I Hate U, but I Love U – Part 2

I Hate U but I Love U Part 2

(She’s / He’s My Girlfriend / Boyfriend)

 

Title: I Hate U but I Love U

Author: Hyeonnie

Cast: Kim Ki Bum (SHINee)

         Kang Yun Ji (YOU)

 Support Cast: SHINee members, Park Ji Yeon, Kim Mi Ri, Choi Hyochan, Choi Sulli

Genre: romance, family, friendship

Length: sequel

Rating: PG-13

Disclaimer : This mine. Don’t copy this ff !!!!! I do not own Key, his belongs to SME. Other cast belongs to themself. I do own this plot story that’s belongs to my imagination. I hope you like it. Enjoy..  (editanku?? Berantakan!) Happy reading and don’t be silent reader! *SILENT READER,, NYEMPLUNG DI LAUT AJAH!! J*

 

“yaa! Key!”suara yun ji hampir terdengar sampai di seberang jalan.

“akibat suka berteriak dan marah-marah. Itu akibatnya!”ujar key dan meninggalkan yun ji yang sedang kesal.

“hyaaa! Kau lihat saja!!”

==========Key POV==========

====================

Itulah pembalasan untuk anak kecil yang suka teriak-teriak. Aku tersenyum kecil ketika melihat tingkah konyolnya lewat kaca spionku. ‘key-ah, apa kau tidaksalah mengajaknya ke pesta?’tanyaku sendiri.

“ah, dwaeseo.”

Beberapa menit berlalu dan aku tiba di rumah dengan selamat. Aku turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.

“ah, key. Anyeong!”sapa ji yeon ketika aku masuk rumah. Kenapa  dia ada di sini? Aku melirik ke arah jonghyun hyung. Ternyata dia yang mengajak ji yeon ke sini.

“ah, anyeong…”sapaku dingin dan masuk ke dalam kamar. aku mengunci pintu dan mengganti seragamku dengan baju rumahku. Aku membuka lemari pakaianku yang berisi pakaian formal untuk acara dan pesta. Aku mengeluarkan sebuah jas hitam.

“ah,, tidak usah formal sekali. Hanya ulang tahun taemin saja kok.”kataku sambil memasukkan kembali jas itu ke dalam lemari. Aku mengambil kaos putihku dan celana jeans panjang.

‘apa begini saja?’tanyaku sendiri. Ah! Aku mengambil kembali jas hitam yang kuambil tadi. Tada! Begini saja. Simple. Aku pun melirik ke arah jam tanganku. Jam 5. Aku harus segera bersiap. Aku segera mandi dan memakai baju yang kusiapkan tadi. Aku keluar dari kamar dan melihat jonghyun hyung yang baru datang dari luar.

“ji yeon sudah pulang?”tanyaku. hyung mengangguk dan melangkah masuk ke dalam rumah. Kunaiki mobilku dan melaju menuju rumah yun ji. Hah. Malas juga. Rumahnya cukup jauh dari rumahku. 30 menit berlangsung. Aku sampai di rumahnya. Rumahnya cukup besar dan kurasa dari luar sangat bagus dan mewah. Sebelumnya, aku pernah lewat rumahnya sewaktu pergi ke rumah kakekku di dekat sini. Aku menekan klakson mobilku dengan sedikit lembut agar tidak menganggu para tetangga. Belum ada juga jawaban dari dalam. Aku menekan klakson mobilku sekali lagi. Masih sama. Akhirnya kutekan klakson itu keras-keras hingga menimbulkan suara yang bising. Kudengar langkah kaki seseorang dari dalam.

“siapa sih? Bel-bel sembarang saja! Yaa! Bisakah kau jangan bel-bel terus di depan rum…..”yun ji keluar dengan rambut dikuncir, kaos pink, celana pendek jeans dan tanpa alas kaki. Yang anehnya, ia memakai celemek putih.

“yaa! Kau belum siap?”tanyaku yang menyadari ia masih melongo melihatku.

“yaa!”seruku. “ahh, ani. Inikan masih jam setengah 6.”jawabnya santai. Baru kusadari, ternyata wajah dan tangannya penuh dengan tepung.

“kenapa kau penuh dengan tepung?”tanyaku.

“aissh. Tunggu saja di situ.”suruhnya.

“hey! Bisakah kau suruh aku masuk? Di sini dingin.”suruhku.

“ya, sudah. Tapi, jangan menyesal kalau kau sudah masuk.”ujarnya sambil berjalan masuk. Di depan pintu rumahnya, banyak sekali sandal dan sepatu. Tapi, anehnya, aku mencium aroma roti yang sangat lezat. Aku menoleh ke halaman sampingnya. Omo! Kenapa ada banyak orang di situ? Aku berjalan masuk ke dalam rumahnya. Apa lagi ini? Di dapurnya yang terbuka sangat kotor. Dan beberapa orang yang sibuk membuat roti?

“ini rumahmu kan?”tanyaku memastikan.

“nee. Kenapa? Kau tidak menyesal kan? Rumahku ini toko roti. Bukan, bagian sana yang toko roti. Jelas-jelas di depan tertulis Kang Bakery.Ini teman-temanku yang membantuku membuat roti setiap hari.”jelasnya. toko roti? Mana bisa rumah dijadikan toko roti?

“duduk di situ. Tunggu 15 menit lagi. Kalau kau lapar, ambil saja roti di meja itu.”suruhnya sambil memasuki sbuah pintu yang kuduga adalah kamarnya. Aku duduk di sebuah sofa empuk. Aku sadari, semua pekerja melihatku dengan senym-senyum. Ada apa dengan mereka? Tiba-tiba, seorang yeoja datang duduk denganku.

“oppa, yun ji beruntung sekali bisa mendapatkan oppa..”ujar yeoja itu. Aku hanya tersenyum kecil.

“dia sendiri tidak pernah menceritakan kami kalau dia punya namjachingu setampan ini..”celutuk seorang ahjuma. mwo? Namjachingu?

“ah, cheosonghamnida. Tapi saya ini…”

“key, kajja.”seru yun ji dari pintu kamarnya. Minidress pink itu sangat cocok dengannya. Aku hanya menatapnya dari atas hingga bawah. Wow! Wow, kang yun ji, kau sukses membuatku terpana.

“yun ji eonnie, kau sangat cantik!”ujar yeoja tadi.

“sulli-ah.. kau ini.”

“yaa! Apa yang kau lihat? Kajja!”lanjutnya dan menarikku pergi.

“ahh, aku pergi dulu. Anyeong!”pamit yun ji. Aku dan yun ji membungkuk dan pergi segera ke lokasi pesta.

Di mobil, kami terdiam seribu bahasa.hingga akhirnya aku berbicara.

“yun ji-ah, kau tahu, kau can…. Ah mianhae, lupakan!”suruhku. kenapa kata-kata yang keluar dari mulutku begitu? Aissh!

“haha… ki bum-ssi, ah salah, key-ah.. bilang saja aku cantik. Iya kan?”godanya. Aku  hanya menahan malu. Ia malah tersenyum.

“o ya. Kita mau ke pesta apa?”tanyanya.

“ulang tahun taemin.”jawabku singkat, padat dan jelas.

“ohh.. yaa! Kenapa kau tidak bilang? Aku kan bisa mampir beli hadiah tadi!”marahnya.

“ne… ne.. kita mampir di toko itu dulu.. kau cari saja hadiah di situ.”suruhku yang sudah menepi.

“kau tak memberinya hadiah?”tanyanya. Aku menggeleng.

“ya, sudah. Kau tunggu aku. Jangan sampai tinggalkan aku lagi.”suruhnya dan berjalan masuk ke dalam toko kecil itu. Beberapa menit kemudian, ia keluar dengan sebuah kotak kecil yang berbungkuskan kertas kado warna biru.

“apa itu?”tanyaku ketika ia masuk mobil.

“apa kau harus tau? Jalan sana!”suruhna untuk kesekian kalinya. Aku hanya menggeleng-geleng kepala dan melaju dengan kecepatan standar.

“turun.”suruhku. “kau tidak meninggalkanku kan?”tanyanya. Aku mendesah kecil.

“yaa! Lihat sana! Ini café. Kita sudah sampai. Babo!”kataku sambil menekankan kata babo. Akhirnya ia turun. Ia berjalan sangat berhati-hati.

“jalannya kok gitu?”tanyaku setengah berteriak.

“ini high heels.. kalau aku jatuh?”

“ah.. appali!”aku menariknya cepat dan alhasil, ia hampir terjatuh.

Ia mendesah kecil dan memegang tanganku erat agar tidak jatuh seperti tadi. Di dalam, taemin sedang mengobrol dengan minho. Aku dan tentunya yun ji menghampirinya.

“saengil cukhae, taemin!”salam yun ji dan memberikan kadonya.

“wah.. gomawo, noona. Mi ri noona ada?”tanyanya.

“mi ri? Kim mi ri maksudmu?”tanyaku. ia mengangguk.

“tumbennya kau menanyakan dia, taeminnie.”ujar minho.

“aniyo.. dia tidak ikut. Aku saja merasa aku tidak diundang.”kataku polos.

“ya sudah deh..”terlihat wajah taemin yang kecewa. Pasti ada sesuatu. Key mengajakku duduk di salah satu tempat yangkosong. Beberapa menit berlalu. Taemin pun naik ke sebuah panggung kecil. Ia duduk di sebuah kursi dan melantunkan lagu dari piano tersebut. 5 menit taemin pun selesai. Ia membungkuk dan berjalan ke arah microfone di tengah panggung kecil itu. Semuanya bertepuk tangan meriah kecuali namja di sampingku ini. Key. Aku menyikutnya dan ia pun bertepuk tangan dan itu hanya 2 tepukan.

“kamsahamnida. Saya sangat berterima kasih kepada para hadirin yang menghadiri undangan saya ini. Saya sangat bahagia karena inilah hari dimana saya mendapatkan dan ditambah 1 umur lagi oleh Tuhan. Rasa terima kasih ini saya ucapkan juga khusus untuk kedua orang tua saya, Tae sun hyung dan tentunya minho hyung dan key hyung. Untuk appa dan eomma, terima kasih karena telah merawat dan membesarkanku hingga menjadi anak seperti ini. Untuk taesun, minho dan key hyung, terima kasih karena telah menjadi hyung yang baik kepada saya. Untuk taesun dan minho hyung, semoga segera mendapatkan yeojachingu.”katanya.

Semua undangan tertawa kecil mendengar omongan taemin. Entah itu gurauan atau permohonan. Untuk taesun hyung dan minho saja? Untukku tidak?

“maaf. Pasti anda bingung karena saya tidak menyebutkan nama key hyung. Itu karena, ia baru saja memiliki seorang yeoja chingu. Namanya yun ji noona. Selamat hyung!”ujarnya dan semuanya melihat kea rah kami-aku dan yun ji-. Aku dan yun ji hanya tersenyum gaje. Haduh! Taemin pabbo! Aku menarik yun ji keluar ke parkiran.

“aduh,, lepas.. sakit!”suruhnya. Aku masih panic. Bagaimana ini? Semua orang mengira kami pacaran lagi.

“mungkin mereka ingin berdua sebentar..”samar-samar, suara taemin terdengar dari dalam café.

“ijjashigi! Apa sih maunya dia? Mau dapat bogem gratis di hari bahagianya?”rutukku. yun ji hanya diam.

“yaa!”aku menyadarkannya dari lamunan bodohnya.

“kenapa kau melamun?”tanyaku.

“aniyo. Jadi, kita pulang atau tetap di halaman parkir ini?”tanyanya.

“menurutmu?”tanyaku balik karena aku juga bingung.

“kembali saja..”suruhnya. “kau saja..”jawabku.

“ya sudah!”ujarnya ketus dan kembali masuk ke dalam café. Aissh!

==========Yun Ji POV==========

====================

Dasar Taemin! Aku kan bukan yeoja chingu key. Babo sekali bocah itu! Aku kembali masuk ke café. Meninggalkan key di halaman parkir.

“ahh, noona. Aku cari ke mana-mana.”celetuk taemin yang ternyata sudah turun panggung. Tanpa ba bi bu, aku memukul kepalanya pelan.

“loh, noona? Waeyo?”tanyanya polos.

“aiish! Ijjashigi! Kenapa kau bilang aku yeoja chingu key hah?!”tanyaku marah.

“ahh, noona. Tidak usah malu begitu. Aku hanya mengumumkan agar orang tau.”jawabnya santai.

“yaa, babo! Aku bukan siapa-siapa key!”ujarku dengan nada yang sedikit tinggi lalu aku duduk di kursi bar.  Ahh! Sebalnya!

“ada yang bisa saya bantu, nona?”tanya pelayan bar itu.

“ahh, tidak.”jawabku. aku masih terduduk diam. Pelayan itu sibuk dengan botol-botol anggur dan bir.

“ehm,, aku pesan wiskinya satu,ya..”pesanku yang sedikit tertarik.

“ah, ne.. ini dia..”ucap pelayan itu sambil memberiku segelas kecil. Ketika aku akan meminum wiski itu, seseorang menahanku.

“key? Waeyo?”tanyaku.

“bocah sepertimu belum boleh minum.”larangnya.

“hey! Terserah aku dong! Kau bukan siapa-siapaku kok!”bantahku dan meneguk habis wiski itu.

“satu lagi..”pesanku pada pelayan tadi.

“yaa! Sudah kubilang! Nanti kau mabuk, bodoh!”bentaknya.

“bodoh!”bantahku sekali lagi dan meneguk habis segelas lagi. Aku memesan lagi dan seperti tadi, key masih memarahiku. Itu terulang sampai aku benar-benar mabuk.

“tuh kan! Sudah kubilang!”kudengar suara key marah.

“aissh! Sudah! Sudah!”aku menyuruhnya diam sambil mengusirnya. Ia menarikku keluar dan membawaku ke dalam mobilnya.

“bodoh! Kaulah yeoja paling bodoh yang pernah kutemui!”makinya. aku hanya bisa angguk-angguk pada saat ia akan menutup pintu mobil aku menahannya.

“tunggu sebentar…”suruhku.

“waeyo?”tanyanya.

“ugghh…. Ugghhh…key-ah, lebih baik kau….. ueekkkk!!!”aku memuntahinya.

“geser..”lanjutku setelah memuntahinya.

“aissh! Yaa! Dasar!”kudengar ia marah-marah. Hah.. mianhae. Aku sudah tidak kuat sih.

Aku merasakan key yang memperbaiki posisi dudukku dan aku malah menonjoknya.

“yaa!”marahnya dan memukul jidatku. Setelah itu,,, gelapppp…

====================

“hoamm..”aku menguap pelan dan membuka mataku. Oh, senangnya. Aku sudah ada di kamarku. Aku merubah posisiku yang tadinya tidur menjadi duduk.

“uhmm? Hyochan eodiseo?”tanyaku pada diriku sendiri. Hyochan itu sahabatku juga. Ia tinggal bersamaku. Adiknya sulli juga tinggal di rumah ini. Ia tidur sendirian di kamar yang tidak terlalu besar seperti kamarku ini. Aku menata rambutku dengan jari-jari tanganku dan bergegas mandi. Aku turun dari tempat tidur dan…

“aww!!”sebuah jeritan keras dari bawah. Tepatnya yang kuinjak ini.

“omo! Key? Kenapa kau bisa di situ?”tanyaku tidak percaya.

“aissh! Yaa! Perutku sakit!”marahnya. Aku rasa aku menginjak perutnya. Aku masih bingung. Kok dia bisa di bawah sih?

“kau kenapa? Kok bisa di situ?”tanyaku sekali lagi.

“kemarin, kau menonjokku lagi setelah kau kuantar pulang! Aku menghampirimu, kau malah menonjokku. Dan sialnya, kepalaku terbentur tembok. Dan mungkin aku pingsan.”jelasnya sambil memegang kepalanya.

“ahh, mianhae.”maafku. ia hanya mendesah kecil. Aku memerhatikan bajunya. Baju hitam itu mirip bajuku deh,

“wah, key! Bajumu sama seperti punyaku!”ujarku sambil mencari-cari baju yang sama seperti key pakai.

“yaa! Babo! Ini bajumu! Sewaktu aku menghampirimu yang tidur baru kau menonjokku. Ngomong-ngomong, mana chingu yang sekamar denganmu itu?”tanya key. Aku mengangkat bahuku tidak tahu. Aku dan dia keluar kamar. Terlihat ahjuma dan lainnya yang panic.

“ahjuma, waeyo?”tanyaku melihat ahjuma sibuk dengan adonan roti. Ahjuma sama sekali tidak menjawab. Aku beralih ke hyochan yang sibuk dengan roti di oven.

“hyochan, apa yang terjadi?”tanyaku.

“yun-ah.. kau tahu? Tadi pagi, seorang namja memesan Small Bread Chocolate, Small Bread Peanut dan Jumbo Blueberry masing-masing 300 untuk besok!! Kita kan hanya punya pekerja 4. Bagaimana cukup?”jelas hyochan yang panic.

“bagaimana ini?”aku juga panic. Aku berpikir keras. Aha! Kulihat key di depan pintu masuk yang sedang memakan  roti. Aku menghampirinya.

“key-ah.. kau makan terus deh..”ujarku sambil tersenyum manis.

“hyaa! Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?”tanyanya sambil memakan rotinya.

“kenapa dengan wajahku?”tanyaku balik.

“kau tahu kan. Itu membuatmu cute, eh, bukan bukan! Jelek!”ejeknya.

“alahh! Bilang saja cute! Ya kan??”godaku. Terlihat wajahnya memerah.

“aissh! Katakana ada apa?”tanyanya.

“ehmm,, key-ahh,,kau dengar pembicaraan kami tadi tidak?”tanyaku agar ia langsung tau.

“apa? Aku tidak tahu.”jawabnya spontan.

“begini, ada orang yang memesan 900 roti untuk besok. Mau kah kau membantu? Ajak 2 temanmu juga boleh kok. Aku juga mau ajak mi ri.. jebahl??”mohonku. ia tampak berpikir.

“sepertinya,,, tidak bisa?”jawabnya. Aku memanyunkan bibirku.

“araseo… aku coba hubungi mereka. Ingat! Kerjaku harus mudah.”ancamnya.

“okey!!”jawabku semangat. Aku pun menelepon mi ri.

‘yoboseyo?’sapa mi ri dari sebrang sana.

‘mi ri-ah.. kau dimana?’tanyaku.

‘dalam perjalanan ke sekolah. Kenapa? Kau tidak ke sekolah?’ tanyanya.

‘mi ri-ah.. datanglah ke rumahku. Ada sesuatu yang penting.’suruhku.

‘penting? Memangnya sepenting apa?’tanyanya.

‘penting sekali!’jawabku.

‘araseo. Aku segera ke sana.’

Tuuuutt…. Tuuutttt… sambungan telepon terputus.

Aku menghampiri key yang sedang meminum teh.

“teh dari mana itu?”tanyaku.

“kuambil disitu.”jawabnya. omo! “mana! Aku lihat dulu!”aku mengambil cangkir teh di tangan key.

“yaa! Ini teh diet ahjuma!”

“mwo?!”

====================

Key terus bolak-balik ke kamar mandi. Itu pasti efek teh diet milik ahjuma itu. Sembarangan minum sih.

“anyeong!”sapa seseorang dari pintu. Oh, mi ri.

“mi ri-ah. Kenapa kau tidak ganti baju dulu?”tanyaku.

“untuk apa ganti baju? Urusan penting apa? Sepenting ap…..”

“mi ri-ah. Kwenchana?”tanyaku karena ia melihat lurus ke depan.

“kenapa dia di sini?”tanya mi ri. Aku membalikkan badanku. Oh, ternyata key.

“ahh, dia mampir saja.”bohongku.

“kau ganti baju dulu. Pakai saja bajuku.”suruhku sambil mendorongnya masuk kamar.

“chankaman. Itu bajumu kan? Itu hadiah dariku tahun lalu kan?”tanyanya sambil menatap baju yang dikenakan key.

“ah, bukan. Bukan. Sana!”suruhku dan ia masuk mengganti baju.

“anyeong noona!”sapa seorang namja dari pintu.

“ahh, taemin! Minho!”sapaku pada mereka. Taemin datang menghampiriku dan langsung memelukku.

“yaa!”dia melepaskan pelukannya. Entah mengapa, taemin jadi begini kepadaku. Aku melihat minho yang nampak ragu-ragu untuk masuk. Kan sudah bersih.

“yaa! Tuan muda, kalau kau tidak mau masuk, kau mau duduk di mana?”sindir key. Minho pun masuk.

“kalau begitu, kita mulai.”ujarku setelah semua berkumpul. Aku membagi-bagi tugas pada mereka.

“chankaman. Jadi, kau menyuruhku datang karena ini?”tanya mi ri.

“ne.. kau kan suka membuat roti.”jawabku sambil tersenyum manis. Ia pun mengangguk semangat. Akhirnya kami bekerja dengan riang walau banyak yang aku dan mi ri ajar pada 3 makhluk itu. 5 jam kami bekerja, taemin pun beristirahat di sofa. Key masih sibuk mengaduk adonan. Serius sekali dia.

“yaa! Yun ji! Bantu aku!”suruhnya dengan suara yang sedikit berteriak. Aku yang sadar segera menghampirinya.

“waeyo?”tanyaku. “kau lakukan ini. Contohkan padaku. Supaya aku bisa melakukannya dengan benar..”suruhnya. Aku mengangguk. Aku menaruh bahan-bahan secukupnya. Saat aku hendak mencampur bahan-bahan tersebut, seseorang menyiramku dengan sedikit tepung.

“yaa!! Siapa yang bera…..”

“aku.. kau berani melawan?”tanya key dan menyiramku dengan tepung. Aku mengambil tepung segenggam dan menyiramnya. Rambutnya menjadi putih seperti kakek-kakek.

“uwaa! Kakek key!”ejekku dan berlari meenghindar. Ia mengejarku dengan segenggam penuh tepung.

“rasakan ini!”ia melempar tepung-tepung itu tepat di wajahku. Sial!

“ahahaha!! Nenek Yunji!”ejeknya. Kini, aku mengejarnya dengan tangan yang penuh tepung. Itulah yang terjadi. Beberapa saat kemudian, kami berdua sadar, kami sudah menjadi manusia tepung.

“yaa! Hentikan! Kalian sudah seperti kakek dan nenek!”marah mi ri. Aku dan key menunduk.

“haha! Hyung! Kau tua sekali! Noona, kau juga!”ejek taemin pada aku dan key.  Aku pun berjalan kea rah kamar bersama key.

“kyaa!”teriakku karena terpeleset tepung. Untung saja key menahanku. Huff! Hampir saja aku jatuh.

“ha-hati-hhati dong.”ujarnya pelan. Aku membenarkan posisiku dan ingin masuk ke kamar.

===========Key POV===========

=======================

Aku menahan yun ji yang hampir terjatuh.

“ha-hati-hhati dong.”ujarku pelan dan ia membenarkan posisinya. Ia menggerakkan tubuhnya masuk ke dalam kamar.

“anyeong!”sapa seseorang dari pintu. Kami semua menoleh kecuali ahjuma yang sedang sibuk. Yun ji yang akan masuk kamar kembali menoleh.

“jonghyun hyung?”tanya taemin dan minho bersamaan.

“jonghyun sunbaenim!”sapa mi ri.

“kalau bukan di sekolah jangan memanggilku sunbae, panggil saja oppa.”suruh hyung.

“hyung?”tanyaku.

“hey, kalian sedang bermain rupanya.”ujar hyung masuk ke dalam dan duduk dengan taemin di sofa.

“apa yang kau lakukan di sini?”tanyaku dingin.

“key, harusnya aku yang tanya. Apa yang kau lakukan di sini?”tanyanya balik.

“ckckck..  bukan urusanmu.”jawabku ketus.

“apa anda tuan kim?”tanya hyochan. Hyung mengangguk. Apa maksudnya? Hyochan mendekati yun ji dan berbisik sesuatu.

“yun ji-ah. Dialah yang memesan 900 roti ini.”bisik hyochan. Yun ji terbelalak. Begitu pun aku.

“hyung! Mengapa kau memesan sebanyak ini?”tanyaku.

“ani.. iseng-iseng saja.”jawab hyung santai. “yaa! Iseng kau bilang?!”tanyaku dan member hadiahnya bogem di tepi bibirnya.

“hyung! Hentikan!”lerai taemin.

“kau gila apa? Kita sudah menghabiskan waktu dan 400 roti yang sudah kita buat! Dia mlah bilang iseng!”bentakku.

“yaa, key! Ji yeon menunggumu di depan!”kata hyung ketus. Mwo?! Ji yeon?! Apa ada maksud dengan ini juga?

“ji-ji yeon?”tanya yun ji tiba-tiba dengan wajah pucat. Jonghyun hyung sudah berjalan keluar.

“waeyo? Kau kenal ji yeon?”tanya minho. Yun ji tidak menjawab sama sekali. Ia terduduk lemas di lantai. Mi ri datang membantunya berdiri.

“mi ri-ah..”panggilnya lirih.

“ne… aku tahu. Ki bum-ah. Kau bicara dengan ji yeon di tempat lain saja.”suruh mi ri. Aku hanya mengangguk. Aku masih belum mengerti. Sebenarnya apa yang terjadi?

TBC~~~

Anyeong readers! Part 2nya udah ada!

Semoga suka yah! Mian part 2nya lebih pendek 1 page. : )

Jangan lupa RCL yoo…

*bow 90°* kamsahamnida…

=====Hyeon=====

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

10 thoughts on “I Hate U, but I Love U – Part 2”

  1. Wuah seru punya temen kayak key…akrab bener….lucu…
    *ivy,komen mu gaje* *abis takut di cemplungin ke laut ama author nya*kekkekeke…

  2. Ehhhhmmmmm…..

    First yaak thor? Bagus bgt! Romance jg dpt. Aku sk bgt. Bikin penasaran deh. Yak thor silahkan di lanjutkan yaaapzz….

    HWATING!! 🙂 🙂 😀 😀 ^O^

  3. Aq sukaa kq thor 😀
    egile,mesen 900 roti buat iseng doang ._.,,jong koq mau bantuin jiyeon??jgn” seneng ma jiyeon,hehe
    kayaknya si key dah mulai seneng ma yunji,wkwkwk
    lanjutt thor 😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s