{FF PARTY 2011} FOR MY BROTHER – Part 1

Title             : FOR MY BROTHER part 1

Author         :  tiara_jinki

Main cast     :  Onew(Lee Jinki), Lee Taemin.

Support cast : Lee Sungmin(onew and Taemin’s grandpa), Key (Kim Kibum).

Genre           : Family, tragedy.

Length          : twoshot

Rating           : General Audience

Ket               : hanya berpatisipasi.

 

-Author pov-

Di pagi hari yang gelap, hujan membasahai kota Seoul. Matahari belum menampakkan dirinya dan membiarkan dunia ini menjadi gelap tanpa sinarnya. Di salah satu pemakaman yang ada di kota Seoul, baru saja di adakan upacara pemakaman. Kesedihan dan rasa kehilangan sangat terasa di sana. Mereka semua mengantarkan kepergian dua orang yang merupakan teman dan sahabat bagi mereka. Sekaligus umma dan appa bagi namja berambut coklat yang sedang menangis di tengah-tengah makam keduanya.

Namja itu tetap saja menangis meskipun hujan hampir membasahi seluruh tubuhnya. Di sampingnya namja yang sudah lanjut usia, hanya bisa memandangi makam anak dan menantunya yang tewas karena kecelakaan lalu lintas kemarin. “Lee Junki” itu nama yang terdapat di batu nisan di makam sebelah kiri dan “Lee Taeyeon” itu nama yang terdapat di batu nisan di makam sebelah kanan

“onew, sudahlah. Ayo kita pulang”ujar laki-laki yang lanjut usia itu.

Namja yang di panggil Onew itu hanya diam. Ia menyeka air matanya dan berjalan meninggalkan makam kedua orang tuanya. Ia masuk ke dalam mobil bersama dengan laki-laki lanjut usia tadi.

“ingat, Onew. Saat di rumah nanti kau tidak boleh memberitahu Taemin”ujar laki-laki tua itu.

“ne”jawab Onew datar.

*20 menit kemudian*

Mobil yang di tumpangi Onew sampai di sebuah rumah yang cukup megah. Onew dan kakeknya keluar dari mobil. Seorang namja yang terlihat berumur sekitar 15 tahun menghampiri mereka. Senyumnya yang khas mengembang di bibirnya.

“kenapa kalian lama sekali? Omo! Onew hyung. Kenapa tubuhmu basah begitu?”ujar namja itu.

Onew hanya diam dan tidak berkata sepatah katapun pada namdongsaengnya itu. Senyum namja itu memudar saat Onew tidak membalas perkataannya. Kakeknya yang melihat itu langsung merangkulnya.

“kajja, Taemin. Kita masuk. kakek sangat lelah”ucap kakek.

Taemin mengangguk dan masuk ke dalam rumah.

Onew masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. setelah beberapa menit, ia telah mengganti pakaiannya. Ia berjalan menghampiri jendela kamarnya. Ia menatap langit yang gelap dan dingin itu. Kehangatan yang biasanya ia rasakan setiap pagi seketika lenyap begitu saja.

Tok…tok…tok…

Ada yang mengetuk pintu kamar Onew. Tapi Onew hanya diam saja dan tidak memperdulikannya.

“hyung! Hyung…buka pintunya”ujar Taemin.

Onew masih diam.

“hyung! Ada apa denganmu? Kenapa kau seperti ini? Apa terjadi sesuatu?”tanya Taemin.

“aku lelah. Aku ingin tidur. Jangan ganggu aku”jawab Onew.

Taemin mendesah kesal dan pergi dari kamar Onew.

-Taemin pov-

“aku lelah. Aku ingin tidur. Jangan ganggu aku”jawab Onew hyung.

Ada apa dengan Onew hyung hari ini?. Kenapa ia berbeda sekali?. Tidak biasanya ia seperti ini. Biasanya ia selalu tersenyum denganku, tapi pagi ini aku tidak melhat senyum di bibirnya sama sekali. Malah Onew hyung terlihat sedang sedih dan tidak ada gairah untuk hidup. Tapi kenapa?.

Aku mendesah kesal dan pergi dari kamar Onew hyung. Aku berjalan menuju kamar kakek. Aku buka sedikit pintu kamarnya untuk membuat sedikit celah. Aku lihat kakek sedang memijat-mijat kepalanya. Wajahnya sangatlah muram. Kenapa semua orang di rumah ini menjadi aneh?.

Sebenarnya apa yang terjadi?. Benar-benar membingungkan. Aku membuka pintu dan masuk ke dalam kamar kakek.

“kakek, gwenchana?”tanyaku.

“ya…Taemin. Kau mengagetkan kakek saja”ujar kakek.

Aku terkekeh kecil. “hehe, mianhae. Kakek, aku ingin menanyakan sesuatu”.

“kau mau tanya apa?”.

“kenapa Onew hyung hari ini aneh sekali. Apa terjadi sesuatu?”.

“ehm…mungkin dia kelelahan”.

“ah…kalau hanya kelelahan Onew hyung tidak akan seperti ini. Sepertinya ada yang kakek sembunyikan dariku”.

“a…aniyo. Sudahlah, Taemin. Kakek sangat lelah. Kakek ingin tidur dulu”.

Aku menghela nafas dan keluar dari kamar kakek. Aish…padahal ini masih pagi tapi kenapa suasana di rumah ini sangat aneh. Aku masuk ke dalam kamarku dan membaringkan tubuhku di kasurku. Ini sangat membosankan. Hem…kira-kira appa dan umma sedang apa yah?. Apakah mereka sudah sampai di Jepang?. Lebih baik aku menelfon mereka.

Aku mengambil handphoneku dan menelfon umma. Aku menunggu telfonku di angkat tapi…

“nomor telfon yang anda tuju sedang tidak aktif”.

Mwo? Tidak aktif. Aneh, bukankah umma selalu mengaktifkan handphone miliknya?. Lalu, aku menelfon appa. Tapi, sama saja  handphone milik appa juga tidak aktif. Menyebalkan!.

-Taemin pov end-

-Onew pov-

Kehilangan orang yang kalian cintai itu sangat menyakitkan. Itu yang aku rasakan saat ini. Sekarang tanggal 8 Desember 2011. Mereka meninggal di saat hari ulang tahunku sudah dekat. Kenapa mereka melakukan ini padaku?!.

Biasanya setiap pagi hari aku awali dengan senyum di bibirku dan bersenda gurau dengan Taemin. Tapi, pagi ini sangatlah berbeda. Pagi ini aku tidak merasakan kehangatan sama sekali, matahari pun sepertinya enggan memancarkan sinarnya. Rasanya suit sekali tersenyum di pagi ini.

Aku tahu, pasti Taemin akan menanyakan tentang appa dan umma padaku. Menanyakan, kapan mereka pulang?, kenapa mereka tidak memberi kabar dan lain-lain. Apa yang harus aku jawab? Aku tidak mungkin mengatakan hal yang sejujurnya padanya. Aku takut penyakit jantungnya akan kambuh dan semakin parah.

Sekarang, aku hanya mempunyai kakek Sung Min, Taemin, dan Key. Key adalah sahabatku sejak kecil. Yah, dialah tempatku mencurahkan semua isi hatiku. Walaupun dia sedikit cerewet tapi itu tidak masalah untukku. Hari ini, Key tidak bisa datang ke pemakaman orang tuaku karena dia sedang berada di Daegu menemui neneknya.  Huh…umma! Aku tidak bisa menanggungnya sendiri. Ini terlalu sulit!. Umma, appa kenapa kalian meninggalkanku dan Taemin?. Kenapa harus aku yang mengalami ini?.

-Onew pov end-

Taemin masih berbaring di kasurnya. Ia sangat bingung mau melakukan apa. Hyung nya hari ini mendadak menjadi sangat dingin padanya. Semua hal yang ada di rumah ini mendadak menjadi sangat membosankan bagi Taemin.

Hello hello nareum dareo yeongil naesseoyo

Hello hello jamshi yaegi hallaeyo

Handphone milik Taemin berdering. Senyumnya mengembang, ia fikir kalau yang menelfonnya itu adalah orang tuanya. Tapi, sayangnya yang menelfonnya bukan orang tuanya melainkan Key, sahabat hyung nya.

“yobossaeyeo, Taemin-ya!. Bogoshippeoyeo!”ujar Key.

“ya…kenapa hyung yang menelfon”ujar Taemin kesal.

“ya! Jadi kau tidak mau aku menelfonmu”kesal Key.

“bukan begitu hyung. Aku menunggu umma dan appaku menelfonku”ucap Taemin.

“begitu yah…mungkin umma dan appamu sedang sibuk dengan liburan mereka”Key merendahkan suaranya.

“huh…mereka tega sekali. Masa hanya karena liburan mereka tidak menelfonku”.

“hey, sudahlah. Kau ada di mana? Aku tidak mendengar suara Onew”.

“aku ada di rumah. Onew hyung ada di kamarnya. Ia mengunci pintu kamarnya dan tidak mengizinkanku untuk masuk. pagi ini Onew hyung sangat aneh. Ia dingin sekali padaku”.

“jinja? Akan ku marahi dia karena bersikap dingin padamu. Lihat saja, setibanya aku di Seoul akan ku omeli dia!”ujar Key.

Taemin tertawa. “haha…hyung bisa saja. Kapan kau pulang hyung?”.

“hem…besok aku pulang. Yasudah yah Taemin. Aku tutup. Bye!”.

“bye, hyung”.

Pip , telfon terputus. Taemin duduk di kasurnya dan melihat ke arah kalender. Terlihat lingkaran dan tulisan “onew hyung’s birthday” di tanggal 14. Taemin menepuk jidatnya. “tinggal 6 hari lagi. Aku belum menyiapkan hadiah untuk Onew hyung. Bagaimana ini?”ujar Taemin.

Ia berjalan menuju lemarinya dan melihat tabungannya. “3.000 won. Mana cukup?!. Aku harus menabung dari hari ini”ujar Taemin. Taemin berjalan keluar dari kamarnya dan pergi menuju kamar Onew. Taemin memutar kenop pintu, tapi tidak bisa terbuka. Pintu kamar Onew masih di kunci. Taemin menghela nafasnya dan kembali ke kamarnya. Ia mengeluarkan playstation miliknya dan bermain game. Hanya ini yang bisa Taemin lakukan untuk menghilangkan kebosanannya.

*3 jam kemudian*

Onew membuka matanya dan bangun dari tidurnya. Ia beranjak dari kasurnya dan mengganti pakaiannya. Tak lama, Onew keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga rumahnya. Di lantai bawah terlihat Taemin sedang asyik menonton tv. Onew tersenyum tipis melihatnya. Taemin yang merasa ada orang yang memperhatikannya menoleh ke arah Onew.

Senyum mengembang di bibir Taemin. “hyung, sepertinya tidurmu nyenyak”ujar Taemin.

Onew menghampiri Taemin dan merebut remote tv dari tangan Taemin. “nyenyak sekali”balas Onew.

“ya! Onew hyung! aku sedang menonton! Berikan remotenya padaku!”rengek Taemin.

Tangan kanan Onew menggenggam erat remote tvnya dan telunjuk tangan kiri Onew bergerak ke arah kanan dan kiri. “tidak bisa…”ujar Onew.

“ya! Hyung! kata orang zaman dahulu, mengalahlah pada adikmu”ujar Taemin.

“kata orang zaman sekarang, mengalahlah pada kakakmu”balas Onew tak mau kalah.

“ya! Dimana-mana, kakak yang mengalah pada adiknya!”.

“tidak juga”.

“ayolah hyung…berikan padaku”rengek Taemin.

Onew berfikir sejenak. “baiklah, karena aku hyung yang baik. Aku akan berikan remote ini padamu”ucap Onew dan mengulurkan remotenya pada Taemin.

Taemin tersenyum dan menggerakkan tangannya untuk mengambil remote yang berada di tangan Onew. Saat Taemin ingin mengambilnya, Onew langsung menarik tangannya kembali.

“ya! Hyung!”kesal Taemin dan mencoba mengambil remote yang berada di tangan Onew.

Onew tertawa melihat tingkah laku Taemin. “baiklah, ini”Onew memberikan remote pada Taemin.

Taemin mengambilnya. “nah gitu dong hyung”.

“hyung”panggil Taemin.

“ne?”sahut Onew.

“kenapa umma tidak mengabari kita yah kalau mereka sudah sampai di Jepang atau belum?”tanya Taemin.

Onew menelan ludahnya. “umma memberitahuku kalau ia sudah sampai di Jepang”jawab Onew berbohong.

“Jinja? Kenapa ia tidak memberitahuku? Dan kenapa handphone umma tidak aktif saat aku menelfonnya tadi?”. Tanya Taemin lagi dengan wajah yang kesal.

Onew memaksakan senyum di bibirnya. “hem…mollayo”.

Taemin menghela nafasnya. “menyebalkan!”ujar Taemin.

*keesokan harinya*

Seperti biasa, Onew mengantarkan Taemin untuk terapi. Untuk mengajak Taemin pergi terapi, Onew harus menyogoknya dengan banana milk kesukaannya. Kalau tidak begitu, Taemin tidak akan mau terapi. Tapi, hari ini Taemin menolak banana milk yang di berikan oleh Onew. Onew kebingungan harus merayu Taemin dengan apa. Tidak biasanya Taemin menolak banana milk pemberiannya.

“aku bosan dengan banana milk. Bagaimana kalau hyung memberikanku 5.000 won? Dengan senang hati aku akan menerimanya dan pergi terapi”tawar Taemin.

Onew membulatkan matanya. “ya! Kau ini! Untuk apa 5.000 won itu?”.

“untuk aku belikan sesuatu lah hyung. masa untuk aku makan”.

Onew menghela nafasnya. Ia merogoh saku celananya dan mengambil dompetnya. Lalu, ia mengambil beberapa lembar uang dan memberikannya pada Taemin. “ini, tapi lain kali kau tidak boleh menolak untuk di terapi!”ujar Onew.

Taemin tersenyum lebar dan mengambil uangnya dari tangan Onew. “ok, hyung”.

“kajja, kita berangkat”ucap Onew.

Taemin menganggukkan kepalanya dan mereka berdua masuk ke dalam mobil milik Onew.

Amigo keunyeol boda naega michyeo

Amigo iri sone an jabhyeo

Handphone milik Onew berdering. Karena sedang fokus mengendarai mobil, Onew menyuruh Taemin untuk mengangkat telfonnya.

“yeobossaeyo”. Sapa Taemin.

“Taemin? Mana Onew? Kenapa kau yang angkat?”tanya Key.

“Onew hyung sedang menyetir. Wae?”.

“kalian mau ke mana? Aku sudah sampai di Seoul”.

“wuah! Jinja?! Akhirnya kau pulang juga hyung. kami akan ke rumah sakit Seoul. Seperti biasa aku mau terapi”.

“baiklah, kalau begitu aku akan ke sana. Aku tutup yah, annyeong Taemin”.

“annyeong, hyung”.

Telfon terputus.

“itu Key yah?”tanya Onew.

“ne, hyung. dia sudah sampai di sini. Katanya ia akan ke rumah sakit”jawab Taemin girang.

Onew tersenyum tipis melihat namdongsaengnya tersenyum.

-Rumah Sakit Seoul-

Onew dan Key sedang duduk di koridor rumah sakit dan menunggu Taemin selelsai terapi.

“Taemin, tidak tahu kalau orang tuamu sudah tiada?”tanya Key.

Onew menatap lurus ke depan. “ne, kakek melarangku untuk memberitahunya. Aku juga takut kalau aku memberitahunya tentang hal ini. Penyakitnya akan bertambah parah”jawab Onew datar.

“tapi, cepat atau lambat dia akan mengetahuinya”.

“aku sendiri yang akan memberitahukannya tentang hal ini. Aku akan memberitahunya saat ia sudah mendapat pendonor. Sebelum ia mendapatkan pendonor aku tidak akan membiarkan dia mengetahui hal ini”.

Key menatap sahabatnya dengan berkaca-kaca. Ia merasakan kesedihan yang di alami oleh sahabatnya itu. “onew…”.

“aku hanya tidak mau ia menyusul mereka. Terlebih lagi, ia masih sangat muda. Masa depannya masih panjang Key…banyak yang bisa ia lakukan. Aku rela jika harus memberikan jantungku padanya. Aku sangat menyanyangi Taemin”ucap Onew, setetes air mata terjatuh dari pelupuk matanya.

“kau harus tegar Onew. Dan yang terpenting kau harus selalu tersenyum di depan Taemin”.

“selalu, Key”Onew menyeka air matanya.

Tak lama, pintu ruangan terbuka. Taemin keluar dari ruangan itu dan menghampiri Key dan Onew.

“kajja, hyung. kita pulang”ujar Taemin.

“lebih baik kita pergi makan terlebih dahulu. Karena hari ini Key baru pulang jadi dia yang mentraktir kita hari ini”ujar Onew dan melemparkan senyum evilnya pada Key.

“mwo?! Andwae. Aku tidak mau!”tolak Key mentah-mentah.

“ya…ayolah hyung. Key hyung yang baik, rajin menabung dan tidak sombong traktir kami yah..”rayu Taemin dengan puppy eyes nya.

“rayuanmu sudah basi Taemin. Sekali tidak tetap tidak”. Key masih menolak.

Onew mendekatkan handphone miliknya ke wajah Key dan memperlihatkan sesuatu padanya. “bagaimana kalau ini? Apakah kau masih tidak mau mentraktir kami?”.

Mata Key membulat saat melihat foto dirinya yang sedang tertidur dengan mulut terbuka(#mianlockets *bow* hehe). “YA! Lee Jinki! Kapan kau mengambil foto itu?! Ya!”teriak Key.

Onew tertawa puas. “bagaimana? Mau mentraktir atau tidak?”.

Key mendesah kesal. “awas kau Onew! Ne, aku akan mentraktir kalian!”ujar Key pasrah.

“yeay! Gomawo Key hyung”ucap Taemin.

Key hanya bisa menghela nafasnya. Lalu mereka berjalan keluar dari rumah sakit. Key terlihat menjadi sangat tidak semangat. Onew menepuk punggung Key. “Key, kenapa kau kelihatan kusut sekali?”.

Key menatap Onew tajam seakan-akan ingin menelannya saat ini juga. Onew merinding melihat tatapan Key kepadanya. “ya…Kim Kibum! Kenapa kau menatapku seperti itu?”ujar Onew.

Key memalingkan wajahnya dari Onew. Sedangkan Taemin bingung dengan tingkah laku Key dan Onew.

***

Beberapa hari berlalu, tepatnya 5 hari telah berlalu. Hari ini adalah hari ulang tahun Onew. Onew bangun dari tidurnya dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Lalu, ia keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga rumahnya. Suasana di rumahnya sangat sepi dan gelap.untuk andijhjchjfh jika kamu suka andi katakan

“kenapa gelap sekali?”gumam Onew.

Lalu, Onew menyalakan lampunya dan….

“SURPRISE!”teriak Taemin, Key, dan kakek Sung Min.

Onew tersenyum lebar dan bahagia mendapat kejutan dari orang-orang yang di sayanginya.

“saengil chukahamnida …saengil chukahamnida…saranghaneun Lee Jinki…saengil chukahamnida…”. Key, Taemin dan kakek Sung Min menyanyikan lagu ulang tahun untuk Onew.

Onew terharu sampai meneteskan air matanya.

“hyung…cepat tiup lilinnya dan make a wish!”ujar Taemin bersemangat.

Lalu, Onew memejamkan matanya. “Ya Tuhan, aku hanya ingin melihat semua orang yang aku sayangi bahagia dan aku berharap agar dongsaengku, Taemin sembuh. Tuhan, tolong kabulkan doaku ini”. Ucap Onew dalam hati, ia membuka matanya dan meniup lilin yang berbentuk angka 20.

-Onew pov-

Aku sangat bahagia dan terharu. Walaupun, hanya Taemin, Key, dan kakek saja yang memberikan kejutan padaku tapi bagiku itu sudah cukup. Seandainya saja umma dan appa ada di sini pasti akan lebih menyenangkan.

Setelah aku meniup lilin, kami pergi menuju meja makan. Di sana sudah tersedia banyak makanan. Saat aku perhatikan lagi semua makanannya dari ayam. Yeay!.

“Onew hyung, makanan ini di buat oleh Key hyung”ujar Taemin.

Aku tidak kaget saat mendengar Key yang memasak ini semua. Key memang jago dalam memasak. Dulu, saat aku dan Key masih SMP dia pernah membawakan bekal untukku. Dia bilang dia yang memasaknya. Awalnya, aku pikir makanannya tidak enak. Tapi, saat aku memakannya rasanya sangat enak.

Aku memakan masakan buatan Key. Seperti yang aku pikirkan, rasanya enak.

“rasanya…seperti…melayang-layang di udara dengan bidadari cantik, lalu terjatuh ke dalam lautan api yang sangat panas dengan di temani oleh orang-orang berwajah sangat…mengerikan…”ujarku.

Key yang mendengarnya menjadi kesal dan menatapku dengan sinis. Tatapan yang sangat mengerikan. Matanya menyiratkan ingin membunuhku, memukulku, dan sebagainya.

Aku tertawa kecil. “hehe…aku hanya bercanda Key…”.

Ia masih menatapku dengan tatapan yang mengerikan itu. Dari tatapannya sepertinya ia ingin mengatakan “masa bodoh! Aku tidak perduli!” padaku.

“sudah…sudah…kalian ini sudah dewasa tapi masih saja seperti anak kecil. Hei, Jinki. Cepat potong kuenya”ujar Kakek bijak.

Aku hanya tertawa mendengarnya. Sesuai perintah kakek aku memotong kue coklat dengan hiasan buah cherry di atasnya dan tulisan HAPPY BIRTHDAY dari cream putih. Potongan pertama aku berikan kepada Kakekku. Potongan kedua tentu saja untuk Taemin dan potongan yang ketiga untuk Key.

“untuk sahabat terbaikku di dunia”ucapku pada Key.  Wajah Key menjadi sedikit merah dan seulas senyum terukir di bibirnya. Ini adalah hari yang sangat indah dan menyenangkan!. Umma, Appa…apakah kalian baik-baik saja di sana?. Apakah kalian bahagia di surga sana?. Aku harap kalian bahagia sepertiku. Aku sangat merindukan kalian.

-Onew pov end-

***

Matahari sudah mulai terbenam di barat. Sore hari di Seoul memang cukup dingin. Onew merapatkan jaketnya, tidak biasanya Taemin mengajakanya keluar di sore hari. “dingin sekali”gumam Onew. Onew melihat ke arah Taemin yang tampak sangat bersemangat. Padahal ini sangat dingin tetapi Taemin tidak kedinginan sama sekali.

“Taemin, kita mau ke mana?”tanya Onew pada namdongsaengnya itu.

“ehm…molla. Aku hanya ingin keluar dan berjalan-jalan. Hehe”jawab Taemin.

Onew menghela nafasnya. Ia benar-benar kedinginan. Harusnya ia tidak menuruti permintaan Taemin tadi.

-Taemin pov-

Sebenarnya aku ingin membelikan hadiah pada Onew hyung, sore ini. Tapi, aku tidak tahu harus memberinya apa?. Karena itu aku mengajak Onew hyung keluar. Sampai sekarang aku belum tahu ingin membelikan apa untuk hyung. Saat kami sedang berjalan, kedua bola mataku melihat sebuah jam tangan yang sangat bagus. Di poster itu, terlihat jam tangannya sangat menarik dan keren.

Toko jam tangan itu terletak di seberang jalan. Jam tangan itu sepertinya cocok untuk Onew hyung. “hyung, tunggu di sini sebentar yah. Ada sesuatu yang ingin aku beli”ucapku pada Onew hyung. Onew hyung menganggukkan kepalanya.

Dengan sangat antusias aku menyebrangi jalan dan pergi ke toko itu. Aku sangat tidak sabar memberikan jam tangan itu kepada Onew hyung. Tak lama, aku keluar dari toko dengan sebuah kado di tanganku. Aku sangat senang sekali bisa memberikan ini untuk Onew hyung.

-Taemin pov end-

Taemin mulai menyebrangi jalan, tanpa di sadari Taemin. Sebuah mobil sedang melaju dengan kecepatan tinggi dan siap menerjang tubuh Taemin. Onew yang melihatnya, berlari sekuat tenaga. Semoga saja ia sempat menyelamatkan dongsaengnya.

BRAKK….

———————————–TBC—————————————

Annyeong, readers. Gimana ff keduaku ini?. Maaf yah kalo ada typo. Mian juga kalo ceritanya gak bagus. Maklum masih amatiran. Gomawo, udah baca ff ini. Don’t forget to leave your comment. 😀 *deepbow*

 

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

27 thoughts on “{FF PARTY 2011} FOR MY BROTHER – Part 1”

  1. oh itu 20 mnit kmudian ya…hahaha… aku kira 20 thn kmudian… slh bc…
    td smpt ngakak bc castnya… sungmin jd kakek… kkkk
    mengharukan ceritanya.. penasaran gimana nasib taemin n jinki selanjutnya… ayo update lg ff party nya

  2. O mi got…jgn blg yayang ku onyu harus mate n ngasi jantung nya hikss…jgn sad ending dung thor…br aja onyu ngerayain ultah nya…hikss..

  3. Sumpah keren , mengharukan dan . . . LEE junki *haha aku pikir it kmbran.y Onew , eh trnyta APPA.y toh !!! (^.<)V dan yg kcelakanan itu onew apa taemin yg trtabrak ???

    1. whoa sampai di bilang keren. gomawo jeongmal gomawo 😀
      hehe iya itu appanya Onew sama Taemin
      yang kecelakaan?
      hem, lihat next part aja yah

  4. Khawatir dengan penyakit jantung Taemin, semua orang tidak memberitahu kabar duka kedua orang tuanya. Onew pasti berusaha keras menyelamatkan Taemin dari tabrakan.
    Nice story. Lanjut!

  5. Gomawo admin udh maudi publish
    speechless
    karena tadi ada typo gak jelas. Itu kerjaan adik ku T.T
    mian yah kalo ad typo yg namanya andi2 itu -,-
    Aku juga baru nyadar kalo ada kata2 yg nyeleneh itu -_-”
    Soalnya adik aku itu gak tau aku bkin ff buat di publish di sini.
    Jadi curcol gini -.- hehe
    makasih yah buat readers yg udh mau comment ff ku. 😀 *bow*

  6. omoo ,, siapa tuw yg kena tabrak ??
    aduuucchhh ,, kasian banget onew ama taemin harus kehilangan ortu nya ..
    apalagi onew yg bebannya tambah berat karna harus berbohong ma adiknya ….
    moga happy ending ,, *bujuk2 author*

  7. lho..kok tbcnya ditaruh situ….????? penasaran kan jadinya! *yah,kan emang kudu gitu*
    jantungnya taemin oppa kenapa kok diterapi???????? 😦

    trus jadi yang ketabrak siapa nih? apakh onew oppa? ataukah taemin oppa???
    mari kita tunggu kelanjutannya………… fighting!!!!! 🙂

  8. onew kasian… harus menyimpan rahasia besar sperti itu ke taemin…
    taemin kenapa? gak papa kan? padahal kan dia mau ngasih kado buat onew…
    lanjut part 2…

  9. ANDWAEEEEEEEEEE
    Huaaaaaa T_T pas mulai kata-kata Taemin mau nyebrang langsung deh mikir bakal ada mobil yg mau nabrak. Tuhkaaannn benerrrrrr!! Aaaaaaaaaaaaa T_T *heboh kelewatan*
    Onew itu kakak yang baik yaa :” sayang banget sama Taeminnyaaa :”:”
    Daebaak! :”D

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s