MEMORIES OF YOU: Finding The Lost Moment [2.2]

Title                             : Finding the lost moment (2.2)

Author                         : Shin Jinra

Main Cast                    : Lee Jinki, Kim Kibum, Jang Hee Jin

Support Cast               : Kibum’s family

Length                         : Twoshoot, CHRONICLES

Genre                          : Sad, Friendship, Life

Rating                         : General, all ages

MEMORIES OF YOU

( Finding the Lost Moment )

(2.2)

 

Selesai siaran Onew bergegas pulang ke apartementnya. Perutnya sudah lapar. Ia memutuskan untuk memasak pasta setelah sampai di apartemet.

Sesampainya di apartement yang berada di kawasan Kang Nam ( kawasan elit bekas kerajaan Korea), Onew menyalakan lampu dan memutar musik dengan kencang sambil memasak pasta. Lagu yang ia putar adalah Fly Away. Lagu kesukaan Kibum.

Disaat yang bersamaan, di bandara Incheon, Seoul, Korea Selatan.

            Kibum baru saja tiba dari Daegu. Ia bermaksud mencari Onew di Seoul untuk menyatakan suatu kebenaran. Kebenaran yang sama sekali tidak diketahui Onew. Ia juga membawa sebuah kotak musik yang khusus ia pesan untuk Onew. Kotak musik itu berisi sebuah lagu yang sangat ia sukai yaitu Fly Away. Ia menyetop sebuah taksi lalu pergi menuju tempat penginapan. Dalam perjalanan menuju hotel tempat ia menginap, ban taksi yang ia tumpangi pecah. Taksi itu sempat oleng dan akhirnya menabrak sebuah mobil lain. Taksi itu baru berhenti setelah menabrak pembatas jalan. Namun, ketika Kibum mencoba keluar dari sana, sesuatu yang lebih dashyat terjadi. Sebuah ledakan yang cukup keras muncul. Rupanya tangki bensin taksi itu bocor setelah tabrakan tadi. Kibum yang baru sempat keluar dari taksi terlempar beberapa senti dari tempat itu. Tubuh itu rebah. Begitu cepatnya hingga membuat beberapa orang di tempat itu tertegun. Darah mengalir dari kening Kibum.  Kotak musik yang sedari tadi dibawanya terlepas dari genggamannya. Terpental dan menghantam aspal jalan. Tidak begitu keras. Sebuah lagu indah mengalun dari kotak musik itu. Kibum memandanginya dengan sisa napasnya. Lalu tiba-tiba “KRAK..“ kotak musik itu hancur setelah terlindas truk. Bersamaan dengan itu, nyawa Kibum melayang. Menjauh dari raganya. Tubuh itu masih terkapar di sana. Namun, tubuh itu telah membeku, dingin, ditengah deru sirine ambulan.

Saat Onew sedang memasak,

” KRAK…” terdengar sesuatu patah. Lagu pun terhenti. Onew pun kaget dan mencari dari mana arah suara itu. Ternyata suara itu berasal dari CD yang ia putar tadi. CD itu patah jadi dua. Muncul perasaan tak enak dan khawatir di benak Onew. CD itu adalah hadiah ulang tahun dari Kibum. Onew memandangi CD itu diam. Ia bergumam   ” Padahal ini kan CD pemberian Kibum.” sesal Onew

Onew terus memandangi CD yang patah itu sampai – sampai ia melupakan pasta yang sedang ia masak. Pasta itu pun gosong.

” Bau apaan nih? Kok kayak bau gosong sih?” pikir Onew. ” *sesange (ya Tuhan)..pastaku !!!” teriak Onew. ” Aissh… jadi gosong gini kan. Nggak bisa dimakan deh. Aku beli makan diluar aja deh.” putus Onew sambil mengambil jaketnya yang tergeletak di atas sofa.

Jalanan hari itu ramai sekali. Onew memandangi kumpulan orang-orang di seberang jalan itu.

”Ada kecelakaan rupanya.” pikir Onew dalam hati.

Namun, ia tidak berminat untuk melihatnya. Ia lalu berjalan meninggalkan kerumunan itu menuju rumah makan di sudut jalan yang letaknya cukup jauh dari apartemennya.

Keesokan harinya,

”Haaah.” Keluh Onew. ”Kenapa pagi ini cuacanya lebih dingin daripada kemarin? Padahal hari ini aku harus memotret keramaian kota Seoul. Haaah, bikin malas aja.” Keluh Onew lagi.

Saat sedang asyik memotret, Onew tidak sengaja membidikkan lensa kameranya pada seorang wanita berjaket merah yang terlihat sangat cantik dan imut. Onew merasa mengenal wanita itu tapi ia tidak bisa mengingat siapa wanita itu. Tanpa ia sadari wanita tersebut menoleh kearahnya. Onew pun kaget. Namun dengan insting fotografernya, ia langsung menekan tombol untuk memotret wanita tersebut. Dan hasilnya, foto itu terlihat natural. Saat Onew berusaha untuk memotret wanita itu lagi, wanita tersebut sudah menghilang. Onew heran, namun ia tidak memikirkannya..

Setelah merasa cukup dengan hasil jepretannya, ia memutuskan untuk menyudahi pemotretan hari ini dan bergegas mencetak foto – foto tersebut.

            Diruang mencetak foto, ia terlihat sangat berkonsentasi sampai saat ujung matanya melihat foto wanita berjaket merah yang ia potret tadi. “Siapa wanita ini? Sepertinya aku pernah bertemu? Ah, masa bodoh. Bukan sesuatu yang penting.” Kata Onew dalam hati. Ia pasrah karena tidak dapat mengingat siapa wanita itu. Kemudian ia mulai berkonsentrasi dengan foto – foto yang lain lagi.

            Malam harinya, Onew menjalankan aktifitasnya membawakan acara radio seperti biasa sampai ia mendapat sebuah telepon.

            “Onew !!! Ada telepon untukmu” kata PD radio Sukira

            ”Dari siapa nuna?”  tanya Onew

            ” *Mollayo (tidak tahu). Aku lupa menanyakannya.*Mianhae. Yang pasti dia seorang wanita” Ucap PD radio

            ” *Gwaenchana nuna.” Kata Onew sambil terus bertanya – tanya dalam hati ”wanita?”

            Onew bergegas mengangkat telepon dengan sedikit berlari kecil.

            ” *Yoboseyo?(halo) Siapa ini?” Tanya Onew

“ Yoboseyo? Apakah ini Onew?” Tanya seorang wanita diujung telepon

” Ya ini aku. Maaf, ini siapa?” Tanya Onew lagi

” Aku adalah wanita yang kau potret tadi pagi dan apakah kau sadar siapa sebenarnya aku?” Tanya wanita tersebut

Onew tersentak kaget. Ia tidak menyangka akan mendapat telepon dari wanita yang ia potret tadi.

” Halo? Onew *ssi(panggilan sopan)? Kau masih disitu?” Tanya wanita itu.

 “ O iya. Aku masih disini. Maaf bila aku mengambil fotomu diam – diam tapi aku tidak bermaksud jahat atau bila perlu kau boleh mendapatkan fotomu itu.” tawar Onew

” Ah tidak apa – apa. Aku tidak marah. Dan aku tidak akan mengambil foto itu. Kau boleh menyimpannya.” kata wanita itu terdengar ramah.

            ” Lalu untuk apa kau meneleponku? Tanya Onew penasaran

            ” Aku ingin bercerita tentang masa lalu kita? Bagaimana kalau kita bertemu besok di coffee shop dekat kantor radiomu? Jam 3 sore aku tunggu disana ya.” tanpa menunggu jawaban, wanita itu langsung menutup telepon.

            Tinggallah Onew yang masih bengong tak mengerti apapun. Kesadarannya baru pulih ketika PD radio meneriakkan namanya berulang – ulang karena siaran akan dimulai lagi. Saat siaran, Onew tidak dapat berkonsentrasi. Pikirannya tertuju pada wanita itu. ”Siapa wanita itu? masa lalu kita? apa maksud dari kata ’masa lalu kita’?” Pertanyaan – pertanyaan itu tetap berkecamuk dipikirannya sampai acara radio selesai bahkan sampai ia tiba di apartemennya dan tertidur.

            Keesokkan sorenya, Onew tiba di coffee shop setengah jam lebih awal dari waktu janjian karena ia begitu penasaran siapa wanita itu.

Namun sampai waktu yang ditentukan tiba, wanita itu belum juga datang. Belasan wanita berlalu lalang di pintu masuk coffee shop, namun tak ada satu pun wanita yang ia kenal ataupun mengenalnya. Sampai akhirnya muncul seorang wanita berjaket coklat yang perlahan menghampirinya. Mata Onew menyipit. Ia terus berusaha mengingat siapa wanita itu sampai ia sadar wanita yang ada dihadapannya adalah Jang Hee Jin. Adik kelas, sahabat, sekaligus wanita yang ia cintai semasa SMA. Wanita yang tak ingin ia ingat – ingat lagi.

”Hai *Oppa.(kakak laki – laki)” Sapa Hee Jin ramah

”Hai. Ternyata kau. Apa kabar?” Tanya Onew yang masih terkaget – kaget

” Aku baik. Kau bagaimana? Kenapa kau terlihat pucat?” Tanya Hee Jin khawatir

”Aku baik. Hanya sedikit flu. Ada apa kau mencariku? Oh iya bagaimana hubunganmu sama Kibum?” tanya Onew. ” Berarti kalian udah lima tahun jadian ya? Wah lama banget ya? ” kata Onew

” Jadian? Aku nggak pernah jadian kok sama Kibum oppa. Sehari setelah aku nembak dia, dia nolak aku dengan alasan ia tak ingin merusak persahabatan kita.” terang Hee Jin

” Apa? Jadi kalian nggak pernah jadian?” tanya Onew kaget. ” Terus kabar Kibum sekarang gimana?” tanya Onew lagi.

” Aku mencarimu juga karena Kibum oppa.” ucap Hee Jin

” Memangnya ada apa dengannya?” Tanya Onew penasaran

” Kibum oppa… dia kecelakaan.” Kata Hee Jin terbata dan air mata pun mulai menetes

” Apa?” teriak Onew kaget

” Kemarin, 2 hari yang lalu ia pergi ke Seoul. Ia ingin menemuimu. Tapi taksi yang ia tumpangi mengalami kecelakaan dan akhirnya merenggut nyawanya.” ucap Hee Jin terbata

Onew hanya bisa diam tak mengerti apa yang harus ia lakukan.

” Pemakamannya akan diadakan 2 hari lagi. Aku harap kau bisa menemuinya untuk yang terakhir kali.” Kata Hee Jin penuh harap.

Onew benar – benar shock tak percaya dengan kenyataan yang ada. Sahabat terbaiknya sudah tiada.

” Kibum  meninggal ? Ini tidak mungkin. Jadi selama ini aku sudah salah paham sama dia?” pikir Onew dalam hati.

Hee Jin pun meninggalkan Onew yang masih terduduk lemas di kursinya. Setelah beberapa saat diam, dengan langkah gontai ia pergi kekantor Sukira untuk siaran radio seperti yang ia lakukan sebelum – sebelumnya.

Sesampainya di tempat siaran, ia langsung memasuki ruang siaran tanpa menyapa bahkan menjawab sapaan dari teman dan rekan kerjanya. Teman – temannya pun bingung melihat tingkah Onew yang terlihat murung dan sedih. Tak biasa – biasanya ia seperti itu.

Siaran Sukira pun dimulai

”Selamat malam pendengar Sukira tercinta. Ketemu lagi bareng Onew disini. Mungkin kalian bakalan heran kenapa suaraku kedengeran nggak semangat malam ini. Ya aku emang lagi sedih dan bingung banget malam ini. Hmm…gimana kalo aku ubah sedikit konsep siaran kita malam ini. Aku bakalan cerita dan kalian harus kasih saran dan komentar diakhir cerita. OK?” kata Onew

” Tapi sebelum aku mulai ceritanya, kita dengerin dulu lagu dari DBSK dengan judul My Destiny. Enjoy it.”

Saat lagu diputar, Onew hanya melamun tak mendengarkan lagu itu. Setelah lagu usai, Onew pun mulai bercerita.

”OK..kita mulai ceritanya.”

Onew pun bercerita panjang lebar sambil diiringi beberapa lagu mellow dari boyband kenamaan Korea Selatan.

”Nah cerita tadi adalah sebab kenapa aku sedih hari ini. Dan sekarang giliran kalian yang memberikan komentar – komentar tentang cerita tadi. Line telepon dan sms akan dibuka setelah kita dengerin lagu dari 2AM dengan lagunya yang berjudul Confession of a friend.”

Setelah line telepon dan sms dibuka, banyak sekali telepon dan sms yang masuk. Kebanyakan mengucapkan rasa simpati dan ucapan bela sungkawa. Bahkan ada yang menagis gara – gara mendengar cerita Onew tadi.

” Nah pendengar Sukira, kita udah masuk di segment terakhir nih. Makasih banget ya yang udah berpartisipasi dalam siaran kali ini. Di segment terakhir ini aku ingin menyampaikan sesuatu pada Kibum.” kata Onew.

” Hmmm.. Kibum, kau dengar? Kau senang kan, hari ini radio paling populer di Seoul membahasmu lho. Hehe.” kata Onew bercanda. Setelah beberapa detik Onew diam menahan tangis ia pun berbicara lagi.

” Sebenarnya hal yang ingin aku katakan adalah aku ingin meminta maaf padamu. Dulu aku sangat egois dan kekanak – kanakan. Hanya karena masalah wanita persahabatan kita jadi hancur. Tidak seharusnya itu terjadi. Sekali lagi aku minta maaf sobat dan terima kasih karena kau dan Hee Jin telah menjadi sahabat terbaikku. Aku harap kau tenang disana.” kata Onew yang sudah tak dapat menahan air matanya lagi.

” OK, lagu terakhir malam ini adalah lagu kesukaan Kibum yang berjudul Fly Away. Selamat menikmati. Terima kasih. Selamat malam.” kata Onew mengakhiri siaran.

2 hari kemudian, upacara pemakaman Kibum pun tiba. Onew pergi ke Daegu. Kampung halaman tempat ia lahir dan mengukir kenangan bersama Kibum saat kecil hingga SMA. Sesampainya di Daegu. Onew bergegas menuju rumah duka. Disana, Hee Jin telah menunggunya. Matanya terlihat sembab. Onew langsung menuju ketempat Orang tua Kibum untuk menyampaikan belasungkawa setelah menyapa Hee Jin terlebih dahulu. Di tempat orang tua Kibum berdiri, juga ada Eunhae nuna dan neneknya. Dan  tak disangka Orang tua Kibum masih mengenalnya.

            ” Om, Tante, saya turut berduka cita atas meninggalnya Kibum.” kata Onew

            ” Oh Onew. Kau datang. Terima kasih.” Ucap Ibu Kibum sambil tersedu.

            ” Akhirnya kau datang juga.” kata Eunhae sinis.

” Iya nuna aku datang.” kata Onew

” Masih berani kamu datang kesini?” kata Eunhae terlihat tak suka dengan kedatangan Onew

” Maksud nuna?” tanya Onew tak mengerti.

” *Aniyo (tidak). Aku ingin bicara denganmu sebentar.” Ajak Eunhae menjauh dari Orang tuanya.

Onew pun mengikuti Eunhae nuna dari belakang

” Ada apa nuna?” tanya Onew penasaran

Eunhae terlihat mengambil sesuatu dari tas kecilnya.

” Ini untukmu.” kata Eunhae sambil menyerahkan sebuah surat. ” Kibum menitipkan surat ini untukmu.” kata Eunhae lagi

” Surat?” tanya Onew dalam hati ” gomawo nuna.” kata Onew

Upacara pemakaman telah usai. Onew tiba – tiba ingin pergi ke SMA nya dulu. Setelah sampai di sekolahnya, ia langsung menuju ruang musik tempat ia, Kibum dan Hee Jin biasa berkumpul. Tata ruangnya tidak berubah. Masih ada sebuah piano tua disana. Tiba – tiba ia teringat dengan surat yang diberikan oleh Eunhae nuna. Air mata pun mulai menetes tak terbendung saat ia membaca suratnya.

My best friend Onew…

Hai kawan…

Lama kita tidak bertemu. Gimana kabarmu? Aku disini baik. Hehe

Hmmm.. Tujuanku menulis surat ini adalah untuk memberitahumu suatu hal penting.             Sebenarnya aku nggak pernah jadian sama Hee Jin. Aku tahu kamu mencintai Hee Jin, makanya aku nolak dia. Walaupun aku harus melukai perasaanku sendiri. Tapi setelah aku nolak dia kenapa kamunya yang malah terkesan menjauh?

Sekarang, aku titip Hee Jin padamu. Jaga dia baik – baik. Aku harap kau dapat menjaganya sebagaimana aku menjaganya dulu saat kau tak ada. Kau juga jaga dirimu baik – baik.

Terima kasih Onew. Kau adalah sahabatku yang paling baik. Sampaikan salam terakhirku untuk Hee Jin.

Selamat Tinggal…

 

                                                                                                Sahabatmu,

 

                                                                                                Kim Kibum

 

            Air mata Onew mengalir tanpa henti. Ia merasa bersalah pada Kibum. Onew pun memainkan sebuah lagu yang dulu sering Kibum nyanyikan bersama Hee Jin dengan diiringi dentingan pianonya. Fly Away. Lagu itulah yang ia mainkan sekarang. Lagu kesukaan Kibum. Lagu yang tanpa sepengetahuannya telah mengantar kepergian Kibum di hari kecelakaan itu terjadi. Sambil menangis Onew memainkan lagu tersebut dan berkata ”Maafkan aku Kibum. Selamat tinggal.”

Gomawo buat readers yang udah mau baca..Gomawo juga karena udah di posting..mian kalo ceritanya ga… jangan lupa comment ya…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

11 thoughts on “MEMORIES OF YOU: Finding The Lost Moment [2.2]”

  1. uuuwaaaa ,,,,,,, kibum koq meninggal siey ……
    sedih banget bacanya ,,
    seandainya jinki bisa ketemu kibum sebelum detik2 ajal menjemputnya ,, pasti lebih menguras air mata lagi .. *huaaa , keasyikan nangis*

  2. Hiks… Huwee…. Thor sedih ceritanya…. Kasihan kibum…. Huwee… Aku hampir nangis bacanya… Akhirnya onew tau seberapa sayangnya kibum ama dia sayang onew sadarnya telat , hebat thor! Kayaknya hee jin masih belum siap buat nerima onew tapi moga – moga mereka bisa jalanin permohonan terakhir kibum.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s