Hope Dreams Come True – Part 2

Hope Dreams Come True [eps 2]

Title : Hope Dreams Come True [eps 2]

Author : Park Minri a.k.a charismagirl

Rating : PG-13, T

Genre : Romance, Friendship, Life

Length : Chapter, sequel

Cast (pairing) : Choi Minho – Park Minri,

Kim Jonghyun – Jung Yoonsa,

Kim Kibum – Lee Yeonhae,

Lee Jinki – Kim Soona,

Lee Taemin – Cho Jinra.

And the other cast find by your self.

Summary : Shining Stars Art School, adalah sebuah sekolah seni yang terkenal di Seoul, Korea Selatan. Disinilah tempat siswa bersekolah untuk menjadi seorang entertainer. Sekolah ini menerima siswa yang mempunyai bakat dan potensi. Selama tekad yang kuat dan rasa sungguh-sungguh tertanam dalam hati. Yakinlah, Dreams Come True.

Credit song : SHINee – Hello, Amigo, One, The Named I Love, Last Gift.

Intro…

Anyeong reader setia yang nunggu aku #plakk, nunggu fanfic aku maksudnya^^, mian eps kali ini lebih pendek dan banyak lagu. Mianhae *sujudsujud. Mian juga kalau banyak typo, jalan cerita yang tidak logis serta kejelekan yang lain. Don’t forget to RCL! Aku sayang good reader  & silent reader^^ Gomawo yang udah mau baca dan comment. Ok

Happy Reading~

“Aku akan berusaha, aku tidak ingin membebani ataupun merugikan orang lain. Aku akan mencoba bertahan. Paling tidak, sampai showcase ini berakhir”

Shine [eps 2]

“Yoonsa-ya, gwaenchanayo wajahmu kelihatan pucat” Minri menatap wajah Yoonsa lekat.

“Ah, gwaenchana Minri-ya. Mungkin aku hanya gugup” Yoonsa mencoba tersenyum. Lalu Minho mendekat dan menepuk pelan bahu Minri.

“Bisa kita bicara sebentar?” Minri mengangguk lalu mengekor di belakang Minho.

“Aku percaya padamu, ku harap kau tampil sungguh-sungguh” Minho memegang kedua bahu Minri dan menatapnya lekat. Lalu berbalik hendak pergi.

“Mianhae, soal perubahan lagu itu. Aku…”

“Gwaenchana Minri-ya, kita sudah berlatih keras”

Yeonhae dan Kibum tampil sebagai pembuka, mereka berdua berdoa lalu menuju panggung.

“[Kibum] Achim haessali geudaewa gatayo
Jogeum yuchihagaetjyo
Geuraedo nan eerungae joeun geol
[Yeonhae] Nareul kkaeweojun geudae yeopae ramyeon
Deo baralgae eopgaetjyo
Eereokhae geudael bogo shipeun geol

[Kibum] Sarangi eodirago mot.hal geora saenggakhaji malayo
[Yeonhae] Nareul deo neutgi jeonae
Na deo keugi jeonae japajul su itjyo?

[KY] Saranghaeyo geudaemaneul jeo haneulmankeum
Jungmal geudaeneun naega saneun eeyu.in geolyo
Geudaereul aju mani geudael michidorok anajugo shipeo
Ajik mani ppareungeojyo geureongeojyo

[Yeonhae] Eejeneun geuraedo dwaejyo geurungeojyo” Suara tepuk tangan mengakhiri penampilan Kibum dan Yeonhae, mereka saling pandang lalu tesenyum.

“Kau banyak berlatih Yeonhae-ya”

“Gomawo Kibum-ah”

Selanjutnya penampilan Taemin dan Jinra dengan gitar akustiknya, mereka berdiri berdampingan dan memberi hormat lalu suasana hening ketika suara petikan gitar mulai terdengar.

“[Taemin] Ireol ttaereul bomyeon na eorigineun hangabwa nun ape dugodo eojji haljul molla
[Jinra] Eotteoke deul sarangeul shijakago ineunji sarang haneun saramdeul malhaejwoyo

[Taemin] Eonjenga geunyeo soneul jaba bol nal olkkayo
[Jinra]Gameun dunun wiye kiss-haneun naldo wajulkkayo

[TJ] Hello, hello, nareum daero yongil naesseoyo
Hello, hello, jamshi yaegi hallaeyo
Hello, hello, naega jom seotuljin mollado
Who knows eojjeom urin jal dweljido molla

[Taemin] Hello, hello, ibeonen nareul da geolgeyo
[Jinra] Hello, hello, oh yeah, baby, baby, baby girl
[Taemin] Hello, hello jigeumeun eotteolji mollado
Who knows eojjeom urin
[TJ] Unmyeongil jimolla”

Perpaduan suara lembut Taemin dan Jinra serta petikan gitarnya mampu menyihir penonton, mereka sangat memperhatikan sampai mereka selesai bernyanyi. Selanjutnya, yeoja yang tengah membawa biola dan namja yang menjadi pasangan duetnya sudah siap memulai pertujukannya.

“[Jinki] Soni siryeowa sarangui gieogi chagapge dagawa
Aryeoonda ijeneun deo isang neoreul bujeonghago sipji anheun nareul algo itjiman
[Soona] Gakkai inneun neol saranghal su eomneungeol algo itgie
Nal barabol su eomneun neol gidarimi neomu himdeureul
Ijen gyeondil su eobseo irwojil su eopgie

[JS] Naega saranghaetdeon geu ireum
Bulleoboryeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon
Geu ireum ijen jeogeonoko na ulmeogyeo
Nae ane sumgo sipeojyeo

Neol saranghal subakke eobseotdeon
Geu nareul ijen arajwoyo
[Soona] Irul su eomneun sarangdo

[Jinki] Irul su eomneun sarangdo saranginikka” Setelah pertunjukkan berakhir, Jinki memegang tangan Soona dan melihat dengan seksama.

“Syukurlah luka di tanganmu sudah tidak apa-apa”

Sementara itu dibelakang panggung Minri terlihat sangat mencemaskan Yoonsa yang tadi diam dan hanya sesekali menyanyikan lagu yang akan dibawakannya. Sementara Jonghyun memilih latihan sendiri di pojok ruangan dengan headset di telinganya. Kini tiba giliran Jonghyun dan Yoonsa.

“Kau mencemaskannya?” Tanya Minho yang tiba-tiba disamping Minri. Sedang yang ditanya hanya mengangguk, sangat terihat sebuah kecemasan dari matanya.

“Dia tidak akan apa-apa, percayalah. Lebih baik kau konsentrasi pada penampilan kita dulu” Minho menepuk pelan bahu Minri, mencoba menenangkannya. Minri hanya menutup mukanya dengan kedua telapak tangan, lalu terdengar dentingan piano dari arah panggung.

“[Jonghyun] Nooneul ddeulgi jocha shillhusuh

Soljighi midgiji anhassuh

Majimak he uhjijan insaneun

Nasulgiman haneega

[Yoonsa] Tujineun hansooman jaggu baetuh

Dooryuhwo gasumee maejyuh

Hanmadi yego ubshi ibyulgunnehneun

Nul uddugeh miduh

[Jonghyun] I don’t know why, I can’t move on

Balgeureumee dulujiljil anha

[Yoonsa] gujimal gata oneul haruga

Gasem hanjogee apawa

[JY] Nuehgeh ggiwojon banjiga

Naesoneh chagapgeh dolawa

[Jonghyun] Nae maeum do gati doryuhbadeun

Majimah sonmul

[Yoonsa] Naege one last love” Yoonsa tersenyum senang karena sudah berhasil menyanyikannya sampai akhir. Lalu perlahan matanya terpejam dan

BRUKK

Tubuhnya ambruk dari kursi hadapan piano, untung Jonghyun sigap dan langsung mengangkat tubuhnya.

“Yoonsa-ya, bangunlah” Minri mengguncang pelan tubuh Yoonsa, setelah tubuhnya di letakkan di sofa backstage panggung showcase.

“Sebaiknya aku bawa dia ke rumah sakit” Jonghyun mengangkat Yoonsa dan langsung berjalan keluar diikuti oleh Soona dan Jinki, sedang Kibum dan Yeonhae masih tinggal.

“Kajja Minri-ya. Sekarang giliran kita. Konsentrasi, ara?” Minri mengangguk ragu.

Suara musik efek detak jantung tanda mulainya penampilan Minri dan Minho.

“[Minho] Cold heart, baby!
Cold eyes, baby!
Let’s go!

[Minri] Mannatda banhaetda
Keunyeo-ege banhaetda
Cheoeum boneun sexy
[Minho] (Keunyeodo nareul bwa)
[Minri] Wa, chagapda, chagapda
Eoreumdongju osyeotda
Hajiman sexy
[Minho] (Jamgganman gidaryeo girl)
[Minri] Naega ga dalryeoga dojeoneun neul jeulgeopda
[Minho] Hajiman sesangeun manmanhaji anhatda

Bagian reff tidak mereka nyanyikan, music terus mengalun namun mereka menampilkan penampilan dance solo.

(Minri dan Minho dance)

[Minho] Cold heart, baby!
[Minri] Eoreumdongju gateun nunbicheun malgo
Hanbeonjjeumeun useodo bwayo
Ogeum jeorigo eoreobuteo!
[Minho] Cold eyes, baby!
Miso hanbeonjjeumman naege jweo bwayo
Keunal baro geum noyemodeu
Ogeum jeorigo eoreobuteo!
[Minho] Cold heart, baby!
Yeah! alright
Cold eyes, baby!
I like that girl
Cold eyes, baby!

Suara tepuk tangan menandakan suksesnya penampilan mereka. Minri meraih tangan Minho lalu memberi hormat pada penonton, setelah itu dia langsung berlari kebelakang panggung, yang dia cemaskan saat ini adalah keadaan temannya yang sedang dirumah sakit.

***

Yoonsa pov

Kepalaku terasa berat, ku buka perlahan mataku. Dimana ini? Ruangan yang di dominasi dengan warna putih dan bau obat yang sangat menyengat. Aku mengerang pelan.

“Yoonsa-ya, gwaenchana?” suara itu, suara malaikatku. Aku menoleh ke samping, benar saja dia menampakkan wajah cemasnya. Lalu aku tersenyum.

“Gwaenchana Jonghyun-ah” Lalu Minri mendekat dan memegang tanganku. Dia ku anggap seperti adikku.

“Kenapa kau memaksakan diri huh? Harusnya kau bilang kalau kau sakit” omel Minri. Aku tertawa kecil melihatnya.

“Sudahlah Minri-ya, kau tidak perlu mengomeli orang yang sedang sakit” Aku sedikit mengangkat kepalaku. Ada Minho juga ternyata.

“Dia demam tinggi, kata dokter dia harus dirawat  selama beberapa hari” jelas Soona lalu dia mengambilkan air putih untukku. Aku meneguknya perlahan.

“Baiklah, kami harus kembali, cepat sembuh ya” ucap Taemin. Dia, Jinki, Minho, Key, Yeonhae, Jinra dan Soona pamit pulang. Sedang Minri dan Jonghyun tetap disini. Aku bingung kenapa Jonghyun juga ingin tinggal.

“Bisa ceritakan padaku mengapa kau bisa seperti ini?” Minri mendekatkan kursi dekat ranjangku, lalu dia duduk. Seperti hendak menginterogasiku. Kini kami hanya berdua. Jonghyun, dia keluar membeli makanan.

“Shireo! Nanti kau marah padaku” aku tersenyum jahil.

“Aiss, jinjja” sepertinya dia sedang kesal.

“Ne, baiklah akan ku ceritakan” raut mukanya berubah senang.

Flashback

“Jonghyun-ah, bagaimana bisa suaramu sekuat itu?”

“Aku biasa bernyanyi saat hujan deras” *author ngarang

“Jinjja?”

“Ne, aku suka hujan. Karena hujan, saat sedih pun atau menangis tidak ada yang dapat melihat air mataku”

End Flashback

“Jadi orang itu mengatakan hal yang seperti itu padamu. Aissh, paboya. Kau lihat akibatnya, jadi sakit seperti ini kan” ya, aku hanya menceritakan dengan kata ganti seseorang, orang itu, dan dia. Aku tidak ingin Minri mengetahuinya. Aku benar-benar ingin membuat suaraku yang lemah ini menjadi kuat dan dapat mencapai nada tinggi. Mungkin caraku berlebihan, aku benar-benar main hujan saat malam itu.

Jonghyun pov

Aku menghentikan langkahku, ketika Yoonsa bercerita tentang hujan, saat kami latihan waktu itu. Jadi, dia sakit karena aku. Aku masih berdiri didepan pintu, lalu kulihat Minri melangkah keluar dan sedikit terkejut karena ada aku di depan pintu.

“Jonghyun-ah, kenapa tidak masuk? Ah iya, aku minta tolong. Jagakan Yoonsa sebentar, aku harus kembali ke asrama, ada beberapa pakaian yang perlu ku bawa kesini” Aku mengangguk. “ah, iya, jangan macam-macam terhadap Yoonsa”

Pletak! Aku menjitak pelan kepalanya.

“Aku dengar kau itu playboy” dia mengelus kepalanya yang ku jitak tadi. Aku yakin Minho yang menceritakannya, mereka akhir-akhir ini dekat karena sering latihan bersama. Playboy, itu kan hanya masa lalu. Sekarang aku berubah, aku tidak ingin menyakiti yeoja lagi.

Minri berlari kecil, lalu aku masuk. Kulihat Yoonsa sedang menatap kosong kearah jendela, apa yang sedang difikirkannya?. Lalu aku berdeham dan dia menoleh.

“Mengapa kau mengikuti caraku huh?” kulihat dia mengerutkan kening, sepertinya dia bingung bagaimana aku bisa tahu sebab demamnya ini.

“Aku …” dia menggantungkan kalimatnya. Sebenarnya, aku hanya basa basi memberinya pertanyaan seperti itu, aku sudah tahu jawabannya. Tiba-tiba kudengar suara petir diluar dan benar saja, hujan sangat deras diluar sana.

“Hujan sangat deras diluar sana. Bagaimana kalau kita bernyanyi?” ucapku, lalu aku mengambil tempat duduk dan mulai menyanyikan sebuah lagu dan dia ikut bernyanyi.

“Saranghae, Yoonsa-ya”

“Mwo?” dia terlihat bingung.

“Maukah kau jadi yeojachingu-ku?” aku meneruskan kalimatku. Lalu kulihat dia tersenyum dan mengangguk pelan. Aku sungguh mencintainya, aku berjanji akan menjaganya sampai akhir.

Yoonsa pov

DEG

Dia menyatakan cinta padaku, dia malaikatku. Suaranya yang merdu selalu membuat hatiku tenang. Dia memintaku jadi yeojachingu-nya. Aku mengangguk, Apakah aku terlihat seperti tidak sungguh-sungguh, atau dengan mudahnya menerima cinta seseorang?. Tidak, aku benar-benar sudah yakin kalau Jonghyun orang yang baik, orang yang pantas untukku. Sejak kami latihan bersama, aku merasa dia memberikan perhatian lebih padaku. ya, aku mencintainya tanpa alasan. Bukankah cinta tidak memerlukan alasan?

Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan

CHU~

Lalu ku dengar langkah kaki mendekat. Langsung aku mendorong pelan tubuh Jonghyun.

“Huh, kenapa harus hujan disaat seperti ini” omel Minri, dia sedikit terkena hujan dan ditangannya terlihat beberapa bungkusan, syukurlah dia tidak melihat kejadian tadi.

“Jonghyun-ah, sebaiknya kau pulang” kata Minri. Lalu Jonghyun tersenyum padaku dan aku membalasnya. Ya, sekarang dia adalah namjachingu-ku.

Jonghyun pov

Aku senang dia menerimaku. Sekarang Yoonsa adalah yeojachingu-ku. Kini aku sudah berada di asrama.

“Bagaimana keadaannya hyung” Tanya Minho.

“Dia sudah lebih baik” aku melepas hoodie dan hendak beranjak kamar mandi sebelum Taemin menarik tanganku.

“Kau kelihatan sangat senang. Ada apa hyung?” aku hanya tersenyum menjawabnya. Aku masih ingin merahasiakan ini pada yang lain.

***

Author pov

Setelah tiga hari di rawat, Yoonsa kembali ke sekolah, dia terlihat ceria. Kini mereka berlima sedang berada dalam kelas, menunggu songsaenim mata pelajaran mengarang lagu datang.

“Ya! kau sudah banyak ketinggalan pelajaran. Nih ku pinjamkan catatanku” Soona menyodorkan buku catatannya pada Yoonsa.

“Setelah keluar dari rumah sakit, kau terlihat lebih ceria dari sebelumnya” ucap Jinra.

“Haruskah aku menceritakannya pada kalian” Yoonsa tersenyum jahil, ia senang karena membuat teman-temannya penasaran. Lalu dia menceritakan semuanya.

“MWO??” Yeonhae, Jinra, Soona dan Minri berteriak hampir bersamaan. Mulut mereka membentuk huruf ‘o’. Sebelum mereka bertanya lebih dalam, songsaenim datang. Dan namja yang sedang dibicarakan pun baru datang bersama teman-temannya. Hal ini cukup membuat yang penasaran menjadi kesal.

***

Jam istirahat tiba, Yoonsa dan Jonghyun pergi berdua. Kini semua teman-temannya sudah mengetahui tentang hubungan mereka. Mereka ikut senang.

Jinra sedang duduk di kantin sendirian. Yeonhae dan Minri sedang di perpustakaan. Soona, entah pergi kemana dia memasak bekal sendiri, jadi tidak pergi ke kantin.

Seseorang tengah melihatnya dari jauh, lalu mendekat ke arah Jinra. Taemin, kini sudah duduk di depan Jinra, menyadari dari tadi Jinra hanya mengaduk lemon  juice dan menatap kosong ke arah gelas.

“Ya! apa yang sedang kau fikirkan?” Taemin sedikit mengejutkannya.

“Ah, Taemin. Aku tidak tahu apa aku pantas sekolah disini” ucap Jinra dengan nada sedih.

“Maksudmu?” Jinra tidak meneruskan kalimatnya, dia hanya menghela nafas.

“Kalau kau ragu akan kemampuanmu, kau salah besar. Kita bisa bersekolah disini berdasarkan kemampuan. Jadi dapat dikatakan kalau kau itu orang yang berbakat”

“Tapi, aku merasa bakatku ini dipaksakan. Bukan bakat alami” Jinra meninggikan suaranya.

“Kau hanya kurang percaya diri, jangan putus asa” ucap Taemin. Lalu Jinra menatap Taemin lekat.

“Kau tahu, semua orang punya kendala untuk meraih mimpi”

***

“Minri-ya” seseorang yang Minri kenal tengah memanggilnya.

“Kibum-ah, aku tidak menyangka sekarang kau suka pergi ke perpustakaan” Minri tertawa kecil. Mengingat temannya yang satu itu dulunya adalah seorang yang paling malas ke perpustakaan, namun dia selalu mendapat nilai tinggi, mungkin cara belajarnya berbeda.

“Aissh, kau ini” Kibum memukul pelan lengan Minri dengan buku tebal yang dibawanya.

“Sttt.. jangan ribut, ingat ini per-pus-takaan” Yeonhae meletakkan telunjuk di depan bibirnya.

“Kau sudah selesai bukan? Kajja, kita keluar sekarang” Kibum menarik tangan Minri, sedang Yeonhae hanya menatap mereka dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

***

“Taemin-ah, kau di minta ke ruang kepala sekolah. Appa-mu menunggu disana” Minho menyampaikan pesan yang dia dapat langsung dari kepala sekolah.

“MWO??  Ap..Appa?”

TBC

Mengapa Taemin kaget dengan kedatangan Appa-nya? Sudah bisa ketebak couple siapa yang akan di ceritakan selanjutnya? Oke, di comment di comment *obral. Thanks for read and comment, hope you’re like this FF^^ one more time Gomawo~ *bowithMinho

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

12 thoughts on “Hope Dreams Come True – Part 2”

  1. Waaww!!
    Aku yang pertama kah?

    Author ceritanya kpendekan.
    Part selanjutnya harus lbh panjang lagi yah! #maksa, haha.

    Aku gatau mau bilang apa, bingung. Soalnya aku baru baca yang part 2nya, hehe.
    Oke, aku cari part 1nya dlu yah. Biar lebih ngerti jalan ceritanya.

  2. huwaaa pantes aku bingung sama part 2nya .. part satunya belom muncul …
    author ..
    di part pertama, aku suka bgt sma pasangan jonghyun yoonsa sama jinki soona,…
    huwaa si minho permintaannya ..
    sebenernya kibum sama minri ada apa ??
    terispirasi dri dream high kah? hebaaatt coba dream high isinya shinee semua kaya gini, wahhh makin suka .. aku …

    di part dua pasangan jongsa pacaran .. ahahahah
    ayo…ayoo lanjutannya .. ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s