kau melepas status lajangmu!”

“Dimana anak-anak?” tanya Yesung oppa tanpa menanggapi perkataan biarawati barusan. Bagiku dan Yesung oppa sangatlah wajar jika banyak orang yang mengira hubungan kami lebih dari sekedar oppa dan dongsaengnya mengingat hubungan kedekatan kami yang memang terlihat seperti itu. Tapi bagiku dan Yesung oppa hubungan kami memang sebatas oppa dengan dongsaengnya, tidak lebih.

Biarawati tadi mengantarkan kami menuju sebuah ruangan yang dapat kusimpulkan bahwa ini adalah ruang bermain anak-anak panti asuhan tersebut.

“Anak-anak..! Lihat siapa yang datang” teriak biarawati itu lantang agar semua anak bisa mendengarnya. Semua anak yang ada dalam ruangan tersebut langsung menghentikan aktivitasnya dan berlari ke arah Yesung oppa. Sepertinya semua orang yang ada disini memang menyukainya.

“Oppa.. siapa eonni ini? Apa dia yeoja chingu mu?” Astaga.. hingga anak kecil saja mengira kami ini berpacaran.

“Ahni.. dia ini dongsaengku..”

“Yeoppoda.. kelak aku ingin menjadi seperti eonni ini..”

Kubungkukkan badanku untuk menyejajarkan tinggi tubuhku dengan yeoja kecil ini “Song Hyosoo imnida.. mari berteman..”

“Hyesun imnida…” jawabnya lalu memelukku. Aigoo.. lucu sekali anak ini. Tidak sulit untuk bemain dengan anak-anak ini. Mereka cukup terbuka dan menyukai kehadiranku.

“Aku berasal dari pantiasuhan ini” kata Yesung oppa ketika kami duduk bersama di taman kecil yang ada di belakang panti asuhan ini. Pantas saja sepertinya dia sangat menyayangi semua orang yang ada di panti asuhan ini dan sebaliknya. Ternyata dia berasal dari sini.

“Apa kau senang?” tanya Yesung oppa lagi.

“Tentu saja.. mereka semua sangat lucu. Lain kali jika kau kemari jangan lupa untuk mengajakku oppa”

“Arraseo.. aku akan mengajakmu lagi. Sekarang ayo kita pulang. Ini sudah menjelang malam.”

*Jinki POV*

Aisssh Hyosoo kau pergi kemana lagi? Kenapa dia tidak mengabariku kalau pulang telat! Ponselnya juga tidak aktif! Aiiissh bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi padanya?! Andwe!! Aku tidak boleh berpikir negatif dulu. Aigoo kepalaku jadi pusing karena sedari tadi aku hanya mondar-mandir saja.

Brum..Brum.. kudengar suara deru mobil berhenti di depan rumah. Dengan cepat kulangkahkan kakiku untuk membuka pintu. Ada perasaan lega dan juga marah begitu melihat pemandangan yang ada di hadapanku. Lega karena ternyata Hyosoo sudah pulang dengan selamat, marah karena ternyata laki-laki itu lagi yang mengantarnya pulang kerumah. Jadi dia pulang selarut ini karena laki-laki itu? Apa laki-laki itu tidak tahu kalau Hyosoo sudah menjadi istri orang lain!

Kulangkahkan kakiku menghampiri Hyosoo dan namja tak tau diri itu yang entah siapa namanya. Kutarik tangan Hyosoo kasar agar segera masuk ke dalam rumah.

“Maaf mengganggu kalian, tapi aku rasa ini sudah sangat malam dan kurasa tidak baik jika seseorang masih bertamu dirumah orang lain” kataku sehalus mungkin untuk mengusir namja brengsek ini.

“Oh.. mianhe.. kalau begitu aku permisi dulu. Selamat malam Hyo-ah” kata namja itu sambil mengacak rambut Hyosooku. Aaaarrrggghhh!! Akan kupotong tangannya nanti.

“Cih.. Istri macam apa kau pergi dengan laki-laki lain hingga larut malam seperti ini. Membiarkan suamimu kelaparan sendirian di rumah” omelku pada Hyosoo begitu kami masuk kedalam rumah. Jujur emosiku sudah sampai puncaknya karena khawatir pada Hyosoo ditambah lagi dengan melihat laki-laki yang entah siapa namanya itu mengantar istriku pulang ke rumah dengan selamat sehingga aku tidak bisa mengontrol kata-kata yang keluar dari mulutku. Bukan berarti aku berharap istriku pulang dalam keadaan tidak selamat, tentu saja bukan begitu. Hanya saja kenapa harus laki-laki tidak tau diri itu yang mengantarnya pulang.

“Jinki-ssi.. aku sedang tidak ingin berdebat denganmu. Aku benar-benar lelah.aku…”

“Oh.. tentu saja kau lelah.. kau kan pergi seharian bersama namja brengsek itu. Apa nanti kata orang-orang jika melihatmu pergi berdua bersama laki-laki lain? Kau bisa mencoreng nama baik keluargaku dan keluargamu sendiri. Apa kau mau…”

“Hentikan Lee Jinki! Lalu apa bedanya ketika kau pergi bersama Han Seungyeon? Apa komentar orang-orang ketika melihat kalian berdua? Apa kau pernah memikirkannya?” bentaknya mengagetkanku. Jujur aku baru pertama kali mendengarnya marah meledak-ledak seperti ini.

Aku hanya bisa diam membisu menanggapi pertanyaan Hyosoo barusan. Jujur aku tidak tahu harus menjawab apa karena yang dia katakan barusan memang sangat benar bahwa aku tidak pernah memikirkan apa komentar oran lain ketika melihat ku dan Seungyeon noona berjalan bersama.

“Hhhh.. Satu hal yang perlu kau tau Jinki-ssi, hubungan ku dengan Yesung oppa hanya sebatas dongsaeng dengan oppanya. Dan aku masih menghormatimu sebagai suamiku, jadi aku tidak mungkin selingkuh dan lain sebagainya yang bisa membuat nama keluarga kita tercemar nantinya” kata Hyosoo lalu masuk ke dalam kamar.

*Hyosoo POV*

“Cih.. Istri macam apa kau pergi dengan laki-laki lain hingga larut malam seperti ini. Membiarkan suamimu kelaparan sendirian di rumah” omel Jinki padaku begitu kami masuk ke dalam rumah. Ku akui aku memang salah karena tidak memberitaunya kalau aku pulang telat malam ini, tapi setidaknya dia bisa memberiku kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi.

“Jinki-ssi.. aku sedang tidak ingin berdebat denganmu. Aku benar-benar lelah.aku…” jawabku mencoba untuk menjelaskan pada Jinki. Bagaimanapun juga statusku sekarang adalah istrinya jadi aku harus memberi tau segala sesuatu yang ingin dia tau, tapi dia memotong pembicaraanku sebelum aku sempat menjelaskannya.

“Oh.. tentu saja kau lelah.. kau kan pergi seharian bersama namja brengsek itu. Apa nanti kata orang-orang jika melihatmu pergi berdua bersama laki-laki lain? Kau bisa mencoreng nama baik keluargaku dan keluargamu sendiri. Apa kau mau…”

“Hentikan Lee Jinki! Lalu apa bedanya ketika kau pergi bersama Han Seungyeon? Apa komentar orang-orang ketika melihat kalian berdua? Apa kau pernah memikirkannya?” Bentakku karna sudah terlalu emosi.

“Hhhh.. Satu hal yang perlu kau tau Jinki-ssi, hubungan ku dengan Yesung oppa hanya sebatas dongsaeng dengan oppanya. Dan aku masih menghormatimu sebagai suamiku, jadi aku tidak mungkin selingkuh dan lain sebagainya yang bisa membuat nama keluarga kita tercemar nantinya”

Aku segera masuk ke dalam kamar untuk menenangkan diriku. Kututup mulutku dengan kedua tanganku untuk meredam suara tangisanku. Entahlah.. rasanya sangat sakit ketika Jinki menuduhku selingkuh dengan Yesung oppa.

*Author POV*

Jinki duduk termenung di ruang TV. Kejadian tadi membuatnya merasa bersalah pada Hyosoo, apalagi sedari tadi Hyosoo mengunci dirinya di dalam kamar. Jinki sadar bahwa kata-kata yang ia lontarkan tadi sangat kasar, tapi dia sama sekali tidak berniat untuk melukai perasaan Hyosoo, dia melakukannya karena terbawa emosi.

“Oke, kau sudah tidak bisa menunggu lagi Lee Jinki. Minta maaf padanya atau kau akan merasa berdosa selamanya” kata Jinki pada dirinya sendiri setelah berjam-jam menunggu Hyosoo yang tak kunjung keluar dari kamar.

Tokk.Tokk..Tokk. Hyosoo bergerak dengan malas ke arah pintu kamarnya. Dia tau pasti yang mengetuk pintu kamarnya adalah Jinki. Jujur saja Hyosoo sekarang sedang dalam keadaan yang sangat tidak baik untuk bertemu dengan namja itu. Hatinya masih merasa sakit karena tuduhan Jinki yang membuat mereka nyaris bertengkar.

“Ada apa?” tanya Hyosoo ketika membuka pintu kamarnya. Yeoja itu hanya membuka pintu kamarnya sedikit sehingga hanya kepalanya saja yang menyembul dari dalam kamar.

Jinki yang melihat keadaan Hyosoo semakin merasa bersalah. Air mata yang mengering terlihat jelas di pipi Hyosoo, matanya yang merah dan sedikit bengkak menandakan dia habis menangis cukup lama.

“Hyosoo-ah, mianhe..”

“Ne.. aku sudah memaafkanmu. Kalau sudah tidak ada yang ingin kau bicarakan, aku mau tidur” Hyosoo kemudian menutup pintu kamarnya, tapi hal itu ditahan oleh Jinki, namja itu mencoba masuk ke dalam kamar mereka agar dia bisa melihat lebih jelas keadaan yeoja itu.

Jinki bergerak mendekat ke arah Hyosoo lalu menarik yeoja itu kedalam pelukannya. “Mianhe Hyo, Jeongmal Mianhe” kata Jinki berbisik di telinga Hyosoo membuat tubuh yeoja itu bergidik ngeri.

“Saranghae..” Kata Jinki, tiba-tiba. Namja itu sudah tidak dapat mengontrol kata-katanya sendiri.

Waktu terasa berhenti bagi Hyosoo. Berkali-kali Hyosoo meyakinkan dirinya bahwa apa yang didengarnya adalah suatu kesalahan. Yeoja itu melonggarkan pelukan Jinki dan memundurkan dirinya beberapa langkah ke belakang.

“Jangan bercanda Jinki-ssi”

“Aku tidak bercanda. Bisakah kau memberiku kesempatan?” kata Jinki semakin mendekat ke arah Hyosoo, memojokkan yeoja itu ke dinding dan menahannya. Dengan setengah sadar Jinki mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hyosoo, membuatnya bisa merasakan nafas yeoja yang kini mulai dicintainya. Dalam hitungan detik bibir tebal Jinki sudah melumat bibir Hyosoo.

Hyosoo mendorong tubuh Jinki agar melepaskan ciumannya “Bagaimana dengan yeojachingumu?” tanya Hyosoo yang sadar dan mengingat keberadaan Seungyeon yang masih berstatus sebagai yeojachingu Jinki. Jinki sama sekali tidak menggubris pertanyaan Hyosoo, dia benar-benar lupa dengan keberadaan Seunyeon sekarang. Yang ada di otaknya hanyalah Hyosoo, Hyosoo dan Hyosoo. Tanpa menunggu persetujuan Hyosoo, Jinki sudah melanjutkan ciumannya yang sempat tertunda tadi.

Tanpa melepaskan ciumannya Jinki membawa Hyosoo ke tempat tidur dan merebahkan tubuh yeoja itu dengan pelan. “May I..?” tanya Jinki pada Hyosoo di sela nafasnya yang tersengal-sengal setelah berciuman dengan Hyosoo tadi.

Otak Hyosoo memerintahkannya untuk menghentikan aktivitas terlarangnya dengan Jinki tapi tubuhnya memerintahkannya untuk meneruskannya.

Setelah menunggu jawaban Hyosoo yang cukup lama, akhirnya Jinki melihat yeoja itu mengangguk pasrah, mempersilahkan Jinki untuk melakukan lebih dari sebelumnya. Tanpa membuang waktu lagi Jinki mulai membuka kancing kemeja Hyosoo satu persatu hingga kemeja itu terlepas dan memperlihatkan kulit Hyosoo yang putih mulus.

Jinki kembali mencium lembut bibir Hyosoo, menggigit bibirnya pelan agar yeoja itu sedikit membuka mulutnya. Begitu Hyosoo membuka mulutnya, Jinki langsung memasukkan lidahnya ke mulut Hyosoo. Ciuman Jinki kini sudah turun ke leher Hyosoo, membuat beberapa kissmark disana, membuat Hyosoo menahan nafas dan menarik sprei kasur kuat-kuat.

*Oke stop it! Apa yang mereka lakukan selanjutnya?? Silahkan tanyakan pada rumput yang bergoyang*

*Hyosoo POV*

Kubuka mataku ketika kurasakan cahaya matahari mulai menembus di sela-sela jendea kamarku. Badanku terasa sangat pegal dan mataku masih sangat lengket untuk dibuka. Tiba-tiba saja mukaku memanas mengingat mimpiku semalam. Aigoo.. bisa-bisanya aku memimpikan hal mesum seperti itu. Kutolehkan kepalaku kekiri dan kekanan untuk mengurangi rasa pegal yang kurasakan, tapi kegiatan itu seketika berhenti begitu aku melihat Jinki masih tertidur pulas di sebelahku dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.

Dengan gerakan super pelan kubuka selimut yang menutupi tubuhku dan tubuh Jinki. Terlihat bercak-bercak merah di atas sprei putih ini. Astaga Tuhan.. tadi malam aku tidak bermimpi!! Eottohkae?? Kupaksakan tubuhku untuk bergerak bangun dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang lengket karena keringat.

Setelah selesai mandi, seperti biasa aku mulai menyiapkan sarapan pagi untukku dan Jinki sebelum berangkat ke kantor. Kulihat dia sudah duduk di teras belakang hanya dengan menggunakan celana pendek dan t-shirt putih polos yang dia pakai tadi malam.

Aku ingin menegurnya tapi aku bingung bagaimana harus memulai pembicaraan dengannya mengingat kejadian tadi malam. “Hyosoo-ah..” panggilnya pelan karena menyadari kehadiranku di dekatnya.

“Mandilah, ini sudah siang nanti kau telat masuk kerja” kataku dengan suara sedatar mungkin agar Jinki tidak tau bahwa aku sudah sangat gugup sekarang. Memandangnya saja bisa membuat jantungku bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya.

“Tentang tadi malam… aku..” Aigoo kenapa namja ini membahas hal itu lagi, mukaku pasti sudah sangat merah sekarang

“Ah.. i..itu… sudahlah. Gwenchana” kataku cepat lalu pergi meninggalkannya. Eomma.. aku malu…… >///<

-TBC-

Don’t be silent rider. Keep RCL and sorry for miss typo ^^v

Ini udah ada nc nya. Tapi yang bikin eonni aku, sumpah ternyata dia berbakat buat ff nc, kalo nggak aku stop mungkin adegannya udah lebih dari pada itu. Eonni you are amazing *PLAK*

Buat yang pas salah ratting kemaren, maaf ya. Tapi Alhamdulillah ya banyak yang baca juga, ketauan readers banyak yang yadong *Ditendang readers ke dorm Shinee*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

106 thoughts on “Married??! – Part 3”

  1. ckckckck, geleng2 kepala kalo baca tingkah jinki disini, nuduh sembarangan… ahahaha tapi bagusnya cepet nyadar dan ngak buat aku geregetan .. heheheh
    whooaa udah rahasia umum, toh jinki dan yaeojachingunya ?? ahahhahahha masih mending hyosoo !!
    akhirnya nyatain perasaannya juga…
    ayo lanjutannya !!!

  2. gmn tp ama yeojachingu na jinki ??? wahh seruu nihh…

    hahaha semogaa jinkii mempertahankan perasaan na sama hyosoo …

    di tunggu lnjutan na …

  3. btw,,, aku baca gak y part sblumnya… pikun akut… *plak*
    ncnya segini siy masi aman.. wheu…
    kirain hyosoo bakal mara” ma jinki…. tnyata gak!!
    tunggu next part!! 🙂

  4. kyaa jinki kok nakal sih ?
    kasian hyosoo yg masih polos itu -,-
    daebak chinguuu keren ceritanya. itu yesung beneran gada rasa sama hyosoo ?
    next part panjangin doong chingu ceritanya.. ^^

  5. mian yak gak bisa balesin komen satu-satu. mata aku udah nggak kuat.
    makasih buat semuanya yang udah komen ^^
    jeongmal gumawoyo..

    buat kelanjutannya aku usahain secepat yang aku bisa, lagi sibuk persiapan ujian ama nyari universitas soalnya *gak da yang nanya*
    sekali lagi makasih buat semuanya, maaf baru sempet bales komen sekarang, baru buka lepi soalnya ^^ *sok sibuk*

  6. yes yes yes! Akhirnya dipost juga setelah penantian yang lama. XD
    tapi kok dikit banget sih yang part ini? T-T
    wowoow~ onew mulai jatuh cinta sama hyosoo. 😀
    semoga onew cepet putus sama seungyeon. ><

  7. Annyeong~
    Aku new reader disini.

    Aku senang sama FF ini, bias aku di SHINee jga Onew.
    Bukan karena main castnya Onew aku langsung asal suka.
    Aku perhatiin, gaya bicara, penampilan tokoh, alur, yang dibuat oleh author itu bagus.
    Jadi aku bisa ngerti alurnya dengan jelas, gomawo author 🙂

    2 jempol (y) (y)

  8. Hua ..
    Panas dingin ..
    Keren deh author ..

    Ada ver.full nya gak ..
    Aku pngen baca ..
    (hahahaha .. Ketahuan yadong akut)

    eh ia ..
    Itu si jinki kyk ny nyesel deh udh ngelakuin ‘itu’ ma hyosoo ..
    Bner gak .. 2x??
    (ah,,dsar sok tau deh aku ny ..)

    oke,,aku lanjut baca part selanjutnya ..
    Penasaran akut. .

  9. kalau ditendangnya ke dorm shinee aku mau deh ditendang sama author…
    ntar pas sampai disana langsung deh aku peluk semuanya terutama yg imut2 taemin oppa…..
    itu jinki nyatain cintanya sadar apa nggak sih????

  10. Wah,,,wah,,,wah,,,jinki main serang aja,,, sadar Ga tuh ngomong saranghae?? Seungyeon mau dikemanain jinki-Ssi ???
    Lanjut thor,,,makin ser nih,,

  11. Paling suka ma part ini..
    Bukn krna secuil NC itu..
    Bneran??
    Sumpah! *silanginduajari

    Cz dsini mreka melakukn itu. *tuhhkaann!
    Cz dsini mereka mnyadari prasaan masing2 & lngsung mlakuknny. *Teteeepp.

    Like this!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s