Everything – Part 3

Title : Everything [Part 3]

Author : Shineelover14

Main Cast : Member SHINee, Im Yoona SNSD

Support Cast : Han Seung Yeon KARA

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship

Lenght : Chapter

Disclaimer : FF ini terinspirasi waktu aku liat MV-SHINee yang Replay Jap. Versi. Cuma aku buat dalam bentuk imagenasiku loh. FF ini juga pernah aku publis dibeberapa blog. Buat yang udah pernah baca, mohon comment lagi. J

A/N: Pertama-tama aku mau ngucapin banyak terima kasih buat admin yang dengan baik hati mau ng-postin FF aku. Ke dua, buat readers yang udah nunggu-nunggu FF ini makasi banget. Jangan lupa commentnya yang.

Onew P.O.V

“Yoona-ssi,” gumam ku tak percaya. Ia terlihat terkejut ketika melihat ku. Apa yang sedang ia lakukan disini? Mengapa ia bisa tahu rumah ku?

“Siapa hyung?!” teriak Key.

Aku tak menjawab. Aku dan Yoona hanya saling memandangi satu sama lain, seperti mengisyaratkan sedang apa kau di sini. Tiba-tiba Key muncul dari belakang ku.

“Yoona-ssi!” pekiknya.

Aku segera menoleh kearah Key. Key mengenalnya? Bagaimana bisa? Apa Key yang menyuruhnya kemari? Aku benar-benar bingung.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Key. Jadi, bukan Key yang menyuruhnya kemari. Lalu ia mencari siapa?

“Kau mencari ku?” tanya Key lagi.

Dan tak lama Taemin muncul dari arah dapur.

“Siapa hyung?” tanyanya.

“Diaaa … ” kata-kata ku terputus karna tiba-tiba Minho muncul dari balik pintu dan segera meraih tangan Yoona, lalu mengajaknya masuk kedalam. Seketika otak ku berputar, aku teringat akan perkataan Taemin tadi. Aku segera memalingkan wajah ku ke Taemin dan benar saja wajahnya berubah menjadi sendu ketika melihat Yoona. Jadi gadis yang ditaksir Taemin adalah Yoona? Bagaimana bisa kami bertiga menyukai gadis yang sama? Aku masih tak percaya dengan kebenaran ini.

“Oh. Jadi kau datang bersama Minho? Bagaimana bisa?” tanya Key heran.

“Jadi hyung juga kenal Yoona-ssi?” Minho balik bertanya.

“Ne. Tentu saja aku kenal dia. Ia bekerja di studio foto yang sama dengan ku,” jawab Key. Minho hanya mengangguk-angguk. Dan tiba-tiba matanya beralih menatap ku.

“Oh ia hyung, apa kau kenal dia? Dia kuliah di Hansung University juga.”

Aku mengangguk “Ne. Aku mengenalnya. Ia teman sekelas ku.”

“Bagaimana bisa kebetulan seperti ini,” ucap Minho sambil tertawa.

“Jadi kalian tinggal serumah?” tanya Yoona.

“Ne, kami tinggal bersama,” jawab Key.

“Ini kebetulan sekali. Hebat.”

Key dan Minho hanya tersenyum menanggapi perkataan Yoona. Tidak dengan ku dan Taemin. Aku bisa merasakan perasaan Taemin. Jadi begini rasanya sakit hati melihat gadis yang ku taksir malah jalan dengan sahabat ku sendiri. Aku tak bisa berbuat banyak.

“Oppa. Kenapa lama sekali? Ayo kita makan malam. Aku benar-benar lapar,” rengek Seung Yeon seraya menggelantung di tangan Key.

“Seung Yeonnie?!” pekik Minho. Seung Yeon yang sadar namanya dipanggil segera menoleh.

“Minho oppa?!” Seung Yeon berlari menuju Minho dan memeluknya dengan erat.

“Oppa, aku sangat merindukan mu.”

“Ne. Aku juga Seung Yeonnie.”

“Hei. Hei katanya kau lapar. Ayo kita makan. Yoona-ssi, ayo ikut makan juga. Aku masak banyak hari ini,” ajak Key.

“Ne.”

Kami berjalan menuju meja makan dan bersiap untuk menyantap semua masakan Key. Aku duduk berhadapan dengan Taemin. Ku lihat wajah sendunya menatap ku seperti mengisyaratkan,’Hyung, aku tak tahan disini melihat Yoona noona bersama Minho hyung.’

Aku hanya bisa menatapnya dengan penuh kekhawatiran. Ia pasti akan semakin terpukul jika ia tahu bahwa aku juga menyukai gadis yang sama dengannya. Aku tak bisa bayangkan betapa sedihnya ia.

Terdengar tawa Yoona dan Seung Yeon mencairkan suasana gara-gara ulah Key yang membuat lelucon. Minho pun ikut tertawa melihat kekonyolan Key. Tapi tidak dengan aku dan Taemin. Kami berdua hanya berdiam diri dan tetap fokus dengan mangkuk sup dan nasi yang ada dihadapan kami.

“Oppa, dan Taeminnie mengapa diam saja dari tadi?”tanya Seung Yeon.

Aku dan Taemin saling bertatapan. Dan kemudian Taemin membuka suaranya. “Tidak apa-apa Seung Yeonnie, aku dan Onew hyung sangat menikmati masakan Key hyung makanya kami jadi serius sekali melahapnya.”

Heeh .. Alasan macam apa itu? Dasar Taemin.

“Jinjayeo?!” tegas Key.

Untuk beberapa detik kami saling bertatapan. Lalu dengan mantap aku dan Taemin mengangguk meng-ia-kan. Tentu saja disambut oleh tawa Key yang menggema diseluruh ruang makan.

“Baru kali ini kalian terlihat kompak sekali memuji masakan ku. Biasanya yang ada hanyalah protes dari kalian berdua.”

“Ya sudah kalau tidak mau di puji!” sahut ku dengan nada ketus.

Tiba-tiba Jonghyun muncul. Entah kapan ia masuk, kami tidak mendengar sedikit pun suara pintu terbuka.

“Ada apa ini ramai-ramai?”

“Kauuuu ..”sambil menunjuk Yoona dengan jari telunjuknya. Jonghyun terkejut melihat Yoona duduk bersama kami di meja makan.

“Kau kenal dia hyung?” tanya Minho.

“Ya, aku kenal dia.”

“Bukankah kau yang bekerja di cafenya Kim ahjussi?” tanya Yoona.

“Ne.”

Jadi Jonghyun mengenal Yoona juga? Mengapa bisa kebetulan seperti ini?

“Apa yang sedang kau lakukan disini nona?” tanya Jonghyun seraya duduk di sebelah Seung Yeon. Sepertinya ia belum sadar dengan kehadiran Seung Yeon.

“Aku diajak Minho-ssi. Ia mau mengenalkan ku dengan temannya, dan ternyata aku mengenal kalian semua. Benar-benar kebetulan yang aneh,” jawab Yoona sambil tersenyum dan Jonghyun hanya mengut-mangut saja.

“Oppa, kau tega sekali tidak menyapa ku.”

Seketika Jonghyun membulatkan matanya ketika melihat sosok gadis yang ada disebelahnya.

“Seung Yeonnie! Omo. Bagaimana bisa kau disini? Lihatlah kau semakin cantik. Aigooo.” (*Mulai deh playboy-nya keluar. Dasar si Blink-blink).

Mereka berpelukan dengan erat. Sekilas ku lihat mata Seung Yeon mulai berkaca-kaca. Ia pasti terharu karna kami semua tetap menyayanginya seperti dulu.

Onew P.O.V end

<><><><><>

Yoona P.O.V

Kulirik jam tangan ku yang sudah menunjukkan pukul 22.00 KST. Sudah saatnya aku pulang.

“Mianhamnida, sudah malam. Aku pamit pulang dulu.”

“Biar ku antar,” ucap Key dan Minho bersamaan seraya saling bertatapan.

“Ah, tidak usah biar aku pulang sendiri saja.”

“Aniy .. Aniy .. Tidak baik seorang gadis pulang sendirian malam-malam begini. Biar ku antar Yoona-ssi,” sergah Key.

“Biar aku saja yang mengantarnya,” sergah Minho. Mereka berdua terlibat perdebatan kecil. Dan tak lama gadis yang bernama Seung Yeon muncul.

“Biar Yoona eonni pulang bersama aku dan Onew oppa saja. Onew oppa akan mengantar ku ke rumahnya. Ia kan oppa,” ucap Seung Yeon sambil menatap Onew yang masih sibuk dengan tugas-tugasnya.

“Ne,” ucapnya tanpa menoleh.

Ada apa dengannya. Mengapa sikapnya berubah? Aku sedih karna ia tidak menawarkan tumpangan pada ku. Malah Seung Yeon yang manawarkan. Hati ku sakit, benar-benar sakit. Ia benar-benar mengabaikan keberadaan ku.

Aku hanya diam sepanjang perjalanan pulang. Aku duduk di bangku tengah, sedangkan Seung Yeon dan Jinki duduk berdampingan di depan. Mereka mengobrol dengan akrabnya dan tidak memperdulikan ku. Jujur aku benar-benar cemburu melihat kedekatan mereka. Aku menyesal sudah menerima tumpangan Seung Yeon.

“Terima kasih Jinki-ssi sudah mau mengantar ku pulang.”

“Ne.” Seraya tersenyum tipis pada ku. Senyumnya benar-benar sangat berbeda, tidak seperti waktu itu.

Aku membungkuk lalu segera masuk kedalam apartemen ku. Sebelum masuk, aku sempat memalingkan wajah ku dan melihat mobil Jinki sudah melaju lalu menghilang dibalik tikungan. Aku menghela nafas dan segera masuk ke dalam.

Yoona P.O.V end

<><><><><>

Author P.O.V

Ting tong .. ting tong ..

Onew memencet bell rumahnya berkali-kali. Seung Yeon bersembunyi dibalik tubuh Onew. Ia ingin memberi kejutan pada kedua orang tua Onew. Cukup lama mereka menunggu di depan pintu dan beberapa saat kemudian seseorang membuka pintu.

“Jinki-ah, ada apa malam-malam kemarin?” tanya Ny. Lee.

“Aku membawa seseorang Eomma.”

“Membawa seseorang? Membawa siapa?” Ny. Lee terlihat bingung melihat anak semata wayangnya berdiri di depan rumah mereka tengah malam begini. Seung Yeon pun langsung menyapa Ny. Lee.

“Annyeonghaseo Eomeoni,” sapa Seung Yeong sambil tersenyum manis pada Ny. Lee.

“Omo .. Omo .. Kau kah itu Seung Yeonnie?” ucap Ny. Lee tak percaya melihat sosok gadis yang ada dihadapannya itu.

“Ne Eomeoni.”

Mendengar jawaban dari Seung Yeon, Ny. Lee langsung memeluknya dengan erat. Ia menangis dalam pelukan Seung Yeon.

“Uljima Eomeoni.”

Seung Yeon mengendurkan pelukannya dan menghapus air mata Ny. Lee yang membasahi ke dua pipinya lalu Seung Yeon pun tersenyum.

Suasana haru menyelimuti ruang tamu keluarga Lee, pasalnya Seung Yeon tengah menangis saat ini. Ia bercerita tentang semua penderitaan yang dialaminya setahun terakhir ini karna harus mengurus ayahnya yang sakit keras, hingga ajal menjemputnya.

“Sudahlah Seung Yeonnie, kau masih punya kami di sini. Kami juga turut prihatin atas kepergian Ayah mu. Semoga Ayah mu diterima disisi Tuhan,” ucap Ny. Lee menenangkan Seung Yeon sambil mengelus-elus punggungnya.

“Ya, apa yang dikatakan ibu Jinki benar. Kami akan menjaga mu mulai saat ini. Tinggal saja disini.” Sambung Tuan Lee.

“Terima kasih Aboji .. Eomeoni .. Aku tidak tau harus kemana lagi jika tidak ada kalian.”

“Tidak usah berkata seperti itu. Kau sudah seperti putri kami Seung Yeonnie. Kami sangat menyayangi mu,” ucap Ny. Lee.

“Ne, jeongmal gamsahamnida Eomeoni.”

“Baiklah sudah malam. Sebaiknya kau istirahatlah dulu. Besok kau sudah mulai masuk kuliahkan?” ucap Ny. Lee pada Seung Yeon.

“Ne eomeoni.”

“Jinki, malam ini kau menginap di sini saja. Eomma khawatir kalau kau pulang selarut ini.”

“Ne eomma,” jawab Onew seraya mengantar Seung Yeon kekamarnya.

Author P.O.V end

<><><><><>

Seung Yeon P.O.V

Hari ini adalah hari pertama ku kuliah. Aku kuliah di Universitas yang sama dengan Onew oppa, jadi kami berangkat bersama pagi tadi. Aku sangat senang sekali bisa bersama-sama dengan Onew oppa. Aku benar-benar sangat merindukan saat-saat seperti ini. Aku tak ingin jauh darinya lagi. Berada didekatnya membuat ku merasa sangat tenang.

Sekarang aku sedang menunggunya ditaman kampus. Ia sedang ada urusan dengan beberapa dosen. Mungkin masalah presentasi tugas, aku juga tidak begitu mengerti karna kami berbeda jurusan. Aku mengambil jurusan desain interior, sedangkan Onew oppa mengambil jurusan seni patung.

Ku lirik jam tangan ku. Sudah setengah jam aku menunggunya. ‘Ia benar-benar sangat lambat’ keluh ku. Tiba-tiba mata ku tertuju pada seorang gadis berpostur tinggi dan langsing. Ia sangat cantik, gumam ku. Aku berjalan menghampirnya.

“Annyeonghaseo Eonnie,”sapa ku.

Ia menoleh dan melihat ku dengan tatapan tak percaya.

“Seung Yeon?!”

“Ne ..”

“Kau kuliah disini juga,” tanyanya.

“Ne. Eonnie juga kuliah disini?”

“Ya aku kuliah disini. Aku sekelas dengan Jinki-ssi.”

“Omo .. Jadi kau adalah sunbae ku? Mianhamnida sunbaenim.”

“Ah, tidak perlu seformal itu. Panggil eonnie saja.”

“Baiklah.” Aku tersenyum kearahnya dan ia pun membalas dengan senyum yang sangat manis. Pantas saja Minho oppa menyukainya.

“Oh ia, bagaimana kalau kita mengobrol di cafe itu,” ucap ku seraya menunjuk sebuah cafe yang ada didepan kampus.

“Baiklah, ayo.”

Kami berdua berjalan memasuki sebuah cafe bergaya minimalis. Suasananya begitu tenang. Nyaman jika dijadikan tempat bersantai sambil bercengkrama dengan teman-teman. Kami berdua memilih duduk di pojok cafe. Karna dindingnya terbuat dari kaca, jadi kami bisa melihat lalu lalang orang yang berjalan kaki dipinggiran cafe ini.

“Eonni mau minum apa?”

“Aku pesan hot chocolate saja.”

“Baiklah, dua hot chocolate,” ucap ku pada seorang waiters berseragam hitam putih.

“Silahkan tunggu sebentar,” ucapnya seraya pergi meninggalkan aku dan Yoona eonni.

Sesaat suasana menghening dan tiba-tiba ponsel ku berdering. Ku lihat Onew oppa yang memanggil.

“Yoboseo.”

“Ne, yoboseo.”

“Seung Yeonnie, kau dimana? Tunggu aku sebentar lagi. Urusan ku sudah hampir selesai.”

“Ne oppa, selesaikan saja semuanya. Aku sedang di cafe yang terletak di depan kampus.”

“Baiklah, tunggu aku disitu. Annyeong.”

“Ne ..”

Aku mengakhiri panggilan dari Onew oppa. Dan kulihat Yoona eonni sedang menatap ku. Aku tersenyum padanya.

“Apa Jinki-ssi yang menelpon?”

“Ne. Ada apa eonni?” tanya ku balik.

“Aniy. Kau kelihatan akrab sekali dengannya.”

“Ne, tentu saja eonni. Aku sudah mengenalnya sejak aku kecil. Ia adalah oppa yang paling baik sedunia.”

“Jinja?!”

“Mm ..”gumam ku sambil mengangguk.

“Kau beruntung sekali memiliki orang-orang yang sangat menyayangimu.”

“Ya, aku benar-benar sangat beruntung eonni. Jika tidak ada Onew oppa, aku tidak tau nasib ku seperti apa sekarang.”

Tiba-tiba waiters tadi membawakan pesanan kami.

“Waa .. hot chocolate.” Gumam ku.

“Kau suka hot chocolate?”

“Ne, aku sangat suka. Eonni juga?” aku balik bertanya.

“Ne.”

Aku menyeruput hot chocolate yang ada dihadapan ku begitu pula dengan Yoona eonni. Kami benar-benar menikmati hot chocolate kami masing-masing.  Dan tak lama suara bell pintu cafe ini berbunyi. Ku alihkan pandangan ku kearah pintu dan kulihat Onew oppa berdiri sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok ku. Aku melambaikan tangan ke arahnya, dan ia bergegas berjalan menuju kearah ku.

Seung Yeon P.O.V end

<><><><><>

Yoona P.O.V

Jinki duduk dihadapan ku. Seketika suasana berubah menjadi canggung. Entahlah mungkin cuma perasaan ku saja. Aku hanya diam setelah Jinki datang dan duduk bergabung bersama kami. Kupandangi wajah Seung Yeon yang bahagia melihat Jinki datang dan duduk di sampingnya.

“Bagaimana oppa, apa sudah selesai semua urusannya?” tanya Seung Yeon pada Jinki.

“Ne,” jawabnya singkat.

“Mm .. Baiklah kita pulang sekarang saja. Bagaimana?”

“Baiklah, kajja.”

“Oh ia eonni mau pulang bersama kami juga?” tawarnya.

“Ah, tidak usah. Aku bisa pulang sendiri.”

“Bukankah Minho akan menjemput mu?” potong Jinki. Aku terkejut mendengar ucapannya tadi. Bagaimana ia tau kalau Minho akan menjemput ku?

“Aaa .. aa .. Ne,” jawab ku terbata.

“Bagaimana oppa tau Minho oppa akan menjemput Yoona eonni?” tanya Seung Yeon.

“Tadi pagi sebelum kekampus tanpa sengaja aku mendengar percakapan Minho dengan Yoona di telpon.”

“Oh begitu. Baiklah, kami duluan ya eonni.”

“Ne.”

Kulihat Seung Yeon menggandeng tangan Jinki dengan eratnya. Aku cemburu. Hati ku benar-beanr sakit melihatnya bersama Seung Yeon.

Aku perjalan gontai menuju ruang seni patung. Aku memutuskan tidak pulang awal hari ini. Tiba-tiba telinga ku menangkap percakapan beberapa namja yang sedang duduk-duduk sambil memegang kamera. Mereka anak-anak dari kelas photografi.

“Jadi si ‘gay’ itu sudah punya yeojachingu?”

“Ne. Kau tidak lihat tadi mereka jalan sambil bergandengan tangan. Mereka benar-benar sangat mesra.”

“Jinja? Waa, akhirnya ia membuktikan kalau dia bukan ‘gay’.”

Aku semakin kecewa mendengar percakapan beberapa namja tadi. Jadi mereka mengira Seung Yeon adalah yeojachingu Jinki. Tuhan, kuatkan hati ku.

Tak terasa sudah sore. Aku bergegas keluar dari kelas seni ku. Suasana kampus benar-benar sangat lengang bahkan dapat dikatakan sudah sepi. Satu hal yang baru kusadari,  ternyata sekarang sedang turun hujan. Bagaimana aku bisa pulang?

Aku menatap kosong ke arah genangan air yang ada dihadapan ku. Aku teringat pada Minho yang akan menjemput ku. Segera ku raih ponsel ku dan mencari nama Minho di kontak.

“Yoboseo Minho-ssi.”

“Ne, yoboseo.”

“Minhamnida Minho-ssi, kau tidak perlu menjemput ku. Hujan sangat lebat, aku bisa pulang sendiri.”

“Aniy, aku akan menjemput mu. Tenang saja aku tidak apa-apa.”

“Tapi aku bisa pulang sendiri. Tidak usah repot-repot.”

“Tidak, aku tidak merasa repot Yoona-ssi.”

“Aku ada urusan lain Mihno-ssi, jadi tidak usah menjemput ku.”

Aku segera mematikan panggilan ku. Aku tidak ingin ia repot-repot menjemput ku. Beberapa menit aku berdiri di depan gerbang sambil menunggu hujan reda. Tapi hujannya malah semakin lebat.

‘Sepertinya hujan tidak akan berhenti’gumam ku.

Aku menarik nafas dalam dan bersiap-siap berlari menerobos hujan. Tapi ketika aku hendak melangkah, tiba-tiba seseorang memayungi ku. Aku terkejut lalu kupalingkan wajah ku kearah orang itu.

“Kau ..!” gumam ku.

To Be Continue …

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

17 thoughts on “Everything – Part 3”

  1. Huwaa..penasaran ma siapa yg mayungin yoona,,jinki kah?minho kah?taemin kah?jong kah?atw key?aaah,,gak sabar nunggu lanjutannya..
    Aku mikir nya yoona suka minho pi ternyata onew..

  2. ah,, trnyata…
    kyny yoona ny sk sm jinki ya??
    asiiikkk…. ayo chingu,, buat yoona ny jd sm jinki aja…hehehehe
    😀

    wah2,, sp y yang mayungin yoona?? semoga aja jinki….hehehehe

    klanjutanny dtunggu sangat ya chingu… 😀

  3. AAAA gamau gamau gamauuu >>:(
    entah kenapa gasetuju aja kalau Yoona sama siapa-siapa.
    please, jadi teman aja yah? yah? yaaah? *dibuang author-eonni

    atau nggak setidaknya Yoona jangan sama Minho deh yah ahaha #plak

  4. Eh? Yang benar Yoona suka sama Jinki, ya? Wah, Jinki sudah patah hati karena mengira Yoona suka Minho. Kelihatannya Key dan Jonghyun baik-baik saja. Mungkin karena dia tidak mencurigai Minho seperti Taemin dan Jinki, ya?
    Nice story.

  5. Pas bgt mau baca ini denger lagu Replay japan :’)
    Aihhhhh jd Yoona suka sm Onew nih????
    Aduh itu siapa yg mayungin Yoona???
    Aduh (aduh mulu-_-) penasaran next partnya-_-
    Jgn lama-lama ya thor;)
    Goodluck thor;)

  6. Hmm, ternyata mereka semua (SHINee) naksir cewek yg sama?
    Cinta apa dong ini namanya? -abaikan-
    Trs yg kasi payung siapa? :O
    Akhirnya publish juga yg ke-3 (Y)
    Lanjut lg ya thor! Udah kepincut sm FF ini. aku menantimu thor! -maksudnya FFnya haha XD-
    Hwaiting ~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s