MEMORIES OF YOU: The Way I Miss You [2.2]

Title                             : The way I miss you (2.2)

Author                         : Melati Foresta Devi

Main Cast                    : Onew, Key

Support Cast               : Jonghyun, Minho, Taemin

Length                         : Twoshoot, CHRONICLES

Genre                          : Sad, Friendship, Life

Rating                         : General, all ages

Memories Of You

(The Way I Miss You)

(2.2)

 

Sudah hampir 2 tahun mereka tinggal bersama. Selama itu pula, Onew mendapat fakta-fakta baru tentang Key. Ternyata, Kibum yang tinggal bersamanya itu berbeda dengan Kibum yang dulu pernah menjadi sahabatnya. Key sedikit lebih feminim. Mulai dari hobinya memasak, dan kegiatan lain seperti menyetrika. Key juga suka mengenakan benda berwarna pink. Sedangkan Kibum, ia sangat laki-laki. Ia menyukai olahraga softball dan kegiatan menantang lainnya. Benar-benar berbeda. Meski begitu, Onew masih belum bisa menghapus bayang-bayang Kibum saat menatap Key. Itu membuat Key sedikit merasa terganggu. Namun ia tidak mengutarakan itu secara terang-terangan.

Malam itu, Key masuk ke kamar. Ia melihat kasur Onew yang amat sangat berantakan. Ia lalu berniat untuk membereskannya. Ketika mengangkat bantal, sesuatu terjatuh. Key memungut benda itu. Sebuah foto rupanya. Namun ia terkejut. Itu foto Onew bersama seseorang yang mirip dengannya. “kapan aku pernah foto begini dengan Onew hyung?” tanyanya. Ia mengamati foto itu. Lalu meletakannya kembali di tempat semula. Ia tidak jadi membereskan tempat tidur Onew. Ia takut sesuatu kembali terjatuh. Maka, ia segera naik ke atas tempat tidurnya sendiri dan terlelap.

            Keesokan paginya, mereka sudah berangkat menuju kantor SM untuk melakukan training seperti biasa. Namun tidak seperti biasanya, hari itu mereka berangkat sendiri-sendiri. Key, Taemin, dan Jonghyun sudah berangkat duluan. Sedangkan Minho menyusul dari rumah keluarganya. Onew sendiri baru berangkat ketika Yoonduk menelponnya.

            Onew melangkah gontai di lorong kantor SM. Ia sebenarnya malas untuk datang. Ketika sedang berjalan, tiba-tiba ia mendengar sesuatu. Sesuatu yang tidak asing baginya. Suara piano. Tapi bukan itu yang membuat Onew menghentikan langkahnya. Namun nada yang dimainkan piano itu. Pelan-pelan, Onew berjalan menuju sumber suara. Semakin ia mendekat, semakin jelas lagu apa yang dimainkan suara itu. Itu lagu favorit Kibum! Onew mempertajam pendengarannya

바람이머 그시간조 .. 애겐너 .. 모자란걸

(even that time, when the wind stopped..was not enough for me)

Lirik itu terdengar jelas di telinga Onew. Ia mendekatkan langkahnya ke ruangan itu.

한번의미 , 마지막인사.. 사랑합니다.. 그덴..”

(a single smile, the last bow..I love you..you..)

Jantungnya tersentak kaget. Itu memang lagu kesukaan Kibum. Onew terdiam sambil terus mendengarkan.

시간애지쳐도

 (even if became weary from the time)

Sepatah demi sepatah bait lagu itu membawa Onew pada masa lalunya dulu. Matanya mulai terasa panas.

사랑해아파도

(even if became hurt by love)

Onew tak sanggup berkata apa-apa lagi. Ia berdiri di balik pintu itu sambil melamun.

나애 게모두추억이

(even that time was a memory for me)

Pikirannya mulai melayang entah kemana. Ia kembali teringat pada Kibum sahabatnya.

마지막인사하네

 (you’re talking you last bow)

Onew memejamkan kedua matanya. Mencoba mengusir rasa perih di hatinya yang terasa sakit.

사랑합니다.. 사랑합니다..”

(I love you..I love you..)

Ketika ia membuka matanya, wajahnya memerah menahan tangis. Perlahan, ia membuka gagang pintu itu

“fly away..fly away love..”

 “fly away..fly away love..”

Tampak sosok Key di sana duduk memainkan piano sambil bernyanyi. Onew tertegun. Pandangannya kembali kabur. Ia mengedip-ngedipkan matanya. Mencoba memperjelas penglihatannya. Apakah itu Key, atau Kibum. Namun dimatanya hanya ada Kibum. Maka, setelah Key menyelesaikan bait terakhirnya, Onew melesat masuk dan mendekap tubuh Key erat. Key terkejut namun tidak berontak ketika Onew memeluknya. Suara isak tangis terdengar lirih. “Kibumie*(~ie panggilan akrab) mianhae..mianhaeyo.. aku benar-benar merasa bersalah..semua ini karena aku..aku memang pantas untuk disalahkan..” ujar Onew. Key terdiam. “jika kau membenciku..aku tidak keberatan..tapi ku mohon..jangan pergi lagi..” Onew melanjutkan ucapannya “jika sesuatu terjadi padamu..aku tidak akan sanggup memaafkan diriku sendiri..karena aku, kau harus pergi..” ia mulai terisak. “katakan padaku..kau tidak akan pergi kemana-mana..kau tidak akan pergi lagi kan?” tanya Onew sambil terus mendekap Key erat. “aku tidak keberatan jika aku harus melihatmu bersama Hee Jin..aku tidak apa-apa meski aku harus melakukannya..aku rela..tapi kumohon..kumohon..jangan pergi kemana-mana..” Key tidak dapat berkata apa-apa. Karena Onew mendekapnya sangat erat, ia jadi sulit untuk berbicara. “jika aku harus menahan sakit..asalkan kau tetap ada..aku rela..” Key menggerakan tangannya dengan susah payah. Ia lalu menarik punggung Onew pelan. Onew melepaskan dekapannya. Key menatap wajah Onew yang memerah. “hyung?” ujarnya dengan perasaan campur aduk. Onew tersentak mendapati kenyataan dihadapannya. Itu bukan Kibum. Itu Key. “hyung..apa kau baik-baik saja?” tanya Key dengan pandangan cemas. Onew tidak menjawab. “Key..” ujarnya dengan sedikit terisak. “maaf..” lanjutnya kemudian. Ia lalu berlari meninggalkan Key yang terbengong-bengong.

 

            Onew berlari dan terus berlari. Ia tidak peduli ada banyak orang yang memandangnya bingung. Ia terus berlari dan akhirnya berhenti di sebuah taman. napasnya tersenggal-senggal. Matanya masih merah menahan tangis. Ia lalu duduk di salah satu bangku. “meski Key mempunyai beberapa hal yang berbeda dengan Kibum..kesamaan diantara mereka tetap lebih banyak..“ ujar Onew dalam hati. Semakin ia berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa Key bukan Kibum, sebanyak itu pula hatinya merasa perih. Rasa bersalahnya kembali muncul. “andai..kami tidak mencintai gadis yang sama..Kibum tidak harus pergi seperti ini..“ Onew kembali berpikir. “jika dulu Kibum tidak pergi mencariku..kecelakaan itu tak akan terjadi..ini semua tidak akan terjadi..“ Onew terus menyalahkan dirinya. “mengapa..aku selalu bertindak bodoh? Bahkan aku membuat sahabatku pergi..untuk selamanya…“ Onew memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya “mengapa aku terlalu egois? Mengapa aku begitu takut untuk sakit..melihat Hee Jin dengan sahabatku sendiri?“ ia mengepalkan tangannya. “andai aku bisa memutar balik waktu..aku rela meski harus merasa sakit..atau mungkin menderita..asalkan itu dapat mengembalikan Kibum..kembali..aku akan menanggung semua rasa sakit itu..“ Onew menghela napas pelan. Mencoba menahan pedih. “ku mohon..kembalikan..masa-masa itu..padaku..“ lalu punggung itu bergetar hebat. Ia tak kuasa menahan pedih dalam dirinya.

            Setelah puas menangis, Onew kembali ke kantor dengan mata sedikit bengkak. Ia melangkah gontai. Tiba-tiba ia menabrak seseorang. “maaf..” ujarnya. “Onew?” ujar suara itu. Onew mendongak. “Eunhae noona*(kakak perempuan)?” Onew menatap gadis dihadapannya kaget. “Onew!!” tiba-tiba ada suara lain yang memanggilnya. Itu Yoonduk. Pria itu segera mendekati Onew. “sedang apa kau disini? Training akan segera dimulai..” ujar Yoonduk lalu menarik lengan Onew. “jadi begitu?” tanya Eunhae sinis. Onew berbalik. “kau mengikuti training dan akan menjadi bintang besar..?” lanjut Eunhae. Onew terdiam. “masih bisakah kau melakukan hal itu setelah apa yang telah kau lakukan pada adikku?” Eunhae mencecar. “noona..” Onew tak sanggup menjawab. “tidakkah kau merasa bersalah? Kau tidak punya hati..” ujar Eunhae marah. Onew menunduk “itu tidak benar..” jawabnya “setelah kejadian itu..kehidupanku berubah..aku tahu itu kesalahanku..dan aku sangat merasa bersalah..” lanjutnya. “o..ya?” tanya Eunhae tidak percaya “aku tidak melihat itu..kau bahkan tidak peduli dengan adikku..” ujarnya. “tidak..itu tidak benar..” Onew berusaha menjelaskan “apanya yang tidak benar?! Kau disini dan masih dapat menjalani hidupmu dengan bahagia..kau bahkan akan menjadi bintang besar..kau bilang itu peduli?” Eunhae menyentak. Ia menatap Onew marah. “aku tidak rela..sama sekali tidak rela..adikku pergi karena kau..ia rela mengorbankan dirinya sendiri..dan kau tetap hidup bahagia..itu tidak adil!” ujar Eunhae. “kau tidak tahu betapa tersiksanya aku..” jawab Onew. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Eunhae. “kau pantas mendapatkan itu..” Eunhae balas menatap Onew. “bahkan bagiku..itu belum cukup untuk membayar semuanya..” ia lalu melangkah pergi. Onew terdiam. “kau..baik-baik saja?” tanya Yoonduk menatap Onew. Onew mengangguk. Ia lalu menuju ruang training.

            Key duduk di sofa termenung. Tadi siang, ia tidak sengaja melihat Onew bertengkar dengan seseorang. Ia penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi. “hei..sedang apa?” tanya Jonghyun tiba-tiba. Key terkejut sedikit. “kau melamun..” ujar Jonghyun kemudian. “Jonghyun hyung..” Key memutar badannya menghadap Jonghyun. “apa..kau merasa aneh dengan Onew hyung?” tanyanya. “aneh?” Jonghyun balik bertanya. Key mengangguk. “tidak..memangnya ada apa?” tanya Jonghyun lagi. Key lalu menceritakan semua keganjilan yang selama ini ia rasakan. Jonghyun mendengarkannya sambil sesekali terkejut. “sepertinya..Onew hyung memiliki masa lalu yang sedikit..suram..” ujar Jonghyun kemudian. “lalu, apa hubungannya denganku?” tanya Key. Mereka berdua lalu terdiam. Tiba-tiba Taemin datang. “hyung..aku lapar..” ujarnya sambil duduk disebelah Key. Namun Key diam saja. “ada apa ini?” tanya Taemin kemudian. “kami sedang berpikir..” jawab Jonghyun. “akan lebih baik jika makan dulu sebelum berpikir..” ujar Taemin kemudian. Jonghyun dan Key menatap Taemin. “kau ini..diam dulu..” ujar mereka berbarengan. Taemin cemberut. “ah!” ujar Key tiba-tiba. “aku pernah menemukan foto aneh di tempat tidurnya..” lanjutnya. “foto apa?” tanya Jonghyun. “foto Onew hyung dengan seseorang yang mirip sekali denganku..” jawab Key. “eh? Kalian sedang membicarakan Onew hyung?” tanya Taemin. Tidak ada yang menjawab. “mungkin..itu hubungannya denganmu..” ujar Jonghyun. “kau mirip dengan seseorang dari masa lalunya..” lanjutnya. “sepertinya..orang itu sudah meninggal..” ujar Key kemudian. “ha??!” Jonghyun terlonjak kaget. “aku hanya menebak..dari kata-katanya ketika ia memelukku tadi siang..” Key menjelaskan. Mereka lalu kembali terdiam. Tiba-tiba terdengar suara aneh. “apa itu?” tanya Jonghyun. Taemin lalu menoleh. Wajahnya nampak sedikit kesal “itu suara perutku..” jawabnya. Key tertawa kecil. Ia lalu pergi ke dapur lalu membawakan sandwich. Taemin melahapnya. Ditengah-tengah kesibukannya mengunyah, ia berkata “jika kalian penasaran dengan masa lalu Onew hyung..mengapa tidak cari tahu saja?” usul Taemin. “ide bagus..!” ujar Key sambil menepuk punggung Taemin. Taemin terkejut lalu terbatuk-batuk. Ia lalu berlari mengambil air putih. “kita bisa mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi..” lanjutnya kemudian. “tapi bagaimana caranya?” tanya Jonghyun. “sepertinya dia tidak akan mau bercerita jika kita menanyakan langsung..” ujar Key. Mereka terdiam. “jika aku jadi kalian..aku akan menemui orang yang dulu pernah dekat dengannya..” ujarMinho yang tiba-tiba muncul. Mereka bertiga menoleh. “orang yang dekat?” tanya Taemin. “ya..mungkin kalian bisa mencari tahunya secara diam-diam.” Lanjutnya lagi. Mereka lalu tersenyum. Sepakat akan mengungkap masa lalu Onew.

            Sudah 2 bulan mereka mencoba mencari tahu. Mereka selalu mengikuti Onew kemana ia pergi secara diam-diam. Seperti hari itu, mereka memutuskan untuk mengunjungi sekolah Onew dulu. Disana, mereka bertemu dengan seorang gadis bernama Hee Jin. Rupanya ia sahabat Onew dulu. Namun, ia tampak terkejut saat melihat Key. Persis ketika pertama kali Onew melihatnya. Terungkap sudah. Semua tentang masalah yang Onew hadapi saat ini. Hee Jin bercerita banyak ia bercerita bagaimana Onew membenci dirinya sendiri. Bagaimana ia menyalahkan dirinya atas kematian Kibum. “wa..sampai namanya saja sama..” komentar Taemin. Disusul lirikan tajam dari Jonghyun dan Key. Ia lalu terdiam. Mereka menyimak.

            “rupanya begitu..” ujar Jonghyun sesampainya di apartemen. “aku tidak menyangka Onew hyung punya masa lalu begitu..” ujar Key. Mereka kembali terdiam. “lalu sekarang bagaimana? Apa kita akan membiarkan Onew hyung begini terus?” tanya Key kemudian. “jika ia begitu terus, bagaimana dengan debut kita nantinya?” Jonghyun menghela napas. “kalau Onew hyung ingin bertemu dengan sahabatnya itu..mengapa tidak kita pertemukan saja?” ujar Taemin. “Taemin..sahabatnya itu sudah meninggal..” ujar Key. “bukankah wajahnya mirip denganmu hyung? Kau sudah melihat fotonya kan?” ujar Taemin. Key menoleh “apa maksudmu..” tanyanya. “mungkin, jika kau berpura-pura jadi sahabatnya, Onew hyung tidak akan murung begini terus..” terang Taemin. Key mendelik “he?! Aku harus jadi hantu begitu??” pekiknya. “mungkin bisa dibilang begitu..” jawab Taemin. “itu cukup bagus..” komentar Jonghyun. “apa? Kalian sudah gila ya??” Key berdiri dari sofa. “bukan begitu..dengar dulu..jika kau berpura-pura menjadi sahabatnya, kau bisa memintanya untuk tidak murung lagi..juga berhenti menyalahkan dirinya..dia pasti akan mendengarmu..nanti, jika ia mulai berubah..kau bisa berhenti berpura-pura dengan alasan sudah tenang di alam baka..” jelas Jonghyun. Key mengerutkan keningnya. “tidak bisa kupercaya..kalian memintaku untuk membohonginya?” ujar Key. “inikan demi kebaikan..” jawab Jonghyun disertai anggukan kepala Taemin. Key menghela napas lalu duduk kembali. “entahlah..” ujarnya

            Sore itu, Onew berjalan-jalan di dekat apartemennya. Adasebuah sungai kecil di sana. Disampingnya, ada lapangan bola. Tiba-tiba ia melihat sosok yang tak asing. Ia memicingkan matanya lalu berjalan mendekat. Sosok itu memakai glove dan membawa bola softball. Onew sempat menahan napas. Sosok itu menoleh. “hei..Onew..” sapanya. “Ki..bum?” tanya Onew tak percaya. Sosok Kibum itu tersenyum padanya. “kau mau menemaniku bermain?” tanyanya sambil menyodorkan glove. Ia terus menatap sosok itu. “bukankah kau?” Onew bingung “apa?” tanya sosok itu. Onew terdiam. Mereka lalu bermain bersama. “mulai sekarang..mari kita bermain bersama di tempat ini tiap sore..bagaimana?” tanya sosok itu. Onew tidak menjawab. “Onew?” panggil sosok itu. “kau sudah meninggal..” ujar Onew. “lalu apa? nyatanya kau belum bisa menerima kenyataan itu..” ujar sosok itu. Onew menyentuh lengannya. “kau..nyata..” ujarnya. Sosok itu diam. “aku nyata..hanya dihadapanmu..” ujarnya kemudian. Onew terdiam.

            1 jam yang lalu…

Key berlari-lari diantara semak-semak tinggi di pinggir sungai. Ia membawa bola softball juga glovenya. Ia juga mengenakan pakaian serba putih agar terlihat seperti hantu asli. Taemin, Jonghyun, dan Minho sudah menunggu sedari tadi. “mengapa kau lama sekali??” tanya Jonghyun. Key berusaha mengatur napasnya. “hyung? Tumben  kau memakai topi?” tanya Taemin. Ia lalu mengambil topi itu dari kepala Key. Seketika mata Jonghyun membulat. Sambil menahan tawa, ia bertanya “kau..memotong rambutmu??” tanyanya. “tentu saja..Kibum yang aku lihat di foto potongan rambutnya berbeda denganku..jika aku tidak memotong rambutku, Onew hyung tidak akan percaya kalau aku Kibum..” jawab Key. Tiba-tiba suara tawa meledak. Taemin, dan Jonghyun tertawa terpingkal-pingkal. Sedangkan Minho hanya tersenyum geli. “apa itu? Model rambut itu sudah kuno..” ujar Jonghyun. Key mengambil topinya dari tangan Taemin dan memukul Jonghyun pelan “ini semua kulakukan demi kita semua..” ujarnya kesal. Jonghyun lalu merangkul Key “iya..iya..aku mengerti..” ujarnya. Taemin masih tersenyum-senyum. “hei..Onew hyung sudah terlihat di ujung jalan..” ujar Minho. Key lalu bergegas menuju lapangan bola. Sedangkan Jonghyun dan Minho menunggu di balik semak-semak namun, “Taemin! Kau mau kemana? Jangan mengikuti Key! Nanti semuanya bisa terbongkar!” teriak Jonghyun. Key berbalik dan mendapati Taemin dibelakangnya. “kau sedang apa?” tanyanya. Taemin mengangkat wajahnya. “oh..? Key hyung?” ia malah balik bertanya. “kenapa kau mengikutiku? Nanti ketahuan Onew hyung..” ujar Key. Taemin lalu menoleh kebelakang. Ia melihat Jonghyun melambai-lambai padanya. “maaf hyung..aku pikir tadi aku mengikuti Jonghyun hyung..” ujarnya lalu segera berbalik.

            Malam itu di apartemen, suasananya sedikit berbeda. Jonghyun duduk di meja makan bersama Taemin. Melihat Onew hyung yang duduk melamun di sofa. Ia memegang remote tv, namun tidak menatap sedikitpun ke tv itu. Taemin melirik Jonghyun. Lalu tertawa geli. “apa?” tanya Jonghyun “setelah ku amati, hyung mirip dengan dinosaurus dari sini..” jawab Taemin. Jonghyun mendelik. Hidungnya  membesar. Mulutnya membentuk huruf “o“. Taemin makin geli melihatnya. “hyung..lubang hidungmu besar sekali..” ujarnya. Jonghyun pura-pura memegang leher Taemin dengan kedua tangannya namun tidak mencekiknya. “bisa-bisanya kau berbicara seperti itu di saat seperti ini?” ujarnya menggeram menirukan suara dinosaurus yang sedang marah. Taemin mengatupkan kedua tangannya memohon ampun. Ketika mereka sedang bercanda, tiba-tiba Key keluar dari kamar. Onew lalu menatapnya. Jonghyun dan Taemin langsung memperhatikan kejadian itu. Key yang tidak sadar jika Onew memperhatikannya, dengan santai menuju dapur membuat sebuah sandwich dan duduk di kursi makan. Ia lalu menatap Jonghyun dan Taemin heran. “sedang apa kalian?” tanyanya. Jonghyun masih memegang leher Taemin. Matanya juga masih mendelik, begitu juga hidungnya yang kembang-kempis. Jonghyun segera melepaskan leher Taemin. Ia tidak menjawab pertanyaan Key. Ia memperhatikan slayer dikepala Key. “hyung..apa tidak apa-apa?” tanya Taemin. “apanya?” Key tidak mengerti. “kau harus menutupi rambutmu terus..” jawab Taemin berbisik. “sebenarnya aku sedikit khawatir..kalau-kalau Onew hyung melihat rambutku..” ujar Key.

            Sejak kejadian itu, Key terpaksa harus selalu menutupi rambutnya. Bahkan ketika tidur, ia menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya. Jadilah setiap pagi ia bengun dengan keringat berlebih. Namun, semua usahanya itu sepertinya tidak sia-sia. Onew tampak lebih ceria. Key memang sering menyamar sebagai “Kibum“ dan bermain atau hanya sekedar mengobrol dengan Onew. Key sedikit senang melihat Onew lebih terlihat senang. Namun, dalam hatinya, ia takut. Bagaimanapun juga, ia telah membohongi Onew. Bagaimana ketika Onew tahu kalau ia bukan Kibum? Apa ia akan membencinya seumur hidup? Lalu bagaimana dengan SHINee??

Pagi itu, Key mendekati Jonghyun. “apa sebaiknya kita hentikan sekarang? Onew hyung tampaknya sudah lebih baik..” ujar Key. “nanti saja..tunggu sampai debut..” jawab Jonghyun. “mengapa harus menunggu sampai debut??” tanya Key. “jika kita membongkarnya sekarang, siapa yang akan menduga ia akan murung lagi? Lalu debut kita bagaimana? Bisa diundur 2 tahun lagi..” jawab Jonghyun. Key terdiam. Hatinya berkata lain. Ia tidak sanggup untuk berpura-pura menjadi Kibum. Onew sering becerita hal-hal yang tidak ia ketahui. Bagaimana ia bisa tahu kalau Kibum ternyata menyukai lagu-lagu lama? Maka, ketika Onew memintanya bernyanyi bersama, ia terpaksa mengatakan bahwa ia sedang tidak mood untuk bernyanyi. Bagaimana jika Onew meminta hal-hal lain yang tidak ia ketahui??

Sore itu, Key kembali menunggu Onew. Ketika Onew datang dengan wajah ceria, Key jadi tidak tega untuk memberi tahu yang sebenarnya. “Kibum..” panggil Onew sambil berlari-lari kecil. Key menoleh. “mengapa kau terlihat sedih?” tanya Onew. Key menggigit bibirnya. “ada yang ingin kukatakan..” ujar Key. Ia lalu duduk di atas rumput coklat itu. “hyung..” ujarnya. Onew menoleh kaget “hei..sejak kapan kau memanggilku hyung?” tanyanya. “ini aku..” jawab Key. Onew tidak mengerti. Key lalu mengambil topi yang tadi dibawanya dan memakainya. Ia menatap Onew. Menebak apa yang Onew rasakan saat itu. Wajah Onew menengang. “apa ini? Aku tidak mengerti..” tanya Onew “hyung..aku Key..” ujar Key sambil menunduk. Mata Onew terbelalak. Ia menatap Key lurus-lurus. “kau..Key..” ujarnya dengan tangan nada datar. Key mengangguk. Key mengangkat kepalanya. Untuk pertama kalinya, ia melihat Onew marah. “mengapa kau lakukan ini?” tanya Onew. Key bingung menjawabnya. “MENGAPA KAU MELAKUKAN INI?!” bentak Onew. Key mematung. Onew mendekat ke arahnya. “kau tahu..kau membuatku seperti orang tolol..! kau membuatku percaya Kibum masih ada..tapi apa? Itu semua hanya OMONG KOSONG!” suara Onew meninggi. “kau pikir aku apa??! Kau pikir aku mainan yang bisa kau lempar tinggi-tinggi lalu kau jatuhkan begitu saja?!” ujar Onew lagi. “maaf..” ujar Key lirih. “kau tidak memikirkan perasaanku..! brengsek..” Onew mengepalkan tangannya lalu hendak memukul Key. Namun ia menahannya. Ia menatap wajah Key yang ketakutan. ia terdiam. Lalu meninggalkan Key sendirian.

Key berjalan lemas menuju ruang training. Kejadian itu masih melekat dalam ingatannya. Ketika ia memasuki ruangan, tampak Taemin, Jonghyun, Minho, dan Yoonduk kebingungan. Key mendekati mereka “ada apa ini?” tanyanya. “Onew menghilang..” jawab Yoonduk. Key tersentak. Wajahnya memucat. Apa ini ada hubungannya dengan kejadian itu. Di saat semua orang bingung membicarakn Onew, Key tertunduk dalam. “hyung..” serunya. “aku..yang menyebabkan Onew hyung menghilang..” akunya. Mereka semua terkejut. “apa maksudmu?” tanya Jonghyun. “Onew hyung sudah tahu kalau aku bukan Kibum..dan dia marah besar..” jawab Key. “apa?!” Jonghyun tidak percaya. “bukankah sudah kukatakan untuk tidak mengatakannya sekarang?” ujarnya sedikit emosi “aku tidak bisa menahannya lagi..coba kau pikir..aku harus terus menutupi semuanya dihadapan Onew hyung..aku tidak bisa begitu terus..aku juga merasa tidak enak karena membohongi Onew hyung..” Key membela diri. “sejak awal, ini sudah salah..tidakkah kau pikir kita sudah kelewatan? Aku sangat merasa bersalah pada Onew hyung..aku memberinya harapan..namun aku juga yang menghancurkannya..” ujar Key. Semuanya terdiam. “lalu..bagaimana sekarang?” tanya Taemin. “kita harus mencari..Onew hyung segera..” jawabMinho.

            Setelah seharian tidak pulang, Onew kembali ke apartemennya. Sepi. Pasti yang lain masih latihan. Onew berjalan gontai menuju kamar. Hatinya sakit. Ia tidak menyangka Key akan berbuat seperti itu. Amarah bergemuruh dalam dirinya. Ia memukul sebuah kaca. Darah mengucur dari tangannya. Namun ia tidak peduli. Bahkan sakitnya tidak sebanding dengan apa yang dirasakannya saat itu. Onew menatap serpihan kaca yang berserakan. Dengan tangan bergetar, ia mengambil satu dan mendekatkannya ke pergelangan tangannya. “hyung!” sebuah suara mengagetkannya. Kaca itu terlepas. Taemin dan yang lainnya sudah kembali. Onew segera memungut kaca itu. “jangan mendekat..” ancamnya. Taemin ngeri melihat kaca itu. “jangan lakukan itu..” ujar Jonghyun. Onew tidak peduli. Ia kembali mendekatkan pecahan kaca itu pada pergelangan tangannya. Namun sebuah tangan menepis tangannya mambuat kaca itu jatuh terpental. “kumohon jangan lakukan itu..”ujar Key. Onew menatapnya marah. “kau tidak usah ikut campur..” ujar Onew. Key memegang tangan Onew lembut. “hyung..aku benar-benar menyesal..tolong jangan lakukan itu..” ujarnya. Onew diam. “jika kau melakukan itu, aku akan sangat merasa berdosa padamu..” lanjutnya. “mengapa?” tanya Onew. “kau begini karena aku..tentu aku akan merasa berdosa jika kau melakukan itu..” jelas Key. “apa kau mau aku merasakan apa yang kau rasakan juga? Merasa bersalah dan menyesal seumur hidup?” tanya Key. “jika itu yang kau inginkan, maka lakukanlah sekarang juga..” ujar Key lalu melepaskan tangannya. “mengapa kau tidak mencoba berbagi bebanmu itu?” tanyanya lagi. Onew menatapnya. “jika kau tidak kuat menahannya sendiri, aku bersedia membantumu..yang lain tentu juga akan membantumu..” ujar Key. Onew menatap Taemin, Jonghyun dan Minho. Mereka semua mengangguk. “jadi, ku mohon..jangan lakukan ini..” ujar Key. Onew termenung. Ia lalu memeluk Key. Dan menangis. Jonghyun masuk ke dalam dan ikut memeluk Onew. Taemin ikut, begitu juga Minho. “terima kasih..” ujar Onew.

            6 bulan sudah setelah kejadian itu. Mereka telah melewati masa debutnya. Keadaan kian membaik karena Onew sudah tidak murung lagi. Ia kini menjadi leader dari SHINee. Ia benar-benar sudah berubah.

            Hari itu, mereka pergi menemani Onew ke makam Kibum. Setelah berdoa, Onew terdiam cukup lama. Kenangannya kembali muncul. Namun kali ini, tidak ada air mata. Justru, seulas senyum terukir di bibir Onew. Onew mengusap nisan itu pelan. Ia lalu berdiri. Mereka lalu melangkah pergi. Taemin, Jonghyun, Key dan Minhosudah berjalan duluan. Namun, sesuatu menahan Onew. Ia berbalik dan mendapati sosok putih di samping makam Kibum. Onew menyipitkan matanya karena silau. Lama-kelamaan, sosok itu terlihat jelas. “Onew..” ujar sosok itu. Onew mematung. Wajahnya menengang. “Onew..” panggil sosok itu lagi. Kali ini terlihat jelas bahwa itu adalah Kibum. Onew terdiam. perlahan, ia menoleh kebelakang. Key disana bersama yang lain. Jadi yang dihadapannya ini? Kibum yang asli? “Kibum..?” tanyanya. Sosok itu tersenyum. “hei..kau sudah berbeda sekarang..” ujar sosok itu. “mulai sekarang..jalani hidupmu dengan suka cita..” lanjut sosok itu lagi. Air mata menggenang di mata Onew. “aku..merindukanmu..” ujar Onew. “aku tahu..” jawab sosok itu. “aku juga rindu padamu..sahabatku..” sosok itu menatap Onew lembut. Lalu perlahan memudar. Onew masih terdiam. ia tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Sampai seseorang menepuk pundaknya “hyung..kau baik-baik saja?” tanya Jonghyun. Onew berbalik pelan-pelan. Matanya basah. Namun ia tersenyum “tentu..” jawabnya ceria. “ayo..kita harus segera kembali..” ujarnya.

Sepanjang perjalanan, entah mengapa perasaan hangat menyelimuti hatinya. Onew berpikir dalam hatinya.“aku akan menjalani hidupku dengan penuh suka cita..bukankah itu yang kau inginkan Kibum? Aku berharap..kau juga menjalani hidupmu dengan suka cita di sana..suatu saat kelak, kita akan bertemu lagi..bukankah begitu sahabatku? Kau dan aku..akan bertemu lagi..suatu saat nanti..sampai saat itu tiba, aku akan merindukanmu disini..karena kau adalah sahabat yang paling berarti..dalam hidupku..“

Gomawo buat readers yang udah mau baca..Gomawo juga karena udah di posting..mian kalo ceritanya ga… jangan lupa comment ya…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

12 thoughts on “MEMORIES OF YOU: The Way I Miss You [2.2]”

  1. woahh..ternyata..ternyata..nyunyu q kasiand skali drimu..author q ska ff‘a! d tengah” crita sdih,,sempet”a taem ama jjong bertingkah konyol.trutama taem ni !hahaha..

  2. Ah taeminie cute banget..laper aja musti nunggu key…ikutan sedih ama suami ku onyu…tp akhir nya happy sending…terharu..hikss..hikss..croott….
    Tengkiu fanfic nya,thor….asli terharu….

  3. Huah lma gk bca di sni dah bnyak ff bru
    Huft sdih’a onyu yg sbar ea kan msih da aq hehehe *Plakkk dgampar MVP d tndang Minppa (?)

  4. huaaa..daebak th0r,crta ny bguz..,
    auth0r prnh n0nt0n charlie st cl0ud iahh? ad yg mrip crta ny, pas key nymar jd kibum maen s0ftball d lpangan,sm kya charlie maen s0ftball ma adx ny krn charlie msh brasa brslh ats kmatian adx ny. lanjud th0r next ff,bkin crt yg seru2 agi yak.

  5. haha, saya baca FF ini jadi kayak orang gila thor….

    awalnya saya ketawa-ketawa, terus akhir-akhirnya saya nangis thor…hahaha…seisi rumah pada ngelihatin semua hahaha!! XDD

    Daebak thor FFnya~

  6. rada sedih ya … apalagi pas onew marah sama key … key juga sih …
    tapi suka ma ceritanya !!
    ayooo buat sequelnya lagi tapi cerita lanjutan onew ma hee jin ,,,
    good job thor …
    oh iya kalimat langsung nya di pisah ya menggunakan spasi biar lebih enak di baca ,…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s