OUR LOVE – Part 1

OUR LOVE

Title:  OUR LOVE

Author: Sungrin imnida~ (della)

Main Cast : Lee raera & SHINee

Support Cast : SHINee

Length : sequel

Genre : Romance, a bit comedy

Rating : General

 

“kami bolos..,” lanjut taemin.

“wahwahwah..,” kata key sambil geleng-geleng keong racun.

“onew oppa mana?” tanyaku.

“ada kerjaan,” kata jjong.

Setelah beberapa jam, key dan taemin pergi meninggalkan rumah.

“lah minho oppa mana?” tanyaku lagi.

“kalau gak ada orang berarti kerjjaaaa..,” jelas jjong.

“hahahaha.. Kau nganggur dong..,”

“ah.. Iya juga ya..”

Jjong pov:

“hahahaha.. Kau nganggur dong..,”

DEG. Ah.. Dia tersenyum lagi. Sama pas pertama ketemu.

“ah.. Iya juga ya..”

“oppa mau makan gak? Aku mau masak ramyeon..,”

“eh.. Boleh boleh..,”

sesaat dia memasak, aku melihatnya memegangi kepalanya. Tapi tiba-tiba LAGI! Mati lampu. (kayaknya seneng banget nih rumah mati lampu-­­__-v)

“kyaa!” teriaknya yg malah mematikan kompor.

“oppa!! Oppa!! Kau dimana?” teriaknya. Hahaha.. Kyeopta..

“ne?” bisiku di telinganya untuk membuatnya merinding.

Tapi bukanya dia memarahiku malah memeluku. Dia mulai menangis lagi.

“aduh.. Kemaren taemin, sekarang aku.. Kau playgirl juga ya..” ledeku.

“bukan! Serem tau!!”

kami pun pergi duduk di sofa.

“tadi kau kenapa megangin kepala?” tanyaku sedikit cemas.

“ani.. Bukan apa-apa..,”

“jinjja?”

“jinjjaaa.. Oppa..”

“mereka pada kemana sih? Sudah malam belum pulang.. Masih mati lampu lagi..,”

“i-iya.. Hoammm..,” ucapnya sambil nguap. Omo… Jeongmal kyeoptaa..

Tanpa sadar ia tertidur di pundaku.

Jantungku rasanya DAGDIGDUR JDERRRR! Tak lama setelah lampu nyala, aku memindahkanya kekamar. Aku hanya memandangi wajahnya yg kyeopta. Aku keluar dari kamar dan melihat hyung dan dongsaeng ku pulang.

“ya! Apa yg kau lakukan di kamar Raera!!?” teriak umma key.

“ya! Kau pikir aku apakan!? Aku gak ngapa-ngapain!” belaku.

“yah sudahlah.. Kita istirahat saja dulu..” saran minho.

-End of jjong pov-

keesokanya, aku bangun dari tidurku. Ku ulang memoriku. “loh? Kemaren.. Jangan-jangan aku ketiduran????” gumamku.

Aku langsung bersiap untuk bersekolah.

“Raera, kata jonghyun hyung dia mau nganterin kita kesekolah..,” kata taemin.

 “Hah? Sejak kapan si jjong mau nganterin segala?” batinku.

Akhirnya aku ikut juga bareng jjong oppa. Sesampainya disekolah, aku menyuruh taemin turun duluan agar gak ketauan yeoja-yeoja itu. Setelah itu baru aku turun. Selama jalan ke kelas, semua yeoja menatapku sinis. Yah aku sih gak peduli. Sepulang sekolah, aku ada kerja piket dan bagian membuang sampah. Dengan segera aku ke belakang sekolah untuk buang sampah. Taemin sudah menungguku di depan pagar sekolah. Tapi… Saat aku ke belakang sekolah, tau-tau ada nenek sihir. Dia mendorongku ketembok dan mencekik ku.

“masih berani kau masuk sekolah? Haruskah aku lakukan apa yg ada di surat itu? Kalau.. Kau..,” sebelum perkataan nenek sihir itu selesai, taemin datang. Aku memegang tangan nenek sihir itu. Saat dia melihat taemin dia langsung kabur.

Aku terjatuh, nafasku tidak teratur. Taemin berlari kearahku dan membopongku. Ternyata aku tak sadarkan diri.

Aku tersadar, tapi aku masih sangat lelah untuk bergerak. Aku melihat jjong masuk.

“kau sudah sadar?” tanya-nya.

“ne..”

“ini kubawakan makan malam..,”

“gomawo”

aku tidak memintanya, tapi ia menyuapiku. Mukaku saat itu pasti benar-benar merah.

Esoknya, aku benar-benar dilarang sekolah sama onew dan minho. Aku benar-benar nganggur kayak jjong oppa. Yg lain kerja lagi-lagi aku beduaan sama dia-.-..

“oppa.. Aku mau nyemil..”

“beli aja sana..,”

“kan kau oppaku..” ucapku dengan puppy eyesku. Aku memang gak pernah nyoba, tapi siapa tau berhasil.

Jjong pov:

ah! Puppy eyes..

“ayo gunting batu kertas!” ucapku.

“yea! Aku menang!” ucapnya girang.

“harusnya aku milih kertas..-,-“

“oppa sana sana hahaha..,” katanya sambil mendorongku.

Aku akhirnya pergi kesupermarket dengan penyamaran handalanku. Saat aku ingin pulang. Aku melihat shawol yg lagi gathering. Akhirnya aku menunggu sampai mereka selesai. Sesampainya di rumah..

“annyeong~” sahutku.

“annyeong.. Oppa kok lama banget?”

“iya.. Mianhae..”

“oppa? Kok mukamu pucat?”

“enggak ah..”

“mana sini..” kata RaeRa sambil memegang dahiku.

“kan kau demam, apa gara2x kelamaan diluar?” lanjutnya.

“ayo kuantar kekamar..,” katanya lagi dan mendorongku ke kamar.

“ku buatkan makanan hangat dan nanti kuberikan obat..,” katanya dan menutup pintu. Tak lama kemudian dia membawakan soup ayam gingseng. Kali ini dia yg menyuapiku.

“Raera-ah..”

“ne?”

“menurutmu aku gimana?”

“gimana apanya?”

“hahh.. Sudah lupakanlah..”

“aku ambil obat dulu ya..”

-end of jjong pov-

aku mengambil obat yg ada di lemari dapur. Tiba-tiba saja ada yg memeluku dari belakang.

“oppa ngapain??!”

“aku kan sedang sakit.. Rawatlah orang yg sakit.. Aku butuh pelukanmu..,” (gombal mode:on) katanya.

“haduhhh… Oppa pasti lagi ngelandur.. Apa kalau demam aku juga begini? Hahhh.. Biarin deh..,” batinku. Aku membalikan tubuh dan melepaskan pelukanya.

“ini obatmu..”

“suapin, aaaa..” ucapnya sambil membuka mulut.

“hahh.. Ini aaa..” ucapku yg agak males.

Aku menyuruhnya tidur lagi, tapi dia malah memintaku menemaninya. Aku duduk disebelahnya.

Jam menunjukan pukul 09.00 malam.

“kalau dilihat-lihat oppa lucu juga.. Hehehe.. Eh? Aku mikir apa?? Enggak! Enggak! Biasa aja ah!” batinku.

Semakin lama aku mengantuk dan tertidur sambil duduk. Ternyata tak lama kemudian dia bangun dari tidurnya dan sudah sadar dari ngelandur.

“gomawo-ya,” ucapnya sambil mengelus rambutku.

Beberapa hari berikutnya, sudah tiba libur musim dingin. Mereka semua mengajaku menginap di ski resort. Kata mereka sih mereka juga ada fan meeting di dekat sana. Aku ikut ke acara fan meeting mereka. di sana sangat banyak shawol yg datang. Aku berdiri di sebelah minho.

“sehebat itukah shinee ini dimata mereka?” gumamku.

“tentun saja..,” sahutnya.

“hahaha kalau begini aku ingin melihat kalian manggung live..,”

“tunggu saja nanti..,” katanya mantap.

Malam pun tiba. Kami semua menginap di villa yg cukup besar dan berlantai 2. Aku pergi ke balkoni atas dan memandang gunung dan salju yg sedang turun. Tiba-tiba ada yg memasangkan aku syal berwarna biru soft.

“jjong oppa? apa ini?”

“mmm.. Ta-tadi gak sengaja aku lewat toko syal..dan..dan kupikir itu cocok sama kamu..,” ucapnya gagap dengan logat madura.

“ah.. Gomawo oppa…,”

“Raera-ah.. Ngg… Ssss..sa..sar.. Saranghae..,” ucapnya terbata-bata.

Aku bingung harus jawab apa. Aku benar-benar bingung harus jawab apa. Sebenarnya aku suka sama jjong oppa.. Tapi di sisi hatiku yang lain aku suka taemin oppa (eaaa bahasanyaa).

“mianhae… Aku belum pasti dengan perasaanku..,” ucapku lesu.

“gapapa.. Aku udh lega kok dgn kasih tau perasaanku..,” katanya langsung pergi.

Esoknya, kita semua bermain ski. Jujur aku gak bisa mainnya. Untungnya minho oppa ngajarin aku. Pas aku mulai bisa main, aku nge-bolang sendirian. Saat sedang mau menaiki kereta gantung buat ski, aku bertemu taemin dan duduk bersebelahan.

“oppa…,” panggilku.

“ne?”

“kalau aku suka denganmu dan orang lain gimana?”

“m-mwoo? Apa maksudmu??”

“hahahaaha… Aku bercanda!! Ya! Kau pikir aku serius!?” tawaku berbohong pada taemin untuk pertama kalinya.

“hah! Ku kira apa..,” balasnya lega.

Keadaan menjadi sangat hening. Sesampainya kami di tempat tinggi untik berseluncur ski. Aku pergi lebih dulu meninggalkanya sambil menangis. Entah mengapa dia malah menyusulku. Tiba-tiba saat meluncur dengan kecepatan tinggi, ada orang yg sepertinya sengaja menyenggolku. Aku kehilangan keseimbangan, laju papan ski ku tidak menentu. Lalu aku menabrak sebuah pohon besar dengan cepat. Aku terjatuh dan kepalaku mengeluarkan darah. Tak lama kemudian taemin datang.

Taemin pov:

aku mengikuti Raera, kulihat jalanya sudah gak stabil, kulihat dia menabrak pohon besar. OMO! Dia pingsan! Dengan cepat aku menghampirinya. Kepalanya sudah banyak darah. Aku telfon onew hyung untuk memberi kabar. Aku membawanya ke rumah sakit terdekat lebih dulu. Untung disini ada rumah sakit.

Kubiarkan dokter mengurusnya.

Aku melihat dokter keluar dan menghelakan nafas.

“ba-bagaimana dok?” tanyaku cemas.

“luka di kepalanya tidak begitu parah, tapi….,”

“tapi apa dok?”

“saya sangat terkejut dengan hasil ronsenan kepalanya.. Saya melihat ada tumor otak di kepalanya…. Permisi..,” jelas dokter itu sambil pergi.

Aku hanya terdiam dan membuang badanku ke kursi. Tanpa sadar air mataku mengalir. Aku tidak percaya, selama ini.. Orang yg penting bagiku sedang sakit parah. Onew hyung dan lain pun datang. Aku mencoba menjelaskan keadaan Raera. Kulihat terpancar kesedihan dari muka mereka semua.

-end of taemin pov-

jonghyun pov:

aku benar-benar tidak bisa percaya semuanya akan seperti ini.

Aku masuk ke kamar rawatnya dengan member lain. Aku melihat wajahnya yg sangat pucat. Aku mengelus rambut panjangnya. Aku memegang tanganya, berharap dia bisa sadar.

-end of jonghyun pov-

aku tersadar dari tidurku. Aku melihat taemin dan jjong oppa tertidur di sampingku dan memegang tanganku. Sedangkan oppa yg lain tertidur di sofa.

Aku menangis. Hatiku sakit melihat mereka seperti ini. Ini adalah hal yg paling kutakutkan selama ini. Akan meninggalkan mereka.

Kulihat taemin terbangun. Lalu aku pura-pura tidur. Taemin bangun dan mengelus rambutku dengan lembut.

“sudah jam 3 pagi dia belum sadar..,” katanya pelan agar tidak mengganggu hyungnya.

“aku gak mau kehilanganmu.. Aku takut apa yg di katakan kau pada key benar..,” lanjutnya.

Aku dan key? Oh.. Saat ku bilang aku akan pergi.. Lagi-lagi aku tak bisa menahan tangisku ini. Aku menangis tersedu-sedu. Ku lepaskan pegangan tangan Taemin untuk menutupi muka ku. Terlihat dari wajahnya dia kaget. air mataku tidak bisa berhenti keluar.

“kau sadar?” tanya-nya.

“….mianhae,”

“waeyo?”

“mungkin… Aku tidak bisa bersama kalian lebih lama lagi..,”

mendengar aku berbicara begitu, sepertinya dia marah.

“jangan bicara begitu!!” teriak taemin dan pergi. Oppa yg lain terbangun mendengar teriakanya.

“ah!? Raera?! Kau sudah sadar..,” kata jjong.

“Raera-ah.. Aku sudah telfon umma mu..,” jelas onew oppa.

“aku akan menjadi umma yg baik selama kau ada!” ucap key mantap.

“aku akan menjagamu dengan baik..,” ucap minho datar.

Aku malah sedih mendengar kata-kata mereka. Seperti rasanya benar-benar kata-kata terakhir dari mereka.

Beberapa bulan kemudian, aku masih tinggal di rumah mereka.

Suatu malam, aku memandangi langit yg penuh dengan bintang di bukit biasa.

“Raera-ah…” sahut seorang namja.

“ne taemin oppa?”

“apa kau baik-baik saja?”

“ne.. Oppa.. Sepertinya aku akan pergi-” belum selesai aku bebicara taemin memotongnya.

“jebal..jebal.. Jangan bicara seperti itu.. Pokoknya, besok kau harus datang ke konser kami besok!!! Kau harus!”

“hahahaha.. Ku usahakan..”

esoknya, mereka pergi lebih dulu.

Setelah mereka pergi umma datang. Aku meminta umma untuk datang ke konser mereka sebentar.

Aku duduk manis dan melihat mereka. Ku akui memang tarian mereka sangat keren, juga lagunya. Lagu hello mereka nyanyikan. Mata taemin tampak seperti melihat ke arahku. Dia tersenyum. Senyum itu sangat manis, beda dengan senyum-senyum sebelumnya. Aku melihat jam, kulihat juga umma sudah mengirim sms tanda waktuny atelah tiba. Aku segera pergi dan menemui manager mereka. Aku menitipkan sepucuk surat yg sudah kutulis semalam. Saat aku hendak berpamitan, aku melihat mereka kembali. Aku yg kaget langsung berlari.

Taemin pov:

“manajer hyung? Raera kenapa?”

“dia menitipkan ini..”

aku membuka surat yg di berikan olehnya.

*untuk oppa-oppaku tersayang..

Maaf sebelumnya.. Tapi aku akan ke Singapore untuk operasi penyakitku ini.. Dan untuk kemotrapi.. Kau boleh marah padaku, tolong doakan operasiku yaa oppa… Kalau aku masih ada,aku pasti akan menemui kalian oppa..Oppa hwaitingg! \(^^)/*

tak terasa aku menangis membaca surat darinya. Aku langsung memberikanya pada jjong dan berlari mengejar Raera. Setidaknya aku berharap bisa bertemu denganya sebelum kalau dia.. Akhh!! Kau gak boleh mikir gitu!!

Akhirnya aku sampai di bandara. Sebagian Orang-orang sudah menebak aku taemin, tapi karna aku memakai masker dan topi yg juga mengumpatkan poniku, aku tau mereka kurang yakin. Aku berlari ke arah keberangkatan ke luar negri. Aku mencarinya kemana-mana. Akhirnya aku menemukan sesosok wanita mungil sedang membawa kopernya. Ku buka topi dan maskerku, dan berlari ke arahnya.

“Raera-ah!!” teriaku.

-end of Taemin pov-

“Raera!!” seseorang meneriaki namaku.

Aku mulai membalikan badanku. Sebelum badanku balik sempurna, namja itu memeluku dari belakang.

“siapa?” tanya ku yg tak bisa melihat wajahnya.

“kau.. Kenapa harus pergi??? Tidak bisakah operasi disini saja???” tanya orang itu yg kukenali taemin.

“oppa.. Maaf.. Maafkan aku.. Kalau aku tidak kembali..,” ucapku menahan tangis. Aku berusaha melepaskan pelukanya, tapi dia malah memeluku dengan erat.

Kurasakan pundaku basah. Ternyata dia menangis. Tangisanya membuatku juga ingin menangis. Dia membalikan badanku kehadapanya. Sekarang kami saling bertatapan dengan mata yg lembab. Taemin mulai mendekatkan bibirnya padaku. Aku hanya membuang mukaku dan berkata,

“mianhae, oppa…”

bukanya aku menolak. Aku takut kalau ternyata aku memang tak bisa kembali dan dia tidak bisa melupakanku. Taemin pun hanya mencium keningku. Dia memberiku sebuah boneka mini yg ukuranya tidak lebih besar dari telapak tanganya.

“hwaiting,” ucapnya yg akhirnya merelakan ku pergi.

Taemin pov:

dia pergi… Aku hanya bisa berdoa agar dia selamat. Aku kembali ke rumah dengan tampang datar.

Sesampainya aku di rumah, semua hyung melihatkan tampang lesunya.

“ya! Dia sudah pergi!” kataku.

“kami sudah tau!” balas jjong.

“percayalah padanya kalau dia pasti kembali.. Yg perlu kita lakukan sekarang, berdoa untuknya, dan kembali ke aktivitas kita..,” saranku.

“ya! Sejak kapan kau lebih dewasa??” tanya minho yg mencoba merubah suasana.

“hahahahaha..” tawaku.

Aku kembali ke kamarku. Ya, kamar yg dulu Raera tempati. Aku melihat sekeliling kamar. Ku perhatikan sebentar. Aku melihat buku harianya yg tergeletak di dekat bantal. Aku membuka dan membacanya.

(tanggal, bulan ceritanya di sensor peeeeppppp)

*tanggal x bulan y,

hari ini aku melihat 5 orang aneh pindahan, aku tak tahu haruskah aku mengharapkan mereka bisa jadi temanku. Malamnya, saat aku kebukit. aku bertemu tetangga bernama key, aku sangat kaget saat mendengar dia mengajak berteman. Aku sebenarnya senang. Tapi aku masih ragu. Hhh.. Semoga besok lebih baik..

*tanggal z bulan y

hari ini aku berangkat sekolah seperti biasa.. Saat di bus, aku terjatuh dan orang yg ternyata tetanggaku juga menolongku. Namanya taemin, sebenernya.. Tampang innocentnya itu lucu.. Dia terus memanggilku noonaaa.. Hahahaha.. Pulangnya aku bertemu onew, dia juga menolongku dan murah senyum. Jujur sebenarnya aku menyukai pertemuan dengan tetanggaku..

*tanggal I bulan Y

hari ini lagi-lagi aku bertemu tetangga. Namanya jonghyun. Entah mengapa bisa2xnya aku tertawa didepanya.. Babo! DX

lalu aku bertemu minho yg cool. Dia menolong kakiku yg keseleo. Tapi… Makin hari kepalaku jadi tambah sakit..

……………………………………………………………..

Tak terasa aku sudah membaca semua tulisan-tulisan Raera yg membuatnya mengingat semua kejadian itu. Aku menemukan satu halaman yg basah. Aku mulai membacanya.

“tanggal t bulan w? Kemarin?”

*tanggal t bulan w

hari ini.. Aku sudah mengemas barangku untuk ke singapore. Di kamar aku menangis sejadi-jadinya. Sebenarnya hatiku berat untuk meninggalkan mereka. Besok pagi adalah kesempatan terakhirku untuk melihat wajah mereka dari dekat. Aku takut, dan aku belum siap meninggalkan mereka….. Oppa.. Jika kau membacanya, berjanjilah.. Kau akan kembali ke aktivitasmu yg tanpa aku… Oppa saranghae..

Aku menangis membaca lembar terakhir di diarynya. Aku tak tahu harus berbuat apa.

1 minggu kemudian, kami sudah kembali ke dorm kami. Meninggalkan kenangan kami bersama Raera. Kami sedang ada di ruang tengah. Tiba-tiba hp onew hyung bunyi,

*her whisper is the lucifer*

“yeoboseo?” sapa onew hyung.

“Raera-ah!? Bagaimana keadaanmu!?” lanjutnya.

“siapa!!??? RAERA!?” teriak kami berempat.

Lalu onew hyung menekan tombol loudspeaker dengan full volume.

Raera: “annyeonghaseyo oppaaaa..”

semua: “annyeongg”

Key: “kau dapat dari mana nomer onew?”

Raera: “hehehe.. Ummaku nyimpen..”

jjong: “bagaimana keadaanmu?”

Raera: “oppa, beberapa jam lagi aku akan di operasi. Kata dokter persentase keberhasilan 50%…..”

Taemin: “kalau begitu percayalah pada dirimu dan buat persentase itu jadi 100 %!”

Raera: “gomawo oppa…”

Minho: “ya! Kalau kita gak ketemu lagi awas ya!”

Raera: “hahahaha ne,ne… Paling aku datengin kalian..hihihihii….”

Onew: “Raera.. Hwaiting!”

Raera: “ne oppa, pasti.”

Taemin: : “kau curang.. Hanya meninggalkan diary..”

Raera: “o-oppa sudah?”

Jjong: “diary?”

Taemin: “tapi aku gak akan mengerti kata-kata terakhirmu itu kalau kau gak langsung ngomong keorangnya.”

Raera: “hehehehehe.. Ya sudah.. Udah dulu ya oppaaaa.. Annyeong…” *Peepeepeepeep…*

“Diary apa maksudmu?” tanya key.

“dia meninggalkan diarynya di kamarku..,” balasku sambil kembali kekamar. Aku cukup senang bisa mendengar suaranya. Tapi.. Sebentar lagi dia operasi..

Semoga dia baik-baik saja..

-end of Taemin pov-

aku memasuki ruang operasi. Aku masih bisa mendengar dokter bediskusi dgn yg lain.

“suster, suntik,”

“suster, gunting,”

aku masih bisa mendengarnya.

Author pov:

setelah operasi.

“tiiiiiiiiiiiiiiiiiiit” suara mesin jantung di sebelah Raera..

“suster ambilkan alat pemacu jantung!!” teriak sang dokter.

-TO BE CONTINUED!!-

chingu-yaa~ ini belum abis yaaaa hehehe comment please 😀

maaf kalo masih ada kekurangan ^^ comment ajah~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

10 thoughts on “OUR LOVE – Part 1”

  1. raera, jangan mati… ya ya ya ya
    nanti taemin sama siapa? masa sama aku, nanti kamu hantuin aku pula…#abaikan
    lanjut…

  2. Huwa..raera jangan mati..ToT,,nanti raera ma sapa yah??jjong?ato taem??ato malah dua”.a :O #plak
    critanya sih aq suka thor,tapi ada bbrp bgian yg aq bingung,misal kayak raera prnh ngomong ke key kalo dy bakal prg,sm alesan koq raera bisa tinggal bareng shinee,aq kan juga mauu#duaagh,..
    Sorry kalo aq slh ngomen,hehe..ttp semangat thor!
    Aq tgu next part.a 😉

  3. tunggu deh, kenapa ngak ada perkenalan, sebenernya udah bagus, tapi karena tahapan alurnya kurang bagus, susah untuk mencernanya,
    jika memang mau langsung ke inti cerita, setelah kalimat langsung ada pendeskripsian,
    ini part 1?? aku ngak yakin…
    apa mungkin salah kirim ??
    dan tentang penulisannya, terkesan buru2 ya …

  4. aku gk ngerti , sbnr na raera ini syp ?? apa cerita ini ada prolog na ?? trus knp raera bsa tinggal ama shinee ?? n sbnr na mereka tinggal dmn ??? knp shinee pindah lg k dorm mereka ????

    hehhehe

    tolong di perjelas cerita na …

    thanksss….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s