{FF Party} Before The Dawn

Title(*): Before The Dawn

Author(*):Anggi a.k.a Lee Hyo Seok  a.k.a Kim Seung na a.k.a Jojo

Main Cast(*) : Lee Hyo Seok, Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho, Lee Taemin

Genre(*) : Thriller, Angst, Mystery, Phsycology

Type/Length(*) : Oneshoot

Rating (*): PG 15

Summary : Kaya Tak menjamin segalanya

Recommended Backsound : Lucifer (SHINee), Before The dawn (Infinite)

Ket(*) : Sekedar berpartisipasi

Anyeonggiiiii haseyooo, saya adalah author Hyo, kembali lagi dengan FF saya, ikut berpartisipasi dalam rangka memeriahkan acara Onho Birthday, maaf maaf klo cerita Thriller saya bisa ditebak, karena saya gap inter buat bginian, masih dalam acara pembelajaran, saya mohon masukannya, kebanyakan yang ada disini si ngambil ide dari Conan, tapi ga plagiat ko, ini hasil kerjaku sendiri, jadi silakan dibaca, hehehehehe, makasih yah atas komennya, ciaooo.

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

Hyo POV

Aku rasa aku sempurna, aku memiliki segalanya, kecantikan, kekayaan, kepintaran, kesupelan, tak ada yang bisa kulakukan, semua hal yang ada dihadapanku mudah, seluruh pria atau wanita menyukaiku, dari yang muda sampai yang tua menyayangiku. Namun kesempurnaan tak pernah ada di dunia ini. Satu hal yang kulupakan, Tuhan adalah yang paling sempurna, sampai akhirnya segala kesempurnaan yang kumiliki lenyap.

Aku kehilangan kedua orang tuaku, aku melihat mereka meregang nyawa dihadapanku, dan aku hanya bisa diam, tak bergerak.

Dan sekarang aku hidup menyendiri bagai seorang patung yang tak berdaya berharga puluhan miliar. Banyak orang yang mendekatiku, karena ahli waris utama yang diberitahukan oleh pengacara adalah diriku, karena aku adalah satu-satunya gadis yang ada dirumahku.

Aku hidup dengan 5 pria dirumahku, mereka memiliki hubungan yang sangat dekat denganku, mereka sangat menyayangiku, dan aku tau mereka tulus. Kakakku tertua, namanya Onew, atau Lee Jinki, adikku yang paling Kecil Lee Taemin, sepupuku, Kim Jonghyun dan Kim Kibum, dan kakak angkatku, Choi Minho. Jinki bukan orang yang peduli dengan sekitar, dia hidup dengan dunianya sendiri. Sedangkan Kibum atau Key, dia sangat menyukai fashion, dia jarang sekali ada dirumah, karena dia hoby berpergian keluar negeri untuk fashion model.  Jonghyun, dia seorang penyanyi yang cukup terkenal, sibuk dengan tournya sendiri. Sedangkan Minho sibuk dengan kegiatannya sendiri, terlalu banyak yang dia kerjakan. Dan Taemin, hanya dia yang menjagaku, menemaniku dirumah, namun aku tak cukup dekat dengannya, tembok yang menjulang tinggi yang ada dirumahku, memisahkan kami semua.

Pagi ini, kami makan bersama, sangat jarang rasanya melihat mereka semua berada disini, lengkap.

“hyung, noona, bagaimana kalau kita jalan-jalan” celetuk Taemin dari ujung meja makan. Kami menoleh cepat kearah Taemin, dan Taemin langsung terlihat gugup.

“aku rasa kita butuh liburan, sudah lama kita tak berkumpul, aku tau kalian sibuk, namun aku ingin ke rumah yang dulu kita datangi sewaktu kita masih kecil” kata Taemin polos.

“baiklah” satu kata keluar dari mulut Jinki, membuatku terperangah, tak biasanya dia langsung mengiyakan ajakan seseorang.

“aku juga tak ada acara” kata Key kemudian. Disusul dengan anggukan Jonghyun yang mengiyakan.

“aku bisa izin dari latihanku” kata Minho tak kalah.

“dan noona??” tanya Taemin, semua pandangan beralih padaku, dan aku mengangguk pelan. Aku tak pernah banyak bicara dengan mereka, aku hanya tak ingin dekat dengan mereka, terlebih lagi dengan Key, aku menyukainya sejak dulu, dia selalu menolongku tanpa kata-kata. Sayangnya dia tak pernah mau bicara denganku, aku sangat mengetahui dirinya, dia orang yang supel, banyak teman dan banyak bicara, dia selalu bercakap ditelepon dengan teman-temannya. Namun tidak denganku.

Dan apa yang mereka katakan benar, kami langsung bersiap untuk pergi ke suatu pulau yang dimiliki oleh ayah kami, sebuah rumah besar, atau kau bisa sebut sebagai kastil, berada di pulau terpencil, hanya bisa menggunakan pesawat kecil, atau kapal laut. Ayahku membelinya, sebagai hadiah ulang tahun ibuku. Namun banyak sekali cerita dari keluarga sekitar jika lingkungan di pulau itu berbahaya.

Kami langsung berkemas, aku tak membawa apa-apa, karena seingatku aku memiliki kamar dan pakaian bagus disana yang jarang kupakai, kami sekeluarga berangkat dengan menggunakan pesawat jet milik keluarga.

“ada yang akan kujelaskan sesampainya disana” kata Jinki oppa tiba-tiba.

“semua rahasia, harus kuberitahukan” lanjutnya, aku terkejut mendengarnya, apa yang ingin ia katakan?

Kami semua hanya diam diperjalanan, sesekali aku melihat kesekeliling, mereka sibuk melakukan kesenangannya masing-masing. Dan aku hanya duduk terdiam. Memandang pemandangan luar.

“Hyo. . “ sapa seseorang. Aku menoleh dan kulihat Minho menghampiriku.

“kalau bosan, mungkin kau bisa mainkan ini” dia menyerahkan PSP miliknya dan berlalu, aku memandangi PSP yang ada ditanganku, tak biasanya dia seperti ini. Kunyalakan PSP itu dan mulai bermain dengannya, aku rasa ini mengasyikkan.

Kami pun sampai, kastil tua itu tampak megah, aku memandang sekitar, semuanya sangat indah, sudah lama sekali aku tak kesini. Kami berjalan kaki menuju kastil tua itu, memandang kea rah pantai yang agak jauh, memandang hutan yang cukup lebat dibelakang kastil, dan langit yang sangat cerah untuk bermain. Dan setibanya di kastil, kami bisa mencium wangi rumah kuno yang terdiri dari debu dan benda-benda yang sudah using, namun aku menyukainya.

$$$

Author POV

Langit malam pun datang dengan cepat, tak menyangka jika waktu sudah menunjukkan pukul 7, makan malam pun segera terhidang di ruang makan yang sangat besar. Cukup untuk 20 orang makan disana.

Mereka pun makan malam dengan diam, hanya terdengar dentingan piring dan kunyahan makanan yang ada dimulut mereka, mereka tak bicara sama sekali.

Setelahnya Jinki mengajak semuanya berkumpul di depan perapian, cukup modern, perapian itu cukup hangat tapi masih dengan bantuan listrik, bukan dengan nyala api yang sebenarnya. Dengan sofa-sofa besar yang dapat menghangatkan mereka dari badai salju yang terjadi diluar kastil.

“ada yang ingin kubicarakan” kata Jinki. Semuanya menatap Jinki, masing-masing membetulkan tempat duduknya, mencoba merasakan kenyamanan. Jinki berdiri mendekati perapian dan menatap semuanya.

“aku bukan anak kandung, dari appa dan umma, sama dengan Minho, aku hanya anak pungut” semuanya terkejut. Termasuk Hyo, dia tak percaya jika kakak satu-satunya itu bukan kakak kandungnya.

“mwo? Kau jangan bercanda hyung” kata Minho tak percaya.

“tapi itulah kenyataannya, dan Taemin, kau juga bukan anak kandung appa dan umma, satu-satunya anak kandung dari appa dan umma adalah Hyo” kata Jinki sambil menatapku.

“mwo??” Taemin terlihat tak percaya dengan perkataan hyungnya.

“aku bukan anak appa dan umma?” tanya Taemin lagi.

“Ye, Taemin-aahh” kata Jinki meyakinkan.

“aku telah menerima surat wasiat dari appa, dan semuanya tertulis disana, bagaimana hubungan darah kita yang ada disini, Jonghyun dan Key, juga tak ada hubungan apa-apa dengan keluarga ini, satu-satunya alasan mengapa kita berasa dikeluarga ini adalah, agar kita bisa menjaga Hyo dengan baik” kata Jinki cepat.

“DAN AKU MEMBENCI ITU!!!!” teriak Jinki.

“hyung??” Taemin terlihat ketakutan.

“YAA!!! TAEMIN apa kau tak merasa tertipu dengan gadis ini? Dia penyebab kematian umma dan appa, jika bukan karenanya, orang tua kita masih hidup!!!!” luka itu mulai terbuka kembali dalam benak Hyo.

Hyo yang menolaknya, kedua orang tuanya menjodohkannya dengan Keluarga kaya lainnya, namun saat itu Hyo menyukai Key, Hyo tak ingin dengan yang lain, dan saat itulah kecelakaan itu terjadi, Hyo tiba-tiba menghilang, orang tuanya mencarinya, dan sampai pada akhirnya mereka menemukannya, namun Hyo tetap ingin berlari, Hyo tak ingin menerima pernikahan itu, namun apa yang terjadi, sebuah truk tronton lewat dan melindas mobil mereka, Hyo hanya melihat mereka, lututnya lemas tak dapat lagi menopang tubuhnya, keluarga yang paling dicintainya pergi tepat didepan kedua matanya.

“anni. . .” Hyo menutup kedua telinganya. Dia mulai menangis.

“YA!! Hyung, apa yang kau lakukan???” teriak Minho.

“aku hanya menyadarkannya” kata Jinki cepat.

PIIIIIIIPPPPPPPPPPP…DUAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRR

Tiba-tiba saja lampu yang ada di kastil itu mati seketika. Termasuk api unggun elektrik yang menghangatkan tubuh mereka.

“ya!! Ada apa ini??” kata Jonghyun cepat.

Namun tak ada jawaban dari pelayan, semuanya terdengar sepi.

PIIIIPPPPPPPPPPPPPPP

Sepertinya tenaga generator listrik mulai bekerja, lampu kembali menyala.

Mereka berusaha melihat dalam kegelapan, melihat ke sekeliling namun ditemukan Jinki dengan darah didadanya, menancap sebuah pisau tepat dijantungnya.

“HYUUUUNNGGGGGGGG!!!!!” teriak Minho, Jinki tumbang begitu saja, tubuhnya terhempas kelantai, darahnya mengucur membasahi karpet kulit harimau yang ada didekatnya.

Hyo terdiam di kursinya, Taemin terdiam di tempatnya berdiri, Jonghyun, Key dan Minho langsung menghampiri Jinki,.

“TELP AMBULANCE SKARAAANGGG!!!!” teriak Key cepat.  Jonghyun dengan cepat meraih handphone yang ada di saku celananya, namun nihil, tak ada sinyal disana, Taemin bergegas meraih gagang telepon yang ada di dekatnya.

“hyung, teleponnya terputus” kata Taemin terbata-bata. Semuanya melihat kearah Taemin. Namun dengan cepat Hyo menghilang dari pandangan.

“kemana Hyo??” tanya Minho.

“entahlah, yang pasti selamatkan hyung dulu” teriak Key.

“Tapi bagaimana, darahnya sudah keluar sebanyak ini” pekik Jonghyun menahan tangisnya.

Dan tiba-tiba saja, Hyo berlari membawa perlengkapan obat P3K dan mendekat kearah Jinki, dia menangis, tapi masih berusaha untuk menolong kakaknya.

“Hyo, mianhae. . .” sela Jinki, dia masih hidup. Namun sepersekian detik Jinki menghembuskan nafas terakhirnya.

“hyung. . .hyung bangun hyung!!!! HYYUUUUUNGGGG!!!” teriak Key histeris.

Semuanya terdiam dengan apa yang terjadi, kejadian aneh, semuanya saling memandang, menganggap salah satu yang ada disana adalah pembunuh.

“disini aneh” kata Key kemudian,

“dimana semua pelayan??” kata Key melanjutkan.

“kau benar Key, kenapa sangat sepi disini?” tanya Jonghyun.

“bukankan mereka kembali kerumah mereka setelah makan malam?” kata Minho pelan.

“MWO?? Maksudmu tidak ada??” tanya Key cepat.

“hyung, jangan membuatku takut” kata Taemin.

Hyo masih terdiam didepan mayat Jinki yang berlumuran darah.

“dia dibunuh” kata Hyo pelan, kata pertama yang diucapkannya setelah tiba disana. Semuanya terperangah dengan perkataan Hyo. Tiba-tiba saja Hyo memegang pisau yang ada di dada Jinki dan mencabutnya.

“YAAA!!!!” pekik semuanya.

Hyo bangun dari duduknya, membawa pisau yang ada ditangannya, semuanya terlihat ketakutan.

“kau mau kemana??” tanya Minho pelan.

“kau mau membunuh kami???” teriak Minho.

Namun Hyo hanya melewati mereka, dan segera berjalan meninggalkan ruangan perapian. Key seketika bangun dari tempatnya dan segera menyusul Hyo dari belakang. Begitupun yang lainnya, meninggalkan mayat Jinki sendiri.

Hyo menuju dapur, dia melihat kesekeliling, dan membuka lemari yang berisi peralatan rumah tangga. Terlihat rentetan pisau dari yang paling besar ke yang paling kecil, namun salah satunya ada yang hilang, Hyo menaruh pisau yang dipegangnya tadi disana, membuat semuanya tercengang.

“kita akan mati” kata Hyo singkat.

“Kau gila!!” teriak Minho.

“apa kau membunuh Jinki??” tanya Key langsung ke Hyo, namun Hyo menggeleng. Hyo berjalan lagi, semua tetap mengikutinya, Hyo membuka sebuah pintu besar, kepulan asap tiba-tiba keluar dari sana. Semuanya menutup hidungnya.dan dilihatlah semua kabel listrik, telepon dan yang lainya rusak.  Seperti di rusak seseorang.

“kita tetap disini, mati kelaparan” Hyo pun menunjuk jauh kearah dermaga, kastil itu berdiri ditengah pulau, dengan 1 jalan menggunakan pesawat atau perahu, namun tempat landing pesawat hancur. Hanya bisa menunggu perahu yang beruntung singgah.

Semuanya berlari kearah jendela dan melihat semuanya.

“kau!!!KAU!!!! kau pasti yang melakukan ini semua khan??” tiba-tiba saja Minho menghempaskan tubuh Hyo ke dinding, Minho mendorongnya jauh-jauh.

“ah. . “ Hyo menahan sakit, kepalanya terbentur dinding dan terduduk lemas sambil memegang kepalanya.

“YAA!!!” Key tiba-tiba saja mendorong Minho, dan membantu Hyo untuk berdiri.

“gwencana ??” tanya Key sambil memegang kepala Hyo yang terbentur. Namun Hyo menepis tangan Key, dan berdiri, dia meninggalkan ruangan itu segera.

“aku tau, dialah dalang semuanya” kata Minho cepat.

“dia hanya wanita Minho-yaa” kata Jonghyun.

“dia wanita tapi dia bisa melakukan semuanya” teriak Minho mulai tak jelas.

“kau jangan bercanda Minho!!!” kata Jonghyun tak kalah keras.

“dia diam saja, dia tak pernah bicara, dia seperti boneka, dia satu-satunya anak dari appa dan umma, dia tak ingin menyisakan kekayaannya, dia ingin menguasai semuanya, karena dia tau jika ada kita, semua harta tak mungkin jatuh ke tangannya” jelas Minho.

“apa yang kau bicarakan Minho?? Kau benar-benar menyebalkan” kata Key cepat dan kemudian meninggalkan tempat itu juga, disusul oleh Taemin dan Jonghyun. Mereka bertiga berjalan melewati ruang perapian, dilihatnya Hyo sedang merapihkan mayat Onew dan menutupinya dengan sebuah kain polos. Hyo menangis ketika melakukannya.

“Hyo. .” Key menghampirinya, namun tetap dia menepis tangan Key cepat.

“HYO!!!!” teriak Key, Key pun dengan paksa memeluk Hyo, dan Hyo pun menangis semakin keras.

Akhirnya mereka semua beristirahat, disuatu ruang yang sama, lampu mati, karena genset yang sedari tadi menyala sudah habis, mereka hanya akan menunggu hingga pagi.

Key tertidur, Minho pun begitu, Hyo bangun dari tidurnya keluar dari ruangan itu, diikuti oleh Jonghyun.

Tak lama Hyo pun kembali keruangan dan duduk di sofa tepat sebalah Key, pindah dari duduknya yang tadi, dia sangat kelelahan, matanya sembab, namun seketika terdengar jeritan keras dan debuman keras. Key terbangun seketika, begitu pula yang lain.

“apa itu???” kata Key cepat, dia melihat kesekeliling.

“Jonghyun??? Minho??? Kalian dimana” mata Key menyipit berusaha melihat dalam kegelapan, dia tak mendapati kedua temannya.

“ada apa Key?? Aku baru saja dari kamar mandi,” kata Minho sambil membetulkan celananya.

“aku mendengar seseorang berteriak barusan, ada apa??” kata Minho lagi.

“Jonghyun!!!” Key pun menyambar senter yang dekat dengan Taemin, kemudian memulai pencarian, Hyo terhenti di pintu depan, Minho menabrak Hyo yang tiba-tiba saja berhenti.

“YA!!” teriak Minho, namun Hyo tak menghiraukan, Hyo berjalan menuju pintu keluar.

“kau mau kemana Hyo?? Diluar sedang badai salju” kata Key, dia menghampiri Hyo, namun Hyo tetap berusaha membuka pintu.

“baiklah, pakai mantelmu dulu” Key pun mengambil mantel yang tergantung dekat dengan pintu, dan memakaikannya pada Hyo. Hembusan angin yang begitu kuat terasa hingga sendi-sendi tulang mereka, Hyo menginjakkan kakinya keluar rumah, melihat kesekeliling. Namun baru beberapa langkah HYo duduk terjatuh.

“Hyo, wae???” Key langsung menopang tubuh Hyo. Hyo menunjuk ke satu arah, terlihat sebuah mayat dengan darah yang segar, Taemin langsung berlari mendekati mayat, sementara Minho tetap ditempatnya.

“Jonghyun hyung” kata Taemin sambil terduduk disebelah mayat itu.

“hyung. . “ Key memapah Hyo mendekat, Minho masih tak bergerak dari tempatnya dia terlihat sangat shock. Dan benar, itu adalah mayat Jonghyun.  Hyo melepas pelukan Key, dan berjalan pelan menghampiri mayat itu.

“KAU MEMBUNUHNYA!!!!” teriak Minho cepat.

“AKU MELIHATMU, BERSAMA JONGHYUN TADI, SAAT AKU KE TOILET, KAU BERSAMANYA!!!” jelas Minho, semuanya terperangah dengan pernyataan Minho, kemudian menatap Hyo lekat-lekat, Hyo tak menghiraukan pandangan yang mereka lemparkan, Hyo melepas mantelnya, dan segera menutupi mayat Jonghyun dengan mantelnya. Dia menyeka air matanya, tak berkata apa-apa, kemudian bangkit, kemudian berjalan menunduk menuju pintu rumah.

“Hyo!!, TUNGGU!!!” teriak Key ditengah badai.

“apa yang kau lakukan dengan Jonghyun tadi??” tanya Key lurus. Namun Hyo tak menghiraukan pertanyaan itu, diapun tetap berjalan memasuki rumah besar itu, namun belum sampai pintu, Hyo terjatuh.

“NOONAA!!! HYOOOO!!!” teriak semuanya. Hyo pingsan.

$$$

Semuanya terduduk dekat perapian, Key masih merawat Hyo yang sedari tadi tidak sadarkan diri.

“rumah ini berhantu. . seharusnya kita tidak kesini hyung!!!” Taemin meringis ketakutan.

“nanti siapa lagi yang akan mati?? Aku?? Aku tak mau mati hyung, kita pergi dari sini hyung” rengek Taemin semakin menjadi-jadi.

“Taemin diamlah” kata Key pelan. “takkan ada lagi yang akan mati, kita akan bersama disini, jadi kau tak perlu takut” lanjut Key menenangkan.

“Onew hyung, Jonghyun hyung, kemudian siapa?? “ kata Minho.

“jangan membahas yang tidak penting.” Kata Key.

“kenapa pagi masih saja lama???” Taemin mulai menangis.

“tenanglah Taemin-aahhh”  Kata Key cepat.

Taemin dan Minho saling melihat satu sama lain.

“hyung, apa kau yakin bukan dia pembunuhnya?” kata Taemin.

“apa yang kau katakan Taemin-ah” kata Key masih saja sibuk mengompres Hyo, yang semakin menggigil.

“Taemin, apa kau bisa mengambil selimut untuknya lagi, dia sangat kedinginan” kata Key cepat, Hyo mulai mengigau tak keruan. Taemin mengangguk dan menghilang untuk mencari selimut.

“biarkan saja dia seperti itu Key, apa untungnya untukmu??” kata Minho.

“dia saudara kita, kita harus menjaganya” kata Key cepat.

“dia tak pernah menganggap kita seperti itu Key, apa dia pernah membantu kita? Apa dia pernah bicara dengannya? Dia bahkan selalu menghindarimu, dia membenci kita Key, aku yakin dia sudah tau kalau hyung dan Taemin bukan saudaranya, tapi dia hanya diam saja” kata Minho.

“aku Tanya, kenapa kau begitu membencinya Minho? Apa dia pernah melakukan salah padamu?? Apa dia pernah mengatakan sesuatu yang salah denganmu? Apa masalahmu dengannya??” Tanya Key sambil menatap tajam Minho.

“tak ada, dia hanya, wajahnya begitu mengesalkan, aku sangat tak menyukainya” kata Minho pelan.

“hanya karena itu??” namun tatapan Key kembali teralih, Hyo meringkuk dan mulai mengigau lagi.

“Taemin kemana?? Kenapa dia lama sekali?? Hyo sabarlah”  Key mendekat, dan menatap Hyo.

“kau bisa menghangatkannya dengan pelukanmu Key” kata Minho sambil tersenyum kecil. Key melirik sedikit pada Hyo dan kemudian melakukan apa yang dikatakan Minho, Key mendekap Hyo perlahan, memeluk Hyo dengan erat.

“aku akan mencari Taemin kalau begitu” Minho beranjak dari tempatnya, dan menghilang.

Tak lama, Hyo tak lagi mengigau, Key melepaskanpelukannya dan menatap Hyo dalam.

“apa kau membunuh semuanya Hyo?” Tanya Key pelan.

“aku tak percaya jika kau melakukan semuanya”  lanjut Key, Hyo membuka matanya pelan, dan menggeleng pelan, dia menunjuk ke suatu tempat, namun Key tak melihat, karena tiba-tiba saja Minho berteriak sangat keras.

“KEEEEEEEEEEEEEYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Minho.

“kau disini dulu Hyo, aku akan kembali” Key pun segera berlari kearah suara Minho berteriak, dan akhirnya melihat Minho sedang berlutut dibawah sambil menatap keatas.

“Minho ada apa??” Key perlahan menghampiri Minho, Minho menunjuk ke salah satu tempat kedalam kamar. Key makin mendekat dan melihat ketempat yang ditunjuk oleh Minho, dan melihat Taemin sudah tergantung tak bernyawa didinding kamar, lehernya terikat tali, matanya tertutup, dan tak bergerak.

“Taemin. . .” Key tak bisa berkata apa-apa.

“YAAA!!!! TAEMIN-AAHHHHHHHHH!!!!!!” Key pun berlari dan mengangkat Taemin, berusaha untuk menurunkan Taemin, namun ada selembar kertas jatuh dari tangan Taemin. Setelah Key berhasil menurunkan Taemin, Key mengambil kertas itu dan kemudian membukanya.

‘Hyo-noona, menjauhlah darinya, aku ingin Key hyung dan Minho hyung selamat, oleh karena itu, aku melakukan ini,semoga kalian bisa kembali dengan selamat’

“apa yang dilakukannya? Apa maksudnya??” kata Key tak percaya membacanya.

“itulah buktinya?? Hyo” Minho tak bisa menahan tangisannya. Key menggenggam surat itu, dan kemudian meninggalkan mayat Taemin.

“ayo Minho kita temui Hyo” kata Key sambil menarik tangan Minho, namun Key dan Minho tak bisa menemukan Hyo ditempat tadi dia terbaring.

“dimana dia?” Tanya Minho.

TRIIIINGGG. .

Terdengar suara dentingan benda logam. Dari arah dapur.

“dia akan menghabisi kita Key, dia akan membunuh kita Key, dia. .” kata Minho ketakutan.

“diamlah Minho” key pun mengambil sesuatu di jaketnya, pisau lipat.

“kau memiliki itu?” Tanya Minho kaget.

“sssttt diamlah” Key mengangkat jari telunjuknya, menyuruh Minho untuk diam, dilihatnya sebuah sinar kecil dari kejauhan, itu adalah Hyo, dia membawa senter. Semakin lama cahaya itu semakin terlihat, Key dan Minho melihat, Hyo membawa pisau besar, dia membawa pisauitu dengan tenang.

“aku takkan membiarkannya membunuhmu Minho, kita akan selamat dari sini” kata Key cepat, Hyo mulai mendekat, dan tiba-tiba saja, Key mengahadang Hyo, Hyo tersentak, namun Key dengan cepat memeluk Hyo dan menusuk Hyo dengan pisau lipat yang ada ditangannya.

“key. . . .” Hyo mengeluarkan darah dari mulutnya.

“pembunuhnya adalah …..” Hyo menunjuk Minho yang berada tepat dibelakang mereka.

“mwo?” Key melepas pelukan Hyo melihat darah yang keluar dari perut Hyo, dan melihat arah tunjukan Hyo, tunjukannya mengarah ke Minho. Wajah Key tersentak ketika.

Hyo terjatuh, kakinya tak lagi kuat menopang tubuhnya.

“HYOOOO!!!!” teriak Key. Key memeluk Hyo dalam pelukannya.

“apa yang kau katakan Hyo?? Bukan kau yang membunuh?? Minho yang membunuh??” Tanya Key pada Hyo.

“ya, aku yang membunuh semuanya, tapi sepertinya aku tak perlu susah-susah untuk membunuh HYo” kata Minho sambil tertawa lebar.

Key menekap tusukan yang dia ciptakan diperut Hyo.

“maafkan aku Hyo, Hyo bertahanlah, aku mohon” kata Key cepat.

“kau tau??” Hyo menggumam pelan.

“jangan bicara, bertahanlah Hyo, aku minta maaf, aku melakukan kesalahan, aku kira kau. . “ Key tak mampu menahan tangisnya, air matanya tak mampu lagi ia tahan, Key menangis. Namun Hyo hanya menggeleng.

“terima kasih, kau sudah baik kepadaku” kata-kata Hyo pun terputus kembali, dia sudah sulit untuk bernafas.

“kumohon bertahanlah, aku akan menyelamatkanmu, kau jangan bicara” kata Key lagi, masih menahan darah dari perut Hyo yang tertusuk.

“aku, menyukaimu Key. . .” Hyo melepaskan pisau yang dipegangnya, dan memegang pipi Key pelan, membelainya dan mengusap air mata Key yang membasahi pipinya. Hyo pun tersenyum. Key tersentak dengan pernyataan Hyo yang tiba-tiba.

“saranghaeyo. . .” tangan Hyo terjatuh, matanya pun tertutup, tubuhnya tak lagi bergerak, Hyo sudah tiada.

“Hyo. . .Hyo, bangunlah Hyo, Hyooooo, kumohon bukalah matamu, HYOOOO!!!!! Ada yang ingin kusampaikan padamu, kumohon dengarkanlah perkataanku Hyo, aku mohon buka matamu, aku juga menyukaimu Hyo, Hyoooo !!!!“ Key mengguncang tubuh Hyo berkali-kali, namun tak ada response sedikitpun darinya, Key pun memeluk Hyo dengan erat, menangis dan meraung memanggil namanya.

“SARANGHAEYO HYOOOOOOOOO!!!!” jerit Key keras, seluruh ruangan menggema.

“HAHAHAHAHAHAHAAHAHAAHAHAHA” terdengar tertawa yang sangat besar, datang dari arah Minho. Key menoleh kearahnya, melihat Minho dengan kebencian.

“kau seperti sandiwara Key, sandiwaramu bagus sekali, seharusnya kau menjadi seorang artis, ah tidak, seharusnya aku yang jadi artis kelas atas” Minho melanjutkan tertawanya.

“kenapa kau melakukan ini Minho?? Apa yang kau lakukan pada mereka?” Key bertanya pelan pada Minho, Key masih saja memeluk tubuh Hyo yang tak bernyawa lagi.

“ahhhh aku mau menjelaskan, surat wasiat itu palsu, Jinki dan Taemin adalah saudara kandung, Onew Hyung, cukup mudah melakukannya, aku merupaka anggota panah, tak sulit untukku menembakkan pisau dengan tangan kosong, targetnya begitu dekat.  Jonghyun hyung, dia begitu kecil, tak sulit untukku mendorongnya dari atap, menyekapnya dan menyekiknya hingga tak bernyawa,  Taemin? Kau pikir dia bunuh diri? Aku yang menggantungnya, dan surat itu, berapa lama aku mengerjakan semua tugas Taemin, mengikuti bentuk tulisannya, sangat mudah bagiku untuk menulis sedikit kata, tapi sayangnya gadis ini melihatku sedang memeluk Jonghyun, tapi ternyata dia cukup bodoh, ah tidak dia pintar, dia mengetahui gerak-gerikku, dan kau tau kenapa aku membencinya? Karena semua orang cinta padanya, Onew hyung, Jonghyun hyung, bahkan Taemin menaruh hati padanya, Taemin menolakku, kau tau??” kata Minho sambil menggelengkan kepalanya, Key terperangah dengan pernyataan Minho yang abnormal.

“tapi ternyata Taemin memang tidak cukup baik, dan aku melihatmu, sangat baik, Key, hanya kita yang hidup, kita bisa hidup bahagia kau dan aku, kita kaya, dengan semua harta yang Hyo miliki, kita bisa bahagia Key” Minho mulai mendekati Key, namun Key menatap tajam Minho, membuat Minho menghentikan langkahnya.

“kau gila, kau abnormal, kau pikir aku menginginkan semua harta ini? Ya, aku memang menginginkannya, tapi tak denganmu, aku lebih baik mati bersamanya, daripada aku harus hidup denganmu” Tiba-tiba saja Key mengeluarkan darah cukup banyak dari mulutnya, Minho terkejut melihatnya, Key telah menusukkan pisau yang digunakan untuk menusuk Hyo keperutnya.

“Selamat tinggal Minho, semoga kau hidup dengan. . . .baik” Key menunduk, masih memeluk Hyo, namun  tak bergerak.

“Key. . “ Minho bergumam pelan memanggil Key, namun tak ada jawaban darinya, Key tetap menunduk.  Minho berjalan mendekati Key, menggoyang pelan tubuh Key, namun terjatuh begitu saja, Key sudah tak bernyawa lagi.

“KEEEEEEYYYYYYYYYYYYYYYYYY!!!!!!!!” lolong Minho.  Minho menangis sekeras mungkin, berharap Key membuka kedua matanya lagi.

$$$

Sinar mentari mulai bersinar terang, para pekerja mulai berdatangan, melihat mayat Jonghyun didepan rumah besar itu membuat semuanya terkejut, dengan cepat polisi berdatangan, melihat apa yang terjadi, Minho masih menangis saat ditemukan ditempat kejadian.

“aku yang membunuh mereka semua” kata Minho cepat.

“TANGKAP AKU PAK POLISI!!!!!” teriak Minho.

Minho pun diborgol dan diamankan polisi, dan kesemua korban dikuburkan dengan layak, tepat dibelakang rumah besar itu.

Namun, tak ada satu bukti pun yang menyatakan bahwa Minho lah yang membunuh mereka semua, Minho dibebaskan tanpa syarat.

2 tahun Kemudian

“AKU YANG MEMBUNUH MEREKA SEMUA!!! TANGKAP AKU!!! AKU YANG MEMBUNUHNYA!!! AKUUU” jerit Minho, dia meronta-ronta tak keruan.

“kasian anak muda itu, harus menyaksikan kematian keluarganya didepan matanya sendiri” kata salah satu Dokter yang berjaga di Rumah Sakit Jiwa tempat Minho dirawat.

“memangnya kenapa dengan keluarganya?” kata suster yang disebelahnya.

“keluarganya dibantai dalam 1 malam, dan hanya dia yang selamat, dan sampai sekarang tak diketahui siapa yang membunuh mereka, tapi katanya salah satu yang mati adalah pembunuhnya, hidup memang kejam, kekayaan tak bisa menjamin segalanya” jawab sang Dokter.

FIN

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

63 thoughts on “{FF Party} Before The Dawn”

  1. Astagaaaaaaaa ini keren sekali!!!’
    sbnrnya dr awal aku dah bs nebak pembunuhnya minho… tp ttp aja keren bgt…..
    Thumbs up >.<

  2. Wueeehhh,,, kereen thor..!!!
    Keren,….

    Kejadiannya kayak nyata, kayak ngalamin sendiri.!!
    Di tunggu FF.a yang lain..!!! 😀

  3. Waaaah, horror’a dapet bgt! I like it..

    Keren bgt thor. Asik jg di bacanya. Serem jg sih . Karya author selanjutnya aku tunggu loooh!!!! ^w^

    HWAITING!!!!!!!!!!!

  4. wuah…daebak!
    ternyata Minho yng jadi pembunuhnya.
    dan di sini Minho nya jadi gay? iya gak sih?
    seandainya Key gak berperasangka buruk sama Hyo
    pasti gak bakal kayak gini
    wuaha daebak! daebak! 😀

    1. iyahh minho nya gay, demen ma keyeobo akuu, wkwkwkwkwk
      namanya juga dipanasin, jadi ajah Key nya bgiu. .
      padahal mreka bisa bahagia selamanyaaaa. . .

      gomawoo dah mau baca FF aku yahhh

  5. Saat semua menyalahkan Hyo, ternyata Minho pembunuh sebenarnya. Meskipun demikian, bukti kejahatan Minho tidak diketemukan, padahal tidak ada bukti yang dimusnahkan. Sekiranya kehidupan tidak menginginkan penjara untuknya, melainkan rumah sakit jiwa.
    Nice story.

  6. Astagfirullah ya?

    OMO!! endingnya! endingnya aq suka bgtt!!!!! begitu baca ending yang minho ternyata sakit jiwa + kata dokternya,, langsung jueeder,kaget hohohooho!! *apasih*

    bagus nih ep-epnya,,,tapi kecepetan,,n pas pembunuhannya kurang dalem kata-katanya,,tapi sempet deg-deg-an kug… hohohohooho…

    bagus…bagus..menarik!….tunggu karya selanjutnya! :) 😀

  7. agak bingung ya pas di awal
    katanya kan : Aku hidup dengan 5 pria dirumahku, mereka memiliki hubungan yang sangat dekat denganku, mereka sangat menyayangiku, dan aku tau mereka tulus.

    tapi kenapa jadinya: Aku tak pernah banyak bicara dengan mereka, aku hanya tak ingin dekat dengan mereka

    tapi overall lumayan

    1. jadi bgini, sepertinya saya salah menjelaskan, hubungan keluarga mereka sangat dekat, karena kakak dan adik, sodara. .
      tapi mereka itu ga akarab sebagaimana saudara, begitu maksudnya, bisa dipahami ga??
      aku juga bingung ni jelasinnya gimana -_____-v

      tapi gomawoo yahhhhh

  8. kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennn!!!!!!!!!!!!!!! >.<
    g nyangka ujung2nya minhonya jd gila
    serem bgt ngebayanginnya…..
    authornya daebak!!!!

  9. astafiruloh alazimm !!!
    singkat padat jelas, ceritanya sangat menarik, minho jahat !! ngak nyangka!!
    hyo… miris!
    key .. huwaa benar2 …. menyeramkan si minho !!! authorrr !
    deg-degan akubacanya, feelnya kuat, bagus bgt .. ayo lanjut buat ff yang menegangkan seperti ini lagi .. mungkin yg fantasy juga bisaaa

  10. iiiccchhhh ,,,,,, minho serem amat !!!!!!!!!!
    kacian key mesti ikut mati ,,,,,, kembalikan keyyyy ….. *nangis ampe banjir*

  11. “keluarganya dibantai dalam 1 malam, dan hanya dia yang selamat, dan sampai sekarang tak diketahui siapa yang membunuh mereka, tapi katanya salah satu yang mati adalah pembunuhnya, hidup memang kejam, kekayaan tak bisa menjamin segalanya” jawab sang Dokter
    lho kok? aku jd nangkapnya kalau minho itu bkn pembunuhnya?
    jadi pelakunyaa siaapa?

    daebak, aku suka bgt thriller kyk begini, hehe

    1. jadi bgini, karena Minho tidak terbukti bahwa dia yang melakukan pembunuhan, asumsi dari para polisi adalah Key atau Hyo yang membunuh, karena yang memegang bendatajam yang berupa pisau yang dijadikan alat pembunuh, hanya ada sidik jari dari Hyo dan Key saja, begitu, smoga penjelasan saya bisa diterima, terima kasih. .

      heheheheehe, gomawoo yahh dah mau baca FF akuu ^^

  12. Sumpah ..
    FF ini keren bgt ..

    Aku cm ngefeeling kalo mino yg bunuh ..
    Eh,,trnyata bner ..
    Gk nyangka sih sbnr ny,,mengingat alasan mino yg abnormal itu ..

    Jagi,,kasian kamu jadi gila ..

    Daebak .. Daebak ..
    Di tunggu karya2 selanjutnya ..

  13. Waw keren… Walo udah ketebak klo Minho yg pmbunuhnya, tp ini benar2 epic! Saluut bgt!! Udah physico, gay pula-___- Haha

    Btw, Endingnya epic bgt itu. Minho jadi gila-_-
    Gud job thor!

  14. ceritanya tragis. .DAEBAK.
    Minho,cni sma aku,pzti sembuh dh gilanya,ap lgy gay kamu#d.timpuk flames..
    Fanficnya keren,hyeo seok-sshi..^^v

  15. Aaaahhh terakhirnyaaaa x_x
    Tapi suer gak kepikiran minho gt sebelum hyo nunjuk minho. Padahal bukti-buktinya banyak banget yang ke dia. Yaha saya babo-_-
    Aaaah seru seruuu bangeeett!
    Daebaaaaakkk:D

  16. ““…tapi katanya salah satu yang mati adalah pembunuhnya, hidup memang kejam, kekayaan tak bisa menjamin segalanya” jawab sang Dokter.””
    Ini merujuk ke surat yang ditulis Minhokah?

    Nggak nyangka sama sekali ternyata Minho pembunuhnya. XD

    Minho maho? Nggak apa2. ᄏᄏᄏᄏ

  17. Aihhh… ini ff keren bangeettt….
    Ngeri juga pas bagian berdarah-darah itu…… ><

    Mian baru baca ya, tapi saya gak nyesel kok bacanya…. 🙂

  18. Tak bisa berkata apa apa
    Keren banget ff ini
    Menegangkan sekaligus seram
    Aduh kasihan minho
    Semua keluarganya meninggal dalam satu malam karna dia

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s