Because I Don’t Know How To Love [2.2]

Because I don’t know how to Love (end)

Author : Macil

Main cast : Lee jinki aka onew, park haerin (you, anyone yo can imagine)

Other cast : jung hyomi, other SHINee member

Length: two shoot

Ratting : PG-15

Genre : romance, friendship

*************************************************************************************

Sudah sebulan semenjak haerin pulang dari rumah sakit. Keadaannya haerin tak kunjung membaik. Jinki masih tetap berusaha menghibur haerin supaya kembali semangat dan ceria seperti biasa namun usahanya sia-sia.

Kondisi haerin semakin lama semakin memperihatinkan, tubuhnya kian kurus. Tubuhnya kini sudah seperti seonggok tulang berjalan. Kesibukan jinki sebagai seorang idol semakin lama semakin bertambah, padatnya jadwal membuatnya merasa sangat bersalah pada haerin, ia bahkan sampai harus menyewa seorang pelayan untuk merawat haerin.

“yeobo~ aku pulang” seru jinki

 tapi tak gubris oleh haerin, ia hanya menoleh sedikit lalu melanjutkan kegiatannya, membaca buku di ruang tamu.

“yeobo, besok aku libur. Bagaimana kalo kita pergi jalan-jalan? Kan kita sudah lama tidak pergi kencan” ajak jinki, masih dengan senyuman khasnya, wajahnya sangat lelah tapi masih memaksakan tersenyum

Haerin tak menyahut. Tanpa menoleh, ia menyerahkan selembar kertas pada jinki.

“apa ini?” Tanya jinki dengan wajah kebingungan

“tanda tanganilah, itu surat cerai..” ujar haerin masih sibuk pada buku dihadapannya

“shireo! aku tak mau!” seru jinki

“jinki-ya, jangan memaksa.. lebih baik kita akhiri saja semuanya, aku.. aku.. ini  akan menyakitimu pada akhirnya. Aku tak mau hidup dengan pria yang mencintai wanita lain” ujar haerin lirih

“haerin-ah! Sebaiknya kau yang jangan memaksa, aku menikahimu bukan karena terpaksa! Ini pilihanku, kau lah pilihanku, tolonglah.. jangan buat aku jadi membencimu karena sikapmu ini” ujar jinki

“lebih baik kau membenciku, bukankah seharusnya kau membenciku…” lirih haerin

“haerin-ah! Aku capek! Jebal, Jangan bahas ini lagi!! aku memilihmu karena aku mencintaimu!” jinki akhirnya meninggalkan haerin sendirian di ruang tamu. Ia bingung, kesal dan capek atas sikap haerin. Terlebih pekerjaannya yang menumpuk membuat semua kelelahan bertumpuk

“jinki-ya.. semudah itukah kau mengatakan mencintaiku?…..mianheyo..”gumam haerin

Aku manusia terkutuk..

Aku manusia yang tak pantas dicintai, terlebih mendapat cinta dari seorang lee jinki

Aku membereskan pakaianku sesaat setelah jinki tertidur, sudah kuputuskan lebih baik pergi dari rumah ini, kekanakan memang tapi menurutku sudah tak ada cara lain lagi.

Berkali-kali aku membahas perceraian, reaksi jinki tetap sama, ia menolak.

Aku tak mungkin pergi ke rumah umma dan appa, mereka pasti akan bertanya-tanya dan mengkhawatirkanku. Aku memilih pergi ke suatu tempat, tempat yang agak jauh dari kota seoul.

Aku meninggalkan sepucuk surat untuk jinki “jinki-ya.. setelah ini tolong maafkan aku..” gumamku pelan

2 bulan sudah setelah kepergian haerin dari rumah, jinki sangat terkejut ketika melihat surat dari haerin. Ia marah namun ia tak bisa membenci haerin..

Haerin meninggalkan sebuah surat yang ditulisnya dan sebuah surat cerai, setelah berdiskusi dengan keluarga haerin, jinki akhirnya memutuskan untuk menandatangani surat itu. Orangtua haerin sendiri tak terkejut ketika mendapat kabar dari jinki karena ternyata haerin telah memberitahu mereka terlebih dahulu. Namun dengan beralasan demi kebaikan haerin mereka memutuskan untuk tidak memberitahu jinki keberadaan haerin.

Jinki sendiri bingung dengan perasaannya, ia sedih, marah dan kecewa pada dirinya sendiri

Ia yang mengaku mencintai haerin nyatanya tidak tahu apa-apa tentang haerin. Ia pria brengsek yang masih memikirkan wanita lain saat orang yang mencintainya dengan tulus bahkan sudah menjadi istrinya

Bahkan setelah kepergian istrinya ia malah asyik dengan wanita lain, ia mencintai dua wanita

Jinki merutuki, memaki dirinya sendiri “nappeun saram!! (orang jahat)” serunya pada dirinya sendiri

Namun semua sudah berakhir, pada akhirnya ia hanya bisa menyesal. Dan berdoa supaya mantan istrinya itu sehat dan bahagia

Aku berbahagia.. sebenarnya tidak.

Menjalani hidup tanpa jinki sangatlah berat, mengawali hari tanpa senyumannya, menjalani hari tanpa onew conditionnya, hari terasa sangat sepi. Rasanya seperti saat kau tinggal di dunia yang tak ada orangnya, hampa.

Aku tinggal di kota gimpo, yang tidak begitu jauh dari kota seoul. Aku mencoba membuka restoran kecil disini, sesekali aku mengunjungi keluargaku.

Umma dan appa sangat shock ketika mendengar keputusanku untuk bercerai dengan jinki, terlebih lagi mereka mendengarku sudah tak serumah dengan jinki. Namun akhirnya mereka mengerti dan berharap itu yang terbaik untuk kami.

Umma dan appa hari ini mengunjungiku, mereka berangkat naik pesawat dari jeju, karena habis berlibur. Mau tak mau aku harus menjemput mereka di bandara.

Aku memutuskan untuk menunggu di sebuah coffee shop sambil menunggu mereka.

Dunia memang sempit, terutama korea. Sangat mungkin kalau kau bertemu dengan orang yang sangat tidak ingin kau temui kalau hanya masih sebatas berpisah jarak antar kota, bahkan kau masih terdapat dalam satu propinsi.

Lee jinki..

Orang itu hanya berjarak beberapa meter dariku sekarang, ia, para member SHINee, manager oppa, cordie eonni memasuki coffee shop tempatku berada sekarang.

Tubuhku kaku, aku tak bisa membohongingi diriku bahwa aku sangat merindukannya, ia bahkan sangat tampan sekarang.. jinki-ya.. waktu 3bulan bukanlah waktu yang lama.. kau banyak berubah..

Aku tak bisa menahan air mata ketika kulihat orang itu disampingnya.. jung hyomi.. orang itu bergelayut mesra dengan jinki. Jinki bahkan terlihat bahagia bersamanya. Apa yang kau harapkan haerin-ah.. kau bahkan bukan siapa-siapanya sekarang.. baru saja aku memutuskan untuk pergi dari tempat itu, sebuah suara keburu memanggilku

“noona? Haerin noona!”

Jinki terkejut ketika mendapati haerin berada di coffee shop bandara. SHINee baru saja tiba di gimpo airport setelah show di jepang dan taemin yang kelaparan memaksa mereka untuk mencari pengganjal perut daripada harus mendengar rengekan si baby.

“noona? Haerin noona!” seru taemin ketika jinki dan yang lain memasuki sebuah coffee shop di bandara

Jinki tak percaya dengan apa yang dilihatnya, park haerin yeoja yang dari dulu bahkan sampai sekarang masih dicintainya sekarang berada di jarak yang tak jauh darinya. Park haerin, yeoja yang 3 bulan lalu meninggalkannya tertidur sendirian dengan sepucuk surat yang menyakitkan beserta surat cerai sekarang sudah tampak tak jauh berbeda, yeoja itu hanya menunduk. Jinki ingin sekali menghampirinya dan memeluknya saat itu juga, jujur saja jinki sangat merindukan yeoja itu. Semenjak saat itu jinki dekat dengan jung hyomi tapi entah mengapa hatinya terasa kosong, jinki pernah mencintai jung hyomi dan ia merasa sangat jahat karena sampai menikah dengan haerin pun ia belum bisa melupakan jung hyomi. Tapi sekarang, haerin menempati lebih banyak hatinya, setiap hari jinki berpikir, apa yang sedang dilakukan yeoja itu? Apakah yeoja itu baik-baik saja? Apakah yeoja itu sudah benar-benar melupakannya?

Haerin berdiri meninggalkan tempat itu dengan arah yang berlawanan, wajahnya masih menunduk. Teriakan taemin memanggil namanya hingga pengunjung coffee shop menoleh ke arahnya sia-sia. Haerin tak mempedulikan panggilan itu, ia berlalu begitu saja kearah pintu yang berlawanan.

Hasrat jinki ingin bertemu yeoja itu tak terbendung lagi, ia mengejar haerin, memanggil-manggil namanya, tak mempedulikan puluhan pasang mata melihatnya. Haerin tak menoleh malah mempercepat langkahnya

“haerin-ah!” seru jinki, ia berhasil menangkap lengan haerin. Haerin hanya terdiam tak berani menoleh

“haerin-ah…” gumam jinki. Haerin berusaha melepaskan lengannya dari cengkraman jinki. Ia berlalu tanpa mempedulikan jinki, mempercepat langkahnya. Cepat-cepat haerin menyebrangi jalan

Jinki tertegun dengan sikap haerin, namun ia tak menyerah begitu saja, ia mengejar haerin, mempercepat langkahnya menyebrangi jalan, menelusuri langkah haerin sambil meneriakan namanya berkali kali

Jinki berhasil mencegat haerin tepat saat mereka berada di tengah jalan

Tanpa mereka sadari,  mesin besar melaju kencang kearah mereka. Haerin menyadarinya terlebih dahulu dibandingkan jinki. Ia mendorong jinki sekuat tenaga hingga tersungkur di tepi jalan

Jinki meneriakan nama haerin histeris. member SHINee, dan jung hyomi yang baru saja menyusul jinki. Tercengang dengan apa yang dilihatnya.

Kini tubuh lemah haerin tersungkur di jalan, jinki meratapinya, meneriakan namanya berkali-kali, air matanya mengalir deras. Tubuhnya kini bersimbah darah, darah dari orang yang tak bisa ia benci walau ternyata sudah menyakitinya, darah orang yang ia sadar mencintainya dengan sangat tulus, darah yang orang yang sangat ia cintai

Park haerin, mobil itu menghantam tubuhnya hingga terpental beberapa meter…

Tuhan.. tolong selamatkan dia.. ucap jinki berkali-kali di dalam hati

Aku menyadari sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi ketika aku dan dia berada di tengah jalan. Aku dan jinki kini berhadapan, jarak kami hanya beberapa senti, aroma tubuhnya, senyumannya yang sangat kurindukan.. ingin rasanya memeluknya sekarang, megucapkan kata aku merindukamu, aku mencintaimu

Aku mendorong tubuhnya sekuat tenaga, yang aku pikirkan saat itu. Jinki yang aku cintai, aku yang telah membuatnya terluka, aku yang egois dan jahat kepadanya, aku tak ingin melukainya lagi

Aku merelakan diriku hancur. Walau hanya sekali aku ingin merasakan berkorban untuknya. Melawan keegoisanku yang telah membuatnya banyak mengorbankan dirinya padaku

Tubuhku terhempas di udara, mendarat di aspal yang menimbulkan dentuman keras, aku bisa merasakan tulang rusukku hancur. Darah mengalir deras dari kepalaku. Aku mendengar jinki meneriakan namaku berkali-kali, bahkan aku mendengar teriakan taemin dan key oppa

Ingin rasanya aku menyahut panggilannya, namun yang aku lakukan malah menangis.

“mianhe…mi..anhe….” ucapku di akhir kesadaranku

*flashback*

“oppa.. saranghae!” ucap haerin malu-malu. Ia dan jinki sedang berada di dorm berdua saja

Member yang lain sedang sibuk dengan kesibukan masing-masing. Minho syuting dream team, key pergi shoping sedangkan jonghyun dan taemin pergi membentuk otot-otot mereka

Jinki yang sedang menikmati ayam favoritnya, seketika tersedak dibuatnya

Cepat-cepat haerin mengambil segelas air dan menepuk-nepuk punggung jinki pelan

“mworago?” Tanya jinki

“oppa.. sa..saranghae.. mau tidak jadi pacarku?”  ujar haerin sambil menunduk malu sudah bisa dipastikan mukanya sudah berubah warna seperti kepiting rebus sekarang

Jinki yang melihat hal itu tertawa terbahak-bahak. “ya!!” seru haerin memukuli pundak haerin

“aduh, appu! (sakit)” ringis jinki mengusap-ngusap pelan pundaknya

“baiklah, kita coba saja. Sepertinya menyenangkan punya yeoja sepertimu” ujar jinki

“jeongmal?”

“ne, tapi kenapa tiba-tiba kau memanggilku oppa? Biasanya tidak pernah. Lagipula kenapa sih kau tak pernah memanggilku oppa sedangkan yang lain kau panggil oppa, aku ini kan lebih tua darimu. Tapi lebih baik sih jangan memanggilku oppa, karena aku bisa mati ketawa kalau mendengarnya.itu mengelikan. Hahaha”seru jinki sambil tertawa memegangi perutnya

Haerin memanyunkan bibirnya “ya! Ok kalau itu maumu! Aku tak akan memanggilmu oppa! Lagipula kau tak pantas dipanggil oppa!” haerin melipat tangannya di dada, memanyunkan bibirnya. Jinki malah semakin menjadi ketawanya

Haerin kesal akhirnya memutuskan untuk meninggalkan jinki sendirian “jinki babo!” ujarnya sambil berlalu meninggalkan jinki yang tertawa.

3 tahun kemudian..

Jinki tertegun, dibawah pohon rindang matanya nampak menimbulkan kelelahan

“haerin-ah.. aku sudah semakin tua, badanku letih sekali” ucapnya

“sekarang banyak boyband baru bermunculan, besok aku memutuskan untuk wajib militer.. ya karena umurku juga sudah dipenghujung kepala dua.. fisikku memang tak sekuat dulu tapi demi membela negara ini semua tak ada apa-apanya” gumamnya “haerin-ah.. bogoshipeo..” jinki mengusap batu nisan bertuliskan nama park haerin yang berada di hadapannya, diletakkannya bunga lily putih kesukaan haerin. Ia menatap seungguk tanah tempat haerin disemayamkan 3 tahun lalu.. air matanya mulai meleleh membahasi pipinya, teringat kenangan bahagia saat ia masih bersama haerin, saat haerin tertawa, mereka saling menggoda, saat haerin menangis, saat haerin menolongnya hingga ia harus pergi meninggalkan jinki selamanya..

Jinki tenggelam dalam lamunannya “hyung! Ppali!” teriak key menghampirinya

“ne!” seru jinki kemudian ia mengusap wajahnya “haerin.. dia sudah tenang disana hyung, ia bilang hyung harus jaga kesehatan, teruslah tersenyum untuknya, walau ia bodoh ia sangat mencintaimu” ucap key

“ne, aku tahu key.. aku akan terus tersenyum untuknya..” ucap jinki

“ya! Hyung apa kau tahu, haerin noona itu sangat suka senyumanmu. Dia bilang kau sangat tampan ketika tersenyum” seru taemin yang datang bersama minho dan jonghyun

“ya, dia bilang kita lebih baik tersenyum. Dia bilang jonghyun hyung lah yang paling jelek diantara kita berlima karena dia cengeng” ujar minho, jonghyun menatapnya kesal sedangkan member yang lain tertawa

“kajja! Kita masih ada pekerjaan ‘ ujar jinki

Mereka SHINING SHINee pergi meninggalkan makam haerin, berjanji untuk menjalani hari dengan senyuman, cinta yang tulus yang haerin ajarkan selama ini.

To : jinki nae dubu

Saat kau temukan surat ini mungkin aku sudah tak ada.

Jinki.. walau kau tak mengerti aku sangat mencintaimu.. tapi aku adalah orang egois yang tak pantas mendapatkan cintamu

Aku bahkan membenci diriku sendiri

Jinki.. walau aku tak mau mengatakan ini.. tapi kembalilah pada hyomi eonni. Dia sangat baik, aku ini orang jahat jinki-ya

Aku yang merebutmu darinya. Aku yang membuatmu kehilangannya

Semua yang terjadi antara kau dan hyomi eonni itu semua karenaku, aku yang merusak hubungan kalian. aku yang menyebarkan fotomu dan hyomi eonni ke wartawan..

Ini semua karena aku egois, aku belum memahami cintaku padamu.. keegoisan menggerogoti diriku.. aku bahkan menyakitimu demi kepentinganku sendiri

Setelah ini kau pasti membenciku jinki-ya.. kau memang pantas membenciku atau aku harus bilang kau memang seharusnya membenciku

Aku berubah menjadi orang gila, menjadi orang jahat. Aku tak akan menyalahkanmu karena aku bersyukur orang itu adalah kau

Kau tahu? Aku ingin sekali memanggilmu oppa tapi aku tak bisa, aku takut.. aku takut kau tak melihatku sebagai yeoja karena kau bilang tipemu adalah noona-noona. Apa kau menganggapku babo? Ya, aku memang yeoja babo

Apa kau tahu jinki-ya, saat pertama melihatmu aku sudah jatuh cinta padamu. Apa kau ingat? Saat pertama kita bertemu, kau membantuku  berlatih vocal walau suaraku sangat payah, kau sangat pemalu tapi suaramu bagus, kau bahkan menyemangatiku saat  itu, saat itu aku berpikir kau adalah orang baik, karena seumur hidupku baru ada sekali orang yang benar benar mendukungku.

ya.. itu semua karena orang-orang bilang suaraku seperti bebek dan menghinaku tak pantas menjadi penyanyi. Tapi kau malah memujiku, walau aku sedikit tidak mempercayaimu.

Walau aku tak lolos audisi saat itu aku bersyukur telah bertemu denganmu. Kau orang yang membuatku tersenyum tulus karena senyumanmu, membuatku tertawa bahagia karena kekonyolanmu.

Jinki-ya..

Sampai sekarangpun aku tak mengerti apa itu cinta, aku ini kekanakan dan sangat egois. Aku ingin memilikimu tapi menyakitimu karena itu..

Jinki-ya.. walau tak mengerti.. aku ingin mengucapkan kata ini berkali-kali, setiap hari, setiap saat kepadamu.. aku mencintaimu.. saranghaeyo

Jinki-ya.. mianhe .. jeongmal mianheyo

Jagalah kesehatanmu..

Park haerin

*flashback*

haerin dan jinki mengucap sumpah dihadapan Tuhan, mengikat satu sama lain dengan hubungan pernikahan. Semua orang Nampak betapa bahagia, begitu juga haerin dan jinki

haerin merasa menjadi yeoja yang paling sempurna di dunia, orang yang ia sangat cintai menjadi suaminya kini. Ia bahkan tak percaya hal ini akan terjadi sampai akhirnya jinki melamarnya. Memintanya menjadi istrinya, pendamping hidupnya.

dibawah balutan busana putih mereka tampak sempurna dan bahagia. Haerin menangis bahagia, cintanya terbalas kini. Pendeta memberi intruksi agar jinki mencium haerin, bukti kalau mereka sudah terikat satu sama lain. Jinki mengusap pipi haerin lembut, menhapus air mata yang mengalir di pipinya.

“saranghae..” bisiknya. Haerin menutup matanya

Wajah mereka berdekatan, bibir mereka bertautan. Jinki menciumnya lembut. Ia sangat yakin sekarang, pilihannya tak salah. Ia menyanyangi haerin lebih dari apapun, ingin melindunginya sepenuh hati.

Tuhan.. biarkan perasaan ini menyatu untuk selamanya. Semakin lama semakin tumbuh dan semakin besar. Lindungilah kami. Aku menyayanginya sepenuh jiwaku.. ucap jinki dalam hati

The end..

Hohoho. Sebenarnya mau dijadiin one shoot aja nh, tapi kepanjangan jadinya two shoot deh.. gimana gimana? My debut, sukses kah? Haha sepertinya tidak karna saya sendiri yang ngarang merasa kurang liar, kurang deh pokoknya, thanks buat yang udah baca. Di comment ya.. nanti dapat pahala looh -author

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

24 thoughts on “Because I Don’t Know How To Love [2.2]”

  1. Huaa,, aku kira happy ending. Ternyata sad endingnya. Aku hampir nangis baca FF ini sambil dengar lagunya K-Ci & Jojo – all my life. Walau gak nyambung sih. Haha. *curcol*
    terus, Jinkinya sama siapa? Dengan Hyomi-kah?

  2. Wuah…
    Daebak thor!
    Gak nyangka akhirnya Haerin nya bakal mati ;(
    kasihan bgt Jinki nya..
    Aku hampir nangis baca ff ini..
    Daebak thor…daebak!! 😀

  3. huaaaa author.. tanggung jwb.. aku nangis ini… mana lagi d skul.. untung gak ad siswa yg berkeliaran d luar.. *kok malah curcol*
    tp daebak author… dpt bgt itu… huhuhu

  4. emang sih awal na haerin jahat cos jadi perusak hubungan jinki and hyomi…py kasian haerin ending na malah meninggal…hiks hiks

    trus jinki akhir na balik ke hyomo apa engga author ???msh misteri nih…

  5. skali lagi makasi buat yang udah nyempatin baca dan comment terutama
    terima kasih banyak 🙂
    haha untuk kenapa endingnya itu dibikin sad ending, karena saya kalau bikin cerita atau cerpen selalu happy ending dan sebagai pelampiasan percobaan jadilah fanfict ini dibikin sad-ending kkk~ dan ternyata nulis fanfict tidak sama dan semudah saya nulis cerpen dan tulisan yang lain hehe, saya masih belajar jadi mohon dimaafkan kekurangannya haha
    masalah hyomi, yang jelas endingnya jinki single dan hyomi pergi entah kemana haha
    mungkin kalau ada niat dan waktu saya mau bikin tentang hyomi’s pov nantinya
    anyway, sekali lagi thanks banget yang udah baca baik, i love u reader

    -author gaje-

  6. suksessssss….
    suksess bgt debutnya thorr …. untung ngak nangis ..
    suka endingnya, jalan ceritanya…
    huwaaa hyerin , bodoh ! ahhh nyeseeekkkk
    authoorrr tanggung jawab aku ngak bisa nafas … *mintain nafas buatan ke key* #pletaklkkk!!!

    ahahah ayooo di tungggu karyanya, buat sad ending lagi donggg … ^^
    yg lebih menyentuh lagi …
    lagi suka sad end.. ^^

  7. kereeeennn !!!
    suratnya.. yaampun, so sweet bgt dan menguak segalanya *halah 😀
    yg aq suka, flashbacknya pas bgt momentnya, good job author!!^^d

  8. Sukses thor……. sukses buat aku nangis huhuhu
    Haerin knp meninggal haduh-.- sedihh

    Komen nya langsung ke 2 aja ya:) baru baca abisnya 😥

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s