My Longing For You Is Great 2 : “A Foe and a Friend”

My Longing For You Is Great 2 : “A foe and a friend”

Author                  : arsvio

Main cast             : Key Kim Kibum, Choi Minho, Bening Embun Pagi (Park Eun Bin)

Genre                   : Romance, family, friendship

Length                  : sequel

Rating                   : PG-13

Support cast       : Shinee member, Lee Joon MBLAQ, Ny. Park as Halmeoni

 

“YAAA!!! MINHO APA YANG KAU LAKUKAN” pekik suara dari belakang yang sukses membuat Minho menengok dan melepaskan tangannya.

Key berlari menghampiri keduanya (Minho dan Embun). Dia menarik Minho mundur.

“Uhuk..uhuk…” batuk Embun.

“Gwencanayo, Embun?” tanya Key dengan sedikit khawatir sambil memegang pundak Embun. “Gwencana. Please take away your friend,” pinta Embun.

Key memandang Minho dengan kesal, sedangkan Minho acuh tak acuh terhadap tatapan Key. “Kita harus bicara nanti,” ujar Key pada Minho.

“I’m sorry Embun,” Key merasa dirinya bersalah karena mengajak Minho. “It’s not your fault, Key. I’m fine, thanks,” Embun memaksakan dirinya tersenyum.

#####

Minho memasuki dorm dengan kesal dan melampiaskan kekesalannya pada pintu. Dia berjalan cepat menuju kamarnya. Membuka dan membanting pintu kamarnya. Key mengekor dari belakang.

“Apa yang terjadi Key?” sapa Onew. Pertanyaan yang membuat Key tertahan sebentar. Tanpa menjawab pertanyaan tersebut, Key mempercepat langkahnya. Onew hanya memandang dua dongsaengnya berlalu.

Key memutar kenop pintu kamar Minho dan menerobos masuk. Dia berdiri di depan Minho yang terbaring kesal di bed-nya. “Aku minta penjelasan,” ucap Key. “Huh,” dengus Minho sambil bangun dan duduk di tepi tempat tidur kemudian menatap Key. “Kenapa kau membela stalker itu?” tanya Minho balik.

“Embun bukan stalker,” ucap Key. “Kau ini kenapa, kau selalu berbuat baik pada stalker Asia itu. DIA ITU HANYA YEOJA ASIA MURAHAN,” teriak Minho. “Kau tarik kata-katamu. Dia bukan stalker dan dia bukan yeoja murahan,” terang Key yang terlihat menahan emosinya.

Key membalikkan badannya untuk pergi karena tak mau berdebat lagi. Dia merasakan emosinya ingin meledak mendengar kata-kata Minho, tapi dia sadar betul untuk masih menjaga hubungan antara member.

“Cih, kau bahkan tidak bisa menjelaskan kenapa dia berada di sana. Itu artinya tebakkanku benar,” ucap Minho yang membuat langkah Key terhenti.

Tangan Key mengepal, “Dengar baik-baik tuan Choi Minho yang terhormat, Park Eun Bin atau Bening Embun Pagi terdaftar sebagai salah satu mahasiswa di Jurusan Magister Science, Universitas Seoul. Jadi sudah selayaknya kalau dia berada di sana,”. Key kemudian berlalu setelah menucapkannya meninggalkan Minho dengan guratan di wajahnya.

#####

Embun berjalan menuruni tangga kantor SM dengan agak tergesa karena jam sudah menunjukkan pukul 01.00 pm. Dia ada kuliah Graph Theory sore ini, namun tiba-tiba langkahnya terhenti kemudian menatap ke arah jendela kaca yang sangat besar di samping tangga. Hujan salju. Embun memutar tubuhnya menghadap jendela agar dia bisa memandang hujan dengan lebih leluasa.

“Apa yang sedang dilakukan ayah dan bunda saat ini? Juga apa yang dilakukannya?Apakah dia menatap hujan juga?…” pikir Embun. Dia menatap hujan cukup lama. Bulir air mata tak terasa sudah membasahi pipinya.

Dia teringat ketika hari hujan dan dia masih di sekolah, pasti ayah atau bundanya akan mengirim sms  ‘Embun pulang jam berapa. Ayah jemput nanti’. Atau ‘Embun kau membawa payung tidak, nak?’. Embun sungguh merindukan semua perhatian dan kekhawatiran ayah-bunda.

Juga merindukan seseorang yang sejak lama mengisi relung hatinya. “Apakah dia masih memikirkanku?” batin Embun. “Agaknya semua rinduku terlarut dalam setiap serpih salju ini,”.

Tiba-tiba seseorang mengusap air mata yang meleleh di pipi Embun, “Are you Ok? What are you doing here, Embun?”. Embun agak tersentak lalu menundukkan kepalanya untuk membersihkan sisa air matanya. Sejenak kemudian dia menoleh ke sumber suara dan tersenyum. Dia sangat hafal dengan suara itu.

“I’m Ok. I’m just awing the snow rain”…”Key-ya. Umm…imagine that there is somebody waving his hand to me with umbrella down there. He wants to pick me up. He is smiling and calling me to get hurry. Don’t it be really nice?” ucap Embun.

Key hanya tersenyum, “hmm..” gumamnya. Orang bilang, seorang gadis akan terlihat jelek jika menangis, tapi Embun tetap terlihat memukau bahkan saat menangis. Sisa air mata yang melekat pada bulu mata Embun membuat bulu mata lentiknya terlihat semakin jelas. “Kajja. I’ll accompany you to back campus”. Key menarik tangan Embun.

“I can back campus by myself. You don’t need to escort me.” tolak Embun. Tapi Key tidak peduli, dia terus saja menarik tangan Embun.

Key melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Salju turun cukup lebat sehingga lalu lintas agak macet. “Hatsyy…” ini sudah kesekian kalinya Embun bersin. Dia tidak pernah mengalami musim dingin sehingga wajar saja jika ia sangat merasa kedinginan walaupun Key sudah memaksimalkan pemanas di mobilnya. “Do you OK?” Key menoleh ke arah Embun dengan raut khawatir. “Hmm, it’s just so cold,”. Key masih sesekali memerhatikan Embun yang mendekap tubuhnya sendiri.

“We arrive,” ucap Key. “Gomawoyo, Key-ssi. I’m leaving first. See you,” jawab Embun. “Wait,” Key menarik tangan Embun. Dia melongok ke jok belakang dan mengubrak-abrik sesuatu. Key kemudian melingkarkan syal di leher Embun. “Setidaknya ini akan membuatmu lebih hangat,” Key sambil membenahi syal.

Embun terpaku menatap wajah sempurna milik namja di sampingnya yang sibuk membenahi syal. “Th-anks a-lot,” ucapnya terbata. Ada desir lembut di hatinya ketika dia berdekatan dengan namja tersebut.

#####

“Aku pulang,” seru Key. “Umma, kenapa kau lama sekali. Aku sudah sangat kelaparan,” rengek Taemin. Dengan sedikit (banyak) omelan, Key menuju dapur untuk memasak.

Minho berbaring di ranjang kamarnya. Memikirkan apa yang tadi siang dilihatnya. Embun berdiri di tangga kantor SM dengan air mata yang meleleh di pipinya. Minho bermaksud menghampirinya, untuk menjahilinya tentunya, namun langkahnya terhenti ketika seseorang telah lebih dahulu menghampiri Embun dan menghapus air mata Embun.

Mata terindah yang pernah ditatapnya, meski dengan ketidaksengajaan, basah karena air mata. Bulu mata yang lentik menambah pesona mata bulat itu. Saat itu, Terlihat jelas bulir air mata yang mengalir membasahi pipi Embun. Mata yang sungguh indah. Mata yang bisa menyuarakan isi hatinya ketika dia heran, kesal, marah, atau pun senang.

“arrghh…” erang Minho sambil mengacak rambutnya agak kasar. “Kenapa juga aku harus memikirkannya, huh?” celoteh Minho.

Tok…tok..tok…

“Hyung, ayo makan,” teriak Taemin dari balik pintu kamarnya. Minho bangun dan melangkahkan kakinya dengan malas ke meja makan. Semua member makan dengan bersemangat kecuali Minho tentunya. Dia terus menatap ke arah Key.

“Ada yang salah dengan wajahku Minho?” ucap Key setelah dia menyadari pandangan Minho. “Tidak ada.” jawab Minho singkat lalu melanjutkan makannya.

“Kenapa aku  merasa kesal dengan Key. Dia tidak melakukan apa-apa padaku,” batin Minho. Dia meletakkan sumpitnya dan mengakhiri makan malamnya yang masih separuh. “Aku selesai,” kata Minho seraya meninggalkan meja makan.

“Ada yang salah dengannya? Sejak pulang dari SM tadi dia tidak bersemangat,” ujar Onew. “Molla,” jawab Jjong. “Aku juga memperhatikan tingkahnya sejak tadi, agak aneh memang,” lanjut Jjong. “Ahh, mungkin hyung hanya kelelahan karena jadwalnya yang sangat padat akhir-akhir ini,” sahut baby Taemin dengan mulut yang masih mengunyah. “Yaa Taeminnie, perhatikan cara makanmu. Telan dulu baru bicara,” nasihat Key. “Ne UMMAA” jawab Taemin dengan memberengut.

#####

Key mencondongkan badannya ke depan dan menatap langit dari belakang kemudinya. “Mungkin salju akan turun,” ucapnya. Dia mengambil ponselnya dan mengetik pesan.

To: Embun_Park

You do at campus now, don’t you?

Drrtt… sebuah balasan masuk

From: Embun_Park

Yes, I do.

Benar saja, beberapa saat setelah itu, hujan yang cukup deras mengguyur kota Seoul. Key berpikir sejenak kemudian memutuskan untuk mengubah tujuannya. Dia memutar mobilnya dengan keahlian U-turn-nya untuk berpindah jalur. Key memasangkan headset di telinganya.

“Yobeoseyo, Taeminnie”

“Yobeoseyo hyung, ada apa?”

“Agaknya aku pulang terlambat hari ini, ada urusan. Kau minta Onew-hyung saja untuk menyiapkan makanan,”

“Ah, ne hyung. Hati-hati”

“Ye”

Klik. Sambungan terputus.

#####

Embun tersenyum membaca pesan dari Key, seolah pesan itu mampu menghapus penat hari ini. Sesegera mungkin dia membalas pesan itu. Ia duduk termenung di cafeteria kampusnya, “Salju lagi,” ucapnya. Dia hanya melengos dan meneruskan membaca buka Algebra miliknya sambil beberapa kali mencoretkan tulisan sebagai note di buku itu. Hot chocolate dan spagetty yang dia pesan belum disentuhnya.

Seseorang mengetuk dari luar jendela kaca yang berada tepat di depan Embun. Embun mengangkat wajahnya, matanya membulat. “Key?” ucapnya heran. Dia tetap bisa mengenali Key yang memakai jaket dengan kerah tinggi menutup dagu dan serta kaca mata yang dikenakannya.

Key berpayung pink (?) dan melambaikan tangannya. Dia berucap, ”Hai,” walaupun tidak akan didengar Embun, karena tempat mereka terpisah oleh kaca.

DEG. Sejenak Embun mematung melihat namja di depannya. Dia seperti menemukan sepercik air di padang gersang rindunya. Sekelebat otaknya memutar keping-keping memori.

“Hi,” sapa key. Dia menarik kursi di samping Embun dan melambaikan tangannya kepada pelayan agar mendekat. “How can you get here?” tanya Embun masih keheranan. Key hanya mengangkat kedua bahu dan tangannya,”Feeling,” ujarnya. “Hehh. And you force me to convince your ‘FEELING’ Mr. Kibum,” ucap Embun dengan sedikit senyuman.

“Yeah Miss Park Eun Bin,” tatap Key. Key sendiri tak tahu kenapa dirinya sangat ingin menemui Embun. Ia hanya teringat ucapan Embun kala itu, tapi ucapan sederhana itu mampu membuat dirinya di sini, bersama Embun.

“Don’t call me Park Eun Bin,” ucap Embun. “Wae? It’s your name,” sanggah Key. Embun tersenyum kecut, pandangannya lurus ke depan. “I wanna feel home in this country, so don’t call me with that strange name. The name that I got just before I left my homeland,” papar Embun.

Embun menerangkan arti namanya pada Key. Dia sangat ingin menjadi embun pagi yang menyegarkan bagi orang-orang yang disayangnya. Key tersenyum mengetahui alasan Embun yang tidak suka dipanggil nama koreanya. Key mengacak pelan rambut Embun. Dia baru beberapa minggu ini mengenal Embun, tapi ada sesuatu di dalam dadanya yang menghentak-hentak ingin selalu melihat gadis ini.

Key tiba-tiba teringat sesuatu, dia merogoh ponselnya kemudian sibuk mengutak-atiknya. Kemudian Key tersenyum puas melihat ponselnya. “What?” tanya Embun. Key mengangkat ponselnya di depan wajah Embun.

My_MorningDew (Embun Pagiku: read)

Mata Embun membulat membaca nama kontaknya di HP Key. Terkejut dan terharu. Dia sangat senang dengan nama kontaknya itu, terutama tambahan “My_” menandakan dirinya berarti. Setidaknya dia mendapatkan seorang teman di negeri asing ini.

Key meminta HP milik Embun dan sibuk mengutak-atiknya juga. Dia menunjukkan di depan wajah Embun hasil karyannya lagi.

My_ShiningKey

Embun hanya tertawa kecil melihatnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. “OK!” ucapnya.

Mereka menikmati makan siang bersama sampai hujan agak reda. Key mengajari Embun bahasa korea. Tentu saja Embun dengan senang hati menerima les singkat itu. Embun mengambil kuliah di kelas internasional sehingga dia tidak perlu repot-repot mempelajari hangul maupun bahasa korea, tapi untuk berinteraksi dengan lingkungannya Embun sedikit demi sedikit harus bisa bahasa asing itu.

#####

“What time will you back home, Embun?” tanya nenek di sela-sela sarapannya. “Maybe at 7, grandma,” cuek Embun sambil tetap mengunyah telur dadarnya.

“Do you want me to pick you up, miss?” tanya Joon. “Ah, I can back by myself Oppa,”…”Yaa, Oppa, please stop calling me miss or nona. Just call me Embun,” protes Embun. Joon hanya tertawa tertahan, “OK! Miss,” sambil melingkarkan ibu jari dan jari telunjuknya membentuk tanda OK. “YAAA…Oppaa..” teriak Embun.

Nenek hanya memandang dengan tersenyum kepada cucu dan pegawai, yang sudah dianggapnya sebagai cucu sendiri. Joon bekerja kepada nenek, membantu mengelola swalayan yang tidak besar, namun lebih dari cukup untuk menghidupi nenek dan 3 karyawannya termasuk Joon. Dan sudah 3 tahun ini, Joon tinggal bersama nenek.

#####

Hosh…hosh…hosh…

Embun mengatur napasnya yang tersengal-sengal karena berlari agar tidak terlambat. Hari ini Shinee perform di salah satu stasiun tv swasta. Embun merepakan designer utama outfit shinee untuk penampilan kali ini.

Ia membuka pintu ruangan make-up artist, disana sudah ada member shinee yang baru datang. Embun menerobos masuk ke ruang ganti dan menyiapkan kostum shinee. Dua kordi yang lain ikut membantu Embun. “Eonni, please gives this outfit to Minho and Jonghyun” ucapnya. Stylist itu pun keluar untuk mengantarkan kostum si empunya, sedangkan Embun masih menyiapkan 3 kostum untuk member yang lain.

Embun melangkah keluar dengan menenteng beberapa gantungan baju beserta baju kostum Shinee. “Key, you wear this. This is for Taeminnie and the last one is for Onew-ssi.” ucap Embun sambil membagikan outfit. “Palli…hurry up boys.” ucapnya lagi. Ketiga namja itu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ruang ganti.

Minho keluar dari ruang ganti dengan setelan oufitnya. Embun meminta kordi di sampingnya untuk membantu Minho merapikan kostumnya. Kordi itu, dengan senang hati, menghampiri Minho dan mulai akan merapikan kerah sebelum Minho berteriak.

“Yaa. Bukankah dia designernya. Kenapa bukan dia saja yang merapikannya,”. Kordi itu hanya melihat ke arah Embun yang bengong karena tidak mengerti apa yang diucapkan Minho. “Umm..Embun-na, Minho-ssi want you to…emmm…” kordi itu kebingungan untuk berbicara dalam bahasa inggris, sehingga dia hanya menunjuk pada Minho.

Embun sedikit mengerti dan kemudian mendekati Minho. Embun hanya terdiam sambil tangannya sibuk membenahi pakaian dan aksesoris yang dipakai Minho.

“Please, raise your left hand” ucap Embun. Minho hanya menatap Embun dengan mengerutkan alisnya tanda tak mengerti. “Minho-ssi, please move your left hand up, so I can fix your sleeve.” ucap Embun mengulangi dengan nada lambat.

Minho mulai ragu mengangkat tangannya. Embun menyentakkan pelan tangan Minho ke atas agar dia dapat memperbaiki lengan jaketnya.  Minho sedari tadi hanya memberangut dan menatap Embun tajam. Walaupun dengan menunduk dan melihat dari atas –karena tinggi badan Minho yang melebihi Embun-, namun ia tetap bisa menangkap mata Embun yang semakin terlihat indah saat berkonsentrasi mengerjakan sesuatu

“Is there something wrong with me, Minho-ssi? Why are you staring me like that?” tanya Embun yang menyadari tatapan Minho. Minho hanya mendengus dan memalingkan wajahnya, “Your fault is being here,” ucapnya dengan pelan dan dingin..

Embun tetap mendengarnya, sehingga dia menghela napas, “If you didn’t want me to be here, then why did you ask me to fix your outfit, instead of that noona,” bela Embun. “It because you’re the main designer for this damn outfit,” jawab Minho dengan memalingkan mukanya ke arah Embun lagi.

“Hae Rin-ssi could you help me, please” ucap Embun untuk memanggil kordi yang sedang memperbaiki kostum Jonghyun. “Please finish his custom and his accessories,” ucap Embun ketika Hae Rin di sampingnya.

Minho menatap Embun dengan pandangan tak percaya. “She knows what to do.” jelas Embun yang kemudian berlalu untuk membantu member yang lain.

Embun berjalan mendekati Key untuk membantunya. “You had words (Baca: bertengkar) with Minho again, didn’t you?” tanya Key. Embun hanya menanggapinya dengan senyum kecutnya. “Don’t be thoughtful about him.” ucap Key lagi. “I’m OK.” ucap Embun.

Setelah hampir satu jam persiapan, Shinee keluar menuju panggung untuk mengisi acara.

Embun sibuk mempersiapkan kostum kedua yang akan dikenakan Shinee. Satu jam kemudian, kru di ruang make up kembali disibukkan dengan pergantian kostum kedua Shinee. Embun tetap sibuk untuk membantu member Shinee membenahi outfit mereka, tak terkecuali Minho. Yah, walaupun Minho tetap tidak mengacuhkannya.

Embun menghempaskan tubuhnya ke sofa ketika perform Shinee dimulai lagi. Dia terlihat sangat lelah, tapi bukannya menggunakan waktu untuk beristirahat, dia malah mengeluarkan buku Math Discrete miliknya dan mulai membaca sambil sesekali menorehkan coretan-coretan sebagai latihan.

#####

“Hyung aku ini tidak cute, aku ini manly,” celoteh Taemin yang masih kesal dengan pujian dari MC tadi. Para hyungnya hanya membalas dengan anggukan malas serta “Hmmmm….”. Shinee telah selesai konser dan menuju ruang ganti mereka.

Key mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Embun di sana. Pandangannya terhenti di sesosok yoeja yang tertidur di sofa ruang tunggu. Key tersenyum. Seorang stylist hendak menguncang tubuh Embun untuk membangunkannya agar dia (Embun) membantu membereskan kostum-kostum yang dipakai Shinee, tapi Key mencegat tangan stylist itu, “Biarkan dia beristirahat dulu, noona,”. Sang stylist agaknya terlihat tidak suka dengan perlakuan istimewa Key terhadap Embun.

Setelah berganti pakaian, Key kembali mendekati Embun yang tertidur. Key menekuk lututnya dan berjongkok di depan Embun. Dia mengambil buku dan pensil yang masih di pegang Embun, lalu memasukkannya pada tas milik Embun yang tergeletak di samping yoeja itu.

“Yaa. Apa lagi yang kau lakukan Key? Menolongnya lagi?” cibir Minho yang duduk tepat disebelah Embun. “Apa pedulimu dengannya. Dia ini sungguh pemalas, bagaimana mungkin bisa tertidur padahal yang lainnya sibuk bekerja,” ucap Minho lagi.

Key memberikan tatapan tajam pada Minho, “Akhir-akhir ini dia sibuk dengan jadwal matrikulasi kuliahnya dan kau tahu sendiri seminggu ini dia disibukkan juga dengan outfit kita,” jawab Key. “Hey, aku juga kuliah dan sibuk mengisi even, tapi toh aku dapat melakukan semua dengan baik,” bantah Minho.

Key menghela napas, “Koreksi, kau hanya melakukan dengan baik di salah satunya saja. Dia berbeda denganmu. Baginya pendidikan adalah hal yang sangat penting, sedangkan kau masuk kuliah hanya setor muka saja pada dosen,” ucap Key pelan agar Embun tidak tersentak mendengar percecokannya. Minho hanya mendengus.

Beberapa stylist di ruangan itu turut berbisik-bisik mendengar perdebatan MinKey. Pandangan tidak-suka diarahkannya pada gadis yang tertidur di sofa. Seseorang meremas kostum yang dipegangnya untuk mengalirkan amarahnya.

Key kemudian menyentuh tangan Embun dan meremas pelan untuk membangunkan Embun. Sesaat kemudian, Embun mengerjap-ngerjapkan matanya, terbangun.

“Key? Have you done with the performance?” tanya Embun langsung ketika dia melihat Key di hadapnya. “Hmm…” jawab Key. “Kajja. I’ll accompany you to go home.” kata Key sembari menarik tangan Embun.

“Chakkaman. I have to look after your customs,” sahut embun. “Everything had been cleared.” jawab Key.  “I can back home by myself, Key,” sanggah Embun lagi. “Hehh. I’m not sure you can back safely with your sleepy face like that. Kajja,” ucap Key dengan menarik tangan Embun lagi.

“Annyeong semuanya, aku mengantar Embun dahulu,” ucap Key kepada member lain yang baru keluar dari ruang ganti. Minho hanya memandang kesal ke arah Embun dan Key yang berlalu. “Kenapa pula Key harus berbaik hati pada orang Asia itu?” batin Minho.

Seorang stylst berdiri di ambang pintu, menatap nanar punggung Key yang makin menjauh. Dia mengepalkan tangannya dan memukul pelan dinding di sebelahnya. Alisnya bertaut kemudian menghela nafas keras menunjukkan kekesalannya.

#####

“Have you eaten? Tanya Key. “Not yet,” jawab Embun singkat. “Lets have a lunch first. There is a cafeteria which is serve yummy foods in this building,” ajak Key. Embun hanya mengangguk karena perutnya memang sudah keroncongan.

Mereka mengambil tempat duduk di dekat jendela. Bercakap sambil menunggu pesanan makanan. Key merekomendasikan kimchi atau bibimbap pada Embun, tapi Embun menolaknya. Embun hanya memesan steak ayam kesukaannya. Lidah Embun sungguh tidak mau bersahabat dengan makanan korea. Ia tidak terbiasa dengan cita rasa masakan korea.

Seseorang namja berperawakan tegap dan tampan memasuki kafetaria dengan gadis yang bergelayut manja di lengannya. Mereka mengambil tempat duduk tepat disebelah Key dan Embun.

Sang namja menoleh dan menyadari keberadaan Key di sebelahnya. Dia melempar pandangnya dan mendesah. “Waeyo, Minho-ya?” tanya sang gadis. Minho berpaling menatap yeoja itu, tapi bukan sang yoeja yang ditatapnya, melainkan seseorang di belakang yeoja tersebut.

“Ah, aniyo Eun So noona,” jawab Minho yang masih menatap lurus ke depan. Gadis itu cukup mengerti tatapan Minho, sehingga dia mengikuti arah pandangan Minho.

“Bukankah itu Key?” tanya Eun So. “Ah, dia ada kencan juga rupanya?” ucapnya lagi. Minho bertambah kesal setelah mendengar ucapan itu. Entah mengapa dia begitu kesal. “Bukan urusan kita noona, oya kau memesan apa?” tanya Minho. Eun So hanya manggut-mangut kemudian melambaikan tangan untuk memanggil pelayan.

Embun telah menghabiskan makanannya begitu juga dengan Key. Walau begitu keduanya masih terlarut dalam percakapan. Embun membuka netbook miliknya, dia mensearch sesuatu. “Gotcha,” pekiknya.

“What?” tanya Key. “Look at this, Key,” seraya memutar layar netbooknya ke arah Key.

[GAMBAR: Key 1]

“Wooow, the model is so handsome,” komentar Key. Embun hanya memanyunkan bibir bawahnya mendengar komentar Key. “Huh, you give a praise to yourself,” ucap Embun. “Of course, yes. You are a locket, aren’t you?” Key melempar pandang ke Embun dan melihat gemas ke arah Embun yang masih manyun.

“I really like the design, not the model,” sahut Embun dengan penekanan pada kata terakhir. “Mwo, what did you say?” kaget Key. “Who’s design this Key?” tanya Embun. “Molla,” Key mengangkat bahunya. “The designer made you have a perfect brown skin,” terang Embun.

“Sure, I’m perfect Embun,” Key mengedikkan kedua bahunya. “May I save this photo?” tanya Embun. “Whether you always ask for permission if you want to save any picture of well-known people?” tanya Key yang lebih bermakna sebagai pernyataan. “Of course you can take it,” sahut Key lagi. Embun hanya tersenyum mendengar komentar Key, “Gamsahammida,”. Key juga ikut tersenyum melihat Embun. Dia kemudian menyentuh puncak kepala Embun.

Minho melihat keakraban keduanya. “Eun So noona, cobalah ini,” ucap Minho yang sengaja dikeraskan agar orang yang berada di depannya memerhatikan keberadaannya. Minho menyuapkan makanan pada Eun So.

Dan memang berhasil, Key menoleh ke arah belakangnya. “Minho-ya sejak kapan kau di sini?” tanya Key dengan agak heran. “Wah, hampir setengah jam aku bersama n-o-o-n-a-k-u di sini,” jawab Minho dengan pelambatan pada kata ‘noonaku’.

Key memutar badannya, “Ah, Eun So noona, bagaimana kabarmu?”. Eun So yang tadinya beradu punggung dengan Key, juga ikut memutar badannya. “Hai Key-ya. Aku baik. Ah, siapa gadis beruntung yang kau ajak berkencan itu?” tanya Eun So sambil menunjuk Embun. Key jadi salah tingkah dengan pertanyaan Eun So.

Embun sedari tadi sibuk ber’googling’ ria dengan netbooknya medongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang disapa oleh Key. Dia hanya menganggukkan kepalanya ketika merasa ditunjuk oleh Eun So.

“Bagaimana kalau kita gabungkan meja kita,” usul Eun So. Key hanya mengiyakan saja, sedangkan Minho, walaupun kesal, akhirnya mengabulkan usul Eun So juga. Sejurus kemudian, mereka meminta pelayan untuk menggabungkan meja.

Key duduk bersebelahan dengan Embun, sedangkan Minho bersebelahan dengan Eun So. “Kau belum mengenalkannya, Key-ya,” ucap Eun So. “Hanya seorang yeoja asia,” kata Minho lirih, dan sempat terdengar oleh Eun So.

“Kenalkan, ini Embun,” layang Key untuk meredam kecanggungan yang diciptakan Minho dengan perkataannya tadi. Embun menjabat tangan Eun So, “Embun-imida,” sahutnya. “Eun So-imida,”.

Setelahnya, Minho sengaja bercakap tentang reality yang pernah dibintanginya dengan Eun So (‘Oh My School’) untuk mengabaikan Embun. Key juga pernah menjadi guest star di acara tersebut jadilah mereka bertiga bernostalgia bersama, kecuali Embun tentunya.

Embun tidak mengerti bahasa mereka, dia merasa terasing, meski sesekali Key tetap mengajaknya berbicara. Eun So tidak tahu bagaimana berbicara dengan Embun, dia tidak terlalu mengusai bahasa internasional. Minho, tentu saja tidak mau bercakap dengan Embun. Namun, itu bukan masalah besar buat Embun karena sedari tadi dia asyik berkutat dengan photoshop-nya.

Hampir satu jam mereka berbincang. Embun menyenggol lengan Key, “Now, check it out. Your comment, please Mr. Kim Kibum?” gaya Embun layaknya seorang MC.

[GAMBAR: Key 2]

Key menatap LCD netbook Embun,”How could, Embun? How magnificent it is, especially the model,” sombong Key lagi. Embun lagi-lagi memanyunkan bibir bawahnya yang disambut dengan tangan Key yang mengacak rambutnya. “Let me see,” pinta Key sambil mengambil netbook milik Embun. “Then, take a look this,” sahut Key kemudian.

“YAAA…Key-ya. Why did you change my wallpaper into a weird picture,” ratap Embun. “La..la..la..lu..lu…” Key hanya senyum-senyum. Key dan Embun bercanda berebut untuk mengganti wallpaper.

Minho terlihat kesal dengan pemandangan di hadapnya. Dia yang dari tadi selalu pamer kemesraannya dengan Eun So merasa terkalahkan dengan candaan Key-Embun. Tiba-tiba Minho mengambil netbook Embun.

…Braakkk…

Seketika itu juga Embun dan Key berhenti bercanda. Mereka menatap sesuatu yang jatuh. “Oooppss…” ucap Minho dengan poker face nya.

Nafas Embun tertahan beberapa detik setelah menyadari apa yang telah terjatuh. “Oh my gosh,” pekiknya yang langsung bangun dari tempat duduknya dan mengambil netbooknya yang telah pecah menjadi dua bagian, patah pada LCD dan keyboardnya.

Key memejamkan matanya sebentar untuk menahan emosi. “Apa lagi sekarang?” ucapnya yang telah berdiri di samping Minho. “Aku tak sengaja, mau bagaimana lagi,” sanggah Minho dengan mengangkat kedua tangannya dan memasang wajah liciknya.”Tenang saja, aku bisa menggantinya dengan notebook yang jauh lebih baik dari punyanya,” lanjut Minho.

Key sudah mencengkeram kerah Minho. “Ya, Key-ya apa yang kau lakukan. Lepaskan. Dia bilang kan tidak sengaja,” bela Eun So yang menarik tangan Key dari kerah Minho.

Embun samar-samar mengerti apa yang diucapkan Minho. Key memutar bola matanya dan mempertegas ucapan Minho pada Embun, “He said that he’ll change your notebook,”.

Embun yang berdiri di sebelah Key sudah merasa sangat kesal dengan tingkah laku Minho. Embun sungguh ingin menampar wajah namja di depannya, tapi dia masih menjaga etika. “Don’t joke me Minho-ssi. You wanna get back my gadget which is its name you don’t even know. Oh come on boy, it’s a netbook not a notebook,” ucap Embun sembari mengangkat netbooknya di depan wajah Minho. Key menarik tangan Embun untuk pergi sebelum mereka menjadi pusat perhatian. “Gomawoyo, for your crushing,” ucap Embun pergi meninggalkan Minho.

“SHIT,” umpat Minho kemudian. Eun So yang disebelahnya hanya menepuk-nepuk lengan Minho untuk menenangkan.

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

35 thoughts on “My Longing For You Is Great 2 : “A Foe and a Friend””

  1. serius minho ngeselin bngt dsni…dia itu knpa sih…????klau mang suka sma embun ga gtu kali caranya buat cari perhatian….
    and minho juga aneh2 aja..kasih julukan ke embun “cewe asia”..lah emnag lu orng mna bang…korea khan asia juga…ckckck

    keey jelas bngt suka sma embun..embun sma key aja…jngan sma minho dia jahat….

  2. alamaaaaaaaaaaaaakkkk daebak bener ni FF!
    lo ngiri yakk bang minooo???!!!!
    emang seburuk apa seh type negroid wat mereka???!!
    haiiizzzz bikin penasaran dweHHH thoorrr!
    asap,asap…!!

  3. KOK MINHO-nya NGESELIN SIIIIH!!!! Tp Key-nya sweet bgt ke Embuuuuun aigooo aigoooooo lanjutin ya thoooor ;;) ditunggu! Fighting!(?)

  4. Adduuuh: Minho.. Minho…. Ada apa dengan dikau???
    Kok kerjanya cari masalaaaaaaaah mulu!!! Di sini Minho yang ngeselin ya.. Key, abangku, sepupuku, aegyaku *digampar Locket* sweet banget sih..

    Kapan-kapan ngegombal aja tuh si Key *plaaak*

    Bagus thor! Lanjutin lagi yaaaak!!!!!

    1. gomawo, smg Q cepet nyelesaikannya, karna Q lagi selingkuh ma hyung nya shine (baca SUJU), karena menyelesaikan ff nya…
      but, setelah baca antusiasme dari kalian, jadi semangat ney,.

  5. waaahh, makin seru !!!
    awas lo minho ntar jadi suka Lo, hhii.
    embun-key cocok bgt.
    plg ngakak pas key bwa2 payung pink, hhaa.
    Lanjut thorr ^^

  6. heheheh ….. maaf ya baru baca (lagi)
    si minho makin menjadi-jadi!!! kesel bacanya !!!
    ishhh udah kaya peran antagonis di sinetron indo !!!! huwaaa pengen bgt tak jepret pake karet !!!!!
    geregetan … huwaaa embun sabar ya … ^^
    ayo lanjutannya thorrr ^^

  7. minho udh mulai jealous tuh
    sbnrnya dy kagum sm pesona matanya embun cm terlalu gengsi

    tp parah dech smp rusakin netbook embun…

    1. ah, biasnya minho ya…
      jangan2, kasihan dia disebelin mulu…tuh kan anaknya dah nangis di pojokan ?cup2Minho..
      gamsahamida..

  8. ahhh…….tokoh yeoja nya NINA ZATULINI A.K.A ANGEL DARI SINET ARTI SAHABAT
    ane suka ane suka :D……..
    key sama embun yea…..jgn ama minho gk seru pllakkkkkkk *tampar flamers……
    abis minho jahat sich…….
    and next part nya jgn lama” ane udh fall in love sama ff nie….ane bakal rajin:” komen…… 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s