Everything – Part 1

Title : Everything [Part 1]

Author : Shineelover14

Main Cash : Member SHINee, Im Yoona SNSD

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship

Lenght : Chapter

Disclaimer : FF ini terinspirasi waktu aku liat MV-SHINee yang Replay Jap. Versi. Cuma aku buat dalam bentuk imagenasiku loh. FF ini juga pernah aku publis dibeberapa blog. Buat yang udah pernah baca, mohon comment lagi. J

A/N: Pertama-tama aku mau ngucapin banyak terima kasih buat admin yang dengan baik hati mau ng-postin FF aku. Ke dua, buat readers yang udah nunggu-nunggu FF ini makasi banget. Jangan lupa commentnya yang.

<><><><><> 

Onew P.O.V

KRIIIIIIIINNNG !!!

Bunyi alaram jam membangunkan ku dari tidur yang panjang. Ku lirik sedikit jam, dan seketika mata ku membelalak mengetahui sekarang sudah pukul 8 pagi. Dengan cepat aku bangkit dari tidur ku dan segera menuju kekamar mandi.

Setelah mandi, dengan cepat aku turun dari lantai dua menuju ruang makan. Tumben sekali Key tidak membangunkan ku pagi ini. Dari kejauhan terdengar perdebatan sengit antara mereka. Aku pun berjalan semakin mendekat.

“Ya .. Apa yang sedang kalian bicarakan? Mengapa selalu saja berdebat setiap pagi?”tanya ku sambil mencomot roti bakar yang dibuat oleh Key.

“Ya .. Hyung, itu punya ku,”ucap Key sambil memajukan mulutnya.

“Sudahlah, kau kan bisa buat lagi. Aku sedang terburu-buru sekarang. Mengapa tidak satu pun dari kalian membangunkan ku? Malah asik berdebat setiap pagi seperti ini?”

“Mianhae hyung, kami ke asikan berdebat jadi lupa untuk membangunkan mu,”ucap Taemin.

“Gwenchana .. Lain kali aku tidak ingin kalian memperdebatkan masalah ini lagi. Kalau kalian suka, kejar saja cinta kalian. Jangan saling bersaing membanggakan pujaan hati masing-masing,”ucap ku lalu segera berangkat menuju kampus.

Onew P.O.V end

<><><><><>

Author P.O.V

“Kalian dengar apa kata hyung tadi, kita jangan saling bersaing seperti ini lagi”ucap Key sambil membuat roti bakar lagi untuk disantapnya.

“Ne. Aku setuju kata Key hyung. Lagi pula pandangan kita kan beda-beda hyung dalam menilai seorang gadis,”ucap Taemin membenarkan perkataan Key.

“Arraseo .. Arraseo .. “ucap Jonghyun malas. Dan Minho hanya diam saja.

“Oh ia, apa kalian tidak kuliah?”tanya Key yang terheran-heran melihat temannya pada santai di meja makan.

“Kami kuliah ..”ucap Minho, Taemin dan Jonghyun bersamaan.

“Lalu kenapa tidak pada mandi? Tidak sadarkah sekarang sudah jam 9?”ucap Key dan tentu saja membuat ke 3 namja yang ada dihadapannya itu pada ngacir ke kamar mandi. Kebetulan hari ini Key tidak ada jadwal kuliah, jadi ia hanya bersantai-santai saja sambil mentertawakan tingkah ketiga teman-temannya itu ketika berebut untuk mandi.

Author P.O.V end

<><><><><>

Onew P.O.V

Aku mengitari halaman kampus ku. Mencari tempat parkir yang kosong. Setelah aku memarkirkan mobil ku, aku segera bergegas menuju kelas ku. Kulirik sedikit jam tangan ku, ternyata sudah jam 9.30. Tentu saja aku harus bergegas karna kuliah akan di mulai jam 9.45.

Dari kejauhan ku lihat seorang yeoja sedang kesulitan membawa beberapa berkas-berkas yang ada di tangannya dan beberapa gulungan kertas. Tanpa sengaja seorang namja menyenggolnya dan membuat semua berkas-berkas yang ada di tangannya jatuh perserakan di lantai. Aku pun berlari kecil menghampirinya. Segera saja aku membantunya memungut berkas-berkasnya itu lalu ku serahkan padanya.

Mata ku sedikit melirik kearahnya. Dan ternyata yeoja itu adalah yeoja yang selama ini menganggu pikiran ku. Jantung ku berdetak kuat sekali ketika tanpa sengaja pandangan kami bertemu. Ku tatap matanya yang berwarna hitam itu. Benar-benar cantik. Untuk pertama kalinya aku bisa melihatnya dari jarak yang sangat dekat seperti ini.

“Ini ..”ucap ku sambil menyerahkan berkas-berkasnya yang ku pungut tadi.

“Gamsahamnida ..”ucapnya sambil sedikit membungkuk ke arah ku dan tersenyum. Senyum yang manis sekali, batin ku.

“Ne ..”ucap ku seraya membalas senyumnya. Ku lihat ia memang kesulitan membawa semua berkas-berkas yang ada di tangannya itu. Dengan segera aku berjalan mendekatinya dan mengambil beberapa berkas dari tangannya.

“Sini biar ku bantu”ucap ku. Ia terlihat terkejut melihat sikap ku yang tiba-tiba seperti ini.

“Gamsahamnida Jinki-ssi”ucapnya lalu tersenyum.

Omo .. omo .. Tadi ia memanggil nama ku? Benarkah itu? atau pendengaran ku yang lagi kacau karna gugup berjalan berdampingan dengannya? Aiiish .. Babo. Tapi aku penasaran sekali, apa benar ia memanggil nama ku tadi. Aku pun memberanikan diri untuk membuka suara.

“Mianhae. Apa tadi kau menyebut nama ku”tanya ku sedikit ragu.

“Mwo ..?”tanyanya.

“Aaa .. Aniy, lupakan saja perkataan ku tadi”ucap ku. Pandangan ku pun terus menatap kedepan dan tiba-tiba ..

“Jinki-ssi” kudengar seseorang memanggil ku. Aku segera menoleh kebelakang, tapi tak ada seorang pun.

Aku bertanya pada yeoja yang ada disebelah ku. ”Apa kau mendengar seseorang memanggil ku?”

“Aniy,”ucapnya.

Seketika bulu tengkuk ku berdiri dan terlihat jelas wajah panik ku.

“Aku yang memanggil mu,”ucap yeoja itu dan tentu saja itu membuat ku terheran-heran. Mengapa bisa ia tau nama panjang ku.

“Jincayeo?”tanya ku.

“Ne ..”ucapnya sambil tersenyum.

“Ada apa?”tanya ku.

“Apa kau tidak masuk kuliah? Bukankah kau sedang ada kelas sekarang?”mendengar ucapannya, aku baru sadar sekarang aku sudah terlambat. Tamatlah riwayat  ku.

“Aku lupa,”ucap ku tersenyum tidak enak kepadanya.

“Sudahlah, aku bawa sendiri saja. Gwenchanayeo. Sebaiknya kau seger masuk sekarang,”ucapnya sambil menunjuk kearah Han seongsaenim yang baru saja memasuki kelas.

“Mianhae,”ucap ku lalu mengembalikan berkas-berkasnya dan segera berlari kekelas. Aku menoleh kebelakang dan ku lihat ia mengepalkan ke dua tangannya sambil berteriak “HWAITING!! ..” aku pun tersenyum kecil.

<><><><><>

Huh .. Untung saja tadi aku tidak dimarahi habis-habisan oleh Han seongsaenim. Gumam ku dalam hati. Aku melangkah menuju mobil ku, sambil mencari-cari sosok yeoja yang membuat jantung ku berdetak hebat ketika berada didekatnya.

“Apa ia sudah pulang,”ucap ku yang masih menjinjit mencari sosoknya.

“Kau sedang mencari siapa?”tanya seseorang kepada ku.

“Aku sedang mencari yeoja,”ucap ku dengan polosnya.

“Apa yeojachingu mu?”tanya nya lagi.

“Aniy, aku belum berpacaran dengannya,”ucap ku lalu menoleh kearah suara tersebut. Dan ternyata ia sudah berada di samping ku sekarang. Aku terkejut sekali. Dan jantung ku mulai dag dig dug tak karuan.

“Jadi kau menyukai gadir itu?”tanyanya. Aku tak bisa berkata apa-apa dan hanya menggaruk-garuk kepala ku yang tidak gatal. Lagi-lagi ia tersenyum pada ku, dan benar-benar sangat manis. Aku tak akan pernah lupa dengan cara ia tersenyum.

“Apa kau sudah makan?”tanya ku mengalihkan pembicaraan. Tidak mungkinkan aku mengaku didepannya kalau aku menaruh hati padanya. Itu sama saja dengan mati konyol.

“Belum,”ucapnya sambil tersenyum lagi.

“Ayo kita makan. Aku akan mentraktirmu, sebagai tanda maaf ku karna aku tidak membantu mu tadi,”ucap ku.

“Aniyeo. Kau tidak perlu seperti …” belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya, aku sudah menarik tangannya. Entah keberanian dari mana yang membuat ku dengan lancang menyentuh dan membawanya seperti ini.

Aku membukakan pintu untuknya. Setelah ia masuk, aku pun segera masuk juga. Mobil ku melaju di tengah-tengah keramaian kota Seoul siang itu.

“Maaf, tadi aku lancang menarik mu,”ucap ku membuka pembicaraan.

“Gwenchanayeo,”ucapnya disertai dengan senyum.

“Oh ia aku lupa. Aku belum tau nama mu. Siapa nama mu?”tanya ku.

“Yoona. Im Yoona ..”ucapnya dengan penekanan saat ia berkata Im Yoona.

“Baiklah, kau ingin makan apa sekarang?”tanya ku lagi. Ia tampak sedang berpikir sejenak.

“Bagaimana kalau kita makan bulgogi saja?”ucapnya meminta persetujuan ku.

“Ide yang bagus. Ayo lah,”ucapku menyetujui ajakannya.

<><><><><>

Kami pun sampai disebuah restoran sederhana, tapi tempatnya lumayan enak untuk bersantai siang. Kami masuk dan memesan beberapa makanan. Sambil menunggu kami mengobrol. Aku bertanya padanya mengapa ia bisa tau nama ku. Ia bilang kalau ia tau dari orang-orang yang sering membicarakan ku. Yah, tau lah sendiri tentang masalah ku yang dikira orang-orang semua kalau aku ini “Gay”. Sungguh anggapan yang aneh hanya karna diri ku belum pernah merasakan jatuh cinta kepada seorang yeoja. Kali ini akan aku buktikan kalau aku tidak “Gay” liat saja nanti.

Tak lama makanan yang kami pesan datang dan kami segera melahapnya. Karna keasikan mengobrol, Yoona lupa kalau hari ini ia ada latihan menari di temat kursusnya. Aku menawarkan diri untuk mengantarkannya ketempat kursus dan ia menyetujuinya.

Ku pacu mobil ku dengan kecepatan tinggi agar Yoona tidak datang terlambat. Untung saja restoran yang ku pilih ini tidak terlalu jauh dari tempatnya kursus, jadi hanya dengan waktu 15 menit saja kami sudah sampai di depan tempat kursusnya. Aku keluar dari mobil untuk membukakannya pintu. Ku lihat ia tersenyum melihat perlakuan ku kepadanya.

“Silahkan ..”ucap ku mempersilahkannya bagaikan seorang tuan putri. Ia tertawa senang menanggapi tingkah ku ini.

“Gomawoeyo ..”ucapnya.

“Ne ..”ucap ku sambil tersenyum. Ia bergegas masuk kedalam tempat kursusnya itu. Baru saja aku hendak masuk kedalam mobil, tiba-tiba seseorang memanggil ku. Aku menoleh dan ternyata Taemin.

“Hyung .. Apa yang sedang kau lakukan disini?”tanya Taemin sambil ngos-ngosan karna tadi ia terlihat sedang berlari.

“Aniy .. Aku hanya mengantar teman ku kesini.”

“Oh, baiklah. Kalau begitu aku masuk dulu. Aku sudah terlambat untuk mengajar. Sampai jumpa hyung.”ucap Taemin sambil berlari kedalam tempat kursusnya. Aku baru menyadari kalau Yoona belajar menari di tempat kursus yang sama dengan Taemin.

Kemudian aku memacu mobil ku kembali kerumah ..

Onew P.O.V end

<><><><><>

Minho P.O.V

Hari ini sebenarnya tidak ada jadwal latihan, tapi karna aku bosan sepanjang siang di rumah jadi ku putuskan untuk latihan sendiri saja di lapangan tempat biasa aku berlatih. Di rumah terus sepanjang siang ini bersama Key, yang ada ia malah mengomel terus. Kepala ku seperti mau pecah saja mendengar omelannya. Seharian ini ia di rumah saja tidak kemana-mana, katanya ia lagi libur.

Tak terasa hari sudah mulai gelap. Aku segera bergegas membereskan barang-barang ku dan beranjak pulang. Tak sengaja aku melihat yeoja itu. Ya yeoja yang ku taksir akhir-akhir ini. Ia terlihat sedang membawa barang belanjaan yang cukup banyak. Ku rasa ia baru pulang dari super market. Aku mengurungkan diri untuk langsung pulang. Aku mengikutinya dari belakang sambil berjalan mengendap-endap(#mau ngerampok yagh??). Aku penasaran sekali ia tinggal di mana.

Waktu di persimpangan ada segerombolan preman di sana. Aku khawatir sekali ia akan diganggui oleh preman-preman itu. Dan ke khawatiran ku itu terbukti. Ia digoda oleh para preman-preman itu. Aku pun datang menghampiri mereka.

“Jangan ganggu dia!” ucap ku dengan tatapan marah.

“Kau siapa berani-beraninya berkata seperti itu” ucap salah satu preman itu. Ku rasa ia adalah ketuanya.

“Aku?! Aku pacarnya!” dusta ku dan tentu saja membuat yeoja itu terkejut dan membelalakkan matanya.

“Ciih .. Lebih baik kau pulang saja bocah tengik, biarkan kami menikmati yeoja ini” ucap preman yang lainnya.

Aku hanya tersenyum sinis padanya sambil mengepal kedua tangan ku menahan marah.

“Mengapa tidak pergi juga?!” bentah preman yang lainya.

“Baik aku pergi ..” ucap ku sambil menatik tangan yeoja itu dan ia hanya menurut saja. Tentu saja preman-preman itu tidak tinggal diam. Ia pun menarik tangan yeoja itu dan sukses membuat yeoja itu berteriak.

“Lepaskan tangannya!” pekik ku.

“Andwe ..” ucapnya sambil menatap menantang ku. Tanpa pikir panjang aku meninju wajah preman itu hingga ia jatuh tersungkur. Preman yang lainnya langsung menyerang ku dan tentu saja dengan sigap aku mengelak darinya. Lalu ku tendang ia hingga ia terlempar dan merasa ke sakitan. Preman yang satunya hanya diam ketakutan dan malah memilih lari.

“Pergi kalian dan jangan ganggu dia lagi!” ucap ku sambil meneriaki para preman itu untuk tidak menggangu yeoja itu.

Lalu aku menoleh ke belakang dan kulihat wajahnya benar-benar sangat ketakutan.

“Gwenchanayeo?”

“Ne ..” ucapnya lirih menahan tangis. Aku tau ia pasti sangat ketakutan sekali setelah apa yang dialaminya dan di lihatnya tadi.

“Biaklah aku akan mengantar mu pulang. Di mana rumah mu?”tanya ku.

“Gamsahamnida. Apartemen ku sudah tidak jauh dari sini” ucapnya. Lalu aku membantu membawakan barang-barang belanjaannya. Sepanjang jalan ia sama sekali tidak berbicara. Ia terlihat shock.

“Gwenchanayeo?” tanya ku memastikan keadaannya.

“Ne. Na gwenchanayeo ..” ucapnya.

“Siapa nama mu?” tanya ku lagi.

“Yoona imnida ..” ucapnya singkat.

“Na, Choi Minho imnida. Tapi panggil saja Minho.”

“Ne ..” ucapnya singkat dan merupakan kata-kata terakhir yang keluar dari mulutnya.

Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kami pun sampai di depan apartemennya. Ia menghentikan langkahnya.

“Kita sudah sampai ..”ucapnya.

“Oh .. Ne, ini barang-barang mu.” Aku menyodorkan dua kantong plastik belanjaan kepadanya.

“Gomawoeyoe.”

“Baiklah aku pulang dulu,”pamit ku padanya dan ia hanya tersenyum saja. Masih terlihat jelas wajah ketakutan yang menyelimutinya.

<><><><><>

Sesampainya di rumah ..

Kulihat teman-teman ku sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Onew hyung sedang belajar, Taemin sedang main game bersama Jonghyun dan Key sedang sibuk dengan beberapa tugasnya.

Aku berjalan gontai menaiki tangga menuju lantai 2. Benar-benar lelah, tapi aku senang karena ada peluang untuk ku lebih mengenalnya lagi. Aku jadi senyum-senyum sendiri.

Minho P.O.V end

<><><><><>

Key P.O.V

Tong .. tong .. tong .. tong ..

Aku memukul-mukul panci untuk membangunkan mereka –Onew, Jonghyun, Minho, Taemin- dari alam tidurnya.

“Ya! Ppaili irona! Sekarang sudah jam berapa, apa kalian tidak kuliah?!” teriak ku dari dapur dan aku yakin teriakan ku ini terdengar ke se-antero rumah.

Lalu aku pun meneruskan memasak, membuat sarapan pagi untuk mereka. Ya, beginilah kegiatan ku setiap pagi. Dari kejauhan ku dengar suara Taemin yang menuju dapur.

“Hyung, kau bangun pagi? Tumben jam segini sarapan sudah siap diatas meja? Kau seperti ibu kami saja”

“Ya, memang begitulah tugas ku yang selalu mengomeli kalian setiap pagi. Sudahlah cepat makan dan bangunkan yang lainnya. Aku terburu-buru sekali pagi ini. Ada sedikit urusan” ucap ku sambil melepaskan celemek bermotif hati yang ku pakai.

“Kau mau kemana hyung?” tanya Taemin.

“Aku ada janji dengan seseorang. Sudah ya. Aku pergi dulu” ucap ku lalu melongos keluar.

Segera ku nyalakan mesin mobil dan lalu ku panaskan beberapa menit, setelah itu aku pun tancap gas meninggalkan rumah. Aku tersenyum-senyum sendiri, tak sabar rasanya ingin cepat-ceoat bertemu Yoona. Sehari tak bertemu dengannya terasa setahun.

Aku menghentikan mobil ku tepat di depan apartemennya. Ia sudah menunggu ku di tepi jalan. Aku keluar dari mobil lalu menghampirinya. Ku bukakan pintu untuknya dan ia pun tersenyum.

“Gomawo Key-ssi,” ucapnya.

“Ne,” ucap ku sambil berlari kecil dan segera masuk kedalan mobil.

“Kita mau kemana?” tanyanya.

“Kita akan ke pantai, aku ingin hunting foto di sana,” ucap ku dan disambut senyum sumringah olehnya.

Kami pergi menuju Jeju Island yang terkenal akan keindahan pemandangannya. Sengaja aku mengajaknya pergi pagi-pagi, agar kami tidak kesorean ketika sampai di sana. Ku lirikan sedikit mata ku kearahnya, ku lihat ia sedang tertidur. Terlihat begitu cantik. Aku menghentikan mobilku, lalu mengambil kamera ku dan ku ambil beberapa posenya ketika ia tertidur.

<><><><><>

Akhirnya kami sampai. Ia terlihat takjub dengan pemandangan pantai yang begitu indah. Ia keluar dari mobil dengan cepatnya dan berlari menuju pantai. Aku mengikutinya dari belakang. Aku senang melihatnya tersenyum seperti itu. Aku mulai mengambil beberapa gambarnya dengan berbagai pose. Ya dia lah objek ku saat ini, tidak ada yang menandingi kecantikannya sekali pun pantai yang indah ini.

“Key-ssi. Ayo main air,” ajaknya seraya menarik tangan ku. Aku hanya menurut saja. Ia menarik ku hingga menuju pantai. Ia memercikkan air ke arah ku, dan aku pun membalasnya. Baju kami benar-benar basah.

Tak terasa hari mulai gelap, kami pun duduk bersantai di bibir pantai untuk menikmati deburan ombak berbuih menyapu pasir putih nan indah berkilauan karena bias sang surya yang mulai memasuki peraduanya. Ku raih kamera ku dan ku foto pemandangan sunset yang terpampang indah bak lukisan yang berukuran big size hasil karya sang pencipta.

“Benar-benar cantik,” ucap Yoona seraya menatap takjub.

“Tapi tidak secantik kau,” gumam ku pelan sambil terus memandang wajahnya.

“Mwo? Kau bilang apa tadi?” tanya nya.

“Aniy, kau tidak berkata apa-apa,” dusta ku.

Setelah matahari terbenam, kami pun segera kembali ke Seoul. Ku lihat ia benar-benar tertidur nyenyak sekali. Aku menghentikan mobil. Lalu melepaskan jas ku dan menyelimuti tubuh kurusnya. Ku pandangi wajahnya lekat-lekat. Jantung ku berdetak semakin cepat. Sesuatu yang bergejolak di dalam dada ku. Aku semakin menyukainya. Tanpa sengaja pandangan ku tertuju pada bibirnya yang mungil. Terlitas dibenak ku untuk mengecup bibir itu.

‘Aniy .. Aniy .. apa yang kau lakukan Key. Jika ia tau, pasti ia akan marah besar pada diri ku’.

Aku mengurungkan niat. Tapi hasrat di dalam diriku benar-benar mendorong ku ingin mengecup bibirnya. Aku mendekatkan wajah ku kearahnya. Semakin dekat dan …..

To Be Continue …

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

20 thoughts on “Everything – Part 1”

  1. nice ff,suka dah,.!!
    ,minho so sweet ya
    ,,hey key km mau ngpain,?
    q nggu POVna taem n Jjong
    _next part cpt ea,d tnggu 🙂

  2. wahhh cepet banget di publishnya… keren… paling suka adegan minho lawan lawan preman pasti so manly “andai yoona itu aqu…. #plak
    lanjut ah thooor hwaiting!!! >_<

  3. Hei, Key mau apa itu? Kesempatan bener. Onew kali pertama jatuh cinta, nih. Minho keren sudah menolong Yoona.
    Nice story. Lanjut!

  4. aaah DAEBAK
    key kamu mau ngapain tuh?

    penasaran ama next partnya, rasanya yoona bakal milih jinki deh, *reader sok tau banget*
    soalnya ga mau yoona milih Taemin.

    tinggal nunggu POV taemin ama jjong
    author HWAITING

  5. wah”, andwae key !! >,<
    jgn cium yo0na gk rela ane..
    key yg emak" jadi
    yadong bgt,, ketularan jong.. XD
    lanjut thor.. !

  6. keyy buseet dah.. baru part 1 jangan cium dulu dong!! #apalah
    keren keren… bagus banget bahasa nya ringan dan enaak banget bacanya.. rasa ayam..#plak
    next part asap ya thor! keep ur great work!!

  7. keeeeyyyyyyyy buruan ambil aer wudhuuu,,yadong aj msi sore jugaaaa…
    key sadar atuhhh,kmu ud punya akuuuuu,,,#plakPLAK..!!
    ak aj msi dianggurin,,kmu ud mw ngesun2 yoona..
    sadar keyyyyy…!!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s