[FF PARTY 2011] Unforgettable Problem (1.2)

Title                             : Unforgettable problem (1.2)

Author                         : Shin Taera

Main Cast                    : SHINee Member

Support Cast               : Key’s parent, Key’s halmeoni

Length                         : Two shoot

Genre                          : Family

Rating                         : All age

Keterangan                  : Sekedar berpartisipasi

Unforgettable Problem (1.2)

Tik…Tik…Tik…Suara detik jam jelas terdengar di telinga para SHINee member yang belum terlelap tidur. Mereka memang sengaja tidak tidur semalaman untuk menunggu datangnya waktu special mereka. Sekarang waktu menunjukkan pukul 23.59 waktu Korea Selatan.

            “Kalian siap?” tanya Onew memecah keheningan malam. SHINee member yang lain menjawab hanya dengan anggukan. Minho segera mematikan lampu agar suasana menjadi gelap. Saat ini mereka tengah berkumpul di ruang makan dengan sebuah kue diatas meja makan. Ya. Besok atau lebih tepatnya satu menit lagi adalah tanggal 25 Mei yang notabene adalah hari jadi SHINee. Diatas kue tertancap sebuah lilin bertuliskan angka tiga, menandakan tiga tahun usia SHINee. Sebuah boyband dari SM Entertainment yang disebut-sebut sebagai ‘pengganti DBSK’. Key yang sedari tadi memegang korek api segera menyalakan lilin.

            Teng…Teng…Teng…Teng…Tepat pukul 00.00 waktu Korea Selatan. SHINee member saling berpegangan tangan.

            “Hari ini tepat tiga tahun usia SHINee.” kata Onew selaku leader. “Semoga SHINee menjadi boyband yang semakin baik setiap harinya.” Itulah satu-satunya harapan SHINee member yaitu dapat bertahan ditengah banyaknya boyband boyband baru yang bermunculan. Mereka segera meniup lilin yang dari tadi menyala. Dan seketika ruangan menjadi gelap kembali. Minho segera menyalakan lampu.

            “Nggak kerasa ya, udah tiga tahun SHINee terbentuk. Dan itu artinya kita udah saling kenal selama lima tahun.” kata Key sambil menyiapkan piring-piring kecil untuk potongan kuenya. Umur SHINee memang baru tiga tahun tapi mereka semua sudah saling kenal sejak masa training mereka selama dua tahun.

            “Hyung, siapa yang membuat kue ini?” tanya Taemin setelah mencicipinya.

            “Na. Wae? Massissji?” tanya Key beruntun.

            “Ne~ jinjja massisseo.” kata Taemin sambil memasukkan sesendok penuh kue ke dalam mulutnya.

            “Jinjja?” tanya Jonghyun tidak percaya. Dengan segera ia menyuapkan sendoknya ke dalam mulutnya. “Waah, kemampuan memasakmu sepertinya meningkat sejak Raising Idol.” puji Jonghyun.

            “Ngomong-ngomong, kita buka internet yuk. Mungkin ada berita tentang ulang tahun kita.” ajak Minho. Mereka segera berpindah ke ruang computer. Taemin membuka blog resmi SHINee yang di buat oleh seorang Shawol Korea Selatan. Disinilah tempat seluruh Shawol berkumpul. Tanggal 25 Mei baru berjalan selama 10 menit tapi sudah ribuan message yang terpampang di halaman awal blog. Isinya rata-rata sama. Ucapan selamat ulang tahun untuk idola mereka.

            “Ternyata bukan kita aja ya yang begadang semalaman. Shawol juga begadang rupanya.” kata Onew. “Ayo kita tidur. Hari ini Taemin harus berangkat pagi. Kita juga ada perform di Music Core.” ajak Onew. SHINee member yang lain menuruti perintah leader mereka.

∞∞∞

            Teng…Teng…Teng…

            “Tutup gerbangnya.” perintah Kepala Sekolah. Kepala Chungdam High School yang satu ini memang dikenal sangat disiplin. Ia selalu berjaga-jaga di depan gerbang setiap pagi. Ia selalu memastikan tidak ada seorang murid pun yang terlambat boleh mengikuti pelajaran hari itu. Taemin yang masih berjarak 10 meter dari gerbang mempercepat langkahnya. Untungnya, Taemin masih sempat masuk sebelum gerbang benar-benar ditutup.

            “Hosh..hosh..hosh.” Taemin berusaha menstabilkan napasnya. “Untung saja. Kalo tadi Onew hyung nggak bangunin aku, mungkin sekarang aku udah dihukum.” lega Taemin. Taemin melangkahkan kaki menuju kelas dengan ringan. Karena hari ini hari Sabtu, pelajarannya tidak begitu menguras otak. Belum sampai Taemin di kelasnya, ia dihadang oleh puluhan yeoja yang sepertinya sudah menunggunya dari tadi.

Oppa, ini untukmu.” kata salah satu yeoja. “Yang ini untuk Onew oppa, Key oppa, Minho oppa, dan Jonghyun oppa.” katanya lagi sambil menyerahkan satu persatu kadonya.

Kamsahamnida.” kata Taemin ramah. Ia selalu mengeluarkan senyumannya yang cute kepada semua orang tanpa kecuali. Sebagai tanda terima kasihnya, ia memberi yeoja-yeoja itu permen. Ia memang selalu membawa permen kemana-mana. Ternyata tidak sampai disini. Saat ia masuk kelas, ia langsung menuju loker yang terletak di sudut ruang kelasnya untuk menyimpan sementara kado yang ia terima tadi. BRUK.BRUK.BRUK. Puluhan kado berjatuhan dari dalam lokernya. Mulai dari cokelat, buku kumpulan fan fiction yang ditulis oleh para Shawol, sampai headphone rela Shawol berikan untuk idolanya ini. Sepertinya niatnya untuk menyimpan kado di dalam loker harus tertunda. Lokernya sudah tidak muat untuk menampung kado yang ia terima. Saat ia hendak duduk di bangkunya, ia melihat sesuatu di dalam laci mejanya. Dan benar dugaannya. Kado lagi. Tapi, kado yang satu ini agak berbeda menurutnya. Kadonya kecil tapi disimpan di sebuah tas kertas yang cukup besar. Rasa penasaran Taemin terjawab setelah membaca surat yang ada di dalamnya.

Oppa, ini kado untuk kalian semua. Aku sengaja menyimpannya di tas kertas yang besar. Aku tebak pasti oppa tidak membawa kantong plastic untuk menyimpan kado-kado dari para Shawol. Oleh karena itu kantong kertas ini bisa oppa gunakan untuk menyimpannya.

                                                                                                            SHINee World

Waah. Shawol yang pengertian.” kata Taemin dalam hati.

∞∞∞

Di kantin, Taemin duduk sendirian menunggu Key dan Jonghyun menjemputnya. Ia hanya ditemani oleh sebotol choco uyu kesukaannya. Disampingnya ada sebuah kantong kertas besar berisi kado-kado yang ia terima hari ini. Menurut schedule, hari ini SHINee akan tampil di Music Core.

From      : Jonghyun hyung

Message   : Taemina, kita udah di gerbang. Bballi wa.

Tanpa berpikir lama, Taemin langsung menyambar tas punggung dan kantong kertas disampingnya.

Igeo mwoya?” tanya Jonghyun begitu Taemin masuk ke dalam mobil.

“Ini kado dari para Shawol untuk kita.” jawab Taemin. “Onew hyung dan Minho hyung mana?” tanya Taemin.

“Mereka udah duluan kesana. Mereka kan jadi MC Music Core mulai hari ini. Jadi harus datang lebih awal.” terang Jonghyun.

Aigoo. Padahal aku mau tanya sesuatu.” sesal Taemin

“Tanya apa?” tanya Jonghyun penasaran

“Masalah PR hyung. Aku banyak tugas nih hari ini.” keluh Taemin

Aigoo. Jadi anak sekolahan emang susah. Dulu aku juga kayak kamu. Repot banget. Tapi setelah kuliah jadi agak longgar.” terang Key memberi semangat. “Geunde, babeul meogeosseo?” tanya Key. Key memang member yang sangat peduli dengan kesehatan member yang lain

“Belum.” kata Taemin sambil cengengesan.

Ja. Tadi sebelum berangkat aku buat sandwich dulu tapi aku buatnya pas. Jadi satu orang satu sandwich.” terang Key. Dengan segera kotak bekal Key diserbu oleh tangan-tangan lapar termasuk tangan Key sendiri.

∞∞∞

Sesampainya di Music Core, mereka langsung menuju ke ruang tunggu. Disana sudah ada Onew yang sedang membaca time table untuk hari ini dan Minho yang sedang main PS. Mereka terlihat serius sekali dengan kegiatan masing-masing. Sampai-sampai mereka tidak sadar kalau SHINee member datang.

            “Hyung, mwohae?” sapa Jonghyun yang mengambil posisi duduk disamping Onew.

            “Oo..wasseo?” tanya Onew kaget. “Aku sedang membaca time table.”

            “Minho ya, ini ada sandwich.” tawar Key

            “Gomawo.” kata Minho tanpa memalingkan wajahnya dari layar TV

            “Hyung, sandwich.” Kali ini giliran Onew yang ditawari Key

            “Gomawo.” kata Onew. SHINee member terlihat kurang fresh hari ini. Mungkin karena semalaman begadang merayakan hari ulang tahun mereka. Key yang biasanya cerewet saja hanya tidur-tiduran diatas sofa empuk yang tersedia disana. Cuma Minho yang terlihat masih semangat. Tentu saja pasti karena PS nya.

            “Taemina, mwohae?” tanya Minho. “Ayo kita main winning eleven.” ajaknya

            “Mianhae hyung. Nan jeongmal babbeuda.” kata Taemin. Matanya tertuju pada buku-buku dan angka-angka yang tertera didalamnya.

            “Kamu ngerjain apa sih? Serius banget.” tanya Onew

            “PR matematika.” jawabnya singkat. “Susah banget nih hyung.”

            “Butuh bantuan?” tawar Onew

            “Aniyo. Jigeum aniyo.” jawab Taemin yakin.

            Satu jam berlalu. Minho sudah tidak main PS lagi, Key yang tadi hanya tidur-tiduran sekarang malah tertidur pulas, Jonghyun terlihat sibuk dengan kertas dan pensilnya.

            “Hyung, sekarang aku butuh bantuanmu.” kata Taemin menyerah. Wajahnya sudah lusuh karena soal matematika yang kelewat susah.

            “Coba aku liat.” kata Onew sambil mengambil buku dihadapan Taemin. Belum sempat Onew membaca soal, seorang staff Music Core memanggilnya.

            “Onew ssi, Minho ssi waktunya rehearsal.” kata salah satu staff

            “Ne~” jawab Onew. “Aku bacanya nanti aja ya Taemin.” kata Onew. Taemin tidak menjawab. Ia hanya memanyunkan bibirnya. Taemin mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Cuma ada Jonghyun, Key dan dia sendiri disana. Ia bingung mau minta bantuan siapa. Key masih tidur pulas. Jonghyun masih sibuk membuat lagu baru. Akhirnya Taemin menyerah. Ia merebahkan badannya disamping Key. Dan tidak lama, ia pun ikut tertidur pulas.

            Akhirnya saat tampil pun tiba. SHINee member sudah bersiap-siap di belakang panggung. Hari ini mereka akan menyanyikan dua lagu yaitu Lucifer dan Hello. Dideretan penonton, terlihat banner besar bertuliskan SAENGIL CHUKHAHAE SHINee. Mereka sangat tersentuh dengan perhatian para Shawol. Sebelum turun dari panggung, para Shawol dengan kompak menyanyikan lagu ulang tahun untuk idola mereka.

            Waktu menunjukkan pukul 19.00 waktu Korea Selatan. SHINee member bersiap-siap pulang ke dorm setelah perform.

            “Huamhm.” Minho menguap karena menahan kantuk. “Jib e gaja.” ajaknya

            “Hyung, mampir ke perpustakaan dulu ya. Aku butuh bahan-bahan buat PRku.” pinta Taemin

            “Perpustakaan? Malam-malam begini?” tanya Minho. “Geurae.” lanjutnya. Mereka cepat-cepat pergi ke perpustakaan karena dua jam lagi perpustakaannya tutup.

            Kedatangan SHINee di perpustakaan malam-malam begini menarik perhatian para pengunjung yang lain. Mereka bukannya membaca malah mengambil foto para SHINee member secara canded.

            “Biar cepet selesai, mending kita berpencar aja. Aku dan Jonghyun cari di sebelah sini. Key dan Minho cari di sebelah sana. Taemin, kamu duduk disini aja nunggu buku-buku dari kita.” terang Onew. “Arasseo?” tanyanya menyakinkan.

            “Ne~” jawab mereka kompak. Dengan segera meja tempat Taemin menunggu dipenuhi buku-buku Biologi.

“Taemina, tugas sebanyak ini kenapa nggak dikerjain daritadi?” tanya Jonghyun.

“Tadi aku ketiduran di ruang tunggu.” jawab Taemin sambil memakan cemilan di depannya. Disaat Jonghyun dan Onew sibuk membantu Taemin, Key dan Minho malah membaca majalah fashion dan olahraga.

            “YA! Kalian sedang apa?” tanya Onew

            “Hehe..mianhae hyung.” jawab mereka

            “Kalo Biologi aku nyerah deh Taemin.” kata Key yang belum-belum sudah menyerah. “Kalo Bahasa Inggris tanya aja sama aku.” tawar Key.

            “Sayangnya aku nggak ada tugas Bahasa Inggris, hyung” kata Taemin.

            Satu jam berlalu. Perpustakaan sudah sepi pengunjung. Hanya tinggal SHINee member dan beberapa karyawan perpustakaan yang bertahan disana. Onew, Jonghyun, Key, dan Minho pun sudah ketiduran.

            “Kkeuth.” teriak Taemin membangunkan yang lain. Semua orang melihat kearahnya.

            “Kkeuth? Akhirnya.” kata Minho. “Bballi. Jib e gaja.” ajaknya

∞∞∞

            Saat di dorm, para SHINee member diserang kelaparan yang amat sangat. Dan sayangnya, persediaan makanan mereka habis. Terpaksa mereka harus pergi ke supermarket dekat dorm. Yang bertugas pergi adalah si magnae dan si flaming charisma.

            “Hyung, kita beli apa?” Melihat begitu banyak makanan, rasa laparnya semakin tidak tertahan

            “Beli ramyeon aja yang simple.” saran Minho “Ehhm, cokelat juga boleh deh.”

            “Aku juga mau beli makanan kecil ah.” kata Taemin. Dengan cepat keranjang belanjaan mereka sudah terisi penuh oleh beberapa ramyeon dan snack.

            “Sepertinya kita membeli terlalu banyak.” kata Minho sambil menyerahkan keranjang belanja pada petugas

            “Totalnya 46.550 won.” kata petugas kasir

            “Ne?” kata mereka serentak

            “Jamsimanhaeyo.” kata Taemin pada petugas kasir seraya menarik lengan Minho ke sudut ruangan. “Hyung, eotteohge? Kita cuma punya 30.000 won?” tanya Taemin khawatir. Minho berjalan kembali ke kasir.

            “Bisakah kita mengurangi belanjaan kami?” tanya Minho pelan-pelan

            “Ne~” jawab petugas kasir

            “Kamsahamnida. Jwesonghamnida.” kata Minho. Mereka lalu mengeluarkan barang-barang yang tidak perlu. “Taemina, kembalikan ini ke tempatnya.” kata Minho

            “Geunde, persediaan permenku udah habis hyung.” kata Taemin kecewa

            “Besok aja kita belinya.” kata Minho. Taemin tidak bisa menolak perintah Minho. Dari sekian banyak barang yang dikeluarkan dari keranjang, hanya lima cup ramyeon yang tersisa, sesuai dengan rencana awal mereka tadi.

            “Waa. Sungguh memalukan. “ kata Minho ditengah perjalanan pulang mereka.

            “YA! Kok lama banget sih?” protes Jonghyun. “Air yang kita rebus udah dingin lagi nih.”

            “Mianhae hyung. Tadi uang kita kurang. Terpaksa kita menukar barang-barangnya.” kata Minho menerangkan. Karena bahan makanan sudah datang, Key segera memasak air lagi.

            “Ja. Meogja.” kata Onew akhirnya.

∞∞∞

            Udara dingin kota Seoul menyergap tubuh Key yang sedang jogging di pinggiran Sungai Han. Aktivitas ini sudah menjadi rutinitasnya sejak album Lucifer liris. Dan sekarang, ia sedang melakukan diet super ketat agar berat badannya menurun. Ia memilih Sungai Han sebagai tempat jogging karena suasananya yang tenang dan pemandangannya yang indah.

            Hari sudah semakin sore. Langit pun sudah mulai berubah warna menjadi keemasan. Satu jam sudah Key berlari mengitari Sungai Han. Keringat mulai bercucuran di keningnya. Ia memutuskan untuk istirahat sejenak sebelum pulang ke dorm. Ia membaringkan tubuhnya yang basah terkena keringat di rerumputan hijau sekitar Sungi Han. Ia memejamkan matanya sejenak untuk merasakan semilir angin yang berhembus lembut.

            Hello…Hello…Handphone Key berbunyi nyaring di telinganya. Di layarnya tertulis ‘nae appa

            “Appa?” kata Key dalam hati sebelum mengangkat teleponnya. “Yeoboseyo?”

            “Kibuma, bisa kamu pulang ke rumah sebentar? Ada yang mau appa bicarakan denganmu.” kata appa dengan suara berat

            “Ne~ algeseumnida.” kata Key seraya memutuskan sambungan telepon.

            Key memasuki sebuah rumah besar tingkat dua milik keluarganya. Rumah yang sudah beberapa bulan ini tidak ia kunjungi karena jadwal SHINee yang padat. Begitu ia melangkahkan kakinya ke ruang tamu, kesan klasik kental terasa. Maklum, eommanya memang suka suasana klasik seperti Eropa.

            “Eomma~ appa~ halmeoni~.” teriak Key memanggil anggota keluarganya. Seorang wanita cantik keluar dari ruang keluarga. Walaupun umurnya sudah tidak muda lagi, tapi wanita ini masih terlihat cantik. “Eomma~~” kata Key seraya berlari kearah eommanya. Rasa kangen terlihat jelas diwajah keduanya. “Eomma bogosiphda.” kata Key lagi sambil melepas pelukannya.

            “Aigoo, nae adeul.” kata eomma sambil mengelus lembut rambut anak semata wayangnya ini. “Babeul meogeosseo? Gathi meogja.” kata eomma menawarkan. Key hanya mengangguk seperti anak kecil yang diberi permen. Di ruang makan sudah berkumpul appa dan halmeoni. Key langsung berlari kearah halmeoni. Ia sangat merindukan halmeoninya ini. Sejak kecil, Key memang lebih sering menghabiskan waktu dengan halmeoni karena orangtua Key sibuk bekerja.

            “Halmeoni, bogosiphda.” kata Key sambil memeluk halmeoni

            “Kenapa kamu kelihatan kurus begitu?” tanya halmeoni khawatir

            “Gwaenchanayo halmeoni. Aku memang sedang diet.” jawab Key

            “Kamu harus jaga kesehatanmu. Jangan lupa makan.” kata halmeoni menasehati

            “Ne~ halmeoni. Keokjeong hajimayo.” jawab Key. “Appa, aku sudah lama tidak meneleponmu. Jwesonghamnida.” kata Key

            “Lain kali sesibuk apapun kamu, jangan sampai lupa menelepon. Paling tidak teleponlah eomma atau halmeoni.” kata appa hangat.

            “Ne~ algeseumnida.” jawab Key. “Ngomong-ngomong appa mau bicara apa?” tanya Key to the point

            “Ngobrolnya nanti aja. Sekarang kita makan dulu.” kata eomma memotong pembicaraan.

            Selesai makan, appa menyuruh Key menemuinya di kolam renang. Sepertinya appa akan membicarakan sesuatu yang penting pada Key sebagai sesama namja.

            “Kibuma, berhentilah jadi artis dan lanjutkan perusahaan appa.” kata appa tegas. Raut wajah Key langsung berubah. Ia tidak menyangka appanya akan mengatakan hal ini.

            “Bukankah dulu kita sudah pernah membicarakan hal ini? Dulu appa mengizinkanku menjadi seorang artis tapi kenapa sekarang berubah pikiran?” tanya Key

            “Kibuma, sekarang keadaannya lain. Setelah appa pikir-pikir kalau bukan kamu, siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan keluarga kita.” Perkataan appa membuat Key tidak berkutik. Badannya serasa membeku. Menjadi seorang penyanyi adalah impiannya sejak kecil dan sangat tidak mungkin bila ia dengan mudah melepaskannya. “Pikirkanlah baik-baik.” kata appa sambil menepuk bahu anaknya pelan.

-TBC-

 

            Makasih udah posting ya admin…makasih juga buat reader yang udah mau baca…jangan lupa comment dan tunggu kelanjutannya yaa…yaksok

in� J$mh`a ��` r perawatan.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

16 thoughts on “[FF PARTY 2011] Unforgettable Problem (1.2)”

  1. Pas baca bagian appa Key minta dia brenti jadi artis, rasanya JLEB!
    Ah.. Kasian key..

    Ditunggu lanjutannya..

  2. Pilihan yang tersulit untuk Key. Antara kariernya di entertainment atau mengambil alih perusahaan appa-nya, semuanya dipertaruhkan.
    Nice story. Lanjut!

  3. Wuahh langsung melotot pas key disuruh berenti jadi artis O_O
    Terus dia milih apa yaaa? Hmmm
    Sukasukaa ff nya. Bahasanya asiiik, enak dibacanya ^▽^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s