Hope Dreams Come True – Part 3

Hope Dreams Come True [eps 3]

Title : Hope Dreams Come True [eps 3]

Author : Park Minri a.k.a charismagirl

Rating : PG-13, T

Genre : Romance, Friendship, Life

Length : Chapter, sequel

Cast (pairing) : Choi Minho – Park Minri,

Kim Jonghyun – Jung Yoonsa,

Kim Kibum – Lee Yeonhae,

Lee Jinki – Kim Soona,

Lee Taemin – Cho Jinra.

And the other cast find by your self.

Summary : Shining Stars Art School, adalah sebuah sekolah seni yang terkenal di Seoul, Korea Selatan. Disinilah tempat siswa bersekolah untuk menjadi seorang entertainer. Sekolah ini menerima siswa yang mempunyai bakat dan potensi. Selama tekad yang kuat dan rasa sungguh-sungguh tertanam dalam hati. Yakinlah, Dreams Come True.

Intro…

Hai reader, how’re you? Masih setia nunggu ini fanfic (r: kagaaak!) TT. Okeh, seperti biasa saya minta duit, eh minta maaf maksudnya^^ kalau terdapat banyak typo, ceritanya kurang memuaskan atau ada sesuatu yang kurang berkenan. Jangan lupa ninggalin jejak,ok? (N: anggap aja cast yeoja itu kalian, so gak perlu envy ya^^)

Happy Reading~

“Aku tak tahu apa mimpiku harus berhenti sampai disini, aku mohon Tuhan berikan jalan terbaik untuk hidupku”

Shine [eps 3]

“Appa” ucap Taemin lirih hampir tidak terdengar. Orang yang dipanggilnya Appa bersalaman dengan Kepala Sekolah lalu berjalan kearah Taemin.

“Aku tidak menyangka kau senekat ini. Kemasi barangmu, besok aku akan menjemputmu” Taemin masih bergeming di tempatnya, rasa putus asa menghampirinya saat ayahnya benar-benar menjemputnya. Itu berarti mimpinya menjadi seorang penyanyi akan segera musnah.

“Appa, tunggu sebentar” Taemin mengejar Appa-nya yang sudah berjalan cukup jauh. Orang itu berhenti dan menghadap Taemin. Taemin memegang tangan Appa-nya. Memohon, ya itulah yang harus dilakukannya.

“Appa, aku mohon biarkan aku mewujudkan impianku disini” dengan mata yang sudah berkaca-kaca dia menatap mata Appa-nya.

“Menjadi penyanyi maksudmu? Tidak akan. Kau adalah pewaris perusahaan, jadi kau harus meneruskan perusahaan Appa” Orang itu menghempas tangan Taemin dan pergi. Sedang Taemin masih terpaku di tempatnya. Seseorang menepuk pelan pundak Taemin.

“Taemin-ah, gwaenchanayo?” Tanya Minho.

“Minho hyung, tolong aku” Taemin memeluk Minho tanpa peduli beberapa orang yang melihat sedang membicarakannya. Minho menepuk pelan pundak Taemin.

“Taemin-ah, bisa kah kau lepaskan pelukanmu. Ku rasa orang akan salah paham melihat kita seperti ini” ucap Minho tepat di telinga Taemin.

“Mianhae hyung” Taemin membungkuk dan meninggalkan Minho, dia berlari ke arah taman belakang sekolah. Entah mengapa tempat ini menjadi tempat favorit para siswa saat mereka sedang punya masalah.

Taemin duduk di bawah pohon dan menekuk lulutnya, air mata terus mengalir dari matanya. dia benar-benar merasa semuanya akan berakhir bahkan sebelum dia memulainya. Seseorang duduk di samping Taemin bersama dengan gitar warna merah muda favoritnya.

Jreeng!

“Semua belum berakhir Taemin-ah” Suara Jinra dan petikan gitarnya membuat Taemin tersadar dari lamunannya. Dia menoleh, menatap Jinra.

“Kau tahu kemarin, seorang namja tengah memberiku semangat untuk tidak berputus asa. Dan sekarang namja itu sedang putus asa dan dia tidak bisa memberi semangat bahkan untuk dirinya sendiri. Apa yang harus aku lakukan?” Taemin menunduk, dia tahu bahwa namja yang dimaksud Jinra adalah dirinya.

Jreeng!

When dream only a dream,

I want to realize that,

Don’t care how, don’t care what will hinder it,

I just know God will give me easy way,

When my dream blocked by big constraint,

I have time to hopelessly and think to terminate it,

But, someone wishing I realize my dream,

Making I awake, making I conscious,

That my dream not something to proper I discharge,

I and my dream…

(Np: lagu itu hanya karangan author, jangan masukin dalam hati karena kejelekannya)

Jreeng!

Jinra, menyanyikan sebuah lagu untuk Taemin. Air mata Jinra tidak sanggup ia bendung lagi, dia sangat sedih melihat temannya begitu putus asa. Sedang Taemin terhenyak mendengar lirik lagu tersebut yang sangat menyentuh hatinya. Taemin tersenyum, meski dalam kepedihan.

“Gomawo Jinra-ya” Taemin menatap Jinra dan memberikan senyuman terbaiknya, meski air mata masih mengalir.

***

“Taemin-ah, kau benar mau pergi?” Tanya Jonghyun yang melihat temannya itu memasukkan pakaian dan barang-barang miliknya ke dalam koper.

“Mungkin, jalanku bukan disini hyung” Taemin tersenyum dan kembali membereskan barang-barangnya. Sebenarnya dia tidak yakin bahwa ini jalannya, namun dia berusaha bangkit dan berfikir bahwa Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik untuknya.

“Taemin-ah, tetaplah disini”

“Kalau sudah takdir, aku pasti kembali”

***

Taemin terbangun dari tidurnya, sebenarnya dia ingin tidur lebih lama. Dia tidak ingin hari ini datang. Hari dimana dia harus pergi dari sekolah impiannya. Sekolah tempat dia akan mewujudkan mimpinya. Tapi inilah kenyataan, dia berharap setelah dia pergi, jalan yang lebih baik akan menghampirinya.

Taemin pov

Kini aku sudah di depan pintu gerbang. Aku diantar oleh empat orang terdekatku. Dan dari jauh kulihat Jinra, dia menangis. Aku tersenyum padanya, meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja.

“Jaga dirimu baik-baik Taemin-ah” ucap Key hyung. Aku mengangguk dan tersenyum.

“Ku harap mimpi kalian terwujud, jangan seperti aku” ucapku sedikit bergurau. Lalu aku masuk ke mobil yang akan membawaku ke rumah yang sudah cukup lama tidak aku tempati.

Jinra pov

Aku menatap nanar kepergian Taemin, tak ku sangka dia benar-benar pergi. Ku kira setelah aku nyanyikan lagu itu. Dia akan bangkit dan meneruskan impiannya, ternyata, dia pergi. Aku berlari ke taman belakang sekolah. Ya, kali ini aku yang menangis. Bukan karena putus asa, tapi karena Taemin pergi, karena teman yang ku sayangi pergi. Ah, maksudku orang yang aku cintai. Meskipun aku terlalu muda untuk mengenal cinta. Tapi aku benar mencintainya.

Pelajaran sedang berlangsung, sedang aku disini. Aku ingin sendiri, maksudku bersama gitar kesayanganku.

Please don’t leave me,

I need you here,

I haven’t strange without you,

I love you, although never know how you are,

I can’t preventing you go,

Therefore be really here,

In my heart…

(Np : ini kata juga karangan author, maaf atas kejelekannya)

Aku mengangis lagi. Cho Jinra payah, kau terlihat seperti yeoja yang lemah, cepatlah bangkit, lakukan sesuatu untuk Taemin. Aku merutuk dalam diriku sendiri.

***

Author pov

“Jinra-ya, jangan murung terus. Taemin pasti kembali” Minri memberi semangat pada teman termudanya itu.

“Sepertinya aku punya ide” Yoonsa tiba-tiba muncul bersama dengan Jonghyun.

“Bagaimana kalau kita ke rumah Taemin dan memohon pada Appa-nya” usul Yoonsa, yang membuat semua mengerutkan kening.

“Kau yakin?” Tanya Yeonhae. Yoonsa menggangguk mantap.

“Geurae, nanti aku minta bantuan pada yang lain (Minho, Kibum dan Jinki)” sela Jonghyun. Jinra tersenyum tipis.

***

Keesokan harinya, Minri, Minho, Jinra, Yoonsa, Key dan Jonghyun datang kerumah Taemin sedang yang lain tinggal di sekolah.

Rumah Taemin sangat besar, mereka semua tercengang kagum. Minho menekan bel rumah Taemin, terlihat seseorang keluar dari sana. Ya, Taemin yang kebetulan membuka pintu. Dia membelalak kaget melihat siapa yang datang.

Taemin pov

Aku mendengar bel rumahku berbunyi, lalu aku bergegas membuka pintu. Betapa terkejutnya aku saat melihat teman-temanku yang bersekolah di Shining Star Art School datang. Aku menyuruh mereka masuk dan duduk.

“Mianhae, kedatangan kami mengejutkanmu” ucap Minri

Aku masih tidak bisa bicara apa-apa, aku takut saat Appa mengetahui mereka disini Appa akan mengusir mereka.

“Siapa yang datang Taemin?” benar saja itu suara Appa, semuanya menoleh, kecuali aku. Lalu Jinra langsung berdiri dan memberi hormat pada Appa.

“Tuan, bisakah aku bicara padamu” Jinra, apa yang ingin dikatakannya pada Appa. Aku menatap wajah teman-temanku. Mereka hanya menggangguk dan tersenyum. Anehnya, Appa-ku mau bicara dengan Jinra, dan mengajaknya ke ruang kerja.

Jinra pov

Setelah aku melihat Appa Taemin, aku langsung berdiri dan memberi hormat. Lalu aku bertanya “Tuan, bisakah aku bicara padamu?” aku melihat sorot mata yng cukup menakutkan dari Appa Taemin, namun dia mengangguk dan mengajakku ke ruang kerjanya.

“Apa yang ingin kau bicarakan padaku?” suaranya yang berat mengejutkanku dari lamunanku. Aku masih diam, memikirkan kata-kata yang tepat untuk aku ucapkan.

“Apakah Tuan pernah memiliki impian?” Jinra pabo, kau kira Appa Taemin suka hal yang betele-tele. Aku merutuk diriku. Ku dengar dia berdeham.

“Tentu semua orang pasti memiliki impian” great! Aku tersenyum tipis. Dia mau menjawab pertanyaanku yang aneh itu.

“Tuan, maafkan kalau aku lancang” aku menarik nafas dan melanjutkan ceritaku.

“Apa yang kau rasakan ketika mimpimu terhalang sesuatu? kalau aku pasti sangat sedih dan berat menjalani hidup. Karena mimpilah hidup dapat terus berjalan. Apa yang akan orang lakukan ketika mimpinya musnah? Kemungkinan terbesar adalah bunuh diri. Walaupun aku bukan Tuhan yang bisa mewujudkan mimpi seseorang. Tapi bisakah Tuan menjadi malaikat pelindung dan mendukung mimpi Taemin? Mungkin sekarang Taemin membutuhkan sosok ibu yang bisa dia membagi cerita, sosok yang bisa memberinya semangat saat sedang putus asa. Tuan, aku mohon dukunglah impian Taemin” tubuhku terasa lemas, sekarang yang ku lakukan justru berlutut di depan Appa Taemin. Air mataku terus mengalir tanpa henti. Mungkin ini terlihat berlebihan, tapi sungguh aku ingin melakukan sesuatu untuk Taemin.

“Aku punya alasan untuk tidak memperbolehkan Taemin menjadi seorang penyanyi” Aku menatap bingung, masih dalam posisi berlutut.

“Umma Taemin dulunya seorang penyanyi. Kau tahu mengapa sekarang dua sudah tiada? Itu karena dia bunuh diri. Bukan karena mimpinya musnah. Justru setelah mimpinya terwujud dia bunuh diri. Menjadi seorang penyanyi terkenal itu sangat berat, dia mempunyai saingan dan harus tahan terhadap isu yang membuatnya terpuruk. Aku tidak yakin Taemin dapat menjalani semuanya” ku lihat matanya berkaca-kaca.

“Tapi Taemin adalah namja yang kuat” refleks aku mengatakan itu dan aku berdiri.

“Terimakasih Tuan sudah mau bicara denganku, aku permisi” Aku membungkuk dan langsung keluar. Aku bahkan berlari keluar rumah Taemin, tidak peduli suara temanku yang memanggil. Sekarang aku pasrah, berharap Tuhan memberi hasil yang terbaik atas usahaku hari ini.

***

Taemin pov

Kulihat setelah keluar dari ruangan Appa, Jinra menangis. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Jinra langsung berlari dari rumah ku, dan teman-teman ikut pulang.

“Taemin, kami pulang dulu” pamit Jonghyun hyung. Aku mengangguk dan mengantar mereka di depan pintu sampai sosok mereka menghilang.

Setelah kejadian itu aku terus memikirkan apa yang Jinra katakan pada Appa-ku. Kini aku dan Appa sedang makan malam. Aku hanya menusuk-nusuk steak di depanku. Aku tidak berselera makan.

“Taemin-ah” Suara Appa membuyarkan lamunanku. Aku menoleh.

“Kau sungguh ingin menjadi penyanyi?” kenapa Appa menanyakan itu padaku? kenapa Appa mempedulikan impianku? Haruskah aku katakan meski aku tahu Appa akan menolaknya. Aku menatap dalam wajahnya, dan mengangguk mantap.

“Kembalilah ke sekolahmu besok”

Treeng~ refleks aku menjatuhkan sendok. Aku rasa sekarang aku sedang bermimpi. Ku cubit pelan pipiku.

“Auuu” sakit, huaa~ ini kenyataan. Appa langsung berdiri dan meninggalkan meja makan. Aku berdiri dan berteriak .

“Gomawo Appa~”dia berbalik dan tersenyum, senyum yang tidak pernah aku lihat selama delapan belas tahun.

***

Jinra pov

Aku sedang duduk di depan ruang kelas, menunggu Songsaenim datang. Lalu ku lihat seseorang yang ku kenal membawa koper besar dan tersenyum padaku.

“Taemin!” Pekikku, dan aku langsung berlari memeluknya.

“Taemin?” ku dengar suara Minri yang kebetulan lewat bersama Yoonsa.

“Selamat datang kembali Taemin-ah” ucap Soona.

“Ne~ usaha Jinra tidak sia-sia”

“Kau hebat Jinra-ya”

“Ehhmm” Key berdeham, aku lupa bahwa aku masih memeluk Taemin. Lalu aku melepaskan pelukannya, ku rasakan wajahku memanas. Omo~ aku malu.

***

“Sepertinya jiwa Jinra sudah kembali” ucap Yeonhae, aku hanya tersenyum mendengarnya.

Kini kami sedang berada di kantin, hanya berempat. Karena Yoonsa bersama namjachingu-nya, Jonghyun.

Drrtt.. Drrtt..

Kurasakan ponselku bergetar, ternyata ada pesan masuk.

From : Taemin

Jinra, aku menuggumu di atap gedung. Sekarang ^^

Aku bergegas minum dan langsung berdiri.

“Mau kemana? Tergesa sekali” ucap Minri.

“Ada urusan” ucapku seraya tersenyum dan langsung berlari ke tempat yang di janjikan.

***

“Taemin-ah” teriakku saat kulihat Taemin sedang melamun.

“Jinra-ya” dia memberi isyarat agar aku duduk di kursi yang ada di dekatnya, lalu aku berjalan dan duduk disana, dia pun ikut duduk.

“Jinra-ya, gomawo~ karena kau aku bisa kembali kesini” aku menoleh, sedikit bingung dengan perkataannya.

“Walaupun aku tidak tahu apa yang kau bicarakan dengan Appa, tapi aku yakin itu semua berhubungan dengan ini” aku mengangguk dan tersenyum.

“Cheonmaneyo”

“Tapi, mengapa kau melakukan ini untukku?” dia mendekatkan wajahnya padaku, baru kali ini aku melihat Taemin begitu dekat, mungkin wajahku sedang merona sekarang.

“Aku…Aku…” alasan apa yang akan aku gunakan, sungguh aku tidak tau. Apa harus aku katakan bahwa aku mencintainya.

Aku tidak tahu harus berbuat apa, aku langsung memeluknya dan berkata “Saranghae” memalukan, kenapa aku harus mengatakan itu.

Dia melepas pelukanku dan menatap mataku, lalu dia tersenyum, dan memelukku lagi.

“Nado Saranghae Jinra-ya”

***

Author pov

Minri berniat pergi ke atap gedung untuk mengambil bola basketnya yang tertinggal. Tapi langkahnya terhenti setelah mendengar suara. Dia mengenal suaranya, ya itu suara Jinra dan Taemin. Bukannya bermaksud menguping, tapi tidak sengaja terdengar.

“Saranghae”

“Nado saranghae Jinra-ya”

“Jinra dan Taemin…” ucap Minri ragu. Minri masih berdiri di anak tangga.

“Ya! apa yang kau-“ Minri langsung membekap mulut Minho yang tiba-tiba datang entah dari mana. Lalu Minho mendekatkan badannya, kini wajah mereka hanya terhalang oleh tangan Minri. Minho melepas tangan Minri dan sedikit menengok ke atas.

“Apa yang kau lihat” bisik Minho. Minri hanya menggeleng dan berbalik hendak meninggalkan Minho sebelum dia menginjak tali sepatunya. Dia hampir terjatuh dari tangga beruntung Minho sigap dan memeluk pinggang Minri.

“Ya! dasar pervert” Teriak Minri.

“Aku hanya menolongmu” Minho berusaha mengimbangi langkah Minri.

Tanpa mereka ketahui. Seseorang dari jauh melihat Minho dan Minri, sorot matanya menampakkan kesedihan.

***

“Anak-anak, tiga hari lagi. Sekolah mengadakan study tour ke Macau. Sebaiknya kalian mempersiapkan diri” ucap Songsaenim. Murud-murid berteriak girang, kecuali Kibum yang masih memikirkan sesuatu.

“Yeeyy, Macau” teriak Yeonhae.

“Asyik, kita bisa sambil berlibur” ucap Jinra.

“Stt.. Kalau terdengar songsaenim bisa kena marah. Tujuan kita kan untuk belajar” Soona meletakan telunjuknya di depan bibir.

Jinki mengerutkan kening, dia yang dari tadi melihat Kibum hanya diam tanpa berkomentar tentang Study Tour yang akan mereka laksanakan.

“Hey, kau tidak ingin pergi?” Tanya Jinki pada Kibum.

“Huh?” Kibum menoleh menampakkan wajah bingungnya.

“Macau” sambung Jinki.

“Ah, iya aku senang kita study tour ke sana” ucap Kibum seraya tersenyum –dipaksakan-.

***

BRUKK!

Dua orang yang terlihat tergesa-gesa tengah terjatuh.

“Soona-ya, kau menggunakan ruang ini juga?” Tanya Jinki kemudian membantu Soona berdiri.

“Ne~, kau latihan disini?” Jinki mengangguk dan tersenyum.

“Bagaimana kalau kita latihan bersama”

“Soona-ya, kenapa kau tidak membawa biola-mu?” Tanya Jinki yang bingung karena biasanya Soona latihan membawa biola miliknya.

“Aku-“

“Soona-ya, kajja!” ajak Taemin yang tiba-tiba datang dan langsung menarik tangan Soona.

“Jinki-ya, aku duluan ya. Anyeong…” Soona berpamitan seraya tersenyum. Sedang Jinki menatap mereka dengan tatapan yang sulit di artikan, dan mendengus kesal.

TBC

Ada apa dengan Jinki? Mengapa dia kesal? Apa yang sedang Kibum fikirkan? Ok, wait for next~ Gimana reader? Tuh kan kian memendek, alurnya juga lompat-lompat. Aduuuhh, mianhae, RCL yee? Gomawo udah baca~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

6 thoughts on “Hope Dreams Come True – Part 3”

  1. huwaaa jinki suka ssona, si taemin kenapa ?
    ahahah yg ngeliat si minri sma minho spa?
    key kenapaaa?
    ngak mau jalan gara-gara ngak ada aku ya ?? ahahah #plakk!
    ayo lanjutannya .. yg udah ketemuan nih sma couplenya ahahah

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s