{FF PARTY 2011} What A Wonderful World

Title: What A Wonderful World

Author: HeartLess

Main Cast: Choi Minho

Support Cast: Childrens, Hyung, omma, appa

Other Cast: Grandma&Grandpa, the singing girl

Genre: Adventure (?), Songfic

Type/Length: Vignette

Rating: General

 

Note: FF ini terinspirasi dari sebuah lagu “What A Wonderful World”

Mungkin pada tau lagunya, tapi rekomendasi kalau mau dengar, dengar yang versi Michael Buble ya^^

Happy Reading 😀

Ket(*) : Mendaftar sebagai author tetap

………………………………………………..

 

“Huff” seorang namja mendengus kesal. Sudah daritadi dia uring-uringan seperti itu.

“Ada apa?” tanya seorang namja lain yang sepertinya lebih tua darinya. Tak merespon, namja bermata bulat dan berhidung mancung tersebut hanya memberikan sebuah tatapan sebal.

“Aku mau keluar” katanya judes sambil berjalan pergi.

“Kemana?” tanya namja  satunya

“Mencari udara segar” jawab namja tinggi tersebut singkat dan berlalu.

Namja itu, sudah sejak kedatangannya disini, dia terus mendesah sebal dan memasang tampang yang benar-benar kecut. Mengingat harus menghabiskan liburan di desa terpencil yang dia sendiri tidak tau namanya. Bagi remaja sepertinya tentu sangat membosankan. Belum lagi teringat rencana kencan selama liburan musim panas yang telah disusun bersama yeojachingu-nya harus batal. Padahal itulah yang paling dinantinya. Di desa seperti ini, apanya yang asik? Pikirnya.

“Aish~~ seorang Choi Minho menghabiskan liburan di desa terpencil? Yang benar saja” katanya kesal sambil menendang kerikil di jalan setapak pedesaan yang kecil namun hijau ini.

Siang hari di desa ini, matahari cukup terik, tapi anehnya tidak terasa panas, yang ada, rumput-rumput hijau bergoyang dan angin sepoi membelai manja kulit dan membuat rambut ikut menari-nari. Cuaca yang cukup menyenangkan, tapi tak seperti suasana hati Minho yang cukup buruk. Pikirannya hanya mengenai betapa tidak menyenangkannya berakhir di pedesaan untuk berlibur. Apa kata orang-orang seantero sekolah nanti jika tau seorang idola sekolah menghabiskan liburan di desa? Desa yang terpencil pula.

“Omma dan appa yang punya ide gila ini” dengusnya kesal menendang keras kerikil  di jalan. Benar, omma dan appa nya berkata membeli sebuah rumah peristirahatan sederhana di sebuah desa yang cukup tentram dan mengajak, ah tidak, tepatnya memaksa kedua anaknya untuk ikut.

“Orang tua pemaksa, diktator” katanya lagi sebal.

Minho melangkahkan kakinya dengan tidak bersemangat. Sepanjang jalan dilihatnya hanya jalan setapak yang dihiasi rumput di kiri kanannya. Bahkan jarak dari satu rumah  ke rumah lainnya begitu jauh. Lagi-lagi ia menghela nafas, tidak bisa mengerti mengapa orangtuanya yang cukup mampu membeli sebuah villa mewah di pantai guam atau tempat wisata manapun malah membeli hanya sebuah rumah sederhana di desa yang tidak jelas seperti ini. Mata bulat Minho mengedarkan pandangan di sekitar. Ke kiri, kanan, bawah atas.

Langit begitu biru dan cerah. Awan-awan putih seperti gulali kapas menghias langit. Sejenak Minho terpana. Pemandangan seperti ini mungkin tak akan ditemukannya di kota. Dia mengedarkan lagi pandangan, ada sebuah sungai yang letaknya di jalan menurun tak jauh dari jalan setapak. Minho mencoba berjalan kesana, di dengarnya ada suara tawa riang anak-anak.

Ah. Didapatinya sebuah sungai yang tepinya terhampar padang hijau yang indah dan rumput-rumput dengan serempak bergoyang seolah menari-nari. Ada beberapa anak kecil sedang berkejar-kejaran. Bermain saling menyembur air dari sungai.

Sungai itu, perlu menelusuri jalan turunan ini agar Minho dapat sampai disana. Dilihatnya bunga-bunga liar berwarna putih menghampar diantara hijaunya rerumputan. Bunga seperti ini belum pernah pula dilihatnya. Minho memilih duduk diatas karpet rerumputan tersebut, memperhatikan anak-anak kecil yang sedang bermain dengan gembira.

Ada seorang anak perempuan diantara 4 orang anak laki-laki. Anak perempuan itu terlihat lebih bersemangat dari pada lawan jenisnya. Seorang anak laki-laki bertubuh berisi dan paling besar diantara mereka terlihat memegang jala untuk menangkap ikan dan mengendap-endap sambil sesekali menjaringkan jalanya ke dalam air.

Dua orang anak lainnya asik saling menyembur air satu sama lain. Dan satu yang terakhir sedang menyoraki si badan besar untuk memberinya semangat.

Minho tanpa sadar tersenyum. Kelima anak itu bermain dengan gembira. Sepertinya menyenangkan, pikirnya.

Angin masih berhembus lembut, Minho mengarahkan pandangannya ke tempat lain, di dapatinya seorang kakek dan seorang nenek duduk di bawah sebuah bangku yang terdapat di bawah pohon rindang, disekitarnya ada mawar liar. Tak jauh dari tempatnya duduk, sang nenek terlihat menyandar mesra pada bahu kakek yang membaca buku. Minho tersenyum, pikirnya indah sekali jika dia bisa menghabiskan masa tua seperti itu dengan yeojachingu yang sangat dicintainya.

Sepasang kupu-kupu beterbangan riang melewati pandangan Minho, bahkan kupu-kupu pun terlihat menikmati hari yang cerah dan menyenangkan ini. Diawasinya kedua binatang tersebut, beterbangan saling bermain satu sama lain. Lalu di dengarnya suara nyanyian indah yang melantun dari arah yang berbeda lagi. Seorang gadis cantik sedang melantunkan sebuah nyanyian cinta yang indah. Sepertinya ia sedang dilanda asmara. Suaranya dan lirik lagu yang dinyanyikannya, terasa indah dan membuat siapapun yang mendengarnya bisa ikut merasakan bahagia yang sedang menghiasi hati yeoja itu.

Minho memejamkan matanya, menikmati desiran angin yang menari-nari di udara.

“Hyung…” tiba-tiba terdengar suara seorang bocah. Dia membuka matanya, didapatinya salah seorang dari anak kecil yang bermain di sungai sedang memperhatikannya.

“Mau bermain bersama kami?” anak laki-laki itu tersenyum mengulurkan tangannya.

“Boleh?” tanya Minho antusias

“Tentu saja” anak laki-laki itu tersenyum lalu menarik tangan Minho dan membawanya ke sungai, bermain air bersama mereka.

Minho di berikan sebuah keranjang yang terbuat dari anyaman bambu.

“Eh?” katanya bingung

“Mari menangkap ikan” sorak gadis yang berada diantara anak laki-laki tersebut

“Ayo hyung” kata bocah berbadan besar yang tadinya menjala ikan

Minho tersenyum. “Baiklah” katanya bersemangat.

Minho bermain dengan senang. Anak-anak itu sangat menyenangkan baginya. Menangkap ikan dengan keranjang bambu adalah hal baru yang menyenangkan. Tubuhnya basah oleh air sungai yang dingin, tapi baginya terlalu mengasikkan. Baru kali ini dia merasakan tertawa lepas dengan hal seperti ini.

“Ayo kita bermain yang lainnya” usul salah seorang anak tersebut, namun tiba-tiba hujan turun tanpa alasan dari langit.

Mungkin itu yang orang sebut sebagai hujan musim panas? Dimana tidak ada tanda-tanda mendung, tapi hujan tiba-tiba. Dillihatnya sang kakek memayungi nenek, dan seorang namja merangkul si gadis penyanyi tadi dan melindunginya dengan jaketnya sendiri dan berlari untuk berteduh. Minho sudah akan berteduh pula, sampai sang anak perempuan menahannya.

“Kita sudah terlanjur basah, tidak perlu berteduh” kata anak perempuan itu disahut dengan anggukan lainnya.

“Baiklah..” minho tersenyum “Bagaimana kalau permainan kejar-kejaran?” usul Minho

“Daebak!! Aku suka itu!!”

“Ayo, kita mulai”

“Gai bai bu!! (Gunting batu kertas)”

“Hyung, kau yang jadi setannya!!”

Minho menikmati permainan di bawah hujan bersama anak-anak itu. Sekali dalam seumur hidup dirasakannya ada hal yang lebih menyenangkan daripada mendengar namanya di elu-elukan siswa siswi seantero sekolah. Atau ketika berada di cafe menghabiskan uang bersama teman-temannya. Atau mengencani satu persatu gadis-gadis sekolah khusus putri. Atau bermesraan dengan kekasihnya.

“Ha ha ha” tawanya terdengar lepas. Belum pernah dirasakannya perasaan bebas dan lepas seperti ini. Hari ini tawanya alami, tidak dibuat-buat dan bebas.

Lelah, seharian bermain dengan anak-anak tapi ada sebuah kepuasan berbeda yang di dapatkannya.

“Hah..hah…hah….”

“Kami sudah capek hyung…”

“Hah…hah.. sama” katanya menjawab perkataan anak laki-laki berbadan besar.

Hujan tak terasa sudah sedikit mereda, hanya tersisa gerimis tipis yang menghiasi udara.

“Oppa, lihat itu!!” tunjuk anak perempuan diantara mereka

“Wuaaaaah~~~” semua mata berbinar tertuju pada arah gadis kecil itu menunjuk

Minho pun terpesona, warna warni, lengkungan busur warna-warni pelangi menghiasi langit yang terlihat kalem seusai dihiasi hujan.

“Keren” kata mereka semua bersamaan tidak terkecuali Minho, namja bertubuh tinggi bermata bulat yang kini basah oleh hujan.

Semua mata terkagum oleh kontrasnya warna merah petang dengan warna warni dari busur langit bernama ‘pelangi’ itu. Hingga salah seorang dari mereka memecah keheningan

“Sudah sore, ayo kita pulang” katanya

“Benar kita harus pulang” sambung anak lainnya

“Baiklah, kalau begitu kita pulang. Besok berkumpul disini lagi,ya” si anak berbadan besar itu memberi usul

“Siap!!” jawab yang lainnya serempak sambil memberi hormat membuat Minho tertawa geli.

“Oppa, besok datang kesini lagi ya” anak gadis itu menarik baju Minho,terlihat tersipu, Minho terkekeh

“Ne, aku pasti datang” katanya mengedip mata membuat 5 anak itu saling ber high five ria.

“Baiklah, ayo kita pulang” ajak salah seorang anak lelaki berbadan kecil

“Ne, annyeong hyung”

“Annyeong oppa”

“Annyeong!!” lambai Minho pada gerombolan anak-anak yang berlari bersemangat dan tampak semakin menjauh.

………………………………………..

 

Minho melangkahkan kakinya masuk ke depan pintu rumah. Dibukanya pintu pelan. Suasana hatinya sudah jauh lebih baik bahkan sangat baik. Di dapatinya omma,appa dan hyung sedang duduk mengobrol di ruang utama.

Mendapati Minho yang lewat, appa berkata

“Darimana Minho?”

“Berjalan-jalan” jawab Minho tersenyum, lalu kembali ke kamarnya.

“Hey…” panggil seorang wanita.

“Omma” Minho tersenyum pada wanita yang baru saja memasuki ruangan kamarnya dengan sebuah senyum

“Kau, kalau tidak betah, boleh pulang duluan ke Seoul” kata omma yang memang sudah tanggap terhadap maksud ekspresi Minho tadi siang saat mereka baru sampai.

“Pulang? Tidak betah? Tenang saja omma, ini mengasikkan” Minho tersenyum membuat omma heran.

Tadinya putranya terlihat sangat tidak menyukai ide ini, tapi entah mengapa sekarang berubah.

“Benar?” tanya omma tak yakin

“Benar. Tenang saja omma, ini menyenangkan.” Minho mengacungkan jempol membuat omma tersenyum lembut

“Baguslah kalau begitu. Gantilah bajumu, lalu turun untuk makan,ne?” omma membelai kepala Minho lembut, di jawab dengan senyuman oleh Minho.

“Ne omma” katanya.

Omma berlalu, menutup pintu perlahan.

Minho tersenyum. Baru kali ini mengalami hal ini. Ternyata tidak buruk juga disini. Ia tersenyum. Pikirnya “apa yang akan dilakukan besok? Kira-kira apa yang menyenangkan?”

Dia tersenyum sekali lagi. Tak sabar menunggu esok hari, hal baru apa lagi yang akan ditemukannya?

Di dalam otaknya tersusun rencana dan tebakan apa yang akan terjadi besok.

Minho meraih sebuah buku dari tas nya, lalu meletakkannya di atas meja dan mulai menggores permukaan kertas dengan pulpennya.

“ I see skies are blue, flowers of white. The bright saves the day, the dark says goodnigth. And i think to myself, what a wonderful world…

I see trees of green, red roses too, i see them bloom for me and you, and think to myself what a wonderful world.

The colors of the rainbow so pretty in the sky, are also on the faces of the people going by. I see friends shaking hand, saying “how do you do?”. They really say “i love you”…

I see children’s cry, i watch them grow, there will much more that i’ve ever known.. and i think to myself, what a wonderful world

Yes i think to myself “What a wonderful world” “

 

—END—

 

Mohon maaf jika gaje dan terburu-buru *sadar kalau FF nya jelek*

Maaf *bow*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

27 thoughts on “{FF PARTY 2011} What A Wonderful World”

  1. Aaahhh senyum-senyum terus baca ff inii
    Indaaaaaah banget rasanya
    Jadi pengen ke tempat yang kaya gitu kkkk
    Baguuuussss (y)

  2. wuah…thor…
    daebak!
    menyenangkan kalua liburan kayak gitu.
    rasanya damai gimana gitu…
    apalagi yg pas kakek dan nenek itu, mereka so sweet bgt.
    ahh…daebak thor! 😀

    1. Haha…. sekedar bocoran… ini pengalaman pribadi loh… mwaahaahaa…
      tapi ga semuanya sih :p
      tapi beneren seru say, kapan2 coba deh ^^v
      anyway thanks ya da baca and comment 😀

  3. keren ffnya! aq aj ngrasa segar stlh baca ff ini. kykna bner2 lg ad d pedesaan. pnggambarannya uda bgus. klo lbh detail lg mgkn lbh bgus. tp kyk gni uda keren bget lho thor 🙂

  4. wuaah… Hujan-hujanan sm minho? Kyknya seruu… PENGEN… Jadi pengen cepat-cepat liburan… Ceritax ringan tp cukup menghibur…

  5. cerita simple namun bermakna…

    aku suka ff ni kenapa? karena castnya MINHO /slap

    muehehehehe XD XD

    tapi beneran thor, ni ff keren…
    minho yang dari orang kota, berubah menjadi orang desa(??)

    ayo, thor..
    mana karya2 mu selanjutnya?? 😀

  6. HeartLess!

    Ya! aku akan mencatat namamu dan bersiaplah untuk menerima banyak oksigen dariku karena mulai saat ini aku akan jadi penggemarmu. ^^ hehe

    semoga unni (kau lebih tua dariku atau tidak ya?) terpilih menjadi author tetap.
    amiiin!!! *doa bareng shinee oppadeul

    FF-nya keren banget. manis. aku suka FF yang kayak gini. butuh banyak bimbingan biar bisa bikin FF yang bagus-bagus kayak punyamu (FYI, sebelumnya aku baru aja baca FF-mu yang lain)

    terus berkarya idola baruku :*

    1. O.o
      tapi bukan dijadiin buronan kan?? #plaakk
      mwaahahah gomawo chingu… ane 91liners

      gomawo sangat udah mau baca ff ini dan yg lain-lainnya juga ^^
      senang..hehehe
      jeongmal gomawoyo XD

  7. slah stu ff yg paling ku suka…
    alur cerita ny bgus, ngebayangin suasana ny jga rsanya menyenangkan gtu, hehe*plak
    btw aku jga suka lgunya…^^
    Good job!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s