The Pervert Nerd – Last Glasses

Title : The Pervert Nerd – Glasses 12

Author : Yuyu a.k.a Younji

Main Cast :

  • Choi Minho
  • Yoo-moogeun as Lee Seorin

Support Cast :

  • Onew
  • Kim Jonghyun
  • Key
  • Lee Taemin
  • Fairuz Kim as Kim Rinhae
  • Lana Carter’s Han Yuna
  • Ryeoshibum21 as Il Sora
  • Minniemint as Park Minji
  • Son Dongwon
  • Krystal Jung
  • Lee Donghae

Length : Sequel

Genre :

  • Romance
  • Sad
  • Humour
  • Friendship

Rating : PG – 16

THE PERVERT NERD

Seorin menghela nafas pelan, sedang mencoba mengusir rasa jengkel dari dalam dirinya. Sepasang tangan melingkar semakin erat dipinggangnya, mengingatkan Seorin akan kehadiran orang lain di sampingnya.

“Mengapa kau menghela nafas?” tanya Minho datar.

“Kau tau alasannya.” timpal Seorin masih dengan nada jengkel yang pekat. Minho tertawa, mengakibatkan tubuh mereka bergetar pelan. Seorin memicingkan matanya, lalu menoleh dengan cepat pada Minho. Tatapannya terlihat begitu mengancam hingga membuat Minho menutup mulutnya rapat-rapat, tidak lagi mengeluarkan suara tawa.

“Kau tidak perlu khawatir. Tentang pertunangan itu, aku akan menyelesaikannya sesegera mungkin. Aku janji.” ucap Minho tak lagi main-main.

“Kau tau kan, aku hanya tidak ingin—“ Kata-kata Seorin langsung terhenti saat Minho melumat bibir Seorin tanpa peringatan lebih dulu, membuat Seorin terpaksa harus menelan kembali kata-kata yang siap ia lontarkan.

“Kau hanya tidak ingin kebahagiaan kita berakhir begitu cepat. Percayalah, aku juga ingin agar kebahagiaan kita tak berujung.” Minho tersenyum manis. Minho mengecup ujung hidung Seorin, lalu mengecup bibir Seorin sekilas dan kembali memberikan senyum manisnya yang mampu membuat Seorin meleleh di cuaca sedingin ini. Minho mengangkat dagu Seorin, berniat kembali melumat bibir wanita yang ia cintai.

“Kami pulang!” teriak Nyonya dan Tuan Lee berbarengan dari luar pintu. Dengan cepat Seorin mendorong Minho—tanpa ia sadari.

“Seorin-ah, kami—loh, Minho? Apa yang sedang kau lakukan di lantai?” tanya Nyonya Lee kebingungan. Minho hanya mendelik geram pada Seorin. Seharusnya wanita itu tak perlu mendorongnya begitu keras hingga bokongnya harus mencium lantai yang dingin. Dan sekarang, ia akan menyerahkan semuanya pada Seorin—untuk menjawab pertanyaan Nyonya Lee.

“Dia… Uhmm.. Tadi..” Kata-kata yang tidak beraturan keluar dari mulut Seorin yang panik dan membuat Minho sedikit iba. Minho berdiri dan merapikan letak kacamatanya lalu mendekati Tuan Lee yang membawa beberapa kantong belanjaan.

“Wah, apa yang kalian beli?” tanya Minho berusaha mengubah topik pembicaraan, dan memang berhasil karena perhatian Nyonya Lee langsung teralih. Dengan semangat yang menggebu-gebu Nyonya Lee memamerkan hasil belanjaannya pada Minho sementara Tuan Lee hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.

***

Key menghentikan langkahnya saat ia melihat ada sesuatu yang janggal. Taemin sedang tersenyum bangga. Ia berjalan memasuki gerbang sekolah bersama Minji—dengan bergandengan tangan. Akhirnya, ia bisa menunjukkan pada semua orang kalau Minji adalah miliknya.

Key tertawa geli, setengah tidak percaya dan setengah takjub. Finally, emosi Taemin yang selama ini selalu meledak-ledak sepertinya akan lebih terkontrol. Jonghyun merangkul pundak Key, ikut tersenyum geli melihat maknae mereka.

“Apakah..” Onew bergabung dengan Key dan Jonghyun lalu melirik tangan Taemin, “Ada sesuatu yang harus kita rayakan?”
”Tentu!” jawab Taemin nyaris melompat dari tempatnya berdiri. “Kami—“ Taemin mengangkat tangan mereka dan senyumnya semakin bertambah lebar, “Pacaran lagi!”

“Selamat. Tapi kuharap, kali ini kalian tidak putus lagi.” ucap Key
”Karena kami tidak mau melihat Taemin menjadi gila. Lagi.” timpal Jonghyun dengan cepat, setengah berbisik pada Minji yang tersenyum tipis.

“Tentu!!” jawab Taemin dan Minji bersamaan yang mengundang gelak tawa ketiga hyung nya.

“Hai, selamat pagi.” sapa Minho setengah menggerutu. Ia melewati teman-temannya begitu saja, terlihat tidak tertarik pada apa yang sedang mereka bahas.

“Ya, kenapa kau?” tanya Jonghyun bingung. Jonghyun melebarkan langkahnya untu mengejar Minho, diikuti oleh teman-temannya yang lain.

“Aku sedang frustasi saat ini.” gerutu Minho lagi, sama sekali tidak memelankan langkahnya, membuat Jonghyun harus sedikit berlari untuk menyamai langkah Minho dan kaki panjangnya.

“Yah, hal itu sudah terlihat jelas dari wajahmu. Lalu, alasannya?” tanya Key tidak sabaran.

Minho tidak menjawab pertanyaan Key saat ia membuka pintu ruang OSIS selebar mungkin dan sengaja tidak menutupnya karena ia tau teman-temannya masih mengekor di belakang. Minho menghempaskan tubuhnya dengan kasar di sofa dan menghela nafas berat. Ia membuka kacamatanya, lalu melemparkannya begitu saja ke atas meja tanpa peduli apakah kacamatanya lecet atau bahkan hancur.

“Tentang pertunangan itu.” Minho mulai bercerita setelah mendapati tatapan tajam ala Key. “Sudah seminggu dan Appa masih belum kembali ke Seoul. Padahal persiapan acara pertunangan itu terus berjalan. Kemarin, orang hotel mengabari kalau ballroom mereka bisa digunakan untuk menyelenggarakan acara hari minggu depan. Ini bisa membuatku gila! Aku bahkan tidak punya kesempatan untuk menjelaskan pada Appa bahwa aku tidak mungkin bertunangan dengan Krystal.”

“Kapan rencananya Choi Aboenim akan kembali ke Seoul?” tanya Onew.

“Entah lah. Aku sudah mencoba menghubunginya, tapi gagal.”

“Gawat, bagaimana kalau undangannya sudah dicetak dan disebar? Akan sulit untuk membatalkannya kalau sampai hal itu terjadi.” gumam Jonghyun yang semakin membuat Minho gelisah.

“Terima kasih, hyung. Kau membuat Minho semakin galau.” ucap Key dengan nada sinis.

“Apa? Yang kukatakan memang benar kan?” elak Jonghyun.

“Hyung, kalau kau tidak bisa menghubungi Choi Aboenim, mengapa tidak langsung kau temui saja?” Taemin memberikan pendapatnya yang membuat ruangan menjadi sunyi.

“Taemin-ah, kau memang juru selamatku!” teriak Minho sambil memeluk merangkul Taemin dengan erat.

“Ough! Hyung, kau meremukkan tulangku!” protes Taemin.

***

Krystal menatap cangkir kopi dihadapan dengan tatapan kosong. Ia telah melakukan hal itu selama beberapa waktu. Bahkan kepulan asap dari dalam cangkir kini telah menguap ke udara.

Kursi dihadapannya ditarik dan Seorin duduk di sana. Meski terlihat agak canggung, Seorin mencoba untuk tersenyum sopan padanya. Krystal pun demikian, ia mencoba untuk tersenyum pada wanita yang ada dihadapannya.

Setelah berdiam diri cukup lama, Krystal memutuskan untuk menghubungi Seorin sepuluh menit lalu dan meminta wanita itu untuk datang menemuinya.

“Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Seorin. Kyrstal hanya terdiam. Ada banyak hal yang ingin ia sampaikan, tapi entah mengapa saat ini pikirannya menjadi kosong. Ia lupa apa yang ingin ia tanyakan, ia lupa apa yang ingin ia katakan.

“Eonni pasti berpikir, bahwa aku adalah wanita yang tamak kan?” tanya Krystal akhirnya.

“Sama seperti kopi yang ada dihadapanku saat ini. Awalnya, kopi ini begitu hangat dan enak, sayangnya aku tidak tau bagaimana cara menikmatinya. Setelah kopi mendingin, aku baru ingin meneguknya. Sayang, semuanya sudah terlambat karena rasa kopi ini sudah tak sama lagi ketika ia masih hangat.” Ungkap Krystal. Seorin ikut menatap secangkir kopi yang berada dalam genggaman tangan Krystal. Ia rasa ia mengerti apa yang ingin Krytsal sampaikan padanya.

“Apa kau benar-benar ingin meminum kopi itu? Tidak pernahkah kau berpikir bahwa sesungguh kau hanya merasa kasihan pada secangkir kopi yang telah kau abaikan? Mungkin saja, ada secangkir kopi lain yang benar-benar kau inginkan.” Sahut Seorin.

Kyrstal mendongakkan kepalanya dan menatap Seorin yang balas menatapnya dengan sungguh-sungguh. Mungkinkah itu? Jika apa yang dikatakan oleh Seorin adalah benar, maka Krystal adalah orang yang paling bodoh di dunia ini.

Awalnya, ia meninggalkan segala yang ia miliki dan memutuskan untuk hidup bersama Donghae. Lalu ia sadari, Minho masih terus melekat di benaknya—yang membuat ia berpikir bahwa ia menyukai Minho. Lalu bagaimana jika ternyata Seorin benar—bahwa Krystal hanya merasa iba pada Minho? Dan sekarang, ia kembali membuat keputusan bodoh dengan meninggalkan Donghae dan beralih pada Minho, karena Minho tak lagi melihat dirinya.

Krystal menggunakan sisa-sisa keberaniannya dan tersenyum lebar pada Seorin—tersenyum tulus, “Tolong gantikan aku untuk menjaga Minho oppa. Meski sekarang aku sendiri merasa begitu ragu tentang perasaanku padanya, tapi dia tetaplah salah satu orang yang penting dalam kehidupanku.”

Krystal mengulurkan tangannya pada Seorin. Saat Seorin menerima uluran tangan Krystal, diam-diam kedua gadis itu tersenyum. Ini adalah awal yang baru bagi mereka—bagi persahabatan mereka.

***

“Tunggu dulu! Bisa kau ulangi sekali lagi kata-katamu barusan?” tanya Seorin tak percaya. Minho memutar bola matanya dan mendengus sebal.

“Kita akan ke terbang ke Tokyo,” Minho melirik jam tangannya lalu kembali melanjutkan kata-katanya, “Satu jam lagi.”
”Mwo? Kenapa aku harus pergi ke Tokyo?” tanya Seorin, masih bersikap keras kapala.

“Tentu saja untuk menemui Appa. Kita akan meminta restunya, lalu membatalkan pertunangan itu.” jawab Minho mulai kehilangan kesabarannya. Minho menarik tangan Seorin yang menolak mentah-mentah idenya untuk langsung ke Tokyo dan bertatap muka dengan Tuan Choi.

“Tapi, tapi! Aku bahkan belum menyiapkan koperku!” protes Seorin saat Minho menarik paksa dan mendorong Seorin masuk ke dalam mobilnya.
”Kau tidak memerlukan koper kalau kau pergi bersamaku.” jawab Minho dengan santai.

Seorin melipat kedua tangannya dan terus memberengut sepanjang perjalanan ke bandara. Bukannya ia tidak ingin menemui Tuan Choi dan menyelesaikan masalah pertunangan seperti yang Minho katakan, tapi Seorin lebih memikirkan tentang reaksi Tuan Choi menanggapi hubungannya dan Minho. Bagaimana jika Tuan Choi menentang hubungan mereka—yang memiliki persentase lebih besar dibanding kemungkinan Tuan Choi menerima hubungan mereka dengan tangan terbuka.

Bukannya ingin bersikap berlebihan, tapi orang sekelas Tuan Choi biasanya lebih rewel dan memiliki banyak tuntutan dalam hidupnya—tak terkecuali tentang calon menantunya.

Begitu sampai di bandara, Minho menuntun Seorin menaiki pesawat pribadi miliknya yang mampu membuat Seorin menganga.

“Seorin-ah!” sapa Sora dengan riang. Key menundukkan wajahnya dan menggeleng pelan melihat Sora yang selalu berteriak di mana saja .

“Noona, akhirnya kau datang.” sapa Taemin dengan riang.

“Kenapa mereka semua bisa ada di sini?” tanya Seorin dengan raut kebingungan.

“Mereka bilang, kalian tidak bisa pergi bersenang-senang tanpa kami.” Minho menirukan gaya bicara Jonghyun beberapa jam yang lalu saat ia memutuskan untuk mengunjungi Tokyo. “Apakah mereka tidak tau kalau kita sedang bersiap-siap untuk berperang?” gerutu Minho setelah ia duduk dengan nyaman di samping Seorin. Seorin terkekeh pelan, senang melihat tingkah Minho yang kekanak-kanakan.

Selama perjalanan, Seorin nyaris melupakan ketegangannya tentang reaksi Tuan Choi karena ia terlalu menikmati perjalanan ini, seperti ia sedang berlibur saja. Sayang cuaca yang tak bersahabat langsung menyambut kelima pasang kekasih itu begitu mereka menginjakkan kaki di Bandara Haneda.

“Kurasa kita harus segera ke hotel sebelum cuaca semakin memburuk.” usul Onew.

“Benar, kita tidak bisa mengunjungi Choi Abeonim di tengah cuaca seperti ini.” timpal Jonghyun menyutujui.

“Tidak.” tolak Minho dengan cepat. Minho menatap memalingkan wajahnya dan menatap Seorin dengan serius. “Aku harus menemui Appa sekarang juga. Kami akan segera menyusul kalian di hotel.” Ujar Minho sambil menggenggam erat tangan Seorin yang tak kalah gugup.

“Baiklah, kami akan menunggu kabar baik dari kalian.” ujar Key. Meski ia tidak akan pernah berada di posisi Minho saat ini, tapi ia bisa mengerti perasaan Minho yang pastinya sangat kacau saat ini. Bagaimana tidak? Ini menyangkut wanita yang ia cintai—masa depannya.

Dua mobil van yang telah disewa oleh Minho menyambut mereka, bersiap mengantar sepuluh orang itu untuk mencapai tempat tujuan mereka. Tak sedetik pun Minho melepaskan tangan Seorin ketika mereka berada di dalam van. Tidak hanya memberikan kekuatan pada Seorin, Minho sadari bahwa ia juga mendapatkan kekuatan dari Seorin—kekuatan untuk menghadapi ayahnya sendiri.

“Apa yang kau lakukan di sini, Minho? Dan, Seorin juga?” Tanya Tuan Choi yang terkejut dengan kunjungan dadakan ini setelah Minho dan Seorin masuk ke dalam ruangan Tuan Choi.

Minho menelan air liurnya, keberaniannya agak menguap. Bukan karena ia takut untuk menentang keputusan Tuan Choi, tapi karena ia takut ia tidak akan bisa melindungi Seorin jika hal buruk terjadi.

“Appa, kami kemari untuk membicarakan tentang pertunangan itu.” Minho memulai kata-katanya dengan mantap. Kening Tuan Choi mengernyit, merasa tertarik dengan kelanjutan kata-kata Minho. Tuan Choi menggerakkan tangannya, mengisyaratkan kedua orang remaja itu untuk duduk di hadapannya. Seorin menundukkan kepalanya, tak berani menatap mata Tuan Choi—yang entah mengapa membuatnya merasa begitu terintimidasi.

“Ada apa dengan pertunangan itu? Apakah sesuatu telah terjadi pada proses persiapannya?” tanya Tuan Choi setenang mungkin.

“Aku…” Minho menghentikan kata-katanya selama beberapa detik untuk memperhatikan reaksi Tuan Choi yang dipenuhi oleh tanda tanya, “Aku ingin membatalkan pertunangan itu.”

“Membatalkannya?” tanya Tuan Choi tak percaya. Tuan Choi menatap Seorin—yang masih belum berani balas menatap—lalu Minho secara bergantian, “Kalau boleh ku tau, apa alasan yang membuatmu ingin membatalkan pertunangan itu saat persiapannya sudah mencapai 50%? “

Lagi-lagi Minho terdiam. Ia takut jika ia katakan bahwa alasannya membatalkan pertunangan itu adalah karena Seorin, maka wanita yang ia cintai itu akan berada dalam kesulitan saat Tuan Choi menentang mereka.

“Minho, bisakah kau tinggalkan aku berdua saja dengan Seorin?” pinta Tuan Choi.

“Ne?” balas Minho dengan sangat cepat. Apa yang ingin dibicarakan oleh Tuan Choi berdua saja dengan Seorin? Mungkinkah ketakutan Minho benar-benar akan terjadi? Mungkinkah Tuan Choi akan tega memisahkan mereka berdua?

Belum sempat Minho menolak permintaan Tuan Choi, Seorin memalingkan wajahnya dan mengangguk pelan pada Minho. Dengan langkah yang berat, Minho keluar dari ruangan Tuan Choi, meninggalkan mereka berdua.

“Apakah telah terjadi sesuatu? Diantara kalian berdua?” tanya Tuan Choi pelan.

“Maafkan aku.” Hanya jawaban singkat itulah yang mampu diberikan Seorin. Tuan Choi menghela nafas berat lalu menggelengkan kepalanya sambil bangkit dari sofa.

“Aku tidak peduli apa yang telah terjadi diantara kalian berdua, tapi pertunangan ini tidak akan pernah dibatalkan.” lanjut Tuan Choi nyaris meninggikan nada suaranya.

“Tapi, kami—“
”Kalian harus menyelesaikan apapun yang terjadi diantara kalian sebelum hari pertunangannya. Apa kau mengerti?”

***

Seorin duduk di tepi kolam renang, kedua kakinya berayun santai membuat air kolam renang bergejolak pelan. Minho berdiri beberapa meter dibelakang Seorin. Ia terus memperhatikan gerak-gerik yang dilakukan oleh wanita itu. Seorin menarik nafas dalam dan menghembuskannya hingga kedua pundaknya merosot turun.

Minho begitu ragu. Ia tau sesuatu telah terjadi selama percakapan Seorin dan Tuan Choi siang tadi. Ia takut bahwa Seorin terlalu rapuh untuk menerima penolakan Tuan Choi.

Minho berjalan mendekati Seorin nyaris tanpa suara. Ia duduk disamping Seorin dalam diam, seolah dengan berdiam diri ia bisa membaca apa yang ada dipikiran Seorin.

“Kenapa kau tidak memanggilku untuk menemanimu di sini?” tanya Minho pelan.

Seorin memalingkan wajahnya pada Minho dengan cepat, barulah ia sadari keberadaan Minho yang membuat jantungnya hampir melompat keluar. Seorin kembali menatap gumpalan air yang menari-nari di ujung kakinya dan menghembuskan nafas pelan.

“Aku..” Seorin menghentikan kata-katanya, ia menggigiti bibir bawahnya selama sesaat, “Aku sedang ingin sendirian. Ada terlalu banyak pikiran yang mengangguku dan aku ingin mendapatkan sedikit ketenangan.”
”Kau selalu bisa berbagi denganku, kau tau bukan?” tukas Minho cepat. Ia tidak suka melihat Seorin terlalu larut dalam pikirannya sendiri—yang Minho yakini pastilah tentang pertunangan itu.

Seorin memilih untuk diam.

“Apa yang sebenarnya Appa katakan tadi siang?” Minho kembali menanyakan pertanyaan yang sama yang ia ajukan sedetik setelah Seorin keluar dari ruangan Tuan Choi. Tapi sama seperti saat ini, Seorin memilih untuk bungkam. Dan aksi bungkam Seorin itulah yang semakin membuat Minho takut.

Lagi-lagi Seorin menutup mulutnya rapat-rapat. Rasa takut dalam diri Minho semakin menjadi-jadi. Ia begitu gelisah, tidak adanya rasa aman dalam dirinya nyaris membuat Minho gila.

“Minho-ya…” Panggil Seorin dengan suara yang sangat lemah. Minho langsung menatap Seorin dengan penuh harap, berharap Seorin bersedia membeberkan semua yang telah Tuan Choi katakan padanya.
”Kau tau, terkadang, ada beberapa hal dalam kehidupan yang tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan. Meski kita berusaha sekuat tenanga pun hal itu tak dapat berubah menjadi seperti apa yang kita harapkan.” lanjut Seorin dengan cepat. Jari-jari tangan Seorin saling bertautan satu sama lain akibat rasa gugupnya. Kedua alis Minho saling bertautan. Ia tidak sungguh-sungguh mengerti hubungan antara pertanyaannya dan jawaban yang diberikan oleh Seorin. Seorin menelan air liurnya dan menoleh ke samping, namun tak berani menatap langsung sepasang mata milik Minho.

“Kurasa, apapun yang kita lakukan, Choi abeonim tidak akan pernah merubah keputusannya. Kita—“
”Jadi maksudmu, kau ingin menyerah tentang hubungan kita?”

“Entahlah, hanya saja—“

“Aku kecewa padamu, Lee Seorin.” ujar Minho dengan ketus. Seorin menundukkan wajahnya. Ia tau itu. Ia tau Minho pasti akan kecewa padanya.

“Tidak ada hal lain yang ingin kau katakan padaku?” tuntut Minho. Ia berdiam diri disana, menunggu permintaan maaf dari Seorin—permintaan maaf karena Seorin menjadi begitu lemah. Demi Tuhan! Seorin tidak seorang diri. Ia punya Minho. Ia juga memiliki kedua orang sahabat yang akan selalu berdiri disampingnya. Bahkan SHINee pun tanpa ragu akan berdiri dibarisan terdepan jika mereka memang berada dalam keadaan di mana mereka diharuskan memulai perang dengan Tuan Choi. Jadi mengapa Seorin bersikap cengeng seperti ini?

“Kupikir kau butuh waktu lebih untuk berpikir jernih.” Terselip nada jengkel dalam suara Minho saat ia meninggalkan Seorin seorang diri di kolam renang, membiarkan Seorin kembali pada dunia miliknya sendiri yang tak bisa ditembus oleh apapun.

Suara derap langkah Minho semakin lama semakin terdengar begitu jauh sebelum akhirnya pendengaran Seorin tak lagi mampu mendengarkan derap langkah yang begitu berat. Kedua kaki Seorin yang tadinya berayun santai di dalam kolam kini terangkat dan tertekuk di depan dada. Seorin meletakkan dagunya diatas lutut sementara matanya terus menerawang jauh ke dasar kolam. Lagi-lagi pundaknya merosot turun setelah ia menarik nafas dalam.

Yuna dan Sora berpapasan dengan Minho. Saat mereka menyapanya, Minho hanya berlalu pergi. Raut wajahnya terlihat sangat mengerikan dan membuat kedua orang wanita itu memutuskan untuk menghiraukan Minho dan kembali mencari keberadaan Seorin.

Yuna dan Sora saling berbagi pandangan ragu terhadap satu sama lain selama beberapa detik setelah mereka menangkap bayangan punggung Seorin di tepi kolam renang, lalu memutuskan untuk menghampiri Seorin. Seorin mendongakkan kepalanya saat seseorang menyentuh pundakknya—Yuna.

“Bersedia berbagi dengan kami?” tanya Sora berusaha agar suaranya terdengar normal, padahal gejolak emosinya telah teraduk-aduk saat melihat raut kesedihan diwajah Seorin.

Tanpa berkata apa-apa, Seorin memeluk kedua sahabatnya dengan sangat erat. Saat ini, tidak ada kata-kata apapun yang bisa menenangkan hatinya, kecuali kehadiran kedua sahabatnya ini.

***

Jonghyun mendorong tubuh Key menggunakan kedua tangannya sementara Key terus menggenggam sisi-sisi pintu dengan erat, menolak keinginan Jonghyun yang menyuruhnya masuk terlebih dahulu.

Entah kenapa, aura di dalam kamar hotel Minho terasa begitu menyeramkan dan Key tidak ingin menjadi tumbal.

Onew mengintip dari balik bahu Jonghyun, mendorongnya agar ke samping dan melangkah masuk. Barulah Key mengikuti langkah Onew yang menghampiri Minho, diikuti oleh Jonghyun dan Taemin.

“Bagaimana?” tanya Onew singkat karena ia yakin Minho pasti mengerti apa yang sedang ia tanyakan.

“Dia ingin menyerah.” Minho tertawa sinis, tawa yang mencemooh. “Setelah apa yang kami lalui, dengan gampangnya dia bilang dia ingin menyerah.” lanjut Minho. Ketidakyakinan Minho pada kalimat Seorin sebelumnya sama sekali belum luntur. Berapa kalipun ia coba pikirkan, tetap saja tidak ada penjelasan yang masuk akal yang membuat Seorin dengan begitu mudahnya mengakhiri semua ini, bahkan sebelum mereka sempat bertempur.

“Aku yakin dia punya alasan tersendiri.” celetuk Jonghyun yang langsung menutup mulutnya rapat-rapat saat Minho mendelik tajam padanya.
”Kurasa Jonghyun benar. Apa kau sudah mendengarkan penjelasan dari Seorin?” tanya Onew lagi. Minho menggeleng dengan enggan mengingat ia tadi memotong kata-kata Seorin dan berlalu pergi begitu saja.

“Kau harus belajar untuk mendengar, Minho-ya. Tidak ada ruginya kan kalau kau mendengarkan penjelasan Seorin sebentar saja? Dengan marah-marah seperti ini, masalah kalian tidak akan pernah ada titik terang.” lanjut Onew.

“Aku takut, hyung.” aku Minho tanpa ia sadari. Empat pasang mata disekitarnya langsung terfokus pada pengakuan Minho selanjutnya.
”Ada terlalu banyak hal yang kutakutkan. Aku takut aku tak akan mampu menghentikan pertunangan ini. Aku takut bahwa aku akan kembali membuat Seorin menangis. Aku takut kami berdua tidak akan bisa bersama. Masih ada banyak lagi ketakutan lainnya yang bahkan tidak bisa aku ungkapkan.”
”Itu adalah hal yang wajar hyung.” sahut Taemin. Ia tersenyum tipis, berharap itu bisa menjadi sedikit kekuatan bagi Minho, “Semua orang memiliki ketakutan yang berbeda-beda. Tapi karena ada seseorang yang begitu berharga di dalam hati kita, maka ketakutan itu pasti akan memudar seiring berjalannya waktu.”

Mungkin Taemin benar. Minho telah memiliki ‘seseorang yang begitu berharga di dalam hatinya’, dan mungkin ia memang harus berbicara dengan Seorin sekali lagi. Hanya dengan cara itu dia bisa mendapatkan kekuatan untuk terus bertahan, kekuatan untuk menang dari rasa takutnya.

***

Festifal Takayama Matsuri—atau yang juga sering disebut Hachiman Matsuri pada perayaan musim gugurnya—di sebuah kuil di sebelah utara kota tua Takayama tahun ini tidak kalah ramai dari tahun-tahun sebelumnya. Perayaan festifal yang diadakan dua kali dalam satu tahun telah ramai dipenuhi orang-orang yang sebagian besar merupakan warga Jepang sementara sebagian lainnya merupakan turis dari mancanegara.

“Kau harus lihat yatai—semacam kendaraan berhiasitu, mereka menghiasnya dengan sangat indah.”

Samar-samar Seorin bisa mendengar suara percakapan Jonghyun dan Yuna yang berjalan di depan mereka. Seorin mengernyitkan keningnya saat beberapa orang di belakangnya berjalan begitu tergesa-gesa dan mendorong tubuhnya.

“Hati-hati, jangan sampai tersesat.” ucap Minho yang sama sekali tak bersuara dari tadi. Seorin menoleh ke arah Minho dan segera memalingkan wajahnya, masih merasa agak canggung untuk menatap pria disampingnya setelah perdebatan mereka yang tidak selesai di kolam renang tadi.

Minho mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Seorin dengan erat.

“Ada begitu banyak orang di sini, aku tidak akan sadar saat kau menghilang. Kecuali kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini.”

Minho merasa agak aneh. Mengapa ia harus menjelaskan alasan ia menggenggam tangan pacarnya sendiri? Seorin terus berjalan diam di sisi Minho, seolah tak terganggu oleh hiruk pikuk yang ada disekitar mereka. Jika waktu dapat berhenti berputar, Seorin bersedia terjebak di waktu ini.

Langkah mereka terhenti setelah melihat sebuah yatai yang terpanjang indah di jantung kuil. Sebuah boneka mekanik (karakuri ningyo) mulai menari-nari sederhana, namun mampu membuat para pendatang tersenyum. Sebuah senyum pun secara otomatis terbentuk di wajah Seorin. Minho ikut tersenyum saat melihat wajah Seorin yang berseri-seri. Seorin memalingkan wajahnya saat menyadari tatapan Minho. Dua pasang mata mereka saling terkunci satu sama lain. Senyuman di wajah Minho melebar dan Seorin tertawa. Untuk sesaat mereka melupakan ketegangan yang diantara mereka dan menikmati setiap detik yang mereka lalui dengan bahagia.

Masing-masing SHINee telah berpencar, mengelilingi setiap sudut kuil bersama pasangan masing-masing. Minho menarik Seorin dengan pelan, mengajaknya melihat keindahan kuil kecil nan tua yang sudah pernah ia kunjungi beberapa tahun lalu. Suara riuh dari luar gerbang kuil membuat Seorin menoleh penasaran. Ia menggerak-gerakkan kepalanya untuk dapat melihat dengan jelas pusat keramaian di sana, namun usahanya sia-sia. Ada terlalu banyak orang—ada terlalu banyak kepala—yang menghalangi pandangannya.

“Mau ke sana?” tanya Minho. Seorin mengangguk dengan cepat. Setelah dengan susah payah melewati barikade manusia di pintu gerbang, Minho berhasil membawa Seorin melewati kerumunan itu dan melihat beberapa orang telah bersiap untuk mengarak kuil kecil yang memang bisa dibawa-bawa ke jalanan.

“Katanya, kuil itu berisi dewa-dewa yang keluar hanya pada festival Takayama saja.” jelas Minho. Seorin membulatkan mulutnya dan mengangguk pelan. Setelah persiapan selesai, arak-arak kuil kecil pun dimulai dan Seorin tak lagi bisa melihat kuil kecil yang telah dibawa jauh meninggalkan gerbang.

Minho dan Seorin berjalan dengan perlahan. Kedua tangan mereka masih terpaut erat dan bergoyang-goyang pelan diudara. Mereka telah kembali ke jantung kuil, melihat yatai untuk terakhir kalinya sebelum yatai tersebut disimpan dan dikeluarkan kembali pada festival hari kedua.

“Menyenangkan, bukan?” tanya Minho.

“Yah, sangat menyenangkan.” jawab Seorin. Lagi-lagi mereka saling bertatapan dan tersenyum.

Suasana hening kembali menyelimuti mereka ditengah gegap gempita para turis. Ketenangan ikut menyelimuti Minho selama beberapa menit sebelum ia kembali teringat dengan perdebatan mereka terakhir kali. Minho melirik ke arah Seorin dan menatapnya dengan intens.

Oh, dia begitu mencintai wanita ini—lebih dari siapapun dan apapun. Bagaimana ia harus melanjutkan hari-harinya jika ia tak lagi bisa menggenggam tangannya seperti saat ini?

“Seorin-ah, aku mencintaimu.” aku Minho tanpa diduga. Langkah Seorin terhenti, mau tak mau membuat Minho ikut menghentikan langkahnya. Senyuman di wajah Seorin menghilang dengan pasti. Kedua bola mata Seorin bergerak-gerak dengan gelisah karena pengakuan Minho yang begitu tiba-tiba. Seorin tau dengan benar bagaimana pria disampingnya ini sangat mencintainya. Ia pun merasakan hal yang sama. Hanya saja, jika Seorin diharuskan untuk mengakui perasaannya saat ini, ia tak bisa. Keadaannya akan menjadi lebih kacau jika Minho masih bersikap keras kepala.

Seorin melangkah mundur, membuat jarak yang cukup lebar antara dia dan Minho hingga tangan mereka yang tadinya bertautan kini terlepas. Minho mengerutkan keningnya. Mengapa tiba-tiba Seorin bertingkah seperti ini? Bukankah tadi mereka baik-baik saja—bahagia?

“Maafkan aku..” ucap Seorin lirih. Ia mendongak dan menatap langsung ke dalam mata Minho, “Tapi kupikir tidak seharusnya kau membatalkan pertunangan itu.”
”Jangan katakan tentang hal itu lagi.” desis Minho dipenuhi rasa frustasi. Minho menyisirkan jari-jarinya yang panjang pada rambut hitamnya dan menghela nafas, “Kita masih bisa berjuang bersama-sama. Kenapa kau begitu ngotot untuk menyerah?”

“Aku—“

“Apa kau pernah mendengar kisah kelinci dan kura-kura? Kau tau mengapa orang-orang meremehkan kura-kura? Karena dia tidak mampu—di mata mereka. Tapi bukankah pada akhirnya kura-kura mengalahkan si kelinci? Itu bukan hal yang mustahil—sama seperti kita. Kura-kura menang bukan karena keajaiban, tapi karena ia tidak pernah menyerah.”

“Tapi kurasa aku bukan kura-kura itu.” elak Seorin.

“Kita bisa mencobanya, kita coba untuk meluluhkan hati Appa, bagaimana?” pinta Minho memelas. Ia bersedia melakukan apapun agar Seorin bersedia berjuang bersamanya meski hanya sesaat.

“Aku.. aku tidak bisa..” bisik Seorin.

“Lalu kau ingin kita berpisah? Tidak bisakah kau mencoba sekali saja?”
”Aku tidak ingin kita berpisah, tapi aku tidak berani untuk mencoba. Aku takut dengan hasil yang akan kita dapatkan.”

“Apakah melakukan sesuatu untuk masa depan kita terasa begitu sulit bagimu?” Amarah Minho mulai menumpuk, tapi ia tekan amarahnya. Ia tidak ingin meledak dihadapan Seorin meski sekarang nada suaranya telah meninggi.

Seorin mengertakkan giginya dengan kuat dan menatap Minho dengan tajam, “Benar! Itu sangat sulit bagiku! Aku hanya menginginkan sebuah kehidupan yang sederhana, tidak penuh lika-liku yang membuatku sulit bernafas seperti ini!”

Minho menatap Seorin dengan tidak percaya. Hatinya tersakiti oleh setiap kata-kata yang dikeluarkan oleh Seorin.

“Jadi kau menyesal karena mengenalku? Apa kau juga menyesal karena mencintaiku?” tanya Minho tajam.

“Bukan begitu.. Aku hanya.. “ Seorin membuka mulutnya berkali-kali, mencoba mengucapkan kalimat selanjutnya, tapi tak ada rangkaian kata yang bisa ia untai lagi.
Minho tertawa sinis. Matanya memancarkan berbagai ekspresi yang membuat pandangannya terlihat dingin, “Aku tau kau sangat menderita karena hal ini. Tapi aku juga, Lee Seorin. Aku juga sangat menderita saat ini. Tidak bisakah kau melihatnya? Tapi aku tetap bertahan, kau tau kenapa? Karena aku tidak mau kehilanganmu.” Minho menutup mulutnya serapat mungkin. Airmata mengalir dari pelupuk mata kanannya tanpa ia duga. Minho memalingkan wajahnya begitu menyadari tetesan airmata telah membasahi pipinya. Disekanya sisa-sisa airmata menggunakan ibujari secepat yang ia mampu. Ia tak ingin Seorin melihatnya begini lemah. Minho menarik nafas dalam beberapa kali untuk menenangkan dirinya sendiri sebelum kembali melanjutkan kata-katanya karena ia tau jika ia kembali bersuara, ia akan hancur detik itu juga ketika luapan emosinya memaksa bendungan airmatanya kembali menyeruak.

“Untuk terakhir kalinya aku bertanya. Bersediakah kau, Lee Seorin, berjuang bersamaku?” tanya Minho. Lagi-lagi terselip nada memohon dibalik suaranya yang bergetar pelan.

Seorin hanya mampu balas menatap Minho, tak lebih dari itu. Sedetik kemudian tubuh Seorin ambruk. Ia terduduk di lantai yang kotor. Beberapa orang disekitar mereka akhirnya mulai menyadari pertengkaran yang terjadi namun memilih untuk tetap menonton dari jauh.

Bahu Seorin bergetar pelan. Gerakan kecil itu cukup untuk membuat Minho membenarkan asumsi yang selama ini bersarang di otaknya. Ia menengadahkan kepalanya, menatap langit malam yang semakin pekat melalui matanya yang berair. Minho mendesah keras dan kembali menatap Seorin yang masih meringkuk dilantai.

“Aku mengerti, aku tau jawabanmu.” gumam Minho. Ia menatap Seorin sekali lagi dan membalikkan badannya. Ia melangkah lebar-lebar, ingin segera menghilang dari tempat ini.

“Hyung!” teriak Key dan langsung mengejar Minho. Onew dan Jonghyun ikut berlari di belakang Key dengan cepat.

Seorin menahan butiran airmatanya yang siap tumpah kapan saja.

“Ada apa dengan kalian?” omel Sora geram. Ia tak ingin melihat sahabatnya menjadi seperti ini.

Malam itu, ketika Seorin kembali ke hotel tempat mereka menginap, Taemin menghampiri dirinya dengan wajah tertunduk.

“Hyung telah kembali ke Seoul.” Begitu ujar Taemin yang langsung memerosotkan bahunya. Seorin tak memberikan jawaban apapun, ia hanya diam dan mengangguk tanda perlahan tanda mengerti.

***

Minho masih tidak habis pikir. Tega sekali Seorin menyerah segampang itu tentang kebahagiaan mereka. Seorin boleh saja menyerah, tapi Minho masih belum ingin menyerah. Jawaban Seorin boleh saja telah menyayat hatinya, tapi Minho tidak bisa membenci Seorin. Rasa cintanya terlalu besar, hingga rasa perih yang diakibatkan oleh Seorin pun tak mampu menutupi rasa cintanya.

Minho menatap bayangan dirinya di cermin sekali lagi sebelum ia berjalan ke arah pintu.

Baru saja pintu kamar Minho terbuka, ia melihat Tuan Choi berdiri disana.

“Appa.” panggil Minho.

“Kau tidak bisa meninggalkan ruangan ini sampai acara pertunangan berlangsung.”

“Aku tidak ingin bertunangan, aku tidak mencintai Krystal, Appa.” tolak Minho.

“Cinta? Kau ingin mengatakan bahwa kau mencintai Seorin? Lalu di mana dia saat pertunanganmu akan berlangsung beberapa jam lagi? Dia bahkan tidak berusaha untuk memohon padaku.” kata Tuan Choi. Minho menggertakkan giginya dengan penuh amarah. Ia pikir Tuan Choi adalah seorang Ayah yang bijaksana, tapi ternyata Tuan Choi adalah seorang diktator.

Minho menghiraukan Tuan Choi dan berjalan melewatinya, tapi seketika itu juga lima orang pria bertubuh kekar berpakaian rapi menghalangi jalannya.

“Menyingkir.” tukas Minho tajam. Tapi para pengawal itu tak bergeming. Minho menghiraukan mereka dan terus berjalan. Salah satu dari pengawal itu menarik pundak Minho, menahannya agar tidak melangkah lebih jauh.

Minho memutar bola matanya dan menarik tangan pria itu, membantingnya begitu kuat hingga menimbulkan bunyi gaduh. Seorang pengawal lainnya ikut membantu mencegah Minho, tapi berakhir dengan satu tinjuan di pipinya. Dengan sigap, dua orang pengawal menahan masing-masing tangan Minho agar tak berontak lagi.

“Lepaskan aku, B*stard!!” maki Minho.

“Jangan pernah berpikir kau bisa kabur.” Itulah kata-kata terakhir Tuan Choi sebelum ia pergi meninggalkan ruangan Minho.

“Appa!” teriak Minho dengan keras saat dua orang pengawal menarik paksa Minho hingga kembali masuk ke kamarnya. Pintu terkunci dan terdengar suara klik dari luar kamar. Minho menggedor pintu sekuat tenaga, tapi tak berhasil. Para pengawal itu sama sekali tidak memedulikannya.

Minho mengumpat kesal. Ia harus melarikan diri, harus. Minho memandang ke sekeliling, namun tak ada sedikit pun celah baginya untuk melarikan diri. Minho menghempaskan dirinya diatas sofa dan menatap sebuah tuxedo yang tergantung rapi di sudut kamar.

“Maaf Appa, tapi kau tidak memberikan pilihan lain padaku.” ujar Minho pada dirinya sendiri. Jika Tuan Choi bersikeras ingin Minho menghadiri pesta pertunangan ini, maka akan ia lakukan. Dengan ataupun tanpa Seorin—Minho tetap akan membatalkan pertunangan ini. Jika Tuan Choi tidak bisa melunak saat Minho menggunakan ketulusan hatinya, maka jangan salahkan dia jika ia membuat Tuan Choi malu dengan membatalkan pertunangan ini dihadapan seluruh tamu undangannya—yang pasti merupakan orang-orang penting.

Minho mengenakan tuxedo miliknya dan duduk diam selama beberapa waktu. Ia merenungkan banyak hal. Seperti apa yang akan ia lakukan selanjutnya setelah ia membatalkan pertunangan ini. Tuan Choi pasti akan mengamuk—Minho yakin itu. Tapi hukuman macam apa yang akan diberikan Tuan Choi pada Minho?

Minho mendongak ketika pintu kamarnya berderit pelan. Onew berjalan dengan santai diikuti ketiga dongsaengnya yang lain untuk menghampiri Minho.
Minho membalas senyuman tipis mereka dan mengisyaratkan mereka untuk duduk di mana saja sesuka mereka.

“Kami tidak bisa menghubungi Seorin—ouch!” tukas Jonghyun yang berubahan menjadi rintihan saat Key menginjak kakinya sementara Taemin menyikut perut Jonghyun. Onew hanya melemparkan sebuah tatapan singkat.

“Apa rencanamu?” tanya Onew pelan.

“Aku berencana untuk membatalkan pertunangan ini.”
”Well, memang itu rencananya sejak awal. Tapi tinggal beberapa menit lagi sebelum pertunanganmu berlangsung dan kau masih belum berhasil membujuk Choi Abeonim. Kurasa kau harus memikirkan rencana lain.” cerca Key.

“Itulah rencana akhirku. Kalau Appa tidak mau mendengarkan permintaanku, maka akan kuhancurkan image-nya dihadapan banyak orang.”
”Maksud hyung…” Taemin menghentikan kata-katanya, takut salah menerka.

“Kau akan membatalkan pertunangan ini di depan para tamu?” Jonghyun melanjutkan kata-kata Taemin. Minho mengangguk pelan dengan rahang terkatup erat.

“INI GILA!” teriak Jonghyun frustasi, “Kau tidak bisa melakukannya—Yaa!” Lagi-lagi Jonghyun merintih saat tumit Key kembali memberikan tekanan yang cukup keras pada jari-jari kakinya. Key menatap Jonghyun dengan garang, tatapannya seolah mengancam agar Jonghyun tak lagi melanjutkan kata-katanya.

Minho mengernyit. Hanya perasaannya saja atau memang ada sesuatu yang sedang dirahasiakan mereka darinya?
”Kau tidak memikirkan reaksi apa yang akan diberikan oleh Choi Abeonim?” tanya Onew setelah Key dan Taemin berhasil memastikan bahwa Jonghyun tak akan bersuara lagi.
”Paling-paling dia akan mengusirku untuk sementara waktu.” Minho tertawa renyah dan melanjutkan, “Atau dia mungkin akan mencoret namaku dari daftar ahli warisnya—aku tidak keberatan. Selama aku tidak perlu menikah dengan orang yang tidak kucintai.”
”Pikiranmu terlalu pendek hyung. Kami bisa saja menampung dirimu kalau hal itu sampai terjadi—berapa lamapun kami tak akan keberatan untuk menampungmu. Tapi bagaimana kalau Tuan Choi justru menyulitkan Seorin noona?” Kali ini Taemin yang bersuara dengan tiba-tiba.

“Benar kata Taemin. Tuan Choi tidak akan segampang itu membiarkan Seorin lolos.” timpal Key.

Minho berpikir ulang. Mungkinkah Tuan Choi akan setega itu? Minho meragukannya, Tuan Choi yang selama ini ia kenal adalah seorang Ayah yang hangat. Sejak kapan Tuan Choi berubah menjadi menyeramkan?

Tapi hal itu sudah terbukti! Sekarang Tuan Choi bertangan dingin! Ia bahkan tak lagi membuka telinganya untuk mendengarkan kata-kata Minho. Adakah sedikit celah baginya untuk melarikan diri?

***

Minho menautkan jari-jarinya dibalik punggung saat Tuan Choi sedang memberikan kata sambutan yang ramah pada para tamu. Minho tengah bertaruh—dengan dirinya sendiri. Jika Seorin datang ke pesta pertunangan ini maka Minho akan benar-benar membatalkan pertunangan sepihak ini. Ia yakin ia akan bisa melindungi Seorin—asalkan Seorin bersedia mempercayakan hidupnya pada Minho, apapun bisa ia lakukan.

Namun, jika ternyata Seorin tidak datang, Minho tidak bisa melakukan apapun kecuali meneruskan pertunangannya—untuk saat ini. Mungkin ia bisa merubah pikiran Tuan Choi seiring berjalannya waktu.

Mata Minho memandang sekeliling ruangan berkali-kali untuk mencari sosok Seorin ditengah kerumunan. Ia terus berdoa, berharap wanita itu akan menampakkan dirinya.

Samar-samar Minho bisa mendengar suara Tuan Choi yang menyilakan calon tunangannya untuk memasuki ballroom. Minho semakin gelisah. Meski ia telah kalah taruhan, hatinya masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia akan menjadi tunangan untuk wanita lain—Krystal.

Minho memandang berkeliling sekali lagi dengan begitu cepat. Ia bisa menangkap bayangan wajah-wajah SHINee yang tersenyum lebar—apakah ia tidak salah lihat? Bagaimana bisa temannya begitu berbahagia disaat ia tengah sekarat? Tapi Minho tak punya banyak waktu untuk kembali menoleh pada mereka dan memastikan bahwa penglihatannya salah. Ia harus segera menemukan sosok Seorin agar ia bisa terlepas dari pertunangan bodoh ini.

Mata Minho membulat saat penglihatannya menangkap sesosok wanita mungil disudut ruangan. Wanita itu balas menatapnya dengan sendu. Wanita itu tersenyum tipis, merestui laki-laki yang ia cintai untuk bersama dengan wanita lain.

Minho terlalu kaget dengan apa yang ia lihat hingga ia tak menyadari bahwa calon tunangannya telah berdiri disampingnya. Minho menoleh saat sepasang kaki terhenti dihadapannya. Mulut Minho menganga lebar.

Minho kembali menoleh ke sudut ruangan dengan cepat. Tapi ia tak lagi bisa melihat wajah wanita itu. Wanita itu berjalan memunggunginya semakin menjauh. Bayangan punggungnya sarat dengan kesedihan. Minho baru bisa menatap calon tunangannya setelah sosok Krystal menghilang dibalik pintu ballroom.

“Bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi, Lee Seorin?” tanya Minho akhirnya. Seorin memberikan senyum lebarnya—senyum penuh arti—pada Minho.

FLASHBACK

“Minho, bisakah kau tinggalkan aku berdua saja dengan Seorin?” pinta Tuan Choi.

“Ne?” balas Minho dengan sangat cepat. Apa yang ingin dibicarakan oleh Tuan Choi berdua saja dengan Seorin?

Belum sempat Minho menolak permintaan Tuan Choi, Seorin memalingkan wajahnya dan mengangguk pelan pada Minho. Minho keuar dari ruangnan Tuan Choi, meninggalkan mereka berdua.

“Apakah telah terjadi sesuatu? Diantara kalian berdua?” tanya Tuan Choi pelan.

“Maafkan aku.” hanya jawaban singkat itulah yang mampu diberikan Seorin dengan wajah tertunduk. Tuan Choi menghela nafas berat lalu menggelengkan kepalanya sambil bangkit dari sofa.

“Aku tidak peduli apa yang telah terjadi diantara kalian berdua, tapi pertunangan ini tidak akan pernah dibatalkan.” lanjut Tuan Choi nyaris meninggikan nada suaranya.

“Tapi, kami—“
”Kalian harus menyelesaikan apapun yang terjadi diantara kalian sebelum hari pertunangannya. Apa kau mengerti?” tegas Tuan Choi menahan kejengkelan dari nada suaranya.

“Maaf, tapi kami tidak bisa.” tukas Seorin dengan segenap keberaniannya. Tuan Choi memicingkan matanya. Ia ingin menyela kata-kata Seorin, tapi ia bersedia mendengarkan sedikit lebih banyak penuturan yang akan diberikan Seorin.

“Kami….” Seorin menghentikan kata-katanya selama sesaat. Ia harus mengumpulkan kembali keberanian dirinya yang nyaris menguap lagi, “Kami saling mencintai—cinta kami tulus.”

Seorin memejamkan matanya, menunggu Tuan Choi mencela cinta yang ia sebut. Saat tak ada tanggapan apapun yang diberikan oleh Tuan Choi, Seorin mendongak dan melihat Tuan Choi balas menatapnya dengan bingung.

“Lalu, apa masalahnya?” tanya Tuan Choi.

“Itu—itu berarti Minho tidak bisa bertunangan dengan Krystal.” jawab Seorin ragu.

Tatapan bingung kembali diarahkan oleh Tuan Choi sebelum tawanya meledak dan memenuhi ruang kerjanya. Tuan Choi memegangi perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa sementara tangan lainnya mengusap sudut matanya yang berair.

“A—apakah aku mengatakan sesuatu yang salah—lucu?” tanya Seorin masih tak mengerti hal apa yang membuat Tuan Choi tergelak sedemikian rupa. Tuan Choi menangkat tangannya ke hadapan Seorin, mengisyaratkan agar wanita itu menunggu hingga ia bisa mengontrol dirinya lagi. Tawa Tuan Choi mulai menghilang, digantikan dengan suara tertahan.

“Kalian—kau dan Minho—lah yang lucu. Siapa yang bilang kalau aku akan menjodohkan Minho dan Krystal?” Tuan Choi balik bertanya.

“Tapi… tapi..”
”Kau, Lee Seorin. Kau lah calon tunangan Minho sejak awal.”

Seorin mendekap mulutnya sendiri agar ia tak menjerit saat itu juga. Siapa yang percaya bahwa keajaiban itu benar-benar ada?

“Tapi, mengapa aku? Kupikir—semua orang pikir—calon tunangan Minho adalah Krystal.” Seorin masih belum bisa mempercayai keajaiban yang menghampirinya. Tuan Choi tersenyum hangat dan meraih tangan Seorin. Ia menggenggam tangan Seorin dengan lembut. Sentuhan Tuan Choi sama seperti sentuhan Tuan Lee, begitu hangat.

“Sejak awal, aku telah memperhatikanmu. Dan kupikir kau adalah wanita yang cocok untuk Minho. Aku tau kalau dulu Minho menyukai Krystal. Aku juga menyukainya—dia wanita yang baik. Tapi entah mengapa, hatiku terus meronta. Ia bilang, Krystal bukan menantu yang cocok untukku.” Tuan Choi tertawa pelan dan melanjutkan kata-katanya, “Memangnya kau pikir mengapa aku meminta Ayahmu untuk membiarkan Minho tinggal di sana? Karena aku ingin memberikan kesempatan pada kalian berdua—kesempatan untuk saling mengenal.”

Seorin benar-benar tidak mampu mengatakan apapun saat ini. Ia terlalu takjub dengan keberuntungan yang ia miliki. Perbuatan apa yang telah ia lakukan hingga ia mendapatkan karma sebaik ini?

“Dan kudengar, karena kepulangan Krystal, kau mengalami banyak hal yang menyakitkan.” Tuan Choi terlihat merasa bersalah, meski jelas itu bukan kesalahan Tuan Choi.

Seorin menggigiti bibir bawahnya begitu ia kembali mengingat sakit hati yang pernah ia alami hingga membuat ia nyaris tak bersisa. Seorin mengangguk pelan sebagai jawaban untuk Tuan Choi.

“Perlu bantuanku untuk sedikit membalas perbuatan Minho? Dia juga harus merasakan penderitaanmu saat itu.” Tuan Choi menaikkan alis kanannya.

END OF FLASHBACK

“Jadi..” Minho menghentikan kata-katanya untuk menatap Tuan Choi yang berdiri beberapa langkah darinya sedang menahan tawa. Minho kembali menatap Seorin dan menghela nafas, “Jadi selama ini kalian telah merencanakannya? Untuk mempermainkanku?”

Seorin hanya membalas pertanyaan Minho dengan sebuah senyuman karena sudah jelas jawabannya adalah ya.

“Kalian juga?” tanya Minho memicingkan matanya pada SHINee.

“Jawabannya adalah tidak dan ya.” tukas Jonghyun.

“Tidak, kami tidak merencanakannya—karena ini semua murni ide Tuan Choi. Dan ya, kami ikut mempermainkanmu saat Seorin menceritakan semuanya ketika kau terburu-buru pulang ke Seoul seorang diri.” jelas Key lebih detail.

“Huft!” Minho meniupkan udara kosong dengan geram. “Tidak bisa kupercaya! Apa kau tidak tau betapa takutnya aku ketika harus membayangkan kita berpisah?! Aku nyaris saja merealisasikan berjuta-juta ide gila dibenakku karena tidak ingin melepaskanmu. Aku—“
Seorin menarik kerah kemeja Minho, membuat tubuh Minho condong ke depan. Seorin menempelkan bibirnya pada Minho selama beberapa detik untuk menghentikan kata-kata Minho.

“Jadi, kau masih ingin membatalkan pertunangan ini?” tanya Seorin pelan setelah ia memisahkan diri.

“Tentu saja tidak. Apakah kau perlu menanyakan hal itu lagi?” Minho menyeringai. Ia menarik pinggang Seorin dan mendekapnya dengan erat sambil melumat bibir Seorin. Ballroom dipenuhi dengan riuh tepuk tangan dari para tamu yang ikut berbahagia.

Minho merasa begitu ringan, seolah-olah berton-ton beban telah terangkat dari tubuhnya. Ia tidak keberatan jika harus mengalami begitu banyak sakit hati asalkan ia dan Seorin tak terpisahkan.

Minho menghentikan ciumannya. Ia sedikit mengangkat wajahnya, membiarkan kening mereka masih saling menempel.

“Aku mencintaimu, Lee Seorin.” Minho mengusapkan jari-jarinya yang panjang di pipi merona Seorin. “Selamanya.” lanjut Minho sambil berbisik ditelinga Seorin.

Seorin melingkarkan lengannya di leher Minho dan langsung membenamkan wajahnya dibalik bahu bidang Minho. Ia terisak pelan.

Seorin terlalu bahagia saat ini. Ia masih belum bisa percaya bahwa hari ini bukanlah mimpi di siang bolong. Minho tertawa pelan dan balas memeluk Seorin.

Mencintai adalah hal yang mudah, yang sulit adalah bagaimana cara kita mempertahankannya. Terkadang dibutuhkan pengorbanan untuk mencintai namun semuanya akan terasa pantas ketika kau bisa meraih orang yang kau cintai.

EPILOG

Krystal balas menatap Minho saat pandangan mereka bertemu. Ia tersenyum tipis, mencoba untuk menutupi kesedihannya. Krystal menatap Minho untuk terakhir kalinya sebelum Minho kembali menoleh pada Seorin yang sedang sekarang telah berdiri dihadapannya.

Krystal tersenyum sekali lagi, kali ini pada dirinya sendiri dan berlalu pergi. Ia menutup pintu ballroom dan berjalan beberapa langkah namun segera terhenti. Krystal berjongkok saat tenaganya melemas. Ia tak bisa beranjak. Hatinya terasa begitu hampa. Bukan sakit hati atau rasa sedih yang ia rasakan saat ini ketika melihat Seorin dan Minho bersama. Namun sebuah perasaan di mana ia harus memberikan sesuatu yang awalnya menjadi miliknya—keegoisannya.

“Aku baik-baik saja…” ucap Krystal lemah. Ia sedang meyakinkan dirinya sendiri, bahwa dia baik-baik saja. Apa yang ia rasakan saat ini belum seberapa. Perasaan tak menentunya saat ini tak sebanding dengan ketika ia mengatakan putus pada Donghae.

Krystal mendongak saat sebuah saputangan putih disodorkan dihadapannya. Donghae berdiri dihadapannya dengan ekspresi yang tak bisa dibaca oleh Krystal.

Krystal menatap Donghae selama beberapa detik tanpa bergeming sedikitpun. Donghae memajukan tangannya, memaksa Krystal untuk menerima saputangannya. Krystal meraih saputangan itu dengan tangannya yang bergetar. Donghae menatap Krystal selama beberapa detik dan berlalu melewatinya. Krystal menajamkan pendengarannya. Ia mendengar pintu ballroom terbuka lalu tertutup dan mengasumsikan bahwa Donghae telah berada ditempat dimana ia tak bisa melihat kondisinya saat ini.

Krystal meringkuk dan mencengkram saputangan milik Donghae dengan erat. Kekacauan dihatinya yang ditimbulkan oleh pertunangan Minho tak seberapa jika dibandingkan dengan rasa sakit Krystal saat ini ketika Donghae berlalu melewatinya begitu saja.

Sepasang tangan terulur ke depan, mendekap Krystal dengan erat membuat tangis wanita itu semakin menjadi. Ia tak peduli jika pakaiannya yang rapi harus ternodai oleh airmata Krystal, yang ia inginkan hanyalah memberikan sebuah penghiburan untuknya.

Dongwoon menggeleng pelan. Ia tak menyukai Krystal yang ada dalam dekapannya saat ini—begitu rapuh. Tapi Dongwoon akan selalu memberikan uluran tangannya pada Krystal tanpa syarat. Sama seperti saat ini, ketika Krystal tak berdaya menghadapi cinta dalam hidupnya.

Cinta itu benar, yang salah adalah kita yang tak mengerti apa itu cinta tapi memaksa untuk mencintai.

THE END

An: WOWOWOW

Akhirnya tamat juga T.T

Gak disangka ternyata perjuangan buat nyelesaiin glasses-12 ini begitu panjang..

2 bulan lebih—waktu yang kubutuhkan utk nyelesaiin glasses ini..

Memuaskan, kah??

Atau justru jauh dari harapan?

Karena TPN sekarang udah tamat, aku bakal lebih fokus ke MBA..

Tapi mungkin sebelumnya aku bakal buat extra story utk Krystal-Donghae (itupun kalau feel dan idenya dapet serta waktunya mendukung) yang bakal jadi cerita penutup dari TPN series..

Makasih yang udah bersedia nunggu dgn sabar dan mengerti kesibukan author^^

SPECIAL THANKS TO:

– Semua pihak yang telah mendukung, membantu dan memberikan masukan padaku.

Yoo-moogeun

– Fairuz Kim

– Lana Carter

– Ryeoshibum21

– Minniemint

(Para readers yang sudah bersedia berpartisipasi dalam ff ini dan meminjamkan karakter padaku)

– Admin sf3si yang bertugas untuk mengatur jadwal publish TPN

– Para readers yang sudah membaca dan bersedia meninggalkan jejak (baik di wp pribadiku maupun di sf3si), jeongmal gamsahamnida

.iinure [김 민 화 ]✔ ~Choi.hyun_ae~ ♥flame_In0♥0201itha2min3rdkygaampAdeeewatiadhyra10ae-cha agitaraka ahn nara is dinda Ai Ai Isozaki Ai_rin aiai aiaiwon aiimin’s AJKiki alfieandasari AlfiRahmaa almightyAYU alnadt alskey ama amelee amellia anastasiawinata Andasari anfranisa angelicaveronika anggra anita nurqonita (@anitaninit) Anonymous apriany arioka aprianyryosuke ara Arintya arsvio arthemeizis astridJjong1103 Atika autumnsnowers Ayu Nurfazza ayuo0o azkajun azkaradara azure15 Batu Apung Belabe berlinlia bimon bling” shin hye C~Min CassSHINeeXQNee Chaeky chaekyoung^^ ChaMin chandra shinoda Chanz charleea chartika cheryesung chichi Elfshawtestt Chicken chiiia Chinchi chique Cho Chaehyun Sabrina cho eunmi cho kaera choco choikhatyminho choKEYlate chota ChristSella chyshinji Cikal Nikita claudia_wonnietaem CoFFiee~ colorofmyworld Dan deankey debkyukey Dee Dee is Taemints deelockey Deoskils descadaming Dhea DheaFishieShawol dhekyu sarang dubuonew dieta dinanda Diezt dita dizuraleeta ryoteuwon^^ DJ.merr dodolnaJYJ dorami fil dorayaKimchi doriesself dubudays duoMinriri eca echi Elfhottestprimshawol Eka elflameshawol elfnote13 erikaputridhiwanti eva evaniezt evi shawolelf mufidah Fa faaachan Fairuz Kim fanissaf fanmikey..! Fanny Juliani Farahkim febby Febby Sabrina fidhasoo firda firefly firlnada ghighitaa ghiiita gladys Grace~~~ gretty Han Aikyung Han Shinra Han Yoora hanah hanakimchi hanjia haraas Haru^J.J.J hasanahtsuki HelmyLockkets helmyshin1 heni Hwang Hwae Yeon Hyejin Hyo san hyukbumnik hyunbum hyunjialmighty95 hyun-ok hyunri_flames icusnabati idieztic Iinna96 iizCassiopeia ikANDonghae Im Youn Joo Indigoo9 intantaemin IrfirahzalMVP Iseul itsyue jaeni herouni JeeNy taemin’heart jey_forjulia JiJoon~ jojo joncha Jung Soo In justshawol Kaelyn kagome_Ha Neul kaister Kaka Kang minseok Karla Taniwangsa Kazikey kee0105 Ken Keyhyun Khaty win khrnnisahana Kiki kim ha kyo Kim Jonghyun!! kim ra tae kim rin na Kim Rye Ah kimhaerim kimjaeyeon kimmadebumbum kokoma Kunang Anna kyulaaan kyungsoon06 KyuOnew Kyuri kyuwon96 -Lady FishyMVP- Lana♥Carter Lee Hye Na lee hyo ra lee hyunki Lee so hee leehyoseok leejkfriends lee’s wife LiaGuk2 liana liitaeminst Loela loPhLove_key loveonewdubu lovetoshinee luph mafharanisa mamotho Maumee Max’sta Maya yeopo mega -mega flamers- Meyzaputreek michelle Michisige Ayumu MiiNDubuJjong mila minchan Minew inhye_harmonic Minji_evilkyu Minki minkijaeteuk minnie Minniemint mintscifer Mira~Hyuga misshyunminnie missjasm1n3 mithataemints mittaeminnie miyu77 monaaidha monkyu mooy mrs.onew Mutiaadha MY NAME IS HYUEE… mya Myeee myminho nai Namira nandadubu Nataem naychaa nekochan Neni Nezumi NieSha nikitaemin ninaluphmin’jong’joon nisaaulianantika nozza NurilFahmi nyit2 nympha42 nysa Nyu SmilieAngel OchaSyamsuri oelfahoelfah olgamardianita olien onewojjong lope u😀 OnewSlut onit ysw OnTaelovers ontokki1424 o-shin Park Minra ParkKimCho parkyounggeun ppoppoJJONGJINKIBUM PSY puspitasari Putri putrimrim queen raaaldaka Raden Evita rainhan ranie2minewjongkey raturegina Reader recass reeenny reenepott rhaeFISHY rheya Ria Riana riaQR rieztkaryu rifkachangmin rillataemshawol Rima_MrsChoi FlameS Rin_Dan rindri lovend rirariruu ririska12 rizkaaul Rizonew rossa sarang SHINee Ryumin saesar Saesaria sagitafunluph sarah hyuuga SaranghaeChoiMin sekarlockets seo rin SEUNGHONISM shalina’okkey Shana OnwJjong Luphporepher Shawol ᵃˡʳᶤᵍʰᵗ ✔ shawolloza shin shin ha ra shin joo shin ri gi Shin Seul Byeol shinbidechuw shinee’s juliette shinie_cross shinphie sika920909 sisiondubu sofazzarm Song Hye Min songhyemi SoniaCutezz Sora09key spiritVIP SriePUrwANishawolsHinee stephney sungielover sungwookie sunshinee_girl suvils swiftae♥rin t.S.t Tae-ah taehyunnie TAEmar TaemiNisa83 Taeminnie’s tantrionyu Tata23 teuKeyluv TheClaret tiararait tivaclouds tofu lovely Triablingbling trisaaputri twiceria twinkAliciaAhn uchiihanafiah ujeez unlockeylucifer van1997 Vania_LeeRaehee vanyaflames~ varahdbzh1507 vaskyunew verina viena ve viera Vii2Junshuuu_kim vincensia vinvin vinz_b2wolz Violet Vivia weasleyLuphduo’Choi’ widya Wie winkyumin yanii yeojaegyeo yolanduaar yoo-moogeun YooraTataem youngyua Yujong Yunia Arbiyanti Affandi yutaem yuyun karmachameleon zahra zena.aline zeshalovedubu zhalyra

(maaf kalo ada id yang terlewatkan)

– Para silent readers yg bersedia mengikuti TPN sejak awal tanpa kuketahui

– Seluruh readers yang memberikan respect, tidak hanya padaku tapi semua orang disekitarku

GAMSHAMNIDA =D

Setelah The Pervert Nerd, masih ada Married By Accident yang sedang on going

Juga beberapa ff request yang belum terselesaikan

Selain itu, aku sedang membuat sebuah ff baru dengan sistem seperti TPN kemarin (readers sebagai pemerannya) dengan judul Aphrodite

Untuk ff teaser/apply nya mungkin belum bisa dipublish di sini dalam waktu dekat..

Dan utk beberapa readers yang menanyakan wp pribadiku, bisa di cek di:

PAGE THE HERO MAIN AUTHOR YUYU

Di sana ada alamat wp pribadiku, di cek yah..

Sampai ketemu di ff lainnya ^^y

©2011 SF3SI, Yuyu.

This post/FF has written by Yuyu, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

269 thoughts on “The Pervert Nerd – Last Glasses

  1. Waaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh…..
    akhirnya End jg,, sekian lama di tunggu akhirnya nongol jg ni Ff….
    DAEBAK deh^^ udah gak bisa berkata-kata lg….^^

  2. Aaaaaaaaa kereeeeeen akhirnyaaaaa😀 ga nyangka banget ama akhirnya begini !! Daebak thor!! Bikin extra storynya ya wajib kudu harus😄 hehehehehehehehehehe -_-v

  3. wah wah wah udah tamat yaaaa.. huaaaahh akhirnya happy ending hehe
    semoga minho ama seorin awet yaaa.. hehe
    aih appa ngerjain anaknya sendiri haha tapi gapapa biarin aja biar minho tau rasa hihi. semangat!

    1. makasih udah bersedia nunggu
      masalahnya lagi stuck dgn extra-glasses nya ==’
      feel dan mood kagak ada..
      eeh, eh, tapi extra-story nya itu ttg krystal loh, hehe
      ntar dikira ttg shinee pula

  4. hueeee~ akhirnya selesai juga, walau sedih pas tau udahan FF TPNnya. :’)
    eonnie, kereeeeeeeen banget deh ini yang terakhir.
    Sukses buat moodku dari yang sedih sampe nangis baca yang awalnya, jadi ngakak pas akhirnya.😄
    TPN JJANG!😀

    *ada IDku yang dulu disebutin KyuOnew :D*

  5. YAAAHH TPN TAMATTTT D:
    Tapi happy ending😀
    Akhirnya Minho bisa bahagia sama Seorin u,u
    Rada ngakak deh ternyata Tuan Choi begitu licik hahaha Minho kan kesian sampe emosi gitu mau ngebatalin ahahaha~
    Ikut seneng deh ternyata gajadi tunangan sama Krystal *eh wkwkwk
    Congrats yaaa eonn TPN-nya sukses^^
    Ada namaku disitu wkwkwk *trsknp._.
    Pokoknya congratssss TPN kan yang paling ditunggu-tunggu reader huahaha~
    chukhahamnida! \^0^/

  6. akhirnya slese juga series yang ini,
    sekarang tinggal nunggu MBA
    yey,…

    wkkwkk,
    nggak nyangka ternyata bapaknya Minho iseng juga,
    kirain bakal ditentang, ternyata,…
    berarti itu si Krystal udah tau duluan apa gimana???
    kasian si Krystal kalo tau ternyata tunangan si Minho bukan dia,….

  7. Ya ampun lg bs oll . Sibuk semesteran . Akhirnya nemu perfect nerd . Bagus bagus . Huweeeh . Akhrnya minho kena batunya . Wkwkwk . Sneng bgt deh akuuu ,
    author daebak . Dtggu karya karya yg lain . Saranghae

  8. iiiih sukaaaa deh. makasih author sudah mau mencantumkan namaku diatas. hehehe. nungguin kelarnya FF ini akhirnyaa…… happy ending. aku tau seorin pasti akhirnya sama Minho. hehehehe.
    daebak!!😀

  9. AAAAA SEDIH DEH UDAH ABISSS:(
    tapi nunggu lamanya itu worth it
    Gakboong ini tuh unyuuuuuuu banget
    Yang tuan choi mau bantuin seorin buat balrs dendam wkwkwkwk
    Terua ada lg yg kocak pas si jjong blg “kau tak mungkin melakukannya–Yaa!”
    Ahahhahahahahha lucu ajaaa;)
    Jadi krystal gak balik lagi sm donghae? Kenapaaaa………
    Donghae bukannya masih syg sama krys?
    Tapi kok ff ini gak masuk ke email ku ya?
    Ini aku liat ada ff ini pas lagi turun2in tlnya @SF3SI hehehe
    Itu aku suka bgt yang ngasih liat betapa frustasinya minho wkwkwk
    Bener2 deh sweetnya tuh gak dikeliatanin
    Suka bangetttttt :3:3:3
    Jadi dari awal emang sama seorin bukan krys ya hahahhahahah
    Lucu juga tuh yg pas seorin blg “kami saling mencintai” tuan choi “lalu? apa masalahnya?” ONYOOOH
    aaaah ff favoritku udah The End :'(:'(
    eonnie! Bikin ff yang minho lagiiii
    Ditunggu loh heheheheheheh
    Married by accident udah publish belom sih?
    Harus baca tuh! Wkwkwkkw
    Btw kamsahamnida ada nama ku di daftar readers wiwiwiwiw
    Terus bikin ff yaaa! Hwaiting!!! *\:D/*

    1. si jjong kayaknya kasian banget yah??
      ditindas adik-adiknya #pdahal biasanya Onew yang selalu tertindas, kekeke
      waaah kurang tau deh kok gak muncul di email, aku belum nyoba soalnya..
      utk donghae krystal, kalo lancar nih, bakal ada extra-glasses buat mereka

  10. Mian baru comment soalnya hyunnie sibuk semesteran,hehe
    uh, dikirain beneran nyerah tuh si seorin ternyata waktu SHINee senyum2 baru nyadar klo ada yang salah😄
    Daebak, thor! Keep writing ya!
    Hwaiting!!!

  11. Wahaaa.. Finaly aku bisa baca ending’y..
    Senengnya.. Seperti yg ku harapkan happy ending, yeah.. Itu tuan choi ternyata tega nyiksa anak sendiri..lol
    untung Minho ga nekat batalin pertuangan sblum acara dimulai.. Keke
    Two thumb up deh..!

  12. Wahaaa.. Finaly aku bisa baca ending’y..
    Senengnya.. Seperti yg ku harapkan happy ending, yeah.. Itu tuan choi ternyata tega nyiksa anak sendiri..lol
    untung Minho ga nekat batalin pertunangan sblum acara dimulai.. Keke
    Two thumb up deh..!

  13. wah..berasa nnton film seri korea yang okeee banget!!younji,saran aku kamu rubah semua nama cast di FF ini dengan nama indonesia,trus latar korea nya juga jadi latar indonesia+paling sedikiiiit permak setting+penyesuaian culture (deskripsi adegan kissnya dikurangin supaya lulus sensor,hehe…),kirim ke penerbit deh!!
    karya kamu bagus banget soalnya…congrats!

  14. annyeong…. aku new reader…. seneng banget nemu cerita ini d library, ceritanya daebakk banget, thor… rapi sangat alurnya, trus konflik batinnya feelnya sungguh mengena dihati ampe ikut nyesek juga… Mian, leave comment nya hanya diakhir part dan telat pula… jeongmal mianhae _(._.)_ Mau memulai menjadi reader yg baik, give an oxygen, n not being a sider…. hehe^^V

  15. Anyeong aku reader baru maaf ya kalo aku komennya di part terakhir hehe abis aku baru2 ini tau kalo ada duni peref’ef’an seperti ini hehe *ketawa garing*

    dari pertama baca aku udah tertarik sama cerita ini dan ternyata bener dari part 1 sampe part terakhir aku suka, suka bgt malah haha😀
    Terutama saat sata adegan yg itunya tuh *tau kan maksud aku haha* bikin jantung aku berdetak tak karuan haha #lebay bgt si gua -_-
    pokonya thor top deh buat ceritanya hehe .
    Maap aku cuma bisa memuji karna hanya itu keahlianku haha *ketawa ga jelas .

  16. Anyeong aku reader baru .
    Maap baru komen abis aku liat sampe part akhir yaudah aku pikir aku komennya di part terakhir aja deh hehe *ketawa garing.

    Dari judulnya aja aku udah tertarik eh ternyata bener, aku bener2 tertarik baca ff ini apalagi saat adegan adegan minho melepas kacamatanya *ketauan bgt otak mesumnya*
    bacanya aja bikin aku merinding dan ikut merasakan sensasinya juga #plak

  17. waaah daebak, maaf ya thor baru bisa comment dipart akhir, soalnya aku baru nemu ff ini dan mutusin untuk baca dari awal sampe akhir saat itu juga, jadi comment nya dipart akhir deh.
    pokoknya daebak deh buat authornya.

  18. Annyeong.
    Cuma komen di last part ni hahahahahah

    Duh thor. Jeongmal jeongmal jeongmal …. Mmmmm daebak

    (Y) (y)

  19. dear Younji author,
    baru selesai ngerampungin baca ff ini (nelat bangeet!!), dan.. sukses bikin gw ketawa2, senyum2 sama manyun pas baca dari awal sampe akhir. bagus bgt!! thanks banget thor! keren😀

  20. Yaay..happy ending..Lega rasanya
    Awalnya udah deg2an kenapa ayahnya minho jahat begitu..
    Pas agak tengahan mulai ngerasa ada yang janggal..eh ternyata benar dugaan saya..
    Haha😀 Minho oppa bener2 dikerjain habis2an.. Haha Rasain lo bang *DijitakMinho*

  21. Yeayy happy ending!!
    wkwkkkk kasian minho dkerjain hbis2an.. choi ajhussi kw sangat jenius..tp hmpir aj minho curiga gara2 jonghyun nihhh xD
    maaf yaa minho tp aku rasa kw mmg pantas u/ mndptkn sedikit pljrn kkk..

  22. Endingnya kaga ketebak astaga >//<
    Demi apa ini gue senyum2 sendiri mino sama seorin tunangan. End-nya bener2 keren. Daebak. Salut sama author. Jarang2 nemu ff sebagus ini. Yay good idea author, ceritanya memuaskan sekali.

  23. keleeeen,,,,,
    Cry bru d komen
    Slx jg bru skrng d bca ampe slesi,,,
    Alsi autorx bnar2 kreatiffff,,,
    Mnding bca ff dbndingkan
    Nntn sntron nggak brguna,,,
    Author daebak!!!!!!!!!

  24. Annyeong Eonni!!! Hohoho aku udah baca ff eonni dari Part pertama sampai di part ini!!! Ma’af gk bisa comment di setiap chapter soalnya aku bacanya Ngebut! Hehehe ini ff Produksi(?) th 2011 dan aku baca di th 2014 hehe telat bgt! Aku jg nemu ff eonni di salahsatu blog yang merekomendasikan ff,, aku suka bgt ff ini feel nya dapet bgt,, Sedih,Senang,Bahagia semuanya ngumpul! Hehehe aku juga promosiin ke temen2 aku supaya baca! Good Job Eonni!!

  25. KEREEEEENNN!!!! ternyata dugaanku benar! Memang ga salah ngebaca semua ff admin! Ga nyesel! Daebakkkk!! Semua ff mu masih ku ingat jelas! Admin favo ku ^^

    Thanks bc you work hard for this fanfic

  26. Aaaa~ gilaaa~ ffnya Kereennn banget!! >////<

    Tapi, sebelumnya saya minta maaf ya thor karna komen di part terakhir.. Keasikan baca jadi ga komen di setiap partnya.. Mianhae nde? *Puppy Eye* xDD :v -_-

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s