SEPENGGAL CERITA CINTA

Title : SEPENGGAL CERITA CINTA

Author : Pempek Palembang

Main Cast : Lee Jinki, You

Length : Drabble

Genre : Romance

Rating : General / PG-13

Summary : haruskah aku merelakannya..?!

A.N : FF kedua aku yang di post di SF3SI, makasih buat admin yang udah ngeposin nie FF. Buat reader makasih komennya di FF pertama aku. FF kedua masih Drabble, belum bisa nulis Oneshot atau pun sequel. Happy reading ^^_

 

You POV

Lelaki ku. Dia terlihat begitu tampan dengan setelan jas putihnya. Bunga mawar merah terselip indah dikantong bajunya. Tampak begitu berkarisma. Senyum indahnya terpampang jelas di wajah tampannya. Memamerkan 2 gigi kelincinya yang lucu. Tapi mata sipit itu tidak menyiratkan sebuah kebahagian. Yang ada hanya genangan air mata yang siap kapan saja tumpah saat pemilik mata itu berkedip. Yah aku terus memandangi lelaki ku itu. Akankah sebutan itu terus melekat padanya. Dengan apa yang telah terjadi di beberapa waktu lalu. Saat dia mengatakan segalanya. Saat aku harus merelakan air mata ku lagi hanya untuknya. Mencoba merelakan semua yang ada. Semua kenangan indah akan aku dan dirinya.

Dia menatapku sendu. Memaksakan senyum yang terus berkembang di wajahnya. Aku menguatkan diriku. Mencoba membalas senyuman yang dia berikan kepadaku. Mencoba memberikan senyum tulus diantara ketidakrelaan ku melepasnya. Aku menahan air mata ini agar tak jatuh di depannya.

Denting piano mulai berbunyi. Pintu pun terbuka lebar. Aku melihat dua orang saling bergandeng memasuki ruangan ini. Gandengan terakhir seorang ayah untuk putrinya. Yah, seorang wanita dengan ayahnya. Wanita yang menurut ku sangat cantik dihari pernikahannya. Gaun simple namun sangat elegan membalut tubuhnya yang proposional dengan sempurna. Dengan tudung kepala yang sangat panjang mencapai lantai tempatnya berjalan.

Ku alihkan pandangan ku kearah lelaki ku. Kulihat dia memandangi wanita itu takjub. Pandangan yang kini bukan lagi milik ku. Kini ia kembali memandangi ku. Dengan air mata yang masih menggenang dimata sipitnya. Mencoba meminta persetujuan dengan apa yang akan dia lakukan. Aku menata emosi ku agar tak terlepas dengan sempurna dikeadaan yang seperti ini. Dengan perlahan aku pun menganggukkan kepalaku. Tanggapan atas pandangan sendunya. Dan dengan perlahan pula air mata ku mengalir lembut dipipi hangat ku. Dan seketika pula dia menerima uluran tangan wanita itu yang diberikan oleh ayahnya. Genangan air mata yang ditahannya sejak tadi dengan sukses mengalir perlahan di pipi cubby nya. Pipi lelaki ku. Dia menangis untukku. Ah…, lelaki ku. Masih pantaskah aku memanggilnya seperti itu. Kenyataan yang ada, dia bukan milik ku lagi. Aku menggerakkan bibir ku, mengatakan sesuatu sesaat sebelum dia membalikkan tubuhnya menghadap pastur yang siap menuntun mereka untuk mengucapkan janji pernikahan. Ntahlah, apa dia melihat dan mengerti dengan apa yang aku ucapkan tadi.

Aku coba bertahan hingga acara ini selesai. Tetapi sepertinya otakku tidak berfungsi dengan sempurna. Seakan berkata aku harus meninggalkan tempat ini. Didukung dengan emosi yang terus mendesak ingin keluar bebas meninggalkan tempat yang begitu sempit buat mereka bergerak. Aku merapikan letak topi baret hitam belel kesayanganku. Menutupi sedikit bagian muka ku, tepatnya menutupi mata ku yang mungkin sudah tak memperlihatkan keindahannya lagi. Menetapkan hati ku. Mencoba bertahan dengan segala yang ada. Aku pun memantapkan langkah ku keluar ruangan ini. Meninggalkan semua kenangan bersama dengan lelaki itu. Membuka lembar baru kehidupan yang lebih real. Aku tersenyum walau air mata ini masih dengan santainya mengalir di pipi ku.

Jinki POV

Disini kini aku berdiri. Berdiri di altar menunggu pengantin wanita ku. Seorang wanita yang aku sayang. Seseorang yang yang menjadi pacar ku untuk beberapa tahun kebelakang. Tapi, wanita yang duduk dikursi deretan nomor dua paling kiri itu. Wanita cantik itu. Itu wanita ku. Wanita yang membuatku merasa nyaman saat berada disampingnya. Wanita dengan segala apa yang dia punya, kekurangan dan kelebihan yang membuatku jatuh cinta kepadanya. Aku memandanginya. Sangat cantik. Dengan blezer dan rok mini putih, dangan dalaman blazer yang putih pula. Dilengkapi sepatu boot putih menambah keindahan yang telah ada pada dirinya. Rambut yang dibiarkan terulai dengan ujung yang dikeriting dan topi baret hitam belel kesayangannya. Aku ingat, itu adalah hadiah dari ku saat dia berulang tahun beberapa bulan yang lalu. Walau saat itu dia menerima dengan wajah yang cemberut. Aku tau dia sedikit tidak suka dengan apa yang aku berikan karna itu bukanlah tipe pakaian yang dia suka. Tapi sedetik kemudian dia tersenyum tulus dan memberikan ku sebuah kecupan hangat yang sangat mesra di bibir ku. Tapi kini bukan senyuman itu yang terpampang di wajah bulatnya. Yang ada hanya senyum penuh kegetiran. Senyum yang sangat dipaksakan terkembang untuk sedikit menenangkan ku, senyuman yang menandakan dia akan baik baik saja setelah saat ini.

Denting piano itu sedikit mengagetkan ku. Menyadarkan aku dari lamunan pendek tentang wanita ku. Pintu terbuka. Dua orang yang aku kenal memasuki ruangan ini. Penganti ku dan ayahnya. Aku sedikit takjub melihatnya. Pengantin ku terlihat memukau dengan gaun yang dia kenakan. Gaun yang sengaja dipihkan oleh wanita ku untuk pengantin ku beberapa waktu lalu. Kalau saja wanita ku yang memakai gaun pengantin itu.

Ku lihat dia menatap ku kembali. Aku menatapnya seakan bertanya haruskah aku melakukan ini. Dia tak bergeming sesaat, namun setelah itu senyumnya kembali terkembang dan dengan sangat perlahan dia mengangguk. Memberi jawaban atas arti dari tatapan ku tadi. Dan saat itu pula air mata yang ku bendung sedari tadi pun jebol dari pertahanannya. Inilah air mata pertama ku untuknya. Untuk wanita ku. Wanita yang telah mengajariku arti dari sebuah keikhlasan. Keikhlasan memberi apa yang kita punya dan keikhlasan menerima apa yang kita dapat.

Aku pun menerima  uluran tangan pengantin ku yang diberikan oleh ayahnya. Mertua ku. Menggenggam erat tangan pengantin ku. Menuntunnya untuk berdiri disebelahku. Tapi tunggu. Wanita ku mengatakan sesuatu. Walau tak terdengar, tapi aku tau apa yang dia katakan. Kalimat yang sering sekali dia ucapkan untuk ku. Kalimat yang sangat aku hapal bagaimana wanita ku menggerakkan bibirnya untuk mengatakan itu. Kalimat yang membuat ku susah bernafas setiap kali dia mengatakannya. Kalimat pengantar tidur ku setiapa malam saat dia tak bersama ku.

Aku memantapkan hatiku dengan apa yang aku pilih. Mencoba menjalankan kehidupan yang ada sekarang. Pastur menuntun kami untuk mengucapkan janji pernikahan. Janji selalu menjaga satu sama lain.

Ku dengar suara derap langkah kaki meninggalkan ruangan ini. Aku tau siapa pemilik langkah kaki itu walau aku tak melihatnya. Wanita ku pergi. Masih bolehkah aku memanggilnya seperti itu. Sedangkan disini ada wanita yang lebih penting sekarang. Wanita yang harus aku lindungi mulai saat ini.

Dia pergi meninggalkan ku. Meninggalkan luka yang telah ku buat. Meninggalkan kenangan manis yang tersimpan jauh di dalam hati. Meninggalkan sepenggal cerita cinta yang indah. Yang harus selalu ku ingat.

Author POV

Wanita itu termenung menatap kosong ombak yang seakan berkejaran untuk mencapai pinggir pantai. Sesekali wanita itu menghapus air matanya yang terus saja mengalir indah di kedua pipinya. Seolah aliran sungai yang tiada pernah kering. Munundukkan kepala diantara kedua kakinya.

“butuh tissu..?!” tanya seorang pria telah berada disamping wanita itu.

“mwo…”

FIN

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

76 thoughts on “SEPENGGAL CERITA CINTA”

  1. yahhhhhh,,, author! ini gimana ceritanya??#guncang guncangin badan author, minta penjelasan#
    klo gak ada lanjutannya,,,, aku bakal ‘gantung’ author…#plak!
    kok gitu sih thor, trus pacarnya onew gimana? onew jadi kawin’na? kok nyeksek banget ceritanya…. huweee……..T.T

    1. jangan digantung dund..
      klo authornya digantung sapa dund yang ngaelanjutin ceritanya?!!
      kkk
      kan authornya suka buat cerita2 yang nyesekin…
      lol
      ntar yah tunggu dapat ide, bakal buat sequelnya…
      btw, makasih udah sempatin baca ama komen nie..
      kkk

    1. author juga ga tau sapa cdwe yang nikah ma onew itu…
      kkkk
      yang ngasih tissue itu juga ga tau sapa…
      ntar yah kita buat sequelnya..
      kekeke
      btw, makasih udah mampir baca ama komennya…

  2. Yah thor,koq gantung?onew sebenarnya cinta sama yang mana sih?cinta ma aku(main cast nya kan onew and you,berarti aku dunk)atau ma pengantin nya?kayak nya butuh sequel nih..
    Daebak!

  3. Siapakah pria itu? Ahaha.
    Keren ching. Ceritanya sangat kuat. Ini drabble keren.
    Nih cerita kayak lagunya Glen Fredly yang akhir cerita cinta. Cocok banget! Ahaha.
    Sukses buat author. 🙂

  4. Siapaaaaa? Siapaaaaa? Siapaaaaaa?
    Pengantin Jinki siapa? Wangja Tissue jg siapa?
    Thor kok nyesek sedih ya? *guling-guling galau*
    ah tp ini daebak thor! Keren!

  5. Wah, Romance and Daebak banget !!! Salut ama story dan Authornya… d^_^b
    hehehe 😀
    Thor, bikin lanjutannya dong….. Please… Masih penasaran nih ama pria yg kasih tissue tadi… 🙂

  6. Nyesek T.T
    lanjut thor!
    Ngmong2,knp jinki nikahny kok bkn sm si ‘aku’?knp dia hrus nikah sm si itu?
    Tolong obati rasa penasarankuuu,.
    Bkin sekuelny yaa

  7. tissuuee.. tissuuuee siapa yang ngasih thooorrr

    tahun baru author nya malah bikin penasaraaan!!!
    (guling-guling ampe jatoh dr kasur)

  8. Huweee…..sedih banget thor critanya…. ;(
    author bikin sequelnya dong kalo gag author qtabrak ma mobil2an ;( pokoknya hrs dibikin sequelnya aq udah penasaran tingkat dewa….huwaaa #maksa

  9. huwaaa nyeseek !!!!
    dalem bgt kata-katanya …
    ahhh siapa yg ngasih tisu ??? penasaranaaan pokoknya sequelnya harus adaaaaa!!
    >,<
    kenapa jinki sama wanita yg ngak dia cinta ?? ahhh bener2 penasaaaraaaan

  10. Authoooorrr itu sapa yang ngasi tisu ehh? Penjaga pantai? Ampun deh._.V penasaraaaann tingkat langitt~~~~ sequel thorr pliss (´ʃƪ`) daebak thor ☺

  11. ceritanya keren banget nget authorrr~ bikin nyesek tau gak. tolong jauhin baygon dari jangkauan yah daripada ntar ditelen saking penasarannya ini~ #halah
    itu tokoh aku siapanya onyu? yang kawin siapanya onyu? pasti ada yang selingkuhannya tuh /plak *analisa ngaco* terus yang ngasi tisu juga sapaa? sukses nih authornya bikin penasaran setinggi minho-_-
    btw, pendeskripsiannya bagus author, jadi kebawa arus juga nih, hehe:D
    goodjob yah d^^b ditunggu karya selanjutnyaaa~

    1. udah.. udah…
      baygon nya udah diletakin di atas lemari noh..
      hehehehe
      ga tau tuh siapa yang jadi pengantinnya onew, belum kepikiran nie…
      kayaknya author aja nie… #digaplok MVP
      kkkk
      makasih yah udah nyempetin baca ama buat komen…
      okey di tunggu aja…
      hehehehe

  12. AHHHH!!!! AKU BACANYA SAMBIL DENGER INSTRUMEN KISS THE RAIN VERSI JUNG SUNGHA!!!! AKU NANGIS BOMBAY!!!!
    #CAPSJEBOL

    Biar aku tebak, yang kasih tissue pasti laki” yang nikah itu kan?
    Dia ga jadi nikah. ya kan? ya kan? ya kan??
    -kedip”in mata ke Pempek-
    Hehehe… #plakk
    Ngarang aja aku nih XD

    Plotnya dapet bgt loh. Yah, skalipun msh ada satu kta bhs indonesia yang salah, tp dimaklumin krn sma skali ga ganggu diksi sblm kata itu ^^

    Gak ush sequel deh, oneshot aja diadain aku udh sujud syukur ke km. kekeek… ^^

  13. Ceritanya bgus,detail, bikin penasaran tapi buat saya yang agak mengganggu itu byk bgt pengulangan kata ku . Bhkan di 1kalimat bisa ada lbh dr 1 kata ku . Mhn lbh diperhatikan,ditunggu lanjutan.nya

  14. ini pertama kalinya aku baca faniction dan kereeeen!!

    Aku baca ini sambil dengerin The Name I Loved sukses biki galau.

    makasih author atas ceritanya 🙂

  15. Aaahhh sedih 😦

    Jinki kenapa menikah dengan yang lain T_T
    Itu yang nawarin tissue jangan-jangan Jinki……….krik

    Aaahh author drabble yang sangat menyentuh huhu

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s