Married??! – Part 4

Title                : Married??! (Part 4)

Author             : Chickendubunyunyu

Main Cast        : Lee jinki, Onew, OC

Support Cast   : Han Seungyeon KARA, Lee Sungmin, Lee Seunkyu, Kim Jongwoon

Length             : Sequel

Genre              : Romance, Life

Rating             : PG 15

Summary         : “Aku mohon hasilnya negatif” kata Hyosoo pelan seraya menggenggam test pack itu erat. Bukannya dia tidak senang jika dia memang benar-benar hamil. Hanya saja sekarang keadaanya berbeda. Yang ada di pikirannya adalah bagaimana jika Jinki tidak menginginkan dia untuk hamil? Bagaimana jika Jinki menyuruhnya untuk menggugurkan kandugannya? Dan masih banyak lagi pikiran-pikan negatif yang muncul di dalam otaknya.

Desclaimer      : This ff is mine! *maksa amat*

 

*Hyosoo POV*

Hari ini pagi-pagi sekali aku sudah harus berangkat ke rumah sakit karena ada janji dengan salah satu pasienku. Aigoo.. aku sampai tidak sempat untuk membuatkan Jinki sarapan meskipun hanya roti tawar.

“Jinki-ssi!! Aku berangkat dulu. Nanti kau buat sarapan sendiri ya! Mian, aku tidak bisa membuatkanmu sarapan” Teriakku dari lantai bawah agar nampyeonku itu masih berada di kamar sekarang. Aiissh.. kenapa aku harus menyebutnya nampyeonku? Aku rasa syaraf di otakku ada yang tidak tersambung sehingga aku menjadi seperti ini.

“Perlu ku antar?” tanya Jinki yang ternyata sudah berdiri di sampingku yang sedang memakai sepatu.

“Tidak perlu, kau saja baru bangun tidur seperti itu. Ya sudah, aku berangkat dulu. Jangan lupa sarapanmu” kataku lalu buru-buru keluar rumah. Baru saja aku menutup pintu dan hendak melangkahkan kakiku keluar pekarangan, aku merasa ada sesuatu yang tertinggal. Tapi apa ya? Astaga….. Chesee cake ku!!

Buru-buru aku kembali lagi masuk ke dalam rumah dan mengambil chesee cake yang sudah kusiapkan sebagai bekalku. Jinki hanya menatapku dengan pandangan aneh dan aku tidak perduli akan hal itu. Ahh.. terserah apa saja yang ada di pikirannya karena aku sudah terlambat sekarang.

*Author POV*

Ketika jam makan siang tiba Hyosoo segera menyantap bekal yang dia bawa dari rumah. Akhir-akhir ini Hyosoo memang lebih sering melewatkan istirahat siangnya dengan memakan chesee cake yang dia bawa dari rumah ketimbang pergi ke restaurant terdekat besama sahabatnya Hyunkyung.

Ketika Hyosoo akan memasukkan potongan terakhir dari chesee cakenya tiba-tiba Hyunkyung sudah masuk ke dalam ruang kerjanya.

“Astaga Chesee cake lagi” Hyosoo sudah biasa dicibir seperti itu oleh Hyunkyung, jadi dia tidak perduli dengan apapun yang dikatakan Hyunkyung tentang dia dan chesee cake nya yang ada di otaknya sekarang ini hanyalah menghabiskan chesee cake kesukaannya.

“Lihat pipimu, kau bertambah gendut akhir-akhir ini. Ini pasti gara-gara kau sangat sering memakan chesee cakemu itu”

“Jeongmal??” tanya Hyosoo sambil mencubit kedua pipnya sendiri. Dia memang akhir-akhir ini merasakan nafsu makannya bertambah dua kali lipat dari pada biasanya. Dia juga merasakan badannya bertambah sedikit gemuk akhir-akhir ini, hal itu terbukti dengan pakaian-pakaian kerjanya yang dulu terlihat agak longgar sekarang terasa sangat pas di badan Hyosoo sehingga membuat bentuk tubuhnya terlihat jelas.

“Kau ini seperti orang ngidam saja” komentar Hyunkyung lagi. Seketika itu Hyunkyung dan Hyosoo sama-sama saling berpandangan karena pikiran mereka yang mungkin sama. Kemudian secara bersamaan pula pandangan mereka beralih pada satu titik yaitu perut Hyosoo.

“Jangan-jangan kau….” Hyunkyung sengaja menggantungkan kalimatnya, membiarkan Hyosoo yang meneruskan kalimatnya, tapi yeoja itu malah menyangkalnya habis-habisan.

*Hyunkyung POV*

“Jangan-jangan kau….” Kata-kataku sengaja ku gantungkan, berharap Hyosoo berpikiran sama denganku dan meneruskan kalimatku dengan senang hati. Tapi reaksinya sungguh-sungguh di luar dugaanku, dia malah menyemprotku dengan berbagai sangkalan yang dilontarkannya.

“Aniyo, Hyunnie-ya. Aku tau kemana arah pembicaraanmu dan itu amat sangat tidak mungkin. Aku tidak merasa ada tanda-tanda seperti itu. Akhir-akhir pasienku banyak sekali jadi aku merasa sedikit stess dan aku jadi banyak makan lalu dampaknya adalah aku menjadi bertambah gendut seperti ini. Baiklah aku akan diet mulai sekarang”

Cih pintar sekali dia menyangkal seperti itu. Tunggu dulu bukannya Lee Jinki dan Hyosoo itu menikah karena keterpaksaan? Lalu jika sekarang Hyosoo memang benar-benar hamil berarti mereka sudah melakukan hal ‘itu’. Apa mereka sudah saling mencintai saat ini? atau mereka melakukannya karena khilaf? Seperti MBA, ah ahni ini bukan MBA karena mereka sudah menikah terlebih dahulu. Atau jangan-jangan Yesung oppa? Astaga Shin Hyunkyung apa yang kau pikirkan?! Hyosoo bukanlah tipikal yeoja seperti itu!!

“Kau… pernah melakukan hal ‘itu’ dengan Jinki?” tanyaku penuh selidik padanya, bagaimanapun juga aku harus tau untuk keterangan yang lebih pasti.

Hyosoo hanya diam tidak menjawab pertanyaanku, membuatku semakin curiga saja. Lama sekali responnya padahal hanya perlu menjawab iya atau tidak. Aissh..

“Berhentilah menggosip dan kembali ke ruanganmu Shin Hyunkyung” katanya yang sama sekali tidak bersangkut paut dengan hal yang sedang menjadi topik pembicaraan kami siang ini. Dengan langkah sangat berat karena masih penasaran, aku berjalan ke arah pintu dan memutar kenopnya.

“Aiissshh. Baiklah-baiklah mungkin kau malu jika harus menceritakannya padaku. hanya saja jika kau belum mendapat menstruasimu bulan ini maka segeralah pergi ke dokter untuk mengeceknya, atau paling tidak belilah test pack agar kau tau kebenarannya” kataku sebelum benar-benar pergi meninggalkan ruangannya. Dasar menyebalkan, kapan ya aku bisa menikah dengan Minho oppa dan memiliki anak bersamanya?

Ya!! Shin Hyunkyung pabo!! Apa yang kau pikirkan hah!!

*Author POV*

Kata-kata Hyunkyung memang sangat ampuh untuk memporak-porandakan segala sesuatu yang ada di kepala Hyosoo saat ini. Kepala Hyosoo tidak berhenti berdenyut sejak yeoja yang sudah menjadi sahabatnya sejak lama itu meninggalkan ruangannya dengan berbagai saran yang menurut Hyosoo sangat membebani.

Dengan langkah sedikit ragu, Hyosoo memasuki apotek yang ada di dekat rumah sakit tempat dia bekerja untuk membeli test pack seperti yang disarankan Hyunkyung padanya tadi.

Begitu Hyosoo tiba di rumah, yeoja itu segera melangkahkan kakinya ke dapur untuk membuat makan malam untuk Jinki, mengingat suaminya itu akan pulang sebentar lagi Hyosoo mempercepat ritual masaknya karena dia tau Jinki pasti pulang dalam keadaan lapar dan dia selalu tidak sabar menunggu.

Hyosoo ssudah selesai memasak tapi Jinki belum pulang juga, mungkin jalanan macet karena ini memang jam pulang kantor. Tiba-tiba Hyosoo teringat dengan test pack yang tadi dibelinya saat pulang dari rumah sakit. Dengan sedikit tergesa-gesa yeoja itu mengambil test pack yang tadi dibelinya lalu pegi ke kamar mandi.

“Aku mohon hasilnya negatif” kata Hyosoo pelan seraya menggenggam test pack itu erat. Bukannya dia tidak senang jika dia memang benar-benar hamil. Hanya saja sekarang keadaanya berbeda. Yang ada di pikirannya adalah bagaimana jika Jinki tidak menginginkan dia untuk hamil? Bagaimana jika Jinki menyuruhnya untuk menggugurkan kandugannya? Dan masih banyak lagi pikiran-pikan negatif yang muncul di dalam otaknya.

“Aku pulang..!!” teriak sebuah suara dari luar yang sangat Hyosoo kenal dan yakini bahwa itu adalah suara suaminya. Dengan agak panik Hyosoo membungkus test pack itu dan membuangnya ke tempat sampah yang ada di kamar mandi.

*Jinki POV*

“Aku pulang..!!” teriakku begitu membuka pintu rumah. Aigoo.. nyamannya setelah seharian bekerja lalu pulang ke rumah. Aku harap Hyosoo memasakkan olahan ayam yang enak. Tapi kenapa rumah ini sangat sepi? Seperti tidak berpenghuni saja. Apa Hyosoo belum pulang? Tapi kenapa pintunya sudah tidak terkunci? Jangan-jangan ada maling.

Cklek.. Kulihat pintu kamar mandi terbuka dan Hyosoo keluar dari sana.

“Selamat datang..” astaga senyumnya memang benar-benar membuat rasa lelahku menguap entah kemana. Beruntung sekali aku memiliki yeoja sepertinya. Aigoo.. Ada apa aku ini, berlebihan sekali.

Aku segera melangkahkan kakiku menuju meja makan untuk melihat apa yang Hyosoo masak kali ini. Daebak! Benar-benar seperti keinginanku, olahan ayam! Ayam fillet yang digoreng crispy dengan saus keju brokoli di atasnya, aku rasa air liurku sudah tidak dapat ditahan untuk keluar jika aku tidak segera memakannya. Aaaa Selamat makan!!

Setelah selesai mengisi perut, aku memutuskan untuk langsung  mandi. Jika aku menonton tv, Hyosoo pasti akan memarahiku seperti biasa. Aku tidak pernah kesal saat dia memarahiku. Justru sebaliknya aku merasa sngat senang jika dia memarahiku, bukankah itu berarti dia sangat perhatian denganku??

“Uhreum gatdun sarang dalgoom haetdun gotong moolkyul gatdun nayae jinshimeun uhreum gatdun yoohok dalgoomhaetdun noonmool ahreumdabkae nal jookeumeoro” senandung indahku terhenti begitu mataku melihat sesuatu aneh yang ada di dalam kamar mandiku maksudku kamar mandi kami, kupungut benda itu untuk memastikan apa yang syaraf penglihatanku transfer untuk otakku.

Astaga!! Ini kan test pack, pasti ini milik Hyosoo. Anak siapa yang dia kandung? Ya!! Lee Jinki pabo tentu saja itu anakmu!! Kau pernah melakukan hal ‘itu’ dengannya.

*Hyosoo POV*

Sial sekali aku belum sempat melihat hasil test pack yang kugunakan tadi. Ini semua gara-gara Jinki yang pulang terlalu cepat! aishh.. eomma eotohkae?? Bagaimana jika aku benar-benar hamil?

“Kau menggunakan ini? Kenapa tidak bilang padaku” kata Jinki sambil mengacung-acungkan sebuah benda putih ke depan mukaku. Astaga itu… aissh kenapa dia bisa menemukannya.

“Itu karna hasilnya negatif. Jadi aku rasa, aku tiak perlu memberi taumu” jawabku sekenanya dengan suara setenang mungkin. Jujur aku benar-benar bingung harus menjawab apa karena pada kenyataannya aku tidak mengetahui hasil test pack itu bagaimana.

“Jeongmal??” tanyanya lalu mengamati test pack itu lebih teliti lagi. “Tapi disini ada dua garis, bukankah itu berarti tandanya kau positif hamil”

Apa?? Dua garis?? Aku positif hamil?. Tamat sudah riwayatku. Ya Tuhan.. bunuh saja aku sekarang juga, sedang sibuk-sibuknya aku merutuki diriku sendiri, tiba-tiba Jinki sudah menarik tanganku untuk pergi mengikutinya. “Ayo kita ke dokter untuk memastikannya”

“Jinki-ssi…”

“Apa?”

“Jinki-ssi!”

“Ada apa? Kenapa kau tidak mau pergi ke dokter?” katanya sedikit sebal karena aku memanggilnya berkali-kali.

“Kau.. Kau yakin mau pergi ke dokter tanpa menggunakan baju seperti itu?” tanyaku menunjuk tubuhnya yang hanya menggunakan haduk yang diliitkan di pinggangnya.

 *Author POV*

“Selamat tuan Lee, istri anda positif hamil, usia kandungannya sudah memasuki 3 minggu sekarang ini” kata Dokter Park dengan senyum mengembang pada Jinki.

“Jeongmal?? Kamsahamnida uisa, kalau begitu aku akan segera memberi tau orang tua kami, mereka pasti akan sangat senang sekali” kata Jinki dengan matanya yang hanya segaris karena tenggelam oleh senyumnya.

Tidak beberapa lama Jinki sudah mengajak Hyosoo untuk pergi dari kediaman dokter park dan pergi menuju rumah kedua orangtua mereka.

Sepanjang perjalanan menuju rumah mertuanya Hyosoo hanya bisa diam membisu, memikirkan semua hal yang terjadi hari ini. Reaksi Jinki benar-benar diluar dugaan. Hyosoo pikir namja itu akan memarahinya begitu mengetahui kalau Hyosoo sedang hamil, tapi pada kenyataannya malah Namja itu sendiri yang kelewat senang begitu mengetahui kalau Hyosoo sedang mengandung.

*****************

“Tumben sekali kalian berdua datang kemari?” tanya nyonya Lee sambil memeluk Hyosoo erat.

“eomma! Jangan memeluk istriku terlalu erat seperti itu! Kasian anak kami!” pekik Jinki dengan suara yang menurut Hyosoo sangat berlebihan.

“Mwo?? Astaga terimakasih Tuhan.. Yeobo!!!” Nyonya Lee berteriak dari luar rumah memanggil suaminya, wanita itu bermaksud untuk memberi tahu suaminya tentang kabar gembira ini, tapi karena suaminya itu tidak kunjung datang akhirnya nyonya Lee masuk ke dalam rumah untuk memberi tahu suaminya.

*Hyosoo POV*

Aku memandangi diriku di depan cermin, aissh sekarang usia kandunganku sudah memasuki bulan ketiga dan perutku sudah kelihatan agak buncit sekarang, memakai baju apapun tetap saja terlihat gendut.

“Kau sedang apa?”

“Aku..?  tidak aku hanya..”

“Kau memandang perutmu yang sudah membuncit itu?” goda Jinki padaku. Ya! Ini semua kan juga karena ulahnya. Menyebalkan sekali.

“Besok kau harus menemaniku ke acara ulang tahun Lee corporation”

“Ne…” jawabku singkat lalu melangkah keluar kamar dengan cepat. Bahkan dari ruang TV aku bisa mendengar suara tawanya yang meledak-ledak. Ini menyebalkan

*Jinki POV*

Hari ini aku dan Hyosoo akan pergi ke acara ulang tahun Lee corporation. Aku benar-benar tidak bisa mengalihkan pandanganku dari yeoja ini. Jeongmal neomu yeoppo. Pilihan eomma dan appa memang tidak pernah salah.

Sesampainya di Lee corporation banyak sekali laki-laki yang memperhatikan Hyosoo dengan tatapan seperti ingin menerkamnya saja. Ya! Apa mereka tidak tahu kalau Hyosoo sudah menjadi yeojaku!

Kulingkarkan tanganku ke pinggang Hyosoo agar semua laki-laki disini tahu bahwa dia adalah milikku! Tapi sepertinya tidak berpengaruh, tetap saja banyak laki-laki yang memandangnya kagum.

“Hyosoo-ah.. aku ingin pulang”

“Mwo? Kita kan baru saja sampai? Apa kau tidak enak badan?” tanya yeojaku khawatir sambil meletakkan punggung tangannya di dahiku.

“Ani, aku hanya malas berada di tempat ramai seperti ini”

“Astaga Jinki-ssi kau kan direktur utama Lee corporation, apa kata orang-orang nanti jika kepala perusahaan tidak hadir saat ulang tahun perusahaannya….” entah apa lagi hal yang dibicarakan Hyosoo, kepalaku sudah terlalu penuh untuk mendengarkannya. Dan satu hal yang tidak kusuka dari Hyosoo dia selalu memanggilku dengan embel-embel ssi, formal sekali. Padahal sudah berulang kali aku memintanya untuk memangggilku oppa, tapi dia tidak pernah menurutinya.

“Tapi aku ingin pulang” rengekku lagi.

“Baiklah, setelah kau memberi sambutan kita pulang, jangan lupa ijin dulu pada aboenim. Arachi?”

Kuanggukan kepalaku dengan semangat, akhirnya aku akan pulang ke rumah dimana tidak akan ada laki-laki yang melihat yeojaku dengan tatapan mesum.

*Hyosoo POV*

Waktu terasa berjalan dengan sangat cepat, sepertinya baru kemarin aku mengetahui bahwa aku hamil, sekarang perutku sudah benar-benar terlihat buncit. Usia kandunganku sudah memasuki bulan kelima sekarang. Ternyata hamil sangat menyenangkan, apalagi ketika bayi kita mulai menendang-nendang, membuat perut kita ikut bergerak kesana-kemari.

Hyunkyung sangat senang dengan kehamilanku, dia selalu saja menemaniku kemanapun aku pergi dan selalu membawakanku makanan yang memang seharusnya dikonsumsi oleh orang hamil, bahkan sekarang yeoja itu sudah berlagak seperti eommaku saja, setiap minggu yeoja itu rutin berkunjung ke rumah untuk membicarakan menu makanan apa yang harus kumakan seminggu kedepan bersama eomma dan eomonim.

“Bisa kita bicara sebentar?” tanya seorang yeoja yang membuat langkah kakiku terhenti begitu saja. Aku sangat ingat dengan yeoja ini, dia adalah Han Seungyeon. Pacar Jinki yang waktu itu, sudah lama sekali semenjak aku dikabarkan hamil Jinki tidak pernah menyinggung yeoja ini dalam pembicaraan kami, kukira mereka sudah mutuskan hubungannya. Kenapa aku bisa yakin sekali jika Jinki telah memutuskan hubungannya, itu karena semenjak aku dikabarkan hamil dia sangat perhatian padaku, jadi wajar saja kan jika aku merasa seperti itu.

Sudah sejak satu jam yang lalu kami berdua berada di dalam kafe ini, bahkan teh yang kupesan sudah mulai dingin tapi yeoja ini tak kunjung mengatakan apa yang dia inginkan. Perasaanku agak tidak enak semenjak bertemu dengan yeoja ini. Tapi aneh, bukannya menolak ajakan Seungyeon-ssi untuk bicara bersama aku malah menuruti semua yang dia katakan, hingga sekarang kami berdua terdampar di kafe ini.

“Aku hamil..” kata Seungyeon sambil mengelus perutnya sayang. Lalu apa urusannya denganku jika dia hamil? Apa dia ingin aku yang merawat anaknya?

“Ini anak Jinki, aku harap kau bisa meninggalkan Jinki untukku Hyosoo-ssi. Kau tau kan Jinki lebih dulu mengenalku dan lebih dulu berhubungan denganku daripada denganmu. Apa kau tidak merasa jahat? Kau merebut Jinki dari sisiku. Kasian anak ini jika ia lahir tanpa seorang ayah” kata yeoja berengsek ini sambil mengelus perutnya sayang lagi. Tanpa seorang ayah dia bilang? Lalu bagaimana dengan anakku?!

“Aku permisi dulu” kataku lalu beranjak pergi dari tempat ini. Jadi selama ini Jinki juga melakukannya dengan Seungyeon? Dasar namja sialan! Belum sampai aku melangkah keluar, kurasakan ada tangan yang menahanku untuk pergi. Tanpa perlu membalikkan badanku aku sudah tau kalau pemilik tangan ini adalah yeoja berengsek bernama Han Seungyeon.

“Kuharap kau memikirkan perkataanku barusan Hyosoo-ssi, kita sama-sama seorang wanita. Kau pasti tahu perasaanku”

*Hyunkyung POV*

Aku benar-benar tidak bisa fokus dengan pekerjaanku sekarang. Hyosoo tiba-tiba saja menelfonku dan mengatakan bahwa ia ijin kerja hari ini. Dan suaranya saat menelfonku terdengar seperti orang yang habis menangis, ada apa sebenarnya dengan yeoja itu? Apa dia ada masalah dengan Jinki oppa? Tapi setauku Jinki oppa selalu memberi perhatian lebih pada Hyosoo, benar-benar tipikal suami idaman.

Saat istirahat makan siang tiba segera kupacu mobilku secepat mungkin ke rumah Hyosoo. Yeoja itu harus membayar semuanya karena sudah membuatku khawatir seharian ini.

“Kau? Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau tidak berangkat kerja? Apa kau baik-baik saja? Atau kau sedang ada masalah?” tanyaku bertubi-tubi pada Hyosoo

“Aku hanya sedang sedikit tidak enak badan” katanya pelan lalu kembali tiduran di sofa. Omo.. itu sangat berbahaya bagi kandungannya. Meskipun hanya sakit sedikit saja tetap saja itu akan mempengaruhi kandungannya. Aku tidak mau sampai terjadi apa-apa pada keponakanku. Sebaiknya aku menelfon Jinki oppa agar dia bisa segera pulang

“Yeoboseo..”

*Jinki POV*

Baru saja aku mendapat telfon dari Hyunkyung kalau Hyosoo sedang tidak enak badan. Yeoja itu benar-benar membuatku khawatir, aku harus segera pulang dan melihat keadaannya.

“Seungyeon noona batalkan semua jadwalku hari ini” kataku pada Seungyeon noona yang sekarang menjadi sekertaris pribadiku. Aku tidak merasa begitu senang dengan adanya Seungyeon noona sebagai sekertaris pribadiku. Aku sudah memutuskan hubungan dengannya semenjak aku tau Hyosoo mengandung anakku. Aku tidak ingin menyakiti Hyosoo. Apa lagi aku memang mencintai yeoja itu sebagai istriku sekarang, aku sadar bahwa rasa cinta yang kurasakan dengan Seungyeon noona berbeda dengan rasa cinta yang kurasakan dengan Hyosoo. Terkesan brengsek memang, tapi memang itulah yang kurasakan, daripada aku menyakiti mereka berdua.

“Ta.. Tapi hari ini…”

“Aku bilang batalkan semuanya! Hyosoo sedang tidak enak badan aku tidak mau sampai terjadi sesuatu pada calon anak dan istriku”

Tidak kupedulikan lagi teriakan Seungyeon noona yang mecegahku untuk pergi, yang kuinginkan sekarang hanyalah berada di rumah dan memastikah bahwa keadaan Hyosoo baik-baik saja.

*Author POV*

“Dia sedang tidur” kata Hyunkyung begitu Jinki tiba di rumah, syukurlah kata Hyunkyung keadaannya tidak begitu parah. Meskipun tidak begitu parah tetap saja membuat Jinki khawatir.

“Gumawo kau sudah merawatnya Hyunkyung-ah, aku akan menjaganya, jadi kau bisa pulang sekarang. Mianhe sudah merepotkanmu” kata Jinki sambil membungkuk ke arah Hyunkyung menandakan terima kasih yang sangat mendalam.

“Cheonma, aku juga harus menjaga calon keponakanku agar tetap sehat. Kalau begitu aku pamit dulu oppa”

********************

“Kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu? Apa yang kau rasakan?” Tanya Jinki sambil mendekat ke arah Hyosoo yang sudah duduk bersandar di tempat tidur. Baru saja Jinki akan mendaratkan tangannya untuk mengelus perut Hyosoo yang sedang mengandung anaknya untuk memastikan keadaan calon anak yang amat dinantikannya, Hyosoo sudah menepis tangan Jinki kasar.

“Jangan sentuh aku!” teriak Hyosoo sambil menepis tangan Jinki kasar. Yeoja itu benar-benar merasa muak dengan Jinki yang dia ketahui telah menghianatinya, bahkan sampai menghamili yeoja lain.

“Hei.. ada apa denganmu Hyosoo-ah?”

“Ceraikan aku!” kata Hyosoo masih dengan nada bicara yang sama, sama sekali tidak menurunkan nada bicaranya yang mungkin sudah mencapai tujuh oktaf. Seketika itu Jinki merasa ada sebuah bangunan besar yang menindihnya membuatnya merasa sakit dan sulit untuk bernafas. Namja itu benar-benar tidak tahu apa ang terjadi pada istrinya dan sekarang istrinya minta cerai.

Jinki menerawang jauh hari-hari yang telah dilaluinya bersama Hyosoo, mungkinkah dia melakukan kesalahan yang melukai perasaan Hyosoo hingga istri kesayangannya itu menuntut untuk diceraikan. Dan hasilnya nihil, Jinki sama sekali tidak merasa melakukan kesalahan fatal hingga menbuat Hyosoo menuntut untuk diceraikan.

“Ceraikan aku! Nikahi Han Seungyeon mu itu!” teriak Hyosoo lagi sambil menangis. Jinki sungguh prihatin melihat keadaan Hyosoo seperti itu, hatinya ikut merasa sakit ketika melihat Hyosoo menangis.

“Aku dan dia sudah berakhir Hyo, aku sudah memutuskannya waktu aku tau kau mengandung anakku”. Bahkan Jinki tidak tahu menahu soal kehamilan Seungyeon, semenjak mereka berpisah Jinki memang agak menjaga jaraknya dengan Seungyeon.

“Demi Tuhan aku tidak pernah menyentuhnya Hyo, itu bukan anakku. Kau harus percaya padaku”

“Dia menemuiku tadi pagi dan mengatakan padaku bahwa dia sedang mengandung anakmu! Kau… Kau dan dia pernah menjalin suatu hubungan. Bukan hal yang tidak mungkin jika dia mengandung anakmu!” teriak Hyosoo lagi lalu keluar dari kamar dan membanting pintunya kasar, meninggalkan Jinki yang masih mencerna semua pembicaraannya dengan Hyosoo barusan.

-TBC-

Don’t be saider and Keep RCL!! ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

94 thoughts on “Married??! – Part 4”

  1. aku yakinn kalau anak yang dikandung seungyeon bukan anak jinki oppa. aku udah curiga sebelumnya waktu jinki oppa mau berangkat ke jeju. ada yang aneh dengan seungyeon bukan????

  2. Rasanya pengen banget tangan ini uyeng-uyeng #apaan?# pala si seungyon gemessssss..

    Dan Aku selalu benci kata-kata ‘ To Be Continue! Ganggu, bikin orang penasaran tau. Hahaha
    lanjutannya jgnn lama-lama yaa 8D

  3. andwae…. jgn cerai donk hyojin couple ini…

    jinki kan uda cnta sama hyosoo…

    seungyeon mau dtampar ato dhajar?uler bgt deh…

  4. omaigaattttt!!!!
    seungyeon sialan bkin aKyu hampir keguguran sajjaa#plak
    llaannjjuuuttt thhoorr Jebbaaallll*pamer puppy eyes bareng dubu*

  5. hyo nya hamil. seneng deh jinki jadi perhatian sama hyo XD
    badai muncul. si seungyeon itu.
    tapi bingung deh sama kalimat ini:
    “Demi Tuhan aku tidak pernah menyentuhnya Hyo, itu bukan anakku”
    bukannya Jinki masih belum tau si seungyeon hamil, kok dia ngomong begitu?

  6. kdubraaaaak.
    Muncul konflik baruu……
    ga tega pen ngoceh tntg seungyeon T^T
    Tp apa daya…..seungyeon unnie jd peran antagonis d sni….. hachiim hachiim (??)

    porsi FF ny kurang bnyak dan pnjang ._.V #plak
    Jd rda kurang puasss #eehhhh

    D tunggguuuuuuu Lanjutaaannya ^o^

  7. Makin seru aja nih ceritanya… Daebak thor.. 🙂
    Onew oppa udah mulai suka sama Hyo Soo juga,,
    Ayo dong Onew cepet putusin Seung Yeon..
    Next part jangan lama2 ya…
    Author fighting! 🙂

  8. mwo? cepet amat bisa hamilnya.. haha
    yaaah, bru aja seneng ngliat mereka bisa romantis2an kayak gitu. 😦 . eh malah terjadi kesalahpahaman..
    smoga mereka cepet2 damai deh.. 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s