Angel of The Death [2 of 2]

Angel of The Death [2 of 2]

Author : Minew

Main Cast : Anna (my imagination), Seonsangnim

Support Cast: SHINee member, Kyrstal, Sunny, Taeyeon

Length : Two  Shoot

Genre : Fantasy, friendship, Romance

Rating: General

Summary :  “Setelah kau mati nanti, kau akan menjadi malaikat lagi. Sekarang pergilah ke tempat pembuanganmu.”

A.N      :  Long time no see, hehe… ^^ Jeongmal mianhe gara-gara lamaaaa banget ini FF selesainya. Harap dimaafkan*bow* pasti udah pada lupa ya… >_<

Happy Reading all ~~~

 

“Anna, kau itu bodoh atau apa sih, bisa-bisanya memberikan nyawa malaikatmu pada manusia itu.”

“Oppa, apa yang akan terjadi padaku?”

“Aigooo, jangan tanya padaku. Aku tidak tahu apa-apa!”

“Oppa…tak bisakah Oppa menolongku?”

“Tidak, Anna.”

“Sekalipun Oppa adalah seorang Guardian Angel?”

“Sekalipun aku seorang Guardian Angel.”

“Kalau begitu, izinkan aku menjadi Guardian Angel. Agar aku tidak perlu membunuh siapapun.”

“Tidak mungkin, Anna! Kematian adalah sebuah takdir. Memberikan nyawa berhargamu pada seorang manusia adalah kebodohan luar biasa yang pernah dilakukan oleh―

“YA! Aku tahu oppa! Aku tahu!”

“Kalau kau sudah tahu kenapa kau berikan padanya?!”

“Aku hanya ingin dia hidup!”

“Aku tidak mau mengurusimu lagi, menangislah dalam kurungan ini selamanya!”

“Memangnya kapan Oppa pernah mengurusiku?”

“Apakah kau di ajari seperti itu di Asramamu?”

“…”

“Sekali lagi aku tanyakan padamu, kenapa kau mem

“Sudahlah Oppa, pergi!”

Minho POV

Anna benar-benar sudah diluar jangkauanku lagi. Betapa bodohnya anak itu. Bahkan dia tak memikirkan bagaimana nasibnya kedepan. Tidakkah ia tahu kalau ia akan di lenyapkan. Ini akan lebih buruk daripada ia di lempar ke neraka. Tidak ada surga. Tidak ada neraka. Menghilang selamanya.

“Hallo Minho-ssi..”

Seekor kucing hitam berjalan anggun ke arahku. Berhenti tepat di samping kakiku. “Ya~ Key! Ada apa? Seharusnya kau berada di bumi kan? Dalam masalah Anna, kau juga terlibat!” seruku pada kucing hitam itu.

“Aigoo, adikmu itu membuat masalah terus. Mungkin lebih baik kalau dia di lenyapkan saja.”

Tepat ketika Key menyelesaikan kalimatnya, aku langsung menendangnya. Key tampak menggeram. “Aku tidak butuh pendapatmu kucing jalanan!” semburku padanya. Dasar kucing sialan. Sambil melenggang pergi ia berkata, “Adikmu itu tidak akan lenyap, Minho. Dia mempunyai kekuatan lain yang lebih dari kata spesial.”

“Huh? Apa maksudmu Key?”

“Kau akan lihat sendiri, sayapnya memang hilang. Kehormatan sebagai malaikat memang di ambil. Dia memiliki kuncinya. Bersabarlah.”

“Ya! Key! Kau itu kucing aneh.”

Kekuatan lain yang lebih dari spesial? Apa maksud dari Key. Kucing itu benar-benar ingin ku bunuh. “Katakan yang jelas Key!”

Ia tersenyum, tampak evil smirknya kemudian sebuah cahaya berwarna merah muda mengerubungi Key dan merubahnya menjadi seorang namja(tampan) huh? Seperti biasa, warna pink.

“Kau begitu cintanya dengan warna pink ya?” sindirku sambil berlalu.

“Tidak, hanya saja auraku sedang berwarna pink hari ini.” Gumam Key ia pun ikut berjalan beriringan denganku.

“Kenapa mengikutiku?!”

“Yaaa… bisakah kau lembut sedikit, chagi?”

“Mwo? Pergi! Menjauhlah dariku. Hus..hus..”

“ish, kau itu menyebalkan Minho.”

“Aku tahu!”

Key berdecak. Tapi tidak ku pedulikan dan terus berjalan. Kucing gila. Seharusnya ia melarang Anna ketika ingin melakukan hal gila itu. Tapi kemana dia? Bercinta dengan kucing jalanan lainnya? Benar-benar memuakkan. Seandainya ada yang bisa ku lakukan untuk Anna. Bahkan aku yang merupakan Oppanya saja tidak dapat berbuat apapun. Anna, kau ini selalu saja bikin masalah…

Author POV

Dalam penjara putih, seorang gadis meringkuk di depan jerujinya. Menatap punggung seorang namja yang kian lama kian menjauh.

“Oppa… apa yang harus ku lakukan?” ucap gadis itu dengan lirih pada namja yang telah menghilang di balik tirai air.

“Oppa, yang aku tahu saat ini adalah aku menginginkan seonsangnim untuk terus hidup. Aku ingin ia tersenyum. Rasanya akan begitu sesak ketika ia terluka. Air mataku tak bisa berhenti untuk menitik saat aku menatap tubuhnya yang lemah dan berlumuran darah.”

Air matanya menitik perlahan dari matanya. Tanpa ia sadari seekor angsa berenang ke arahnya. Memandangnya terus menerus. Bukan menunggu gadis itu sadar akan keberadaannya melainkan menelusuri apa yang sedang di pikirkan gadis tersebut.

“Cinta.. dia mencintai Lee Jinki.” Angsa tersebut bersuara. Suara seorang namja yang begitu lembut. Si angsa mengepakkan sayapnya dan keluar dari air menghampiri si gadis.

“Anna..” panggilnya pada gadis itu.

Gadis yang di panggil Anna menoleh dan menatap si angsa. “Angsa? Apa yang kau lakukan disini? Apakah ini saatnya aku di lenyapkan?” tanya Anna. Ia bangkit dan mendekat ke angsa tersebut. Ia menghapus air matanya.

“Aku yang telah memutuskan hal ini. Aku harus menanggungnya. Seonsangnim. Aku berharap kau tidak menyianyiakan nyawa yang telah ku berikan.” Batin Anna. Ia mengangkat tangannya sedikit dan menyentuh ujung kepala Angsa.

“Ayo, lenyapkan aku.”

Angsa ia memiringkan kepalanya. Ia memang di tugaskan untuk melenyapkan gadis ini sebelumnya. Tapi bukan sekarang waktunya.

“Aku bukan ingin melenyapkanmu. Aku hanya ingin bertanya, apakah kau mencintai Lee Jinki?” perlahan, wujud angsa itu tertutupi oleh air, berubah senjadi sesosok namja berambut jamur.

Anna terdiam melihat perubahan Angsa. “Lee Taemin?” tanyanya.

“Ya, aku Taemin. Bisakah kau menjawab pertanyaanku dulu?” Taemin berjalan ke arah Anna. Menerobos jeruji yang memenjarakan Anna dengan mudah.

“Aku…aku mencintainya.” Air matanya kembali menitik. “Tapi aku tidak bisa melakukan apapun kan? Aku adalah malaikat kematian. Jadi lenyapkanlah aku. I’m afraid if tomorrow never come.”

Taemin tersenyum, ia menghapus air mata Anna dengan kedua ibu jarinya. “You must try to make tomorrow come just for you. Remember that, tomorrow never die’s Anna. Never.”

“Apa yang harus ku lakukan?”

“Aku akan membuangmu. Bersediakah kau ku lemparkan kedunia yang berbeda? Dunia yang gelap dan dingin. Yang dapat membunuhmu kapan saja?” tanya Taemin sambil mengulurkan tangannya, menunggu jawaban Anna.

“Jika aku bersedia? Apakah dia―Jinki―akan terus hidup?” ucap Anna dengan ragu.

“Tentu. Dia akan hidup, dia akan bahagia. Dan kau yang akan menentukannya, Anna-ah.” Taemin menjawab dengan lembut sambil tersenyum. Senyuman yang membuat Anna tenang.

Perlahan Anna menyambut tangan Taemin. Sejurus kemudian, penjara air itu tak berpenghuni lagi. Keduanya telah lenyap entah kemana.

“Well, Taemin melakukan tugasnya dengan sangat baik.” Kata sebuah suara yang tak lain adalah seorang kucing hitam. Key. “Minho bodoh sekali tak bisa menyadarinya.”

“Ku pikir, ini hukuman yang setimpal untuk apa yang Anna lakukan.”

****

At Lee Jinki room…

“Ayolah seonsangnim, sekali ini saja…” Rajuk seorang gadis berseragam sekolah sambil menarik-narik lengan Jinki.

“Aku tidak bisa, Sulli-ya.” Jawab Jinki masih tetap fokus pada notebooknya.

“Memangnya apa yang kau kerjakan? Aku Cuma minta di temani ke toko buku.” Sulli bergelayut manja pada Jinki, lengannya yang lain merangkul leher Jinki dari samping. Ia tampak mengamati apa yang di tulis oleh Jinki.

“Aduhhh…. seonsangnim hanya membuat pembahasan fisika. Itu bisa dilakukan lain waktu kan?”

“Pulanglah Sulli-ya. Aku tidak bisa menemanimu.” Lagi-lagi Jinki menjawab tanpa melepaskan pandangannya dari laptop.

“YA! SEONSANGNIM! Cepat temani aku!” Sulli menarik paksa tangan Jinki. “Cuma sekali ini saja, aku janji!”

Jinki mendesah kesal, “Ne..ne.. kau tunggu saja di luar. Aku mau merapikan ini dulu.” Kata Jinki akhirnya. Ia bangkit dan melepaskan jaz labnya.

“Asyiiikkk…” teriak Sulli dengan melompat-lompat girang. Ia berjalan keluar ruangan Jinki sambil bersenandung riang.

“ckck…dasar anak manja.” Gerutu Jinki diam-diam.

“Ya! Seonsangnim. Palli!!!” teriak Sulli lagi.

Jinki POV

“Sabarlah, Sulli!”

Entah suara sebesar itu dia dapatkan darimana, Aku tidak ingin ikut susah, kalau dia mengadukan pada kepala sekolah mengenai aku yang tidak mau menemaninya ke Toko Buku bisa-bisa aku di deportasi.

“Seonsangnim, kemarilah cepat. Aku melihat sesuatu yang aneh.” Teriak Sulli tepat ketika aku membuka pintu ruanganku.

“Ada apa?”

“Itu!” tunjuk Sulli bersemangat pada lorong yang kosong melompong. Aku mengerutkan dahi, anak ini ingin mengerjaiku ya.

“Memangnya ada apa disana?” kataku kesal sambil memicingkan mata pada lorong tersebut. Yang sumpah, itu benar-benar kosong. Tidak ada apapun.

“Kau tidak melihatnya.” Gumam Sulli dengan lirih, untung pendengaranku masih berfungsi dengan sangat baik.

“Apa yan tidak bisa ku lihat?” tanyaku. Ku alihkan pandanganku dari lorong pada sosok Sulli yang mematung dengan wajah pucat pasi.

Sedetik kemudian.

“KKYAAAAAAA….” teriaknya dengan tiba-tiba sambil berjongkok menyembunyikan wajahnya di balik lutut.

“Ya.. kenapa berteriak? Ada apa?” tanyaku dengan panik. Sekali lagi aku menatap ke arah lorong itu. Tapi jawabannya tetap sama. Tidak ada apaun.

Sulli POV

“Kau tidak melihatnya.” Ucapku pelan, lebih pada diriku sendiri. Seonsangnim tidak dapat melihatnya. Sosok yang ada disana. Namja yang ada disana. Dia tidak dapat melihatnya.

“Apa yang tidak bisa ku lihat?”

Masih dapat ku dengar pertanyaan Seonsangnim, tapi mataku terpaku pada sosok berkilauan yang pucat itu. Yang tampak marah. Yang berjalan ke arahku. Aku mengenalnya. Tidak… aku tidak mau mati. Tidak mau!

Tiba-tiba sosok itu secara kilat telah berdiri di depanku. “KKYAAAAAAA….”

“Hey, Sulli. Harusnya kau mati.”

Suaranya menggema di telingaku. “Tidak! Aku tidak mau! Tidak mau!”

“Pembunuh!”

“ani! Pergi!”

“Harusnya kau yang mati waktu itu kan? Hanya saja kau menipuku. Kau mencurinya. Kemudian kau mengubahnya. Lalu kau membunuh orang itu setelah kau tahu bagaimana cara mengubahnya.”

Air mataku bercampur dengan keringat dingin. Dia. Orang yang berdiri di depank bukan manusia. Dia iblis! IBLIS!

“IBLIS? Harusnya itu kau, Sulli!! Hahaha…”

“Jangan ganggu aku! Pergi!”

Bukan aku. Aku tidak membunuh siapapun. Aku tidak melakukan apapun. Aku… hanya ingin tetap hidup. Aku ingin hidup.

Author POV

Dengan perlahan sosok itu memaksa Sulli untuk berdiri. Jinki hanya bisa melihat Sulli berdiri dengan keinginannya sendiri walau ada perasaan aneh melihat cara Sullie berdiri.

“Kau..ikut denganku.”

“Aku tidak mau!” Sulli menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keras kemudian menatap Jinki dengn sendu.

Jinki meraih tangan Sulli, “Ada apa Sulli-ya?” tanya Jinki dengan lembut. “Kenapa? Apa yang kau lihat?”

Sulli hanya bisa diam. Jinki seolah mengerti ia kemudian berkata, “Apapun yang kau lihat, sekarang saatnya kita pulang. Tidak ada yang perlu kau takutkan. Ayo”

Jinki menuntun Sulli untuk berjalan. Melewati lorong itu sedikit demi sedikit. Sulli hanya bisa menyembunyikan wajahnya di balik lengan Jinki.

“Hey, tidak ada apa-apa disini. Ayo…ayo….” kata Jinki menenangkan Sulli.

Tapi, semakin banyak langkah yang mereka lalu, ketakutan Sulli semakin menjadi-jadi. Sosok itu terus berjalan bersama mereka. Berjalan tepat di samping Sulli. Menggenggam tangan Sulli yang bebas dari tangan Jinki.

“Kita semakin dekat dengan pintunya Sulli.”

“Tidaaakkkk!!!!” Sulli berteriak kemudian berlari  pergi meninggalkan Jinki. Reflek Jinki berlari mengejar Sulli.

“Sulli! Berhenti! Pintu keluar tidak ada disana! Sulli!” Begitu tiba di tikungan koridor, Sulli tak terlihat lagi keberadaannya. Bahkan suara derap langkahnyapun seolah di telan.

“Sulli? Kau ada dimana? Cepat pulang! Ini sudah malam.” Teriak Jinki sambil terus berlari berputar-putar di tiap kelas, mengebrak pintu tiap ruangan, mencari keberadaan Sulli. Nihil. She was gone.

****

“Ini dimana, Taemin?” tanya Anna ketika kini ia berdiri di sebuah lorong panjang.

“Ada beberapa hal yang perlu ku lakukan. Sementara. Kau diamlah disini. Oke?”

“Ne… apakah ini tempat aku dibuang?”

“Ani… Kau di buang ke tempat yang jauh lebih buruk dari ini.” Setelah berkata seperti itu, Taemin menghilang. Anna hanya bisa mengetuk ngetukkan kaki sambil mengamati lorong tersebut.

“Bagaimana Taemin bisa keluar dari sini dengan cepat ya??” pikir Anna. “Lagi pula, sepanjang lorong hanya warna putih. Tidak aada yang lain.”

“Tempat yang lebih buruk dari ini itu apa ya? Aigooo.. ini adalah hukumanku. Bagaimana mungkin sekarang aku malah bersantai-santai tapi sebentar lagi aku akan dibuang entah kemana.”

“YA!” teriak sebuah suara. Taemin.

“Ada yang kau lakukan tadi? Lama.” Tuntut Anna pada namja cantik itu.

“Aku hanya mengatur sesuatu. Ayo.” Taemin meraih tangan Anna dan menyeretnya untuk berjalan.

“Oh ya, kau kenal Kim Jonghyun?”

“Kim Jonghyun? Ani. Aku tidak kenal. Memangnya dia siapa?”

“YA! Kau tidak kenal Kim Jonghyun?”teriak Taemin dengan pandangan tidak percaya.

“Ani, aku tidak kenal. Siapa dia?”

“Dia itu seonsangnim mu di sekolah!! Kau sudah berapa tahun sekolah sih?” sergah Taemin. Ia tak menyangka, Anna tidak mengenal Jonghyun. Apa saja yang dilakukan gadis ini selama dua tahun di SMA???!! Batin Taemin.

“Seonsangnim? Aku tidak ingat. Memangnya penting ya?” tanya Anna.

Taemin hanya bisa menghembuskan nafas dengan sabar. “Tidak begitu penting sih. Sudahlah lupakan saja.” Anna manggut-manggut mendengar perkataan Taemin dan terus berjalan.

Apakah perlu Taemin menceritakan tentang malaikat jatuh bernama Kim Jonghyun yang di tugaskan di bumi sebagai death note. Sepertinya tidak. Lagi pula…

“Ingatanmu tidak akan kembali, nona Choi.” Seru Taemin pada Anna.

“Ya, tak apa. Itu hanya ingatan yang menyakitkan. Akan lebih baik aku menghabiskan masa pembuanganku dengan ingatan yang kosong.” Jawab Anna santai.

“Kau akan kembali menjadi malaikat lagi Anna.” Kata Taemin.

Anna mendadak berhenti berjalan, ia menyipitkan matanya untuk meminta penjelasan pada kata-katanya barusan.

“Setelah kau mati nanti, kau akan menjadi malaikat lagi. Sekarang pergilah ke tempat pembuanganmu.” Taemin mendorong Anna kedalam sebuah pusaran berwarna biru. Anna menghilang dengan senyuman Taemin yang mengiringinya.

“Wow, kau menyelesaikannya dengan cepat dan tangkas Taemin.” Aura merah muda bergerak-gerak di balik Taemin. Ting. Key muncul.

“Dasar kucing.”

“Good Job.” Seru Key sambil mengacungkan dua jempolnya. Taemin hanya tersenyum dan merangkul Key untuk berjalan meninggalkan lorong putih ini.

****

Jinki POV

“Annyeong hasseo…”

Tiba-tiba Kim Jonghyun masuk ke kelasku dengan senyum khasnya. Dan perlu kalian tahu, hamper atau bahkan seluruh siswi yang ada di kelas ini meleleh karenanya.

“Kalian mendapat teman baru hari ini, ada tempat kosong disana kan Kyrstal-ssi?” Tanyanya pada Krystal. Salah satu muridku.

“Ne..” Jawab gadis itu.

Jonghyun tersenyum kemudian menatapku. Aku berani bersumpah senyumnya itu mirip banget sama setan! Tapi, satu hal yang ku rasakan berbeda hari ini. Sulli menghilang. Mendadak guru bling-bling ini masuk kelasku dan berkata ada murid baru.

 “Ya! Apa yang kau lakukan disana! Cepat masuk!” Seru Jonghyun pada bayangan di balik pintu. Aku memandangi bayangan itu. Kemudian bayangan itu bergerak masuk.

Deg.

“Annyeong…” sapa soerang yeoja. “Choi Anna imnida.”

Anna?

“Lama tidak jumpa, Sunny-ah, Krystal-ah, Taeyeon-ah, Jeongmal bogoshiposo Lee Seonsangnim.”

 ****

 “Kenapa aku bisa hidup lagi?”

“Seharusnya yang mati itu bukan Lee Jinki. Tapi Park Sulli. Siswi kelas 3-c.”

“Mwo?”

“Dia mencuri catatanku. Dia tahu kalau penyebab kematiannya adalah tertabrak mobil. Jadi ketika waktu dan jam yang di tentukan, ia membawa seonsangnim-nya dan melepaskan diri dari takdir. Ia menghapus namanya dan menggantinya dengan nama Jinki.”

“Bagaimana bisa seperti itu?”

“Apapun bisa terjadi.”

“Dimana Sulli?”

“Kau akan mengetahuinya.”

“Lalu kenapa aku bisa hidup lagi. Nyawaku sudah ku serahkan pada Seonsangnim waktu itu..”

“Apa kau mencintainya?”

“…..”

“Seorang malaikat yang sudah memiliki perasaan cinta terhadap bangsa manusia maka akan di hapuskan kehormatannya sebagai malaikat. Ia akan di buang ke dunia yang gelap dan tak abadi.”

“…..”

“Dunia tempat kau berada saat ini itu tidak abadi. Dan gelap.”

“Tapi di dunia ini, ada cinta?”

“Malaikatpun saling mencintai.”

“Ne…”

****

Berita Pagi

Seorang siswi SMU di temukan tewas di halaman belakang sekolah.

Dari identifikasi di duga siswi tersebut jatuh dari lantai paling atas gedung sekolah. Setelah di tanyakan pada pihak sekolah dan keluarga.

Park Sulli terakhir kali terlihat sebulan yang lalu. Menurut kesaksisan seorang gurunya, pada tiga hari yang lalu siswi tersebut datang ke sekolah untuk menemaninya membeli guru.

Hari ini, kasus tersebut di tutup karena di anggap murni bunuh diri.

****

Gimana? Komeeennnnnn yaaa, always give me oxygen, berikan aku petunjukmu*abaikan… terima kasih yang udah bacaaaa… ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

22 thoughts on “Angel of The Death [2 of 2]”

  1. huwaaa kereeennn
    seru bgt ceritanya !!!
    anna ngak jadi meninggalkan jinki!! wohooo
    buat sequelnya dong !! aduh key .. kau memang kucing baik, aku bisa ngabayangin di taemin, huwaaaa … jadi suli tuh nyuri death note nya si jonghyun ???
    good… ^^

    1. Waaa… Gomayo, hehe.. iya Sulli nyolong death note nya Jonghyun karena dia takut mati -_- lawak juga sih ya…
      Thanks commentnya, untuk sequelnya masih belum kepikiran, hehe, tapi di tampung kok sarannya.. ^^

  2. wuah…akhirnya muncul juga ff nya.
    ternyata happy ending 😀
    bikin sequelnya dong thor…
    daebak thor daebak!
    hemm…
    syukurlah Anna hidup di dunia. walaupun gak jadi malaikat lagi.
    gak nyangka Jjong juga malaikat.
    keren! 😀

    1. wahh.. ternyata ff ku ada yang nungguin *huraaiiiii*
      hmm.. sequelnya yaa… aku tampung deh saran kamu, soalnya aku tipe author yang sukanya bikin part 1, terus part selanjutnya nggak di lanjutin hehe..
      Thankssss commetnnyaaaa…

  3. KEREN!!aq suka,,^.^
    tpi ada keslahan,yg menurutq lucu(?)
    “…siswi tersebut datang ke sekolah untuk menemaninya membeli guru.”
    kq membeli guru??bukannya buku yah??xDD..gpp,,gg ada manusia yg sempurna,^^
    aq minta sequel!!hehe..rasanya bagiannya jinki anna,masih ngegantung,bkn cm ttg mrk b’2 sih,yg laenya jg,kyk jjong tu jatuh cinta ma sapa,dll..hehe
    Daebak!^o^

    1. ahaha.. ketauan deh, iya vanya, aku juga ngakak waktu ngeliat bagian akhirnya itu… malu sendiri jadinya hehe…
      saran kamu aku tampung kok. ^^ *tampung doang* bercanda
      Thanksss commetnnyaaaa

  4. suka suka.. lumayan lama nunggu lanjutannya.. hehehe hampir lupa.. tp inget lagi (?)
    lucu byangin key jd meong.. hahahahaha
    taemin jd angsa…. pasti unyu..
    tp gantung tuh.. ayo bikin sequelnya.. hehehehe
    author jjang 😀

  5. kereeeeeeeeennnnnn kok di end nya da kata “… membeli guru”
    harusnya membeli buku hehehe
    udah ah komen dikita ja

  6. Author…aku bingung sendiri baca ny..-_-”
    Tapi baguuuus… ada lagi ga cerita tentang malaikat…atau sejenisnyaaaa..mau donk

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s