Is It What You Want? – Part 8

Title                       : Is It What You Want? Chap. 8

Genre                   : Romance. Friendship

Main Cast            :  –     Lee Taemin

–          Choi  MinGi

Other Cast          : SHINee

Rating                   : PG 15

A/N                        : emm… em… alur makin kacau di chapter ini karena author kehabisan ide. Ini cerita asli milik author setelah memeras otak sampai benar-benar kering. Taemin punya MinGi. MinGi itu author jadi intinya Taemin punya author. Eh?

 

~Author POV~

                “Taemin…” MinGi membuka matanya dan memanggil nama kekasihnya itu. Taemin yang sedang duduk di sisi tempat tidur langsung berbalik dan menggenggam tangannya. MinGi berusaha untuk bangun namun Taemin menahannya.

                “Jangan bangun dulu. Kau kehilangan banyak darah. Lebih baik jangan bergerak dulu.” Gumam Taemin sambil mengelus kepala MinGi.

                MinGi mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

                “Rumah sakit?” MinGi bertanya pelan. Taemin menjawab dengan anggukan. “Kau tau kan aku tak suka ke rumah sakit.” Gumamnya tanpa memandang Taemin.

                “Maafkan aku. Tapi kau kehilangan banyak sekali darah.” Taemin terdiam. “Ibumu ada di sini. Dai sedang berbicara dengan dokter.”

                “Eomma?”

                Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan seorang dokter masuk ditemani Eomma MinGi.

                “MinGi-ah!! Untunglah kau sudah bangun!!!” ibu MinGi langsung berlari dan memeluk MinGi. Dia menangis sampai baju MinGi basah oleh airmatanya.

                “Ne.. eomma.. mianhae… “ gumam MinGi pelan. Sang dokter langsung memeriksa MinGi dan memastikan semuanya baik-baik saja.

                “Kau tinggal istirahat saja eberapa hari, lalu kau bisa pulang.” Kata dokter tersebut dan mengajak ibu MinGi keluar kamar. MinGi terdiam. Begitu juga Taemin.

                “Maaf…” gumam MinGi.

                “Kau sakit apa?” Tanya Taemin tiba-tiba. Membuat MinGi kaget.

                “Aku hanya sedikit sakit saja. Memag terkadang seperti itu, darahku tidak mau berhenti. Bukan sesuatu yang luar biasa kok.” Jawab MinGi bohong.

                “Bagaimana mungkin itu hanya sakit biasa dengan jumlah darah yang keluar sampai sebanyak itu hah?! Kau bisa mati saat itu!!! Kau kira aku akan percaya??!!” Taemin mulai menaikkan nada bicaranya dan memukul kasur. MinGi hanya diam dan memandang Taemin dengan lemah.

                “Percayalah padaku…” gumamnya pelan sambil menggenggam erat tangan Taemin. Taemin langsung duduk dan menunduk. MinGi menoleh ke arah sofa.  Jonghyun terlihat tertidur di sana.

                “Jonghyun oppa…”

                “Dia menyumbangkan darahnya untukmu. Kau kehilangan banyak sekali darah. Untung saja golongan darah kalian sama. Kau harus berterima kash padanya nanti.” Jelas Taemin. MinGi hanya diam memandangi Jonghyun oppa. Wajahnya menunjukan perasaan bersalah. “Krystal juga meminta maaf padamu. Dia menyesal sudah meninggalkanmu katanya. Kau harus bertemu dengannya nanti.”

                “Ah… Krystal… Padahal ini bukan salahnya…” gumam MinGi sambil tersenyum.

                Tiba-tiba Ibu MinGi masuk ke dalam kamar dan menghampiri mereka berdua.

                “Taemin-ah… Bisa tolong tinggalkan eomma dan MinGi sebentar? Ada yang harus dibicarakan…” katanya pada Taemin. Tanpa bicara Taemin meninggalkan kamar. Ibu MinGi menatap Jonghyun yang tertidur dan hendak menghampirinya tapi ditahan oleh MinGi.

                “Eomma. Biarkan dia. Dia sedang tertidur. Kasihan, dia telah meberikan darahnya untukku.” Gumam MinGi pelan. Ibu MinGi menghela napas dan berdiri di sebelah tempat tidur MinGi.

                “Maafkan aku MinGi-ah… Maafkan aku…” Ibu MinGi menangis sambil memeluk MinGi.

                “Eomma… apa? Ada apa?” MinGi yang dipeluk merasakan hal yang tidak enak. Tiba-tiba saja dia ikut mengangis. “Eomma… Jebal… Beritahu aku…”

                “Aku sudah tidak bisa menolongmu lebih jauh lagi… Maafkan aku…”

                MinGi membelalakan matanya. Air matanya merebak. Dia tidak dapat berkata apa-apa. Tubuhnya membeku. Ibunya terus menangis sambil menyeka air mata MinGi.

                “Mianhae… Jeongmal mianhae..” erangnya terus menerus. MinGi terdiam lalu tertawa pelan.

                “Begitukah? Ha.. ha.. Ternyata… Hahahahaha…” gumamnya.

                “Besok kau sudah bisa pulang. Kau harus pulang ke rumah.” Kata Ibunya. MinGi yang mendengarnya langsung menolaknya.

                “A… aku tidak mau… aku masih mau ada di sini… aku masih mau bersama Taemin… Jebal eomma. Jebal…” MinGi menarik baju ibunya dan memohon. Ibunya yang tidak tega hanya menhela napas.

                “Baiklah. Kau tinggal di rumah ibu Taemin selama beberapa waktu bersamaku.” Jawab Ibu MinGi. MinGi yang mendengarnya langsung tersenyum senang.

                Tok Tok Tok.

~Jonghyun POV~

                “Maafkan aku MinGi-ah… Maafkan aku…” terdengar sayup-sayup suara ibu MinGi ang menangis. Aku membuka mataku sedikit tanpa mengubah posisi tubuhku. Terlihat punggung ibu MinGi yng memeluk MinGi di tempat tidurnya. Aku menutup mataku kembali.

“Eomma… apa? Ada apa?” MinGi terdengar menangis. Ada apa?? “Eomma… Jebal… Beritahu aku…”

“Aku sudah tidak bisa menolongmu lebih jauh lagi… Maafkan aku…” terdengar ibu MinGi mengatakan kalimat tersebut. Tak dapat menolong? Apa? Apa maksudnya???? Aku memasang kupingku lebih tajam. Tapi yang terdengar hanya suara tangisan ibunya yang terus meminta maaf. Tidak ada suara MinGi…

Aku menelan ludahku. Perasaanku tidak enak…

“Begitukah? Ha.. ha.. Ternyata… Hahahahaha…” tiba-tiba terdengar suara MinGi yang pelan bercampur isak tangis. Suaranya terdengar begitu menyedihkan. Terdengar pembicaraan MinGi dengan ibunya tentang dia yang tak mau pulang ke rumahnya… Tapi aku tidak dapat berpikir dengan jelas… Apa yang sebenarnya terjadi? MinGi… Tidak dapat hidup lebih lama lagi? Itukah maksudnya? Aku menelan ludah lagi. Aku tidak terlalu mengerti apa yang mereka bicarakan.

Tok Tok Tok.

“Iya. Sebentar.” Terdengar ibu MinGi yang menyahut dan suara langkah kaki yang disusul denga suara pintu dibuka.

“Ah. Selamat sore tante. Aku membawakan beberapa makanan untuk MinGi…” terdengar suara Key. “Apakah aku menganggu?”

“Ah tidak. Tante juga sudah mau keluar kok.” Kata ibu MinGi dengan nada lebih ceria. “Kau masuklah. Tante titip MinGi sebentar.” Katanya disusul dengan suara langkah kaki dan pintu yang ditutup. Sepertinya ibu MinGi sudah keluar. Aku membuka mataku sedikit. Minho dan Key ternyata.

“Oppa~” seru MinGi. Aku melihat ke arahnya. Dia sudah bangun. Key memeluknya dan memberikan keranjang buah dan bunga kepada MinGi.

“Buah-buahan dan makanan ini dari Victoria dan Krystal. Krystal sangat menyesal katanya. Bunga ini dari aku dan Minho.” Kata Minho dibalas dengan senyum manis dari MinGi.

“Gomawo~” jawabnya sambil mencium buket bunga tersebut. Aku menggerakan tubuhku dan duduk lebih tegak. “Ah. Jonghyun oppa. Kau sudah bangun?” serunya begitu melihatku bergerak.

“ne…” jawabku pelan. “sedikit pusing.”

“Jangan terlalu banyak bergerak dulu.” Key menghampiriku dan duduk di sebelahku sambil memberikan jus jeruk. “Minum ini.”

“Gomawo.” Aku mengambil botol jus jeruk tersebut dan langsung meminumnya. MinGi terlihat memperhatikanku. “Ada apa?”

“Oppa baru saja bangun?” tanyanya. Sepertinya dia takut pembicaraan tadi terdengar olehku.

“Iya. Dan aku sekarang merasa sangat lemas karena seseorang nih…” aku menjawab sambil bercanda. MinGi langsung kaget mendengar perkataanku.

“ah! Kamsahamnida oppa!! Aku benar-benar bersyukur. Tanpamu aku akan mati kehabisan darah. Aku benar-benar berterima kasih.” Serunya semangat sambil membungkuk dalam duduknya. Aku tersenyum dan berjalan menghampirinya. AKu mengangkat wajahnya dan tersenyum.

“Kau sudah kuanggap adikku sendiri. Tak perlu berterima kasih seperti itu!” seruku padanya untuk meyakinkannya. Entah mengapa, saat mengatakannya dadaku terasa sakit sekali.

“MinGi…” Taemin masuk ke dalam ruangan bersama Onew hyung. Dia membawa beberapa makanan. “Ini… untukmu. Kau sudah selesai berbicara dengan ibumu?” tanyanya sambil menyimpan makanan di meja sebelah tempat tidur MinGi.

“Ne~ Gomawo Taemin-ah~” serunya sambil tersenyum cerah. Aku memperhatikan wajahnya itu dan mengalihkan pandanganku menuju Key.

“Key-ah, yang lain juga. Ayo keluar. Jangan mengganggu mereka.” Kataku sambil menarik tangan Key.

“Eh, tak apa-apa hyung. Kau masih pusing kan? Duduklah di sini.” Seru Taemin sambil menahan tanganku.

“Ah, sudahlah lebih baik kami keluar. Jonghyun bisa duduk di sofa yang ada di luar.” Seru Onew hyung. Aku tersenyum tipis dan berjalan keluar. “Jangan lupa sebentar lagi kita pergi Tae, kita ada jadwal malam ini.” Lanjutnya sambil berjalan bersamaku dan yang lainnya keluar. Aku keluar terakhir dan menutup pintu. Dari kaca pintu dapat kulihat Taemin yang mencium MinGi.

Aku tersenyum simpul melihatnya. Dasar, mereka mesra sekali. Membuatku iri saja.

“Hyung? Sedang apa?” panggil Minho menyadarkan lamunanku. “Jangan mengintip seperti itu! Tidak baik! Ayo!” serunya sambil menarik tanganku.

“Siapa yang mengintip??” seruku tidak terima. Aku menarik tanganku dari tangannya dan berjalan di belakang yang lainnya. Tiba-tiba saja kakiku lemas. Aku jatuh berlutut di lantai.

“Jongyun hyung???” Key yang melihatku langsung menghampiriku dan membantuku berdiri. “Ada apa? Kau masih pusing?”

“Ah…” aku berusaha berdiri dibantu oleh Key. “sepertiny begitu..” jawabku pelan. Ya… Badanku rasanya lemas sekali. Luka di tangan bekas jarum pun masih terasa sakit… Tapi rasa sakit di dada ini… Terasa lebih sakit.

Aku menghela napas. “Kajja. Ini hanya akan berlangsung sebentar saja kok.”

~MinGi POV~

                Taemin tiba-tiba menciumku begitu semuanya pergi dari kamar. Aku mendorongnya menjauh.

                “Apa yang kau lakukan??? Kenapa begitu tiba-tiba…” tanyaku sambil menatapnya sebal. Aku tidak suka kalau dia sudah bertindak begitu. Dia tertawa kecil. Membuatku bingung.

                “Aniyo… hanya ingin. Kekekekeke.” Jawabnya sambil terkekeh dan memelukku. Menyebalkan sekali. Tapi aku tidak bisa menolaknya :<

                “Taeminnie… Aku akan tinggal di rumah ibumu sementara waktu.” Kataku memberitahunya. Dia langsung menatapku dengan wajahnya yang terkejut.

                “He??!!!! Jangan!!! Di sana ada Taesun hyung! Bagaimana kalau dia melakukan sesuatu terhadapmu???” serunya histeris membuatku tersenyum.

                “Pabo… Tidak mungkin. Lagipula aku di sana bersama ibuku. Tenang saja…” kataku berusaha menenangkannya. Dia terlihat ber-“oh” ria, lucu sekali.

                Kami terdiam sebentar. Haruskah aku mengatakan yang sebenarnya tentang kondisiku ini? Aku tidak mau membuatnya sedih. Padahal dia mempunyai banyak kesibukannya. Aku takut hal ini akan memberatkan pikirannya. Lebih baik aku mengajaknya pergi main besok…

                “Tae..”

                “MinGi.” Tiba-tiba dia berbicara. Membuatku menghentikan kata-kataku. “Besok aku ada jadwal…” Saat dia mengatakan hal itu aku langsung terdiam. Tentu saja, MinGi pabo, dia artis besar. Setiap hari mempunyai jadwal.

                “Ne..” aku berusaha tersenyum. “Aku tahu… Sudahlah kau kerjakan saja pekerjaanmu dulu. Aku masih bisa ditemani eomma atau Taesun oppa kekekeke”

                “Aish.. Jinjja Choi Mingi, jangan dekat-dekat Taesun hyung lah.” Ujarnya sambil mengacak rambutnku. Tiba-tiba handphone Taemin yang ada di sebelahku bergetar. Ada telepon dari Onew oppa. “Yoboseyo hyung? Ah ne, ne. Aku datang.” Jawabnya sambil berdiri dan menutup telepon.

                “Kau harus pergi sekarang?” tanyaku dengan raut wajah sedih. Aku sebenarnya tidak ingin dia pergi tapi tentu saja tidak mungkin…

                “Iya…” dia menyentil dahiku. “Jangan berwajah seperti itu! Jelek tau! Besok aku akan pulang ke rumah dan menemanimu disana!” serunya sambil melambaikan tangannya dan berjalan ke arah pintu. Tiba-tiba saja pintu terbuka dan Vic unnie serta Krystal masuk ke dalam kamar.

                “Unnie! Krystal!” aku terkejut melihat mereka datang. Taemin juga terlihat terkejut.

                “Vic noona~ Krystal-ah~ Kalian datang juga. Aku titip MinGi ya.” Serunya sambil berlari keluar. Vic unnie dan Krystal menghampiriku.

                “Kenapa dia terburu-buru begitu?” Tanya Krystal.

                “Dia ada jadwal hari ini.” Jawabku pelan sambil tersenyum simpul.

                “Tak apa-apa~ unnie akan menemanimu malam ini~” seru Vic unnie sambil memelukku. Aku hanya tersenyum simpul sambil membalas pelukannya.

~Beberapa hari kemudian~

~Author POV~

                MinGi masuk ke dalam dorm SHINee pelan-pelan. Hari ini semua member ada jadwal, jadi di dorm tidak ada siapa-siapa. Dan MinGi ingin membuat kejutan untuk semuanya dengan memasak makanan lezat. Bibir tipis MinGi membentuk senyumans etelah membayangkan wajah Taemin yang berseri saat melihat banyak makanan di hadapannya nanti.

                Keadaaannya sudah membaik seperti biasa, karena itu dia diperbolehkan untuk pergi keluar. Manajer SHINee juga memberikannya kode pintu dorm mereka sehingga MinGi dapat bolak balik ke dorm dengan mudah.

                MinGi membuka sepatunya dan menyimpan tas serta jasnya di sofa dan berjalan menuju dapur. Dia membuka kulkas dan mengambil beberapa bahan makanan dari sana.

                “Seperti biasa, hanya ada ayam.” Cibirnya pelan. “Besok aku akan membawa bahan-bahan sendiri kalau begini keadaaannya!” gumamnya pelan sambil mulai memasak.

                “Kibum?” panggil seseorang dari belakang. Dengan reflex MinGi menjatuhkan pisau yang sedang dia pegang dan berbalik ke arah suara tersebut. Jonghyun.

                “jonghyun oppa… kenapa kau ada di sini????” Tanya MinGi. Yang ditanya memasang muka kebingungan.

                “Bukankah harusnya aku yang bertanya kenapa kau ada disini???” jawab Jonghyun sambil menghampiri MinGi dan mengambil pisau yang jatuh tadi. “Jangan menjatuhkan barang seperti ini. Kalau kena kakimu gimana?” kataya sambil menyerahkan pisau tersebut pada MinGi.

                “Anu… Em… Bukankah seharusnya oppa ada jadwal hari ini??”

                “Iya. Tapi jadwalku nanti malam… Jadi, kenapa kau ada di sini hem?” tanyanya sambil mendekatkan wajahnya pada MinGi. MinGi mundur selangkah.

                “Ah… aku kira kalian semua pergi. Jadi aku… mau membuatkan makanan untuk kalian sepulang kalian bekerja.” Jawab MinGi pelan tanpa bisa menyembunyikan wajahnya yang  merah. Jonghyun terkejut sedikit lalu tertawa kecil.

                “Begitu…” Jonghyun menepuk kepala MinGi. “Kalau begitu lanjutkan memasak. Kebetulan aku belum makan dari kemarin dan belum pernah merasakan masakanmu.” Katanya sambil duduk di sofa.

                “Ah ne…” MinGi berbalik dan kembali sibuk dengan masakannya sementara Jonghyun duduk terdiam di kursinya sambil memandangi punggung MinGi.

                “MinGi ah…” Jonghyun memanggilnya pelan.

                “Ne?” jawabnya tanpa melihat ke belakang.

                “Aku lupa menanyakan kabarmu. Apakah kau sudah lebih baik sekarang? Sudah seminggu sejak aku melihatmu terkahir di rumah sakit waktu itu.”

                “Tentu saja aku sudah sehat. Kalau tdak, aku tidak akan bisa berada di sini!” jawabnya riang sambil terkekeh. “Ini juga berkatmu oppa, terima kasih.”

                “Ne… kudengar dari Taemin, kau tinggal di rumah ibunya sekarang?”

                “Ne~”

                “Maafkan aku… Aku tidka pernah mengunjungimu seminggu ini.”

                “Ah, gwenchana oppa~ Kau pasti sibuk.”

                Jonghyun terdiam mendengar jawaban itu. Dia tidak dapat mengiyakan perkataan tersebut. Dia tidak sibuk… Dia hanya tidak bisa berhadapan dengan MinGi setelah mendengar apa yang seharusnya tidak dia dengar waktu itu…

                “Apa kau senang di sana?”

                “Iya. Aku sangat senang berada di sana. Taesun oppa selalu menemaniku mengobrol. Dia sangat menyenangkan. Taemin juga datang setiap hari. Jadi aku tidak pernah bosan berada di sana.”

                “Tiap hari? Pantas saja dia sering menghilang akhir-akhir ini… Mengunjungimu ternyata…”

                “He?” MinGi berbalik dan menatap Jonghyun. “Dia tidak bilang kalau dia mengunjungiku?”

                Jonghyun menggeleng. “Ya walaupun dia tidak bilang kami sudah tau sih…”

                MinGi tersenyum kecil lalu beralih ke masakannya. Jonghyun memandang wajah itu dan menunduk. Kenapa aku seperti ini? Tahan… Tahan, Kim Jonghyun…

               

~Jonghyun POV~

“Ah, oppa! Jam berapa sekarang???” Tanya MinGi tiba-tiba membuatku sadar dari lamunanku. Aku melirik jam dinding.

“Jam 17.40 . Kenapa?” jawabku sambil bertaya yang dijawab dengan pekikan keras.

“AAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!! Mereka akan sampai 20 menit lagi!!! Omona! Omona!” serunya sambil mengambil beberapa piring dan menyimpannya di atas meja. Aku berdiri dan mengambil piringnya.

“Biar aku yang menata piring. Kau siapkan saja makanannya.” Gumamku sambil memulai menata piring di meja. Dia terlihat sibuk menyimpan berbagai makanan ke atas meja. Banyak sekali yag dibuatnya dalam waktu yang tidak lama. Dia dapat menyaingi Key.

“Selesai!” serunya sambil membuka apronnya dan mengipas wajahnya. “Ternyata memasak banyak itu melelahkan.” Gumamnya sambil mengikat rambutnya tinggi tinggi sehingga tengkuknya terlihat jelas. Aku mengalihkan pandanganku. Aku menarik napasku dan mencoba untung tenang. Ya. Tenang Kim Jonghyun, tenang…

“Biar aku membuatkan minuman.” Seruku sabil berjalan ke dapur. Tapi tanganku ditarik oleh MinGi, menyebabkan jantungku berdetak keras tiba-tiba.

“Biar aku yang membuatnya oppa. Kau duduk saja!!!” serunya sambil berlalri kecil menuju dapur dan mengambil beberapa mug. Aku terduduk di sofa dan membekap wajahku sendiri dengan bantal. Kim Jonghyun!!!! Tolong janganbertingkah seperti ini… Dia… Tidak akan ingat akan hal itu…

“KYAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!” terdengar jeritan MinGi dari dapur. Aku langsung berdiri dan menghampirinya. Dia terlihat menggegam tangannya.

“Kau kenapa MinGi?” tanyaku cemas sambil mendekatinya.

“Tanganku… tersiram air panas…” jawabnya pelan sambil meringis kesakitan. “Tapi tak apa-apa kok oppa, sudah duduk saja.” Katanya sambil mengambil gelas yang jatuh. Aku menarik tangannya kirinya yang digenggam itu. Merah sekali dan masih terasa panas. Aku menariknya ke wastafel dan langsung membasuhnya dengan air dingin.

“Kau ini bagaimana sih? Tangan seorang gadis harus dijaga baik-baik! Bagaimana kau bisa berkata tidak apa-apa saat keadaaan tanganmu seperti ini??” seruku sedikit membentaknya. Sedangkan dia hanya tersenyum pelan sambil sesekali meringis. Pasti perih. Aku mengelus tangannya sambil terus menahannya agar tetap berada di bawah aliran air.

Aku menoleh ke arah MinGi. Betapa terkejutnya aku karena wajahnya sangat dekat dengan wajahku. Tapi dia sepertinya tidak sadar karena terus memperhatikan tangannya. Omo… wajahnya…

~MinGi POV~

                Jonghyun oppa memarahiku. Tentu saja. Siapa yang tidak marah kalau aku bersikap seperti itu? Aku terkekeh dalam hati. Biasanya hanya Taeminnie dan umma yang memarahiku seperti ini. Jonghyun oppa benar-benar seperti kakakku.

                Aku memperhatikan tanganku. Jonghyun oppa menggenggam erat tanganku sehingga tanganku tetap berada di bawah aliran air. Ternyata tanganku memang merah sekali. Pantas tadi perih sekali. Aku memperhatikan tanganku. Rasanya sudah enakan sekarang. Aku menoleh dan mendapati wajah Jonghyun oppa yang sangat dekat denganku. Hanya berjarak satu senti mungkin. Aku dan Jonghyun oppa sama-sama kaget dan menjauhkan wajah masing-masing.

                “Oppa… tanganku sudah tidak apa-apa… Bisa lepaskan?” tanyaku sambil menunjuk tanganku. Dia terlihat terkejut dan melepaskan tanganku pelan-pelan.

                “Gwenchanayo?” tanyanya sambil menyentuh tanganku perlahan. Aku mengangguk.

                “Ne.. gwenchana…” aku melihat ke arah meja dapur. Air panas yang tumpah tadi. Omona. Aku harus membersihkannya sebelum yang lain pulang.

                Aku mengambil lap dan langsung mengeringkan meja dan merapihkan gelas-gelas. Sudahlah. Minumannya aku buat nanti saja. Tiba-tiba Jonghyun oppa merebut lapku dan menggantikanku melap meja.

                “Andwae oppa… Kemarikan lapnya!” seruku sambil merebut lap tersebut. Namun dia merebut kembali lapnya tanpa berkata apa-apa. Aku mulai merasa kesal dan merebut lap tersebut lalu menyembunyikannya di balik punggungku. Dia terdiam memandangku yang cemberut. “Sudahlah oppa, jebal. Biakan aku yang melakukannya.” Seruku sambil menatap matanya tajam. Dia terdiam sambil menatap balik mataku tajam. Suasananya jadi… tidak enak.

                Aku mundur selangkah. Dia maju selangkah. Aku mulai mengalihkan pandanganku ke arah lain. Damn… Ada apa dengan Jonghyun oppa???? Aku terus melangkah mundur sampai bertubrukan dengan kulkas. Aku melirik wajah Jonghyun oppa. Sekarang wajahnya terlihat sedih. Aku menatapnya heran.

                “Oppa… Kenapa???” tanyaku sambil mengangkat tanganku hendak menyentuh wajahnya. Namun tanganku langsung ditahan oleh tangannya.

                “Kau tidak ingat siapa aku?” gumamnya pelan. Pandangannya nanar *nanar apaan sih? Aku gatau loh*

                “Apa mak…” aku hendak bertanya namun bibirku langsung dibekap oleh bibirnya. Dia menciumku dengan kasar. Bibirnya terus mendorong bibirku kuat. Aku memejamkan mataku dan terus menutup mulutku. Tanganku berusaha melepaskan diri dari cengkramannya. Aku mulai kehabisan napas dan sepertinya Jonghyun oppa menyadarinya. Dia melepaskan ciumannya serta tanganku dan menatapku dalam-dalam.

                Aku… Tidak tahu harus berkata apa… Berbuat apa… Apa yang sebenarnya terjadi saat ini?? Jonghyun oppa menciumku… Aku menutup bibirku dengan tanganku. Mataku panas. Aku ingin menangis tapi kutahan. Jonghyun oppa memegang kedua pundakku dan menunduk.

                “Mianhae… Jeongmal mianhae MinGi…” gumamnya dengan suara serak. Aku tidak tahu harus berkata apa… Ada apa dengan Jonghyun oppa???

Tiba-tiba wajah Taemin terlintas di benakku. Air mataku langsung jatuh. Eotteohke???

                Cklek.

                Terdengar suara pintu dibuka. Aku menoleh. Begitu pun dengan Jonghyun oppa yang langsung mendongakkan kepalanya.

                “KAMI PULAAAANNNGGG~~~” terdengar suara nyaring Taemin dari arah pintu depan.

                TAEMIN!!!!!!!!!!!!!!!!!

                —-TBC—-

                Akankah Taemin mengetahui penyakit MinGi??? Apa yang sebenarnya terjadi dengan Jonghyun??? Apa yang sebenarnya dilupakan oleh MinGi??? Kenapa Jonghyun mencium MinGi???? Kenapa MinGi tidak membalas ciuman Jonghyun??? *plak* Apa yang terjadi saat Taemin datang????

                Dan yang terakhir… KENAPA CHAPTER INI SANGAT LAMAAAAA????? Itu tidak ada jawabannya. Adios semua. Sampai jumpa di chapter chapter selanjutnya yang mungkin baru ada bulan depan atau bahkan tidak ada sama sekali…. Help meeeehhh ;;A;;

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

19 thoughts on “Is It What You Want? – Part 8”

  1. Aq baru baca ff ini..hehe,
    aq bc part 1-7 nnt ajj yah thor,soal.a ol di hp ._.
    Pertanyaan” di atas yg author tanyain tu smw prtanyaanq,haha..
    Smga terjawab di chap” brikutnya,hehe..
    Gpp thor next part.a bulan dpn,yg pntg jgn dibrentiin..ToT
    like this..aq tgu next part.a thor 🙂

  2. Wah.. Lanjut.. Lanjut.
    Baru pertama kali baca ff yang castnya sma kaya nama resmi koreaku. Hahah.. Di tunggu kelanjutannya thor…
    Lanjutt yahh.. Penasaran nih.
    Jangan kelamaan dong 🙂
    Like it! Like it! Like it!

  3. hyaaa!
    baru dateng !!!
    ampunnn jonghyun siapa mingi sih sebenernya ?? penasaran bgt … huwaaa penyakit yg diderita mingi paan ??
    bener2 di buat penasaran !! chap selanjutnya jgn lama2 .. !!!

  4. Aku tau aku tauuu #berisik
    Namanya hemophilia bukan?
    Tapi setau ku hemophilia itu cewe gamungkin
    Tapi bisanya tuh nurunin ke anaknya
    Kan cewe itu ngalamin menstruasi
    Jada kalo darahnya gabisa berenti ya….
    Lanjutttt
    Makin seru
    Jongnya ngagetin bangettt

  5. jonghyun kenapa?
    mingi sakit apa? jangan sampe parah trus meninggal, andwae!!!
    taemin, udh mulai berubah ya sama mingi gak jail lagi waktu pertama kali mereka bertemu. hahaha 😀
    ditunggu lanjutannya^^

  6. iya penasaran mingi skit apa?
    setuju sma nikitaemin hemofili di cwe g mungkin
    trus jonghyun pernah kenal sma mingi
    penasaran thor
    part slanjutny
    tong lami2, ojo suwe2 !!

  7. Iy sih kyakx min gi kena hemo… Emang kemungkinan cwek kena kecil, tpi aq bc d koran pernah ad kok… Tpi umur dri si penderita bkalan pendek… Penasran sm jonghyunx,,,

  8. Knp nda ada? Padahal ceritanya seru!!! Autor, ayolah.. Bikin lagi ! Ok? Ceritanya bgs lho, mendalam.. Semoga chapter selanjutnya cpt di publish, uda penasaran. Abis seru banget^^ hehe

  9. mau nanya tapi udah keduluan sama author..
    aah masa hidup Min Gi ga akan lama lagi? kasian atuh Taemin 😦

    Pokoknya wajib lanjut ! Aku udah lama nunggu ff ini sampe lupa judulnya #plak

  10. haaa poor taemin(?)
    sudah seperti yg kuduga
    jonghyun pasti ada rasa sama mingi
    hahhhhh semoga hubungan mingi dan taemin gak apa apa
    dan aku masih penasaran sama penyakit mingi
    good job thor
    lanjut thor

  11. Ahh,, mianhe baru sempet koment..
    Akhirnya keluiar juga kelanjutanyya,,,

    Penyakitnya Mingi Nakutin orang-orang yang disekitarnya,,, Luka kecil bissa bikin darah abis gitu,,,

    Naga-naganya bakalan ada cinta segitiga sama JJong nih,,,

    di part ini Taemin gx terlalu nonjol ya,,,

    serru,, ditunggu lanjutannya!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s