[SKIP Ver.] A Year Love Story Part 12 : In The End of Spring

A Year Love Story

{NC-18 SKIP} Part 12 — In The End of Spring

Author             : HanaKimchi a.k.a Hana Eonni (하나 언니)

Main Cast        : Lee Jinki (Onew), Lee Chaerin (Chaerin)

Support Cast   : Key, Jonghyun, Minho, Taemin, Raena, Ahra and so many others ………

Genre              : Romance, Humor, Family, Parental Guidance

Length             : Sequel

Rating             : {NC-18 SKIP} NO CHILDREN!! STRONG WARNING!!

Summary         : Apakah yang terjadi kemudian? Apa mereka menikmati kebersamaan itu? Adakah kejutan yang bakal terjadi?

Note                : It’s very easy to say but too difficult to do. Seseorang dengan mudahnya memperolok dan menggunjingkan orang lain tanpa tahu alasan yang sebenarnya. Sebenarnya, yang memperolok itu belum tentu lebih baik atau bahkan lebih buruk. Ada alasan tertentu dimana kita bisa jujur ataupun tidak pada apa yang kita perbuat. Itu adalah rahasia antara kita dan Tuhan. Happy reading???!!!

WARNING!! READERS UNDER 17, PLEASE HOLD BACK!! YOU CAN’T KEEP ON!!

 

Part ini adalah SKIP POST atas permintaan Admin, hanya yang berumur 17 dan atau lebih yang boleh meminta passwordnya. Segera kirim email ke Admin saja ya???

 

*deep bow*

~ ~ ~

*J* Quotes:

©      ‘There’s always going to be people that hurt you so what you have to do is keep on trusting and just be more careful about who you trust next time around’

©      ‘When we are motivated by goals that have deep meaning, by dreams that need completion, by pure love that needs expressing, then we truly live life – Greg Anderson’

©      Hana eonni said ‘Tidak mudah mengubah sesuatu sama seperti apa yang kita inginkan. Setidaknya jadikanlah diri kita sendiri menjadi contoh perubahan itu. Semua niat baik mesti mengalami jalan berliku tapi hal itu membuat kita berusaha untuk menghargai diri sendiri’

~ ~ ~

*J* SHINee POV

Malam pun tiba …

Para member SHINee dan Chaerin sedang bersenda gurau didepan televisi sembari menikmati cemilan ringan yang dibuat Chaerin. Ya, Onew memang minta dibuatkan Thai Spring Roll kesukaannya. Kesukaan barunya yang dibuatkan oleh Chaerin.

“Nuna?” ucap Taemin yang membawa sepotong Roll dan berjalan mendekati Chaerin didapur.

“Mwohae? (what?)” sahut Chaerin sambil terus mencampur Strawberry cocktail tanpa menatap Taemin.

“Neomu masitta. Ige mwoya? (so delicious, what is this?)” jawab Taemin sambil bertanya apa yang dilihatnya.

“Ah, igo Strawberry cocktail. Nuna-ga towajulka? (can you help nuna?)” sahut Chaerin sambil menyodorkan satu pada Taemin.

“Hwaaaaaaa, gomawo” timpal Taemin sambil mengambil nampan dari tangan Chaerin dan langsung membawanya ke ruang tengah.

“Hati-hati!” teriak Chaerin dari dapur.

“Ne~!” jawab Taemin dengan berteriak juga.

Saat di ruang tengah …

“Ige mwoya? …” goda Taemin pada keempat hyung-nya yang sedang asyik nonton pertandingan baseball di TV dengan memainkan nampan yang dibawanya.

“Illiwa, baby (come here, baby)” sahut Key sambil berdiri merebut nampan yang dibawa Taemin-nie.

“Hwaaaa, … masitta (delicious)” sahut Jjong dan Minho yang seketika mengambil jatahnya masing masing.

“Hyung, … igo (here it is)” ucap Key sambil menyerahkan segelas pada Onew.

“Ehm, …” sahut Onew yang tak mengalihkan tatapannya dari TV dan langsung menyantapnya.

“Otte? (how?)” tanya Key pada Onew, penasaran.

“As usual …” sahut Onew santai.

“As usual?” tanya Key balik.

“Ehm” jawab Onew sambil menganggukan kepala dan tersenyum.

“Ah, ara” timpal Key mengangguk pelan, tanda paham.

‘Memang berapa kali sudah dimasakkan sama Chaerin? Sampai bilang seperti biasanya’ batin Key.

“Chaerin-ah, … besok jalan jalan ya? Sambil cuci mata gitu?” papar Jjong sambil menghampiri Chaerin yang sedang mencuci piring didapur.

“Heh?” sahut Chaerin ragu.

“Nuna, jebal? Aku mau beli es krim” pinta Taemin-nie memelas.

“Iya, mumpung di Daegu mampir sekalian di restoran Umma-nya Key juga” sahut Onew tiba-tiba.

“Ah, hyung … aku belum janjian sama Umma?” beringsut Key yang agak malas.

“Ehm, arasso” jawab Chaerin yang disambut teriakan riang para member SHINee.

~ ~ ~

The next morning, …

*J* Author POV

“Taemin-na, beli es krim yuk?” ucap Chaerin sambil menyenggol bahu Taemin-nie yang membawa tas belanjaan.

“Aku ikut ya?” pinta Jjong tiba tiba.

“Ah, oppa … tolong bawakan tasku ya?” sahut Chaerin yang langsung menyerahkan tasnya ke Onew dan seketika Taemin menyerahkan tas belanjaan yang dibawanya ke Minho.

“Hyung, bawakan punyaku juga ya?” kata Taemin-nie sambil tersenyum manis pada Minho.

“Aaaiiissshhh, … bagaimana aku bisa menolakmu kalo kau cute begini?” sahut Minho sambil mengacak-acak rambut Taemin-nie.

“Ya! Odiga? (where are you?)” tanya Key yang melotot.

“Sudahlah yeobo, ntar kubawakan sesuatu untukmu” teriak Jjong yang sudah berjalan duluan dan menjauh.

“YA, PALLI!” teriak Onew.

“Key-a, … ke restoran Umma-mu saja ya? Mumpung disini” pinta Minho yang kelihatannya menahan lapar.

“No, pegopa? (you, hungry?)” Onew yang langsung menyikut Minho dan yang disikut hanya melempar pandangan memelas dan mengangguk pelan.

“Ara, Jjong hyung ntar ku sms saja” kata Key sambil berlalu.

Di toko es krim, …

From Key: Hyung, langsung ke restoran Umma-ku ya?

 

To Key: OK!

“Chaerin-ah, bawakan es krim buat nampyonmu juga” pinta Jjong pada Chaerin.

“Ne, rasa apa?” tanya Chaerin .

“Vanilla” seru Taemin sambil terus menikmati eskrim-nya.

“Ehm, … igo?” tanya Chaerin sambil menyodorkannya pada Jjong.

“Strawberry Vanilla dua, Strawberry Chocolate dua … beres” jawab Jjong sambil membayarnya.

“Uri, odiga? (we, where?)” tanya Chaerin lagi.

“Ehm … Potato Chips, Chocolate Chips and Banana Milk” sahut Taemin-nie dengan girang.

“Ara, keunyang Onew hyung kidariseyo … Chaerin-ah, palli (I know, but Onew hyung waiting for us … Chaerin-ah, quickly)” timpal Jjong sambil menyeret Taemin yang terus menjilati (?) es krim-nya.

“Oppa, … odiga?” tanya Chaerin yang sambil setengah berlari.

“Restorannya Key” jawab Jjong.

Di restoran Umma-nya Key …

“Hyung, kau mau makan apa?” tanya Minho yang tak kuat menahan laparnya lagi.

“Terserah kau sajalah…” jawab Onew asal.

“Umma lagi rapat, nitip salam tadi” ucap Key tiba tiba sudah duduk didepan Onew dan Minho.

“Kwaenchana” jawab Onew sambil mengintip apa saja yang dibeli Chaerin tadi.

Tiba-tiba …

“Annyeong” sapa seorang yeoja yang terasa tidak asing. Dan itu ternyata … Ahra.

Ketiga namja itu langsung menoleh ke sumber suara dan kaget, melotot bersamaan. Mereka tak percaya pada yang dilihatnya, Ahra dan seorang pengawalnya membawa setumpuk belanjaan. Minho melotot, Key langsung berubah raut mukanya dan Onew terlihat bingung.

“A… annyeong” sahut Onew tak bisa menahan gugupnya.

“Annyeong, nuna” sapa Key dan Minho bersamaan, kikuk.

“Kalian, … ada disini juga?” tanya Ahra, berbasa-basi sambil membuka kacamata hitam-nya.

“Ne, lagi ada liburan. Nuna, otte?” sahut Key dan langsung balik bertanya pada Ahra.

“Aaa, … ada sedikit urusan juga. Mungkin lusa pulang” jawab Ahra santai.

Jika kalian tahu, situasi saat itu terlihat mencekam. Onew hanya terdiam dan memandang tajam Ahra tanpa tahu apa yang harus dikatakan ataupun diperbuatnya. Key dan Minho terlihat sangat bingung dan canggung, mau berbasa-basi tapi tak tahu apa yang harus dibicarakan juga.

Bagaimana Ahra juga berada di Daegu bersamaan dengan mereka yang menemani Onew berbulan madu? Apa yang akan terjadi jika Chaerin bertemu dengan Ahra? Apa yang akan dikatakan atau diperbuat Ahra pada Chaerin juga? Sedangkan, keempat dongsaeng Onew minus Taemin, tahu apa hubungan tersembunyi antara hyung-nya itu dengan Ahra.

“Umma~, ….” teriak Taemin-nie dari kejauhan sembari setengah berlari.

“Mian, … lama ya? Heh!” ucap Jjong yang langsung heran karena mengetahui keberadaan Ahra.

“Oppa? Ottohke chinesoyo? (how are you?)” sapa Ahra dengan sopan, dan Jjong pun terlihat kaget!

“Aaa, chal chineyo. Oraenmanineyo (I’m fine. It’s been a long time)” sahut Jjong yang mencoba bersikap normal.

“Ehm, neomu pappasoyo. Igo, … nugu? (I’m really busy. She … who?)” tanya Ahra yang menatap Chaerin tajam.

“Onew-ga buiniya (Onew’s wife)” sahut Jjong dengan nada serius, penuh penekanan.

“Aaa, chukkae (congratulation)” timpal Ahra yang langsung menyalami Chaerin.

“Gamsahamnida” jawab Chaerin, lirih.

“Mian, gak bisa lama. Aku masih ada urusan. Bye” Ahra langsung berpamitan dan meninggalkan mereka.

“Ne” sahut Key yang langsung menghempaskan punggungnya dikursi.

Ketika Ahra sudah jauh …

“Hyung, ini eskrimnya … kesukaanmu, Strawberry Vanilla” ucap Jjong untuk mencairkan suasana.

“Ne” jawab Onew yang langsung mengambil dan melahapnya.

Suasana berubah sangat aneh. Key dan Minho yang menatap Onew tajam tanpa mengatakan sepatah katapun, Jjong yang langsung melahap eskrimnya juga tanpa mengatakan apapun.

Tapi Chaerin merasakan keanehan itu, siapa yeoja itu sebenarnya? Lalu …

“Aku mau ke toilet dulu ya?” pamit Chaerin dan langsung berlalu.

“Aku mau kedapur, melihat makanan kita sudah siap apa belum” sahut Key dan langsung menyusul pergi.

“Hyung, mwohanun jisiya? (hyung, what’s  going on here?)” tanya Jjong yang langsung menatap tajam Onew, yang masih melahap eskrim-nya.

“Nado molla (I don’t know too). I have told her to stay away” jawab Onew sembari menyandarkan punggungnya.

“You are in trouble now” sahut Minho datar dengan nada yang sedikit menakuti.

Dari kejauhan …

“HYUNG! … CHAERIN-AH!” Key berteriak dari toilet.

Seketika, Onew berlari.

Tak memperdulikan orang-orang direstoran dan tiba-tiba wajahnya berubah cemas.

Jjong, Minho dan Taemin juga berlari mengikuti Onew, tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya.

~ ~ ~

*J* Key POV

Kutemukan Chaerin pingsan didepan pintu toilet dengan Hp yang masih ada ditangannya.

“Key, kau yang menyetir!” teriak Onew hyung sambil menggendong tubuh Chaerin dengan setengah berlari. Wajahnya sangat cemas, dan terlihat bingung. Tak pernah sekalipun aku tahu kalo Onew hyung bisa secemas ini terhadap seorang yeoja. Walaupun aku ragu, apakah dia mencintai Chaerin atau tidak sama sekali.

“Ne” jawabku sembari setengah berlari mendahuluinya untuk membukakan pintu mobil.

Sesampainya dirumah sakit, Chaerin langsung ditangani dan kini sudah berada diruang perawatan. Taemin dan Minho masih menebus resep obat di apotik (?), sedangkan Jjong hyung dan aku menemani Onew hyung yang sedang duduk disebelah bed Chaerin.

“Key-a, mwohaseyo? (what’s happen?)” tanya Onew hyung padaku, tanpa menoleh. Kedua tangannya berada didagu, tanda kuatir.

“Molla, saat aku kembali dari dapur Chaerin sudah tergeletak seperti itu” jawabku bingung, bingung apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba hp-ku berbunyi …

“Yoboseyo”

Manager hyung ternyata, “Key, ……” sela Onew hyung penasaran dan menoleh padaku.

“Mwo? … ne … ne. Gamsahamnida” jawabku singkat dan langsung menutup telefonnya.

Lalu kucoba menenangkan pikiranku, menghela nafasku pelan dan bangkit dari tempat dudukku sekarang mendekati Onew hyung.

“Hyung, … Umma-nya Chaerin … kolaps. Sekarang dirumah sakit” ucapku padanya pelan.

“Mwo? Berarti … dia tahu kalo …” lalu Onew hyung berdiri dan menatapku.

“Mungkin iya, … dan itu yang membuatnya pingsan” sahut Jjong hyung kemudian.

Lalu pintu kamar terbuka, Minho dan Taemin sudah membawa resep dan langsung menyerahkannya ke Onew hyung.

“Kalian langsung kembali ke Seoul saat ini juga. Aku akan mengurus Chaerin” pinta Onew hyung pada kami berempat.

“Chigum mwohae? (what are we going to do now?)” tanya Minho keheranan.

“Umma-nya Chaerin ada dirumah sakit” jawab Jjong hyung sambil berdiri dan berjalan mendekati Onew hyung dan memandang Chaerin.

“Jjong, aku titip mereka ya?” pinta Onew hyung padanya.

“Ara, gokjonghajima. Jaga Chaerin saja” sahut Jjong hyung.

“Kami pamit dulu ya?” pamitku padanya.

“Ne~” jawab Onew hyung lirih.

~ ~ ~

*J* Jinki POV

Sorepun tiba, …

Tak terasa sudah 5 jam lebih dia pingsan, ada perasaan tak tenang menggangguku sekarang. Bagaimana jika dia tanya masalah Umma-nya? Aku harus bilang apa juga nanti? Sebenarnya, ada pertanyaanku yang terus membutuhkan jawaban darinya. Mengapa dia sering pingsan?

“Emmpphh …” Chaerin menggeliat pelan, matanya sedikit demi sedikit mulai terbuka. Dia mencoba mengembalikan kesadarannya, lalu mendapatiku sedang memandangnya.

“Otte?” tanyaku resah, tapi tak berani bertanya lebih jauh.

“Oppa …?” raut wajahnya berubah. Matanya mulai memerah, air matanya mulai menggenang dan … jatuh.

Hiks hiks hiks ….

Tangisannya pecah seketika, tak bisa kutahan karena aku sendiri juga bingung.

“Ara … ara … gokjonghajima” ucapku lirih sembari membelai puncak kepalanya lembut.

Hiks hiks hiks …

Ternyata, itu malah membuat tangisannya semakin tersedu dan terdengar menyayat hati. Lalu aku bangkit, mencoba duduk dipinggir bed dan kubangunkan dia … lalu kupeluk, masih dalam tangisnya.

“Umma otte?” tanyanya sambil tersedu dipelukanku.

“Umma sudah ditangani, kita akan pulang jika kau sudah sehat” jawabku sembari mengelus punggungnya, berusaha menenangkannya. Dan mungkin, hanya itulah yang bisa kulakukan.

“Oppa, … chigum palli kaja (let’s go quickly). Nan kwaenchana (I’m fine)” pintanya sambil melepaskan pelukanku.

“Akan kutanya dokter dulu. Keundae, Umma-ga mwohae? (so, what’s happen to umma?)” tanyaku padanya balik.

Chaerin menghela nafasnya pelan, kucoba menghapus airmatanya dengan jariku, lalu dia menatapku sendu.

“Umma sebenarnya tidak sehat, … liver” jelasnya padaku.

“Tapi sepertinya tak pernah ada keluhan” ucapku padanya, kubenahi letak poninya pelan.

“Umma memang menyembunyikannya dariku, makanya aku bekerja sambilan di restorannya Raena. Aku tak ingin menambah berat beban Umma dengan kuliahku” jelasnya sambil bangun dari bed.

“Oh, … odiga?” tanyaku heran.

“Chibe ka (go home)” sahutnya santai.

“Chamkkaman, tanya dokter dulu ya?” pintaku pelan.

“Ara, tapi ikut …?” pintanya, memaksa.

“Baiklah, … ayo” jawabku sambil menggandeng tangannya, takut kalo dia pingsan lagi.

Manja dan rapuh. Dua hal itu terlihat hari ini, darinya. Hal yang membuatku semakin ingin lebih dalam lagi menelusurinya, dari Chaerin.

~ ~ ~

A week later, ……

*J* Jinki POV

Aku berdiri dihadapan sebuah nisan, nisan seseorang yang kukenal. Didepanku, ada seorang yeoja bersimpuh menangis tersedu sedu. Dia sangat shock dan bahkan aku hampir ikut terbawa emosi melihatnya, tak tahu bagaimana harus bersikap pula. Hal ini tak pernah kuduga sebelumnya, bahkan yeoja itu pula.

“Umma, bogoshipo … (umma, I miss you)” desah yeoja itu lirih. Kemarin, Umma-nya Chaerin meninggal. Beliau tidak bisa bertahan lebih lama lagi.

“Chaerin-ah, uri kaja? (can we go home?)” tanyaku padanya.

“……” dia tidak merespon permintaanku.

“Chaerin-ah, jebal? (please?)” pintaku padanya, kuraih pundaknya dan kutegakkan pelan.

“Oppa, ankayo (I won’t go)” sahutnya lirih.

“Kayo, Umma Appa kidariseyo (let’s go, umma appa waiting for us)” mohonku padanya.

Chaerin berdiri pelan, kupeluk pundak rampingnya sembari mengusapnya lembut. Matanya merah sembab, terlalu banyak menangis dan ……

BRUK!!

Chaerin pingsan.

“Pak Gu!” teriakku pada Pak Gu yang ada didepan mobilku.

“T…tuan Muda?” sahutnya sambil berlari dan langsung membukakan pintu mobil saat tahu aku membopong tubuh Chaerin yang pingsan.

“Langsung ke apartemen ya?” pintaku padanya.

“Ne” sahutnya yang langsung men-start mobil dan melaju kencang.

Lalu, …

 

JoJo! seulpeun eumagi heureul ttae neol saenggakhae

JoJo! janinhan neoneun wae jiwojiji annnyago

“Yoboseyo” sapaku ditelefon.

“No, odiga?”

“Chibe ka? Wae? (go home? why?)” ternyata Umma.

“Uri aphatu-eso (we are in your apartment)”

“Aaa, … chamkkaman (just wait)” pintaku padanya untuk menunggu.

“Ara”

Ternyata Umma dan Appa sudah berada di apartemen kami, menunggu.

Setelah tiba di apartemen, Pak Gu segera berlari membukakan pintu dan aku mendapati Umma dan Appa sedang berbicara dengan Key dan Jjong.

“Jinki-ya? Chaerin-ah wae geurae? (what’s wrong with Chaerin?)” tanya Umma yang langsung membukakan pintu kamar ketika tahu aku membopong tubuh Chaerin yang pingsan.

“Umma, towajo (umma, help me). Longgarkan pakaian Chaerin” pintaku tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan sebelumnya. Aku merebahkan tubuh Chaerin diatas bed dan langsung keluar.

“Ara” sahut Umma yang langsung menutup pintu saat bersamaan aku keluar.

“Key, ambilkan kotak P3K di rak” sekarang aku meminta Key membantuku selagi aku menuangkan air hangat dibaskom (?) dan mengambil waslap (?).

“Hyung, ini” Key langsung menyerahkannya padaku dan langsung kubawa kedalam kamar.

Saat didalam kamar, Umma ternyata sudah selesai melonggarkan pakaian Chaerin dan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja.

“Umma! Mengapa menelanjanginya!” kataku setengah berteriak tapi tak berani terlalu keras, takut Appa dan kedua dongsaengku tahu.

Mereka nanti malah menertawakanku dalam situasi segawat ini. Aku kini berkonsentrasi pada Chaerin, tahap tahap pertolongan yang diajarkan Dokter Jung memang sudah kuhafal diluar kepala.

“Honey, biasanya kan juga seperti ini penanganan orang pingsan. Umma buatkan minuman dulu ya?” kata Umma sambil mengusap punggungku pelan.

“Ne, buatkan aku Cappuccino ya?” pintaku dan langsung menuangkan minyak angin dan menggosokkannya ke punggung Chaerin.

Sedangkan waslap (?) tadi sudah berada dikening Chaerin setelah aku mencelupkannya ke air hangat. Ya tuhan, badannya sangat dingin walaupun ini bukan musim dingin lagi.

Kugosok punggung tangannya, telapak kakinya dan memberinya bau minyak angin padanya agar lekas sadar. Saat emosi Chaerin tidak stabil, dia bisa pingsan tiba tiba. Akhirnya aku tahu alasannya, mengapa Appa menyuruh Pak Gu mengikuti Chaerin 24 jam. Kudengar Umma melangkah keluar dan menutup pintu kamarku pelan.

Di ruang tengah, ……

*J* Author POV

“Ahjuma, ottohke?” tanya Key pada Nyonya Lee. Wajahnya sangat santai dan terlihat menyungging senyum, menyiratkan hal yang membuat semua orang penasaran.

“Sayang, katakanlah. Kibum terlihat sangat penasaran” sahut Tuan Lee kemudian.

Nyonya Lee berjalan mendekati Tuan Lee lalu membisikkan sesuatu padanya, dan seketika Tuan Lee terlihat tersenyum pula.

“Ummaaaaaa ….otte?” rengek Key pada mereka sambil mengacak rambutnya sendiri, bingung dan penasaran.

“Sudahlah Key, sabar dulu kenapa” sahut Jjong sambil menepukkan majalah yang dibacanya sedari tadi padanya.

“Kibum-ah, hyungmu sepertinya sudah tahu bagaimana harus berbuat. Tenanglah bantu aku membuat minuman ya?” jawab Nyonya Lee sambil tak lepas tersenyum, dan hal itu yang tidak dimengerti oleh Key.

Tapi Jjong dan Tuan Lee saling melempar pandangan, hanya mata mereka yang saling berbicara dan tahu apa yang dimaksudkan Nyonya Lee sebenarnya.

“Ah, … aku akan sering main kesini nanti” sahut Jjong santai sambil membolak balik lagi majalah yang dibacanya tadi.

“Jjong-ah, jangan begitu. Aku kan juga ingin” sela Tuan Lee yang berdiri melepas jasnya dan menggantungnya sendiri di ruang tengah.

Sedangkan Key ……

Masih bengong, knows nothing, terlalu naif dan merasa ….

Tiba tiba … sedetik … dua detik … tiga detik … Key tersenyum dan …

“Jjong hyung, kau suka boneka atau mobil-mobilan?” teriak Key dari dapur. Dan Jjong seketika menoleh padanya dan melemparkan senyum pada Key.

“Dua-duanya” sahut Jjong yang disambut tawa renyah Tuan Lee dari ruang tengah.

30 menit kemudian …

“Hyung, …” ucap Jjong saat tahu Onew keluar dari kamar dan langsung duduk di sofa.

“Jinki-ya?” tanya Nyonya Lee sambil duduk disebelahnya dan menyodorkan cappuccino-nya.

“Kwaenchana, … kurasa Chaerin sekarang tidur” jawab Onew sambil meneguk cappuccino yang disodorkan Nyonya Lee padanya.

“Baiklah, Appa sebenarnya sudah janjian sama Jung tapi …” kata Tuan Lee tak berani meneruskan kata-katanya.

“Tak apa-apa, sebaiknya Appa check up karena akhir akhir ini terlalu sibuk” sahut Onew.

“Baiklah, … kalian tolong temani Jinki dulu ya?” pinta Nyonya Lee sambil meraih tasnya dan mencium kening Onew.

“Ne” jawab Key dan Jjong bersamaan.

Ketika Tuan dan Nyonya Lee menutup pintu, Key langsung berdiri dan berjalan kekamar, mungkin ingin melihat keadaan Chaerin.

KLEK!

Ketika pintu kamar terbuka …

“KEY, ANDWE!” Onew berteriak tapi terlambat, Key sudah membuka pintunya dan mulutnya terbuka membentuk huruf O besar setelah tahu apa yang dilihatnya.

— SHOCK! —

“Aaiiissshhhh, …” desah Onew sambil mengacak rambutnya sendiri, bingung apa yang akan dikatakannya.

“Jjong hyung, sebaiknya kita balik deh. Biarkan Chaerin istirahat dulu” sahut Key yang langsung menutup pintu kamar dan menggandeng tangan Jjong dan menariknya keluar apartemen.

“Key? Ya! … hyung aku balik dulu ya?” pamit Jjong tergesa gesa sambil menutup pintu depan.

“NE!” teriak Onew.

Di pikiran Onew sekarang ‘Apa Key tahu kalo Chaerin hanya memakai dalaman saja? Wah, jangan jangan mereka berpikiran yang tidak tidak’

Ya, Chaerin tidur dalam selimut tebal hanya sampai pada dadanya, tak menutup seluruh tubuhnya.

Diluar pintu apartemen Onew … terjadi percakapan (dalam keadaan hampir tak terdengar alias dalam bisikan) antara Jjong dan Key.

Jjong   : “Apa yang kaulihat tadi?”

Key      : “Ani, opso opso opso (No, nothing nothing nothing)”

Jjong   : “Kotjimarago (don’t lie)”

Key      : “Just you and me, ara!”

Jjong   : “Ara, palli malhaebwa! (I know, tell me quickly)”

Key      : “She almost naked”

Jjong   : “Bhwahahahahahaha!”

Key      : “Shut up!”

Jjong   : “Finally…”

Key      : “What?”

Jjong   : “Daengida (it’s relieving)”

Key      : “You’re right.”

Jjong   : “You, otte?”

Key      : “As long as she is happy, let me keep those feelings”

~ ~ ~

A week later …

“Jung, Chaerin-ah otte? (how about Chaerin?)” tanya laki laki diseberang telefon.

“Diusahakan Tuan, dalam dua minggu ini bagaimana?” jawab laki laki yang berbaju putih itu.

“Baiklah, jangan ada yang tahu. Tak juga Jinki” pinta laki- laki itu lagi.

“Arasso” jawabnya kemudian sembari menutup telefon.

*J* Chaerin POV

One night …

“Nuna, kami pulang” suara si ‘Baby’ yang tiba-tiba membuka pintu dan dibelakangnya …. OMO!

“Oppa kwaenchana? (oppa, are you OK?)” tanyaku saat melihat Jinki oppa dipapah Minho dan Jjong.

“Dia sangat kelelahan” jelas Key sambil menaruh tas Jinki oppa di sofa. Wajah Jinki oppa terlihat pucat, saat kupegang keningnya terasa panas mungkin demam.

“Baringkan didalam ya?” pintaku pada Jjong oppa.

“Nuna perlu kutemani?” si ‘Baby’ bertanya padaku.

“Kalian istirahat saja ya? Aku bisa sendiri kok” jelasku pada Taemin-nie yang terlihat cemas.

“Taemin-na, uri kayo (let’s go)” sahut Key.

“Ara, … annyeong nuna” seru Taemin sambil diseret Key keluar dan disusul Jjong oppa dan Minho.

“Oppa, gomawo” ucapku pada Jjong oppa yang akan menutup pintu.

“Kau juga jangan terlalu lelah ya? Teriak saja jika perlu bantuan” jawab Jjong.

“Ne” sahutku. Seketika, aku langsung berlari mengambil kotak P3K dan menuju ke kamar. Jinki oppa terbaring lemas dalam keadaan setengah sadar.

“Chaerin-ah, ambilkan aku minum” pintanya dengan lemah.

“O …oppa, jangan bangun dulu” sahutku sambil menyodorkan air putih yang tadi sekalian kubawa.

“Tolong ambilkan kaos dan training hitam di rak almari  bawah. Pakaianku ini sangat tak nyaman” pintanya dengan bangun sangat pelan.

Aku langsung menuju rak lemari bawah dan menemukan sepasang kaos dan training hitam selutut yang disebutkannya tadi. Saat aku sudah mengambilnya dan berdiri menghadapnya untuk menyerahkan kaos itu ternyata …

“O…oppa …” kataku terbata-bata.

“Cepat bawa kesini, badanku sudah kedinginan” pintanya padaku.

“Ah, …ne” sahutku sambil langsung menyerahkannya karena kaget.

‘Jinki oppa telanjang, hanya memakai boxer hitam, tanpa kaos dalam, tanpa celana panjang dan kemeja’ … otte? Otte? Otte? (*eonni: CHOA 1000x #PLAK!!!)

Lalu, Jinki oppa beringsut naik ke bed tanpa melepas kaos kakinya dan langsung membungkus dirinya dengan selimut tebal kami yang berwarna putih berenda biru muda.

Reflek, aku membuka kotak P3K dan mengambil termometer dan langsung memasukkan ujungnya ke dalam lipatan ketiaknya. Lalu mengompres keningnya dan terakhir melepas kaos kakinya. Tak seberapa lama, aku melepas termometer itu dan … 39,5º C. Ah, itulah yang membuatnya menggigil sekarang.

Satu jam …

Dua jam …

Tiga jam …

Tak terasa sekarang sudah hampir jam 1 malam, dan aku masih menunggui Jinki oppa yang sedari tadi tertidur tak tenang, menggigau dan merintih, mungkin karena demam. Kucoba menyentuh keningnya dan … kurasa panasnya sudah turun. Lalu kulepaskan kompres didahinya dan membenahi letak selimutnya.

Aku sangat lelah, menahan kantuk dari tadi yang kutahan karena rasa khawatir saat melihatnya menggigau. Kubaringkan tubuhku disebelahnya dan mulai mencoba menutup mata.

“Emmmpphh …” kudengar Jinki oppa menggeliat pelan dan perlahan membuka matanya dan menoleh kearahku.

“Oppa?” ucapku pelan.

“Kau terlihat lelah, tidurlah” jawabnya sambil memiringkan badannya kearahku dan tersenyum padaku.

“Kwaenchanhaseyo? (are you OK?)” tanyaku sambil membalas senyumnya.

“Mianhae” ucapnya.

Tiba tiba, tangan kirinya menelungsup kebawah leherku dan tangan kanannya meraih kepalaku lalu mendekapkan ke dadanya. Mencium keningku lembut dan mengeratkan pelukannya, mengusap punggungku pelan seolah tak ingin melepasnya.

“Sudah hampir dua bulan kita menikah tapi malam pertama kita belum terjadi” ucapnya perlahan (*#PLAK … reader: alah eon, gak usah bertele-tele kaleeee … Hana eonni: jangankan reader, gue juga penasaran kok … kumat.com J*)

Pipiku memanas, terasa aneh saat mendengar Jinki oppa mengucapkan hal itu. Aku sebenarnya juga ingin memeluknya, tapi niat itu kuurungkan. Aku masih merasa kikuk, canggung dan … malu.

“Umma sudah sering memarahiku karena masalah itu, Appa sudah mendesakku segera memberikannya cucu. Para dongsaengku pun sering menggodaku” jelasnya pelan sambil semakin mengeratkan pelukannya.

Aku hanya terdiam.

“Chaerin-ah, … aku akan memulainya dengan sangat pelan. Aku ingin kita membiasakan diri  untuk bersama dan … bermesraan. Kau tahu, aku sangat canggung denganmu, bingung apa yang harus aku lakukan dihadapanmu. Aku belajar untuk menumbuhkan cinta ini, aku berjanji. Dan kau, tolong percaya padaku. Arasso” jelas Jinki oppa saat melepaskan pelukannya dan menatapku dalam, sangat lembut (*eonni: … kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa … andweeeeee … jangan malam ini … #PLAK)

“Ne” jawabku lirih.

Tiba tiba, …

Jinki oppa mencium bibirku lembut, lidahnya yang hangat mulai bergerilya lebih dalam. Kakinya mulai liar mengelus kakiku, bahkan menghimpitkan badannya padaku. Tangannya mulai bergerak, berpindah tempat, meraba kedalam piyama yang kupakai. Ternyata, tali piyama yang kupakai terlepas karena berhasil dilepaskannya, entah sejak kapan.

— SKIP —

“Chaerin-ah, bolehkah?” tanyanya pelan, sangat terlihat kalau memohon dengan malu.

“Ne oppa” jawabku sambil menatapnya pasrah.

— SKIP —

“Hiks … hiks … hiks … andwe” sahutku dalam isakan yang sangat pelan.

“Sssssttttt, tenanglah dan tidurlah sekarang” beberapa saat kemudian, aku pun merasa terlelap.

*J* Jinki POV

Ya tuhan, … bagaimana aku bisa melakukannya sejauh itu? Sebenarnya, aku juga belum sanggup dan merasa ragu. Tapi gejolak dihatiku tak bisa kutahan lagi.

Saat melihatnya berontak dan terlonjak, hatiku merasa teriris dan tak tega meneruskannya. Melihat airmatanya jatuh dan mendengar isakannya seakan akan aku melakukan sesuatu yang kejam padanya. Memeluknya, mengecup puncak kepalanya dan mengusap lembut rambutnya, seakan mengobati rasa bersalahku. Rasa bersalah yang kurasa saat aku ingin ‘melakukannya’ tadi.

Apakah keinginanku itu karena rasa cinta ataukah nafsuku saja? Jujur, aku belum bisa menilai hatiku sendiri, hingga saat ini. Yang kurasakan sekarang hanya tenang dan sangat nyaman dengan posisiku saat ini. Memeluknya erat disaat kami saling tak berpakaian sama sekali. Kurasakan dia sudah tertidur lelap dalam tangis lirihnya tadi. Mungkin sebaiknya aku juga ikut mengistirahatkan mataku kini.

J To Be Continued J

Don’t be passive reader, your critics and suggestions could make anyone or anything better.

Author’s Note:

Chaerin tidur mengenakan piyama karena belum sempat ganti baju setelah mandi saat Onew pulang dalam keadaan dipapah karena kelelahan (tapi tidak pingsan).

 

Hana eonni:

HAH! Tarik nafas dalam-dalam! Tenangkan pikiran dan hati! Gak boleh pingsan dulu sebelum selesai! Perhatikan baik-baik dan cermati! Kekekekeke … YADONG-nya NANGGUNG ya?

 

Reader:

Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa … eonni nanggung banget tuh! Padahal sudah penasaran tingkat akut!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

43 thoughts on “[SKIP Ver.] A Year Love Story Part 12 : In The End of Spring”

  1. KYAAAA!! eonni … i cant breath! aq bc ny ampe nahan nafaz. lanjud e0n, ending nyah nanggung.. #plak, penasaran akut..
    e0nni j0a! daebak je0ngmal..

  2. q slalu suka ff ne, , jinki-ssi. . I think i love you. .
    Author hebat! Bs buat ff yg isix k0mplit. . Dr yg bs bkin ngakak g ketulungan smpe yadong pun jd. .
    Hwaiting author, mksh dah bkin ff ne. . N 5f bru k0men skrg. .

  3. cobaaaaaaaaa aku lebih tua-an dikit. COBAAAAAA AKU TUA-AN!!!! UDAH KUBACA DENGAN SLOW MOTION!!!! *tapi jangan ah, ga enak jadi tua*#plakkk
    huaaaaa…
    bener tuh… kapan sih ‘melakukannya??’
    huaa… ga sabar #digampar
    yang penting, daebak dah… aku tunggu kelanjutannya eonn!!!

  4. Eonni! Aku bacanya rapelan, maaf,
    komen sekalian dimari.

    Eon, dari baca ff ini bener2 bikin aku penasaran. Masih banya misteri. Mulai dari orang yg tidur sama ahra (part brp ya? Lupa)
    terus, perasaan jinki.

    Eonni, dari percakapan Jjong sama Key past di mobil, kayaknya Key naksir Chaerin ya????
    Akh, sepertinya belum muncul konflik yang berarti yah (jyah bahasanya)

    eonni, itu kenapa cepet banget sih adegan satu ke adegan lainnya. Aku jadi gak bisa naril napas nih.
    Penasaran sama full partnya (otak udah mulai terkontaminasi)

    yah, pokoknya saya suka sama ff ini.
    Dan sama seperti Jinki, penasaran kenapa Chaerin sering pingsan kalo banyak pikiran.

    1. part 6 itu …
      iya … key has feeling sama charin …
      ngebut … satu part buat waktu satu bln … sesuai judul tuh …
      full part? mampir ke wp eon deh …
      tunggu aja ne~~
      thx

  5. unni ak slalu suka ffnya
    bener agak nanggung
    ni ff paket komplit deh
    lucu, romantis, sad, happy sampe yadongnyapun ada hahaha
    ak seneng skalian belajar bahasa
    soalnya bhasa yg dpake banyak
    korea, inggris, jepang jg ada d part sbelumnya
    great ff unni
    LANJUTKAN

    1. aigoooo … gomawo ne~
      nanggung … bnyk yg under 17 soalnya
      komplit?? iyakah?? makasih ….
      HAH … ENGLISH KOREAN JAPANESE …
      happy learning with fun reading ne~

  6. Hua akhirnya publish juga. Aq suka bgt sama Quotes oeni. Berasa disiram air es jiwa yg galau ini. #Halah.

    Itu kq ortunya jinki ga ngasih tau c onew c chaerin sakit ap. Kasiankan Onew. Itu c Key sk ye ma c chaerin?
    part tkali ini kependekan oen, ap karena di skip. Sumpah ih pgn bc yg Ga di skip. # Plak ketularan yadong. Semangat!! Lanjutin part selanjutnya ya. Gidarilge.

    1. hwahahaha …
      dingin ya …
      iya … sengaja dirahasiakan …
      baca yg full deh … tp gak yadong amat kok …
      just wait ne~
      thx

  7. waaah da jg skip versinya… *senyum lebar*
    benar nanggung bgt… agak” gak ngerti, jadi mereka gak jd y nglakuinnya y!?? *plak* whehe…

  8. akhirny….
    Nongol jg Part yg skip .
    Krn umur blon ckup jd ga bsa dpet pw =,= #plak

    huehehehehhe.
    Jd si Onyu blom tau tuh klo Chaerin skit ?
    Penasaran beettt gmn reaksi Onyu pas tau =p

    Jjong sm Key jahil bgt dah =_= *tabok jjong key

    Alur d part yg ini rsanya ngebuutt bgt .
    Pendapat ak sih :/
    Serasa trlalu buru-buru .
    Ihihiiihihi .

    Yowes.
    D tunggguuuu next chapter nyaaaaa o(+O+)o
    Mudah”an ga lamaaaaa *=*
    Ehehehehehehe

  9. kyaaaa….. nggak kuat, oen….! deg-degan! suerrrr….!
    Duh, Onew nggak sadar2 jg ama perasaannya ndiri. tak jitak ntar! (dikejer MVP, dilempar pake’ kulit duren, atit….)
    Tp, ni epep, bener2 sweet, oen. aq mau jd chaerin. secara, aq kn jg MVP…
    Oenie daebak!!! Luv ya… mmmmuah…..

  10. aigoooo…
    ceritanya mantap banget! seru semuanya ada XD
    pengen buka yang dipassword tapi gatau gimana:” padahal udah cukup umur:”
    wkwkwkwkwk pokoknya jjang deh buat hana eonni:3

  11. Nongol jg Part yg skip .
    Krn umur blon ckup jd ga bsa dpet pw =,= #plak huehehehehhe.
    Jd si Jinki blom tau tuh klo Chaerin skit ?
    Penasaran beettt gmn reaksi Jinki pas tau =p

    Jjong sm Key jahil bgt dah =_= *tabok jjong key

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s