Hope Dreams Come True – Part 1

Title : Hope Dreams Come True [part 1]

Author : charismagirl (@charismaagirl)

Rating : PG-13, T

Genre : Romance, Friendship, Life

 Length : Chapter, sequel

Cast (pairing) : Choi Minho – Park Minri,

Kim Jonghyun – Jung Yoonsa,

Kim Kibum – Lee Yeonhae,

Lee Jinki – Kim Soona,

Lee Taemin – Cho Jinra.

And the other cast find by your self.

Summary : Shining Stars Art School, adalah sebuah sekolah seni yang terkenal di Seoul, Korea Selatan. Disinilah tempat siswa bersekolah untuk menjadi seorang entertainer. Sekolah ini menerima siswa yang mempunyai bakat dan potensi. Selama tekad yang kuat dan rasa sungguh-sungguh tertanam dalam hati. Yakinlah, Dreams Come True.

Credit song : SHINee – Hello, Amigo, Last Gift, The Named I love, One.

Intro…

Anyeonghaseo FF ini pernah saya publish di blog saya^^ (wp: flamestory)

Happy Reading~

 

“Kalian generasi masa depan. Kalian dipilih karena bakat kalian. Jadi, berusahalah meraih mimpi. Bersainglah secara sehat dan jujur”

Prok prok prok

Tepuk tangan para siswa baru membahana, tanda berakhirnya sambutan dari kepala sekolah Shining Stars Art School.

shine [eps 1]

“Sangat beruntung kita bisa bersekolah disini Minri-ya” Soona meneguk air mineral yang baru dibelinya.

“Hmmm” Minri hanya mengguman tanda mengiyakan, pandangannya tertuju pada salah satu namja yang mengobrol dengan empat orang temannya.

“Kau lagi lihat siapa? Bukankah kita disini tidak mempunyai teman lama” Soona mengikuti pandangan dari mata Minri.

“Oh, kau melihat namja itu. Mereka lima namja berbakat yang masuk secara khusus tanpa audisi. Kau menyukai salah satu dari mereka?” Soona terlihat mengangkat kedua alisnya dan terdengar sangat antusias.

“Ah, aniyo” sedang yang di tanya hanya mengendikkan bahu.

“Jangan bohong-“

“Kau lihat namja itu, yang di samping namja tinggi? Wajahnya seperti yeoja. Hahaha” Soona langsung membekap mulut Minri yang tertawa cukup nyaring. Sedang namja yang diperhatikan hanya menatap bingung.

Soona menunduk dan tersenyum, memohon maaf atas keributan yang mereka timbulkan.

“Apa kau sudah tahu siapa teman yang sekamar denganmu nanti” Tanya Soona

“Belum tahu, aku kira kita punya kamar sendiri”

“Hai, pembagian kamar sudah di tempel, mari kita lihat” Yeonhae, teman baru mereka berdua menarik tangan Minri dan Soona pun mengekor mengikuti mereka menuju papan pengumuman.

“Minri-ssi, aku sekamar denganmu” Yeonhae terlihat senang, Minri pun tersenyum melihat tingkah teman barunya itu.

“Bagaimana denganmu Soona-ssi?” Minri bertanya pada temannya yang terus melihati papan pengumuman dari atas sampai bawah.

“Ah, ini dia. Aku satu kamar dengan Cho Jinra dan Jung Yoonsa”

“Hai, jadi kau yang bernama Kim Soona?” Yeoja yang bernama Cho Jinra memperkenalkan dirinya dan teman di sampingnya.

“Ne, naneun Kim Soona imnida” Soona membungkukkan badannya.

“Kajja! Kamar kita bersebelahan” Yeonhae, dia yeoja yang ceria dan mudah bergaul.

***

Kini Minri dan Yeonhae sedang berbenah kamar baru mereka, yang akan mereka tinggali selama bersekolah di sini. Minri sedang merapikan pakaian di lemari barunya, sedang Yeonhae membersihkan debu dan merapikan kasur bertingkat. (anggap aja kamar mereka gedenya kayak dorm)

Tok tok tok~ terdengar suara ketukan pintu diluar. Minri dan Yeonhae berpandangan, lalu Minri mengendikkan bahu. Semua siswa pasti sibuk membenahi kamar baru mereka, tapi siapa yang bertamu disaat seperti ini. Yeonhae membukakan pintu dan sedikit terkejut melihat siapa yang datang.

Minri menoleh kearah pintu dan melihat sesosok namja yang dikenalnya.

“Ah, Kibum. Ada apa?”Minri berdiri dan berjalan kearah pintu.

“Kalian saling kenal?” tanya Yeonhae

Namja yang bernama Kibum itu langsung menarik tangan Minri dan membawnya keluar tanpa menghiraukan pertanyaan dari Yeonhae. Minri hanya mengekor dibelakang Kibum.

Yeonhae menutup pintu lalu menyelesaikan pekerjaannya, setelah itu ia duduk. Tidak ada yang ia kerjakan, hingga ia memutuskan untuk berkunjung ke kamar sebelah.

“Ah, Yeonhae-ya” Yeonhae hendak mengetuk pintu namun pintu lebih dulu di buka Jinra.

“Apa kalian sibuk? Boleh aku masuk? Aku bosan tidak ada teman” ucap Yeonhae tanpa jeda.

“Masuklah. Aku pergi dulu ya” ucap Jinra seraya tersenyum.

“Yeonhae-ya, memangnya Minri kemana?” Tanya Soona setelah Yeonhae masuk.

“Entahlah, yang pasti tadi dia pergi bersama Kibum, kalian tahu kan Kibum?”

“Kibum? Bukankah dia bilang tidak kenal siapapun disini selain aku?” Soona mengerutkan kening, entah ditujukan kepada siapa pertanyaannya barusan.

***

“Kibum-ssi, untuk apa kau membawaku kesini?” Kini Kibum dan Minri berada di taman belakang sekolah. Mereka terlihat canggung.

“Bogoshippeoso”

“Ne?” Minri mengerutkan kening mendengar kata yang baru saja diucapkan Kibum.

“Bogoshippeoso Park Minri” Kibum memeluk Minri erat, sedang yang dipeluk hanya diam tanpa membalas. Lalu Minri perlahan melepas pelukan Kibum.

Flashback

“Kibum-ah, kau akan kembali ke Seoul kan?” seorang gadis yang berambut ikal menatap dalam namja di depannya.

“Entahlah Minri-ya, aku belum tahu pasti” namja di depannya tersenyum.

“Pergilah Kibum-ah, aku pasti merindukanmu” Minri mendorong pelan tubuh Kibum lalu ia berbalik. Air matanya tidak dapat terbendung lagi. Lalu ia teringat sesuatu.

“Kibum-ah, jangan lupakan impian kita” Teriak Minri, tidak peduli beberapa pasang mata tengah memperhatikannya. Sedang yang di panggil hanya mengangguk dan tersenyum.

End Flashback

“Kau masih ingat impian kita?”  Kibum memegang kedua bahu Minri dan membuatnya menghadap Kibum.

“Tentu saja, Kibum-ssi”

“Karena itulah aku kembali, aku ingin mengejar impianku menjadi seorang penyanyi, umm.. bukankah itu impianmu juga?”

Minri mengangguk dan matanya mulai berkaca-kaca. Lalu Kibum memeluknya lagi.

“Berhentilah bicara formal padaku, kita sudah lama kenal Minri-ya” pinta Kibum. Tanpa mereka ketahui ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka berdua.

***

“IREONAAA, PPALI!” Teriak Yeonhae, pagi ini ada pelajaran yang mendadak masuk lebih awal, sedang Minri belum mendengar tentang itu. Minri mengerjapkan mata beberapa kali, lalu matanya sedikit melebar setelah melihat jam dinding.

“Oh, Gosh!” Minri bergegas ke kamar mandi, dan bersiap secepatnya. Sedang Yeonhae menunggu dengan gelisah. Setelah siap, Minri dan Yeonhae langsung berlari ke kelas seni musik. Benar saja mereka hampir terlambat. Semua mata tertuju pada mereka berdua. Sedang yang dilihat hanya tersenyum kikuk.

“Mianhae songsaenim” ucap Minri lalu membungkuk dan mengambil tempat duduk.

“Baiklah, saya akan memberitahukan pada kalian bahwa setiap tahunnya siswa baru akan mengadakan pertunjukkan untuk menampilkan bakat dasar. Dan, kali ini sedikit berbeda karena kalian harus duet dengan salah satu dari teman kalian. Dan ini berdasarkan pertimbangan dan keputusan dari semua guru seni. Jadi, jangan coba-coba untuk menolak, arasseo?”

“Ne~ Songsaenim” ucap murid serempak.

“Lee Jinki – Kim Soona, Kim Jonghyun – Jung Yoonsa, Kim Kibum – Lee Yeonhae, Lee Taemin – Cho Jinra, dan Park Minri – Choi Minho” Songsaenim menutup bukunya dan menatap murid-muridnya.

“Baiklah. Kiranya cukup itu saja, jadi berlatihlah dengan sungguh-sungguh karena showcase akan di adakan dua minggu lagi” Songsaenim meninggalkan kelas dan murid-murid langsung berbaur dan menimbulkan sedikit keributan.

“Mwo? Aku dengan Choi Minho? Namja yang tinggi itu?” ucap Minri pada Yeonhae yang duduk di sampingnya. Sedang yang di ajak bicara hanya tersenyum penuh arti. Minri melihat temannya satu per satu, sepertinya teman-temannya senang dengan pasangan duet yang dipilihkan oleh guru seni. Minri, bukannya tidak senang kalau dia dipasangkan dengan Minho, tapi dia belum kenal betul dengan Minho sehingga dia merasa canggung dan takut berbuat kesalahan di tampilan perdananya.

***

Suara gesekan sepatu dan bola basket terdengar sangat jelas di lapangan indoor yang sedang sepi. Minri, entah apa yang dipikirkannya sehingga ia memutuskan untuk melakukan hobi-nya. Bermain basket adalah salah satu pelarian jika mendapat masalah. Dia memiliki hobi ini sejak masih duduk di sekolah menengah. Wajahnya yang feminim membuat orang tidak percaya dengan hobi yang dimilikinya. Drable, shoot, itulah yang dia lakukan sejak setengah jam yang lalu. Tanpa diketahuinya ada seseorang yang dari tadi memperhatikannya.

Shoot!

Senyuman mengembang dibibir Minri ketika bola yang di pegangnya masuk sempurnya ke dalam ring yang terletak dipinggir lapangan. Tiba-tiba suara tepuk tangan seseorang membuat Minri menoleh.

“Permainanmu bagus” ucap namja jangkung yang kini tengah berdiri dihadapan Minri dan menyodorkan botol air mineral dihadapannya.

“Sejak kapan kau berada disini?” Tanya Minri dengan nafas yang masih tersengal kemudian mengambil botol ditangan namja tersebut dan meminumnya.

“Sejak sejam yang lalu” Minho melihat ring sekilas dan mengambil bola di tangan Minri dengan tiba-tiba .

“Ya!” Teriak Minri yang kaget dengan perlakuan Minho. Sedang Minho hanya mendrible bola basket dengan santainya.

“Kita battle, kalau aku menang kau harus menuruti perintahku, begitupun sebaliknya” Masih mendrible lalu mendekat dengan Minri yang masih berfikir.

“Baiklah” Minri melempar handuk dan botol air mineral sembarangan, lalu berlari mengejar Minho, sulit memang karena Minho lebih tinggi darinya. Dengan susah payah dia mengambil bola lalu memasukannya. Minho tersenyum.

“Ya! kau tidak usah mengalah. Kau pikir aku tidak bisa main huh?” Omel Minri. Lalu dengan tiba-tiba Minho menyerang namun Minri masih dapat menghindar. Kemudian permainan berubah menjadi serius. Tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya skor tipis, Minri kalah.

“Hhh..hhh.. Kau hebat juga” Minri langsung duduk karena sudah kelelahan. Minho ikut duduk dan menyodorkan air mineral (lagi) pada Minri.

“Gomawo~” Minri tersenyum lalu meneguk habis minuman itu.

Minho pov

DEG

Dia tersenyum manis sekali. Jantungku berdetak tidak karuan. Wajahnya sangat cantik dengan rambut panjangnya yang ikal diikat tinggi. Yeoja unik, wajahnya se’feminim  ini tak pernah kusangka kalau dia hebat bermain basket. Lalu aku teringat sesuatu.

“Apa kau sudah memikirkan lagu apa yang akan kita tampilkan di showcase?” Minri hanya menggeleng, sesekali ia mengelap keringat di dahinya.

“Aku masih bingung” ucap Minri.

“Secepatnya harus kita fikirkan waktunya tidak lama lagi. Belum lagi kita latihan”

“Ne~” dia berbaring, sepertinya sangat kelelahan. Aku pun mengikutinya.

“Minri-ssi” aku memanggil namanya. Ia hanya bergumam.

“Aku mau minta hadiahku”

“Ne?” Ia sedikit bangun.

“Aku ingin menciummu” Benar saja perkataanku langsung membuatnya berdiri, seolah semua lelahnya telah pergi.

“Mwo? SHIREO!!!” dia langsung lari, lumayan cepat. Ah tidak, sangat cepat. Lalu aku tertawa dan mengejarnya.

“Ya! aku cuma bercanda” Teriakku, dia lalu berbalik dan ‘mehrong’. Aisss, dasar yeoja ini.

***

Author pov

Minri dan Yeonhae berkumpul di kamar Soona, Yoonsa dan Jinra. Soona sedang di dapur memasak sesuatu. Minri menikmati lagu di headphone-nya. Yeonhae, Jinra dan Yoonsa sedang berbincang.

“Soona-ya, kau masak apa?” Tanya Yoonsa yang melihat masakan Soona.

“Bukan apa-apa, hanya ayam goreng”

“Kami boleh minta kan?” ucap Jinra seraya tersenyum. Soona menggeleng membuat semua menoleh. Kecuali Minri yang masih berkutat dengan musik di Headphone-nya.

“Ini untuk seseorang” ucapnya kemudian tersenyum penuh arti.

“Nugu?” Yeonhae dengan rasa penasarannya. Lalu Minri melepas headphone-nya dan ikut mendengar cerita Soona.

Flashback

“Ahnjuma, aku pesan ayam goreng” Ucap Soona dan Jinki hampir bersamaan. Lalu mereka saling menoleh, dan Jinki tersenyum menampakkan eyes smile-nya.

“Kita pasangan duet di showcase nanti kan?” Tanya Jinki. Soona tersenyum dan mengangguk. Tidak lama pesanan mereka sudah siap dan Jinki mengajak Soona untuk makan dalam satu meja. Soona menyetujui. Lalu mereka berbincang akrab dan sesekali tertawa karena lelucon yang dibuat Jinki.

“Kau suka dengan ayam goreng?” Tanya Soona tiba-tiba, membuat Jinki sedkit mengerutkan kening.

“Tentu saja. Sangat suka malah. Ku dengar kau pandai memasak. Benarkah?” Jinki makan ayam gorengnya yang hampir habis. Tanpa menyadari wajah Soona yang sudah merona karena terus dipandangi Jinki.

“Tidak juga” Soona tersenyum.

“Bolehkah sesekali aku mencoba masakanmu?” Soona mengangguk tanda mengiyakan.

End Flashback

“Ya! wajahmu merah. Kau menyukai Jinki huh?” Yeonhae menginterogasi Soona. Teman-teman yang lain pun tertarik dengan topik pembicaraan ini.

“Ah? Aniyo…” Soona coba mengelak, sebelum teman-temannya bertanya lebih jauh. Makanannya sudah siap ia bungkus dan Soona mengambil hoodie-nya.

“Aku pergi dulu ya” pamit Soona, sedang yang lain hanya menampakkan wajah kesal karena pemeran utamanya pergi.

“Oh iya, Minri-ya bagaimana kau bisa kenal dengan Kibum?” Yoonsa membalikan badannya ke arah Minri.

“Dia… temanku waktu masih di sekolah menengah” jawab Minri ragu seraya tersenyum canggung.

“Aku kira kau menjalin hubungan spesial dengannya” goda Jinra, Minri hanya tertawa kecil. Tanpa mereka sadari raut wajah Yeonhae berubah setelah mereka mengungkit masalah Kibum.

***

“Ireol ttaereul bomyeon na eorigineun hangabwa nun ape dugodo eojji haljul molla
Eotteoke deul sarangeul shijakago ineunji sarang haneun saramdeul malhaejwoyo

Eonjenga geunyeo soneul jaba bol nal olkkayo
Gameun dunun wiye kiss-“ Jinra berhenti bernyanyi setelah melihat Taemin memperhatikannya.

“Kenapa berhenti. Aku suka suaramu dan permainan gitar akustik itu” Ucap Taemin seraya tersenyum. Lalu dia mengambil tempat duduk di dekat Jinra.

“Bagaimana kalau showcase nanti kita menyanyikan lagu ini?” ajak Taemin. Jinra masih berfikir.

“Umm… Kau yakin?”

“Tentu saja”

“Mianhae, bukannya aku meragukan suaramu, tapi bakatmu lebih kuat di bidang tari, kau bisa menampilkan dance terbaikmu saat showcase nanti” Jinra sedikit membunyikan suara gitarnya.

“Bagaimana denganmu? tidak seimbang kalau hanya aku yang aktif di atas panggung nanti” ucap Taemin sedikit kesal.

“Tapi…”

“Gwaenchana, aku akan berlatih lebih keras untuk vocal-ku. Kau bisa kan membantuku?” Taemin memegang tangan Jinra, dan sedikit membuat Jinra tersentak. Jinra tersenyum lalu menggangguk.

***

Showcase tinggal seminggu lagi. Sudah cukup banyak waktu yang terbuang untuk memikirkan lagu yang akan mereka bawakan. Masing-masing pasangan duet tengah sibuk latihan. Dan tentu saja mereka berlatih secara terpencar. Ada yang menggunakan lapangan basket, taman belakang, ruang kelas, ruang seni sampai kantin sekolah.

Klik!

Minho menekan tombol play pada tape recorder yang cukup besar.

“Cold heart, baby!
Cold eyes, baby!
Let’s go!…”

Setelah cukup lama berfikir keras, akhirnya mereka putuskan untuk memilih lagu ini. Dengan alasan, music beat yang mengalun akan memudahkan mereka menggerakkan tubuh dan nyanyiannya yang tidak begitu sulit, serta sangat cocok dengan suara berat yang dimiliki Minho.

Minho dan Minri mulai menggerakkan tubuh mereka dengan penuh semangat, saat ini mereka hanya latihan dance. Untuk latihan vocal, mereka putuskan untuk berlatih sendiri-sendiri dulu. Dengan bermodal mental yang siap dan percaya diri dan rasa optimis, mereka yakin showcase perdana kali ini akan berlangsung sukses.

***

Soona dengan cukup sulit membawa biola miliknya yang sudah bertahun-tahun menemaninya. Tangannya masih terasa sakit. Dia berlatih cukup keras karena takut berbuat kesalahan saat showcase.

“Biar aku yang membawanya” Jinki merebut biola di tangan Soona, lalu mereka berjalan menuju ruang kelas yang sudah mereka tetapkan sebagai tempat latihan.

Setelah sampai, Soona mengeluarkan peralatan biolanya dan mulai menggesekannya. Jinki pun mulai bernyanyi.

“Soni siryeowa sarangui gieogi chagapge dagawa
Aryeoonda ijeneun deo isang neoreul bujeonghago sipji anheun nareul algo itjiman

Gakkai inneun neol saranghal su eomneungeol algo itgie
Nal barabol su eomneun neol gidarimi neomu himdeureo
Ijen gyeondil su eobseo irwojil su eopgie-“

Ccciiitt!

Suara kasar dari gesekan biola membuat Jinki menghentikan nyanyiannya.

“Aaauu” Soona meringis, karena tangannya terkena tali biola yang putus.

“Gwaenchana Soona-ya” Jinki terlihat khawatir dan memegangi jari Soona yang tengah berdarah. Lalu dia segera mengambil kotak P3K yang ada di pojok ruangan kelas. Lalu mengobati tangannya dengan hati-hati.

“Sebaiknya, kau istirahat. Jangan terlalu memaksakan diri. Percayalah, semuanya akan baik-baik saja” Soona tersenyum dan mengangguk pelan karena perhatian yang Jinki berikan padanya.

***

Suara dentingan piano mengalun indah di ruangan yang penuh dengan alat musik itu. Suasana semakin terasa damai ketika suara merdu Jonghyun diiringi suara dentingan piano dari jari-jari indah Yoonsa.

“Nooneul ddeulgi jocha shillhusuh

Soljighi midgiji anhassuh

Majimak he uhjijan insaneun

Nasulgiman haneega

Tujineun hansooman jaggu baetuh

Dooryuhwo gasumee maejyuh

Hanmadi yego ubshi ibyulgunnehneun

Nul uddugeh miduh…

Naege one last love”

Dengan di akhiri suara Yoonsa ft Jonghyun, semakin indah terdengar lagu yang akan mereka bawakan nanti. Jonghyun tersenyum ke arah Yoonsa, lalu Yoonsa membalas, Jonghyun merasa sedikit berbeda dengan wajah Yoonsa.

“Kau sakit? Kenapa wajahmu pucat sekali?” Jonghyun, mendekatkan punggung tangannya ke dahi Yoonsa namun di tepisnya.

“Gwaenchana Jonghyun-ah, cukup sampai disini latihannya. Anyeong~” Yoonsa berdiri dan meninggalkan Jonghyun sendirian, sedang Jonghyun hanya menatap punggung Yoonsa sampai sosoknya hilang.

***

“Saranghaeyo geudaemaneul jeo haneulmankeum
Jungmal geudaeneun naega saneun eeyu.in geolyo
Geudaereul aju mani geudael michidorok anajugo shipeo
Ajik mani ppareungeojyo geureongeojyo”

“Yeonhae-ya, tolong kontrol emosimu. Karakter suaramu kuat seperti Jonghyun hyung, akan lebih baik jika kau mengimbangi suaraku dan sedikit menurunkan nada” Kibum terlihat sangat serius dengan perkataannya.

“Ne~, mianhae Kibum-ah, akan ku coba”

TBC

Don’t forget to RCL!^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

15 thoughts on “Hope Dreams Come True – Part 1”

  1. Perasaan aku ya waktu itu aku udah liat part 2 nya, tp gak nemuin part 1 nya. Seru juga nih ff 😀 ciee onew udah curi perhatian aja nih, next chap nya ya thor! xD

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s