MEMORIES OF YOU: If You Still Here [2.2]

Title                             : If you still here (2.2)

Author                         : Shin Jinra

Main Cast                    : Onew, Kim Eunhae

Support Cast               : Jonghyun, Key, Minho, Taemin, Jang Heejin

Length                         : Twoshoot, CHRONICLES

Genre                          : Life, sad, mistery

Rating                         : General, all ages

 

MEMORIES OF YOU

(If You Still Here)

(2.2)

 

Setelah beberapa minggu promosi, hari ini SHINee harus melakukan goodbye stage di acara musik mingguan yaitu Inkigayo.

Hyung, kau terlihat pucat?” tanya Taemin khawatir.

”Ah, mungkin aku hanya kelelahan.” jawab Onew

Kemudian Key memasuki waiting room.

“Hey, sudah waktunya kita perform. Ga ja.” kata Key

Onew dan Taemin bergegas keluar. Namun Onew merasakan, tempatnya berpijak berputar. Onew pun kembali terduduk.

”Ayo hyung!! Kau tak dengar tadi Key hyung bilang apa?” ucap Taemin

Ne~ kau duluan saja. Sebentar lagi aku menyusul.” ucap Onew

”Oke deh. Cepat ya hyung!”perintah Taemin.

Onew kembali berusaha untuk berdiri. Rasa pusing dikapalanya masih tetap ada. Onew berpegangan pada apapun yang dilewatinya saat berjalan menuju panggung.

”Ayolah!! Tinggal hari ini saja. Setelah itu aku akan mengistirahatkanmu.” ucap Onew dalam hati pada tubuhnya. Kejadian-kejadian aneh dan kesibukkan-kesibukkannya yang padat memang memaksanya yang notabene seorang leader memikirkan hal tersebut. Hal ini menyebabkan kesehatannya menurun.

Performance pun dimulai. Tubuh Onew pun dipaksa mengikuti perintah tuannya. Onew masih bisa berdiri walaupun rasa pusing kadang masih menyerang.

Acara pun selesai.

”Wah, akhirnya selesai juga. Hari ini benar – benar melelahkan.” ucap Jonghyun

”Tapi menyedihkan juga harus mengakhiri promosi.” ucap Minho sedih

Hyungdeul, besok kita pergi ketaman ria yuk. Kata Taemin mengajak. ”Yoonduk hyung bilang, 2 hari kedepan kita free.”terang Taemin.

”Boleh juga. Sudah lama kita nggak main – main. Oke kalau begitu besok kita pergi ketaman ria.” terang Key. Sementara Onew hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan dongsaeng – dongsaengnya itu. Matanya sudah tak bisa berkompromi lagi. Ia sangat mengantuk. Ditambah lagi rasa pusing yang masih terus menderanya.

Keesokan harinya,

Hyung, ayo bangun. Kita kan mau pergi ketaman ria.” rengek Taemin sambil menarik – narik selimut Onew.

”Iya,,sebentar lagi aku bangun. Beri aku waktu 5 menit.” tawar Onew

”Dari tadi kau selalu bilang begitu. Bila dijumlah, sudah jadi setengah jam tahu 5 menitnya.” ucap Taemin sebal.

Taemin pun menyerah dan berjalan keluar kamar.

Hyung, aku menyerah membangunkannya. Kalian saja yang bangunkan.” ucap Taemin pada hyung – hyungnya yang sedang berkumpul diruang makan.

”Oke karena Taemin gagal sekarang kita main Gunting Batu Kertas saja untuk menentukan siapa yang akan membangunkan Onew hyung. Bagaimana?” ajak Jonghyun.

”Oke. Tapi aku tak ikut – ikutan ya. Kan tadi aku sudah gagal membangunkannya.” ucap Taemin.

Permainan pun dimulai. Key yang mengeluarkan kertas ternyata kalah dari kedua rekannya yang sama – sama mengeluarkan gunting.

”Nah Key silahkan bangunkan Onew hyung.” Perintah Minho. Key pun berjalan malas ke kamar.

Hyung ayo bangun….” kata Key pada hyungnya itu. ”Kenapa kau ini? Tumben – tumbennya kau bangun terakhir. Tadi saja kau sudah tak ikut olah raga.” ucap Key sambil menarik selimut Onew. Tak sengaja Key menyenggol tangan Onew.

Hyung, badanmu panas ya? Kau sakit?” tanya Key khawatir dan menempelkan tangannya dikening Onew. Onew hanya diam tak menjawab pertanyaan Key. Key bergegas keluar memberi tahu teman – temannya mengenai keadaan Onew. Mereka juga terlihat khawatir. Sambil membawa obat, kompres dan semangkuk bubur, SHINee member kembali menuju kamar.

”Kita batalkan saja acara kita hari ini.” ucap Key sambil mengompres kening Onew.

Aniyo. Kalian pergi saja tanpa aku.” kata Onew melarang

”Tidak bisa hyung. Kau sedang sakit. Siapa yang akan merawatmu kalau kita semua pergi bermain?” kali ini Minho yang berbicara.

”Aku bisa menjaga diriku sendiri Minho. Kalian pergi saja. Tak usah mengkhawatirkanku. Liat tuh Taemin pasti kecewa kalau kalian batal pergi” ucap Onew sambil melirik Taemin

Aniyo hyung. Rasanya pasti sepi kalau kau tak ada.”

”Sudahlah kalian pergi saja. Aku akan tidur seharian dan saat kalian pulang aku pasti sudah sehat.” kata Onew

”Baiklah kita pergi.” putus Jonghyun ”Kami akan membelikanmu oleh – oleh saat pulang nanti.” ucap Jonghyun

Hari telah menjelang sore saat SHINee member memutuskan untuk pulang.

“Hey sebelum pulang kita beli oleh – oleh dulu buat Onew hyung.” Kata Jonghyun

“Mau dibelikan apa?” Tanya Taemin

“Kita beli saja ayam goreng, dan snack – snack kesukaan Onew hyung.” Kata Key menyarankan

“Ah benar.. Onew hyung pasti suka.” Kata Taemin setuju diiringi anggukan kepala dari yang lain tanda setuju

“Oh iya.” Kata Minho tiba – tiba “sebaiknya kita belikan juga Onew hyung BB Gun.” Ucap Minho lagi

BB Gun?” ucap SHINee member bersamaan

“Iya. Beberapa hari yang lalu aku dan Onew hyung pergi kesebuah pertokoan, disana Onew hyung melihat BB Gun dan ia sangat ingin membelinya. Saat ingin membeli, kami sudah ditelepon Yoonduk hyung karena kita harus mengisi acara di daerah provinsi waktu itu. Dia terlihat sangat kecewa. Katanya, beberapa hari ini ia tidak bisa tidur dengan baik karena memikirkan BB Gun itu.” Kata Minho menjelaskan

“Diumurnya yang telah menginjak 22 tahun ia ingin bermain BB Gun?” kata Key sambil tertawa “ya sudah kita beli BB Gun dulu setelah itu baru beli ayam goreng dan snack.” Kata Key lagi.

Mereka pun pergi membeli oleh – oleh dan saat pulang, sekotak ayam goreng, seplastik snack dan complete gun set pun ada ditangan.

Sementara itu di dorm, seseorang mengetuk pintu dan Onew pun dengan terpaksa membuka pintu.

“Ya tunggu sebentar..!” teriak Onew yang berjalan lambat dari kamar karena kepalanya masih pusing. ”siapa sih yang bertamu?” tanya Onew dalam hati. Ketika Onew membuka pintu. Ternyata yang datang adalah Kim Eunhae yang tak lain adalah kakak dari Kim Kibum sahabatnya.

”Oh, nuna. Annyeonghaseyo.” ucap Onew sedikit terkejut

Annyeonghaseyo.” jawab Eunhae

”Ada apa nuna kesini?” tanya Onew heran

”Boleh aku masuk dulu? Tidak enak rasanya bila mengobrol didepan pintu.” pinta Eunhae

”Oh boleh. Silahkan masuk.” ucap Onew mempersilahkan ”nuna duduk dulu ya. Akan aku buatkan minuman. Nuna mau minum apa?” tanya Onew

”Terserah kamu aja.” ucap Eunhae ”Mana teman – temanmu?” tanya Eunhae

”Mereka sedang pergi ketaman ria.” terang Onew sambil mengaduk minuman yang ia buat didapur.

”Taman ria? Tanpa mengajakmu?” tanya Euhae penasaran

”Mereka mengajakku kok, tapi aku sedang tak enak badan, jadi aku tidak ikut.” jelas Onew

”Kau sakit? Harusnya mereka tak pergi. Mereka harus menemanimu kan?” ucap Eunhae

”Tadinya mereka memang tak ingin pergi, namun karena aku memaksanya, jadi mereka tetap pergi.” terang Onew sambil menyodorkan minuman pada Eunhae.

”Oh begitu. Buku apa itu?” tanya Eunhae seraya mengambil sebuah buku yang terletak diatas meja. ’We Respect a Funny Leader.’ Kau membaca buku seperti ini?” tanya Eunhae heran

Ne~ aku perlu membacanya.” kata Onew

”Aku rasa kau tak perlu membacanya. Sudah lama ya kita tak mengobrol seperti ini.” ucap Eunhae

”Iya. Asyik sekali mengobrol seperti ini. Sejak kapan ya kita jarang ngobrol?” tanya Onew

”Sejak kematian Kibum.” ucap Eunhae to the point

Hening. Mata Onew terbelalak mendengar jawaban Eunhae

Nuna, bisakah kita tak membahasnya?” pinta Onew

Wae? Kau tak ingin sedih lagi? Kau tak ingin mengakui kesalahanmu? Atau kau memang ingin melupakannya?” tanya Eunhae bertubi – tubi

Nuna cukup!!!” bentak Onew ”Aku tahu aku salah, mungkin jika Kibum tak pergi mencariku, ia masih hidup sekarang.” terang Onew

”Lalu kalau kau merasa bersalah, kenapa kau tak menunjukkannya? Kenapa kau masih bisa hidup dengan tenang, bahagia bahkan kau mendapatkan teman – teman yang sangat perhatian? Apa kau sudah bisa melupakan Kibum?” tanya Eunhae sinis

”Kibum tak akan pernah tergantikan oleh siapapun bahkan oleh teman – temanku di SHINee. Tidak ada yang bisa menggantikannya. Hidup masih harus berjalan walaupun kita kehilangan orang yang kita cintai, kan?” ucap Onew sambil memegangi kepalanya. Rasa pusing yang amat sangat kembali menyerangnya.

”Sebenarnya tujuanku kesini adalah ingin membalas dendam padamu. Membalas dendam atas kematian Kibum. Aku masih belum bisa tenang kalau kau tidak menderita sepertiku dan keluargaku. Atau mungkin kami akan lebih tenang bila kau juga menyusul Kibum ke surga. Aku sengaja mengirim surat berdarah untuk SHINee dan Heejin. Aku bermaksud membunuhmu pelan – pelan dengan cara menyiksa orang – orang yang kau sayangi terlebih dahulu. Kau ingat inisial yang tertera di belakang surat?” Tanya Eunhae seraya mengeluarkan pisau lipat dari dalam tasnya. Onew mecoba mengingat – ingat. Mata Onew melebar saat mengingat inisial itu.

”Kau sudah ingat? Ya… K.E.H adalah inisial namaku. Kim Eunhae. Bagaimana? Mengejutkanmu? Sekaranglah saatnya kau menerima balasan dariku.” ucap Eunhae yang ingin menusuk Onew. Onew bergegas menuju pintu keluar dan mencoba keluar dari apartement secepat yang ia bisa. Dengan keadaannya yang sedang demam, berlari adalah hal yang sulit. Eunhae masih saja mengejarnya sampai Onew menyeberang jalan. Ketika Eunhae sedang menyeberang jalan, karena rasa benci yang amat sangat dihatinya, ia tak melihat ada mobil yang menuju kearahnya.

Nuna awas!!!” teriak Onew ”Mobil itupun menerjang tubuh keduanya hingga terpental beberapa meter. Keduanya pun langsung dilarikan kerumah sakit terdekat.

SHINee member yang mendapat kabar itu dari manager mereka langsung menuju Rumah sakit.

Saat SHINee member tiba dirumah sakit, Yoonduk telah berada disana. Eunhae dan Onew pun telah mendapat pertolongan dan kini berada di Unit Gawat Darurat.

”Bagaimana keadaan Onew hyung?” tanya Minho pada Yoonduk

”Aku masih belum tahu. Dokter belum keluar dari ruangan.” ucap Yoonduk

”Onew hyung tidak kenapa – kenapa kan hyung?’ tanya Taemin khawatir

”Kata suster, keadaan Onew saat dibawa kesini sangat parah. Ia kehilangan banyak darah.” terang Yoonduk ”Oh iya, aku ingin bicara pada kalian.” ucap Yoonduk serius

”Bicara apa hyung?” tanya Key penasaran

”Orang yang mengancam kalian adalah Kim Eunhae. Kakak perempuan dari Kim Kibum. Rupanya ia masih tak dapat menerima kematian adiknya.” jelas Yoonduk

Mwo?” ucap SHINee member bersamaan. “Jadi inisial K.E.H adalah singkatan dari namanya?” tanya Jonghyun ingin meyakinkan

Yoonduk hanya menganggukkan kepalanya.

“Astaga..” ucap SHINee member

“Sekarang Eunhae juga ada disini. Eunhae ingin membunuh Onew. Saat Onew berusaha menyelamatkan diri dengan cara lari keluar apartement, ada mobil yang ingin menabrak Eunhae. Namun Onew melindungi Eunhae. Jadilah mereka berdua tertabrak dan masuk kerumah sakit ini” Ucap Yoonduk

“Membunuh Onew hyung?” teriak SHINee member kaget.

“ Iya. Mobil itu dikendarai oleh seorang anak yang masih dibawah umur. Anak itu pun melarikan diri dan sampai sekarang belum tertangkap.” Terang Yoonduk

“Harusnya tadi kita tak meninggalkannya sendirian.” Sesal Taemin

Suasana hening mewarnai keadaan saat itu. Heejin dan Orang tua Onew pun telah datang bermaksud melihat keadaan Onew. Eomma dan Heejin sedari tadi terus saja menangis mendengar penjelasan dari Yoonduk. Sedangkan Appa hanya berusaha menenangkan Eomma dan Heejin. Namun raut wajah cemas jelas terlihat diwajahnya.

Detak jantung Onew tiba – tiba melemah. Dokter terus berusaha agar detak jantung Onew dapat kembali normal. Onew yang tak sadarkan diri terus mengigau nama Kibum. Ia pun bermimpi mengenai Kibum. Ia melihat masa – masa ia kecil hingga SMA nya bersama Kibum. Hal tersebut seperti sebuah film dengan dia dan Kibum sebagai pemeran utamanya. Tiba – tiba saja rangkaian masa lalunya terhenti digantikan sebuah ruangan putih bersih yang terlihat tak berujung. Onew takut luar biasa. Didalam mimpinya ia terus berteriak memanggil orang tuanya, Heejin, manajernya dan juga SHINee member. Tiba – tiba muncul sesosok orang dengan berpakaian putih bersih. Tak salah lagi, orang tersebut memang Kim Kibum, sahabatnya.

”Onew, apa kabar?” sapa Kibum

”Kibum, aku sangat merindukanmu.” ucap Onew seraya memeluk Kibum

”Aku juga merindukanmu kawan. Aku minta maaf atas perbuatan Eunhae nuna. Kau tahu kan ia sebenarnya tak begitu. Ia hanya belum bisa menerima kepergianku. Tolong maafkan dia.” pinta Kibum

”Iya. Aku sudah memaafkannya. Tolong jangan pernah tinggalkan aku lagi..” pinta Onew

”Itu tidak bisa Onew. Dunia kita sudah berbeda.” terang Kibum

”Berbeda bagaimana?” tanya Onew

Sebelum Kibum sempat menjawab, Onew melihat Eomma, Appa, Eunhae, Yoonduk dan SHINee member menangis.

”Lihat!!! Mereka menangis kalau kau meninggalkan mereka. Kau tak ingin melihat mereka menangis, kan? Apa lagi Eommamu. Ia pasti sangat sedih bila kau meninggalkannya. Aku tak ingin melihat Eommamu sedih seperti saat aku meninggalkan Eommaku sendiri. Aku sudah menganggap Eommamu sebagai Eommaku juga. Jadi aku tak ingin melihat dia menangis. Kau mengerti?” terang Kibum ”Kau juga harus tetap memenuhi janjimu padaku. Kau bilang akan menjaga Heejin kan?” ucap Kibum lagi

”Tapi…” kata – kata Onew terpotong saat Kibum menyela

”Sudahlah tak ada kata ’tapi’. Cepat kambali pada keluargamu. Mereka telah menunggumu.” perintah Kibum

”Baiklah. Aku memang tidak bisa menolak apa yang kau katakan. Tapi ingat ya, Aku tak pernah melupakanmu. Dan posisimu tak akan pernah berubah sampai kapanpun. Kau tetap sahabatku selamanya.” ucap Onew

”Aku tahu. Dan kau juga harus ingat perkataanku.” ucap Kibum

”Apa?” tanya Onew penasaran

”Ingat, bahwa aku akan selalu berada disisi kalian semua. Yakinilah bahwa aku ada.” ucap Kibum yang semakin menjauh

Detak jantung Onew pun kembali normal.

Disaat yang bersamaan, detak jantung Eunhae juga melemah. Dokter juga berusaha menyelamatkan nyawa Eunhae. Walaupun luka Eunhae tak separah dengan luka yang diderita Onew, namun nyawanya dapat tiba – tiba saja pergi. Eunhae juga bermimpi berada disebuah ruangan yang serba putih. Ia juga melihat Kibum menghampirinya. Namun raut wajah Kibum menunjukkan raut wajah orang marah.

”Kibum, nuna sangat merindukanmu.” ucap Eunhae sambil terisak

”Kenapa nuna melakukan semua ini pada Jinki? Kenapa nuna?” bentak Kibum

”Kibum, nuna melakukan ini semua demi kau.” ucap Eunhae halus

”Demi aku? Aku tak pernah meminta nuna melakukan ini semua?” ucap Kibum sinis.

”Aku yakin kau pasti akan tenang bila aku telah membalas dendammu padanya?” terang Eunhae

”Tenang kata nuna? Hal seperti ini malah membuatku tak tenang. Apalagi nuna menyakiti orang – orang yang aku sayangi. Bahkan orang – orang yang tak bersalah sekalipun. Nuna juga menyakiti teman – teman Jinki, kan? Mereka tak ada sangkut pautnya dengan perginya aku nuna. Mereka sama sekali tak bersalah. Bahkan Jinki juga tak bersalah. Aku pergi karena memang sudah waktunya aku pergi, tak ada yang bisa menghindari itu.” ucap Kibum halus pada nunanya itu. ”Tolong nuna hentikan semua ini. Aku sudah tenang nuna, jangan kau usik ketenanganku disana. Dan aku mohon terimalah kepergianku. Jangan sakiti siapa – siapa lagi dan juga jangan sakiti dirimu sendiri. Hal itu akan semakin menyakitkanku. Mengerti?” ucap Kibum

”Kibum mianhae.” ucap Eunhae terduduk

”Sudahlah nuna. Aku sudah memaafkanmu” ucap Kibum seraya membantu Eunhae berdiri. ”Sekarang kembalilah nuna. Bahagiakanlah Eomma, Appa dan Halmoeni.” pinta Kibum. ”Ingat, aku akan selalu berada disisi kalian semua. Yakinilah bahwa aku ada.” ucap Kibum sama seperti yang ia katakan pada Onew.

Setelah itu detak jantung Eunhae berangsur normal.

Setelah beberapa hari dirawat di Unit Gawat Darurat, Eunhae dan Onew sudah dipindahkan dikamar rawat biasa. Bahkan kamar mereka pun bersebelahan. Setelah Eunhae merasa cukup kuat untuk berdiri, ia pun pergi kakamar rawat Onew. Saat itu SHINee member sedang berkunjung untuk menjenguk Leadernya itu.

”Bisakah kalian keluar sebentar?” pinta Onew pada dongsaeng – dongsaengnya

”Tapi hyung…”ucapan Key tertahan

”Sudahlah tidak apa – apa.” ucap Onew meyakinkan. SHINee member pun keluar dari kamar meninggalkan Onew dan Eunhae berdua.

”Jinki, mianhae.” ucap Eunhae ”Tak seharusnya aku melakukan ini semua. Aku telah membahayakan nyawamu. Bahkan nyawaku sendiri.” terang Eunhae sambil menangis

”Aku sudah memaafkanmu nuna. Aku mengerti kau masih belum bisa menerima kepergian Kibum. Tapi yakinilah, Kibum tak pernah meninggalkan kita selama kita masih meyakini dia ada. Dia akan tetap hidup dihati kita semua. Iya kan nuna?” ucap Onew lembut.

”Kenapa kau mau menyelamatkanku setelah apa yang aku lakukan padamu?” tanya Eunhae penasaran.

”Karena kau kakak sahabatku. Itu saja.” ucap Onew mantap.

Eunhae tersentak mendengar jawaban Onew. Ia hanya bisa menangis disamping tempat tidur Onew. Sementara Onew tak mengerti apa yang harus ia lakukan karena tangis Eunhae yang semakin keras.

Beberapa hari setelah itu, Onew dan Eunhae sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Kehidupan pun berjalan normal seperti biasa. Untuk merayakan kepulangan Onew, SHINee member mengajak Onew pergi ketaman ria. Saat makan siang di sebuah kafe, SHINee member memberi Onew sebuah kejutan.

“Onew hyung, Jjajjajjan…” ucap mereka bersamaan

“Uwa.. BB Gun.. bagaimana kalian tahu aku sangat menginginkannya?” tanya Onew

”Minho yang kasih tahu. Katanya kau sampai tak bisa tidur gara – gara memikirkan BB Gun ini.” terang Taemin.

”Wah…Gomawo.” ucap Onew berterima kasih

Tak berapa lama menunggu, makanan yang mereka pesan pun datang. Tak lain dan tak bukan makanan yang dipesan Onew adalah ayam goreng. Ia ingin memuaskan dirinya dengan makan makanan kesukaannya itu. Maklum saja saat dirumah sakit, Onew hanya boleh makan makanan yang telah disiapkan oleh pihak rumah sakit. Jadilah berat badannya turun drastis walaupun hal itu tak menghilangkan pipi chubbynya. Hari itu SHINee member habiskan dengan canda tawa yang terus mereka lontarkan satu sama lain. Dalam hati Onew berkata ”Kibuma, aku sangat bahagia sekarang. Kau dapat melihat kebahagiaanku kan? Aku harap kebahagiaan ini tak akan pernah hilang dari hidupku.”

Gomawo buat readers yang udah mau baca..Gomawo juga karena udah di posting..mian kalo ceritanya ga… jangan lupa comment ya…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

10 thoughts on “MEMORIES OF YOU: If You Still Here [2.2]”

  1. aduh lagi2 kebiasaan sy muncul.. baru ingat cerita sebelumnya pas di tengah2.. /plakkk *dijitak author*
    ah aku deg2an bgt td,, kirain onew meninggal.. ternyata gak.. trus jg ngira eunhae yg meninggal.. ternyata gak lagi… ou ou ou
    aku kira kisah onew n heejin diceritain.. hihihihi

    ceritanya bagus kok… hwaiting

  2. ”Ayolah!! Tinggal hari ini saja. Setelah itu aku akan mengistirahatkanmu.”
    aku rasa itu sugesti onew tiap dia capek bngt…

    kakak na ki bum serem bngt dah..mpe mau bunuh onew gtu…
    mpe skrng aku penasaran sma kim ki bum itu…dia sosok na sma persis kya key ya…???

  3. wuah….happy ending *yaey*
    keren thor….
    ternyata bener Kim Eunhae itu yang neror
    huh….untung aja mereka gak meninggal…
    Daebak thor! daebak!
    di tunggu karya lainnya 😀

  4. Shin Jinra..harusnya aku langsung sadar kalau itu kamu 형..! 미안 aku bener-bener telat komennya..ceritanya baguus! bikin deg-deg-an dan endingnya tak terduga..keren! aku g tau kalau kamu bikin kelanjutannya sampai sejauh ini..
    bagus..^_^ gomawo 형..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s