{FF PARTY 2011} FOR MY BROTHER – Part 2 [END]

Title               : For My Brother part 2 (END)

Author           : tiara_jinki

Main cast      : Onew ( Lee Jinki), Lee Taemin

Support cast : Lee Sungmin(onew and Taemin’s grandpa), Key (Kim Kibum).

Genre            : Family, Life, tragedy.

Length          : twoshot

Rating           : General Audience

Ket                : hanya berpatisipasi.

 

Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan siap untuk menerjang tubuh Taemin. Onew yang melihatnya segera berlari sekuat tenaga untuk menyelamatkan Taemin. Semoga saja..ia masih bisa menyelamatkan dongsaengnya.

BRAKK…

Mobil itu menabrak seorang namja. Namja itu bukanlah Taemin melainkan Onew. Onew berhasil menyelamatkan Taemin tapi sayangnya dirinya yang harus menjadi korban. Karena panic, pengemudi mobil itu melarikan diri. Taemin yang terdorong ke pinggir jalan, sangat terkejut dengan apa yang terjadi. Tangisnya pecah saat melihat hyungnya terkapar lemah  di tengah jalan.

“ANDWAE!!”teriak Taemin.

Dengan lemas, Taemin berdiri dan dengan langkah gontai ia menghampiri Onew. Air matanya mengalir deras. “Kenapa ini harus terjadi? Kenapa Onew hyung yang mengalaminya? Kenapa ini terjadi di saat hari ulang tahunnya?! Kenapa?!”ujar Taemin dalam hati.

Taemin memindahkan  kepala Onew ke pangkuannya. Celana Taemin menjadi sedikit merah karena darah yang mengalir dari kepala Onew. Tangannya menggoncangkan tubuh Onew berharap kedua mata Onew terbuka.

“hyung bangun..! hyung bangun! Siapa saja tolong! Tolong hyungku!”teriak Taemin.

Salah satu orang dari yang berada di sekeliling Taemin menelfon ambulance. Sedangkan yang lainnya menatap Taemin dengan tatapan mengasihani.

 “hyung…bangun…hyung! ini tidak lucu! Ayo bangun!”ujar Taemin.

“hiks…hiks…hyung pabo! Kenapa kau menyelmatkanku?! Kenapa kau mengorbankan dirimu demi aku?! Hyung pabo!!”ujar Taemin lagi.

“buka matamu hyung! buka matamu hyung…hiks…”.

Kelopak mata Onew masih tertutup. Taemin masih menangis, menangisi kecerobohannya, menangisi orang yang ia sayangi. Seandainya saja, ia lebih berhati-hati  tadi mungkin ini tidak akan terjadi. Mungkin saat ini ia bisa memberikan kado yang ia bawa kepada Onew.

Suara sirine ambulance mulai terdengar. Ambulance itu berhenti di dekat Taemin. Beberapa petugas keluar dari ambulance dan membawa Onew masuk ke dalam ambulance. Taemin juga ikut masuk ke dalam ambulance. Ia duduk di samping Onew yang masih memejamkan matanya. Taemin membuka sebuah kotak kecil berwarna putih dengan  hiasan pita berwarna biru di atasnya.

Di dalam kotak itu terdapat jam tangan berwarna silver dengan gaya klasik(?) dan terlihat elegan(?). Taemin hanya bisa menggenggam erat kado itu. Ia  menatap Onew dengan  air mata yang masih mengalir deras.

“hiks…Onew hyung…mianhae…mianhae…aku  memang dongsaeng yang tidak berguna dan selalu menyusahkanmu saja. Mianhae hyung…”ucap Taemin.

Hello hello nareum daero yeongil naesseoyo

Hello hello jamshi yaegi hallaeyo

Taemin mengambil handphonenya yang berdering.

“yobossaeyo, Taemin-ya… kau ada di mana? Kenapa lama sekali? kau tahu kan di luar itu sangat dingin”ujar Key.

“hyung….”suara Taemin bergetar.

“Taemin…gwenchana? Kau kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?”tanya Key khawatir.

“Key hyung….hiks…Onew hyung…dia…kecelakaan…hiks…hiks…”jawab Taemin.

“OMO! You must be kidding me!”ujar Key tak percaya.

 “kau ada di mana sekarang?”.

“aku sedang dalam perjalanan ke rumah sakit Seoul”.

“Taemin…tenangkan lah dirimu. Aku akan ke sana”.

Telfon terputus. Taemin kembali menatap Onew. Taemin beranggapan  kalau semua ini adalah salahnya. Harusnya ia lebih berhati-hati, pasti tidak akan seperti ini. “Ini semua salahku…ini semua gara-gara aku…aku memang manusia yang tidak berguna!”batin Taemin.

-Rumah Sakit Seoul-

Mobil ambulance yang membawa Onew itu berhenti. Beberapa petugas berseragam putih membawa Onew keluar dari ambulance dan masuk ke dalam rumah sakit. Taemin masih berada di samping Onew. Onew masuk ke dalam ruang UGD sementara Taemin menunggunya di luar.

-Taemin pov-

Ya Tuhan, selamatkanlah hyungku. Aku mohon. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika terjadi apa-apa dengan Onew hyung. ini semua semua kesalahanku!. Aku dongsaeng yang tidak berguna. Onew hyung maafkan aku.

Tiba-tiba, dadaku terasa sakit sekali. Nafasku mulai terasa sesak. Aku memegang dadaku dengan erat, Kenapa sakit sekali?. Argh!. Samar-samar aku melihat sosok Key hyung sedang berlari ke arahku. Wajahnya sangat panic dan matanya berkaca-kaca. Kedua tangannya memegang pundakku.

“Taemin…gwenchana?”tanya Key hyung panic.

“sakit hyung…”.

“suster tolong! Suster tolong!”teriak Key hyung.

“Taemin bertahanlah”ucap Key hyung padaku.

Saat ini yang aku pikirkan hanyalah keadaan Onew hyung. Hanya Onew hyung. Pandanganku mulai kabur.

“Onew hyung…”ucapku.

Lalu, semuanya menjadi gelap.

 Aku membuka mataku, tapi yang aku lihat bukanlah pemandangan di rumah sakit melainkan di sebuah sekolah. Tunggu, bukankah  ini sekolah saat aku masih menginjak bangku sekolah dasar dulu?. Dan itu…namja kecil itu bukankah aku?. Kenapa aku ada di sini?

“ya! Kalian jangan coba-coba untuk menyakiti dongsaengku! Kalau kalian sampai menyakiti Taemin kalian akan berhadapan denganku! Pergi sana!”.

“hiks…hiks…hyung”.

“sudah Taemin-ya…kau jangan menangis lagi. Tenang saja, ada hyung di sini. Jadi kau tidak usah takut”.

“gomawo hyung”.

“kajja, kita pulang. Umma pasti sudah menunggu kita”.

“ne, hyung”.

Tangisku pecah, aku  masih ingat. Saat itu aku di ganggu oleh teman-teman sekolahku. Saat aku masih di bangku sekolah dasar aku memang sering di jahili oleh teman-teman sekolahku. Tapi, Onew hyung selalu datang dan melindungiku. Onew hyung selalu melindungiku, mengalah padaku, menyanyangiku, dan…selalu ada untukku.

Hyung…maafkan aku yang selama ini menyusahkanmu saja. Maafkan aku…mianhae hyung… aku memang dongsaeng yang tidak berguna!. Taemin pabo!(#miantaemints).

Tiba-tiba aku merasa ada yang menyentuh pundakku. Aku menengok ke belakang dan mendapati Onew hyung sedang tersenyum hangat padaku. “Taemin”panggilnya.

Aku langsung memeluknya, memeluknya dengan erat. “hyung…mianhae…mianhae”ujarku.

Onew hyung menepuk punggungku. “hei, kau ini namja. Kenapa cengeng sekali?”ucap Onew hyung.

Aku menyeka air mataku dan melepaskan pelukanku. “anni, mataku kelilipan sesuatu”bohongku.

Onew hyung tertawa. “haha…kau ini. Di sekitar sini ada tempat yang biasa kunjungi saat masih kecil. apa kau masih ingat?”Tanya Onew hyung padaku.

Tentu saja aku masih ingat dengan tempat yang di tanyakan Onew hyung padaku. Di sekitar sini ada sebuah bukit. Biasanya, sepulang sekolah kami pergi ke bukit itu. Karena itu juga, Onew hyung sering di marahi oleh umma karena pulang terlambat. Terlebih lagi ia mengajakku.

“tentu saja, hyung”jawabku.

“kajja, kita ke sana”ajak Onew hyung dan mulai berjalan.

Aku mengikutinya dari belakang. Hyung, apakah kita bisa seperti ini lagi?. Menghabiskan waktu bersama, tertawa bersama, pergi ke suatu tempat bersama. Mungkinkah kita seperti ini lagi?. Andai saja waktu dapat di putar. Pasti sekarang kita sedang bersenda gurau di rumah bersama Kakek Sung Min dan Key hyung.

Umma, Appa…kapan kalian pulang?. Apakah kalian sudah tahu tentang ini?. Akankah kalian membenciku karena hal ini?. Maafkan aku, aku tahu ini semua salahku. Umma, Appa aku sangat merindukan kalian.

Tak lama kami sampai di sebuah bukit. Bukit tempat biasa kami bermain dulu. aku senang berada di sini karena pemandangannya yang sangat indah. Seperti biasa, Onew hyung membaringkan tubuhnya dan menatap langit. Aku duduk di sampingnya dan melakukan hala yang sama sepertinya.

“Taemin”panggil Onew hyung.

“nde?”.

“jam tangan yang akan  kau berikan padaku  itu. Sangat bagus, aku suka. gomawo”ucap Onew hyung lembut.

Aku kaget. Bagaimana dia bisa tahu?. Aku kan belum memberikan jam tangan itu pada Onew hyung. “hyung, tahu darimana?”tanyaku.

“hem…rahasia. Ouh ia Taemin. Aku juga ingin memberi sesuatu padamu”.

Aku menoleh ke arah Onew hyung. “mwo?”.

Ia juga menoleh ke arahku dengan senyum hangat di bibirnya. “aku ingin memberikan sesuatu yang sangat berharga untukmu. Tapi, ingat! Kau harus jaga hadiahku dengan baik”ujar Onew hyung.

Aku masih tidak mengerti. Sesuatu yang berharga untukku?. Apa itu?. “sesuatu yang berharga? Apa itu hyung?”tanyaku.

“hem…rahasia. Kau akan tahu nanti. Yang harus kau ingat adalah jaga baik-baik pemberianku itu. Kau harus mempergunakannya dengan sebaik-baiknya. Ingat itu”.

Kira-kira apa yang akan Onew hyung berikan padaku?. Berharga bagiku?. Hem…Onew hyung membuatku penasaran saja.

-Taemin pov end-

Key sedang menatap Taemin dengan berkaca-kaca. Tentu saja, sekarang Key sedang sedih karena mendapat kabar buruk tentang sahabatnya. Itu sangat membuat Key terpukul. Key juga merasa kasihan kepada Taemin. Di umurnya yang masih muda ini ia mengidap penyakit yang mengerikan. Apalagi, Taemin belum mengetahui kalau orang tuanya telah tiada. Di tambah dengan hyung nya yang baru kecelekaan.

“Taemin…bangunlah…”ucap Key.

Soko batsuru dake no ai na to omoi mite

Dakedo muri shite dounika tsunaide

Ponsel milik Key berdering. Key mengambil ponselnya yang berada di saku celananya dan mengangkat telfonnya.

“yeobossaeyeo”sapa Key.

“Key, Onew telah sadar”ujar Kakek Sung Min.

“jinja?!”ucap Key tak percaya.

“ne, lebih baik kau ke sini saja”.

“baiklah, aku akan ke sana. Annyeong”ucap Key dan langsung menutup telfonnya.

Senyum mengembang di bibir Key. “Taemin-ya. Cepat buka matamu. Kau pasti senang mendengar ini. Hyung mu sudah sadar!”ujar Key pada Taemin yang masih memejamkan matanya.

Lalu, Key keluar dari ruangan Taemin dan berlari menuju kamar di mana Onew di berada. Jarak antara kamar Onew dan Taemin tidak begitu jauh. Onew berada di kamar nomor 121 sedangkan Taemin berada di kamar nomor 115.

Tak lama, Key masuk ke dalam kamar nomor 121. Dengan senyum khasnya ia menghampiri Onew yang sedang berbaring dan Kakek Sung Min yang sedang duduk di samping Onew.

“annyeong”sapa Key.

“Key-sshi, aku akan ke kamar Taemin. Jaga Onew yah”ucap Kakek Sung Min.

“ne, kek”.

Onew memang sudah sadar. Tapi, kondisinya masih sangat lemah. Jadi, ia tiak bisa terlalu banyak bicara. Onew tersenyum melihat Key. Key duduk di samping Onew.

“hei, bagaimana keadaanmu?”tanya Key.

“baik”jawab Onew lemah.

“kalau tidak kuat bicara, jangan di paksakan”.

Onew mengangguk. “aku ingin menulis sesuatu”ucap Onew.

“mwo? Baiklah. Jamkamman”.

Key merogoh tas yang ada di samping Onew. Lalu mengambil selembar kertas dan sebuah pena untuk Onew. Selama sepuluh menit Onew menulis sesuatu, Key hanya memperhatikannya dengan bingung. Ia menulis apa? Untuk siapa?. Onew selesai menulis suratnya. Lalu, ia memberikannya pada Key.

Onew tersenyum tipis. “Key-ya, tolong berikan itu pada Taemin. Jebal…”pinta Onew.

“ne, Onew. Tapi, kenapa tidak kau saja yang memberikannya?”.

“kau saja. Aku, tidak bisa”.

Onew menggerakkan tangannya memberi isyarat agar Key mendekat padanya. Key pun mendekatkan dirinya pada Onew.

“berikan jantungku pada Taemin”bisik Onew.

Key membulatkan matanya. “mwo?!”ujar Key tak percaya.

“kau sudah gila yah?!”ujar Key.

Onew tersenyum lebar. Perlahan kelopak matanya menutup. Key mulai panic.

“Onew! Jangan tidur! Onew buka matamu!”ujar Key.

“Aku senang mempunyai sahabat sepertimu Key, mianhae, kalau selama ini aku membuatmu kesal. Terima kasih atas semua perhatianmu. Aku tidak akan pernah melupakanmu… Selamat tinggal…”

Garis yang ada di layar monitor yang menunjukkan detak jantung Onew menjadi lurus. Key membulatkan matanya, dia kaget. Air matanya mengalir bergitu saja. Key mengguncang-guncangkan  tubuh Onew. Berharap Onew membuka matanya dan mengatakan “aku hanya bercanda” pada Key.

 “Onew! Bangun! Ini tidak lucu! April mop masih lama! Ini benar-benar lelucon yang konyol! Ya! Bangun Lee Jinki!”teriak Key.  Key menekan tombol yang ada di dekatnya agar suster dan dokter datang.

Tak lama, suster  masuk bersama seorang dokter. Dokter itu langsung memeriksa keadaan Onew. Key melangkah mundur. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tak lama, dokter itu selesai memeriksa Onew.

“tanggal kematiannya 14 Desember 2011 jam 17:15”ujar dokter itu pada suster yang ada di sampingnya.

Suster itu melepaskan alat-alat medis yang menempel di tubuh Onew. Lalu, ia menutup seluruh tubuh Onew dengan selimut putih. Key menghampiri dokter itu dan menatapnya dengan tajam.

“ya! Uisa! Kau bilang apa?! Tidak mungkin! Tidak mungkin sahabatku itu telah tiada. Tadi, ia baru saja berbicara denganku. Uisa! Periksa dia lagi!”ujar Key.

Dokter itu hanya menggelengkan kepalanya. “mianhamnida, tidak ada yang bisa kami lakukan. Dia telah tiada. Maafkan aku”ucap dokter itu pasrah.

“andwae! Ini…ini tidak mungkin!”. Key menghampiri Onew dan membuka lagi selimut itu. Wajah onew terlihat sangat tenang dan damai. “Onew, buka matamu! Dan bilang pada mereka kalau kau baik-baik saja. Bangun Lee Jinki!”ujar Key.

Kakek Sung Min masuk ke dalam kamar Onew dan sangat kaget saat melihat semua alat medis di lepaskan dari tubuh Onew. Air matanya terjatuh, seketika badannya lemas sampai ia sulit menjaga keseimbangan badannya. Ia menghampiri Key yang sedang menangis di samping tubuh Onew yang tak bernyawa.

“Onew…maafkan kakek karena tidak bisa menjagamu dengan baik. Maafkan kakek”ujar Kakek Sung Min.

*jam 20:00 KST*

Setelah memikirkan semuanya selama dua jam. Akhirnya, Kakek Sung Min menyetujui transplantasi jantung Onew. Lagipula, bukankah ini keinginan Onew sendiri dan ini yang terbaik untuk Taemin. Lalu, operasi pun di mulai. Key dan Kakek Sung Min menunggu di luar berharap operasi ini berjalan dengan lancar.

Di dalam ruangan operasi, Taemin dan Onew sedang bersebelahan. Ini bisa jadi terakhir kalinya mereka seperti ini. Mata mereka sama-sama terpejam. Sementara dokter-dokter sedang sibuk dengan operasi Taemin dan Onew. Di dalam tidur Taemin, sederet kenangan indah ia bersama hyungnya muncul.

“karena aku adalah hyung yang baik. Aku akan berikan ini padamu”.

“aku ini hyung mu jadi aku akan selalu melindungimu dari apapun!”.

“sudah jangan menangis lagi, ada hyung di sini”.

“hei, namja sejati itu tidak boleh cengeng”.

“kalau kau sedang takut, panggil saja nama hyung. hehe”.

“selain aku menyanyangi umma, appa, dan kakek. Aku juga sangat menyanyangimu”.

“tenang saja, hyung mu ini akan selalu menjagamu dan berada di sampingmu”.

“Taemin, senyummu memberiku semangat untuk menjalani hidup ini”.

“aku suka senyummu. Karena itu, kau harus selalu tersenyum”.

 “saat sudah besar nanti, aku ingin menjadi dokter. Karena aku ingin menyembuhkan penyakitmu, Taemin^^”.

“kau harus jaga baik-baik pemberianku itu dan  kau harus mempergunakannya dengan sebaik-baiknya”.

“aku menyanyangimu Taemin…”.

Setetes air mata menetes dari pelupuk matanya. Betapa besar kasih sayang yang di berikan Onew padanya. Taemin sangat berharap ia bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat hyungnya bahagia. Apakah ia bisa melakukannya?. Apakah masih ada waktu untuk ia melakukan sesuatu untuk hyung nya?. Apakah masih bisa?.

Ini adalah hadiah terakhir dariku untukmu

Mianhae, Taemin. Karena aku pergi tanpa pamit padamu

Tapi, tenang saja. Aku akan selalu berada di sampingmu

Walaupun aku tidak bisa terlihat olehmu nanti

Tapi, tidak apa-apa. Bagiku melihat senyummu setiap hari sudah cukup

Mianhae, Taemin. Karena aku tidak bisa menjagamu lagi

Mianhae, karena aku berbohong tentang umma dan appa

Taemin, aku selalu menyanyangimu

Aku melakukan ini karena aku ingin kau selalu tersenyum

Tersenyum di saat matahari terbit dan tersenyum saat bulan datang

Jangan pernah berfikir ini semua salahmu

Jangan pernah berfikir kalau kau tidak berguna dan tidak  berharga

Karena kau sangat berharga bagiku…

*3 tahun kemudian*

Seorang namja jangkung dengan rambut berbentuk jamur dan berwarna blonde itu berjalan menelusuri pemakaman yang sepi ini. Namja jangkung itu memakai kaca hitam karena itu wajahnya sulit di kenali. Senyum terus mengembang di bibirnya.

Langkahnya terhenti di sebuah makam. Di batu nisan itu tertulis nama “Lee Jinki”. Namja itu menaruh bunga mawar merah di makam Onew. Lalu, ia duduk di sampingnya. Ia melepaskan kacamata hitamnya. Ya, namja itu adalah Taemin. Sekarang Taemin adalah seorang member dari Boyband terkenal bernama “SHINee”. Key juga salah satu dari member boyband tersebut.

Hembusan angin menerpa tubuhnya. Cuaca hari ini cukup cerah. Hari ini adalah hari ulang tahun Onew. Tepatnya sekarang tanggal 14 Desember 2014.

“saengil chukahamnida Onew hyung! Bagaimana keadaanmu di sana? Aku sudah menepati janjiku kan? Aku menjaga jantungmu dan mempergunakannya dengan sebaik-baiknya. Ouh ia, bagiamana keadaan umma dan appa?.  Aku, Key hyung dan kakek baik-baik saja di sini. Akhir-akhir ini jadwalku sangat padat sekali hyung. Jadi, aku jarang datang ke sini. kau tahu, hyung. Setelah aku bergabung dengan SHINee, aku merasa aku seperti mempunyai sebuah keluarga baru. Jonghyun hyung dan Minho hyung memperlakukanku seperti dongsaeng mereka sendiri. Apalagi Key hyung. Dia sangat perhatian padaku. Walaupun sudah tiga tahun, surat darimu masih aku simpan dengan baik”cerita Taemin.

#Flashback#

Sehari setelah operasi itu. Taemin sadar. Di sampingnya, Key dan Kakek Sung Min sedang tersenyum ke arahnya.

“kek, bagaimana keadaan Onew hyung?”Tanya Taemin.

Kakek Sung Min menundukkan kepalanya, senyumnya luntur begitu mendengar pertanyaan Taemin. Key tersenyum pahit. “Taemin, ini dari Onew”ucap Key lembut dan menyerahkan sebuah surat kepada Taemin.

Taemin kebingungan. Ada apa yang terjadi?. Kenapa hyungnya memberikan sebuah surat?. Memangnya dia kemana?. Dengan penasaran, Taemin membuka surat itu lalu membacanya.

Dear, my lovely brother, Taemin.

Taemin, saat kau membaca surat ini. Mungkin, aku sudah pergi ke tempat yang sangat jauh. Lebih tepatnya, aku sudah pergi menyusul umma dan appa. Aku ingin memberitahumu sesuatu. Mianhae, Taemin karena aku sudah berbohong padamu tentang umma dan appa. Sebenarnya, umma dan appa telah pergi ke surga. Mereka kecelekaan saat dalam perjalanan menuju Jepang. Mianhae, Taemin. Jeongmal mianhae. Maukah kau memaafkan hyungmu ini?. Kau pasti sudah tahu kan hadiah yang aku maksud apa?. Kau pasti tahu itu. Kau harus berjanji padaku untuk menjaga Kakek Sung Min, dan  untuk selalu tersenyum walaupun kau merasa sedih. Karena aku sangat suka senyummu yang hangat itu. Mianhae, Taemin. Karena hyung tidak bisa menemanimu lagi. Jangan pernah berfikir kalau kau sendirian di dunia ini. Karena banyak orang yang menyanyangimu. Kau juga harus mencari teman yang sebanyak-banyaknya agar kau tidak kesepian. Dan yang harus kau ingat adalah aku selalu menyanyangimu J.

                                                                                                                -your brother, Onew-

#flashback end#

Taemin menatap langit yang penuh dengan awan-awan. Angin terus berhembus, tapi entah kenapa angin itu tidak membuat Taemin menjadi kedinginan. Malah, ia merasa sangat hangat. Taemin selalu merasa         Onew terus berada di sampingnya.

“Onew hyung, aku merasa kau selalu berada di sampingku. Walaupun, aku tidak bisa melihatmu. Tapi, aku bisa merasakan kehadiranmu”ucap Taemin.

Awalnya, Taemin merasa sangat kehilangan atas kepergian hyungnya. Butuh waktu yang lama untuk Taemin menghapuskan semua kesedihannya dan rasa bersalahnya pada hyung nya itu. Ia selalu mengingat bagaimana Onew tersenyum padanya. Karena itu ia bisa selalu tersenyum. Terkadang kenangannya bersama hyung nya membuat Taemin sedih Karena ia tidak bisa melakukannya lagi dengan hyung nya. Tapi, karena kenangan indah itu juga. Taemin bisa seperti ini.

“hyung…gomawo untuk semua yang telah kau berikan padaku. Jeongmal gomawo hyung. Mianhae, karena aku tidak bisa melakukan sesuatu untukmu. Hyung…aku merindukanmu. Aku selalu rindu dengan senyummu itu. Aku menyanyangimu hyung…
ucap Taemin lembut.

Onew yang berada di sampingnya tersenyum melihat Taemin yang tersenyum. Onew sangat senang karena Taemin bisa memenuhi janjinya dan  menjadi Taemin yang selalu tersenyum, Taemin yang selalu baik kepada orang lain dan Taemin yang tegar. “hyung juga menyanyangimu Taemin”ucap Onew.

FIN

 

Gimana endingnya? Mian yah kalo sad ending. Karena dapat idenya yah kayak gini.mianhae, kalau ff ini jeleknya gak ketolongan. Soalnya aku masih pemula dan masih dalam tahap pembelajaran(?). gamsahamnida udah mau baca ff jelek ini. Jangan lupa yah buat comment J. *bow*

Aku juga mau ngucapin. “saengil chukahamnida Onew oppa! Minho Oppa! Hope all  your wish come true, long life, and hope SHINee will be more shining 😀 !”*tiupterompet*. Gak nyangka mereka udah bertambah umur aja, tapi kalau mukanya sih gak ada bertambah tua sama sekali 😀 (*kenapajadibahasface?* #abaikan).

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

34 thoughts on “{FF PARTY 2011} FOR MY BROTHER – Part 2 [END]”

  1. author… kau bikin saiia nangis pagi hari ini.. huaaaa dubu kau baik sekali…. aku semakin padamu (?)
    author… ffnya daebak.. dpt bgt sampe bkin sy nangis

  2. (TT_____TT) authoooooor… kau berhasil membuatku menangins.. huweeee
    (T^T) jinki….. huks huks huks
    Taemin…. kau harus menjaga jantung jinki baik2 (T^T)

  3. aaa tidak!!!!
    onew nya ko meninggal??

    sedih bgt chingu,, smpe2 q nangis g henti2 bacany… apalagi pas saat terakhir onew+pas taemin ngebayangin kenangan2ny bareng onew…
    😦

    bagus bgt chingu!!! karya sanjutny dtunggu ya,, 🙂

  4. Benda berharga yang akan diberikan Onew ternyata jantung satu-satunya kepada Taemin. Onew yang baik, rela mendonorkan jantungnya demi kesembuhan adiknya. Nice story.

  5. Astaga………..
    Sedih bgt…… Tapi……. AAAAA :’) (susah menjelaskan dgn kata-kata)
    Daebak thor! Nice ff! Gila keren bgt ini ffnya:’)

  6. huaaa…..huaa…….huaaaaaaaaaaaaaa…..
    g tw mw blg ap thor, suedih bgt TT^TT…
    kueren bgt dah ceritanya…..

    tp lucu jg pas baca taemin jdi member SHINee, trx ad Jjong, minho, n key, tp g ad nm Onew *hiks….hiks…….*
    Author daebak…..
    D tgu cerita lainnya y thor….
    Fighting….
    GBu ^_________________________^

    1. Mian yah kalo sad ending.
      Yeah, doain aja yah supaya byk ide yg masuk dan brhrp itu gak sad ending lagi.
      Gomaw jeongmal gomawo^^

  7. ・゜゜・(/□\*)・゜゜・
    Apa-apaan semua ff ini
    Td di ff sebelah onewnya ninggal
    Di ff ini juga onew nya ninggal
    Kenapa kalian senang sekali membuat onew ninggaaaall
    Щ(º̩̩́Дº̩̩̀щ)
    Hiks hikss
    Cerita nya menyentuh bgt #thumbsup
    Pagi2 aku nangis gara2 baca ff
    Hwaaa!!

    1. Hehehe…salahin otakku yg punya ide ini.. Heheh #ngaco
      mian yah kalau udh bkin nangis..
      Gomawo jeongmal gomawo 🙂

  8. Lalalalalalla GAKUAT THOOORRRRRRR T_T_T_T
    Semua kata-katanyaaa…. Aaahhhhhhhhh sediiiiih 😥
    Onew nya baik bangeeeettt! Kakak yang baikkk. Astagaa pengorbanannya ituuu :”
    Haaa ini bagus banget thooorr! Sueerrrrr! Daebak daeeebaaaaakkk!

  9. Hiks..hiks…hiks….
    Sedih bgt!!!!!!!!
    Ini adlh cerita yg bkin ku sedih bgt tau…..
    ________
    Author… plis dund bkin yg laen,,, yg g klah sedihnya……
    OKeee…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s