{FF PARTY 2011} He’s My Twins 一 Part 1

Title                            : He’s My Twins 一 part 1
Author                                  : mutiaadha
Main Cast                            : Onew, Key.
Support Cast                      : Jonghyun, Minho, Taemin, Kim Nayeon.
Other Cast                          : Youngmin as Appa, Seoyeon as Umma.
Genre                                   : Bromance, Friendship, Angst.
Length                                  : Twoshot
Rating                                   : PG 13
Summary                             :  “I hate when someone said that i’m nothing, and Onew is better than me! I                                                     hate him, really hate even though he’s my twin. I don’t wanna care anything                                                      about him, i think my life will be better if he’s gone from this world!” 一 Key
Ket                                         : mendaftar sebagai author tetap.

Recommended Backsound : B2ST – Beautifull

Note:
annyeong ^^;;; haiii perkenalkan aku mute, kali ini aku muncul lagi dengan ff bertemakan bromance dengan Onew dan Key sebagai cast utama. Dan di ff ini aku buat mereka kembar loh hihi *ngaco* karena emang pas pertama kali SHINee debut aku susah banget ngebedain Onew sama Key, mereka rada mirip sih, ya udah jadi aku buat aja mereka kembar ^^ makanya jangan permasalahin marga mereka disini ya 🙂 Aku harap ff ini dapat menghibur para readers semua ya. Jangan lupa buat klik like kalau kalian suka ff ini dan comments kalian juga berarti banget loh buat aku, jadi jangan jadi silent readers juga ya, please respect to each other. Happy reading, SSF. xoxo 🙂

==========================

“Selamat untuk Onew, si Jenius kita yang berhasil meraih juara pertama di kompetisi matematika tingkat nasional!” seru Youngmin seraya bertepuk tangan dan menatap anaknya itu dengan tatapan bangga. Onew hanya tersenyum sumringah karena perlakuan appa-nya, ia merasa itulah kewajibannya sebagai seorang anak, memberikan yang terbaik untuk kedua orangtuanya.

            “Kalau begitu mari kita bersulang demi keberhasilan Onew!” Seoyeon kini sudah mengangkat tinggi-tinggi kaleng coke-nya, mengajak kedua anaknya —Onew dan Key— serta suaminya bersulang. Tanpa komando lagi, Onew dan Youngmin sudah mengangkat kaleng coke mereka dan bersulang bersama Seoyeon, sedangkan Key hanya diam sambil memerhatikan mereka sinis.

            Sudut bibir Key terangkat tipis, sedikit tersenyum meremehkan. Ya, seperti itulah kedua orangtuanya, mereka selalu memberikan apresiasi besar pada prestasi Onew yang segudang, dan jujur saja, hal itu sungguh membuat Key muak.

            Sejak kecil, Key sudah merasa bahwa ia dan Onew berbeda dalam segala hal sekalipun mereka murni saudara kembar. Onew yang pintar, rajin, dan berbakat sungguh jauh berbeda dengan Key yang bodoh, malas, dan tak memiliki apapun untuk dibanggakan. Satu-satunya bakat yang Key punya hanya dance, tetapi Youngmin dan Seoyeon tak pernah menganggap dance sebagai bakat yang membanggakan sehingga Key merasa bahwa dirinya memang tak dapat berbuat apapun untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

            Mungkin itulah sebabnya mengapa perlakuan Youngmin dan Seoyeon berbeda kepada Key. Mungkin karena Key tak pernah membuat mereka bangga sehingga mereka lebih perduli dan sayang pada Onew. Key menganggap ini diskriminasi, tapi ia juga tak dapat berbuat apapun karena memang ia tidak memiliki alasan yang kuat untuk membuat mereka bangga terhadapnya.

            “Key, jangan diacak-acak makanannya! Habiskan!” tegur Youngmin yang tiba-tiba saja mengagetkan Key. Key hanya diam tertunduk, ia tahu sejak tadi ia hanya melamun sebari mengacak-acak makan malamnya, tetapi Key tak benar-benar memerdulikan ucapan Youngmin.

            “Onew, coba ini..” kini Youngmin beralih kearah Onew, menyerahkan sepiring daging yang baru selesai dipanggang kepadanya. “Appa rasa ini daging terbaik yang pernah Appa makan!”

            Key memutar bola matanya kesal. Well, sikap Youngmin benar-benar berbeda 180 derajat dari yang sebelumnya, ia dapat begitu perhatian pada Onew, tetapi tidak pada Key.

            “Onew, lihat ini! Umma membelikan hoodie ini untukmu sebagai hadiah karena kau telah meraih juara di kompetisi matematika!” seperti melengkapi kebencian Key pada kedua orangtuanya dan juga pada Onew, kini Seoyeon menyerahkan hadiah khusus buat anak kesayangannya itu di hadapan Key. Oh great, apalagi yang bisa lebih buruk dari ini?

            “Umma, andwaeyo. Tidak usah sampai segininya..” tolak Onew akan hadiahnya.

            “Ani, aniyo. Umma memang sengaja membelikan ini karena Umma tahu kau perlu. Kau sering belajar hingga larut malam, sedangkan cuaca akhir-akhir ini sedang dingin, kau pasti membutuhkan ini.”

            Dan pada akhirnya Onew menerima hadiah dari Seoyeon itu. Key tahu, sebelumnya Onew hanya berbasa-basi.

            “Kamshamnida Umma, Appa.. Jeongmal kamshamnida.”

            Key sudah benar-benar muak. Ia tidak bisa berlama-lama lagi disana, menyaksikan keluarganya bercengkrama untuk hal yang paling dibencinya. Dan yah, ia juga bukan penonton yang siap menyaksikan keharmonisan kedua orangtuanya yang memerlakukan dirinya berbeda dengan saudara kembarnya.

            “Aku selesai.” ucap Key seraya meletakan sumpitnya secara kasar di meja makan. Key bangkit dan segera beranjak ke kamarnya. Rasanya hal itu lebih baik daripada terus berada disini.

            “Mau kemana kamu? Habiskan dulu makananmu!” bentak Youngmin mengcegah Key pergi, tapi Key tak perduli, ia tak menghiraukan Youngmin barang sedikitpun, ia tetap melanjutkan niatnya untuk mengakhiri makan malam dan pergi ke kamarnya.

            Key dapat dengan jelas mendengar umpatan Youngmin akan kelakuannya ketika ia baru menapaki langkah pertamanya di tangga, tetapi di detik berikutnya ia sudah kembali mendengar gelak tawa Youngmin, Seoyeon, dan Onew yang terdengar begitu menyakitkan untuknya.

            Ya, mungkin saja kedua orangtuanya itu sudah tak pernah menganggapnya sebagai anaknya lagi.

***

“Audisi SM entertaiment?” sebelah alis Key terangkat begitu ia melihat iklan audisi sebuah entertaiment besar di Korea itu dari smart phone-nya. Dengan seksama Key membaca persyaratan yang diajukan pihak SM, dan sepertinya Key tertarik untuk mengikuti audisi itu.

            “Dance or singing..” Key sedikit menggantungkan kalimatnya. Hanya dua bakat itu yang dicari oleh pihak SM, mungkin ia lihai dalam dance, tetapi untuk bernyanyi? Nampaknya ia harus les private pada Jonghyun.

            “Kita berangkat sekarang!” Key langsung memasukan smart phone-nya secara asal begitu ia mendengar suara Youngmin yang makin mendekat. Ia hanya tidak ingin orangtuanya itu tahu kalau ia akan mengikuti audisi SM, mereka pasti akan secara tegas melarangnya.

            Key sudah berdiri tegak menatap Youngmin yang baru muncul bersama Onew dari arah ruang keluarga. Seperti biasanya, mereka tampak rapih dengan seragam masing-masing, Youngmin dengan seragam kerjanya dan Onew dengan seragam sekolahnya. Sepertinya hari ini Youngmin akan mengantarkan Onew ke sekolah.

            “Kau ikut mobilku?” tanya Youngmin ketika ia sampai dihadapan Key. Dengan cepat Key menggeleng, ia tidak ingin terjebak dalam situasi tidak mengenakan dimana ia akan semakin terpojokan.

            “Aku naik bus saja..” tolak Key yang secepat mungkin berlalu menuju rak sepatu.

            Key sedang serius mengikat tali sepatunya begitu Seoyeon muncul dengan sekotak bekal makanan di tangannya, Seoyeon kemudian menyerahkan bekal itu pada Onew yang dengan senang hati diterimanya.

            “Jangan membeli makanan sembarangan, Umma sudah buatkan sandwich special untukmu, arraseo?” pesan Seoyeon tanpa menghiraukan Key sedikitpun. Key hanya mengelus dada, mencoba tak memerdulikan umma dan saudara kembarnya itu sekalipun hatinya teriris sangat perih. Key tidak tahu apakah ia dapat bertahan lebih lama lagi jika setiap hari menerima perlakuan seperti ini.

            “Kalau kau sempat, setelah pulang sekolah datanglah ke lestoran, Umma akan buatkan makanan yang enak sekali, arraseo?” Seoyeon mengelus kepala Onew lembut, sedangkan Onew hanya tersenyum menanggapinya. Tak lama setelah itu, Onew dan Youngmin sudah berangkat dengan Audi milik Youngmin yang sedari tadi terparkir manis di garasi.

            “Aku pergi.” Key nampaknya juga sudah terlalu muak untuk terus berada disana terlalu lama. Ia hanya izin seadanya pada Seoyeon dan kemudian menghilang dari balik pagar.

***

Hanyoung senior high school..

            Great! Nampaknya Tuhan belum puas jika hanya melihat Key menderita dengan sikap kedua orangtuanya, buktinya saat ini, di sekolah pun semua orang sibuk membanding-bandingkan dirinya dengan Onew. Baru masuk saja Key sudah mendengar suara-suara kecil yang sangat menganggu telinganya. Hampir seluruh teman sekelasnya membicarakannya. Walaupun Key tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan secara jelas, tetapi Key yakin mereka pasti sedang membanding-bandingkan Key dengan Onew saat ini.

            “Shit!” umpat Key kesal. Itu lah salah satu alasannya untuk membenci Onew juga. Perbandingan. Ia tidak pernah suka jika dirinya dibanding-bandingkan dengan Onew. Walaupun kembar, Key tak pernah ingin serupa dengan Onew. Itu jugalah yang menjadi alasan kenapa Key mengecat rambutnya menjadi pirang, agar ia tak terlihat identik dengan Onew.

            “Onew itu hebat ya, bisa juara olimpiade matematika tingkat nasional, dia pasti rajin dan pintar..”

            “Onew itu baik, tidak sombong dan juga ramah. Berbeda sekali dengan seseorang..”

            Key tertawa kecil menyikapi Yujin, teman sekelasnya yang sepertinya sengaja menyindirnya. Onew lagi, Onew lagi. Nampaknya Key memang akan terus mendengar nama itu sampai akhir hayatnya. Andaikan bisa memilih, Key lebih suka terlahir sebagai anak tunggal atau sebagai seseorang yang memiliki saudara siapapun itu asal bukan Onew.

            “KEY~AH!” Key sedikit terlonjak begitu ia mendengar suara khas Jonghyun -—sahabatnya— yang tiba-tiba muncul di ambang pintu kelasnya. Jonghyun pun langsung berlari menghampiri Key yang kemudian diikuti oleh Taemin dan Minho yang sedari tadi mengekor di belakang Jonghyun.

            “Key~ah, saudara kembarmu menang olimpiade tingkat nasional?!” tanya Jonghyun bersemangat, tentunya hal itu langsung disambut dengan tatapan tajam Key yang disertai dengan ilusi laser-nya yang jika memang bisa dapat keluar dan membakar tubuh Jonghyun.

            “Stop talking about him. You know, i hate it..” jawab Key ketus. Sungguh, ia tidak ingin mendengar nama Onew disebut lagi dihadapannya.

            “Wah, aku sangat bangga padanya. Ia semakin bersinar ya, sementara kau? Kau semakin terlihat tak berguna..” Key mendesah pelan, harusnya ia tahu kalau Jonghyun tidak pintar berbahasa inggris. “Aku jadi ragu jika kau kembar dengannya..” tambah Jonghyun kemudian.

            “Aku juga..” jawab Key seenaknya.

            “AH! Jangan-jangan appa-mu memungutmu sewaktu bayi karena sekilas kau mirip Onew, anak mereka!”

            “Hyung, berhentilah mengejek Key hyung, dia nampaknya tidak suka dengan hal itu!” ucap Taemin yang sepertinya dapat membaca raut wajah Key. Dan Key sangat berterimakasih kepada adik kelasnya yang satu itu karena telah berhasil membuat Jonghyun bungkam.

            “Sudahlah jangan memasang wajah seperti itu terus, kau bisa merusak pandangan mataku!” Minho mencoba mengalihkan pembicaraan kearah lain, ia hanya tidak ingin kekesalan Key bertambah banyak dan pada akhirnya Key malah melakukan hal-hal yang tak seharusnya. “Lebih baik sekarang kita ke lapangan, sekadar menemaniku main basket atau sepak bola?”

            “Tidak ada usul yang lebih menarik dari olahraga?!” tolak Key sinis. Ayolah, ia sedang tak punya hasrat untuk olahraga di siang hari yang begitu terik ini.

            “Woah ide bagus, Minho!” teriak Jonghyun senang. “Sekarang tim cheerleaders juga sedang berlatih. Selagi kau main basket atau sepak bola, aku bisa duduk sambil menonton mereka latihan!”

            “Hyung, kau..”

            “Hey, jangan menolak.. Jebalyo.” Jonghyung langsung memotong kalimat Taemin sebelum namja itu sempat berbicara terlalu banyak. “Key, eotthe?

            “Ani, aku tidak bersemangat untuk melakukan apapun!”

            “Hey.. Hey.. Hey, jangan jadi pria lemah seperti ini. Ayolah, kau bisa melihat pemandangan segar di sana. Nanti ku kenalkan pada anggota tim cheers, eotthe?”

            “Tapi—”

            “Ah, sudah.. Kajja!” tanpa menunggu persetujuan Key terlebih dahulu, Jonghyun kini sudah menarik Key ke lapangan, sekadar menemani Minho bermain basket dan juga untuk melihat tim cheerleaders berlatih.

***

“NAYEON! Nayeon neomo yeppoda!” Key tersenyum sinis melihat Jonghyun dan juga Taemin yang tengah asik berteriak gembira di pinggir lapangan meneriaki salah satu anggota tim cheerleaders yang katanya baru pindah dari Jepang. Ya, mungkin melihat anggota cheers latihan di siang hari yang terik ini bak angin segar bagi Jonghyun karena sesungguhnya Key tahu kalau sahabatnya yang satu itu memang playboy kelas kakap. Tapi bagi Taemin? Oh gosh, Key tidak tahu sejak kapan pikirannya mulai tercemar seperti itu.

            “Key~ah, kau diam saja, huh? Tidak antusias melihat mereka berlatih?” Jonghyun yang melihat Key hanya diam saja pun langsung mencoba mengajaknya berbaur. Secepat kilat Key menggeleng dan mencoba melepaskan tangan Jonghyun yang entah sejak kapan sudah melingkar di lehernya.

            “Aku bukan maniak!”

            “Hey, apa karena aku suka melihat tim cheers berlatih, lalu aku ini maniak?!” sanggah Jonghyun cepat. “Dengar ya, aku cuma suka melihat, bukan suka melihat hal-hal kotor yang mungkin saja sekarang sedang kau pikirkan!”

            “Terserah kau lah!” Key memutar bola matanya. Ya Key tahu, Jonghyun memang playboy, tapi sebenarnya Key juga percaya kalau Jonghyun bukan tipe playboy yang tandakutip.

            “Nayeon noona, neomo yeppoda~” lagi-lagi Key mendengar nama ‘Nayeon’ disebut. Kali ini Taemin yang memujanya. Key jadi penasaran dengan si anak baru pindahan dari Jepang bernama Nayeon itu.

            Karena rasa penasaran yang makin timbul berlebihan, maka Key pun mencoba mengikuti arah pandangan mata Taemin yang nampaknya sedang serius memerhatikan sesorang bernama Nayeon itu. Dan pandangan mata Key tersilaukan oleh cahaya mentari yang langsung menghantam wajah seorang gadis —yang entah mengapa sangat menarik di mata Key— berpita pink itu. Ia dengan lincah bergerak mengikuti gerakan Yuri, kapten tim cheers yang tengah serius mengajari anggota yang lain. Dan sepertinya gadis cantik yang menarik perhatian Key itu adalah ‘Nayeon’ yang sedari tadi dieluh-eluhkan oleh Jonghyun dan Taemin.

            Tanpa Key sadari kini ia sudah menganga lebar, saking terpukau dengan karisma gadis itu. Mungkin selama ini Key sering melihat banyak gadis cantik, apalagi ia berteman dengan seorang Jonghyun, si playboy yang punya banyak stok gadis cantik. Tapi untuk gadis di hadapannya kali ini, Key merasa berbeda. Ia benar-benar unik, tidak artifisial. Apa mungkin Key sudah jatuh cinta padanya? For the first sight?

            Dan Key semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri. Jantungnya berdebar sangat keras tepat ketika gadis itu berlari kearahnya, lebih tepatnya lagi kearah tasnya yang kebetulan ia letakan di sebuah podium yang ada di hadapan Key.

            Key terhenyak begitu ia melihat gadis itu mengelap kening penuh peluhnya itu dengan handuk dari dalam tasnya. Gadis ini benar-benar memikat, dan Key tahu, saat itu ia memang benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama.

            “Nayeon~ssi?” panggil Key ragu.

            “Ya?” Nayeon berbalik, mencoba menatap Key yang kini menjadi lawan bicaranya.

            “Do you will be my girlfriend?”

***

Oh great! Kibum kau memang namja paling merana di muka bumi ini!” ejek Jonghyun yang tak berhenti tertawa sedari tadi.

            Key melengos, mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela. Ya, Key juga sempat berpikiran seperti itu, kalau dipikir-pikir, Key memang namja yang paling tidak beruntung dalam hal apapun. Setelah melakukan hal bodoh dengan mengatakan suatu hal yang nonsense pada Nayeon dipertemuan pertama mereka, kini Key harus menerima kenyataan kalau Nayeon pulang bersama Onew. Jadi itulah alasanya kenapa Nayeon menolak Key, karena ia lebih memilih Onew?

            Mungkin Key bisa terima jika Nayeon menolaknya untuk hal lain, karena Key juga merasa menjadi seseorang yang benar-benar bodoh saat menyatakan cinta di hadapan Nayeon tadi siang. Tapi kenapa harus Onew yang menjadi alasanya? Mengapa harus selalu Onew yang mengalahkannya? Dan mengapa harus Onew yang lebih unggul darinya?! Apa tidak bisa sekali saja seseorang bernama Onew itu berhenti menjadi bayang-bayangnya?

            “Hyung, sabarlah.. Belum tentu jika Onew dan Nayeon pulang bersama itu berarti mereka berpacaran, siapa tahu mereka hanya berteman.”

            Key tahu, Taemin mungkin mencoba menghiburnya, tetapi Key yakin sekali kalau Onew juga menyukai Nayeon. Selera saudara kembar itu tak pernah jauh berbeda.

            “Sudahlah, lupakan Onew dan juga Nayeon. Jika kau mau, aku akan mengenalkan kau pada gadis yang jauh lebih cantik darinya!” hibur Jonghyun yang langsung duduk di sebelah Key. Key mengeleng lemah, ia tidak ingin berurusan dengan gadis manapun lagi. Menurutnya, lebih baik Jonghyun mengajarinya teknik bernyanyi daripada mengajarinya teknik meraih hati wanita.

            “Bay the way.. Hari ini kau ada acara atau tidak?”

            “Aniyo, aku tidak ada acara, memangnya kenapa?”

            “Ajari aku teknik vokal, aku ingin ikut audisi SM!”

            Jonghyun termenung sejenak, menatap Key tak percaya. Entah benar atau tidak yang baru saja ia dengar. Key ikut audisi SM? Bukankah audisi itu sangat sulit?

            “Aku hanya ingin membuktikan pada orangtuaku kalau aku memiliki sesuatu yang dapat mereka banggakan.” jawab Key tegas, sedangkan Jonghyun mengangguk pelan mencoba menghargai keputusan sahabatnya itu.

            “Tapi, apakah orangtuamu setuju dengan jalan ini? Apakah mereka akan mengizinkan kau menjadi seorang artis?” tanya Minho yang sedari tadi sibuk dengan PSP-nya.

            Key mengangkat bahu, sejujurnya ia juga tidak tahu apakah kedua orangtuanya akan menyetujuinya mengikuti audisi kali ini atau tidak, itulah sebabnya kenapa Key tak memberitahu mereka terlebih dahulu soal ini. Ia akan memberitahu mereka jika Key lolos dalam audisi itu dan diterima sebagai trainee SM.

            “Aku tidak tahu soal itu, tapi setidaknya aku ingin mencoba.” jawab Key meyakinkan dirinya sendiri.

            Jonghyun, Minho, dan Taemin tersenyum bangga pada Key. Baru kali ini mereka melihat Key memiliki keinginan sekeras ini. Ya, apapun itu semoga Key dapat mewujudkannya.

            “Baiklah, nanti malam kau datang ke apartement-ku, aku akan mengajarimu.” ucap Jonghyun yang kemudian diiringi dengan senyum sumringah dari bibir Key.

***

“Mau pergi kemana kau?” tanya Youngmin begitu melihat Key, salah satu anaknya itu baru saja menuruni anak tangga rumahnya. Youngmin dapat menebak, Key pasti ingin pergi keluar lagi malam ini.

            “Main.” jawab Key singkat namun ketus.

            Youngmin kini sudah menyilangkan kedua tangannya di dada dan menatap Key dengan pandangan menyeramkan. “Dance lagi? Kumpul dengan teman brandalan itu lagi?”

            “Mereka tidak brandalan!” jawab Key yang agak menegaskan kalimatnya. Key memutar bola matanya, entah apa yang ada dipikiran appa-nya sampai menganggap Jonghyun, Minho, dan Taemin itu brandalan.

            “Terserah kau. Tapi untuk malam ini aku melarang kau keluar, kau harus di rumah sampai besok pagi!”

            Key menatap Youngmin sinis. Sekarang alasan apalagi yang ia pakai untuk melarang Key pergi? “Aku mau pergi, walaupun kau melarangku, aku akan tetap pergi!”

            “Pergilah jika kau mau, tapi jangan harap kau dapat kembali lagi ke rumah ini!” kali ini ancaman Youngmin sukses membuat Key bungkam. Jika sudah seperti ini Key juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi, nampaknya ia harus membatalkan janjinya dengan Jonghyun malam ini.

            Key hendak membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu pada Youngmin ketika tiba-tiba saja Onew muncul dari ruang keluarga dan menghampiri mereka berdua. Key membuang muka ketika ia kembali melihat wajah saudara kembarnya itu, melihat wajah Onew membuatnya teringat kembali pada kejadian tadi siang di sekolah, kejadian saat ia melihat Onew dan Nayeon pulang bersama.

            “Abeoji, aku ada urusan sebentar, ada tugas yang tertinggal di rumah temanku, dapatkan aku pergi dan mengambilnya sekarang?” tanya Onew penuh kesopanan pada Youngmin. Key berdecak kesal, mengapa saudara kembarnya itu begitu hebat dalam mengambil hati appa-nya.

            “Tentu saja, kau dapat pergi malam ini. Hati-hati di jalan, pulanglah sebelum larut, arraseo?” dan Key terbelalak hebat begitu mendengar Youngmin mengizinkan Onew keluar malam ini setelah sebelumnya ia mengancam keras Key. Key tidak habis pikir, dengan appa-nya itu. Entah apa yang ada dipikirannya sampai ia tega membuat keputusan yang berbeda untuk Onew. Key mungkin tahu, kalau Onew memang adak emasnya, anak yang selalu ia dan Seoyeon banggakan, tapi haruskah hanya karena hal itu Key mendapatkan perlakuan yang berbeda? Sejujurnya Key lelah, Key sudah muak dengan semuanya.

            “Pasti, aku tidak akan pulang larut malam. Kalau begitu, aku pergi dulu, Abeoji.” ucap Onew seraya melesat pergi tanpa melihat ekspresi kesal yang Key tunjukan untuknya. Nampaknya Onew tak pernah benar-benar perduli dengan perasaan Key yang selalu tersiksa mendapatkan perlakuan berbeda darinya.

            Key mengatupkan rahangnya rapat-rapat, tangannya pun sudah mengepal erat, ia menahan emosinya agar tidak benar-benar meledak. Key sungguh lelah, Key ingin protes, tapi entah mengapa selalu tidak bisa.

            Youngmin yang katanya adalah appa kandung Key, melarangnya pergi dan menentang semua yang Key ingin lakukan, tetapi ia tak pernah melarang Onew, saudara kembar Key untuk melakukan apapun yang ia ingin lakukan. Bukankah ini tidak adil?

            “Waeyo? Kenapa kau membiarkannya pergi ketika kau bersikeras melarangku? IT’S NOT FAIR!” amarah Key memuncak, untuk kali ini ia tidak bisa tinggal diam.

            Youngmin masih menatap Key dengan tajam, seperti tak merasa bersalah sedikitpun. “Sudah jelas kan? Onew pergi mengambil tugas, sedang kau? Kau hanya melakukan hal yang tak penting!” tepat setelah mengatakan kata yang begitu menyakitkan itu, Youngmin langsung pergi meninggalkan Key sendirian yang kini sibuk memikirkan kemungkinan kalau sebenarnya ia adalah anak punggut. Dan saat itu Key baru menyadari kalau orangtuanya tak pernah benar-benar menyayanginya.

***

Neo micheseyo? Jelas-jelas kalian itu kembar, tidak mungkin kau itu anak punggut!” komentar Minho ketika lagi-lagi Key kembali mengungkit ketidakadilan yang diterimanya.

            “Tapi aku dan dia benar-benar berbeda. Mana ada anak kembar yang berbeda?!” Key terlihat begitu frustasi. Minho tahu mungkin ini adalah batas kesabaran Key setelah seumur hidupnya menerima perlakuan berbeda dari Onew. “Sesungguhnya aku lelah hidup seperti ini. Tersiksa melihat saudara kembarku sendiri diperlakukan istimewa, aku iri melihatnya mendapatkan perhatian lebih dari orangtuaku, aku iri dengannya yang selalu unggul dariku!”

            Minho, Jonghyun, dan Taemin yang saat itu sedang kumpul bersama pun hanya bisa bungkam, membiarkan Key mengeluarkan segala unek-uneknya. Sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk memberi saran atau mengomentari masalah Key, Key hanya butuh pendengar yang baik yang dapat menjadi tempat dimana ia dapat berbagi.

            “Aku muak, aku lelah seperti ini terus. Aku tidak bisa diam saja, aku harus melakukan sesuatu!” pekik Key yang kini bangkit dari duduknya dan bersiap pergi.

            “Melakukan sesuatu? Kau ingin melakukan apa?”

            “Sesuatu yang akan membuat Onew merasakan sakit yang sama seperti yang kurasakan!” tepat setelah Key menyelesaikan kalimatnya, ia pun langsung berlari entah kemana sebelum sempat Minho, Jonghyun ataupun Taemin cegah.

            “KEY!!!” Key masih mendengar jelas suara teriakan ketiga sahabatnya sebelum akhirnya ia segera berlari menghampiri kelas Onew yang letaknya tak begitu jauh dari kelasnya. Ia tahu, di jam istirahat seperti ini, Onew pasti ada di kelas.

            Dan benar saja, Onew ada di dalam kelasnya. Dan yang tambah membuat Key marah adalah ia sedang bersama Nayeon, entah sedang membicarakan apa sampai sibuk tertawa dan tak menyadari kehadiran Key di tengah mereka.

            “Ekhm..” Key berdeham kecil dan rupanya hal itu sukses membuat Onew menoleh kearahnya. Onew sedikit mengerutkan keningnya begitu melihat Key ada di hadapannya, pasalnya Key sama sekali tak pernah menegurnya di sekolah ataupun di rumah, jadi kali ini ada angin apa sampai Key rela datang ke kelasnya?

            “Key? Ada apa?”

            Key terdiam beberapa detik, tak langsung menjawab pertanyaan Onew. Tapi di detik kemudian tangan kanan Key yang sedari tadi sudah terkepal langsung melayang menghantam wajah Onew sehingga menyebabkan namja itu jatuh tergeletak di lantai.

            “KEY! WHAT ARE YOU DOING?!” teriak Nayeon begitu melihat kejadian itu. Seketika Key mulai mendengar suara-suara heboh dari teman-teman sekelas Onew yang menyaksikan kejadian ini.

            Seolah tak perduli, Key berjalan kearah Onew, menarik kerah kemeja Onew dan memaksanya bangkit. Key mendengus pelan melihat kondisi Onew saat ini, Key baru melayangkan satu pukulan kepadanya tapi ia sudah tidak berdaya.

            “Key..” ringis Onew pelan, terlihat darah segar sudah mengalir dari hidungnya.

            “Apakah kau puas? Puas sudah mengambil segalanya dariku? Puas dengan semua yang telah kau lakukan padaku, HUH?!” sekali lagi Key menghantam wajah Onew keras, ia begitu kesal sehingga emosinya tak terkontrol lagi. Key merasa karena Onew, hidupnya menjadi menderita. Dan apa yang Key lakukan saat ini adalah sebuah harga yang pantas yang seharusnya diterima Onew.

            Key baru akan melayangkan pukulan selanjutnya ketika Minho, Jonghyun, dan Taemin datang. Mereka segera memegangi tubuh Key dan menjauhkan Onew dari jangkauan Key. Tetapi seolah belum puas memberi pelajaran padanya, Key terus berusaha melepaskan tubuhnya dari cengkraman kuat tangan Minho, Jonghyun, dan Taemin.

            “PIKYEO!” bentak Key kencang. “Aku bilang minggir!!!”

            “KEY! Sadarlah, kau sedang emosi!” Jonghyun berusaha menenangi Key, namun sepertinya itu tidak mempan bagi Key.

            Sekarang Key berhasil kembali meraih tubuh Onew dan bersiap lagi untuk meninjunya. Key hampir melayangkan tinjunya kearah Onew ketika tiba-tiba saja Onew terjatuh dan tak sadarkan diri di lantai. Key yang melihat hal itu langsung termenung, agak kaget dengan kondisi Onew, tetapi seolah tak percaya begitu saja, Key masih ingin memastikan kalau Onew tak sedang berpura-pura.

            “Ireona! Aku tahu kau berpura-pura!” ucap Key seraya meraih wajah Onew dan menepuknya pelan, tetapi Onew sama sekali tak meresponnya. “YA! IREONA!”

            “Onew~ssi, gwaenchana? Onew~ssi, ireona.. Jebalyo. ONEW~ssi!!!” Nayeon yang melihat kondisi Onew sekarang langsung menghampirinya dan mencoba mengguncang-guncangkan tubuhnya.

            Namun tak ada respon apapun dari Onew. Dan saat itu Key tahu kalau Onew tak berpura-pura.

            “NEO MICHEOSEYO?” teriak Jonghyun keras. Ia sungguh tidak suka cara Key yang mengenakan kekerasan apalagi sampai Onew pingsan seperti itu. Mungkin Key memang kesal pada Onew, tapi tidak seperti ini caranya. “Lihat apa yang kau lakukan? Kalau sudah begini bagaimana?”

            Key terdiam, tidak dapat menanggapi kalimat Jonghyun. Ia tahu ia salah, tapi ia juga tidak pernah menyangka kalau apa yang ia lakukan akan membuat Onew tak sadarkan diri. Padahal Key hanya memukulnya sekali, itu pun tak begitu keras untuk ukuran laki-laki, tetapi mengapa Onew dapat selemah ini?

            “Minho~ssi, jebal dowa juseyo. Bantu aku membawa Onew~ssi ke rumah sakit.” Minho langsung memapah tubuh Onew dan segera membawanya pergi ke rumah sakit diikuti oleh Jonghyun dan Taemin di belakangnya. Sedangkan Key masih terpaku, mencoba mencerna apa yang sebenarnya ia lakukan pada Onew.

            “Key~ssi, aku tidak menyangka kalau kau adalah orang yang seperti ini.” suara Nayeon kini menyadarkan Key. Key melihat yeoja itu sudah berdiri di hadapannya dan menatapnya sinis. Key juga melihat linangan airmata yang mengalir dari kedua pelupuk matanya yang indah. “Jika terjadi sesuatu pada Onew~ssi, aku tidak akan pernah memaafkanmu!”

            Nayeon langsung pergi meninggalkan Key untuk menyusul yang lainnya. Ya, mungkin Nayeon benar, ia juga tidak pernah memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu pada saudara kembarnya itu.

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

63 thoughts on “{FF PARTY 2011} He’s My Twins 一 Part 1”

  1. key kasian… ayo sini sama noona aja… noona jadiin sodara… wakakaka
    onew jg kasian ditonjok2… huaaaa dubu ku… jgn smpe trjdi apa2….

  2. Keingetan MV-nya B2ST yg Beautiful sama yg I Like You the Best 🙂

    Gatau kenapa kasian bgt sm Key disini, karena jujur dibanding-bandingin itu sumpah ga enak T.T
    Apalagi kalau dibandingin sm saudara kandung uuu gaenak bgt.

    Next partnya ditunggu 😀

  3. apa onew punya penyakit sampai2
    ia d perlakukan beda gtu sama key..
    terus waktu KEY mukul juga ga begtu keras
    tp onew x udah pingsan,
    *cuma nebak2 aj..kekekekee 🙂

    tp ceritanya seru ko thor…
    aq yg gak kembar aj klo d beda2’in sama saudara sendiri
    dongkolnya bukan main*curcol… 😛
    apalagi yg notabene kembar identik, yg memang secara fisik kembar,
    tp kn secara kognisi dan kemampuan pasti ad perbedaan..
    hehehe 🙂

    lanjutkan ceritanya ya thor.. 😀

    1. emhhh onew kenapa2 liat di next part aja ya.. tapi yah kamu hampir benar (?)
      aku malah ga pernah dibeda2in sama kakak/adik sendiri, karena aku anak tunggal jd gak tau rasanya. tapi nekat bikin ff yg kaya gini yah -_- *curcol juga*
      btw thanks for comments

  4. Ceritanya seru author
    Kasihan key d beda’in trus
    S onew knp koq bs pingsan pdhl kata key gk gt krs pukulan ya
    D tnunggu part selanjutnya ya author

  5. Malang niaaan nasib dubu~
    Key kasian juha..nm. Kelihatannya kesiksa banget… Tapi dirumah kurasa-rasa onew juga gg bgtu peduli ya sama key, kalau bener baik, seharusnya onew bertindak ketika key dibedain gitu… Huuuhuuh!! Keren deh ff ini!
    Ditunggu next partnya thor!! <3<3

    1. iya aku jg bingung knp onew ga peduli *lah padahal aku yg bikin ceritanya ya?*
      keren bgt? wah kamu berlebihan ah. ff ini masih jauh dari kata itu, aku sendiri takut klo ga ada yg comments *nunduk*
      btw, thanks for comments 🙂

  6. ekh,ekh,ekh. Key oppa kasian,…

    Onew oppa knap? kk pingsan?
    jadi penasaran nih thor… D tunggu part selanjutnya.!!

    Go. Author. Go Author. Go Author. *abaikan 😀

  7. nyesek juga sih … keynya kasian .. huwaaaa
    appa sama ummanya rese ya !
    ampe segitunya , ngeselin !

    si onew kenapa ? tiba2 pingsan? penasaran …
    ayooo lanjut thorrr

  8. ortunya gak adil banget sih!!
    Key pasti tertekan banget,
    siapa coba yg gak kesel kalo terus dibanding”in sama org lain,
    apalagi sama saudara kembar sendiri.
    Walau mereka kembar, tp mereka punya kepribadian yg berbeda”..
    Menurut aku Key itu udah sangat sabar diperlakuin kayak gitu, tp kesabaran seseorang ada batasnya,
    dia lose control, jd bertindak kayak gitu.

    Next part ditunggu ya thor 🙂

  9. DAEBAK!!
    kasian sama key, di banding-bandingin itu emang gak enak banget…
    orangtua nya juga gak adil sama key, selalu saja onew yang di nomor satukan…
    ditunggu next partnya 🙂

  10. Aduh, Key… Kasian amat dibandingin sm Onew. Onew kayanya terlalu di banggakan yaaak.. hwhwhwhwhw….~~~~

    Ngomong2 Onew sm Key Twin yak? Trus satu kandungan dan brojol bersama? *OnKey : Sorry ngak level!!*. *OnKey : Namanya jg FF mbaaa, y terserah authornya doooong!!!*.

    Ah DAEBAK!!!! ^W^

    AJIB LAH, HWAITING!!!! 😀 😀

  11. wah keren ep-epnya……. dua-duanya aku banget *abaikan*
    ohya thor, settingnya kurang diperjelas..hohoho mianhe..bukan mksd yg tidak-tidak,tp cuman sekedar mengingatkan….. hohohohohoho

    untuk semuanya bgus! ceritanya seru bangettttttttt tuh! ada berapa part sih???ga sabar,,,…saia jd ngrasa liat tuh adegan-adegan dimana onppa sm keyppa bertengkar dkk… fighting author!!!!

  12. anyeong eonni !

    wah-wah kasian key … dibandingin sama sodara sendiri ! padhal dance juga merupakan kebanggaan tapi appa sama omma nya jahat bener bileng kalau dance itu ga da gunanya ! kaya yang bisa nge-dance aja appa sama eommanya ! payah…..
    pokonya DAEBAK deh !

    1. iya trkdg emg ada org tua yg ngeliat segala sesuatu dr kemampuan akademik aja, pdhl selain itu msh ada bakat yg dpt dibanggain kan?
      Btw thankss for comments ya 🙂

  13. Ahh,,, Key.. kasian nian dikau.. emang kalau dibanding-bandingin gitu paling nggak enak.

    Kayaknya emang Key anak pungut tuhh,, perlakuannnya bisa beda 360 derajat gitu,, *esmosi saya.. kekeke

    FF ny seru,, ditunggu lanjuttanya,, penasaran gimana nasib Onew dan Key nantinya,,,

  14. Huaaaaaa thor! Sama bgt pas awal aku liat SHINee aku juga rada susah ngebedain Key n Onew. Apalagi foto2 mereka pas jaman replay or love like oxygen. Sekilas bener bener mirip.

    Aku suka jalan ceritanya, konfliknya ngena banget. Apalagi pas Key nyatain cintanya, aku suka moment itu. Bener bener nggak di sangka.

    10 jempol deh buat author. Semoga keterima jadi author tetap wong ffnya bagus gini ekekekkee…

  15. Waaaaaaah andweeee Onkey ga akurr gini, tapi emg keterlaluan org tua mereka . Ayoloh nyuuu si akang Key kalo udah ngamuk serem.
    Ceritanya bagus thor

    Lanjutannyaaaaaa secepatnya yaaaa 😀

  16. Wahhhhhh key serem banget tuh lagian orang tua’a begitu banget sih ,onew kamu harus sembuh!!!!!

    Bagus banget cerityanya!!!!!
    Lanjut jangan lama – lama yaaaaa thor !!!!!! 🙂

  17. Jalan ceritanya menarik. Secara body kayaknya gedean Onew, Key kan kurus -_- tapi baru dipukul sekali aja jatoh #dibakarmvp
    Wah perpaduan jiwa shawol ama beauty nih konsep ff nya. Bagus te! Bahasanya juga oke, paling ada beberapa typo aja.

    Oasis part 3 nya soooooon dongs 😉

    1. iya aku kan b2uty shawol 🙂 jadi emang inspirasinya gak jauh2 dari situ ni.
      thankss ya commentnya. buat oasis part 3 lagi stuck di tengah jalan, blm dapet pencerahan, nanti ya tahun baru deh gue lanjutin 😛

  18. Hmmmpfff sumpah kalo jadi Key nyeseknyaaaaaa gak kira-kira
    Paling gaenak pake dibanding-bandingin gitu sama sodara. Kembaran lagi. Duh-_-
    Terus Onew nya tuh sebenernya kenapa ya? Katanya dipukulnya gak kenceng, tapi langsung lemah pingsan gitu? Ah masa iya Onew disini lenjeh-_- gakgakgak. Mungkin dia sakit atau apa(?) *sotoy*
    saya lanjut baca part 2~ 😀

  19. Key emosi banget sampai tahu-tahu mukul Onew begitu saja. Tapi dia nggak nyangka Onew akan pingsan. Appa dan Eomma Key pasti ngamuk besar.
    Nice story. Lanjut!

  20. logikanya hidup emang super duper gak adil buat key. hello! minimal keluarganya sendiri bisa support dia dong! dia juga bagian dari keluarga mereka, dan kenapa onew diem aja? kenapa nayeon juga harus jadi sama onew? minimal dong key dapetin apa yng dia mau. minimal ortunya itu dukung dia dance dong, mereka tau kan key gak berbakat dia pelajaran dan harusnya mereka dukung key penuh jadi artis. demi apapun seru dan nyesek banget ;_____; ntar pas key mau audisi SM eh si onew nyamber dan ngerebut semua. bunuh diri jalan terbaik buat key biar semua orang sadar udah nyia nyia in key wkwkkwk *paanjang* ceritanya seru banget. why must tbc?! palli next!!

  21. Hee kirain Onew kena TBC, ternyata itu To Be Continued ._. *ya ampun katroknyaa*
    Nggak adil banget buat Key. Aku cukup ngerti perasaannya *eaa* soalnya aku punya adek, hehe
    Jadi penasaran nih Thor! Baca lanjutannya dulu nih. . .

  22. aigoo key. malang nian nasibmu nak. tapi salut, key bilang nggak akan maafin dirinya kalau terjadi apa-apa sama saudara kembarnya. maski sering dibandingin, tapi tetep sayang, so sweet.

    omona, onew kayaknya penyakitan, dan itu sebabnya orang tua mereka lebih sayang sama onew. bener nggak ya? hehehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s