My Special Travel Agent [1.2]

My Special Travel Agent [1.2]

Author             : Maulisa a.ka Mayujita a.k.a Mayuki

Main cast         : Onew & YUI

Suporting cast : Member SHINee, Manajer Hyung, Namja pencuri.

Length             : Twoshoot

Genre               : Romance, Friendship.

Rating              : PG-15

 

“ Akhirnya…. aku sampai juga di Seoul!!” seorang yeoja berdiri didepan bandara Incheon dengan 1 koper besar disampingnya dan sebuah tas ransel dipunggungnya. Dia mengangkat tangannya untuk merenggangkan otot-ototnya yang pegal karena perjalanan dari Tokyo ke Seoul.

“ Jadi aku mulai dari mana ya?” lanjut Yeoja itu setelah merasa badannya sudah lebih baik, sambil mengeluarkan sebuah buku panduan wisata. Dia memperhatikan tempat-tempat wisata di Seoul yang -menurut buku itu- wajib dikunjungi. Dia mengeryitkan keningnya, berpikir.

“ Hmm.. jadi yang pertama akan kukunjungi apa ya baiknya?” tanyanya lagi pada dirinya sendiri sambil menggerak-gerakkan bibirnya lucu. Selagi yeoja itu berpikir seseorang mengamatinya tanpa disadari yeoja itu sendiri.

“ Ada yang bisa saya bantu nona cantik?” tanya seseorang mengagetkan yeoja tersebut. Yeoja tersebut mengangkat kepalanya dari bukunya untuk melihat orang yang -sepertinya-  berbicara padanya. Yeoja itu melihat ke sekelilingnya. Tidak ada siapa-siapa di dekatnya. Lalu dia menunjuk dirinya sendiri dengan tampang polos.

“ Anda berbicara dengan saya?” tanya Yeoja itu sopan dengan wajah lugu pada namja yang tadi berbicara. Namja itu tersenyum dan mengangguk.

“ Biar aku bantu nona cantik ini membawakan kopernya yang sepertinya berat ini” tawar namja itu. Yeoja itu hanya menatap namja tadi dengan wajah yang mengisyaratkan ketidakpercayaan. Namja yang ditatapnya hanya menunjukkan senyum yang –sepertinya- tulus. ‘Mungkin dia orang baik yang memang mau membantuku’ begitu pikir yeoja polos ini.

“ Ba…baiklah. terimakasih tuan. Ternyata orang-orang Korea itu baik-baik ya? Oh iya tuan kenalkan namaku Yoshioka Yui. Aku baru tiba di Seoul satu jam yang lalu dari Tokyo” yeoja itu berbicara panjang lebar pada namja yang menawarkan bantuan tadi.

“ Ohh begitu. Pantas saja kau bisa mudah ditipu seperti ini nona! Kau harus lebih banyak belajar untuk tidak mudah percaya pada orang yang tidak kau kenal!” seru namja itu dan berlari membawa koper Yui berserta seluruh isinya. Yui hanya terpaku menatap kopernya yang berharga dibawa pergi oleh namja yang sesaat lalu dia anggap orang baik.

“ Arrggggggghhhhhhhhh! Pencuri koper!!” teriak Yui begitu tersadar. Tapi terlambat.. namja itu sudah tidak terlihat lagi. Yui hanya menghela napas panjang. Bagaimana dia bisa pulang jika seluruh uang tranport, kartu kredit, pasport, barang berharga dan baju-bajunya ada di dalam koper yang dibawa namja tadi? Saat ini yang ada didalam tas ranselnya hanya ada 1 pasang baju, ponselnya, dan sedikit uang yang tadi dia pisahkan dari uangnya yang ada di koper untuk jaga-jaga.

“ Apa yang harus kulakukan? Aku kan hanya ingin berlibur disini. Kenapa aku harus mengalami ini bahkan sebelum aku benar-benar memulai liburanku? Kau memang bodoh Yui!” Yui meratapi nasibnya sambil berjalan gontai ke.. entalah dia sendiri tidak yakin akan kemana. Dia membiarkan kakinya membawanya tanpa tahu arah.

Sudah 1 jam Yui terus berjalan tanpa arah. Tanpa dia sadari dia sudah berada di sebuah tempat yang sepertinya adalah Taman Kota.  Sekarang kakinya sudah pegal dan perutnya sejak tadi sudah meminta untuk segera di isi. Lalu dia memutuskan untuk duduk dulu disebuah tempat duduk terdekat dibawah pohon rindang. Dihadapannya ada sebuah air mancur yang indah. Ia berjalan menuju tempat duduk itu. Tapi tiba-tiba dia ditabrak oleh seseorang yang sedang berlari. Mereka berdua jatuh kedalam kolam dengan air mancur itu. Yui membasuh wajahnya yang basah karena air, dia membuka matanya dan melihat bahwa bukan hanya wajahnya saja yang basah tapi seluruh tubuhnya sudah basah oleh air kolam itu bahkan ranselnya juga ikut basah dan sudah pasti isinya juga basah. Yui hanya terdiam tak mampu lagi untuk berpikir. Orang disebelahnya bergerak mengusap air dari wajahnya. Lalu orang itu menarik tangan Yui keluar dari Kolam itu dan membawa Yui bersembunyi di balik pohon yang tak jauh dari kolam itu. Yui yang entah kenapa sepertinya otaknya bekerja menjadi begitu lambat sejak kopernya hilang bersama namja tak bertanggung jawab itu hanya terdiam mengikuti semua perlakuan orang itu.

Orang yang tadi menabrak Yui mengintip dari balik sela-sela pohon tempat mereka bersembunyi. ‘cih! Kenapa mereka terus mengikutiku sih?’ umpat orang –yang ternyata seorang namja itu- dalam hati. Lalu dilihatnya kerumunan orang yang tadi mengejarnya, sekarang sudah pergi dari taman itu. Dia bernapas lega telah lepas dari orang-orang itu. Lalu dia meyenderkan punggungnya di batang pohon besar yang sudah melindunginya itu.

“ Hiks.. hikss” namja itu kaget mendengar tangisan Yui. Dia pikir salah satu dari orang-orang tadi berhasil menemukan dia. Tapi ketika dia menoleh yang dilihatnya adalah seorang Yeoja yang basah kuyup sedang menangis. Ah ya dia ingat tadi tanpa sengaja dia menabrak yeoja ini ketika sedang melarikan diri dan mereka berdua jatuh kedalam kolam taman. Tapi kenapa yeoja ini menangis? Apa karena dia?

“ Gwenchana yo?” tanya namja itu pada Yui yang masih menangis. Tangis Yui semakin keras ketika mendengar namja itu bertanya. Namja itu hanya menatap Yui bingung. Apa yang harus dia lakukan?

“ Maaf, aku sudah membuatmu basah begini. Aku benar-benar minta maaf” kata namja itu dia rasa saat ini meminta maaf adalah hal yang terbaik karena salahnya lah yeoja itu menjadi basah seperti itu. Tangis Yui perlahan-lahan mereda. Walaupun sesekali air matanya masih mengalir dari matanya. Namja itu hanya memperhatikan penampilan Yui yang sangat berantakan saat ini. Wajahnya sedikit merah akibat menangis, rambut panjang sebahunya basah dan acak-acakan, jaket dan celana jeans yeoja itu sudah kotor karena tanah ketika mereka bersembunyi dibalik pohon itu. tapi yang menarik perhatian namja itu adalah wajahnya yang tidak seperti orang Korea kebanyakan. Mungkin dia operasi plastik hingga bisa memiliki bentuk wajah yang menurutnya hampir sempurna itu.

“ Apa kau sudah baikan?” tanya namja itu. Yui hanya mengangguk kecil masih sedikit sesegukkan.

“ Kenapa? Apa semua orang korea itu jahat? Tadi koperku di curi! Sekarang bajuku dan semua barangku yang tersisa basah? Apa yang harus kulakukan? Bahkan sekarang aku sudah tidak punya satu bajupun untuk mengganti bajuku ini” ratap Yui. Namja itu menatap Yui yang tiba-tiba berkata seperti itu dengan tampang bersalah.

“ Maafkan aku.. aku benar-benar minta maaf” kata namja itu tulus. Yui menatap namja itu dengan tatapan curiga. Ia tidak mau ditipu dua kali. Namja itu menatap Yui sambil tersenyum. Yui melihat senyum itu begitu Tulus. Ia rasa kali ini dia tidak salah menilai orang. Karena namja ini benar-benar terlihat menyesal dan senyumnya… ya senyumnya begitu tulus.

“ Apa kau bukan orang Korea?” tanya namja itu. Yui menggeleng sebagai jawaban.

“ A..aku baru tiba dari Tokyo beberapa jam yang lalu” kata Yui. Namja itu kembali tersenyum. Pantas saja wajahnya sedikit berbeda dengan orang Korea.

“ Baiklah.. dimana tempat tinggalmu? Aku bisa mengantarmu” tawar namja itu.

“ Eh? Aku… aku tidak punya tempat tinggal di Seoul. Semua barang dan uangku sudah dicuri, termasuk pasportku” jawab Yui sedih. Namja itu tidak tega melihat yeoja dihadapannya ini. Ia merasa bersalah sudah membuat yeoja itu menjadi begitu berantakkan.

“ Kalau begitu kita kerumahku saja. Kau bisa mengganti pakaianmu dan istirahat di sana” tawar namja itu. Yui menatap namja itu curiga. Mungkinkah ia akan ditipu lagi seperti dibandara tadi? Namja itu tertawa melihat ekspresi Yui.

“ Kau tidak perlu takut begitu. Aku tidak akan menipumu. Apalagi berbuat macam-macam padamu. Aku hanya ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi tadi” kata namja itu. Yui menatap mata namja itu mencari sebuah kebohongan disana. Tapi dia tidak menemukannya. Baiklah dia akan mengikuti apa mau tuan yang ada dihadapannya ini. Lagipula tubuhnya sudah sangat lelah. Siapa tahu dia bisa benar-benar istirahat dirumah namja itu. Yui mengangguk pelan dan dilihatnya Namja itu tersenyum manis padanya.

“ Oh iya aku lupa memperkenalkan diriku. Lee Jinki imnida. Kau bisa panggil aku Onew” kata namja itu sambil tersenyum manis pada Yui.

***

“ Jadi… kau baru tiba di Korea untuk berlibur. Tapi dibandara kopermu yang berisi semua barang berhargamu dicuri seseorang? Kasian sekali” kata Onew ketika mereka berada di dalam mobilnya menuju ke rumah. Yui hanya mengangguk lemah.

“ Apa semua orang Korea itu jahat? Aku pikir mereka ramah-ramah” kata Yui pelan. Onew mengalihkan pandangannya sebentar untuk melihat yeoja yang ada di sebelahnya lalu kembali terfokus pada jalanan.

“ Jangan berpikir bahwa semua orang Korea itu jahat. Memang ada beberapa dari mereka yang jahat. Tapi tidak semuanya. Lihat aku! Apa kau pikir aku orang jahat?” tanya Onew sambil menatap Yui. Yui menatap mata Onew dan melihat tidak ada kejahatan sedikit pun pada mata Onew. Yui menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Onew tersenyum menatap Yui dan kembali memperhatikan jalanan.

Kriiiuuuukkkkkkkk

Wajah Yui merona merah. Ahh kenapa perutnya bisa berbunyi sekencang itu? onew tertawa melihat wajah Yui yang merah.

“ Apa kau lapar?” tanya Onew. Yui hanya mengangguk pelan karena masih malu.

“ Baiklah kita bisa makan dulu. Tapi bajuku masih basah. Kalau begitu kita ke butik dulu sebelum makan” kata Onew lalu memutar setirnya berbelok ke kanan diperempatan jalan.

“ Tapi Onew-ssi bagaimana dengan aku? Bajuku…” Yui ragu melanjutkan kata-katanya. Onew terkekeh pelan melihat Yui.

“ Tenang saja sebagai permintaan maafku. Aku akan membelikanmu baju ganti” kata Onew sambil tersenyum.

Mereka memasuki sebuah butik ketika sudah sampai. Seorang pegawai menyambut mereka dengan ramah.

“ Selamat Sore, Tuan Lee. Apa yang bisa saya bantu?” tanya seorang pelanggan yang di name tag nya bertuliskan Park Hye ra.

“ Selamat Sore nona Park. Aku hanya ingin mencari baju ganti untukku dan yeoja ini. Kau lihatkan kami begitu basah” kata Onew ramah. Park Hye Ra terseyum lalu mempersilahkan mereka memilih baju-baju yang di gantung di seluruh bagian ruangan itu.

“ Silahkan pilih baju yang kau suka” kata Onew sambil tersenyum manis. Yui melihat-lihat baju yang ada disana. Dia tertarik pada salah satu baju yang dipakai oleh sebuah manekin wanita. Sebuah kaos putih polos sepanjang setengah paha ditutupi jaket abu-abu dan celana denim hitam terlihat sangat nyaman dipakai bahkan oleh manekin yang tidak bisa bicara sekalipun. Yui berjalan mendekti manekin itu dan melihat harga yang tertera di bawah manekin itu. eh? Mahal sekali!! Yui berjalan menghampiri Onew yang sedang memilih-milih bajunya. Yui menarik ujung T-shirt Onew yang berhasil menarik perhatian Onew. Onew menatapnya dengan tatapan bertanya.

“ Apa kita tidak bisa membeli baju di tempat yang lebih murah saja seperti mall dengan diskon besar-besaran?” tanya Yui pada Onew. Onew hanya tertawa mendengar kata-kata Yui.

“ Tidak apa-apa aku yang bayar semuanya. Pilih saja yang kau suka” kata Onew.

“ Tidak. Aku tidak bisa membiarkanmu membelikan aku baju-baju mahal itu” jawab Yui. Onew tersenyum.

“ Hmm.. sebenarnya ini rahasia. Aku punya kartu diskon untuk membeli semua baju disini” Jawab Onew sambil tersenyum. Lalu dia menjentikkan jarinya dan 2 orang pegawai butik datang menghampiri mereka.

“ Berikan gadis ini baju yang telihat nyaman dipakai. Dan sepertinya dia lebih suka memakai baju yang sederhana seperti Jaket, kaos dan denim” kata Onew pada kedua Pegawai itu dan 2 pegawai itu segera membawa Yui keruang ganti. Onew tersenyum. Sebenarnya yang ia bilang kartu diskon itu bohong. Sebenarnya pemilik butik ini adalah Bibinya jadi dia tidak perlu membayar jika membutuhkan baju.

Beberapa saat kemudian Yui dan Onew sudah keluar dari butik dengan pakaian baru mereka sambil menenteng kantong Plastik yang berisi pakaian mereka yang basah. Onew menggunakan T-shirt yang di tutupi kemeja kotak-kotak di luarnya dan celana Jeans biru. Yui -yang dipaksa- memakai baju yang tadi dia lihat di gunakan oleh manekin wanita itu.

“ Kau terlihat lebih baik dibanding pertama aku melihatmu dibawah pohon itu” kata Onew ketika mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka. Yui hanya tersenyum mendengar pujian Onew. Tapi ada sesuatu yang menganggu pikirannya saat ini.

“ Onew-ssi.. kenapa kau begitu baik padaku? Bukankah kita baru saja bertemu hari ini. Tapi aku merasa kau sudah menganggapku sebagai temanmu?” tanya Yui yang berhasil membuat Onew menolehkan kepalanya. Iya ya kenapa dia bisa begitu baik pada yeoja yang bahkan baru dia temui tadi dengan tak sengaja. Bahkan dia tidak pernah bisa merasa nyaman kepada yeoja-yeoja yang bekerja satu agensi dengannya. Entahlah mungkin dia hanya kasian pada yeoja ini.

“ Aku hanya berusaha bertangggung jawab pada apa yang telah terjadi tadi. Lagipula aku ingin membuktikan padamu bahwa tidak semua orang korea itu jahat seperti yang kau pikirkan” jawab Onew sambil tersenyum. Yui hanya tersenyum, tapi hatinya sedikit mencelos mendengar jawaban Onew. Dia juga tidak mengerti kenapa dia merasa seperti itu.

“ Wah. Yui-ssi bagaimana kalau kita makannya di rumahku saja? Jalanan menuju resaturant langgananku macet begini” kata Onew.

“ Terserah kau saja” kata Yui. Onew tersenyum dan segera memutar setir mobilnya menuju arah yang berlawanan. Tak lama kemudian mereka sudah tiba di sebuah bangunan apartement yang cukup bagus. Onew mempersilahkan Yui turun dari mobilnya dan mempersilahkan Yui masuk ke gedung bersamanya. Didepan kamar bertuliskan 102, Onew membuka pintu dan mempersilahkan Yui masuk. Yui memperhatikan sekeliling ruangan itu. ruangan itu terlihat begitu nyaman. Onew segera menuju ke dapur rumahnya. Dan mengambil celemeknya dan mulai berkutat dengan bahan makanan. Yui berjalan menghampiri Onew yang sedang memasak.

“ Kau bisa memasak Onew-ssi?” tanya Yui sambil mengamati Onew. Onew tersenyum.

“ Kau tunggu saja di ruang makan ya?” kata Onew terkesan memerintah. Tapi Yui merasa ia benar-benar tidak bisa menolak perkataan Onew. Ia duduk manis di depan meja makan. Tak berapa lama kemudian Onew datang membawa hidangannya. Dia menghidangkan dua piring Spagetti yang sepertinya sangat lezat di mata Yui yang perutnya sejak tadi sudah minta di isi.

“ Silahkan dimakan! Aku tahu kau pasti sudah lapar sejak tadi” kata Onew melihat Yui hanya menatap piringnya. Yui mengangkat kepalanya dan menatap Onew yang sedang tersenyum. Yui mengambil garpunya dan mulai menyendok Spagettinya. Onew tersenyum senang melihat Yui.

“ Selamat makan!” seru mereka bersamaan.

***

“ Onew-ssi.. boleh aku minta tolong sesuatu lagi?” tanya Yui pada Onew ketika mereka sedang sarapan. Ya Sudah 2 hari Yui tinggal bersama Onew. Onew meminta Yui untuk tinggal di rumahnya selama beberapa waktu karena Yui tidak punya apa-apa untuk hidup diluar. Yui hanya pasrah ketika Onew memakasanya.

“ Kau itu seorang gadis! Kau juga tidak tau apapun tentang Korea dan Seoul. Dan melihat pengalamanmu terdahulu, sepertinya kau ini orang yang mudah ditipu. Jadi tinggal saja disini. Lagipula aku akan jarang ada disini. Jadi kau bisa menempatinya sesukamu. Lagipula aku masih punya satu kamar kosong untukmu!” begitulah kata Onew, lagi-lagi Yui merasa dia tidak bisa menolak perkataan Onew.

“ Katakan saja” kata Onew.

“ Sudah dua hari aku tinggal disini. Tapi aku tidak bisa membayarmu. Aku jadi tidak enak” kata Yui sambil menunduk. Onew menatap Yui.

“ Kita sudah membicarakan ini Yui! Aku tulus ingin membantumu. Jadi jangan biarkan aku terlihat seperti namja jahat yang membuat seorang yeoja malang membayar sesuatu yang kuberikan. Ok?!” kata Onew tidak sabar. Setiap kali mereka makan bersama Yui pasti membahas ini. Yui hanya terdiam pasrah.

“ Oh iya. Minggu depan aku libur. Bagaimana kalau aku menjadi Agen Travelmu selama sehari. Sejak kau tiba di Korea kau belum pernah Jalan-jalan kan?” tanya Onew sambil tersenyum manis, seakan-akan tadi Yui tidak membuatnya marah sama sekali. Yui menatap Onew dengan mata berbinar. Sudah lama dia ingin jalan-jalan keliling Seoul. Karena itulah tujuannya dia datang ke Seoul sebelum kejadian koper itu membuatnya tidak bisa kemana-mana.

“ Benarkah? Tapi apa tidak masalah? Apa para Mvp’s mu tidak akan marah melihatmu keliling Seoul bersamaku?” tanya Yui ragu ketika mengingat bahwa Onew adalah salah satu anggota Boyband yang sedang naik daun di Korea.

“ Mereka tidak akan tahu. Mereka tidak pernah menggosipkan aku karena aku tidak pernah memiliki perasaan pada yeoja manapun yang mereka tahu aku sangat cinta pada ayam! Jadi aku akan menyamar!” kata Onew. Yui tersenyum, tapi dalam hatinya ada yang mengganjal setelah mendengar perkataan Onew. Jadi Onew tidak pernah merasakan apapun padanya? Hei tunggu apa dia merasakan sesuatu pada Onew? Tidak ini tidak boleh.

“ Bagaimana?” tanya Onew membuyarkan lamunan Yui. Yui hanya mengangguk senang. Onew tersenyum melihat Yui begitu senang. Entah kenapa dia selalu ingin melihat Yui tersenyum seperti itu. Apa dia punya Perasaan khusus pada Yui? Tidak .. tidak mungkin. Mereka baru saja bertemu 3 hari yang lalu.

***

“Hyung! Malam ini kau pulang kerumah lagi?” tanya Taemin pada Onew setelah mereka selesai rekaman. Onew hanya mengangguk.

“ Ini sudah sangat larut Hyung! Rumahmu cukup jauh dari sini. Lebih baik kau pulang ke Dorm saja bersama kami kan lebih dekat” usul Key. Onew menggeleng.

“ Tidak. Aku harus pulang. Yui pasti sendirian. Dia itu mudah sekali percaya pada orang lain. Bisa-bisa dia dihipnotis orang” jawab Onew. Ke empat Dongsaeng-nya menatapnya curiga. Sejak yeoja yang bernama Yui itu tinggal di rumah Hyung mereka satu minggu yang lalu, Onew selalu pulang kerumah. Padahal dulu Onew yang paling betah  berada di Dorm walaupun itu hari libur.

Onew mengendarai mobilnya dengan senyum mengembang diwajahnya. Dia menatap ke arah Kotak berbungkus kertas kado di sebelahnya. Dia sengaja membelikan Yui hadiah. Entah kenapa sejak Yui tinggal dirumahnya, rasanya dia selalu ingin membelikan apapun untuk yeoja itu. Seandainya Yui tidak mengingatkannya untuk tidak boros pasti semua uangnya sudah di belikan hadiah untuk yeoja itu. Apa ini yang disebut Cinta? Onew sudah lupa bagaimana itu cinta ketika Yoona, mantan yeojachingu-nya memutuskannya karena namja lain 4 tahun yang lalu. Arrggghhhh! Onew tidak mau lagi mengingat Yoona.

Onew berjalan didalam kegelapan ruang tamunya menuju dapurnya begitu ia tiba dirumah,  ia merasa begitu haus ditengah malam begini. Setelah memenuhi tuntutan tenggorokkannya dia berjalan ke kamarnya untuk istirahat. Ketika dia mau membuka pintu kamarnya terdengar suara Yui dari kamar sebelah.

“ Haha (ibu) … kumohon jangan tinggalkan aku. Aku mohon.. aku mohon.. chichi(ayah) jangan biarkan aku sendiri.. Kumohon aku-…hhh..hh..” Yui terbangun dari mimpinya. Dan melihat Onew yang sudah duduk di tepi tempat tidurnya dengan wajah khawatir.

“ Kau baik-baik saja?” tanya Onew. Yui hanya tersenyum lemah. Air matanya jatuh setiap kali mimpi itu datang, mimpi tentang hari dimana Ibu dan Ayahnya pergi meninggalkannya selamanya. Yui menangis sambil memeluk kedua kakinya. Onew melihat Yui yang sedang menangis. Dia tidak tahu apa yang membuat gadis itu menangis seperti itu tapi Dia tidak tahan melihat Yui yang sedang menangis seperti itu. Hatinya terasa seperti disayat. Ia mendekatkan tubuhnya ke Yui dan merangkul Yui dalam pelukannya.

~ To be Continued

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FFv
Advertisements

45 thoughts on “My Special Travel Agent [1.2]”

    1. ahh Gomawo udah dibaca.. hehe ini salah satu Fanfic favorite ku hehe aku udah kirim langsung 2 part kalo ga salah tapi entahlah.. nanti aku tanya sama Admin dulu ya.. makasih udah baca 🙂

  1. Terlalu gampang percaya sama orang lain, Yui jadi kerampokan. Beruntungnya ketemu Onew. Mungkin tidak mereka bisa jadian?
    Nice story. Lanjut!

  2. Wahhh,,, cerita Sweet banget!!! Oohh Onew baik hati sekali,, aku juga mu dongg Ke Korea kayak Yui trs ditolong Sama Key,,hehe #ngayal tingkat dewa,,

    Hmm kira2 Onew-Yui jadian gx ya,,, penasaran,, ditunggu part 2ny,, Semangat!!!

  3. Onew nya so sweet bgt… 🙂

    Wah,, yui nya kasian bgt… Baru dtg udh ditipu org… Udh gtu ktabrak sm onew lg…
    Tp,, enk jg jd yui… Bs akrab sm onew…

    Ah yui,, bikin q iri… 😀

  4. huwaa kenapa tbcnya disini … huwaaa…
    suka bgt … keren… yui ahaha itu yui yg penyanyi itu bukan sih ?? iya ya … ahahahah
    enak bgt … pengen jadi yui disini…

  5. Kereeeeeeeeen!!!aq sukaa >.<
    diajak tinggal ma dubu aq juga mau,,bgt malah,apalgi kalo minho(?),wkwk..
    Aih..gg sabar pengen baca next part.a 😀 😀
    cie..mulai tumbuh benih" cinta tu..haha…
    Aq tgu next part.a jgn lma lama yah 😉

  6. Jeongmal gomawo sama semua yang udah baca aku seneng hehe kalo penasaran bisa datang ke Blog ku hehe udah di post disana juga soalnya hehe 🙂
    tinggal klik mayujitanya hehe

  7. Jadi travel agent? Wuah mau banget punya travel agent macem onew ahahahahah
    “Mereka tidak akan tahu. Mereka tidak pernah menggosipkan aku karena aku tidak pernah memiliki perasaan pada yeoja manapun yang mereka tahu aku sangat cinta pada ayam!”
    Itu agak jlep tapi kocak jugaa aduhh wkwkwkkw
    Lanjut baca part 2nyaa ~~ ehehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s