SCAR

“SCAR”
Author : Majdinashawol
Genre : Romantic, Angst(maybe), Sad..
Casts : Park Yoo Rin (you), Choi Minho
Length : Flashfic/Drabble (???)
Rating : General
Summary : For years..
I always hide my tears n act like i’m fine,,
but in fact,. scars still left deep inside,,
Even though i tried so hard to erase u..,
I know i’m a fool..
*****
All Yoo Rin’s POV..
Aku mengambil napas panjang, entah untuk ke berapa kalinya. Pandanganku masih tak beralih dari pemandangan pantai yang cantik dengan semburat merah, kuning, dan oranye tergantung di langit. Ombak-ombak riang bercengkrama mengakrabi pasir pantai diiringi semilir angin. Romantis.
Kalau saja saat ini suasana hatiku sedang baik, aku pasti akan dengan senang hati duduk di tepi pantai. Menemani matahari mempersembahkan pesonanya sebelum ia beranjak ke peraduannya.
Namun sayangnya moodku sedang berantakan. Semua itu karena sosok yang sedang duduk di depanku. Minho.
“lama ya kita tak jumpa,” ia angkat bicara, memecah kesenyapan yang entah sudah berapa lama menghinggapi kami. Aku tersenyum getir.
“ya, dan aku tak menyangka kau masih mengingatku,” ucapku pelan, lebih pada diri sendiri.
Ia tertawa kecil, “kau pikir semudah itu aku melupakan sahabatku sendiri.”
Kata-katanya barusan membuatku menelan ludah. Sahabat? Benar seperti itukah sosok diriku dimatanya?
“bagaimana kabarmu?” Minho menoleh, mengalihkan matanya dari pantai. Memandangku.
“baik,” jawabku tanpa balas memandangnya. Aku malah menunduk, mengaduk-aduk es kelapaku dengan gelisah. Meski sangat ingin tapi aku mencoba untuk tidak melakukannya karena melihat wajahnya hanya akan membuatku semakin ingin menangis.
“kenapa tak memandangku, aku kan sedang berbicara padamu?” tanya Minho. Ada nada memaksa dalam nada bicaranya.
“maaf,” hanya itu yang bisa kukatakan. Entahlah, perasaan menyesal, kecewa, sedih dan marah campur aduk menguasaiku. Dan jika sekali saja mataku menatap sosoknya, perasaan-perasaan itu pasti akan membuatku semakin tak tahan berada di dekatnya.
“eh?” ekor mataku menanggap gerakan kecil dari kepalanya, tampaknya ia bingung.
“maaf aku harus pergi sekarang,” buru-buru aku berdiri lalu melangkah cepat sebelum Minho sempat menahanku. Aku harus kembali ke hotel sekarang. Rasanya air mataku akan segera menyeruak keluar.
*****
Dari jendela kamar hotelku aku bisa melihat Minho yang sedang berjalan-jalan sendirian ditepi pantai. Sosoknya yang tinggi atletis dengan rambut cokelat yang agak panjang membuatku mudah mengenalinya diantara pengunjung pantai yang lain. Apalagi dengan pakaian putih-putihnya—warna favoritnya—dia semakin nampak mudah dikenali. Aku mendesah pelan, mengingatkan diriku sendiri untuk tidak mengeluarkan air mata.
Namja itu, Minho, dia adalah orang yang dulu amat sangat ku cintai. Ya, dulu, saat kami masih SMA. Ia adalah orang yang membuatku mengenal perasaan cinta dan itu pertama kalinya dalam hidupku. Pribadinya yang tenang dan dewasalah yang membuatku menyukainya. Entah berapa lama aku menyukainya, karena kami bersahabat sejak duduk ditahun pertama SMA. Ya, dia adalah sahabatku—setidaknya begitu menurutku.
Sampai kemudian suatu ketika, beberapa jam setelah kami menerima surat kelulusan, ia pergi ke Jepang bersama orang tuanya. Tanpa mengatakan apa-apa, bahkan salam perpisahan sekalipun dengan para sahabatnya. Padahal saat itu aku baru saja mengungkapkan perasaanku padanya. Dan kalian tahu reaksinya? Ia hanya tersenyum, tidak berkata apapun.
Setelah itu dia menghilang bagai ditelan bumi. Tak ada kabar, tak ada info apapun mengenainya. Hal itu membuatku cukup frustasi. Aku tidak bisa memaafkannya karena kepergiannya yang tiba-tiba itu, padahal dulu dialah yang mengatakan akan terus mengingatku, menjadi temanku.
Sampai akhirnya aku menyerah mencarinya. Aku juga memutuskan untuk berhenti mencintainya. Saat itu aku berpikir kami memang tak ditakdirkan bersama dan tak akan pernah bisa bertemu lagi.
Dan tentu saja itu sulit. Melupakan orang yang kita cintai apalagi yang pernah sangat dekat dengan kita, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu bertahun-tahun untukku agar benar-benar  melupakannya. Ya, bertahun-tahun, karena bagiku sangat sulit membuang bayangannya dari hidupku. Mungkin karena aku yang terlalu mencintainya sedemikian dalam.
Tapi pada akhirnya aku berhasil. Aku telah membuangnya, paling tidak telah membuang perasaanku padanya selama ini. Dan selama kurang lebih 1 tahun terakhir aku bisa tenang tanpa dibayang-bayangi perasaanku padanya. Aku senang, sangat senang.
Tapi sekarang apa yang terjadi? Tiba-tiba saja ia muncul dihadapanku. Menanyakan kabarku seolah-olah kami sudah pernah merayakan pesta perpisahan sebelumnya. Apa yang sebenarnya ada dipikirannya?
Apa dia tidak sadar bahwa dia telah menyakitiku? Jika saja dia tahu berapa lama waktu yg ku butuhkan untuk melenyapkannya dari hatiku, apa ia akan menyesal dan meminta maaf?
Pertemuan kemarin mengingatkanku pada perasaan itu lagi. Bahkan lebih menyedihkan, karena sepertinya aku mulai sadar bahwa masih ada sisa-sisa rasa itu untuknya.
*****
“Yoorin”
Aku dan Minho tidak sengaja bertemu di lobby hotel. Dia tampak sedang terburu-buru sehigga menabrakku. Aku memaksakan diri menarik kedua sudut bibirku.
“mianhae,” ucapnya sambil sedikit tersenyum.
“gwenchana,” dan akupun segera melangkah kembali, tak mau berlama-lama berada didekatnya.
“oppa…” seorang yeoja cantik berlari melewatiku, membuatku tanpa sadar menoleh kearahnya. Dengan mesra ia kemudian menggandeng dan bergelayut manja di lengan Minho.
“Oppa, aku tidak percaya bulan madu kita sudah berakhir…”_END_

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “SCAR”

  1. ternyata Minho nya udah nikah.
    ahh… kasihan sama Yoo rin nya.
    kalau aku jadi Yoo rin pasti rasanya nyesek bgt…

  2. “Oppa aku tidak percaya bulan madu kita sudah berakhir…” speechless aq paz bc itu..mulut menganga,mata melotot,nafas hampir terhenti#lebe ah!!
    Gak bisa ngebayangin gimana rasa nya jadi yoorin..hikz hikz hikz…
    20 jempol buat author,,pinjam jempol anak-anak shinee,oppa-oppa suju,ahjussi-ahjussi shinwa..da pas 20 belom tuh?!

  3. HAH!! KAWIN!?? MINHO_Y UDAH KAWIN!!
    pasti sama aku!#plakk

    sumpah gak nyangka bnget ending_y!!

    Nice chingu!! 🙂

  4. Lho? Wes mari? *author : ya iyalah, ini kan drabble*.
    Ya Tuhan, kasihan sekali nasib Yoorin. Cintanya bertepuk sebelah tangan.
    Cerita ini mengingatkan ceritaku. *curcol*. Haha
    nice FF thor. Aku suka. 🙂

  5. yoorinnya .. >,< kasiaaan… aku kira bakal jadi mereka berdua, taunya,
    “Oppa, aku tidak percaya bulan madu kita sudah berakhir…”
    astaaagaaa minhoo! rese, juga yaaa.
    nyesek bgt… ngak bisa ngebayangin kalo aku jadi yoorin, bunuh diri kali ya ?? *key nyelametin* #plaak ! ahahah
    ini keren bgt … coba ada ver panjangnya *ngelirik author*
    ffnya bagusss

  6. OMONA!!!!!!!!!
    Aduh aduh nyesek tuh!!!
    Minho php ya (?)
    Aih nyesek nyesek…………
    Wah thor ini msh lanjut apa udh sampe situ aja?
    Aih thor………. *saya knapa-_-*

  7. omaigad thor.
    Itu endingny bener2 bkin mangap *beneranloh
    daebak thor.deskripsi pantainy jg oke.
    Menurutku ga ush dbkin sequel,bgini udh pas,ga kurang panjang,ga kpendekan.
    Ayo bkin ff yg bagus lg thor!!*maksadotcom

  8. wah, siapa itu istrinya?
    dia manggilnya “oppa” ya?
    jangan-jangan aku????
    waduh, aku lupa kalo udah nikah sama minho-oppa….#plak
    btw, bagus, thor 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s