Hwasal – Part 2

Title  : Hwasal part 2

Author : Choi Minjin

Main Cast(*) (Tokoh Utama) : Choi Minho, Kwon Yuri

Support Cast(*) (Tokoh Pembantu) : Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Taemin, Jung Yunho, Lee Sooman, Park Jungsu, Choi Jinri

Length(*) : sequel

Genre(*) : romance

Rating(*) : PG-15

NB : annyeong. udah baca hwasal part 1? inilah part 2-nya. tunggu part 3 nya yaa..

Sore ini Minho menunggu di bawah sebuah pohon besar dekat pintu gerbang. Yuri biasanya pulang lebih sore dibanding teman-temannya karena ia mengikuti klub balet. Minho menunggu bersama Onew. Ia memegang setangkai mawar ungu. Ia tahu Yuri sangat mengagumi mawar-mawar ungu yang tumbuh di rumah kaca. Mungkin hanya di rumah kaca sekolah mereka saja tempat dimana orang bisa menemukan mawar ungu di kota ini. Karena rumah kaca itu telah diatur sedemikian rupa suhu dan kelembabannya agar bisa menumbuhkan mawar beraneka warna, bahkan dalam musim seperti ini. Tidak sembarang orang boleh memetik mawar-mawar itu. Untuk mendapatkan bunga itu, Minho dan Onew dengan susah payah berhasil ‘meminjam’ kunci rumah kaca dari penjaga.

Hampir satu jam mereka menunggu. Matahari hampir terbenam dan langit tampak mendung. Pekarangan sekolah sudah sepi, mungkin hanya mereka yang tertinggal. Onew mulai menguap,”Mungkin dia sudah lewat tadi dan kita tidak melihatnya.”

“Tidak mungkin. Aku pasti sudah melihatnya kalau dia lewat. Aku tidak mungkin melewatkannya.”

Onew tersenyum,”Wah wah. Kau punya radar pendeteksi Yuri ya? Hahaha. Radar cinta?”

Minho tidak menjawab. Dia memandang Onew, berkata dingin,”Norak.”tapi nyatanya pipinya sedikit memerah.

“Wah, mulai ada nyamuk.”Onew menepuk pipinya,”Akhir-akhir ini nyamuk-nyamuk selalu menggangguku. Apa darahku begitu manisnya ya?”

Minho memutar bola matanya. Ia menyilangkan tangan di depan dada, memandang ke arah gedung sekolah. Tiba-tiba sesosok wanita terlihat di kejauhan, dekat dengan pintu utama. Minho menyipitkan mata untuk dapat melihat dengan jelas. Begitu yakin dengan apa yang dilihatnya, ia menyenggol Onew,”Yah! Bukankah itu Yuri?”

Onew melihat ke arah yang ditunjuk Minho. Ia mengangguk,”Iya, itu dia. Minho-yah, hwaiting!”lalu ia segera pergi untuk bersembunyi.

Minho agak gemetar. Ia menatap Yuri yang semakin mendekat. Jantungnya berdebar seiring langkah kaki Yuri yang berjalan anggun. Ia tidak dapat mengalihkan pandangan dari wajah Yuri yang sebening namanya. Sebening kaca.

Sekarang Yuri hanya berjarak kira-kira delapan meter dari tempatnya berdiri. Minho menarik nafas. Meyakinkan diri, lagi dan lagi. Apakah dia akan benar-benar mengungkapkannya? Tetapi.. Minho ragu. Bukan tanpa alasan ia tidak mengungkapkan perasaannya selama ini. Ada satu hal yang membuatnya selalu bimbang.

Tapi ia tidak dapat menerima Yuri bersama Jonghyun. Karena itu, sebelum hal itu terjadi dia harus setidaknya mengatakan isi hatinya pada Yuri. Setelah hampir dua tahun memendam cinta pada Kwon Yuri, sekarang akan menjadi klimaksnya.

Ya. Sekarang.

Minho melangkah, namun sesuatu menghentikannya.

Jonghyun datang dari arah sekolah, berlari menyusul Yuri. Ia langsung menggandengnya dan mereka tersenyum satu sama lain dengan ceria. Jonghyun merapikan rambut Yuri yang tertiup angin. Sungguh pasangan yang bahagia.

Minho berdiri mematung. Ia langsung menyembunyikan mawar ungunya di saku dalam jaket. Ia lalu cepat-cepat berjongkok, pura-pura membetulkan tali sepatu. Yuri dan Jonghyun melihatnya.

“Oh, Minho. Kamu belum pulang?”Yuri menyapa dengan ramah. Ia tersenyum. Minho melihatnya sekilas, dan hatinya terasa seperti diiris.

“Iya. Aku sedang menunggu Onew. Nggak tahu dia lagi apa.”Minho tidak sanggup memandang mereka, ia hanya menunduk memandang sepatunya.

“Kalau begitu kami duluan ya.”Jonghyun menarik tangan Yuri. Yuri melambai sedikit pada Minho.

Setelah mereka agak jauh, Minho berdiri. Titik-titik hujan mulai turun. Tetapi Minho hanya berdiri disana, memandang pasangan yang sekarang sedang mencoba membuka payung bersama. Hatinya pedih. Panah-panah itu, tanpa belas kasihan menusuk-nusuk hatinya. Luka yang diakibatkannya sangat dalam. Terlalu dalam. Hujan semakin deras. Ia menatap nanar pada Jonghyun dan Yuri yang berbagi payung berdua.

“Yuri. Saranghae.”bisikan lirih keluar dari mulutnya.

Tidak ada yang tahu persis apakah Choi Minho menangis sore itu. Hujan membasahi seluruh tubuhnya. Wajahnya basah oleh air hujan, dan mungkin juga air mata.

My Love, I want to touch your heart, but I can’t speak

Like starlight hidden behind frozen clouds

‘I love you’, this painful confession always lie on my tongue

I’ll end it all and let the words flow with my tears

The arrows that reached my heart

I guess are now a part of me

Even if it hurts so much I want to die

You’re so deep inside me, I can’t remove you

Because it’s love, because for me it’s love

~~~~~

Masih pagi ketika Minho tertidur di atas mejanya. Onew duduk di sampingnya, membaca komik. Sesekali ia melirik Minho. Kemarin, setelah lama menunggu di dalam gudang alat-alat kebersihan, ia keluar untuk melihat apakah Minho berhasil menyatakan cintanya pada Yuri. Namun saat itu, ia tidak menemukan Minho. Yang ia temukan hanyalah setangkai mawar ungu yang telah patah gagangnya di tanah.

Awalnya ia tidak mengerti apa yang terjadi. Tetapi tadi begitu ia melihat Yuri menggandeng tangan Jonghyun sepanjang koridor, ia paham.

Gadis bodoh, pikir Onew setiap kali ia melihat Yuri.

Saat itulah Taemin memasuki kelas. Ia langsung menuju tempat duduknya di belakang Minho. Ia meletakkan tasnya lalu bertanya pada Onew,”Dia sudah tidur?”

Onew menyipitkan matanya memandang Taemin,”Memang kenapa hah? Jangan-jangan kau ini salah satu pendukung setia Kim Kibum ya?”

“Bukan begitu. Aku cuma khawatir padanya.”Taemin duduk, menatap takut-takut pada Onew.

“Apa urusanmu?”Onew mencondongkan tubuhnya ke arah Taemin,”Kudengar kau selalu mengganggu tidurnya ya?”

“Aku.. aku tidak bermaksud mengganggunya. Aku hanya mencoba membantunya supaya dia tidak tertidur waktu pelajaran.”

“Hah?”Onew mengangkat satu alisnya.

“Sebetulnya… aku selalu melihatnya tertidur pulas di luar jam pelajaran. Saat pelajaran pun ia selalu terlihat mengantuk, tapi tidak pernah sampai tertidur. Dia selalu membuka matanya. Makanya aku pikir setidaknya dia masih peduli untuk belajar dan menghargai guru. Tidak seperti yang dikatakan Kibum. Makanya aku membantunya. Kalau  bel berbunyi tapi dia tidak bangun, aku berusaha membangunkannya.”

Onew menatapnya heran,”Kau ini aneh sekali. Memang kenapa kau peduli untuk membantunya?”

Taemin diam sebentar, kemudian ia menjawab,”Dulu, waktu ujian SMP, aku satu ruangan dengannya. Saat pulang ujian, ada segerombolan anak SMA yang menghadangku di jalan. Mereka mencuri tasku dan memukulku beberapa kali. Saat itu Minho lewat dekat kami.”

Onew memandangnya tajam, Taemin meneruskan,”Dia membelaku. Dia menghajar orang-orang yang badannya jauh lebih besar itu. Dia babak belur, tapi kami selamat. Aku hanya sedikit lecet.”

Taemin menarik nafas panjang sebentar,”Aku tidak sempat menanyakan namanya atau bahkan berterimakasih. Dia langsung pergi. Tidak kusangka akhirnya dia satu SMA denganku. Tetapi dia bahkan tidak ingat pernah menolongku.

Onew tersenyum,”Dia tidak akan ingat hal-hal seperti itu. Dulu berkelahi adalah hal biasa baginya. Hidupnya keras. Tapi dia itu orang yang sangat tangguh.”

“Sekarang dia tidak berkelahi lagi?”

“Tidak lagi. Sejak SMA. Kurasa dia sudah jauh lebih dewasa. Sekarang dia hidup penuh tanggung jawab.”Onew tampak menerawang. Taemin memandangnya tertarik,”Bukankah kalian sudah berteman sejak kecil? Tentu kau sangat mengenalnya ya?”

Onew mengangguk-angguk, masih menerawang, seakan sedang menatap masa lalu,”Ya, kami sudah berteman sejak belasan tahun yang lalu. Aku sudah tidak ingat lagi sejak kapan tepatnya. Dulu aku juga selalu dibelanya. Dulu aku ini penakut, tapi berkat dia aku sekarang menjadi orang yang jauh lebih tangguh. Kami ini tidak kaya, kami terbiasa hidup keras sejak kecil. Walaupun pamannya cukup kaya, -kau tahu kan, ayahnya Sulli- tapi Minho hidup sederhana.”

Taemin ikut mengangguk-angguk. Ia menatap Onew, berpikir inilah saat yang tepat untuk menanyakan hal yang selama ini membuatnya penasaran,”Lalu kenapa Minho selalu tertidur di sekolah?”

“Itu…”Onew menatap bergantian pada Taemin lalu Minho. Lalu kembali lagi ke Taemin,”bukan urusanmu. Sudah jangan tanya-tanya lagi.”ia meneruskan membaca komiknya.

Taemin cemberut. Selama ini dia penasaran kenapa Minho selalu mengantuk di sekolah? Apakah dia hobi bergadang? Membaca buku semalaman misalnya? Atau mungkin dia punya semacam kelainan, seperti tidak tidur di malam hari dan malah di siang hari misalnya?

Bel berbunyi. Onew langsung berdiri, ia menggoyang-goyang badan Minho,”Minho-yah, bangun!”tapi Minho tidak terbangun. Onew menoleh pada Taemin, mengacungkan jempolnya.

Taemin mengangguk. Onew segera pergi ke mejanya. Taemin menusuk-nusuk punggung Minho dengan penggaris beberapa kali sampai akhirnya Minho terbangun. Ia mengulet sedikit lalu menoleh ke belakang, dengan marah berkata pada Taemin,”Apa sih??”

Taemin mengkeret,”Hehe. Anu.. kamu menghalangi pandanganku. Pelajaran sudah mau dimulai tuh. Bisa geser ke kiri sedikit?”

“Haish.”Minho menatap gemas pada Taemin. Tapi dia bergeser sedikit ke kiri. Lalu ia mengucek matanya, siap menahan kantuk sampai pelajaran selesai.

Sepanjang pelajaran, Minho tidak memperhatikan sama sekali. Ia hanya menatap Yuri, lalu Jonghyun, lalu Yuri lagi dan Jonghyun lagi begitu seterusnya. Ia dapat merasakan panah-panah itu semakin menusuk setiap kali ia melakukannya. Ia bahkan bisa mendengar suara gesekan itu. Suara gesekan mata panah beracun itu. Tapi ia tidak peduli. Kalau hatinya sakit, sakitlah sekalian. Kalau hatinya berdarah, berdarahlah sebanyak-banyaknya. Minho terus menusuk-nusuk hatinya sendiri dengan memandangi Yuri dan Jonghyun. Bahkan ia melihat dengan jelas ketika mereka berpandangan, tersenyum satu sama lain. Minho juga ikut tersenyum, senyumnya pedih.

Apa aku bodoh? Pikirnya. Aku hanya bisa memandangmu saja. Aku hanya bisa mencintaimu lewat rasa sakit ini.

It’s not a burden

Because you are, because you are you

Through the pain, through the tears, I love you

~~~~~

Siang ini terik lagi. Minho dan Onew ada di sebuah sudut halaman, memainkan sebuah bola sepak. Onew memaklumi Minho yang sejak tadi pagi tidak banyak bicara (biasanya dia memang tidak banyak bicara, tapi kalau dia tidak banyak bicara dibanding biasanya, itu artinya dia hampir tidak bicara). Ia membiarkan Minho melakukan apapun yang disukainya. Ia bahkan menemani Minho memainkan bola sepak, sebuah hal yang jarang ia lakukan.

Kenapa Onew jarang memainkan bola? Itu karena bola bisa membunuhnya. Dia tanpa sengaja bisa saja menginjak bola dan bukan menendangnya lalu terjatuh dan kepalanya membentur sesuatu.

Sulli lewat tempat itu bersama Krystal. Ia melihat Minho dan Onew lalu menghampiri mereka.

“Oppa.”

Minho menoleh, ia tersenyum pada Sulli. Krystal memasang senyum termanisnya. Sudah lama ia menyukai Minho.

“Aku kok tidak disapa?”Onew menunjuk-nunjuk dirinya sendiri. Sulli tertawa,”Annyeong, Jinki-oppa.”

“Oppa apa kabarmu?”Krystal bertanya dengan suara termanis yang bisa dikeluarkannya kepada Minho. Sulli menyenggolnya. Ia malu akan kelakuan temannya ini.

“Biasa saja.”Minho menjawab sekedarnya. Tapi bahkan dengan jawaban seperti itu, Krystal terlihat puas.

“Kok aku tidak ditanya?”Onew menunjuk dirinya. Krystal menatapnya dengan sudut mata, berkata asam,”Oh, hai oppa. Apa kabar?”

Onew menenggak ludah. Menjawab,”Aku baik, terima kasih.”

“Oppa, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”Sulli menarik Minho ke balik sebuah pohon. Krystal agak kecewa ditinggal pergi oleh Minho. Dan Onew terlihat tidak suka ditinggal berdua dengan Krystal.

“Ada apa?”Minho mengucek matanya. Ia terlihat mengantuk.

“Oppa, kau kurang tidur lagi ya? Lihat lingkaran bawah matamu itu. Kan sudah kubilang kau itu harusnya.. ah sudahlah.”Sulli berhenti begitu melihat Minho yang berlagak tidak mendengar.

“Langsung saja, apa yang ingin kau katakan?”

Sulli menoleh ke kiri dan kanan sebentar sebelum melanjutkan,”Orang itu, Kim Jonghyun. Pacaran dengan kakak temanku.”

“Kakak temanmu?”mata Minho membelalak, sehingga terlihat sangat besar. Seingatnya Yuri tidak punya adik.

“Iya. Namanya Jessica-unni, kakaknya Krystal. Kelas 3.  Krystal  berusaha memperingatkan kakaknya, tapi kakaknya tidak percaya. Tidak heran sih, Jonghyun itu sangat mengerikan. Dia seakan-akan bisa menghipnotis wanita.”

“Tunggu, tunggu. Jessica? Setahuku, sekarang Jonghyun sedang pacaran dengan Yuri.”Minho tehenti. Jangan-jangan…

“Yuri? Tidak. Aku yakin sekali ia pacaran dengan kakaknya Krystal. Aku melihat mereka, baru tadi malam. Tapi mereka tidak pernah pacaran di sekolah. Mereka pacaran di luar.”

“Sulli!”Krystal memanggil. Sulli menoleh. Ia meneruskan sebelum berbalik,”Ya sudah oppa. Aku hanya mau memberitahumu hal itu. Siapa tahu kau bisa memberi pelajaran pada orang itu.”lalu ia pergi bersama Krystal

Minho masih mematung, memandang kosong. Jangan-jangan.. jangan-jangan Jonghyun bukan hanya suka bergonta-ganti pacar, tetapi juga suka punya banyak pacar?

Hal ini belum pernah diketahui siapa pun. Jonghyun memang terkenal reputasinya di kalangan siswa laki-laki sebagai orang yang sering bergonta-ganti pacar dan menjalani hubungan yang pendek-pendek. Tapi yang mereka tahu, Jonghyun belum pernah menduakan pacarnya.

Ataukah karena dia pintar menutupinya?

Minho terbakar amarah. Tangannya terkepal. Tidak ada seorang pun yang boleh mempermainkan Yuri, kekasih hatinya.

~~~~~

Sore ini, Minho sengaja pulang terlambat. Ia berdiri dekat gerbang sekolah, menunggu Jonghyun. Ia tidak tahu apa yang akan dilakukannya pada Jonghyun, yang dia tahu dia marah. Sangat marah. Jonghyun, yang begitu beruntung mendapatkan Yuri, justru mempermainkannya seperti itu.

Jonghyun datang dari arah gedung sekolah, ia menggandeng Yuri dengan mesra. Minho berusaha tetap membuka matanya, meskipun matanya terasa sangat pedih, melihat pemandangan itu.

Ah, suara itu lagi. Suara panah beracun itu lagi.

“Minho, apa yang kau lakukan disini? Kenapa belum pulang?”Yuri bertanya ramah. Minho hanya meliriknya selama setengah detik. Ia tidak sanggup menatapnya. Ia memakukan pandangannya pada Jonghyun,”Kalian sendiri? Apa yang kalian lakukan disini?”suaranya dingin.

“Ah, itu…”

“Bolehkah aku berbicara berdua saja dengan Jonghyun?”Minho memotong kalimat Yuri, ia tidak akan sanggup mendengarnya,”pembicaraan laki-laki.”

Jonghyun mengangkat satu alisnya, heran. Sejak kapan seorang Choi Minho mau melakukan ‘pembicaraan laki-laki’ dengannya? Dia bahkan tidak pernah sekalipun menyapanya..

Meski bingung, Yuri berkata,”Baiklah. Aku akan tunggu di gerbang.”ia pergi.

Minho memandang Jonghyun dingin. Jonghyun harus sedikit mendongakkan kepalanya untuk dapat melihat wajah Minho,”Jadi, apa itu ‘pembicaraan laki-laki’?”

“Jangan pernah mempermainkan wanita seperti itu, Kim Jonghyun. Kau harusnya memilih satu diantara mereka. Tidakkah kau punya hati?”

Jonghyun agak gelagapan. Berlagak tidak bersalah, ia berkata,”Apa sih maksudmu?”

“Aku tahu semuanya. Kau ini benar-benar kurang ajar. Kau tidak pantas untuk Yuri. Sebaiknya kau berhenti melakukan itu sebelum Yuri terluka, jika kau masih punya hati.”

Jonghyun tersenyum licik,”Huh. Memangnya siapa kau mau menasihatiku seperti itu? Itu semua urusanku. Yuri adalah milikku. Milikku artinya terserah padaku. Kau tidak punya hak untuk..”

Bug!

Sebuah bogem mentah telah dilayangkan Minho ke wajah Jonghyun. Jonghyun terkapar, ia mengusap darah yang keluar dari hidungnya. Yuri yang melihat kejadian itu dari pintu gerbang, menjerit. Ia langsung berlari untuk menolong Jonghyun.

Minho tidak berhenti disitu saja. Amarah telah menguasainya. Ia berusaha menghajar Jonghyun, menyakiti Jonghyun sebanyak-banyaknya agar Jonghyun dapat merasakan setidaknya sebagian kecil rasa sakit yang ada di hatinya. Jonghyun melawan, pukulannya beberapa kali mengenai Minho, tetapi Minho lebih unggul. Yuri berusaha menghentikannya, tapi Minho hanya melihat Jonghyun. Ia hanya ingin menyakiti Jonghyun, tapi tanpa sengaja tangan kanannya mengenai bahu Yuri, membuatnya jatuh ke tanah.

Minho terhenti, ia memandang Yuri yang jatuh terduduk. Amarahnya berubah menjadi rasa bersalah yang amat dalam. Ia mencoba membantu Yuri untuk bangun, tapi Yuri menepis tangannya.

“Apa yang kau lakukan? Aku tidak menyangka ternyata kau sekasar itu. Memangnya apa salah Jonghyun padamu? Kau ini benar-benar.. “

“Apa yang terjadi disini?”Sebuah suara muncul dari kejauhan. Mereka bertiga menoleh ke asal suara. Jung Yunho, sang guru disiplin memandang mereka tajam. Sementara itu,guru kesiswaan, Park Jungsu, yang biasa dipanggil para siswa dengan nama Leeteuk, berdiri di belakangnya. Ia memandang mereka bertiga dengan pandangan yang lebih tepat disebut khawatir ketimbang marah.

“Berkelahi hah?”Yunho menyeringai,”Tidakkah kalian tahu? ‘berkelahi’ ada di urutan nomor satu dari daftar hal-hal yang tidak boleh dilakukan di sekolah ini. Kepala sekolah kalian sangat benci itu.”ia mengalihkan pandangannya pada lantai teratas dari gedung sekolah, tempat dimana kantor kepala sekolah berada,”Kalian beruntung hari ini. Kepala sekolah sedang ada di kantornya. Kalian bisa ikut aku menemuinya sekarang juga. Kesempatan langka bukan?”tanpa banyak bicara lagi ia memimpin mereka semua berjalan ke gedung sekolah. Minho, Jonghyun dan Yuri tidak punya pilihan lain selain mengikutinya. Leeteuk mengikuti di belakang.

Jonghyun berjalan tertatih-tatih dibantu Yuri sementara Minho menahan sakit di hatinya. Di lantai teratas gedung sekolah mereka, ada sebuah pintu besar cokelat yang hampir selalu terkunci. Mereka bertiga memasuki pintu itu untuk pertama kalinya.

Ruangan itu besar. Sebuah jendela besar berhadapan dengan pintu, menampilkan siluet seorang laki-laki berjas yang dilatarbelakangi pemandangan matahari terbenam. Apa yang mereka lihat ini sangat mengesankan. Yunho membungkukkan badannya dengan penuh rasa hormat diikuti Leeteuk. Kemudian Yunho berkata,”Kepala Sekolah, tiga orang ini baru saja terlibat perkelahian.”

Lee Sooman, sang kepala sekolah, berbalik.

Minho hanya pernah melihat kepala sekolahnya ini sekali, ketika pidato penerimaan siswa baru hampir dua tahun yang lalu. Beliau tidak pernah menampakkan mukanya. Dalam berbagai acara ia selalu diwakili Yunho atau Leeteuk. Minho bahkan sudah tidak ingat lagi bagaimana rupanya, karena tidak ditemukan satu pun foto Lee Sooman dimana saja di sekolah ini. Maka, walaupun keadaan ini sangat tidak mengenakkan, kesempatan bertemu seorang Lee Sooman memang sesuatu yang langka.

“Siapa biang keladinya?”Lee Sooman bertanya tanpa basa-basi. Yunho dan Leeteuk memandang Yuri. Yuri sadar sebagai saksi bahwa dia harus mengatakan apa yang disaksikannya.

“Minho memukul Jonghyun lebih dulu.”

Lee Sooman memandang bergantian Jonghyun dan Minho,”Yang mana yang bernama Minho?”

Minho mendongakkan mukanya. Lee Sooman memperhatikan mukanya baik-baik. Lalu berkata pelan,”Selain Minho, silahkan tinggalkan ruangan ini.”

Tanpa disuruh dua kali mereka semua pergi, meninggalkan Minho berdiri sendiri di hadapan Lee Sooman.

“Siapa namamu?”

Minho berkata tenang, ”Choi Minho.”

“Choi Minho.”Lee Sooman mengulangi. Ia maju beberapa langkah hingga berada tepat satu meter di hadapan Minho,”Kau tidak mau membela diri? Benarkah kau yang memulai perkelahian ini?”

“Benar.”

Lee Sooman tersenyum,”Setidaknya kau sangat bertanggung jawab.”ia menyilangkan tangan di depan dada,”Aku sangat sangat sangat benci perkelahian. Jika ada orang yang ingin berkelahi, -aku tidak peduli apapun alasannya- kupersilahkan dengan hangat untuk meninggalkan sekolah ini.”

Ia memandang tajam wajah Minho,”Aku hanya akan memperingatkanmu satu kali. Kau tidak akan mengulangi perbuatanmu lagi kecuali kau ingin keluar dari sekolah ini.”

~~~~~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “Hwasal – Part 2”

  1. Ini pertama kalinya aku sebel ma jonghyun..kali ini jonghyun bener-bener kelewatan,,yuri juga,gak tau apa gimana kelakuan si hidung gede?#ampuni saya blingers..
    Gimana nasib minho coba?itu juga si sooman,angker nya gak ketulungan..
    Next part buruan ya chingu,gak sabar nih..

  2. Benar-benar Yuri membela orang yang salah. Coba saja dia tahu apa masalah yang sebenarnya. Masih mending Minho cuma dapat teguran peringatan dari kepala sekolah.
    Nice story. Lanjut!

  3. Daebak… Tapi, kasihan Minho oppaku… (dihajar Fans Club Minho) T.T
    Tapi kenapa si Minho gak bela diri, duh benar benar salah…

  4. Sorry thor, ralat maksud aku tadi… bener bener salah bukan ceritnya tapi si Mnho yg agak bego ga’ bela diri… (dihajar habis habisan ama FC Minho) T.T

  5. Yaaah gantung bgt thor, sayang tuh yuri belom tau kalo jjong selingkuh, next part nya jgn lama2 ya thor, geregetan nih sm jjong, tega bgt ngeduain yuri -_- kasian kan minho udah ngerelain yuri, tp yuri malah diduain sm jjong

  6. huaaaaaaaaa!!!! kok ngeselin sih?!?!?!?!? jjong nih -.-
    terus itu apa?? mau di keluarin? yuri nih.. 😥
    aku menunggu nasib baik minho.. lanjutkan thor!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *semangat 45*

  7. Huaah,kasiaan mihoo 😦
    Yuri bener2 salah pilih namjachingu deh,nggak tau apa dia asal-usulnya #marah2 gak jelas
    mending minho sama aku #dibuang FLAMers

    Aku kira twoshoot thor,ternyata masih ada part lagi #sok tau
    Daebak !! A-Yo lanjut 😉 🙂 🙂

  8. Minho gg boleh keluaaar >.<,nnt kalo keluar masuk skolahq ajj 😀 #dirajamFlames,eh,sklhq SMP..aq lupa ._.v
    yuri malah belain jjong,itu sih krn dy gg tau,cb klo dy tau??huh,
    jjong koq gitu sihh??huwa..aq kan sebagai wanita ikut merasa tersakiti(?)
    aq tgu part 3.a thor 😀 😀

  9. aaaaaah nyesek liat minho di gituin! si jonghyun juga ah !! reseiiinn…
    yuri… kenapa sih ?? buka napa mata mu !!
    pak kepala sekolaaah !
    galak bener.. pantes di takutin .. hehehe
    ayoo lanjutannyaaa !!!

  10. q blm baca yg part1 tp udh ska sma ff ni.
    haduh…si jjong jd player nih ceritany,trz minho kq diem2 aja mw d DO..??
    pnsaran bgt sm reaksi yuri klo tw punya namchin player.
    d tnggu next part

  11. Halo,ngmg2 namaku Minjin lho,bkn Minji.hehe.
    Lagunya SHINee, Quasimodo. Atau judul koreanya,Hwasal.
    Mm,setuju bgt kalo ff ini ky sinetron.itulah yg agak aku sesalkan.
    Tp makasih ya ^^

    1. wah, maaf.maaf itu ngetiknya buru” .. mian ya,

      ooh. aku baru tau loh hwasal tuh nama lain quasimodo 😛
      setau aku nama lainnya cuma arrow .. hehe *parah

      aku udah baca part 3 nya dan itu keren banget !! XD
      buat lagi ff yang cast nya minho dong .. hehe

      -your fans- 😀 😀

  12. JONGHYUN!!!!!!!! grr ngeselin banget sih! mainin cewe kaya gitu-_______________-”
    minhonya kasian kan hampir di DO gara2 berantem T.T
    btw mana nih alesan kenapa minho tidur terus?

  13. jonghyuuun nyebeliiin!! minho kasian deh dan krystalnya agak2 nyebelin juga, haha
    daan itu kepala sekolahnya serem amat, kirain bakalan dibela trnyata malah diancam DO.
    aku sukaa FFnya, berasa ngalir gt.
    lanjutannya ditunggu 🙂

  14. miris banget baru mau nyatain perasaan eh ternyata yuri udah nerima jonghyun. 😦
    tapi aku juga jadi penasaran kenapa minho suka ngantuk di sekolah…
    Aku suka banget ceritanya thor.. Lanjut terus ya jangan lama-lama ^^~

  15. sebenernya gak suka sama pairingnya sih, minyul maupun minstal, hehe
    Dan apa itu? Mawar ungu? Itu mawar kesukaanku sebelum mawar peach..
    Hah, buat aku aja mawar ungunya jangan diinjek :CC

    Sooman kejam ya?

  16. Hmm..mianhaeyo.
    Nggak usah dianggap serius aja ya Minyul.nya 🙂
    sebenarnya cuma kebetulan aja Yuri itu member favoritku di SNSD.hehe.
    Tp ga tau kenapa,setiap aku bkin ff yg pairingnya Minyul itu kok jdnya sad ending ya.padahal nggak taksengaja lho.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s