{FF PARTY 2011} He’s My Twins 一 Part 2 [END]

Title                            : He’s My Twins 一 part 2
Author                                  : mutiaadha
Main Cast                            : Onew, Key.
Support Cast                      : Jonghyun, Minho, Taemin, Kim Nayeon.
Other Cast                          : Youngmin as Appa, Seoyeon as Umma.
Genre                                   : Bromance, Friendship, Angst.
Length                                  : Twoshot
Rating                                   : PG 13
Summary                             :  “You will realize how meaningful someone for you when he had gone from                                                     your life”一 Key
Ket                                         : mendaftar sebagai author tetap.

Recommended Backsound          : SHINee – Last Gift

==========================

 

Seoul National Hospital..

            Key membenamkan wajahnya ke dalam kedua telapak tangannya. Ia nampak begitu frustasi dan menyesali semua perbuatannya yang ia lakukan terhadap saudara kembarnya sendiri. Tak seharusnya Key melakukan hal bodoh semacam itu, hal bodoh yang pada akhirnya merugikan banyak orang, termasuk dirinya sendiri.

            Saat ini Onew sedang di rawat di ruang ICU, keadaannya cukup parah, dan ia koma. Key tidak tahu apa yang harus ia katakan kepada kedua orangtuanya yang sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Mereka pasti akan semakin membenci Key jika tahu Key-lah yang menyebabkan Onew koma.

            “Ajjushi..” Key mengangkat wajahnya begitu ia mendengar suara Nayeon. Saat ini Nayeon sedang berbicara dengan kedua orangtua Key yang baru saja datang. Key tahu, dalam hitungan detik hidupnya pasti akan segera berakhir.

            “PRAK!” satu tamparan kencang mendarat mulus di pipi kanan Key sehingga menyebabkan bekas merah padam. Youngmin tanpa segan-segan langsung menampar wajah Key begitu ia mengetahui kalau penyebab Onew koma adalah Key.

            “APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA?!” teriak Youngmin tepat di depan wajah Key sehingga menyebabkan kupingnya pengang. Key tahu saat ini kemarahan appa-nya itu sudah benar-benar memuncak, Key bahkan yakin jika Youngmin akan membunuhnya disini jika ia memang mau.

            “Mianhamnida..” ucap Key sebari tertunduk lemah.

            “Mian? Kau pikir dengan kata maaf kau bisa membuatnya sadar dari koma? Kau benar-benar anak kurang ajar!”

            Key memejamkan matanya, membiarkan Youngmin menghujatnya dengan ratusan kata-kata menyakitkan yang begitu menyayat hatinya. Key tahu ia memang salah, dan ia memang pantas mendapatkan hukuman seberat-beratnya, tetapi Key melakukan itu semua bukan tanpa alasan. Andai kedua orangtuanya tak pernah memberikan perlakuan yang berbeda terhadapnya, ini semua tak pernah terjadi.

            “Kalau sampai ia tidak bangun lagi bagaimana? Kalau sampai ia mati bagaimana? Apa aku harus menyeretmu ke kantor polisi karena itu?” kata Youngmin yang kini nampak tenang, ia terlihat lebih dapat mengontrol emosinya setelah Seoyeon mengusap-usap pundaknya dan menyuruhnya untuk lebih bersabar.

            “Key, kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau memukuli Onew? Apa salah Onew sampai kau membuatnya seperti ini?” tanya Seoyeon lirih dengan genangan airmata yang sudah mengalir membentuk sungai kecil di kedua pipinya. Hati Key teriris dalam melihat Seoyeon, ibu kandungnya itu menangis untuk Onew. Airmata yang sama dengan yang pernah Nayeon keluarkan. Semua airmata itu untuk Onew, tidak pernah ada airmata untuk Key.

            “Haruskah aku memberitahu alasannya pada kalian? Haruskah aku beritahu sebab mengapa aku memukul Onew? Haruskah aku memberitahu semua kekesalanku selama ini padanya?” Youngmin dan Seoyeon terdiam, membiarkan Key berbicara sepuasnya.

            “Kalian.. Kalian-lah penyebabnya. Kalian yang menyebabkan aku melakukan ini semua, kalian yang membuat aku seperti ini!” Key kini sudah mengeluarkan butiran-butiran airmata dari matanya. Ia menangis bukan karena ia ingin menangis, ia menangis karena lupan emosinya yang keluar dalam bentuk cairan bernama airmata itu.

            “Kalian tak pernah perduli padaku, kalian selalu mengutamakan Onew dibandingkan aku. Apa-apa Onew, apa-apa untuk Onew, apa-apa selalu Onew. Sekalipun kami kembar, tapi kalian memerlakukan kami berbeda, kan? Kalian tak pernah adil padaku!”

            “Kau..” Youngmin baru akan mengatakan sesuatu ketika Key sudah kembali berbicara.

            “Sejak kecil, aku tahu kalau aku berbeda darinya. Onew yang pintar, yang selalu mendapatkan juara kelas, yang selalu kalian bangga-banggakan. Sedang aku, aku hanya Key, si trouble maker yang selalu membuat kalian malu. Itu kan sebabnya mengapa kalian lebih sayang pada Onew daripada kepadaku?”

            “Key hentikan, suaramu itu dapat menganggu Onew di dalam ruang ICU!” Key menelan ludah pahit, bahkan disaat seperti ini Seoyeon pun hanya memikirkan keadaan Onew.

            “Lihat kan, kalian memang tak pernah perduli padaku. Kalian cuma menyayangi Onew. Kalian memerlakukan Onew secara berlebihan, memberikan kasih sayang lebih padanya tetapi tidak padaku! Sejak kecil aku selalu mengalah jika kalian sering pergi hanya bertiga dengannya. Aku mengalah saat Umma membelikan begitu banyak hoodie untuk Onew tetapi tidak pernah membelikannya untukku. Aku mengalah ketika Umma membuatkan Onew bekal setiap hari untuk dimakan di sekolah walaupun aku juga menginginkan bekal itu. Aku mengalah setiap Onew diperbolehkan melakukan apapun yang ia suka tanpa pernah kalian larang sepertiku. Aku mengalah setiap kalian memerlakukan ketidakadilan itu padaku, tetapi saat ini sudah keterlaluan, aku tidak bisa mengalah terlalu banyak lagi.”

            Key sudah benar-benar menangis sekarang. Tangisnya benar-benar tumpah ruah. Minho, Jonghyun, Taemin, dan juga Nayeon yang menyaksikan kejadian ini pun memutuskan untuk segera pergi meninggalkan Key dengan kedua orangtuanya, mereka rasa sekarang waktunya Key menyelesaikan semua masalahnya dengan keluarganya.

            “Ijjashigi!” geram Youngmin kesal ia berniat melayangkan tangannya untuk menampar Key lagi tetapi Seoyeon segera mencegahnya

            “Yeobo, sudahlah. Jebalyo.. Hentikan semuanya disini..”

            “Biarkan saja! Anak ini memang kurang ajar!”

            “Ya, aku memang kurang ajar, aku anak yang selalu membuat kalian menanggung beban berat dipunggung kalian, aku memang tidak seperti Onew yang kalian bangga-banggakan!”

            “KEY CUKUP!” kali ini Seoyeon yang berteriak untuk menghentikan Key dan juga suaminya. “Sudah cukup semuanya. Ku mohon Key, mengalah untuk Onew, sekali lagi. Berhenti membuat keributan dan biarkan ia istirahat dengan tenang, ia sedang sakit!”

            “Kapan? Kapan aku tidak pernah mengalah padanya? Aku selalu mengalah..” Key kini menghempaskan tubuhnya, duduk di bangku yang tersedia di sudut koridor rumah sakit. Ia memijat keningnya yang terasa amat pening.

            Seoyeon menghampiri Key, duduk disampingnya dan mengenggam tangan Key erat. Seoyeon menatap Key dengan pandangan yang sulit Key jelaskan, pandangan mata Seoyeon itu mengisyaratkan sebuah kekhawatiran yang teramat sangat yang Key tahu ditujukannya untuk Onew.

            “Mianhae, mian untuk perhatian yang selama ini tak pernah kami berikan untukmu. Mianhae untuk perlakuan berbeda yang selalu kau terima. Kami tidak pernah bermaksud membeda-bedakanmu dengan Onew, tapi kekhawatiran kami yang berlebihan kepadanya yang sampai membuat semuanya menjadi seperti ini!” jelas Seoyeon yang sejujurnya belum menjelaskan apapun untuk Key.

            “Mianhae?” ucap Key lirih. Entah mengapa kata-kata itu terasa begitu menyakitkan untuknya.

            “Kami melakukan itu bukan tanpa alasan Key, kami memiliki alasan yang cukup kuat..”

            “Alasan? Satu-satunya alasan yang kutahu karena Onew selalu lebih unggul dariku dalam segala bidang, itulah alasannya sehingga kalian membedakan kasih sayang yang kalian berikan padaku dan Onew.”

            Seoyeon menggeleng lemah. “Sebenarnya bukan itu alasannya. Alasan kami lebih memerhatikan Onew adalah karena Onew sakit Key. Dia mengidap kelainan jantung sedari kecil.”

            Kelainan jantung? Kelainan jantung macam apa? Selama ini Key tak pernah melihat Onew sakit, ia sehat-sehat saja. Ia hidup sehat dan normal selayaknya dirinya.

            “Maldo andwae. Kau tidak bisa berbohong!”

            “Aku tidak berbohong, aku serius. Sejak kalian lahir, Onew memiliki kelainan pada jantungnya. Dokter bilang ada kebocoran kecil yang menyebabkan Onew tidak bisa terlalu lelah. Sejujurnya, selama ini Onew-lah yang berbeda, bukan kau!”

            Key menggeleng, entah sekarang sudah yang kesekian kalinya. Ia masih belum memercayai apa yang Seoyeon katakan.

            “Itu semua benar. Itulah sebabnya mengapa kami memberikan perhatian lebih kepadanya.” kini Youngmin angkat bicara.

            “Jika kau bilang kau selalu iri setiap kali kami pergi bertiga, sejujurnya kami bukan pergi untuk bersenang-senang, kami pergi untuk mengontrol kesehatan Onew setiap bulannya. Jika kau iri karena aku selalu memberikannya hoodie, itu karena Onew membutuhkan itu, ia sering belajar hingga larut malam dan angin malam yang masuk lewat jendela kamarnya sangat tidak baik bagi kesehatannya, itulah sebabnya aku membelikan banyak hoodie, agar ia tidak sakit saat harus belajar semalaman. Jika kau iri karena aku sering membawakannya bekal, itu karena aku tidak mau Onew makan makanan yang tak sehat yang dapat membahayakan kesehatannya.”

            Key terdiam mencoba mencerna tiap kata yang Seoyeon ucapkan? Sakit kelainan jantung? Hal itu terdengar sangat lucu, tetapi entah mengapa Key yakin kalau Seoyeon tidak sedang berbohong.

            “Mungkin kekhawatiran kami yang sangat berlebihan kepada Onew membuat kau merasa kalau kami memberikan perhatian lebih kepadanya.” lanjut Youngmin yang makin meyakinkan Key bahwa kedua orangtuanya tak sedang berbohong.

            “Kalian…”

            “Mianhae.. Jeongmal mianhae, Key~ah!” kini Seoyeon kembali terisak sedang Key masih terpaku karena kagetnya mendengar pernyataan kedua orangtuanya. Bagaimana bisa mereka semua menyembunyikan ini dari Key? Selama ini Key benar-benar tidak tahu kalau saudara kembarnya sendiri mengidap penyakit yang berbahaya. Selama ini Key tidak tahu alasan mengapa orangtuanya memberikan perhatian lebih. Andai Key mengetahui hal ini sejak awal, andai Key tahu semuanya sejak dulu, pasti Key tidak akan membenci Onew sampai seperti ini dan juga tidak akan pernah ada kejadian Key memukul Onew sehingga menyebabkan namja itu masuk rumah sakit.

            Damn! Key benar-benar marah. Bukan marah pada Onew atau kedua orangtuanya, tetapi marah pada dirinya sendiri yang tak pernah peka pada kondisi saudara kembarnya. Harusnya Key sadar sejak Onew ada begitu banyak botol obat di kamarnya. Harusnya Key tahu dan memahami kondisi Onew sejak awal.

            “Kenapa? Kenapa kalian tak pernah memberitahuku akan kondisinya? Kenapa?” pekik Key dengan suara parau. Ia tidak bisa melukiskan apa yang sedang ia rasakan sekarang ini, rasa sedih, marah, kecewa semuanya bercampur menjadi satu.

            “Onew yang memintanya, Onew yang meminta kami untuk tidak memberitahumu Key, ia tidak ingin kau khawatir berlebihan padanya.”

            “Tapi dia saudara kembarku, harusnya aku tahu akan hal itu!” Key sudah menangis, dan ini pertamakalinya ia menangis untuk Onew. Ia merasa sangat bersalah, tidak seharusnya ia iri dan membenci Onew. Onew tidak bersalah sama sekali.

            “Uisa?” suara Youngmin mengagetkan Key dan Seoyeon. Key melihat Youngmin sedang mengobrol dengan seorang dokter yang baru keluar dari ruang ICU tempat Onew ditangani. Seyeon dan Key pun segera bergabung untuk mengetahui kondisi Onew saat ini.

            “Eottokhayo? Bagaimana keadaannya?” tanya Seoyeon dengan penuh rasa khawatir.

            “Dia sudah lewat masa kritis. Saat ini sudah sadar tetapi kondisinya masih sangat lemah.” jelas sang dokter yang langsung melegakan Key, Seoyeon, dan Youngmin.

            “Syukurlah..” gumam Seoyeon yang langsung mengelus dadanya lega.

            Key pun merasa bersyukur karena hal itu. Ia berjanji tidak akan membenci Onew lagi mulai sekarang, ia ingin memerbaiki semuanya, dan juga ingin melakukan apa yang tak pernah ia lakukan sebagai seorang saudara yang baik bagi Onew.

***

“Ayo satu suap lagi, kau harus makan yang banyak biar kondisimu pulih sepenuhnya..” Nayeon kembali menyodorkan sesendok sup ayam gingseng ke mulut Onew. Onew hanya tersenyum dan menurutinya, ia tidak dapat menolak jika itu memang demi kebaikannya.

            Key terpaku untuk beberapa saat di depan pintu kamar perawatan Onew begitu ia melihat adegan kecil yang terjadi di depan matanya itu. Nayeon, nampaknya sekarang Key juga tak perlu merasa iri jika ia lebih memilih Onew dibanding Key.

            “Ekhm..” Key berdeham kecil sambil kemudian menghampiri Onew dan Nayeon.

            “Key..” sapa Onew lemah. Ia berusaha bangkit dari kasurnya tetapi Nayeon mencegahnya.

            “Kau jangan banyak bergerak dulu, kondisimu masih lemah.” kata Nayeon seraya menaruh mangkuk sup ayam gingseng yang dipegangnya di sebuah meja kecil yang ada di samping kasur perawatan Onew.

            “Tidak apa-apa, kau istirahat saja..” Key juga menyarankan Onew untuk tetap terbaring di kasur perawatannya.

            “Oh, nampaknya aku harus pergi meninggalkan kalian. Kalian memerlukan waktu untuk lebih banyak mengobrol kan?” Nayeon tersenyum lebar sambil mengedipkan matanya dan menghilang di balik pintu, ia sama sekali tak menghiraukan Key yang memintanya tetap bersama mereka di dalam kamar perawatan Onew.

            Sepeninggal Nayeon, tidak ada pembicaraan yang terjadi antara Key dan Onew. Keduanya terjebak dalam suasana canggung. Jujur saja, rasanya Key sudah lama sekali tidak berbicara hanya berdua dengan Onew, jadi Key tidak tahu harus bagaimana untuk mulai mengatakan sesuatu kepadanya, mulutnya terasa kelu sampai sulit untuk mengeluarkan kalimat yang sebelumnya sudah ia pikiran di kepala.

            “Ehmmm… Soal kemarin, sorry..” ucap Key yang akhirnya memberanikan diri meminta maaf pada Onew soal kejadian ia memukulnya. “Gara-garaku, kau jadi seperti ini..”

            “Neo tteumune aniya. Aku memang sakit dan itu bukan karena kau memukulku kemarin, aku tidak koma karena kau pukul, aku tidak selemah itu..” jawab Onew sambil menyelipkan tawa kecil diantara kalimatnya.

            Key terdiam, biar bagaimanapun ia tahu kalau Onew berusaha untuk tidak memerlihatkan penderitaannya dihadapan Key.

            “Aku tidak seharusnya memukulmu karena Nayeon lebih memilihmu, itu konyol sekali, jeongmal mianhaeyo..”

            “Sudah kubilang kalau itu bukan salahmu, kau tidak perlu meminta maaf. Dan soal Nayeon, apa kau menyukainya?”

            Key tersenyum setengah. “Aku memang menyukainya tetapi sekarang tidak lagi, ia lebih memilihmu daripada aku.”

            “Kata siapa? Aku dan Nayeon tidak memiliki hubungan apaun, we’re just a friend. Dan setahuku Nayeon menolakmu bukan karena ia memilihku, tetapi karena itu semua terlalu cepat, kau masih memiliki kesempatan untuk mendekatinya nanti.”

            Key menggeleng lemah, ia tahu selama ini ia memang selalu berpikir negatif pada Onew, tetaph sekarang bukanlah Nayeon yang penting, Key sedang tidak ingin mengurusi hal itu, ia hanya ingin mengurusi Onew.

            “Ehmm, Key, ku dengar kau sedang mengikuti audisi SM entertaiment, guere?” tanya Onew yang mengagetkan Key. Ia tidak tahu darimana Onew mengetahui hal itu. Seingat Key ia hanya cerita tentang audisinya pada Jonghyun, Minho, dan Taemin. Mungkinkah mereka yang memberitahu Onew?

            “Tadinya, tetapi kupikir aku tidak akan ikut. Umma dan Appa tak mungkin setuju.”

            “Ikutlah, aku tahu itu mimpimu, kau harus mewujudkannya, aku yakin kau bisa!”

            Key mengeleng lagi. Mimpinya? Ya, tapi apa jadinya jika mimpi itu tidak mendapatkan restu dari kedua orangtuanya. Hal itu cuma akan menjadi sesuatu yang bulshit.

            “Aku tidak ingin melakukannya, aku tidak ingin mengikuti audisi itu.”

            “Ikutlah, kumohon. Ikutlah demi aku, aku yang akan memberikan pengertian pada Appa dan Umma. Eotthe?” Onew mencoba meyakinkan Key untuk mengikuti audisi itu. Walaupun tidak yakin Key pun mengangguk menyetujui permintaan Onew.

            “Baiklah kalau itu kau yang minta, aku akan berusaha..”

***

“Tenanglah kau pasti lolos..” Minho tak henti-hentinya menyemangati Key yang gusar karena menunggu hasil pengumuman audisi SM entertaiment yang tinggal beberapa menit lagi.

Hari ini Key sudah mengikuti audisi itu. Walaupun tidak yakin akan diterima, tetapi Key tetap ingin melihat pengumumannya. Setidaknya ia sudah berusaha, dan jika ia memang diterima dalam audisi itu, Onew adalah orang pertama yang akan Key beritahu. Biar bagaimana pun Onew-lah yang menyemangatinya untuk tidak menyerah mewujudkan impiannya.

            “Minho~ya, berapa menit lagi aku harus menunggu? Aku tidak bisa sabar, aku panik, ah bagaimana ini?!” Key tak henti-hentinya melongok kearah layar lcd tv di hadapannya. Pengumumannya sendiri akan diumumkan lewat lcd tv itu. Jika saatnya tiba, lcd tv itu akan menyala dan memunculkan nama-nama peserta yang lolos audisi.

            “Key tenanglah, sebentar lagi, kau hanya tinggal menunggu sebentar lagi.” Minho kesal juga melihat sahabatnya yang satu itu, nampaknya keputusan ia menemani Key audisi adalah kesalahan terbesarnya.

            “AHHH MENYALA!” Key berteriak keras dan langsung berlari menuju lcd tv yang tiba-tiba menyala menampilkan nama-nama peserta yang lolos audisi. Perlahan matanya menelusuri deretan nama peserta yang muncul, ia dengan hati-hati mencari namanya.

            “KYAAAAA!” Key begitu senang begitu ia menemui nama pesertanya terpampang sebagai peserta yang lolos dalam audisi itu. Key bahkan nampak seperti orang yang kehilangan akal sehat ketika mengetahui ia lolos audisi SM yang amat sulit itu. Luapan kebahagiaannya itu langsung ia bagi pada Minho dengan cara memeluknya erat, tidak perduli dengan orang-orang disekitarnya yang memehatikan Key aneh.

            “Pikyeo, pabo!” omel Minho kesal seraya mendorong tubuh Key. Minho tahu namja itu pasti sangat bahagia, tentu tanpa Key beritahu Minho juga sudah tahu apa sebabnya. “Chukhaeyo. Good job, Key!”

            “I don’t believe it Ho. Aku harus memberitahu Onew sekarang!” Key langsung mengeluarkan smart phone-nya dan berniat untuk segera memberitahu Onew yang sampai hari ini masih di rawat di rumah sakit.

            Tetapi saat Key baru saja ingin menghubungi Onew, Key melihat ada sebuah pesan dari Seoyeon yang menyuruhnya untuk segera ke rumah sakit secepatnya karena ada sesuatu yang terjadi pada Onew. Dan tanpa berpikir panjang lagi, Key langsung melesat pergi. Bahkan Key juga tak mendengar suara teriakan Minho yang kini juga berusaha mengejarnya.

***

“KEY?!!” teriak Jonghyun begitu melihat Key datang dengan tergesa-gesa. Key tak terlalu menghiraukan Jonghyun dan Taemin yang berdiri di depan kamar perawatan Onew, ia langsung masuk ke dalam dan melihat ada kedua orangtuanya dan juga Nayeon sedang mengerubungi Onew yang kini terbaring lemah di kasur perawatan.

            Key mendekat, mencoba menatap lekat-lekat kondisi Onew yang tampak semakin melemah. Seoyeon bilang, kondisinya drop sejak tadi pagi, tetapi ia tidak ingin memberitahu Key karena takut menganggu audisinya.

            “Onew..” ucap Key lirih sambil duduk di samping kasur perawatan Onew. Nayeon, Seoyeon, dan Youngmin pun beranjak keluar, membiarkan kedua namja itu berdua saja.

            “Key~ah..” Onew tersenyum pelan, senyum khas Onew yang entah mengapa membuat Key ingin menangis. Bahkan disaat seperti ini namja itu masih memaksakan diri untuk tetap tersenyum.

            “Hyung..” Key mengenggam tangan Key erat. Dan seperti yang Key duga, Onew begitu kaget ketika mendengar Key memanggilnya dengan panggilan ‘Hyung’. Panggilan yang sejak kecil tak pernah Onew dengar keluar dari bibir Key.

            “Hyung?”

            “Biar bagaimanapun kau lahir tiga menit lebih cepat dariku. Jadi aku ini tetap namdongsaeng-mu, Onew hyung.” Key terlihat mengigit bibir bawahnya, menahan butiran airmata yang mulai menggenang memenuhi pelupuk matanya.

            “Kau ini..” Onew lagi-lagi memaksakan diri tertawa. “Bagaimana audisinya? Kau lolos, kan?”

            “Ne, aku lolos, dan aku akan jadi trainee SM. Kau senang mendengarnya, Hyung?

            “Tentu saja. Kau berhasil membuktikan pada Umma dan Appa kalau kau bisa. Setidaknya jika aku tidak ada nanti, masih ada kau yang bisa membahagiakan mereka..”

            “YA! Apa yang kau bicarakan? Kau tidak akan pergi, kau akan sembuh, dan aku akan memulai semuanya dari awal denganmu. Jadi jangan pergi tanpa permisi padaku, hyung!”

            Onew terkikik kecil, ia tidak tahu apa yang ada dipikiran saudara kembarnya yang satu itu. Sejujurnya ia juga ingin memulai semuanya dari awal, hidup damai bersama orangtuanya dan Key, tetapi jika Tuhan menakdirkan lain bagaimana? Onew juga tidak bisa berbuat apa-apa.

            “Dadaku sesak, dan rasanya sakit sekali, aku menjadi sangat lemah, aku tidak tahu sampai kapan aku dapat bertahan.” ucap Onew pelan, sangat pelan sampai Key tak terlalu jelas mendengarnya.

            “Hyung jangan berkata yang aneh-aneh!”

            “Aku mengantuk, aku ingin tidur, boleh kan jika aku tidur sekarang?” Onew kini sudah berusaha memejamkan matanya namun Key mencoba untuk mencegahnya. Key tentu tahu apa arti dari ‘mengantuk’ yang sebenarnya itu.

            “Hyung, buka matamu. Kau tidak boleh tertidur sekarang.” Key berusaha menguncang-guncangkan tubuh Onew. Tetapi Onew hanya menatap Key sendu seraya perlahan-lahan benar-benar memejamkan matanya.

            “Sampaikan kepada Umma dan Appa kalau aku sangat mencintai mereka..”

            “Hyung.. Hyung..” Key tetap berusaha menguncang-guncangkan tubuh Onew tetapi nampaknya kini ia sudah tak beraksi. Alat pendeteksi detak jantung pun sudah berbunyi panjang dan datar, dan sejak itu Key tahu bahwa Onew sudah pergi meninggalkannya.

            Dokter dan suster pun berdatangan dan mencoba memeriksa dan berusaha menyelamatkan Onew, tetapi nampaknya semua sudah terlambat. Tangis Seoyeon pun pecah di pundak Youngmin, ia menangis hebat tepat setelah dokter memberitahu kalau Onew telah pergi. Dan Key hanya mampu menangis dalam diam, biar bagaimanapun ia tidak bisa menahan airmatanya lagi. Airmata yang memang ia tujukan untuk kepergian saudara kembarnya.

            Nayeon, Minho, Jonghyun, dan Taemin yang ikut menyaksikan kepergian Onew pun ikut merasakan perasaan seperti yang Key rasakan. Nayeon mencoba tegar sambil mengusap-ngusap pundak Key yang tepat berada di sampingnya.

            “Hyung, kita bahkan belum sempat melakukan banyak hal bersama. Kenapa kau pergi begitu cepat Hyung..” ucap Key lirih sambil menghapus airmatanya yang mengalir di kedua pipinya. Key menunduk dalam, seolah masih tak memercayai kalau Tuhan baru saja mengambil seseorang yang begitu berarti untuknya.

            Nayeon yang melihat Key begitu terpukul dengan kepergian Onew pun masih berusaha terus berada di sampingnya, menengangkan namja itu kalau masih ada begitu banyak orang di sampinya yang dapat menjadi tempat sandaranya.

            “Dia pergi setelah kau datang, ia pergi setelah kau berhasil lolos audisi itu, dan ia pergi setelah sebelumnya menunggumu. Percayalah kalau ini adalah jalan terbaik yang ditakdirkan Tuhan.”

            Key mengangguk, Nayeon benar, ini adalah jalan terbaik yang Tuhan pilihkan untuk Onew. Sejak kecil Onew sudah cukup tersiksa dengan penyakit yang menyerang tubuhnya, jadi sekarang saatnya Onew merasakan kebebasannya. Tanpa ada sakit dan penderitaan.

            Key percaya, ada tangan-tangan Tuhan yang tak terlihat oleh mata yang akan mengatur kehidupan di bumi ini agar selalu berjalan seimbang. Onew mungkin sudah pergi, tetapi Key yakin kalau ikatan saudara kembar yang terjalin diantara keduanya akan tetap terasa dan membuatnya merasakan kalau Onew selalu dekat dengannya.

istirahat yang tenang, Onew hyung, aku menyayangimu…

FIN.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

72 thoughts on “{FF PARTY 2011} He’s My Twins 一 Part 2 [END]”

  1. Ya ampun…sayang bgt Onew nya mati.
    Trnyta Onew sakit…
    Agak nyesek bacanya.
    Kasihan Key…
    Daebak thor! daebak!

  2. Hwaaaa~
    Tanggung jawab yg bikin ff!! Pagi-pagi aku dibuat nagngis baca ini
    Hiks..hiks… ・゜゜・(/□\*)・゜゜・
    Sedih bgt kalo harus kehilangan sesorang
    Aku pikir summary nya itu teruju buat org tua key-onew sama si onew
    Ternyata lebih tertuju ke si Key ya

  3. nyesek bgt.. huaaa
    kasian key… kasian onew jg… huuaaaa dubuku…
    aihhh tp aq bc ini kesel sampe ubun2 sm ortunya.. sumpaah deh.. knp gak kasih tau key aj coba… klo emng gak pngen beda2in key sm onew knp coba g bikinin 2 bekal sekalian aj.. beliin key hoodie jg brengan gitu biar adil… *sewot sndri sm ortunya*

    good joob author.. daebak
    ff mu bs bkin sy nyesek. terharu. menangis. plus kesel jd satu… wakaka

  4. kalo jantung bocor bisa dengan pencangkok kan jantung kan …

    kalo aku jadi key pasti bakal ngorbanin satu jantung itu buat onew .. cz pasti ortu lebih seneng akan kehadiran onew ketimbang key ….

    KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEN…………….
    author !!!

    1. wah emang ada cangkok jantung? kan jantung kita cuma satu say.. 🙂 tapi gatau sih aku bukan anak IPA aku dari IPS jadi nggak tahu kalo jantung bisa dibagi2 (?)
      btw thaks for comments ya.. 🙂

  5. nyesek,,, nyesek….
    hueeeeee onew matiii
    waktu baca ni FF aku marah ngerasain hal yang sama ama key
    aku juga sering di banding2in sama kakakku *curhat*

    ini juga umma appa nya nyebeliiin
    BTW GOOD JOB

  6. ahhhh nyesek … youngmin, jgn tampar key napa !!!
    ffnya keren !! suka..suka.. ^^
    mau nangis bacanya …
    good job thor … untung bukan key yg meninggal, aku kira si key bakal ngasih jantungnya…
    ^^

  7. hiks pagi-pagi udah nangis gara-gara ff ini 😥
    tapi ff-nya keren thor, daebak! ditunggu karya selanjutnya yaaa 😀

  8. Aaa!!! Nyesek banget thoor! Sedih bangeet! *ribut ga jelas* ._.v
    Kenapa onew pergi disaat lagi rukun2nya sama keey?!
    Lebih sedihnya lagi, pas key lolos terus ke rs ketemu onew yang onewnya nungguin key dateng terus meninggal didepan mata key! Aaa thorr keren banget ceritanyaa! Aku sampe nahan nangis T.T
    ._. Maaf cerewet thor abisnya keren bangett!! Daebaak! ^^

    1. dari tadi commentsnya pada bilang sedih, dan nangis. Emg beneran sedih ya ini ffku? Aku pikir malah aku gagal bikin sad momentnya. Tapi itu kamu serius baca dua kali masih nangis? Ya ampun perlu tissue nggak dear :p ? Btw thanks for comments.

  9. hiks…. jadi nangis banjir, nih…. *author lupa nyiapin ember buat reader…*

    nice ff! sebenarnya wkt replay saia juga kesulitan ngebedain antara onew dan Key… kok bisa terpikir mereka kembar? btw, good job!

  10. yaampun ternyata onew sakit, pantes orang tuanya perhatian banget T>T
    aduh itu onewnya kenapa meninggal
    aku nangis loh bacanya ._.v

  11. huhuhuhu..kok jadi begini??? sad ending ya author??huweeeeeeee! *nangisnya makin kejer*
    detik2 meweknya tu wktu onppa bilang mw tidur itu,,,aq jd inget nenekku,, 😥 hiks..hiks..
    bagus nih ep-epnya eon,,ditunggu karya lainya.. :’)

  12. Sumpah author anda harus tanggung jawab
    Aku nangiiiiiiissss!!! Sumpah gatau tiba-tiba nyeseeekkkk banget terus nangis aja-_-
    Pertama waktu dijelasin onew itu sebenernya kenapa. Kedua, pas onew bilang “key aku mengantuk. Mau tidur. Boleh aku tidur sekarang?” AAAAAAAA itu langsung nangis lagiiiiii!!! Sumpah nyesekkk
    Pas baca summary nya udh mulai ngeduga yg pergi itu onew. Tapitapitapi gak bakal nyangka bakal segitunyaaa
    Hmm yaa, orang tuanya juga agak-agak siih. Meskipun kepengennya onew key ngga usah dikasih tau tapikan nyatanya dengan hal gitu malah jadi timbul salah paham. Hmhm..

    Authoooorrrr, bagus bangeeettt!! Daebaaaaaakkkkkk!!!

  13. ya Tuhan!!!
    pagi-pagi begini udah nangis 😦
    sedih, author!!!!
    tapi setidaknya segala salah paham udah terselesaikan.
    nice ff
    semoga keterima jadi author tetap di sini ya 🙂 good luck

  14. AAAAAAA :”””’
    Ini malem2 begini bikin mewek aaaaa
    Onew nyaaaaaaa kenapa cepet bgt perginya:(
    Pas dia tau key lolos
    Langsung meninggal
    Itukan berarti dia nungguin key
    AAAAA ONEWWWW
    Sedih bgt gakboong ih
    Apalagi kalimat terakhirnya…..
    Ayo thor ditunggu ya karya selanjutnya 🙂

  15. Huaa endingnyaa T^T
    Padahal Key belom sempet akrab-akraban sama Hyungnya 😥
    Tapi pas Key ngungkapin perasaannya sama orangtuanya, itu aku jadi ikut sedih #lebay
    Huaa pokoknya menurutku daebak Thor! b^O^d

  16. onew nya mati lg..
    sedih lg..T_T
    gw jg nangis pagi2 niiy..
    tapi Daebaaaaaaaaak lah..
    dibanyakin lg ya romance2 persaudaraan gini ^^

  17. kya… kasian suamiku…. sini sini nangisnya dipundak aku aja#dirajang lockets#. hahah btw ff ini bagus!!!!!!!!!!!!! aku suka aku suka!!!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s