Couple of SHINee Endless in Love – Part 4 [END]

 PART 4

Title : Couple of SHINee endless in love

Author : Liya

Main cast :·Lee Jinki or onew               ·Han Hyenim

Other cast :  ·Kim Jonghyun                    ·Park Yuna

·Kim Kibum or key             ·Kim Hyejin

·Choi Minho                        ·Ahn Soeun

·Lee Temin                          ·Lee Shin hye

Type/Length : part

Genre: Romance, Frendship

Rating: PG 15

Athor POV

Hyenim duduk di kursi ruang tamu sambil memegang secangkir chocolate hangat dan menonton acara tv.

Hyenim POV

Ku minum chocolate hangat yang ada di tanganku lalu meletakkannya di meja yang ada di hadapanku. Tiba-tiba hpku berbunyi. Kulihat layar hpku, dan ternyata yuna menelpon.

“Annyeong.”kataku.

“Annyeong. Unnie aku ingin mengajak unnie jalan-jalan. Apa unnie mau?”

“Ne. kebetulan aku juga bosan di rumah sendiri.”

“Kalau gitu unnie tunggu dulu, aku segera kesana.”

“Ne.” dia lalu memutus sambungan telepon. Akupun langsung berjalan menuju kamar untuk bersiap-siap. Tak lama kemudian, terdengar suara dari luar. Akupun langsung membukakan  pintu dan ternyata itu yuna dan hyejin.

“Annyeong.”kata mereka serempak.

“Annyeong. Hyejin kau juga ikut.?”

“Ne. tadi aku tak sengaja bertemu dengan yuna unnie. Jadi aku ikut saja.”

“Apa unnie sudah siap?”tanya yuna.

“Ne, ayo kita berangkat.” Kamipun langsung berjalan menuju sebuah pertokoan yang tak jauh dari sini.

“Unnie kita ke situ dulu. Aku lapar.”kata hyejin sambil memegang perutnya.

“Ne, terserah kau sajalah.”kataku sambil mengikuti hyejin. Kamipun langsung memesan makanan sesampainya di restorant itu. saat kami menunggu pesanan datang, aku melihat sosok namja sedang asyik bebicara dengan seorang yeoja. Namja itu mengelus kepala yeoja yang ada di hadapannya dengan lembut. Aku langsung mengalihkan pandanganku saat namja itu hendak melihat ke arahku. Terbesit rasa yang aneh di hatiku. Apa aku cemburu?. Tak lama kemudian pesanan kami datang. Kami tak banyak bicara ketikan makan. Aku kembali melihat ke arah namja itu dan ternyata mereka sudah tak ada.

“Unnie kanapa?”tanya yuna yang cukup membuatku kaget.

“Ani, aku hanya melihat cuaca di luar. Sepertinya mau hujan.”kataku. yuna mengangguk pelan dan kembali memakan makanannya. Kenapa perasaanku jadi seperti ini. Diakan hanya mengelus kepala yeoja itu.

@@@

Aku sedang menonton acara kesukaanku di tv. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Aku berjalan menuju pintu dan membukanya. Ternyata itu taemin dan minho.

“Annyeong nuna.”kata mereka hampir serempak.

“Annyeong. Ayo masuk.”

“Gak usah nuna. Kami cuma mau kasih kalau onew hyung hari ini ada jadwal tambahan, jadi dia pulang agak lambat.”kata taemin. Minho menganggukkan kepalanya.

“Ne, gomawo.”

“Kalau gitu kita pamit dulu nuna. Annyeong.”kata minho. Aku tersenyum sambil sedikit menundukkan kepalaku.

“Ne, hati-hati di jalan.”

~~~~

Aku coba menutup mataku, tapi tak bisa. Sudah berulangkali ku coba untuk tidur tapi semua itu sia-sia. Kulirik jam yang ada di sampingku. Sudah jam 11 malam, tapi aku masih gak bisa tidur. Sebenarnya aku ini kenapa. Selalu memikirkan kejadian tadi siang. Aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju sofa yang ada di dekat jendala. Kubuka korden dan membiarkan cahaya bulan menembus kamar. Pemandangan kota seoul indah sekali. angin malam terus menerpa wajahku. Kunikmati udara ini sampai aku mendengar suara pintu terbuka.

“Kenapa kau belum tidur?”suara seorang namja mengalihkan pandanganku. Wajahnya tak begitu kelihatan karena lampu kamar sengaja ku matikan dan hanya di terangi cahaya bulan.

“Aku tak bisa tidur.”jawabku singkat. Aku berdiri saat namja itu berada tepat di hadapanku. Beberapa menit kami hanya saling menatap.

“Jinki.”kataku mencoba memecah keheningan.

“Mmm.”

“Aku boleh nanya sesuatu?”

“Memang ada hukum dilarang bertanya?”dia sedikit menjauh dariku.

“Yeoja yang tadi siang itu siapa?”tanyaku sedikit ragu. Aku takut kalau jinki sampai berpikir yang aneh tentangku.

“Kau cemburu ya?”jinki mulai menggodaku lagi.

“Ani-ya.”ku rasa pipiku mulai memerah.

“Pipimu merah, itu berarti kau bohong. Ayolah mengaku saja kalau kau cemburu?” aiisshh dia ini matanya jeli sekali.

“Dia itu eun sun. Dia adik sepupuku baru datang dari australi.”jelas jinki.

“Kau cemburukan, akui saja.”kata jinki sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Jinki kau jangan menggodaku seperti itu. sudahlah aku mau tidur.” Dengan cepat ia menahan tanganku.

“Ya ada apa lagi?”keluhku kesal. Kurasakan tangannya mulai meraba leherku.

“Jinki apa yang kau lakukan. Kau ingin membunuhku?”ku dorong tubuhnya supaya menjauh. Tapi dia kembali mendekat dan semakin dekat.

“Sudahlah, sekarang katakan apa yang kau inginkan. Menyuruhku membuat ayam goreng, tapi ini sudah malam.”kataku. Dia hanya menggelengkan kepalanya. Tangannya melingkar di pinggulku, sedangkan tangan yang satunya mengangkat daguku supaya aku melihat wajahnya.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan?”tanyaku mulai kesal dengan sikapnya ini.

“Doing my duty as husband and you is as wife”hembusan nafasnya terasa di leherku.

“HAH!?”kubulatkan mataku tak percaya dengan perkataannya dan peristiwa ‘itu’ benar-benar terjadi hari ini.

&&&&

2 tahun kemudian

4, june 2018

Ku buka mataku saat kurasakan sebuah bibir kecil mengecup pipiku. Kulihat sosoknya berdiri dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Aku tersenyum ke arahnya dan mulai bangkit dari tidurku. Kulihat di sampingku, jinki masih tertidur lelap.

“Umma aku lapar.”suara manja sorang anak laki-laki mengalihkan pandanganku.

“Ne, umma akan memasak makanan untukmu.”aku berdiri dan menggendong tubuh mungilnya itu dan berjalan menuju dapur. Sesampainya di dapur, aku menurunkan tubuh anakku itu.

“Kamu tunggu di ruang tengah aja, sambil nonton tv.”kataku sambil mengelus lembut rambutnya.

“Ne umma.” Dia lalu berlari dan aku mulai memasak makan pagi. Kurasakan sebuah tangan melingkar di pinggulku. Ku palingkan wajahku dan ternyata itu jinki.

“Jinki jangan ganggu aku. Aku lagi masak.”kataku sambil terus memasak.

“morning kiss”rengeknya.

“Ya kau seperti anak kecil jinki-ah”kesalku.

“Aku tak peduli.” Dia lalu memegang kedua pipiku menghadap ke wajahnya dan bibirnya mendarat tepat di bibirku.

“Iiihh..umma…appa.”sebuah suara mengejutkanku dan jinki. Kami memalingkan wajah ke arah sumber suara. Dia berdiri sambil memgang sebuah lolipop di tangannya. Jinki lalu menghampirinya dan berjongkok.

“Kenapa Kim Jungmin?”kata jinki sambil mengelus rambutnya.

“Ada key ajjussi, jonghyun ajjussi, yuna ajjumma dan hyejin ajjumma.”jungmin menunjuk ke arah ruang tamu. Mereka lalu pergi dan aku kembali memasak. Sejak kejadian malam itu, 1 minggu kemudian aku positif hamil. Aku dan jinki memberikan nama Kim Jungmin untuk anak kami. Selesai memasak, aku berjalan menuju ruang tamu.

“Annyeong unnie.”sapa hyejin yang sedang memangku seorang anak perempuan yang sangat imut.

“Annyeong.”balasku. key dan hyejin memutuskan untuk menikah 1 tahun lalu dan anak yang ada di pangkuan hyejin adalah anak mereka, song hye kyo.

“Umma aku ingin permen itu.”rengek sorang anak perempuan pada yuna. Yuna tersenyum dan mengambil permen yang ada di dalam tobles. Jonghyun dan yuna juga memutuskan menikah tak lama setelah berita kehamilanku. Mereka di karuniai seorang anak perempuan, Han ga in. Aku melihat ke arah jinki yang sibuk membukakan permen lolipop untuk jungmin.

“Nuna aku lapar.”kata key.

“Kalau gitu kita sarapan bareng. Aku sudah nyiapin makanan di meja makan.”kataku. saat kami hendak pergi ke ruang makan, terdengar suara ketukan pintu. Aku sedikit berlari ke arah pintu. Kulihat minho, soeun, taemin, dan shin hye tersenyum ke arahku. Aku mengajak mereka masuk. Minho dan soeun menikah 1 hari setelah pernikahan key dan hyejin. Sedangkan taemin dan shin hye menikah di akhir tahun 2017.

“Soeun apa minwo lagi tidur.”kataku sambil melihat ke arah soeun. Soeun mengangguk pelan.

“Kau letakkan saja di kamarku.”ku bawa soeun masuk ke kamarku dan meletakkan minwo yang tertidur lelap. Dia adalah anak soeun dan minho, Park minwo. Setelah itu, kami langsung menyusul yang lainnya di ruang makan.

“Jagi hati-hati.”kata taemin saat membantu shin hye duduk di kursi. Setelah 2 hari pernikahan mereka, shin hye mengandung dan usia kehamilannya sudah 6 bulan.

“Ya jungmin jangan lakukan itu.”jinki menahan tangan jungmin yang asyik memukuli kepala hye kyo dengan sendok. Hyejin berusaha mendiamkan anaknya yang terus menangis. Aku menarik pelan tangan jungmin dan menyuruhnya duduk di sampingku.

“Ga in jangan memakai sepatumu.”jonghyun melepas sepatu ga in yang kotor. Aku hanya tersenyum saat melihat jungmin yang terus meletakkan telinganya di perut shin hye. Soeun langsung berlari ke kamar ketika mendengar suara tangisan minwo.

“Appa aku ingin mempunyai adik.”kata jungmin dengan polosnya. Aku tersedak nasi yang ada di mulutku karena mendengar perkataan jungmin tadi.

“Ne, kau akan mempunyai adik nanti.”kata jinki. Ku senggol tangannya dan dia hanya terkekeh.

“Nuna tolong aku.”minho berusaha melepaskan tangan hye kyo yang terus menarik rambutnya. Key langsung menggendong anaknya itu. Aku sangat beruntung mempunyai keluarga seperti mereka. Selalu menghibur kita, menyemangati kita, berkorban untuk kita, dan selalu bersama, selamanya.

That day surely will come                                                                                                      

Day where that love emerge                                                                                               

Where we will come in contac with our couple                                                                       

All so respect with love                                                                                                          

But, world felt to lose                                                                                                      

Moment love that go                                                                                                        

Leaving us permanently                                                                                                  

Because all couple will be endless in love

║end║

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

16 thoughts on “Couple of SHINee Endless in Love – Part 4 [END]”

  1. aigoo… keluarga bahagia..
    td hmpir smpt bingung. aq kira ank jinki itu bukn ank kndung. coz marganya kim… hehehe
    btw aq msh pnsrn sm part 2 .____.v
    nyari2 g nemu.. kkk

  2. serius cast na bnyk bnr..jadi aga keblinger sendiri bacanya…
    btw part 2 bukannya belom dipublish ya ????
    pnasarn nih…cos itu nyeritain taemin ng-date sma yeojanya khan…????

  3. HemMm,
    mw tanya niech knpah yach anakx Lee jinki k0k namax kim jungmin truz kim j0nghyun namax Han ga in, N struznya, bkanx seharusx marga anak hrus ngikutin marga bpakx, seperti lee jinki anakx hrus Lee Jungmin,
    mian yach kalo s0k tw,

  4. ini author..^-^. miane soal marga anaknya pada beda semua ama bapaknya soalnya aku bikin ff ini jaman bahari banget tapi baru di publish. pas bikin ini author gak tau kalau marga anaknya harus sama kayak bapaknya. soal ff yang part 2nya, miane ketinggalan di publish ^-^

  5. Aigoooo…..aku ingin memiliki teman yang saling membantu…..
    aku harap aku dan teman2ku akan sama dengan ceritu mu…..
    gomawoo kak,,karna kamu aku jadi percaya bahwa sahabat itu ada…..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s