Because I Don’t Know How To Love [1.1]

 Because I don’t know how to Love (part 1)

Author : Macil

Main cast : Lee jinki aka onew, park haerin (you or anyone you can imagine)

Other cast : jung hyomi, other SHINee member

Length: two shoot

Ratting : PG-15

Genre : romance, friendship

 

Annyeong haseyo~ this is my first fanfiction, my debut XD~  terimakasih buat yang udah nyempatin baca,  leave your comment ya.. buat kemajuan saya juga. Hehe sorry kalo jelek, namanya juga debut. ga mau banyak cuap-cuap. Sekali lagi, gomawoyo, I love you all. Ppoppo!  -author

Nae dubu, nae inspiration…

*************************************************************************************

 

Aku berusaha membuka mataku walau agak malas, hari ini hari minggu dan itu tak cukup menjadi alasan untuk orang yang hobi tidur sepertiku supaya bangun siang karena aku sudah menjadi istrinya sekarang, bukankah seorang istri seharusnya bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk sang suami. Ya, akupun tak menyangka akan benar-benar menjadi istrinya.

Kutatap wajahnya yang masih tertidur disampingku, bau tubuhnya sungguh membuatku bergairah. Mata, hidung dan bibir semuanya nampak begitu sempurna. Hanya saja mengapa kau tidak punya eye lid? Ya, semoga saja anak kita nanti tak mengikuti bentuk matamu itu. Aku masih tenggelam menjelajahi wajahnya.

“sudah selesai terpesonanya?” ujarnya dengan mata tertutup

“ya! Kau sudah bangun?” ujarku

“aku sudah bangun dari tadi, tapi yaa.. aku ingin membiarkan istriku dulu menikmati pemandangan indah disampingnya ini” katanya sambil terkekeh. Aku hanya memanyunkan bibirku tak berani menatapnya karena malu sudah tertangkap basah “yeobo, saranghae..” ujarnya kemudian, ia menggeliat perlahan melingkarkan tangannya ditubuhku kemudian mengecup puncak kepalaku “nado..” seruku. Aku tenggelam dalam pelukannya, menikmati aroma tubuhnya

Drrt.. drrt.. drrtt..

Tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi, membuatnya melepaskan pelukannya “aissh.. siapa sih pagi-pagi begini” erangnya, dengan malas ia mengangkat telepon genggamnya

“yeoboseyo, ah~ manager hyung! Wae?” rupanya manager oppa, jadwal SHINee memang cukup padat. Pasti manager oppa menelpon untuk schedule berikutnya. Hah… inilah resikonya menjadi istri seorang idola yang walau sudah tua tetap jadi seorang idola, bahkan mungkin fans akan lebih berharga ketimbang dirimu yang menjadi istrinya. Aku beranjak dari tempat tidur, ingin membuat sarapan  namun tangannya menahanku “mau kemana?” ucapnya, ternyata ia sudah selesai telepon

“aku mau menyiapkan sarapan, jinki-ya” jawabku

“sudahlah, nanti saja. Hari ini aku juga ada jadwal pukul 11 nanti. Aku masih ingin bersamamu. Kita kan jarang bertemu, masa kau tidak kangen denganku. Na neomu bogoshipeoso..” ujarnya memohon

Aku tersenyum melihat tingkahnya yang seperti anak-anak, tanpa ba-bi-bu ia menarikku ke atas tempat tidur tenggelam dalam pelukannya. “na neomu neomu bogoshipeoso jinki-ya..” bisikku

“aku mungkin akan pulang malam, kau tidur duluan saja” ujar jinki, aku hanya tersenyum menanggapi. Beginilah setiap harinya. Aku mengantar jinki sampai ke dorm SHINee, lalu ia akan mengucapkan kata itu. Setidaknya ia pulang hari ini, bahkan terkadang ia tidak pulang karena harus konser di luar negeri atau saking padatnya jadwal ia menginap di dorm. Memang semenjak menikah denganku, kami tinggal bersama di apartement yang jinki beli hasil jerih payahnya namun yang terlihat lebih sering aku seorang diri yang tinggal di apartement mewah itu. Rasanya sepi terkadang

“noona annyeong!” sapa taemin ketika aku mengantar jinki masuk ke dalam dorm

“ya! Haerin-ah, apa yang kau lakukan disitu! Sini cepat bantu aku menyiapkan sarapan member” perintah key umma. Dia memang si almighty yang suka seenaknya, aku hanya bisa menurut saja ketika ia menyuruhku. Walau begitu ia member SHINee yang baik dan perhatian kepada dongsaeng dan hyungnya. Kalau sudah begini jinki oppa hanya bisa geleng-geleng melihatku yang diperintah si almighty

Aku membantunya membereskan meja, dan bergegas pamit karena aku juga harus menyelesaikan pekerjaanku.

“oppa, taemin-ah, jinki-ya aku pulang dulu ya!” seruku

“kau tidak mau sarapan dulu?” Tanya jonghyun oppa

“anieyo oppa, aku buru-buru. Jaljayo!” seruku pada mereka kemudian meninggalkan dorm itu

“ya! Onew hyung, kenapa sih haerin noona tidak pernah memanggilmu oppa?  jonghyun hyung, key hyung dan minho hyung saja dipanggilnya oppa?” Tanya taemin setelah tak berapa lama haerin meninggalkan dorm

“ya! kenapa kau menanyakan sesuatu yang tak penting. Sudah jelas, karena dia yeoboku” ujar onew kemudian berlalu menuju meja makan membantu key menyiapkan makanan

From : +6201234567

Jauhi jinki! Ia tak mencintaimu!

 

Aku dikejutkan oleh pesan aneh oleh orang yang tak dikenal, awalnya aku sama sekali tak menghiraukannya namun lama-kelamaan ia semakin menerorku bahkan menyuruhku menceraikan jinki. Aku bingung. Aku tak menanyakan hal ini pada jinki selain karena ia sedang sibuk dengan debutnya di Taiwan aku juga tak mau mengganggu pekerjaanya .

Tiba-tiba nomer itu menelponku

“nuguseyo?!! Apa maumu?!” tanyaku

“kau akan tau siapa aku, temui aku di tepi sungai han pukul 8 malam nanti” klik! Lalu Ia mematikan teleponnya. aku ragu, namun akhirnya aku putuskan untuk menemui orang yang menerorku beberapa hari ini.

Aku terkejut ketika yang kudapati adalah Jung Hyomi, mantan cordie eonni SHINee yang dulu pernah menjadi pacar Jinki.

“eonni?!” seruku ketika kudapati sosoknya menghampiriku di tepi sungai han

“ne, ini aku. Kenapa?! Kau terkejut?!” serunya

Aku hanya terdiam keheranan “eonni.. tapi kenapa?.. apa maumu?… kenapa kau…” ucapku pelan nyaris tak terdengar

Ia menyeringai “kau tahu?! Gara-gara kau! Aku jadi seperti ini. aku dipecat dari pekerjaanku! Aku kehilangan cintaku! Itu karenamu! Aku mau kau kembalikan milikku! Kembalikan jinki padaku! Kami saling mencintai sampai akhirnya kau datang merusak semuanya! Kami berpisah bukan karena mau kami! Tapi karena perusahaan!! Kau yang menhancurkan semuanya!!” erangnya

Aku membelalakan mataku tak percaya mendengar ucapannya. Aku dan jinki, kami menikah atas dasar cinta. Kau salah eonni “aku…” gumamku “aku dan jinki.. kami saling mencintai…” ujarku lirih sambil menahan air mata

“tidak! Kalian tak saling mencintai! Ia menikahimu karena terpaksa! Karena kau menggodanya! Kau suka padanya tapi dia sama sekali tak menyukaimu! Lepaskan dia….. biarkan dia kembali padaku…” isaknya.. hyomi eonni mulai menangis meneteskan air mata di kulitnya yang halus

Aku jadi teringat ketika masa-masa ia bersama jinki, betapa bahagianya mereka. Bahkan aku melihat jinki yang paling bahagia tapi sekarang jinki sudah bersamaku, ini memang keegoisan manusia namun itu semua hanya masa lalu, yang ada sekarang aku dan jinki bersama, kami saling mencintai dan kami hidup bahagia.

“eonni.. mianhe…” ujarku meninggalkan hyomi eonni menangis di tepi sungai han

 Aku kebingungan mencari file kerja yang aku lupa simpan dimana padahal sudah deadline dan aku harus segera mengerjakannya. “jinki, kau lihat tidak file yang aku taruh di atas lemari ini?” teriakku pada jinki yang berada di kamar mandi

“ani! Coba kau cari di laci! Mungkin terselip” serunya dari kamar mandi

Drrrt.. drrrt..

Handphone milik jinki bergetar, aku mengamati handphone yang ia letakkan di atas meja “jung hyomi?..” gumamku kebingungan. Apa ini? mengapa ada pesan dari eonni hyomi? Apa mereka masih berhubungan? Rasa penasaran membuatku membuka pesan tersebut

From : Jung Hyomi

Jinki-ya.. besok aku ke kantor SM mengurus kontrak.  Aku diterima kerja lagi ^ ^ besok kita bertemu ya! Bogoshipeo

Mworago? Apa ini? Jung Hyomi bekerja di SM lagi. perasaan gundah mulai menyelimutiku. Tak terasa aku meneteskan air mataku. Perasaan apa ini? mengapa perasaan ini menyelimutiku lagi? perasaan takut, perasaan takut kehilangan, takut ditinggalkan, andwe..

“yeobo.. sudah ketemu filenya?” Tanya jinki mengaggetkanku, ia baru saja keluar kamar mandi. Cepat-cepat kuhapus pesan sms itu dan mengusap wajahku

“hah? Ah~ mungkin terselip di laci. Aku cari di laci dulu” ujarku sambil berlalu meninggalkan jinki.

Aku izin bolos kerja hari ini. ya, mungkin aku sudah gila, aku memutuskan mengikuti suamiku sendiri. Haerin, memang betul kau sudah gila! Kau bahkan tak mempercayai suamimu sendiri!

Aku sudah masuk ke kantor SM, aku menutupi wajahku berusaha agar tak dikenali

“haerin noona!” ah! Sial sial rutukku dalam hati kenapa si baby taemin mengenaliku sih

Aku tak menoleh dan berusaha menutupi wajahku dengan kerudung yang aku pakai tapi orang-orang yang tak ingin kulihat itu malah menghampiriku “noona! Ini noona kan?” seru taemin

“oh kalian~ annyeong!” sapaku ketika Taemin dan Minho oppa mereka sudah berada tepat di depanku sekarang

“haerin-ah, kau mencari onew hyung?” Tanya minho oppa

Habislah aku!, aku harus jawab apa sekarang. Rutukku “ah~ aku ada urusan! annyeong!” ucapku kemudian melesat cepat meninggalkan minho oppa dan taemin dengan wajah kebingungan.

Aku berjalan secepat mungkin tak tentu arah tanpa sadar aku malah memasuki lorong sepi di gedung SM

“hah! Sebaiknya aku pulang saja” gumamku

Baru saja aku memutuskan untuk pulang tiba-tiba aku mendengar suara yang tak asing dan sangat kukenal

“noona, sudahlah kita hentikan saja semua ini..”

Aku mendekati sumber suara itu, aku tak percaya dengan apa yang kulihat jinki sedang bersama hyomi eonni. Sedang apa mereka di tempat sepi seperti ini? hanya berdua lagi. Aku bersembunyi di balik tembok berusaha mendengar apa yang mereka bicarakan

“jinki-ya.. aku.. aku.. tak bisa hidup tanpamu..” ucap hyomi eonni suaranya bergetar. Aku mencoba mengintip melihat apa yang sedang terjadi. hyomi eonni menangis!

“noona..”

“kau.. kau tak mencintainya kan?.. kau masih mencintaiku kan?… hiks.. jawab aku jinki-ya!…” erang hyomi eonni, ia terisak tangisnya semakin deras, jinki menatapnya iba

“noona.. aku sudah menikah dengan haerin, aku sudah miliknya sekarang” ujar jinki. Ia mengulurkan tangannya membelai rambut jung hyomi, mendekapnya dan berusaha menenangkannya. Jinki… apa aku harus melihat ini…. ucapku dalam hati, aku mulai menitikkan air mata. Lututku lemas, rasanya ingin aku ambruk saat itu juga, aku berusaha berpegangan pada dinding. Ingin rasanya aku pergi dari tempat ini sekarang juga

Hening.. tak ada suara lagi.. aku mencondongkan kepalaku dari balik dinding. Mencari tahu apa yang terjadi kemudian, rasa penasaran lebih menggerogotiku saat ini.

Aku menutup mulutku, menggigit bibir bawahku agar isakkanku tak terdengar . aku melihat sesuatu yang tak seharusnnya kulihat. Jinki, suamiku kini sedang berciuman dengan jung hyomi. Aku berusaha berlari dari tempat itu. Berlari menjauh, belari sekencang-kencangnya. Mengacuhkan semua yang di hadapanku, berusaha tak peduli, aku menangis sekencang-kencangnya setelah keluar dari gedung itu. Semua orang menatapku bingung, namun aku sama sekali tak acuh

Oh Tuhan apakah ini hukuman untukku..  

*flashback*

“jinki-ya! Bagaimana desain ini bagus kan? Kemarin sooman seonsaengnim memuji ketelatenanku dalam hal fashion” ujar hyomi mengibas-ngibaskan kertas bergambar baju desainnya sambil tersenyum bangga

“hya.. aku tahu noona memang hebat dalam hal ini. tapi tak bisakah noona memalingkan diri dulu dari dunia fashion dan melihat ke arahku” ucap jinki mengumbar senyuman angelicnya

“haha.. anak anjingku, kau kan tau aku sangat ingin jadi perancang terkenal dan fashion itu adalah darah dagingku jinki.. kau tak akan mengerti” ujar hyomi

Jinki mendengus melihat pernyataan yeoja di hadapannya itu. Bagaimana bisa seorang leader SHINee, Lee Jinki tak lebih penting dibandingkan fashion. Jinki bergerak mendekati hyomi, memeluknya dari belakang “ya ya ya.. memang fashion lebih penting dariku kan noona. Tapi bukankah menjadi cordie sekaligus pacar seseorang yang sangat tampan itu lebih menarik noona, kau juga harus lebih memperhatikan pacarmu ini noona, dia haus kasih sayang. Kalau kau cuek seperti ini, bisa-bisa ia berlari ke ribuan yeoja yang menunggunya diluar” ucapnya sambil meletakkan dagunya di pundak hyomi

“hahaha! Lee Jinki  punya percaya diri yang tinggi rupanya, Hmm.. baiklah tapi setidaknya bukankah lebih baik kalau kau tak memanggilku noona lagi? terkesan bagaimana ya…” ucap hyomi

“hmm.. baiklah hyomi-ah kalau itu maumu” jinki melepaskan pelukannya dari tubuh hyomi, lalu memutar tubuh hyomi hingga membuat mereka saling berhadapan dan merasakan aroma nafas mereka satu sama lain

Chu~

Ia mengecup kening hyomi sekilas “hyomi-ah… saranghae..” bisiknya pelan

Semenjak kejadian itu aku menderita demam tinggi. Jinki yang baru pulang malam hari panik dan langsung membawaku ke rumah sakit. Tubuhku lemas, bukan hanya raga, jiwakupun sudah seperti tak bernyawa. Aku lebih banyak diam, dan tak mau makan apapun.

“aigoo.. haerin-ah, kenapa kau seperti ini? kenapa anak umma jadi seperti mayat hidup begini? Haerin-ah! Begini.. kau membuat umma sakit. Ada apa denganmu haerin-ah?!” isak ummaku, ia menangis di pelukkan appa. Aku melihat jinki hanya diam merasa bersalah. Iapun tak mengerti mengapa aku seperti ini. umma mianhe, jeongmal mianhe.. rasanya sakit sekali melihat umma mu menangis dihadapanmu terlebih lagi itu karenamu.

Member SHINee bergiliran menjengukku, mereka berusaha mengajakku mengobrol tapi aku sama sekali tak merespon.

“noona, apa kau mau sandwich? Aku tahu makanan rumah sakit tak enak dan hambar. Ini aku bawakan sandwich special untukmu, buatan key hyung loh noona. Kau kan sangat suka masakannya” ujar taemin ketika menjengukku namun aku hanya terdiam tak menanggapi

Di dorm SHINee…

“hyung, aku mengkhawatirkan haerin noona. Ia sama sekali tak mau makan dan bicara. Ekspresinya saja datar sekali” ujar taemin

Jinki hanya menghela nafas.

“hyung, sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Dia begini setelah pulang dari kantor SM seminggu yang lalu itu kan?” Tanya minho

Jinki tercengang dengan pernyataan dongsaengnya itu “mwo? Haerin ke kantor SM??” tanyanya

“ne, memang hyung tak bertemu dengannya. Aku dan minho hyung bertemu dengannya disana, dia sepertinya buru-buru dan sikapnya juga aneh” ujar taemin

“hyung, apa mungkin ia melihatmu bersama hyomi noona” timpal key

“mworago??!!” seru 2min dan jonghyun bersamaan

“waktu itu kan hari dimana onew hyung dan hyomi noona bertemu, timing nya sepertinya pas hyung, saat kau dan hyomi noona pergi berdua, lagipula aku mendengar banyak orang melihat haerin berlari sambil menangis hyung. Leeteuk sunbae bercerita kalau ia melihatnya dan memanggilnya tapi ia tak menyahut” seru key

“ya hyung! Apa maksud ini semua? Kau dan hyomi noona masih berhubungan?!” seru jonghyun, sedangkan 2min menatap hyungnya itu dengan tatapan minta penjelasan

“dia diterima kerja di SM dan memintaku kembali padanya” ujar jinki pelan

Mereka terkejut mendengar ucapan hyungnya itu, bagaimana bisa jung hyomi meminta jinki kembali sedangkan ia sudah menikah.

“aku akan Tanya pada haerin! Aku tak tahan melihatnya seperti mayat hidup!” ujar jinki kemudian berlalu meninggalkan dongsaeng-dongsaengnya itu menuju rumah sakit

Jinki terkejut ketika sampai di rumah sakit ia tak mendapati hyomi berada di kamarnya. Ia bertanya pada perawat dan perawat itu menjawab kalau haerin sedang berada di taman rumah sakit.

Jinki akhirnya bergegas menuju taman, di dapatinya haerin duduk sendiri di bangku taman rumah sakit.

“yeobo.. kau membuatku khawatir, sedang apa kau disini?” ujarnya dengan nafas tersenggal karena habis berlari mencari haerin

Haerin sama sekali tak bergeming tapi sesaat ia nampak terkejut dengan kehadiran jinki. Jinki mendekati haerin memutuskan untuk duduk disampingnya “haerin-ah…” kata jinki pelan “waeyo? Sebenarnya ada apa? Apa ini semua karenaku?” ucap jinki sambil menatap dalam haerin

Haerin menghela nafas panjang, kemudian ia beranjak dari bangkunya. Ia tak ingin melihat jinki saat ini, apalagi membahas hal seperti itu. Namun jinki berusaha menahannya

“mianhae…jeongmal mianhae…” ujar jinki, kini mereka berdua berdiri berhadapan. jinki mengulurkan tangannya kemudian, ia mencoba meraih tangan haerin namun haerin menepisnya

“kau tak perlu minta maaf, ini semua salahku..” gumam haerin, ia berusaha menahan air mata tak berani menatap Jinki “Lee jinki….. lebih baik kita sudahi saja semua ini… lebih baik Jalani hidup kita masing-masing” ujar haerin

“apa yang kau katakan?” Tanya jinki tak mengerti

“kita bercerai saja..” ujar haerin lemah

“mwo?! Haerin-ah!” seru jinki

“jinki-ya… aku yang merampasmu, kembalilah padanya dan hiduplah bahagia bersamanya.. hyomi eonni.. dia… dia wanita yang baik.. lebih baik kau bersamanya…” ujar haerin lirih, ia sudah tak bisa menahan air matanya lagi, lelehan air mata itu jatuh begitu saja di kulit pucatnya

“haerin-ah apa yang kau bicarakan? Aku mencintaimu haerin-ah..”

“cukup! Sudah cukup jinki-ya.. berhentilah membohongi dirimu sendiri!…..” seru haerin, tangisnya semakin deras “berhentilah.. itu akan membuatku dan dirimu tersakiti.. juga hyomi eonni.. berhentilah.. aku.. aku.. baik-baik saja..” ujar haerin lirih

Jinki terdiam hingga akhirnya ia mengatakan hal yang haerin sama sekali tak mau dengar “mianhae.. jeongmal mianhe haerin-ah…”

*flashback*

Haerin bergegas menuju dorm SHINee ketika ia mendengar pemberitaan di media heboh seorang Leader SHINee berkencan dengan seorang wanita tua

“oppa! Oppa!” teriak haerin membuat gaduh dorm

“haerin-ah! Bisa ga sih ga usah teriak-teriak! Berisik tau!” ujar key umma

“oppa mianhae..” jawab haerin, ia memang paling takut sama key umma. Bawelnya ga ketulungan, udah mana mukanya jutek pula. Hoho

“ah~ noona! Wasseo” ujar taemin yang baru keluar dari kamar mandi, ia memang paling senang kalau melihat noona favoritnya itu

Haerin dan SHINee sudah seperti ikatan saudara. haerin mengenal SHINee ketika ia ikut audisi SM tahun 2006. Ia gagal mengikuti audisi yang di dapat malah ia jatuh cinta pada seorang anak laki-laki bermata sipit berwajah super oriental dan sangat pendiam bernama Lee Jinki. Haerin tidak percaya dengan love at the first sight tapi nyatanya ia mengalaminya, semakin ia melupakan jinki semakin ia tertarik pada jinki. Jinki bukan anak yang mudah didekati karena ia pendiam dan pemalu. Akhirnya haerin lah yang mendekati jinki, saat itu ia memutuskan menjadi sahabat jinki terlebih dahulu tanpa disangka ia dan jinki menjadi dekat bahkan sampai SHINee debut dan haerin bersahabat baik juga dengan  member SHINee yang lain.

Pagi ini Ia sangat terkejut dengan pemberitaan di media mengenai jinki, ia bergegas menuju dorm hingga akhirnya ia menemui jinki dengan muka frustasi

“jinki-ya, gwaenchana?’ Tanya haerin penuh kekhawatiran

“andwe! Andwe! Otteohke? Bagaimana kalau nanti hyomi noona sampai di pecat?! Aaaaaaaahhg!” erang jinki, ia menjadi gusar dan mengacak-acak rambutnya sendiri

Haerin hanya terdiam, ingin rasanya menangis saat itu juga namun haerin menahannya

“tenang saja jinki-ya.. semua akan baik-baik saja..” ujar haerin

Haerin menghela nafas panjang, ia sudah meninggalkan dorm sekarang. Ia tak sanggup melihat jinki yang sekarang . jinki yang besedih dan lemah

“kenapa? Kau mau menangis kaan?” haerin di kejutkan dengan suara yang sangat ia kenal

“kibum oppa!” serunya.

“menangislah..” ujar key namun haerin hanya menatapnya bingung “menangislah kalau kau mau menangis, tidak baik ditahan-tahan. Kau bersedih kan karena onew hyung?” ujar key tepat sasaran

Selama ini hanya key lah yang mengetahui perasaan haerin yang sesungguhnya pada jinki.

“oppa… aku bersalah, aku tak pantas menangis..” ujar haerin lirih

“mwo? Kenapa kau berkata seperti itu? Bukankah yang paling menderita itu kau?” Tanya key

Haerin menggeleng “aku yang menyebabkan ini semua oppa, aku yang menyebarkan berita dan foto itu.. aku tak tahan melihat mereka.. melihat jinki dan eonni bermesraan, mendengar jinki bercerita tentangnya.. aku tak sanggup hingga akhirnya akal sehatku tak bekerja lagi. aku menyebabkan masalah ini, aku malah membuatnya jadi seperti itu…” haerin menangis, ya ia merasa sangat bersalah. Ia merasa sebagai pendosa yang melakukan sesuatu hanya untuk kesenangan pribadi. Key terkejut mendengar pernyataan itu dari yeoja yang sudah ia anggap sebagai dongsaengnya sendiri. Bagaimana tidak? Hal yang haerin lakukan itu sangatlah fatal, itu bisa merusak karir hyungnya bahkan karir SHINee dan karirnya pun terancam

“haerin-ah, cinta terkadang membuat kita kehilangan akal sehat, aku tak bisa sepenuhnya menyalahkanmu. Mungkin saat ini kau belum memahami cinta yang sesungguhnya, saat ini keegoisanmu mengalahkan segalanya, kelak kau akan lebih memahami perasaan cinta, cinta yang tulus yang tak mengharap dan meminta balasan” ujar key bijak, ia mengusap pundak dongsaeng tirinya itu pelan, kemudian memeluknya hingga akhirnya haerin menangis sejadi-jadinya di pelukan key.

Setelah pemberitaan itu jinki dan hyomi mengakhiri hubungan mereka, SM bahkan memecat hyomi dan memberikan konpensasi yang besar pada hyomi hingga akhirnya hyomi pergi ke luar negeri untuk belajar desain. Jinki sangat bersedih namun semuanya berangsur pulih karena kesibukan SHINee.

Haerin lebih sering mengunjungi SHINee bahkan terkadang ia ikut pergi saat SHINee sedang show.

Suatu hari, akhirnya haerin memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada jinki, jinki terkejut mendengar hal itu namun akhirnya ia dan haerin menjadi semakin dekat dan memutuskan untuk pacaran dan tak lama kemudian mereka memutuskan untuk menikah. Mengucap janji suci dihadapan Tuhan, mengikatkan mereka dalam suatu status, yaitu perkawinan. setelahnya haerin menjadi wanita yang paling bahagia dan sempurna, cintanya.. cinta yang ia pendam bertahun-tahun lamanya akhirnya terbalaskan. Semua orang bahagia termasuk para member SHINee yang lain sampai akhirnya badai itu datang menghampiri mereka.

 to be continued…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

20 thoughts on “Because I Don’t Know How To Love [1.1]”

  1. waaahh jadi bingung tuh, mau kasian sama hae rin.. tapi hae rin jahat, mau kasian sama coordi eonni, tapi coordi eonnnya tua *garela* hahahaa next part nya aku tunggu ya thor !! ini ff nya keren loh untuk ukuran debut *sotoy

  2. Ahh…ini bener2 nyesek bacanyya.
    Ngebayanginnya aja udh gak enak.
    Kasihan sama Haerin. Kasihan juga sama hyomi.
    Udh Onew buat aku aja#plak
    next part jgn lam2 yah.. 😉

  3. ceritanya sih sbnrnya seru…
    py setting tempat and waktunya aga sedikit bikin bingung…
    apa akunya yg pabo ya….?????

  4. huwaaaa itu si hyomi bikin gatel ajah sih!!!
    ngak suka aku …
    aishhhh haerin udah sabar ajah,
    ah ngapain juga kissu di tempat kaya gitu sihh ayoo lanjutannya si jinki bakal sama hyomi apa sama istrinya ????

  5. ngebingungin, ada yg typo, awalnya hyomi setelahnya hyerin,
    Ngebingungin juga yg lagi cerita siapa, yg diceritain siapa,
    Flashback juga, gak tau dimana endnya…

  6. Lah, ada FF keren niy. Walopun awal2nya ceritanya banyak sama dengan FF lain (hehe, mian ya), tapi tetep aja bikin penasaran. Itu gimana akhirnya yak?? Aku tidak bisa memilih diantara keduanya, dua-duanya oke (ceweknya maksudnya), nggak nyangka Jinki bisa juga jerat 2 cewek oke, hehehe…
    Jadi sebenernya si Jinki ini cinta ato ngga sama Haerin ya?

  7. wah terimakasih banyak yang udah mau baca ff gaje ini haha -bow 180 degree-
    saya senang ada keritik dan saran yang nantinya membangun
    maaf ya kalo, aneh dan jelek, saya masih dalam proses belajar menulis, mohon dimaafkan 🙂
    saya udah kirim sekalian dua partnya, awalnya mau dijadiin satu part aja gataunya kepanjangan, hehe
    sekali lagi makasi banyak buat yang udah baca, dan terimakasih lebih banyak buat yang udah comment ❤

    -author gaje-

  8. ommonaaa…

    mskipun haerin prnh jahat sm onew-hyemi…tp kan dy udh sadar

    bneran bkal pisah ga c onew-haerin…ohtokae?????

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s