Precious Person – Chapter 6

Precious Person – Chapter 6

 

Title: Precious Person

Author: Han Eunwon

Main Cast:

Choi Minho

Lee Sooran (Imagine You)

 

Support Cast:

Lee Taemin

Park Hyena

Kim Jira & Kim Kibum

Etc

 

Length: Sequel

 

Genre: Romance, Friendship

 

Rating: G

 

Happy Reading^^

 

Minho POV

“Oppa, menurutmu mana yang bagus??” ujar Minyoung sambil menunjukkan dua sepatu pantofel padaku. Yang satu berwarna soft pink dan satunya lagi berwarna baby blue.

Dengan cepat aku memilih, “Yang biru..”.

“YA OPPA! Yang pink lebih bagus!!”

“Aisshh… Kau ini mau minta pendapatku atau tidak sih!?” seruku kesal.

“Huh, kau menyebalkan!” ucap Minyoung dan berlalu dariku, kembali ke rak-rak sepatu yang tadi ia datangi.

“Kau lebih menyebalkan, Minyoung…” gumamku pelan.

Merasa bosan, aku bangkit dari dudukku dan mulai mencari Minyoung, berniat mengajaknya untuk pulang.

Tapi, sesuatu membuatku terhenti saat aku melihat dua orang gadis sedang tertawa bersama di meja di sebuah café. Sooran dan temannya yang bernama Hyena itu.

Lama aku memperhatikan mereka berbincang, terlihat sangat akrab. Tak terasa bibirku membentuk senyuman saat Hyena bangkit dari duduknya dan berjalan menjauh dari meja Sooran, sepertinya menuju toilet.

Langsung saja aku mengejar gadis yang bernama Hyena itu ke toilet perempuan. Sekitar 5 menit menunggu, akhirnya Hyena keluar dari toilet dan terlihat kaget begitu melihatku.

“Heh!? Sedang apa kau disini??” seru Hyena sambil menatapku heran.

“Sedang jalan-jalan saja… Kau sendiri sedang apa?”

“Ya ya ya! Terserah ku mau melakukan apapun disini!” kurasa gadis ini terlalu berlebihan meresponku, ekspresi wajahnya terlihat sangat jengkel, padahal aku merasa tak ada salah padanya.

“Oh begitu… Oh ya Hyena, iyakan itu namamu? Boleh aku minta sesuatu?”

“Mwo?”

“Ini sudah sore, dan kau harus pulang”

“Siapa kau!? Beraninya mengusirku, kau pikir tempat ini milikmu?”

“Ani… Bukan itu maksudnya” aku meraih tangan Hyena dan menyelipkan beberapa lembar uang di sana, sepertinya cukup untuk membayar taksi dan membeli beberapa cemilan. Aku tersenyum pada Hyena, “Kau bisa pulang naik taksi, biar aku saja yang antar Sooran”.

“Kau menyogokku, huh!?”

“Jebal Hyena-ya…” aku memelas memohon pada Hyena, beberapa saat kemudian Hyena tersenyum dan menepuk pundakku.

“Good luck ya! Maaf, tapi aku tidak butuh ini” ia mengembalikan uang yang kuberikan tadi, lalu dia pergi kembali kemejanya dengan Sooran tadi, berbincang sedikit dengan Sooran, dan lalu menghilang entah kemana.

Dengan cepat kuraih ponselku dan memberi pesan pada yeodongsaengku

To : Minyoung

 

Minyoungie~ pulang duluan naik taksi ya, aku ada urusan. Mian!

***

Sooran POV

“Sooran, tadi eomma menyuruhku pulang cepat karena ada pamanku yang masuk rumah sakit. Tak apa kan kau sendirian disini?” ujar Hyena padaku sambil merapihkan barang-barangnya, aku menatapnya sebentar lalu tersenyum.

“Selalu seperti ini… Yasudahlah, aku bisa apa lagi?”

“Annyeong Sooran, mian ya!” aku menatap kepergian Hyena dan mendengus pelan lalu kembali menyeruput kopiku.

Begitu aku menaruh kopiku di meja, mataku ditutup oleh sepasang tangan kokoh yang aku tidak tahu siapa pemiliknya.

“Nuguya??” ujarku sambil meraba-raba tangannya.

“Ayo tebak…” tunggu, aku kenal suara ini! Suara berat yang selalu membuatku merindukannya.

Aku menyingkirkan tangan kokoh milik orang itu dengan kasar dan berbalik menatapnya. “Minho Oppa? Apa yang kau lakukan disini?!”

“Tadi aku tak sengaja melihatmu. Sendirian saja?” tanya nya yang sekarang duduk di hadapanku.

“Tadi ada Hyena, tapi dia sudah pulang…”

“Mau kutemani?”

“Tidak perlu kok, aku sudah mau pulang…” aku menyeruput sisa kopiku dan langsung beranjak dari kursi untuk pergi, tapi Minho Oppa menahan tanganku.

“Tapi aku mau kau temani…”

“Huh?” aku kembali duduk dikursiku dan menatapnya bingung.

*

Aku masih mengikuti Minho Oppa semenjak turun dari mobil, entah kemana aku akan dibawanya, tapi tak ada rasa ragu sedikitpun tersirat di otakku untuk terus mengikutinya.

Kami sampai di sebuah taman yang sudah tak ter-urus, rerumputannya saja sudah mencapai pinggangku, permainannya juga sudah karatan semua dan beberapa sudah patah karena termakan usia.

Yang tersisa hanya ayunan tua yang talinya menggantung di pohon. Aku menaikinya dan mulai mengayunkannya dengan kakiku sendiri.

“Oppa sering ke tempat ini?” tanyaku memulai pembicaraan.

“Ne” jawabnya singkat. “Tempat ini begitu sepi dan tenang, aku sering merenung disini…” lanjutnya.

“Oh..”

“Sooran, mianhaeyo…”

“Hm? Untuk?”

“Malam itu aku tidak menjemputmu…”

“Gwenchana… Aku tahu pasti karena Ahjumma kan?”

“Ne…”

“Arraseo… Itu bukan salah Oppa…”

“Apa kau benar-benar menyukai Taemin?” tanyanya tiba-tiba membuatku mendongak menatapnya.

“Mwo? Pertanyaan apa itu?”

“Jawab saja… Karena aku ingin tahu apa yang disukai oleh yeoja yang kusukai…” aku terdiam mendengar ucapan Minho Oppa barusan, berusaha mencerna maksud dari kata-katanya.

“Oppa~”

“Hehee… Mian ya, bicaraku sedikit ngelantur” Minho Oppa memalingkan wajahnya dan duduk di bangku yang terdapat di sebrang ayunan.

“Sebenarnya aku akan lebih senang apabila kata-kata oppa barusan dikatakan dengan sadar 100% tanpa melantur” Minho Oppa tersentak mendengar ucapanku. Dia menatapku dengan tatapan tidak percaya.

“Maksudmu??”

“Tebak saja sendiri…” kataku dan tersenyum jahil padanya. Minho Oppa terlihat juga tersenyum, lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiriku.

Sekarang ia sudah berada tepat dihadapanku, membuat jantungku serasa mau copot. “Lee Sooran, would you be my girlfriend?” ucap Minho Oppa sambil mengulurkan tangannya padaku.

Aku tersenyum, dengan jantung yang masih sangat berdebar-debar aku menyambut tangannya “Sure”.

“Saranghaeyo Sooran!!” teriak Minho Oppa. Aku hanya tertawa melihat tingkahnya.

“Nado…” ucapku pelan, tapi sepertinya dapat ditangkap oleh pendengaran Minho Oppa.

“Bisa kau ulangi?”

“Huh? siroohh~!” seruku sambil menjulurkan lidahku.

Tiba-tiba Minho Oppa tersenyum jahil dan mendorong ayunan yang kunaiki dengan kencang dan sukses membuatku hampir terjatuh.

“YAA OPPA HENTIKAANN!!” Jeritku yang ketakutan.

“Siroh! AHAHAHA~” Minho Oppa malah tertawa melihatku ketakutan diatas ayunan, melihatnya begitu senang tanpa sadar dengan sendirinya terbentuk senyuman dibibirku.

***

“MWO?? Jadi sekarang kalian sudah berpacaran??” Seru Hyena setelah kuceritakan kejadian semalam.

“Ne, baru tadi malam ehehe…” ujarku malu-malu.

“Dari awal aku sudah menduga akan jadi seperti ini…”

“Kenapa? kau tidak menyukai Minho Oppa?”

Hyena menggelengkan kepalanya. “Bukan begitu, aku hanya agak ragu padanya…”

“Minho Oppa orang yang baik kok, aku percaya padanya” Hyena mengangguk. “Oh ya, nanti kau pulang duluan saja, aku pulang dengan Minho Oppa”.

“Ne”

-sepulang sekolah-

Author POV

“Sooran!” Sooran celingak-celinguk mencari suara yang memanggilnya, dan mendapati Minho berdiri di seberang jalan di depan mobilnya. Gadis itu tersenyum dan berlari kecil menghampirinya.

“Sudah lama menunggu?” tanya Minho. Sooran menggeleng.

“Ani, aku juga baru keluar kok Oppa” ujar Sooran. Lalu Minho berjalan ke sisi mobil lainnya dan membukakan pintu mobil untuk Sooran, Sooran tersenyum senang lalu masuk kedalam mobilnya.

Minho kembali ke tempatnya, lalu menatap Sooran sebentar “Besok malam ada acara?”

Sooran mengingat-ngingat sebentar lalu menggeleng, “Sepertinya tidak…”

“Apa ada tugas atau ulangan?”

“Oppa… besok itu hari sabtu dan artinya besok malam minggu, memangnya ada apa sih?”

“Ah iya, malam minggu…” Minho menimang-nimang sebentar lalu kembali berkata “Temani Oppa ke acara pernikahan teman Oppa ya?”

Sooran terdiam, “Pernikahan teman Oppa? Hmm Okey”

“Gomawo!” Minho tersenyum, lalu melanjutkan perkataannya “Sekarang, mau langsung pulang saja?”.

“Ne, aku sedang tidak lapar”

“Oh baiklah…” Minho mulai melajukan mobilnya menuju rumah Sooran.

*

Mobil Minho berhenti didepan rumah besar yang tampak megah, “Sudah sampai nona” ujar Minho sambil tersenyum geli pada Sooran.

“Mau mampir?” tanya Sooran. Minho menggeleng, “Oppa ada urusan lain”.

“See you later!” seru Sooran sambil mengedikkan sebelah matanya lalu turun dari mobil.

“Haha dasar…” Minho terkekeh pelan melihat kelakuan gadis yang tadi duduk desebelahnya.

Setelah memastikan Sooran masuk ke dalam rumahnya dengan aman, Minho kembali melajukan mobilnya kembali dan tak berapa lama kemudian mobilnya terparkir di depan sebuah butik yang cukup tenama di korea. Ia mematikan mesin mobilnya lalu turun dan masuk ke dalam butik tersebut.

“Choi Minho??” Panggil seseorang yang suaranya terdengar familiar di telinga Minho. Minho menoleh mencari asal suara itu, setelah menemukannya, ia tersenyum.

“Jira?? wow…” Minho menghampiri yeoja yang dipanggil jira tersebut lalu memeluk yeoja itu. Yeoja itu menyambut pelukan Minho lalu melepasnya.

“Tak kusangka akan bertemu kau disini… Sedang apa disini?” tanya Jira.

“Mencari gaun untuk yeojaku, hehe…” Ucap Minho malu-malu.

“Humm, untuk pestaku besok yaa??” tebak Jira dan dibalas anggukan dari Minho. Jira tertawa, “Siapa yeoja beruntung itu??”

“Rahasia… Lihat saja besok… Well, kau sendirian kesini?” Jira menggeleng.

“Ani, Kibum sedang mencoba tuxedo nya…” Ujar Jira. “Sudah dapatkan gaun yang kau mau? Harusnya kau ajak yeojamu itu agar dia bisa pilih sendiri…”

“Aniyoo, tadi dia baru pulang sekolah, aku takut dia kelelahan” kata Minho sambil melihat-lihat gaun yang tedapat di sekelilingnya.

“Mwo? yeojamu anak sekolahan??” tanya Jira tak percaya, minho hanya mengangguk cuek.

“16 tahun, masih kecil ya? Tapi aku menyayanginya” ujar Minho lalu mengambil salah satu gaun berwarna merah muda, lalu memperlihatkannya pada Jira. “Bagaimana menurutmu?”

“Lumayan… Aku suka” Ujar Jira.

“Hey, sejak kapan kau disini?” Kata suara dibelakang Minho membuat Minho menoleh kearahnya.

“Kibum! Apa kabar brotha~” Minho bersalaman dengan Kibum lalu berpelukan.

“Baik,” Kibum menyambut Minho. “Besok kau datang kan? Aku sudah mengirimimu undangan…”

“Pasti datang!” seru Minho lalu melepaskan pelukan mereka. Lalu Kibum kembali pada Jira.

“Jagi, aku sudah selesai, ayo pulang~” ujar Kibum pada Jira dan dibalas dengan anggukan Jira.

“Minho, kami duluan ya, gaun yang tadi sudah oke kok!” seru Jira lalu beranjak pergi meninggalkan Minho.

Minho hanya memandang kepergian pasangan yang tadi sempat berbincang dengannya, lalu kembali dengan gaun merah muda pilihannya tadi. “Semoga kau suka ya Sooran!” Minho bergumam sendiri lalu melangkan ke meja kasir dengan gaun tadi.

***

ting tong ….

Sooran berjalan dengan malas kelantai bawah untuk membukakan pintu. “Siapa sih yang datang sore-sore begini!?” umpat Sooran kesal.

Begitu pintu terbuka, terdapat seorang pria membawa bingkisan yang lumayan besar dan berkata “Kiriman paket untuk nona Lee Sooran!”

“Dari?” ucap Sooran malas.

“Choi Minho” kata pria itu. Ekspresi wajah Sooran berubah senang, ia langsung menyambar bingkisan tersebut dan membawanya kedalam tanpa meperdulikan si pengantar paket yang memanggil-manggilnya untuk meminta tanda terima.

Sooran membuka bingkisan itu dengan wajah sumringah, dan begitu terbuka seluruhnya, dapat ia lihat gaun merah muda selutut dengan bordiran bunga-bunga yang terlihat sederhana tapi terkesan mewah (?)

langsung saja ia mencoba gaun tersebut lalu berkaca di depan kaca besar di kamarnya “Gomawo Minho Oppa~ Aku sangat menyukai ini!” ia bergumam sendiri.

Setelah beberapa menit Sooran puas menatap dirinya sendiri di depan kaca, ia melepas gaun tersebut dan kembali ke bingkisan tadi, lalu mendapati surat dari Minho.

Semoga kau suka gaunnya, pakai gaun ini besok malam ya, ku jemput jam 7 malam

 

-Minho

Sooran tersenyum membaca surat dari Minho untuknya, “Besok aku harus tampil sempurna dihadapan teman-teman Oppa!”

***

Mobil Minho berhenti didepan rumah Sooran. Minho turun dari mobilnya berjalan kedalam lalu memencet bell yang terdapat di depan pintu rumah Sooran.

ting tong…

Pintu terbuka, keluarlah seorang pria dari dalam, “Minho-ssi… Ayo masuk, Sooran belum siap”

“Ah, ne Ahjussi”

Tuan Lee membawa Minho masuk dan mempersilahkannya duduk di sofa ruang tamu nya. “well, siapa yang akan menikah??”

“Hmmm temanku, Ahjussi… Aku minta Sooran temani aku ke pestanya, bolehkan?” Terlihat jelas bahwa Minho sangat gugup berbicara dengan Tuan Lee.

“Oh, gwenchana… tapi jangan pulang terlalu malam ya…”

“Ne, Ahjussii…”

Tak lama kemudian, turun lah Sooran yang terlihat tergesa-gesa dari lantai atas, “Maaf lama ya Oppa…”

Minho terdiam memperhatikan Sooran, gadis itu terlihat berbeda, sangat manis dan terlihat lebih dewasa.

“Appa, aku pergi dulu ya…” Sooran mencium pipi tuan Lee, lalu menghampiri Minho dan menggandeng tangannya, “Ayo!”

“Ahjussi… kami pergi dulu ya…” pamit Minho, Tuan Lee hanya tersenyum dan mengangguk.

“Jaga Sooran baik-baik ya Minho….” ujar Tuan Lee lalu Minho melangkah keluar diikuti Sooran.

“Sooran, kau terlihat lebih manis… hahaa” bisik minho pada sooran.

“aku selalu tahu itu…” ucap sooran sambil terkekeh pelan.

“Tapi juga terlihat lebih tua, hehe…”

“MWO!?” Sooran melepas gandengannya di tangan Minho. dan menatapnya sebal.

“Hey, maksud Oppa, Sooran terlihat lebih dewasa dan makin cantik!”

“Ahh Molla~~” Sooran berjalan duluan ke mobil meninggalkan Minho yang tak bisa menahan tawanya.

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

16 thoughts on “Precious Person – Chapter 6”

  1. Akhirnya part 6 nya di posting juga! Makin penasaran sama kelanjutannya! Di tunggu part 7 nya! Jangan lama – lama ya..!

  2. Akhirnya chap. 6 keluar jg:””””)
    Jadi penasaran ntar gmn, chap 7-nya jgn lama-lama ya thor:’)
    Jgn bikin galau:_) (?)

  3. author maafkan aku yang sempet lupa sama cerita ini, tapi pas baca satu dua, tiga empat lima (?) paragraf inget lagi kok… hehe
    jangan lama-lama ~~~
    semangat yaaaa

  4. Kenapa hyena nya bilang “aku agak ragu.” Yaaaa?
    Btw akhirnya dipublish jugaa lanjutannya~
    Hmm taemin masih dibahas ga nih kira-kira?
    Ditunggu yaaaaaa lanjutannyaaaaa ^▽^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s